Anda di halaman 1dari 8

Aris Riyadi,M.Pd.

Kreatif inovatif dan cerdas

Senin, 19 Agustus 2019

CONTOH BEST PRACTICE PADA PROGRAM PKP


(PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN) BERBASIS
ZONASI

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah


Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013  merupakan pendekatan pembelajaran
yang mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran. Beberapa muatan, misalnya Bahasa Indonesia,
IPA, dan IPS disatukan dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran utuh yang saling berkaitan.
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan
buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi
dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan
kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat),
memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS).  Penulis juga jarang menggunakan media
pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa (a) siswa malas mengikuti
pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru
adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari
buku teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills).  Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum
2013 adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL. PBL merupakan model pembelajaran yang
mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar
tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial
dari materi yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan
sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, PBL membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari
dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi.  
Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadui dengan model PBL, penulis menemukan bahwa proses dan hasil
belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika model PBL ini diterapkan pada kelas V
yang lain ternyata proses dan hasil belalajar siswa  sama baiknya. Praktik pembelajaran PBL yang berhasil baik ini penulis
simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model PBL.

B.        Jenis Kegiatan


Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik baik ini adalah kegiatan pembelajaran tematik di kelas V untuk
pasangan KD Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. 

C.        Manfaat Kegiatan

Manfaat penulisan pratik baik  ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran tematik integratif  yang
berorientasi HOTS.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.       Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis dalam meerapkan pembelajaran
berorientasi higher order thiking skills (HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas V semester 1 di SD Negeri ....sebanyak 36 orang.

B.       Bahan/Materi Kegiatan


Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi  kelas VI untuk tema globalisasi yag
merupakan pembelajaran tematik gabungan KD Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS berikut ini.

Bahasa Indoesia
KD 3.3 Meringkas teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik.

Menyajikan ringkasan  teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik dengan
KD 4.3
menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif secara lisan, tulis, dan visual

IPS

KD 3.2 Menganalisis perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia.

Menyajikan hasil analisis mengenai perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa
KD 4.2
Indonesia.

IPA

KD 3.3 Menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Menyajikan karya tentang cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sebagai
hasil penelusuran berbagai sumber
KD 4.3

C.        Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah menerapkan pembelajaran tematik terpadu dengan
model pembelajaran problem based learning (PBL).
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah dilakukan penulis.
1.               Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang dapat diterapkan dalam pembelajara tematik. Berdasarkan
hasil telaah KD yang ada di kelas V, peulis memilih tema modernisasi untuk membelajarkan pasangan KD 3.3-4.3
muatan Bahasa Indoesia; KD 3.2 – 4.2 muatan IPS; dan KD 3.3 – 4.3 muatan IPA di kelas V semester 1.
2.               Analisis Target Kompetensi
Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
3.               Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

IPK Bahasa Indoesia


 3.3.1  Mengidentifikasi informasi penting dalam teks penjelasan (eksplanasi) tentang
modernisasi dari media cetak atau elektronik. (IPK pendukung)
3.3.2  Membenahi kalimat tidak efektif dalam teks (eksplanasi) dari media cetak atau
elektronik menjadi kalimat efektif. (IPK pendukung)
3.3.3
Meringkas teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik. (IPK kunci)
4.3.1 Menyajikan ringkasan  teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik
dengan menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif secara lisan, tulis, dan
visual. (IPK kunci)
KD 4.3
Menyajikan ringkasan  teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik
dengan menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif secara lisan, tulis, dan
visual

IPS
3.2.1 Mengidentifikasi contoh perubahan sosial dalam rangka modernisasi bangsa
Indonesia. (IPK pendukung)
3.2.2 Mengidentifikasi perubahan budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia.
(IPK pendukung)
3.2.3 Menganalisis perubahan sosial dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia. (IPK
Kunci)
 3.2.4  Menganalisis perubahan budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia. (IPK
Kunci)
4.2.1
Menyajikan hasil analisis mengenai perubahan sosial budaya dalam rangka
modernisasi bangsa Indonesia. (IPK Kunci)

4.2.2
Menmbuat peta pikiran (mind mapping) hasil analisis mengenai perubahan sosial
budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia. (IPK Pengayaan)

IPA
3.3.1 Menguraikan cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. (IPK Kunci)
3.3.2 Menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan terhadap
kelestarian spesiesnya. (IPK Kunci)
KD 3.3 Menyajikan karya tentang cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, sebagai hasil penelusuran berbagai sumber. (IPK Kunci)
KD 4.3
Menyajikan karya tentang cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, sebagai hasil penelusuran berbagai sumber

