Anda di halaman 1dari 12

Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

PENDAHULUAN

PT PERTAMINA (PERSERO) merupakan perusahaan milik negara yang


menggeluti bisnis di bidang energi dan petrokimia dengan kegiatan operasi dari
sektor hulu hingga sektor hilir. Sektor hulu beroperasi dalam mengeksplorasi dan
mengeksploitasi sumber energi Migas serta sumber energi Panas Bumi.
Sedangkan sektor hilir bergerak dalam bidang pengolahan minyak, pemasaran
dan distribusi Bahan Bakar Minyak. Sedangkan sektor hilir Panas Bumi (energi
listrik) dikelola oleh perusahaan lain.

Disadari bahwa bisnis di bidang energi dan petrokimia merupakan suatu


kegiatan yang sarat dengan resiko terhadap keselamatan dan kesehatan para
pekerja yang terlibat di dalamnya. Resiko peledakan, kebakaran, kecelakaan,
penyakit akibat kerja serta pencemaran lingkungan merupakan resiko yang
harus dikelola secara baik sehingga dampak buruk yang dihasilkan dari
kegiatan-kegiatan tersebut dapat diminimalkan bahkan dihilangkan.

Dalam bidang kesehatan kerja, terdapat banyak faktor-faktor bahaya (potential


health hazard) di lingkungan kerja maupun proses kerja itu sendiri yang dapat
mengganggu kondisi kesehatan pekerja, misalnya: lingkungan kerja yang bising
dapat mempengaruhi fungsi pendengaran pekerja; paparan benzena dapat
mempengaruhi sistem sel darah; posisi badan yang salah pada saat mengangkat
beban berat dapat mempengaruhi tulang belakang. Beberapa contoh potential
hazard dan pengaruhnya kepada kesehatan dapat dilihat pada tabel di halaman
berikut.

Sebaliknya kondisi umum kesehatan pekerja juga mempunyai pengaruh


terhadap produktivitas kerja, misalnya: seorang yang mengidap penyakit berat
menyebabkan ia tidak dapat masuk kerja berkepanjangan. Kondisi-kondisi di
atas merupakan ruang lingkup Kesehatan Kerja.

1
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

Tabel contoh potential hazard beserta kemungkinan pengaruhnya terhadap


kondisi kesehatan pekerja :

JENIS PEKERJAAN
POTENSIAL HAZARD PENGARUH
YG BERESIKO

Faktor Fisik
Bising Tuli akibat bising, menaikkan denyut - Power plant
jantung, mengganggu konsentrasi - Kamar Mesin Kapal
- Pengisian Bahan Bakar
Pesawat
Getaran Kelainan syaraf tepi, gangguan tulang - Operator alat berat
punggung - Grinda

Tekanan Tinggi Kelainan pendengaran, kelainan sendi, - Penyelam


sindroma Caisson - Pilot pesawat tempur
Cuaca panas Biang keringat, keram-keram, heat stroke - Pekerja lapangan
- Prajurit, Sekuriti
Radiasi Mengion Luka bakar, kanker paru - Radiografer
- Inspeksi (NDT)
Faktor Kimia
Debu Asbes Asbestosis, Kanker Paru, Mesethelioma - maintenance boiler
- tambang asbes
Debu Glass Wool Alergi kulit, gatal-gatal - maintenance boiler, pipe line
Benzen Anemia aplastik, leukemia - Kilang aromatik
- Tanker
- Lab BBM

Halogenated Gangguan fungsi hati - petrokimia


hidrokarbon - bengkel

Pestisida Gangguan kontraksi otot - pest control

Faktor Biologi
Virus, bakteri Tertular virus/bakteri (hepatitis B, TBC) - petugas kesehatan

Faktor Ergonomi/Fisiologi
Posisi tubuh jelek Gangguan tulang belakang, radang otot - mannual handling
(akward position)

Gerakan cepat Nyeri otot, metacarpal syndrome - typist, operator komputer


berulang

2
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

PENGERTIAN KESEHATAN KERJA

Pengertian kesehatan kerja menurut The Joint ILO/WHO Committee on


Occupational Helath, 12th Session 1995 adalah :

Occupational Health should aim at the promotion and maintenance of the highest
degree of physical, mental and social well-being of the workers in all occupation;
the prevention amongst workers of departure from health caused by their
working conditions; the protection of workers in their employment from risk
resulting from factors adverse to health; the placing and maintenance of trhe
workers in occupational environment adapted to his phsyological and
psychological; and to summarize the adaptation of work to man and each man to
his job.

