Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3(1), 1-11 Musdalipah

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK


SEFOTAXIME DAN GENTAMISIN PENDERITA
PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD KABUPATEN
BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Musdalipah, Muh.Azdar Setiawan, Eria Santi

Akademi Farmasi Bina Husada Kendari


Email : musdalipahapt@gmail.com

ABSTRAK
Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara
berkembang termasuk Indonesia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pengobatan
pneumonia. Pneumonia pada balita membutuhkan terapi antibiotik yang tepat dan
sesuai dengan risiko efek sampig yang minimal serta biaya pelayanan kesehatan
yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya antibiotik
penderita pneumonia pada balita di RSUD Kab.Bombana tahun 2016. Metode
penelitian ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Data diambil
secara retrospektif yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Total biaya yang
dihitug ialah biaya antibiotik, biaya rawat inap, biaya laboratorium dan biaya obat
lain. Efektivitas terapi dilihat lamanya pasien dirawat dan dinyatakan sembuh.
Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost
Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan (persen) %
outcome klinis pada kelompok sefotaxime dan gentamisin. Hasil penelitian
menunjukkan dari 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, gambaran total biaya
antbiotik cefotaxime sebesar Rp.3,000,000 dan gentamisin sebesar Rp.3,264,000.
Efektivitas terapi penggunaan antibiotik cefotaxime sebesar 81,25% sedangkan
gentamisin sebesar 85,71%. Nilai ACER cefotaxime sebesar 36,923 dan
gentamisin sebesar 38,081. Berdasarkan nilai ACER, biaya pengobatan yang cost-
effective ialah cefotaxime.
Kata Kunci : Efektivitas Biaya, Antibiotik, Pneumonia, ACER.

Artikel diterima: 1 Februari 1


Diterima untuk diterbitkan: 21 Februari
Diterbitkan: 12 Maret 2018
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

ABSTRACT
Pneumonia is a disease that is problem in many developing countries including
Indonesia. Antibiotics is a major therapy in the treatment of pneumonia.
Pneumonia in infants requires appropriate antibiotic therapy and is in
accordance with the minimal risk of the side effects and the cost of affordable
health services. This study aims to analyze the effectiveness of antibiotic costs of
patients with pneumonia in infants at RSUD Bombana city in 2016. The research
method is descriptive with cross sectional study design. Data were retrospectively
in both the exclusion and inclusion criteria. Total costs are antibiotic costs,
hospitalization costs, laboratory costs and other drug costs. The effectiveness of
therapy basede the length of patients treated and declared cured. The
effectiveness of treatment analyzed using ACER (Average Cost Effectiveness
Ratio) was calculated based on the cost ratio and (percent)% of clinical outcome
in the cefotaxime and gentamicin groups. The results showed that from 30
patients in the inclusion criteria, the total cost of cefotaxime antibiotics was
Rp.3,000,000 and gentamicin was Rp.3,264,000. The effectiveness of cefotaxime
antibiotic use was 81.25% while gentamicin was 85.71%. ACER cefotaxime value
of 36.923 and gentamicin amounted to 38.081. Based on the value of ACER, the
cost-effective treatment cost is cefotaxime.
Key words : cost-effective, antibotic, pneumonia, ACER

PENDAHULUAN terjadi di Indonesia cenderung


meningkat untuk period prevalence
Dewasa ini berbagai negara
pneumonia semua umur dari 2,1%
khususnya negara Indonesia, biaya
tahun 2007 menjadi 2,7% tahun 2013,
pelayanan kesehatan dirasakan
pneumonia yang tinggi terjadi pada
semakin meningkat, sehingga
kelompok umur 1-4 tahun, kemudian
diperlukan pemikiran-pemikiran
mulai meningkat pada umur 45-54
khusus dalam peningkatan efisiensi
tahun (Kemenkes RI, 2013). Badan
atau penggunaan dana secara lebih
Kesehatan Dunia atau World Health
rasional. Farmakoekonomi dalam
Organization (WHO) pada tahun
kaitan ini memiliki peranan penting
2013 menyebutkan dari 6,3 juta anak
sebagai deskripsi dan analisis biaya
berusia dibawah 5 tahun yang
terapi dalam suatu sistem pelayanan
meninggal karena penyebab infeksi
kesehatan (Andayani, 2013).
adalah sebesar 51,8% (3,257 juta).
Pneumonia merupakan
Antibiotik merupakan
penyakit yang menjadi masalah di
golongan obat yang paling banyak
berbagai negara berkembang
digunakan di dunia terkait dengan
termasuk Indonesia. Pneumonia yang

