Anda di halaman 1dari 36

PELATIHAN KADER UKGS

DI SDN KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG

Untuk Memenuhi Tugas Praktik


Mata Kuliah Kewirausahaan

Disusun Oleh :
Kelompok 4
1. Miranda Gita Wahyuningtyas (P13374252160 )
2. Raihanah Al Mahdiyah (P13374252160 )
3. Alfiana Riski Febriyanti (P13374252160 )
4. Fahariane Akbar Rizky (P13374252160 )
5. Amina Maharini (P13374252160 )
6. Ervina Ayu Megaheni (P1337425216036)
7. Ahmad Santo (P13374252160 )
8. Abdul Solihin (P13374252160 )
9. Robi (P13374252160 )
10. Misykahtun Nabilah Yasin (P13374252160 )

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


PROGRAM STUDI D4 KEPERAWATAN GIGI
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian dari kesehatan tubuh yang
ikut berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang. Menjaga kesehatan gigi dan
mulut berarti turut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas hidup dan produktifitas
sumber daya manusia, namun kesehatan gigi dan mulut di Indonesia sampai saat ini masih
memprihatinkan. Hasil Riset Kesehatan Dasar ( RISKESDAS ) Nasional tahun 2018
menyebutkan bahwa sebanyak 57,6% Penduduk Insonesia mengalami permasalahan
kesehatan gigi dan mulut hanya 10,2% diantaranya yang menerima perawatan dan
pengobatan dari tenaga medis.
Karies merupakan penyakit yang paling umum dan menyerang lebih dari 80%
anak- anak di negara maju dan berkembang (Sriyono, 2009). Anak usia sekolah khususnya
anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan
mulut, karena pada umumnya anak-anak tersebut masih mempunyai perilaku atau
kebiasaan diri yang kurang menunjang kesehatan gigi dan mulut.
Usaha peningkatan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sekolah dilaksanakan
melalui kegiatan pokok kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas yang diselenggarakan
secara terpadu dengan kegiatan pokok UKS dalam bentuk program Usaha Kesehatan Gigi
Sekolah (UKGS) (Kemenkes RI, 2012). Hal tersebut sejalan dengan dasar pemikiran
pencapaian Indonesia Bebas Karies Tahun 2030, yakni memperkuat program UKGS dan
UKGM.
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan suatu upaya kesehatan
masyarakat yang bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut
seluruh peserta didik di sekolah binaan yang nantinya ditunjang dengan adanya upaya
kuratif bagi murid yang memerlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Atas hasil dari data di atas, kami mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik
Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang yang juga berperaan sebagai tenaga kesehatan
ingin melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut melaui kegiatan
pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut pada guru di SD Kedungmundu Kota Semarang.
Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan
gigi dan mulut masyarakat sekolah dasar terutama di SD Kedungmundu Kota Semarang.

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Tujuan umum dari pelatihan kader UKGS di SD Kedungmundu Kota Semarang,
yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru di bidang kesehatan gigi dan
mulut.
b. Tujuan Khusus
1. Guru dapat memahami bagian – bagian dari gigi dan mulut
2. Meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang kesehatan gigi dan mulut
3. Guru dapat memahami kebiasaan memelihara diri dalam bidang kesehatan gigi dan
mulut
4. Guru dapat melakukan pemantauan kesehatan gigi dan mulut siswa – siswinya
5. Guru dapat melakukan demonstrasi menggosok gigi yang baik dan benar

C. NAMA KEGIATAN
Kegiatan yang akan kami selenggarakan yaitu “Pelatihan Kader UKGS di SDN
Kedungmundu Kota Semarang”.

D. SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatannya adalah guru di SDN Kedungmundu Kota Semarang yang
berjumlah 5 orang.

E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN


Kegiatan pelatihan kader UKGS di SDN Kedungmundu Kota Semarang akan
diselenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Kamis – Sabtu / 03 – 05 Oktober 2019
Waktu : 07.30 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Perpustakaan SDN Kedungmundu Kota Semarang
F. PENGORGANISASIAN
Panitia penyelenggara dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pelatihan
kader UKGS mengenai kesehatangigi dan mulut. Struktur organisasi panitia penyelenggara
yaitu sebagai berikut :

SUSUNAN KEPANITIAAN
PELATIHAN KADER UKGS
DI SDN KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Pelindung : Ketua Jurusan Keperawatan Gigi
Tri Wiyatini, SKM,M.Kes (Epid)
Pembina : Ketua Program Studi DIV Jurusan Keperawatan Gigi
Salikun, S.Pd,M.Kes
Pembimbing : Dr. drg. Supriyana, M.Pd
Ketua : Ahmad Santo
Wakil Ketua : Miranda Gita Wahyuningtyas
Sekretaris : Fahariane Akbar Rizky
Bendahara : Raihanah A M
Pembawa Materi 1 : Ervina Ayu Megaheni
Pembawa Materi 2 : Abdul Solihin
Sie Perkap : 1. Robi
2. Alfiana Riski Febriyanti
Sie Dekorasi dan : Miranda Gita Wahyuningtyas
Dokumentasi
Sie Konsumsi : 1. Amina Maharini
2. Misykahtun Nabilah Yasin
BAB II
PEMBAHASAN

A. KEGIATAN
a. Materi Pelatihan Kafer UKGS
1. Pengelolaan UKGS
2. Penggunaan aplikasi Irine Donuts’s
3. Bagian – bagian dari gigi
4. Masa pertumbuhan gigi
5. Macam – macam gigi dan fungsinya
6. Penyakit gigi dan mulut
7. Pemeriksaan gigi sederhana
8. Pencatatan dan pelaporan

b. Metode Pelatihan
Metode pelatihan yang dilakukan untuk pelatihan kader UKGS di SDN Kedungmundu
Kota Semarang adalah :
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