The main focus in occupational health is on three different objectives: (i) the
maintenance and promotion of works health and working capacity; (ii) the
improvement of working environment and work to become conductive of safety
and health; and (iii) development of work organization and working cultures in
direction which supports health and safety at work and in doing.

Promotes positive social climate and smooth operation and may enhance
productivity of the undertakings. The concept of working cultures is intended in
this context to mean a reflection of the essential values system adopted by the
undertaking concerned. Such a culture is reflected in practice in the managerial
system, personnel policy, principle for participation, training policies and quality
management of the undertaking.

3
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

PERATURAN PERUNDANGAN KESEHATAN KERJA

Berbagai ketentuan peraturan dan perundangan yang mendasari kegiatan


Kesehatan Kerja di Perusahaan dapat disebutkan di bawah ini, antara lain:

 UNDANG-UNDANG NO. 14 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-


KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA
Bab IV Pasal 9 :
Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan,
kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai
dengan martabat manusia dan moral agama.

 UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA

Pasal 8

ayat 1 :

Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan


kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan
dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepadanya.

ayat 2 :

Pengurus diwajibkanmemeriksakan semua tenaga kerja yang berada di


bawah pimpinannya secara berkala pada dokter yang ditunjuk pengusahan
dan dibenarkan oleh Direktur.

Penjelasan :

Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu


tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Direktur adalah pejabat
yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-
Undang.

4
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

 UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN

Pasal 23

Ayat 1 :

Kesehatan Kerja diselenggarakan agar setiap pekerja dapat bekerja secara


sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya agar
diperoleh produktivitas kerja yang optimal sejalan dengan program
perlindungan tenaga kerja.

Ayat 2 :

Kesehatan Kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit


akibat kerja dan syarat kesehatan kerja.

Ayat 3 :

Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja

 Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja


(Jamsostek)

 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN


KOPERASI NO. PER-01/MEN/1976 TENTANG KEWAJIBAN LATIHAN
HYPERKES BAGI DOKTER PERUSAHAAN

 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN


KOPERASI NO. PER-01/MEN/1980 TENTANG PEMERIKSAAN
KESEHATAN TENAGA KERJA DALAM PENYELENGGARAAN
KESELAMATAN KERJA

 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN


KOPERASI NO. PER-03/MEN/1982 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN
KERJA

 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. PER-333/MEN/1989


TENTANG DIAGNOSIS DAN PELAPORAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

5
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. PER-01/MEN/1981


TENTANG KEWAJIBAN MELAPORKAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.

PERAN DAN TUGAS POKOK KESEHATAN KERJA

1. Meningkatkan produktivitas kerja dengan:


a. Memelihara dan meningkatkan kondisi kesehatan dan kebugaran
jasmani pekerja serta menjaga kondisi lingkungan kerja agar aman
dan kondusif bagi pekerja.
b. Melindungi pekerja dari penyakit umum, penyakit akibat kerja,
kecacatan dan kecelakaan kerja
c. Menempatkan dan memelihara pekerja dalam lingkungan kerja yang
sesuai dengan kemampuan kondisi kesehatannya
d. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga
kerja yang menderita sakit.
2. Mencegah dan mengendalikan kerugian perusahaan yaitu dengan
mengendalikan biaya kesehatan pekerja dan mencegah absenteisme.
3. Menjaga citra perusahaan dengan mematuhi peraturan perundangan
4. Memberikan saran kepada manajemen terhadap masalah yang berhubungan
dengan kesehatan kerja.

Tugas Pokok Kesehatan Kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja,
Transmigrasi Dan Koperasi No. Per-03/Men/1982 Tentang Pelayanan Kesehatan
Kerja adalah:
1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan
pemeriksaan kesehatan khusus.
2. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat
kerja.
3. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
4. Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan petugas P3K.
5. Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja.