2
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

banyaknya penyakit infeksi bakteri. kesehatan dan sumber daya yang


Lebih dari seperempat anggaran digunakan dalam program pelayanan
rumah sakit dikeluarkan untuk biaya kesehatan dan pembuat kebijakan
penggunaan antibiotik. Ketidak dapat memilih diantara alternatif yang
tepatan terapi antibiotik akan ada. CEA membandingkan program
menimbulkan dampak buruk berupa atau alternatif intervensi dengan
munculnya resistensi bakteri efikasi dan keamanan yag berbeda.
terhadap antibiotik sehingga Hasil dari CEA digambarkan sebagai
perawatan pasien menjadi lebih rasio, baik dengan ACER (Average
lama, biaya pengobatan menjadi Cost Effectiveness Ratio) atau sebagai
lebih mahal, dan akan menurunkan ICER (Incremental Cost Effectiveness
kualitas pelayanan rumah sakit Ratio) (Andayani, 2013).
tempat perawatan terhadap pasien Pneumonia termasuk 10
(Okky, et al, 2014). penyakit terbesar di instalasi rawat
Beragamnya terapi inap di RSUD Kabupaten Bombana
antibiotik pada pasien pneumonia, dengan pengobatan antibiotik
membuat pemilihan terapi perlu cefotaxime dan gentamisin yang
disesuaikan tidak hanya dari aspek paling banyak digunakan. Untuk
terapi namun juga dari aspek biaya. mengetahui sejauh mana rumah sakit
Penanganan pada pasien pneumonia berpihak pada kepentingan pasien dan
meliputi pengawasan durasi antibiotik tuntutan profesi farmasi yang ingin
yang berkaitan dengan usaha semakin peduli mengenai kebutuhan
meminimalisasi beban biaya dirumah yang berkaitan dengan obat dengan
sakit (National Institute for Health tujuan peningkatan kualitas hidup
and Care Excellence,2014). Hal ini pasien, maka diperlukan evaluasi
menunjukkan perlunya perhatian dampak peresepan antibiotik terhadap
terhadap efektivitas biaya antibiotik biaya total perawatan yang dibayar
pada pasien pneumonia. pasien (Donowati, 2013).
Cost-effectiveness analysis Berdasarkan parameter
(CEA) merupakan salah satu langkah tersebut, maka peneliti tertarik
untuk menilai perbandingan manfaat melakukan penelitian mengenai

3
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

efektivitas biaya total pada pasien (nama obat, dosis dan frekuensi
balita penderita pneumonia periode pemberian), lama evaluasi terapi.
tahun 2016 dengan menggunakan Populasi target penelitian ialah
parameter lama perawatan dan lama pasien pneumonia yang memenuhi
penggunaan antibiotik dengan tujuan kriteria inklusi yaitu resep pasien
untuk mengetahui gambaran total umum, penderita pneumonia yang
biaya, efektivitas pengobatan dan mendapatkan Antibiotik cefotaxime
nilai ACER penggunaan antibiotik dan gentamisin, pasien rawat inap,
cefotaxime dan gentamisin pada balita < 5 tahun. Kriteria eksklusi
penderita peumonia. ialah data rekam medik, kuitansi dan
keuangan tidak lengkap. Analisa
METODE PENELITIAN
dilakukan pada biaya medik dan non
Penelitian dilakukan pada
medik langsung dengan observasi
bulan Mei - Juli 2017 di RSUD
dilakukan pada data sekunder berupa
kabupaten Bombana Provinsi
rekam medik, dan biaya pengobatan
Sulawesi Tenggara. Metode
pasien balita penderita pneumonia
penelitian yang digunakan ialah
secara retrospesktif. Analisis data
deskriptif dengan rancangan cross
dilakukan secara deskriptif meliputi
sectional study pada pasien rawat
demografi pasien pneumonia, lama
inap balita (umum) penderita
perawatan, gambaran pasien
pneumonia dengan pengambilan data
pneumonia berdasarkan gejala,
secara retrospektif pada tahun 2016.
penggunaan antibiotik cefotaxime dan
Alat penelitian berupa lembar
gentamisin, analisis efektivitas biaya, dan
pengumpul data, alat tulis dan alat nilai ACER (Average Cost Effectivity
hitung. Bahan penelitian mencakup Ratio).
rekam medis pasien pneumonia, tarif
pemeriksaan dokter dan perincian HASIL DAN PEMBAHASAN
obat di bagian instalasi farmasi 1. Demografi Pasien Pneumonia
RSUD Kab.Bombana. Rekam medis Berdasarkan data yang
berisi data penggunaan obat pasien diperoleh, pasien dikelompokkan
berdasarkan usia, jenis kelamin,