B. PENGEMBANGAN KURIKULUM
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan diatas, maka materi yang akan disampaikan
adalah sebagai berikut :
Waktu
No Materi
T P PL Jumlah
A Materi Dasar
1. Pengelolaan UKGS 2 - - 2
B Materi Inti
1. Penggunaan Aplikasi Irine Donut’s 2 2 - 4
2. Bagian – bagian dari gigi 2 - - 2
3. Masa pertumbuhan gigi 2 - - 2
4. Macam – macam gigi dan fungsinya 2 - - 2
5. Penyakit gigi dan mulut 3 - - 3
6. Pemeriksaan gigi sederhana 2 3 2 7
7. Pencatatan dan pelaporan 2 2 - 4
C Materi Penunjang
1. Dinamika Kelompok - 2 - 2
2. Rencana tindak lanjut ( RTL ) - 2 - 2
Total 17 11 2 30

C. JADWAL KEGIATAN
Hari /
Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
Tanggal
Kamis, 07.00 - 07.30 Registrasi Seluruh mahasiswa
03 Oktober WIB
2019 07.30 – 07.40 Pembukaan Ahmad Santo
WIB
07.40 – 08.00 Sambutan Fahariane A R
WIB
08.00 - 09.30 Pemaparan materi dasar : Ervina A M
WIB Pengelolaan UKGS
9.30 – 11.00 Pemaparan materi inti : Ervina A M
WIB Penggunaan aplikasi irine
donut’s
11.00 – 12.30 Praktik aplikasi irine Ervina A M
WIB donut’s
12.30 – 13.15 Ishoma Fahariane A R
WIB
13.15 – 14.45 Pemaparan materi : Abdul Solihin
WIB Bagian dari gigi
14.45 – 16.15 Pemaparan materi inti: Abdul Solihin
WIB Masa pertumbuhan gigi

Jum’at 07.00 - 07.30 Registrasi Semua mahasiswa


04 Oktober WIB
2019 07.30 - 09.00 Pemaparan materi : Abdul Solihin
WIB Macam – macam gigi dan
fungsinya
09.00 – 11.15 Pemaparan materi : Ervina A M
WIB Penyakit gigi dan mulut
11.15 - 12.45 Pemaparan materi : Ervina A M
WIB Pemeriksaan gigi sederhana
12.45 – 13.30 Ishoma Fahariane A R
WIB
13.30 – 15.45 Praktik cara memeriksa gigi Abdul Solihin
WIB

Sabtu, 07.00 - 07.30 Registrasi Semua mahasiswa


05 Oktober WIB
2019 07.30 – 09.00 Pemaparan materi : Abdul Solihin
WIB Pencatatan dan pelaporan

09.00 – 10.30 Praktek pencatatan dan Abdul Solihin


WIB pelaporan

10.30 – 12.00 Rencana tindak lanjut Ervina A M


WIB
12.00 – 12.30 Penutupan Miranda Gita W
WIB
D. RANCANGAN ANGGARAN DANA
1. Kesekretariatan
No Jenis Satuan Jumlah Harga Satuan Total
1 Penggandaan Lembar 350 Rp. 500,- Rp. 175.000,-
Materi
2 Penggandaan Lembar 500 Rp. 500,- Rp. 250.000,-
proposal dan LPJ
3 ATK :
1. Map Buah 3 Rp. 2.000,- Rp. 6.000,-
2. Bolpoin Buah 5 Rp. 1.500,- Rp. 7.500,-
3. Amplop Pack 1 Rp. 25.000,- Rp. 25.000,-
4 Penggandaan surat Lembar 25 Rp. 500,- Rp. 12.500,-
5 Print daftar hadir Lembar 5 Rp. 500,- Rp. 2.500,-
6 Sertifikat Lembar 5 Rp. 5.000 Rp. 25.000,-
SUB-TOTAL Rp. 503.500,-

2. Konsumsi
No Jenis Satuan Jumlah Harga Satuan Total
1 Minuman:
1. Air botol Botol 6 Rp. 2.500,- Rp. 15.000,-
2. Air gelas Dus 1 Rp. 15.000,- Rp. 15.000,-
2 Snack :
1. Undangan Box 6 Rp. 5.000,- Rp. 30.000,-
3 Makan :
1. Peserta Box 5 Rp. 15.000,- Rp. 75.000,-
2. Panitia Box 10 Rp. 15.000,- Rp. 150.000,-
3. Undangan Box 6 Rp. 15.000 Rp. 90.000,-
SUB-TOTAL Rp. 375.000,-
3. Sie Perlengkapan
No Jenis Satuan Jumlah Harga Satuan Total
1 MMT Buah 1 Rp. 60.000,- Rp. 60.000,-
2 Selotip ban besar Buah 1 Rp. 10.000 Rp. 10.000,-
3 Gunting Buah 1 Rp. 3.000,- Rp. 3.000,-
SUB-TOTAL Rp. 73.000,-

4. Humas, Dekorasi dan Dokumentasi


No Jenis Satuan Jumlah Harga Satuan Total
1 Bensin Rp 300.000,- Rp. 300.000,-
2 Pulsa Rp. 50.000,- Rp. 50.000,-
3 Amplop peserta Buah 5 Rp. 50.000 Rp. 250.000
SUB-TOTAL Rp. 600.000

5. Rekapitulasi Anggaran
TOTAL ANGGARAN Rp. 1.551.500,-
Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pelatihan kader UKGS di SDN Kedungmundu
Kota Semarang adalah sebesar Rp 1.551.500,- ( satu juta lima ratus lima puluh satu
ribu lima ratus rupiah ).