6
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

6. Pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja yang mempunyai


kelainan tertentu dalam kesehatannya.
7. Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja.
8. Pembinaan dan pengawasan terhadap sanitair
9. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan kesehatan kerja
10. Memberikan nasehat mengenai perencanaan pembuatan tempat kerja,
pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan
makanan di tempat kerja.
11. Memberikan laporan berkala tentang pelayanan kesehatan kerja kepada
pengurus.

Dari uraian-uraian di atas kesehatan kerja merupakan hubungan 2 arah antara


kesehatan (health) dan kerja (work) yang mencakup aspek kesehatan pekerja
(health of the workers) yang bersifat medis dan aspek lingkungan kerja
(occupational environment) yang bersifat teknik. Aspek kesehatan pekerja
dikelola oleh fungsi Kesehatan Pekerja (medis/dokter perusahaan) sedangkan
aspek lingkungan kerja dikelola oleh fungsi Higiene Industri.

7
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

MEDIA

PAPARAN HAZARD

LINGKUNGAN KERJA PEKERJA

DOKTER PERUSAHAAN
HIGIENIS INDUSTRI

8
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

Tugas Pokok Dokter Perusahaan :


a. Pemeriksaan Kesehatan Pekerja
a. Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja
Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja bertujuan agar:
 calon pekerja yang akan bekerja di perusahaan merupakan pekerja
yang kondisi kesehatannya sesuai dengan tuntutan tugas yang akan
dikerjakannya
 calon pekerja bebas dari penyakit yang dapat membahayakan
keamanan diri dan pekerja lainnya.
 Data dasar kesehatan (baseline data) pekerja diketahui sejak masuk
kerja sehingga dapat dipakai sebagai bahan informasi bila dikemudian
hari terjadi penyakit/gangguan kesehatan akibat kerja.
b. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Pemeriksaan kesehatan Berkala dilakukan untuk mengetahui secara dini
pengaruh-pengaruh dari lingkungan kerja yang mungkin dapat
mengganggu kesehatan pekerja serta sebaliknya untuk mengetahui
apakah kondisi kesehatan pekerja masih sesuai untuk pekerjaan yang
sedang diembannya. Pemeriksaan dikaitkan dengan pekerjaannya (job
related), misalnya pekerja yang terpapar bising hendaknya dilakukan
audiometri pada saat pemeriksaan kesehatan berkala.
c. Pemeriksaan Kesehatan Khusus
Pemeriksaan kesehatan khusus dilakukan bilamana terdapat kasus-kasus
khusus, seperti dugaan adanya penyakit akibat kerja, kasus pekerja yang
sakit berkepanjangan (handicapped workers), akan pindah bagian,
promosi jabatan, mengikuti training yang beresiko, dsb.

b. Pengobatan dan rehabilitasi Pekerja


Pengobatan dan rehabilitasi dilakukan terhadap pekerja yang menderita
penyakit umum, penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja dan kecelakaan lain
guna mempertahankan produktivitas kerja. Pengobatan dilakukan sejak rawat
jalan tingkat pertama (dokter umum), rawat jalan tingkat lanjutan (konsul
spesialis) hingga rawat inap.

9
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

c. Promosi Kesehatan di tempat kerja


Promosi kesehatan di lakukan dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan,
ceramah kesehatan, tulisan, poster, booklet serta mencanangkan program-
program pencegahan penyakit seperti Gerakan Hidup Sehat ( GHS ),
Program Berhenti Merokok, Program Peningkatan Kebugaran Jasmani, dsb.

d. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


Dokter Perusahaan wajib melaksanakan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan di tempat kerja sehingga perlu ditata suatu respon terhadap
keadaan darurat (emergency response).

e. Pendidikan dan pelatihan petugas P3K


Untuk membantu tugasnya dalam P3K, dokter perusahaan hendaknya
mendidik dan melatih petugas-petugas P3K di lapangan (first aider) sehingga
penanganan korban kecelakaan di tempat kerja dapat dilakukan lebih cepat.

f. Pembinaan gizi kerja


Pembinaan gizi kerja dilakukan dengan membuat panduan gizi kerja,
konsultasi gizi kepada pekerja serta pengawasan pengelolaan makanan di
tempat kerja.

g. Memberikan advis kepada manajemen

Dokter Perusahaan memberikan advis/rekomendasi kepada manajemen


perihal berdasarkan profesionalismenya di dalam aspek kesehatan kerja.