4
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

lama rawat inap, ruang perawatan, Depkes (2004) menyebutkan


penyakit penyerta dan diagnosis laki-laki adalah salah satu faktor
penyakit. Distribusi pasien rawat risiko kejadian pneumonia pada
inap RSUD Kabupaten Bombana balita. Penelitian Yanti (2016)
periode Januari sampai Desember penderita pneumonia di RSUD Sultan
2016 disajikan pada tabel 1. Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak
Tabel 1. Distribusi pasien pneumonia periode Juli 2014 - Juni 2015
berdasarkan usia dan jenis
kelamin pada pasien cenderung banyak terjadi pada balita
pneumonia rawat inap di
RSUD Kabupaten Bombana dengan umur 2 bulan - 5 tahun
periode Januari sampai
Desember 2016 dengan persentase 83,3%.
2.Lama Perawatan Penderita
Karakteristik N Persentase Pneumonia
(%) Tabel 2. Distribusi pasien pneumonia
Laki – laki 16 53,3 % rawat inap berdasarkan lama
1 bulan – 4 tahun 9 30% perawatan di RSUD
< 5 tahun 7 23,3% Kabupaten Bombana periode
Perempuan 14 46,6% Januari sampai Desember 2016
3 bulan – 4 tahun 6 20%
< 5 tahun 8 26,6% Lama rawat inap
Penyakit (Hari) N %
penyerta 1-7 12 40%
Tidak ada 28 93,3% 8-14 10 33,3%
Ada 2 10% >15 8 26,6%
- Tonsilo 1 33,3%
fanigitis akut Tabel 2. Menunjukkan lama
-Moniliasis 1 33,3%
Tabel 1 menunjukkan pasien rawat inap penyakit pneumonia.
pneumonia paling banyak diderita Sebanyak 12 pasien menjalani
sebanyak 16 orang (53,3%) berjenis rawat inap 1-7 hari (40 %), 10
kelamin laki-laki dan 14 orang pasien menjalani rawat inap 8-14
perempuan (46,6%). Beberapa (33,3 %), dan 8 pasien menjalani
penelitian menemukan sejumlah rawat inap > 15 hari (26,6 %).
penyakit saluran pernafasan yang Lama perawatan (Length of Stay)
dipengaruhi adanya perbedaan fisik merupakan salah satu indikator
anatomi saluran pernafasan pada anak pengukuran efektivitas terapi yaitu
laki-laki dan perempuan (Sumiyati, lama rawat inap pasien mulai
2015). pasien masuk rumah sakit dan
jumlah malam yang dihabiskan

5
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

untuk perawatan dirumah sakit positif penyakit pneumonia pada


(Husnita, 2016). pasien terlebih dahulu mengambil non
3.Gejala Penyakit Penderita invasif yaitu membatukkan (dahak)
Pneumonia
Tabel 3.Distribusi pasien pneumonia
dan invasiv sehingga diperoleh gejala
berdasarkan gejala pada klinis pemeriksaan fisik dan
pasien pneumonia rawat inap
di RSUD Kabupaten Bombana laboratorium. Penelitian nursyafrisda
periode Januari sampai
Desember 2016 (2012) mendapatkan gejala yang

Diagnosa/Penyakit Jumlah
sama di RSUD Kabupaten Bombana
Persentase
(%)
Sindrom down 2 6,66 di
% antaranya yaitu dehidrasi ringan
Dehidrasi ringan sedang 5 16,6%
Diare akut 7 23,3%
sedang, diare akut dan kejang demam
Gizi buruk 8 26,6%kempleks.
Kejang damam kompleks 8 26,6%
Berdasarkan pneumonia
komuniti (2013), sebelum diketahui
4. Penggunaan Antibiotik Penderita Pneumonia
Tabel 4. Jumlah pasien rawat inap yang mendapatkan pengobatan Antibiotik di RSUD
Kabupaten Bombana periode Januari sampai Desember 2016