4.               Pemilihan Model Pembelajaran


Model pembelajaran yang dipilih adalah problem based learning (PBL) .
5.               Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
   Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan
sintak PBL.
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model PBL.
Sintak Model Guru Siswa
Pembelajaran
Orientasi Masalah 1)      Guru menyampaikan ilustrasi 1)     Menyimak penjelasan guru dan
bahwa diban-dingkan menjawab pertanyaan guru.
kehidupan-nya pada masa kecil,
saat ini dunia sudah
berkembang menjadi modern. 
2)      Guru mengajukan pertanyaan,
“Apa yang kalian ketahui tentang
modern dan modernisasi?
3)      Guru meminta siswa membaca
teks eks-planasi tentang
pengertian modernisasi.
4)      Bertanya jawab untuk
menyimpulkan pengertian
modernisasi termasuk
membuka kBBI.
5)      Guru menyampaikan tujuan
materi pem-belajaran hari itu
adalah membuat ring-kasan
teks ekspla-nasi; Menganalisis
perubahan budaya dalam
rangka modern isasi bangsa
Indonesia.
6)      Guru menyampaikan bahwa
kegiatan beri kutnya siswa ditu-
gaskan untuk menyimak
tayangan video tentang
perubahan budaya.
7)      Guru menyampaikan tugas
siswa yaitu (a) menentukan
pokok-pokok informasi terkait
yang terdapat dalam video (teks
audio visual), (b) mengidenti-
fikasi kalimat tidak efektif yang
digunakan dalam video’ (c)
membenahi kalimat tidak efektif
menjadi kalimat efektif, (d)
mengidentifikasi kosa kata baru
dalam video, (e) menemukan
makna kosa kata baru dengan
menggunakan Kamus Besar
Bahasa Indo-nesia, (f) membuat
ringkasan isi video dengan
menggunakan kalimat efektif,
(g) menjawab pertanyaan yang
disediakan dalam LKS, (g)
mengiden-tifikasi contoh peru-
bahan sosial budaya dalam
rangka modern-isasi yang
terdapat dalam video. 
Mengorganisasi 1)      Guru membagi siswa dalam
beberapa kelompok. Setiap
kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari 45 orang.
2)      Setiap kelompok mengerjakan
tugas yang telah dijelaskan oleh
guru.
Membimbing 1)      Guru membimbing siswa
penyelidikan menyelesaikan tugasnya.
2)      Guru memberi ban-tuan dan
atau menja-wab pertanyaan dari
siswa bila dibutuhkan.
Mengembangkan dan Mendampingi siswa dalam 1)     Menyusun laporan hasil kerja
menyajikan laporan hasil mengembangkan dan menyajikan kelompok.
karya laporan hasil kerja. 2)     Mempresentasikan hasil
kerjanya dalam diskusi kelas.
3)     Kelompok lain memberikan
tang-gapan, mengajukan
pertanyaan, atau usul terhadap
hasil kerja kelompok lain.
Menganalisis dan 1)     Menganalisis dan mengevaluasi 1)     Menyimak penjelasan guru.
mengevaluasi proses hasil kerja siswa. 2)     Mengajukan pertanyaan dan
pemecahan masalah. 2)     Memberi penguatan hasil belajar atau tanggapan bila belum
siswa. paham.
Pembelajaran setelah istirahat
Orientasi Masalah 1) Guru menyampai kan bahwa agar 1)        Menyimak penjelasan guru.
dapat hidup sesuai dengan 2)        Menjawab pertanyaan guru.
perubahan zaman yang terjadi
(moder nisasi), seseorang harus
mampu bera-daptasi. Bila tidak,
orang tersebut akan tergilas
zaman. Begitu pun dengan
tumbuhan dan binatang. Mereka
juga harus mampu beradaptasi.
2) Guru mengajukan pertanyaan,
“Dapatkah kalian memberi contoh
cara kita beradaptasi dengan
lingkungan?
Guru menyampaikan tugas siswa
berikutnya adalah menganalisis cara
mahluk hidup beradaptasi dengan
lingkungannya.
Mengorganisasi Guru meminta siswa kembali duduk 1)     Duduk dalam kelompoknya.
bersama kelompoknya untuk 2)     Membagi tugas.
mengerjakan tugas kelompok.
Membimbing 1)     Menyajikan video tentang cara 1)        Menyimak tayangan video.
penyelidikan mahluk hidup beradaptasi 2)        Membuat catatan penting
dengan lingkungannya. sesuai dengan tugas yang
2)     Mendampingi siswa harus dikerjakan.
mengerjakan tugas
kelompoknya. 
Mengembangkan dan Mendampingi siswa menyelesaikan 1)         Mendiskusikan hasil simakan.
menyajikan laporan hasil kerja kelompoknya. 2)         Mengerjakan tugas yang
karya disajikan dalam LKS.
3)         Mempresentasikan hasil kerja
kelompok.
4)         Menanggapi presentasi
kelompok lain.
Menganalisis dan 1)           Menganalisis dan 1)     Menyimak penjelasan guru.
mengevaluasi proses mengevaluasi hasil kerja 2)     Mengajukan pertanyaan bila
pemecahan masalah. kelompok. belum paham.
2)           Memberi penguatan hasil
belajar siswa.
3)           Membimbing siswa
membuat simpulan hasil
belajar hari itu mulai dari teks
eksplanasi, perubahan sosial
budaya dalam rangka
modernisasi, dan cara mahluk
hidup beradaptasi dengan
lingkungannya.