E. EVALUASI PELATIHAN
a. Evaluasi Jangka Pendek
1. Dilakukan dengan cara pre test sebelum pelaksanaan pelatihan kader
2. Pada akhir pelatihan dilakukan post test, kemudian diakhir pelaksanaan pelatihan
kader dilihat apakah ada perubahan pengetahuan dari sebelum diberikan materi dan
setelah diberikan materi.
3. Setelah selesai penyelenggaraan maka dilakukan evaluasi panitia untuk mengetahui
adakah kekurangan selama penyelenggaraan pelatihan kader. Kegiatan evaluasi
yang dilakuka, yaitu :
a. Evaluasi tim penyelenggara
Evaluasi ini berhubungan dengan penyediaan fasilitas penyelenggaraan
b. Evaluasi tim pelatih
Evaluasi ini berhubungan dengan penyampaian materi pelatihan kader.
BAB III
PENUTUP

Demikian proposal ini disusun sebagai pedoman praktik kami mahasiswa Jurusan
Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang dalam acara Pelatihan Kader UKGS di SDN
Kedungmundu Kota Semarang. Besar harapan kami agar bapak / ibu sekalian dapat membantu
dan mendukung demi kelancaran acara. Sekian saya ucapkan dan terima kasih.
MODUL
Nama Modul : Pelatihan Kader UKGS
Nomor Modul :1
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Pengelolaan UKGS
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan gigi khususnya
mengenai UKGS serta dapat memberdayakan diri untuk menjalankan kegiatan tersebut.
TIK : 1. Peserta latihan memahami pengertian UKGS
2. Peserta latihan memahami manfaat UKGS
3. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat memberdayakan dalam
tugasnya dengan baik sebagai seorang kader
Waktu : 90 menit
Metode : Curah pendapat, ceramah, tanya jawab
Media : Buku materi pelatihan kader UKGS dan power point
Proses belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan.
3. Pelatih menyajikan dan menjelaskan :
a. Pengertian UKGS
b. Tujuan dari UKGS
c. Apa saja yang akan dilakuakan oleh kader UKGS
4. Peserta memperagakan cara pengisian laporan
5. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan menjelaskan hal-hal yang masih
belum dimengerti peserta.
6. Pelatih menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta
a. Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
A. Pengelolaan UKGS
Usaha peningkatan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sekolah dilaksanakan
melalui kegiatan pokok kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas yang diselenggarakan
secara terpadu dengan kegiatan pokok UKS dalam bentuk program Usaha Kesehatan Gigi
Sekolah (UKGS).
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ) adalah upaya kesehatan masyarakat yag
ditujukkan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh peserta
didik di sekolah binaan yang ditunjang dengan upaya kesehatan perorangan berupa upaya
kuratif bagi individu yang memerlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut.
UKGS memiliki program pokok, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan
dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, sehingga dapat dicapai derajat
kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi anak sekolah.
Upaya kesehatan perorangan pada UKGS berupa intervensi individu pada peserta
didik yang membutuhkan perawatan kesehatan gigi dan mulut meliputi surface protection,
fissure sealant, kegiatan scalling, penambalan dengan metode ART, pencabutan, aplikasi
fluor, bisa dilaksanakan di sekolah, di puskesmas atau praktek dokter gigi perorangan /
dokter gigi keluarga.

B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup program UKGS
MODUL
Nama Modul : Pelatihan Kader UKGS
Nomor Modul :2
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Penggunaan Aplikasi Irene Donut’s
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan gigi khususnya
mengenai UKGS serta dapat memberdayakan diri untuk menjalankan kegiatan tersebut.
TIK : 1. Peserta latihan memahami aplikasi Irine Donut’s
4. Peserta latihan mampu menggunakan aplikasi Irine Donut’s
5. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat memberdayakan dalam
tugasnya dengan baik sebagai seorang kader
Waktu : 180 menit
Metode : Curah pendapat, ceramah, tanya jawab dan praktek
Media : Buku materi pelatihan kader UKGS dan power point
Proses belajar mengajar :
4. Perkenalan
5. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan.
6. Pelatih menyajikan dan menjelaskan :
a. Pemahaman aplikasi Irene Donut’s
b. Tujuan dari aplikasi Irene Donut’s
c. Cara penggunaan aplikasi Irene Donut’s
7. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan menjelaskan hal-hal yang masih
belum dimengerti peserta.
8. Pelatih menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta
b. Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
A. Irene Donut’s
Aplikasi irene donut’s adalah program interaktif simulator risiko karies yang
bertujuan untuk meyadarkan orang tua murid atau murid tentang faktor resiko karies,
memberikan menu tentang cara mengatasi penyakit karies. Dengan demikian diharapkan
dapat memebrdayakan masyarakat untuk mandiri.
Simulator Irene Donut’s merupakan suatu program komputer atau versi manualnya
dengan mengisi faktor – faktor resiko terkait perilaku anak, kondisi kesehatan gigi anak,
kondisi / lingkungan ibu dan anak, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu. Program akan
menampilkan gambaran besar risiko anak terhadap kemungkinan karies gigi. Program juga
akan menawarkan menu apa yang dapat dilakukan orang tua anak atau anak itu sendiri
untuk mengurangi risiko karies dan dapat dibawa sebagai pegangan untuk tindak lanjut di
rumah.
Tujuan dari aplikasi Irene Donut’s, yaitu :
1. Memberikan pemahaman tentang faktor – faktor risiko karies sejak dini
2. Memberikan pemahaman tentang cara mencegah karies gigi
3. Memberikan gambaran visual besar risiko karies yang dihadapi dan
kemungkinan perbaikannya
4. Memberdayakan orang tua anak untuk pemeliharaan kesehatan gigi anak