Pasien Pneumonia
Pengobatan N % Tanpa penyakit Dengan penyakit
Pneumonia penyerta penyerta
Cefotaxime 16 53,33 14 2
Gentamisin 14 46,66 14 0

Tabel 4. Menunjukkan obat pada pasien yang menggunakan


yang paling banyak digunakan cefotaxime sebanyak 2 orang yaitu
adalah cefotaxime yang diresepkan tonsilo faningitis akut dan moniliasis
pada 16 pasien (53,33%) sedangkan yang disebabkan karena adanya
gentamisin sebanyak 14 pasien penyakit lain. Bouched et al,(2008)
(46,66%). Penyakit penyerta terdapat menyebutkan beberapa faktor lain
yang
perlu dipertimbangkan dalam Penggunaan antibiotik
pemilihan antibiotik seperti penyakit golongan sefalosporin generasi
penyerta. ketiga banyak digunakan karena
antibiotik ini memiliki spektrum luas

6
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

yang dapat digunakan untuk antibiotik ini merupakan broad


pengobatan pneumonia yang belum spectrum yang memiliki aktivitas
diketahui penyebabnya. Cefotaxim baik terhadap bakteri Gram negatif
digunakan karena lebih aktif maupun bakteri Gram positif dan
terhadap bakteri gram negatif dan aktif melawan S. Pneumoniae
aktif pada penyebab Streptococcus (Lakhanpaul et al.,2004)
pneumoniae dibandingkan Gentamisin merupakan
sefalosporin yang lainnya (Fisher dan antibakteri untuk pengobatan infeksi
Boyce, 2005). Penggunaan antibiotik yang disebabkan oleh bakteri yang
tunggal yang digunakan dalam sensitif, seperti infeki saluran
pedoman WHO adalah pernapasan (pneumonia) (Tjay, dkk
ampisilin/amoksisilin, seftriakson 2007).
dan sefotaksim. Kedua golongan
5. Analisis Efektivitas Biaya
Tabel 5. Rekapitulasi biaya medik langsung selama perawatan di di RSUD Kabupaten
Bombana periode Januari sampai Desember 2016

H.O Total
Biaya Rawat Biaya H.O Lain
Golongan obat Jenis obat Pneumonia biaya
inap (Rp) laboratorium (Rp)
(Rp) (Rp)

Sefalosforin Cefotaxime 2,500,000 200,000 180,000 120,000 3,000,000

Aminoglikosida Gentamisin 2,500,000 200,000 270,000 294,000 3,264,000

Tabel 5 menggambarkan untuk tes laboratorium yang


biaya-biaya yang dikeluarkan pasien meliputi darah rutin dan lain-lain.
pneumonia selama perawatan di Harga obat pneumonia
RSUD Kabupaten Bombana merupakan biaya yang dikeluarkan
meliputi, biaya rekam medis, biaya pasien untuk obat pneumonia,
pelayanan kamar, konsultasi dokter, sedangkan harga obat lain
biaya alat kesehatan dan biaya merupakan biaya yang dikeluarkan
ruangan (kelas). Biaya laboratorium pasien untuk obat selain obat
merupakan biaya yang digunakan pneumonia. Jenis obat cefotaxime

7
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

menghabiskan total biaya terbesar kedua adalah akomodasi


Rp.3.000.000 sampai sedangkan rawat inap dan komponen ketiga
gentamisin sebesar Rp.3.264.000. ialah alat kesehatan (Baroroh dan
Hasil penelitian di rumah sakit Fauzi, 2017).
Jogja mengemukakan bahwa
komponen biaya terbesar adalah
biaya obat dan biaya alat kesehatan
sebesar 44% (Hadning, dkk.,2015).
Selain biaya obat, komponen

Tabel 6. Presentase Efektivitas Terapi Pneumonia Pasien Rawat Inap di RSUD


Kabupaten Bombana Periode Januari sampai Desember 2016

Jumlah pasien
Golongan Jumlah Efektifitas
Jenis obat yang mencapai
obat pasien (%)
target
Sefalosforin Cefotaxime 16 13 81,25 %