      Penyusunan Perangkat Pembelajaran


Berdasarkan hasil kerja 1 higga 5 di atas kemudian disusun perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKS, dan
instrumen penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan
kecakapan abad 21.

D.       Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik terbaik ini adalah (a) contoh teks ekplanasi berjudul “Pengaruh
Globalisasi terhadap Masyarakat Indonesia”, (b) video “Perubahan Sosial Budaya pada masa Modern”diambil dari
https://www.youtube.com/ watch?v=cx0DRUawd-, dan (c) lembar kerja siswa (LKS) tematik.
Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati proses
pembelajaran  berupa lembar observasi dan (b) instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan (a) tes
tulis pilihan ganda dan uraian singkat.

E.        Waktu dan Tempat Kegiatan


Praktik baik ini dilaksanakan pada tanggal ... sampai ... tahun 2019 bertempat di kelas V SD Negeri ....

BAB III
HASIL KEGIATAN

A.              Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1.               Proses pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran PBL berlangsung aktif. Siswa
menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya.
Aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai sintak PBL megharuskan siswa aktif selama proses pembelajaran. 
2.               Pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran PBL meningkatkan kemampuan
siswa dalam melakukan transfer knowledge.
Setelah membaca, meringkas, dan mendiskusikan teks eksplanasi tentang modernisasi, siswa tidak hanya memahami
konsep teks eksplanasi (pengetahuan konseptual) dan bagaimana membuat ringkasan yang benar (pengetahuan
prosedural), tetapi juga memahami konsep modernisasi. Pemahaman ini menjadi dasar siswa dalam mempelajari
materi IPS tentang perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi. Pemahaman tentang konsep moderisasi
membantu siswa dalam menganalisis prubahan sosial budaya sebagai akibat moderisasi.
Pemahaman siswa tetang perubahan sosial budaya dalam rangka moderisasi pada dasarnya merupakan bentuk
adaptasi masyarakat terhadap modernisasi. Pemahaman ini dapat menjadi pengantar bagi siswa untuk memahami
cara mahluk hidup beradaptasi dengan lingkungan.
3.               Penerapan model pembelajaran PBL meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi topik yang dibahas dalam
pembelajaran.
Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas cenderung sepi dan
serius. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru
adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan; kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya
itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah teori tentang
materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa cenderung menghapalkan teori.
Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran tematik berorientasi HOTS dengan menerapkan PBL ini. Dalam
pembelajaran ini pemahaman siswa tentang konsep teks eksplanasi, perubahan sosial budaya, dan cara mahluk hidup
menyesuaikan diri benar-benar dibangun oleh siswa melalui pengamatan dan diskusi yang meuntut kemampuan siswa
untuk berpikir kritis.
4.               Penerapan model pembelajaran PBL juga meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem
solving). PBL yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan video berisi permasalahan kontekstual mampu
mendorong siswa merumuskan pemecahan masalah.
Sebelum menerapkan PBL, penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan buku guru dan buku siswa. Meskipun
permasalahan yang disajikan dalam buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, tetap
saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga hanya pada teks tulis dari buku teks.
Dengan menerapkan PBL, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari video serta diberi kesempatan terbuka
untuk mencari data, materi dari sumber lainnya.

B.              Masalah yang Dihadapi


Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan model PBL. Dengan tujuan untuk
mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri
menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.
Masalah lainnya adalah guru tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video pembelajaran.
Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks audiovisual yang juga harus disajikan
sesuai dengan rumusan KD.