Penatalaksanaan simulator risiko karies / aplikasi irene donut’s dan posisi operator
( yang memandu pengisian form di aplikasi irene donut’s), yaitu :
a. Persiapan
1. Ringkasan hasil pemeriksaan gigi anak
2. Pilih anak dengan kriteria parah ( anak dengan gigi tetapnya telah ada yang
mengalami karies atau anak yang memiliki karies gigi susu lebih dari 8 gigi
)
3. Siapkan instrumen simulator risiko karies / alat tulis
b. Pelaksanaan
Untuk konsultasi secara individual / kelompok 5 ibu :
1. Ibu dan anak serta operator duduk menghadap komputer / flipchart irene
donut’s
2. Jalankan program dan lakukan seperti yang diminta program dengan
mengisi data yang diperlukan
3. Mengambil sampel plak untuk diperiksa serajat keasamannya
4. Tanyakan setiap pertanyaan yang ditampilkan program
5. Pada sata memeriksa white spot / fissure hitam ajak ibu melihat juga kondisi
gigi anaknya
6. Bila semua telah selesai diisi tunjukkan gambaran tingkat risiko karies
7. Tawarkan antisipasi yang dapat dilakukan dan tunjukkan risiko yang
tergambar.
8. Pada hasil wawanara tunjukkan apa yang harus dilakukan sebagai pekerjaan
rumah.
MODUL
Nama Modul : Pelatihan ”Kader UKGS”
Nomor Modul :3
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Bagian, Masa Pertumbuhan dari gigi
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya
kesehatan gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Lempongsari
TIK : 1. Peserta latihan memahami bagian bagian gigi
1. Peserta latihan memahami anatomi gigi
2. Peserta latihan memahami fungsi gigi
3. Peserta latihan memahami tentang masa pertumbuhan gigi
4. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat menyampaikannya
kepada orang lain
Waktu : 45 menit
Metode : Curah Pendapat, ceramah, tanya jawab, dan diskusi
Media : Buku materi pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut
Laptop, LCD, model penampang gigi, Model rahang
Proses belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3. Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan :
a. Bagian Gigi
b. Bentuk dan Fungsi Gigi
c. Anatomi Gigi
4. Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang :
a. Bagian Gigi
b. Bentuk dan Fungsi Gigi
c. Anatomi Gigi
5. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
a. Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
A. Bagian-Bagian Dari Gigi
Manusia memiliki dua kelompok gigi, yaitu gigi susu atau gigi bayi dan gigi permanen atau
gigi dewasa, yang berkembang secara bertahap. Meskipun waktu perkembangannya berbeda
pada setiap orang, masing-masing kelompok gigi tumbuh dengan tahapan yang serupa.
Anatomi gigi dibagi menjadi dua bagian dasar. Bagian pertama yaitu mahkota, yang
merupakan bagian gigi yang berwarna putih terlihat. Bagian kedua adalah akar gigi yang tidak
dapat dilihat. Akar gigi meluas di bawah garis gusi dan membantu mengikat gigi ke tulang.
Gigi memiliki beberapa jenis jaringan dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Anatomi gigi tersebut yaitu :
 Enamel adalah bagian luar gigi yang paling keras dan putih dari gigi. Enamel
melindungi jaringan vital di dalam gigi, yang sebagian besar terbuat dari kalsium dan
fosfat.
 Dentin adalah lapisan di bawah enamel. Ini adalah jaringan keras yang mengandung
tabung kecil. Ketika enamel rusak, suhu panas atau dingin dapat masuk gigi melalui
jalur ini dan menyebabkan sensitifitas gigi atau rasa sakit.
 Cementum adalah lapisan jaringan ikat yang mengikat akar gigi dengan kuat ke gusi
dan tulang rahang. Karena lebih lembut dari enamel dan dentin, cara terbaik untuk
melindungi jaringan lunak dari pembusukan adalah dengan merawat gusi dengan baik.
Cementum memiliki warna kuning muda dan biasanya tertutup oleh gusi dan tulang.
Kalau tidak merawat gigi dengan baik, gusi bisa menjadi sakit dan menyusut, membuat
cementum tertumpuk plak dan bakteri berbahaya.
 Pulpa adalah bagian dalam anatomi gigi yang lebih lembut, dapat ditemukan di pusat
dan inti gigi serta berisi pembuluh darah, saraf, dan jaringan lunak lainnya. Bagian ini
berguna untuk memberikan nutrisi pada gigi.
 Periodontal ligamentum adalah jaringan yang membantu menahan gigi dengan kuat
melawan rahang.
 Gusi adalah jaringan lunak yang menutupi dan melindungi akar gigi. Gusi tidak
menempel pada gigi.
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga lebih mudah dicerna. Setiap
jenis gigi memiliki bentuk yang sedikit berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing.
a. Gigi seri adalah 8 gigi di depan mulut (4 di atas dan 4 di bawah). Gigi seri digunakan
untuk mengigit makanan. Gigi seri biasanya merupakan gigi pertama yang muncul,
sekitar 6 bulan usia bayi.
b. Gigi taring adalah gigi yang paling tajam dan digunakan untuk merobek makanan. Gigi
taring muncul antara usia 16-20 bulan dengan gigi taring berada tepat di atas dan bawah.
Namun, pada gigi permanen, urutannya terbalik, gigi taring baru akan berganti di sekitar
usia 9 tahun.
c. Premolar digunakan untuk mengunyah dan menggiling makanan. Orang dewasa
memiliki 8 premolar di setiap sisi mulut, 4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah.
Premolar pertama muncul sekitar usia 10 tahun dengan premolar kedua muncul sekitar
setahun kemudian. Premolar terletak di antara gigi taring dan gigi geraham.
d. Gigi geraham juga digunakan untuk mengunyah dan menggiling makanan. Gigi ini
muncul antara usia 12-28 bulan, dan digantikan oleh premolar pertama dan kedua (4
atas dan 4 bawah). Jumlah gigi geraham adalah 8.
e. Gigi geraham bungsu merupakan gigi yang paling akhir muncul, terletak di paling
belakang gigi geraham. Biasanya gigi bungsu ini belum akan muncul hingga menginjak
usia 18-20 tahun. Namun, pada beberapa orang gigi ini mungkin tidak akan tumbuh
sama sekali. Sayangnya, gigi bungsu ini bisa tumbuh mendesak gigi yang lain dan
menyebabkan nyeri sehingga harus segera dicabut.