Aminoglikosida Gentamisin 14 12 85,71 %

Cost Effectiveness (LOSAR) dan angka kematian


Analysis (CEA) merupakan pasien dalam kurun waktu 28 hari
suatu cara untuk memilih dan (Russel, 2006).
menilai program atau obat Tabel 6. menunjukan
yang terbaik bila terdapat persentase efektivitas terapi
beberapa pilihan dengan dihitung berdasarkan jumlah
tujuan yang sama untuk pasien yang mencapai target
dipilih. CEA mengonversi terapi dibandingkan dengan
biaya dan efektivitas dalam keseluruhan jumlah pasien yang
bentuk rasio (Faridah, et dikelompokan berdasarkan jenis
al.,2016). CEA diekspresikan obat. Pada obat cefotaxime
dalam terminologi yang menunjukan efektivitas paling
obyektif dan terukur seperti kecil sebesar (81,25%), sedangkan
length of stay (LOS), length gentamisin menunjukan efektifitas
of stay antibiotic related sebesar (85,71%). Jenis obat

8
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

cefotaxime menunjukan dibandingkan dengan gentamisin


efektivitas paling kecil
6. Perhitungan Efektifitas Biaya Berdasarkan ACER

Tabel 7. Perhitungan ACER Obat Pneumonia Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten
Bombana periode Januari sampai Desember 2016

Golongan obat Jenis obat Total biaya (Rp) Efektifitas (%) ACER
Sefalosforin Cefotaxime 3,000,000 81,25% 36,923
Aminoglikosida Gentamisin 3,264,000 85,71% 38,081

Tabel 7 menunjukan nilai Ceftriaxone berdasarkan


ACER tertinggi ditujukkan oleh hilangnya sesak, frekuensi nafas
obat gentamisin sebesar 38,081, dan leukosit normal, hilangnya
sedangkan obat Cefotaxime demam dan hari rawat. Penelitian
sebesar 36,923. Maksud dari andina et al,(2008) tentang
angka-angka dalam ACER adalah efektivitas biaya pengobatan
setiap peningkatan outcome antibiotik tunggal dan kombinasi
dibutuhkan biaya sebesar ACER pada pasien pneumonia anak
(Lorensia dan Doddy, 2016). rawat inap menyimpulkan bahwa
Harga average cost effektivitas efektivitas pengobatan dengan
ratio (ACER) dihitung antibiotik tunggal lebih besar
berdasarkan rasio biaya dan dibandingkan dengan antibiotik
efektivitas terapi pada kedua kombinasi.
kelompok terapi. Semakin kecil KESIMPULAN
nilai ACER maka obat tersebut 1. Gambaran total biaya penggunaan
semakin cost-effective sehingga antiobiotik cefotaxime dan
dapat disimpulkan bahwa obat gentamisin pada penderita
yang paling cost-effective untuk Pneumonia di RSUD Kabupaten
terapi pneumonia adalah Bombana yaitu jenis obat
cefotaxime. cefotaxime Rp.3,000,000 dan obat
Penelitian ini sejalan dengan gentamisin sebesar Rp.3,264,000.
nursyafrisda (2012) CER 2. Efektivitas terapi penggunaan
cefotaxime lebih kecil dari antiobitik cefotaxime dan