Tugas Pokok Higienist Industri

1. Pengenalan terhadap hazard di tempat kerja


Pengenalan dilakukan dengan mengiventarisasi semua potential hazard yang
ada di tempat kerja serta melakukan penilaian resiko dengan
mempertimbangkan jumlah pekerja yang terpapar, berat ringannya pengaruh
terhadap kesehatan, lamanya paparan dsb.

10
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

2. Monitoring hazard di tempat kerja


Monitoring dilakukan dengan mengukur kadar potential hazard di lingkungan
kerja, seperti mengukur kebisingan, mengukur kadar bahan kimia di tempat
kerja. Hasil monitoring diinformasikan kepada dokter perusahaan agar dokter
perusahaan mengetahui paparan potential hazard yang dihadapi oleh pekerja
yang diperiksanya.

3. Mengendalikan hazard di tempat kerja


Pengendalian hazard dilakukan secara:
 administratif dengan membuat peraturan-peraturan, kebijakan, sistem tata
kerja, dll.
 Rekayasa dengan merekayasa kondisi lingkungan kerja sehingga
paparan potrensi bahaya dapat dikurangi atau dihilangkan. Rekayasa
dilakukan dengan:
- eliminasi : dihilangkan dari proses
- subtitusi : diganti dengan bahan yang lebih aman)
- isolasi : diisolasi sehingga pekerja tidak terpapar, mis: dengan
menutup, memberi tirai anti bising, meletakkan pada lokasi
yang jauh, dll)
- ventilasi : dengan memberikan ventilasi yang baik sehingga kadar
bahan berbahaya di lingkungan kerja menjadi kecil
 Health Surveillance (pemeriksaan kesehatan yang terdata dengan baik,
secara berkesinambungan) yang dilakukan oleh dokter perusahaan.
Higienist industri berperan dalam memberikan informasi dosis paparan
yang diterima oleh pekerja bila terpapar potential hazard.
 Pendidikan kesehatan dengan melakukan safety talk.
 Pembinaan dan pengawasan pemakaian alat pelindung diri ( APD ).

4. Pembinaan dan pengawasan terhadap sanitair di tempat kerja.

Sanitasi di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting yang


berperan di dalam kesehatan kerja. Dengan kondisi sanitasi yang tidak baik,
maka pekerja akan semakin rentan terhadap gangguan kesehatan.

11
Peran Dan Fungsi Kesehatan Kerja Di Perusahaan

PENUTUP

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang energi dan petrokimia,


Pertamina sangat membutuhkan peran Kesehatan Kerja dalam
mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kerja serta melindungi pekerja
dari risiko bahaya kesehatan yang mungkin timbul di dalam kegiatan operasinya.

Disamping itu Kesehatan Kerja merupakan aspek yang telah diamanatkan oleh
peraturan perundangan sehingga dengan melaksanakan kegiatan Kesehatan
Kerja yang baik, Pertamina telah melaksanakan pentaatan terhadap peraturan.

Kesehatan Kerja telah menjadi isu internasional yang dikelola oleh badan
internasional seperti WHO dan ILO. Oleh karena itu bila Pertamina ingin menjadi
perusahaan kelas dunia, maka aspek Kesehatan Kerja merupakan salah satu
variabel pendorong untuk menjadikan Pertamina menjadi world class company.

DAFTAR PUSTAKA

Yanri Z, editor : Himpunan Peraturan Perundangan Kesehatan Kerja, 2002,


Sekretariat ASEAN-OSHNET

Zens C, Dickerson OB, Horvarth EP : Occupational Medicine 3 rd Edition, 1994,


Mosby – Year Book, Inc.

12