B. Masa Pertumbuhan Gigi


Gigi susu yang pertama kali ganti adalah gigi seri bawah, sekitar umur 6 tahun. Kemudian
disusul gigi seri atas. Dan berurutan terus ke belakang. Gigi geraham susu akan tiba waktunya
ganti sekitar umur 10 tahun. Dan yang perlu diperhatikan adalah, di belakang gigi geraham
susu akan tumbuh gigi geraham dewasa. Gigi ini hanya tumbuh satu kali saja. Tidak
menggantikan gigi susu. Dan tidak ada lagi penggantinya. Secara normal, jika sudah tiba
waktunya, akar gigi susu akan terserap (resorbsi) oleh benih gigi dewasa. Semakin lama akar
gigi susu akan habis, dan gigi itupun goyang. Dan normalnya juga gigi susu itu akan lepas
sendiri. Tanpa perlu dicabut. Karena terdorong oleh pertumbuhan benih gigi dewasa.
Tetapi banyak kasus juga dimana gigi susu masih kuat dan tidak tanggal sedangkan gigi
dewasa sudah tumbuh disebelahnya. Pada kondisi ini, bawa segera anak anda ke dokter gigi.
Tindakan yang diperlukan adalah pencabutan gigi susu tersebut. Dengan begitu akan memberi
ruang untuk gigi dewasa tumbuh ke tempat yang seharusnya.
Gigi sulung tanggal, biasanya segera diikuti oleh munculnya (erupsi) gigi permanen dalam
urutan waktu yang spesifik. Tetapi banyak orang tua yang cemas mengenai variasi waktu
erupsi gigi. Erupsi gigi permanen dipengaruhi oleh ras, etnik, jenis kelamin, dan faktor
individual. Erupsi gigi merupakan proses yang kompleks dan penuh dengan aturan.
Erupsi gigi yang tertunda merupakan deviasi dari waktu erupsi gigi normal yang biasa
terjadi. Hal ini disebabkan oleh faktor umum, faktor lokal maupun sistemik. Berikut ini adalah
beberapa hal yang memengaruhi penundaan erupsi gigi permanen:
a. Berdasarkan penelitian, erupsi gigi permanen pada anak perempuan lebih cepat
dibandingkan dengan anak lelaki. Perbedaan waktunya rata-rata 4-6 bulan.
b. Bayi yang lahir prematur pada usia sebelum 37 minggu kehamilan atau berat lahir bayi
dibawah 2700 gram, mempengaruhi terjadinya penundaan erupsi gigi sulung dan
permanennya.
c. Adanya hambatan fisik seperti: luka pada jaringan gusi akibat trauma, jumlah gigi yang
berlebihan, tumor odontogenik, tumor non-odontogenik, trauma pada gigi sulung,
defisiensi lengkung rahang, kerusakan jaringan akibat radiasi, dan sebagainya. Semuanya
dapat memengaruhi penundaan erupsi gigi permanen.
d. Kondisi sistemik seperti: kurangnya nutrisi, kurang vitamin D, kelainan kelenjar endokrin,
kemoterapi dalam jangka waktu yang panjang, infeksi HIV, cerebral palsy, anemia, gagal
ginjal, merupakan beberapa kondisi penyebab penundaan erupsi gigi permanen.
e. Kondisi genetik yang dapat memengaruhi penundaan erupsi gigi permanen, antara lain:
amelogenesis imperfekta, Down syndrome, cherubism, dan sebagainya.
Normalnya, deviasi erupsi gigi (penundaan keluarnya gigi permanen) dapat terjadi dalam
rentang satu sampai dua tahun, namun evaluasi secara rinci perlu dilakukan untuk menentukan
penyebab dan merencanakan perawatan. Segera kunjungi dokter gigi spesialis gigi anak untuk
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap gigi anak anda.
Usia pergantian gigi sulung ke gigi permanen

Enamel Erupsi (Tahun)


Benih Mulai Kalsifikasi Akar Selesai
Elemen Selesai
Terbentuk Mulai R. Atas R. Bawah Dibentuk
Dibentuk
I1 21 minggu 3 bulan 4 tahun 7-8 6 -7
prenatal
I2 24 minggu 1 tahun 5 tahun 8–9 7–8
prenatal
C 24 minggu 6 bulan 7 tahun 11 - 12 9 – 10
prenatal
P1 30 minggu 18 bulan 5 tahun 10 - 11 10 – 12 2 ½ - 3 tahun sesudah
prenatal erupsi
P2 30 minggu 2 tahun 6 tahun 10 – 12 11 – 12
prenatal
M1 18 minggu Lahir 2 1/2 tahun 6–7 6- 7
prenatal
M2 6 bulan 3 tahun 7 tahun 12 – 13 11 – 13
M3 3 tahun 8 tahun 14 tahun 17 – 21 17 – 21
MODUL
Nama Modul : Pelatihan ”Kader UKGS”
Nomor Modul :4
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Penyakit gigi dan mulut
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya
kesehatan gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Lempongsari
TIK : 1. Peserta latihan memahami tentang Penyakit gigi dan mulut
2. Peserta latihan memahami faktor penyebab penyakit gigi dan mulut
3. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat menyampaikannya
kepada orang lain
Waktu : 45 menit
Metode : Curah Pendapat, ceramah, tanya jawab, dan diskusi
Media : Buku materi pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut
Laptop, LCD, model penampang gigi
Proses belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3. Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan :
a. Penyakit gigi dan mulut
4. Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang :
b. Penyakit gigi dan mulut
5. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
a. Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