C.               Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran tematik dengan PBL dapat membantu mereka lebih menguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi
pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan
pentingnya HOTS ajkan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar
bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau belajar dengan HOTS.
Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang
akan dibelajarkan baik dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain menerapkan kegiatan literasi
baca = tulis, siswa juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.

Bab IV
Simpulan dan Rekomendasi
A.       Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
      Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran PBL layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS  karena
dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. 
      Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran tematik dengan
model pembelajaran PBL yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan
kecakapan abad 21.

B.       Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model pembelajaran problem based learning (PBL), berikut
disampaikan rekomendasi yang relevan.
      Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru serta jaring-jaring tema yang telah
disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan
situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
      Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori.
Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama
(tidak mudah lupa).
      Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS.
Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana da prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk
mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Lampiran 1                : Foto-foto kegiatan


Lampiran 2                : RPP
Lampiran 3                : Bahan Ajar
Lampiran 4                : LKS
Lampiran 5                : Kisi-kisi soal piliha ganda dan uraia
Lampiran 6                : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
Lampiran 7                : Lembar observasi proses pembelajaran
Lampiran 8                : Kuesioner motivasi belajar siswa

Aris Riyadi,M.Pd. di 20.07

6 komentar:

Unknown 3 Oktober 2019 20.26


Alhamdulillah Berkat contoh Best Practice ini saya lebih terbantu dalam menyusun
laporannya.Dan saya jadikan sebagai literatur bahan belajar.semoga dengan publikasikan contoh
bespractice ini mendapatkan amal ibadah yang setimpal.terimakasih atas contoh laporannya
bapak..
Balas

AishaKireiHayat 4 Oktober 2019 15.53


Alhamdulillah... jazakallohi khoiron katsiro... telah memberikan saya inspirasi dalam menyusun
laporan best practice pkp in i
Balas

taufiq 6 Oktober 2019 18.43


Alhamdulillah, bermanfaat skli pak aris... trims bnyk,,,
Balas

hafied 9 Oktober 2019 17.29


terimakasih, sangat membantu
Balas

Selviana 12 Oktober 2019 18.18


Alhamdulillah... Sangat membantu. Trims
Balas

eduard.tridez@gmail.com 13 Oktober 2019 08.26


terima kasih berbagi pengalaman dan sangat bermamfaat bagi guru yang ikut pkp berbasis
zonasi.
Balas

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Wayan Sentan Logout

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya

‹ Beranda ›
Lihat versi web

Mengenai Saya

Aris Riyadi,M.Pd.
PPRESTASI: JUARA 1 TINGKAT NASIONAL GURU BERANI MENGINSPIRASI ERLANGGA 2016
# JUARA I TINGKAT NASIONAL (LKG) LOMBA KEATIFITAS GURU TAHUN 2015 # JUARA II
NATIONAL TEACHERS COMPETITION NTC 2015 # JUARA 1 LKG SMP NON SAINS 2015
#THE BEST TEN INOVATOR PEMBELAJ KEMDIKBUD 2014.#JUARA 2 LOMBA KREATIFITAS
PENDIDIK&KEPENDIDIKAN UNY MENULIS 2013. #JUARA 3 LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU LIPI 2013.
#JUARA 1 LOMBA KEBERHASILAN GURU 2011. #JUARA1 LOMBA INOVASI MEDIA PEMBEL 2011. JUARA
1 FORUM ILMIAH GURU KAB.NGAWI 2011. #JUARA 1 SE-JAWA LOMBA GURU KREATIF Th 08. #JUARA 1
Tk NASIONAL LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU LIPI 09. #JUARA III Tk NASIONAL LOMBA
KREASI&INOVASI MEDIA PEMB 2010 # PENGHARGAAN INTERNASIONAL: COMPETITION AND
EXHIBITION OF TEACHERS’ INNOVATIVE CRAFT PRODUCTS 2010. #PENGHARGAAN MENPORA PENLS
ARTIKEL KEPEMUDA 08. #PENGHAR PEN TERBAIK MAJ.MEDIA PROVJATIM 08. #FINALIS LOMBA
KEBERH GURU dlm PEMBEL.06. #NOM 10 TERBAIK JATIM LOMBA DONGENG SEJ 06. #PENGHAR NAS
SAYEMB BUKU BACAAN 09. #PENGHAR NAS. PEN BUKU PENGAYAAN IPS 09. #NOM PROV.JATIM PEN
OBY.PERIS SEJ JATIM 08. #UNGGULAN LOMBA GURU IDEAL JATIM TH 09. #UNGGULAN LOMBA PENULIS
ARTIKEL GURUKU JAWAPOS 09.
Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.