A. Penyakit Gigi dan Mulut


Penyakit Gigi dan Mulut Gigi dan mulut merupakan bagian dari tubuh kita yang sangat
vital, sebab disanalah tempat masuknya makanan yang kita makan dan gigi yang
menghancurkan makanan tersebut. Oleh sebab itu kesehatan dan kebersihan gigi dan
mulut sangatlah penting. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit
gigi dan mulut, antara lain seperti diet yang tidak sehat, mengkonsumsi minuman alkohol
dan merokok yang berbahaya dan berlebihan, dan kebersihan mulut yang tidak terawat,
jamur dan bakteri.
Beberapa macam penyakit gigi dan mulut yang biasa dijumpai antara lain :
a. Gingivitis merupakan penyakit radang gusi yang mengalami pembengkakan pada
mulut sebab kurang terjaganya kebersihan mulut sehingga menyebabkan adanya
karang – karang gigi atau plak yang menumpuk dan berbatasan dengan tepi gusi
(Lita, 2016).
b. Acute Necrotizing Ulcerative Gingingivitis (ANUG) adalah penyakit yang disebabkan
oleh adanya infeksi pada nekrosis gingiva. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja,
terutama orang yang mengkonsumsi rokok secara berlebihan, stress berat, dan
malnutrisi berat, dll
c. Karies gigi merupakan penyakit gigi yang terjadi pada kerusakan jaringan gigi hingga
membentuk lubang
d. Pulpitis merupakan proses radang pada jaringan pulpa gigi yang menetap,
gejalanya yakni gigi nyeri ketika mendapat rangsangan panas atau dingin
e. Nekrosis Pulpa adalah penyakit gigi yang disebabkan oleh adanya bakteri, trauma dan
iritasi yang menyebabkan kerusakan dan kematian pada pulpa yang disebabkan oleh
pulpitis yang tidak dirawat (Yamin, 2012)
f. Periodontitis merupakan inflamasi jaringan dan infeksi yang terjadi pada gingiva
(gingivitis) yang tidak dirawat dan menyebar ke ligamen dan tulang alveolar
penyangga gigi.
g. Herpes Simpleks adalah infeksi virus HIV yang terjadi pada sudut bibir atau mulut.
Gejala yang ditimbulkan antara lain sensitive, terbakar pada daerah bibir atau
perbatasan kulit bibir
h. Glositis merupakan penyakit radang pada lidah dimana keadaannya di dalam mulut
biasanya ditunjukkan dengan adanya pembengkakan di lidah, jika kasusnya lebih
parah mampu memicu penyumbatan pernafasan pada saat lidah membengkak yang
sangat parah (Lita, 2016).
i. Impaksi gigi adalah kerusakan erupsi pada gigi yang disebabkan adanya malposisi,
kekuranan tempat atau terhalangi gigi yang lain. Hal itu disebabkan oleh adnaya gusi
bengkak, demam, dan gigi yang tumbuh tidak sempurna
MODUL
Nama Modul : Pelatihan ”Kader UKGS”
Nomor Modul :5
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Cara memelihara kebersihan gigi dan mulut
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan
gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat disekitar lingkungan
Lempongsari.
TIK : 1. Peserta latihan memahami cara memelihara kebersihan gigi dan mulut
2. Peserta latihan memahami cara membersihkan gigi yang baik dan benar
3. Peserta latihan memahami makanan yang kuarang baik bagi anak balita
4. Peserta latihan memahami cara memelihara kebersihan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikannya kepada orang lain
Waktu : 45 menit
Metode : Curah Pendapat, ceramah, tanya jawab, diskusi
Media : Buku materi pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut
Laptop, LCD, pinset, ekskavator, kacamulut, kapas, alkohol, kapas.
Proses belajar mengajar:
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3. Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan :
a. Penyakit gigi dan mulut yang pernah dialami
b. Kelainan gigi dan mulut yang sering di jumpai
4. Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang :
a. Penyakit gigi dan mulut yang berakibat pada kerusakan gigi dan jaringan penyangganya,
yaitu: Karies/gigi berlubang, karang gigi dan radang gusi
5. Pelatih meminta (2-3 orang) peserta berlatih memeriksa keadaan gigi mulut peserta lain,
kemudian mencatat penyakit dan kelainan gigi mulut yang ditemukan
6. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
a. Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti oleh peserta
A. CARA MEMELIHARA KESEHATAN GIGI
Memelihara kebersihan mulut ( menghilangkan plak dan bakteri ). Memelihara kebersian
mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang paling efektif adalah dengaN
menggosok gigi secara rutin, agar kita dapat memutus rantai penyebab terjadinya karies dan
berbagai penyakit mulut lainnya. Memperkuat gigi ( dengan Flour ). Cara memperkuat gigi
dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour.
Namun beberapa dari kita mungkin masih percaya dan menggunakan daun sirih untuk
menyehatkan gigi. Tidak dianjurkan menyikat gigi dengan menggunakan batu bata ataupun
dengan tanah liat, beberapa orang masih menggunakan cara ini dengan harapan gigi terlihat
lebih bersih dan kuat. Namun pada kenyataannya penggunaan bata malah akan mengikis
lapisan email gigi. Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket.
Makanan yang kita makan merupakan nutrisi yang penting untuk tubuh kita namun
beberapa makanan mungkin tidak cocok untuk kesehatan gigi dan mulut kita, sebenarnya
bukan tidak boleh namun apabila kita mengkonsumsi makanan manis dan lengket sebaiknya
setelah itu langsung menggosok gigi dengan bersih agar sisa-sisa dari makanan tersebut tidak
menempel pada sela-sela gigi yang akan mempercepat terjadinya proses karies dan berbagai
penyakit mulut lainnya.
Membiasakan konsumsi makanan berserat dan menyehatkan gigi. Makanan serat selain
bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Bagi yang suka
menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk membersihkan sisa-sisa makanan cobalah
untuk mengganti tusuk gigi dengan buah-buahan seperti apel, melon, pepaya,dll. Buah-
buahan ini akan membantu kita untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada
sela-sela gigi kita.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan seperti :
a. Menggosok gigi minimal 2 kali sehari yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur malam.
b. Gunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pasta gigi berflouride. Sikat seluruh
permukaan gigi selama 2 menit, dan berkumur cukup 1 kali.
c. Kurangi makan makanan yang bergula dan lengket ( tidak lebih dari 2 kali diantara
waktu makan ).
d. Makan makanan yang berserat.
MODUL
Nama Modul : Pelatihan ”Kader UKGS”
Nomor Modul :6
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Cara Pemeriksaan sederhana
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan
gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Kelurahan Lempongsari.
TIK : 1. Peserta latihan memahami tentang cara-cara pemeriksaan sederhana
2. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat menyampaikannya
kepada orang lain
Waktu : 45 menit
Metode : Curah Pendapat, ceramah, tanya jawab, dan diskusi
Media : Buku materi pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut
Laptop, LCD, lefleat.
Proses belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3. Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan :
a. Cara pemeriksaan sederhana
4. Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang :
a. Cara pemeriksaan sederhana
5. Peserta memperagakan cara pemeriksaan sederhana pada peserta lain
6. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan menjelaskan hal-hal yang masih
belum dimengerti peserta
7. Pelatih menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta
10. Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
A. CARA MEMERIKSA GIGI
Tindakan pemeriksaan rongga mulut adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk
mengumpulkan informasi yang akurat tentang status kesehatan gigi dan mulut pasien serta
penentuan jenis penyakit yang diderita pasien di rongga mulut. Prosedur tindakan
pemeriksaan rongga mulut dengan adanya anamnesa menggunakan 6 prinsip anamnesa yang
baik : 5 W + 1 H : who, what, when, whyere, why, & how.
Daftar pertanyaan anamnesa :
a. Khusus : mengenai keadaan gigi
b. Umum : mengenai riwayat penyakit
Pemeriksaan Keadaan Umum adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan
untuk mendapatkan data vital sign pasien
Data ini meliputi :
a. Tensi
b. Temperatur
c. Nadi
d. respirasi
Pemeriksaan Ekstra Oral adalah pemeriksaan dari bagian tubuh penderita di luar
mulut (muka, kepala, leher)
Data yang bisa dikumpulkan antara lain:
a. kesimetrisan wajah
b. kelenjar,
c. suhu pembengkakan
Pemeriksaan Intra Oral adalah pemeriksaan dari bagian rongga mulut yang
meliputi mukosa (bibir, mulut, palatum, gingiva) dan gigi
Tujuan: mengidentifikasi kelainan yang ada pada gigi dan mulut.
Cara Pemeriksaan
i. Ispeksi
Yang diperlukan:
a) Cahaya atau sinar
b) Kaca mulut
c) Posisi pasien - operator
Guna:
a. Melihat lokasi kavitas atau karies
b. Melihat warna gigi, gingiva, tekstur gingiva dan mukosa lainnya (lidah, palatum,
vestibulum, pipi)

ii. Sondasi
Guna:
a. Melihat adanya karies
b. Menentukan kedalaman karies
c. Menentukan reaksi pulpa
d. Menentukan sensitifitas dentin
e. Menentukan adanya perforasi pulpa
Sondasi dilakukan guna untuk melihat ada tidaknya karies :
- Sonde digoreskan pada permukaan gigi, bila sonde tersangkut, berarti ada karies
- Hati-hati dengan fisur yang dalam maupun pewarnaan pada pit & fisur
Untuk menentukan kedalaman karies :
- Dibantu dengan inspeksi
Untuk menentukan reaksi pulpa :
- Caranya : sonde digoreskan atau ditekankan ringan pada dasar kavitas. Hati-hati
jangan sampai perforasi.
- Untuk menentukan reaksi pulpa maupun kedalaman karies, kavitas harus
dibersihkan dari sisa-sisa makanan atau kotoran supaya hasil sondasi tidak bias.

Untuk menentukan adanya perforasi:


- Bila saat disondasi sonde masuk ke dlm ruang pulpa, berarti telah terjadi perforasi.

iii. Tes thermis Pengertian:


Salah satu metode pemeriksaan/ penentuan vitalitas gigi dgn menggunakan suhu.
Jenis:
a) Pemeriksaan dengan thermis dingin
b) Pemeriksaan dengan thermis panas
Hasil dari tes thermis adalah untuk menentukan vitalitas pulpa
Caranya :
Sebelum melakukan tes thermis, gigi harus dibersihkan dari sisa-sisa makanan dan
dikeringkan.
1) Tes thermis dingin
- menggunakan CE (chlorethyl)
- semprotkan CE pada cotton pellet
- tunggu hingga cotton pellet bersalju
- aplikasikan pada dasar kavitas
2) Tes thermis panas
- menggunakan burnisher yang dipanaskan
- menggunakan gutta percha yang dipanaskan
iv. Perkusi
Perkusi merupakan metode yang digunakan untuk menentukan adanya radang pada
jaringan periodontal dengan cara mengetuk gigi secara ringan menggunakan tangkai
instrument.
Caranya :
a. Mengetuk pd gigi yg sehat dulu kemudian baru pd gigi yg sakit/ dicurigai
b. Ketukan dilakukan pd permukaan labial/ bukal, palatinal/ lingual, incisal/ oklusal
c. Hasil perkusi:
d. Positif: ada radang jar.periodontal
e. Negatif: tdk ada radang jar.periodontal
f. Mengapa perkusi bisa menggambarkan reaksi jaringan periodontal
v. Druk atau tekanan
Druk merupakan metode yang digunakan untuk menentukan adanya radang pada
jaringan periodontal maupun adanya keretakan pada gigi dengan cara memberi
tekanan pada gigi secara ringan menggunakan tangkai instrumen
Caranya adalah pasien disuruh menggigit tangkai instrumen, sehingga gigi beroklusi.
Hasil dapat dilihat jika :
- Positif : ada radang jaringan periodontal
- Negatif : tidak ada radang jaringan periodontal
vi. Palpasi
Pemeriksaan palpasi dilakukan dengan cara meraba.
Guna:
a. Mengetahui kondisi akut atau kronis. Misal : infeksi pada kelenjar sub mandibula.
Pada yang akut, saat palpasi akan terasa sakit dan terasa seperti ada biji
b. Mengetahui suhu di daerah yang sakit. Misal : pada abses, suhu daerah setempat
akan terasa hangat atau panas
c. Mengetahui keras lunaknya suatu pembengkakan. Misal : pada abses yang sudah
matang, palpasinya terasa lunak
d. Mengetahui lokasi pembengkakan
e. Mengetahui adanya fraktur, missal : fraktur tulang alveolar
Caranya :
a) Pada abses: jari telunjuk diletakkan pelan2 pd daerah pembengkakan dgn sedikit
tekanan
b) Pada kel. Limfe: kepala pasien ditundukkan, ibu jari bertumpu pd pipi, kmdn
kel.limfe diraba di bwh korpus mandibula dgn jari telunjuk, jari tengah, jari manis
dan kari kelingking dgn gerakan memutar pelan2 tanpa tekanan.
vii. Tes mobilitas
Pemeriksaan mobilitas dengan cara menggoyangkan gigi
Caranya melakukan penekanan pada gigi yang akan diperiksa dengan jari, pinset atau
lidah pasien. Bila gigi tersebut goyang, kita tentukan derajat kegoyangannya.
Derajat kegoyangan gigi:
a) I : bila pasien merasakan adanya kegoyangan gigi, tapi operator tidak melihat
adanya kegoyangan gigi
b) II : pasien merasa giginya goyang dan operator melihat kegoyangan tersebut
c) III : kegoyangan kearah horizontal, dapat dirasakan oleh lidah pasien maupun saat
dijepit dengan pinset
d) IV : kegoyangan kearah horizontal dan vertikal, dapat dirasakan oleh lidah pasien
maupun saat dijepit dengan pinset
Penyebab gigi goyang:
1. Resorbsi akar, misal: resorbsi fisiologis gigi susu, resorbsi gigi permanen
2. Resorbsi patologis, misal: resorbsi tulang lveolar akibat sub gingival kalkulus
3. Trauma
4. Adanya penyakit sistemik yang tidak terkontrol atau yang sudah kronis, misal:
diabetes melitus
viii. Tes vitalitas
Metode penentuan vitalitas pulpa menggunakan vitalitester. Gunanya untuk
menentukan vitalitas pulpa.
Cara:
a. Gigi yang akan diperiksa, dibersihkan dan dikeringkan
b. Letakkan ujung vitalitester pada gigi yang sedaerah dan senama pada 1/3 insisal
dan pada permukaan email yang utuh. Pada skala terlihat skala 0 – 12. Angka
dimana gigi sehat bereaksi positif disebut irritation point.
c. Letakkan ujung vitalitester dengan skala irritation point pada gigi yang sakit.
Apabila:
- gigi non vital: tdk memberikan reaksi
- hiperemi pulpa: gg bereaksi sebelum irritation point
- pulpitis kronis: gg bereaksi setelah irritation point
Kontraindikasi:
a) Jika gigi tidak mungkin diisolasi atau dikeringkan
b) Jika ujung alat tidak dapat diletakkan pada email di dekat gigi yang terdekat
dengan pulpa (1/3 mahkota gigi)
c) Gigi dengan trauma 6 minggu sebelumnya
d) Gigi yang sedang dilakukan anestesi lokal
e) Gigi dengan keluhan rasa sakit yang hebat
ix. Rontgen foto
Rontgen foto merupakan suatu pemeriksaan dengan bantuan sinar X – Ray.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi hasil pemeriksaan menggunakan
berbagai metode tersebut sebelumnya, atau apabila belum bisa ditemukan diagnosa
yang tepat melalui metode-metode sebelumnya. Yang bisa terlihat dengan bantuan
Rontgen foto:
a) Hubungan antara benih gigi permanen dengan gigi susu
b) Gigig yang belum tumbuh (ada atau tidaknya benih gigi)
c) Sisa akar
d) Karies proximal
e) Abses, granuloma, kista
f) Posisi gigi molar 3
g) Tumpatan over hanging
h) Kerusakan tulang alveolar
MODUL
Nama Modul : Pelatihan ”Kader UKGS”
Nomor Modul :7
Pokok Bahasan : Kesehatan gigi dan mulut
Sub Pokok Bahasan : Pencatatan dan Pelaporan
Tujuan Instruksional :
TIU : Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan
gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Kelurahan Lempongsari.
TIK : 1. Peserta latihan memahami dan mampu melakukan cara rujukan kesehatan gigi
2. Peserta latihan memahami dan mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan
kesehatan gigi dan mulut
3. Peserta latihan memahami materi yang diberikan serta dapat menyampaikannya
kepada orang lain
Waktu : 45 menit
Metode : Curah Pendapat, ceramah, tanya jawab, dan diskusi
Media : Buku materi pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut, Laptop, LCD, lefleat.
Proses belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3. Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan :
a. Cara melakuka rujukan kesehatan gigi
b. Cara melakukan pencatatan dan pelaporan kesehatan gigi dan mulut
4. Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang :
a. Cara melakukan rujukan kesehatan gigi
b. Cara melakukan pencatatan dan pelaporan kesehatan gigi dan mulut
5. Peserta memperagakan cara pemeriksaan sederhana pada peserta lain
6. Peserta memperagakan cara pengisian laporan dan pembuatan rujukan
7. Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan menjelaskan hal-hal yang masih
belum dimengerti peserta
8. Pelatih menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta
10. Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
A. Pencatatan dan pelaporan
1. Pencatatan dan Pelaporan Kegiatan
Kegiatan yang perlu dicatat oleh kader :
- Penyuluhan
- Pemeriksaan dan Pengobatan sederhana
- Rujukan
3. Pencatatan dan pelaporan yang diperlukan :
- Catatan kegiatan di buku kader (blanko terlampir) - Laporan bulanan kegiatan kader
ke BPG ( blanko terlampir)

Contoh format pencatatan, pelaporan dan rujukan kesehatan gigi adalah sebagai berikut:
CATATAN PENGIRIMAN PENDERITA
DARI POSYANDU
KE PUSKESMAS

Posyandu :............................ RW :.............................


Kelurahan :............................ Kecamatan :.............................
Keluhan & Tanggal Nasehat/Tindakan
Tgl Nama Umur Tindakan Pengiriman yang masih perlu
Pengobatan Kembali diberikan

Anda mungkin juga menyukai