9
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

gentamisin pada penderita and Septic Shock : an Evidence


Based Review, Crit Care Med.
Pneumonia di RSUD Kabupaten
Vol.32 (11) : 495 – 512.
Bombana yaitu obat cefotaxime Departemen Kesehatan RI,
2004.,Pedoman Program
81,25% dan obat cefadroxil
Pemberantasn Penyakit Infeksi
85,71%. Saluran Pernafasan Akut
(ISPA) untuk Penanggulangan
3. Nilai ACER obat cefotaxime
Pneumonia pada Balita, Jakarta
sebesar 36,923 dan gentamisin : Depkes RI.
Donowati, 2013.,Analisis
sebesar 38,081, sehingga biaya
Farmakoekonomi Peresepan
pengobatan yang cost-effective Antibiotika Ceftriaxone dan
Ceftazidime pada Pasien Bedah
untuk terapi pneumonia ialah
Sesar di Rumah Sakit Panti Rini
cefotaxime. Yogyakarta., Jurnal Farmasi
Sains dan Komunitas,
DAFTAR PUSTAKA November 2013,Hal.71-78,
Vo.10 No.2, ISSN : 1693 –
Andayani, TM. 2013, 5683.
Farmakoekonomi : prinsip dan Faridah.,Machlaurin.,Subagijo.,2016,
metodologi, Bursa ilmu: Analisis Efektivitas Biaya
Yogyakarta. Penggunaan Antibiotik terhadap
Andina, Doddy, Pasien Sepsis Pediatrik di
Monique.,2008.,Analisis Rawat Inap RSD dr. Soebandi
Efektivitas Biaya (Cost Kabupaten Jember pada Tahun
Effectiveness) Antibiotik 2014.,e-Jurnal Pustaka
Tunggal dan Kombinasi pada Kesehatan, Vol.4, No.2, Mei
Pasien Pneumonia Rawat Inap 2016.
di Rumah Sakit Umum Haji Fisher G.R., dan Boyce G.T.,2005
Surabaya selama 1 Januari – Pneumonia Syndromes.
31 Desember 2006.,Tidak Pediatric Infectious Diseases. A
diterbitkan. Surabaya. Fakultas Problem-Oriented Approach.
Farmasi Universitas Surabaya. Fourth Edition. Lippincott
Baroroh, F., dan Fauzi,L,A.,2017, Williams & Wilkins. USA.
Analisis Biaya Terapi Stroke Husnita., 2016, Analisis Efektifitas
pada Pasien Rawat Inap di Biaya Antibiotik Empiris
Rumah Sakit PKU Seftriakson Kombinasi
Muhammadiyah Bantul Gentamisin-Cefotaxime Pada
Yogyakarta, Jurnal Ilmiah Ibnu pasien Pneumonia Anak di
Sina (JIIS), 2(1), hal.93 – 101, Rumah Sakit Paru Jamber
Maret 2017. Tahun 2013-2015, Skripsi tidak
Bochud, P,Y.,Bonten, M, dipublikasikan, Bagian Farmasi
Marchetti,O.,Calandra, Klinik dan Kominitas, Fakultas
T.,2004.,Antimicrobial Therapy Farmasi, Universitas Jember.
for Patients with severe Sepsis

10
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (1), 1-11 Musdalipah

Hadning, I., Ikawati, Z., Andayani, Pneumonia Komuniti 2003.


T.M., 2015, Stroke Treatment Pedoman Diagnosis Dan
Cost Analysis for Consideration Piñata Laksanaan Diindonesia.
on Health Cost Determination Jakarta: Perhimpunan Dokter
Using INA-CBGs, International Paru Indonesia.
Journal of Public Health Russell JA.,2006, Management of
Science, Vol.4 No.4, pp. 288- sepsis. NEngk J Med. 2006.
293. 355(16): 1669-1712.
Kemenkes RI, 2013, Riset Kesahatan Sumiyati, 2015., Hubungan Jenis
Dasar 2013, Badan Penelitian Kelamin Status Imunisasi DPT
dan Pengembangan Kesehatan, Dengan Pneumonia Bayi Usia
Kementerian Kesehatan, Jakarta 0-12 Bulan., Jurnal Kesehatan
Lorensia, A., dan Doddy, D.Q. 2016. Metro Sai Wawai Vol.VIII
Farmakoekonomi Edisi Kedua. No.2, Hal.63 – 69, Edisi
UBAYA, Surabaya. Desember 2015, ISSN : 19779
Lakhanpaul M, M Atkinson, T – 469X.
Stephenson.,2004., Community Tjay, H.T, and Rahardja, K. 2007,
Acquired Pneumonia in Obat-Obat Penting Edisi VI, PT
Children. A Clinical Update. In Elex Media Komputindo,
: Archives of Disease in Jakarta.
Childhood Education and Yanti, 2016., Rasionalitas
PracticeVol. 89: 2004; h. 100- Penggunaan Antibiotik Pada
110 Pasien Rawat Inap Balita
Nursyafrisda, 2012, Analisis Efektifitas Penderita Pneumonia Dengan
Biaya Penggunaan Ceftriaxone Pendekatan Metode Gyssens di
Dan Cefotaxime Pada Pasien RSUD Sultan Syarif Mohamad
Pneumonia Balita Di Rawat Alkadrie Pontianak.,Naskah
Inap RSU Kab.Tangerang Publikasi,
Tahun 2010, Tesis tidak http://jurnal.untan.ac.id/index.p
dipublikasian, Depok : hp/jmfarmasi/article/viewFile/1
Universitas Indonesia. 5260/13442 Program Studi
National Institute for Health and Care Farmasi Fakultas Kedokteran
Excellence Universitas Tanjungpura
(NICE),2014.,Pneumonia : Pontianak (Di Unduh 26
Diagnosis and Management of September 2017).
Community and Hospital-
Acquired Pneumonia in Adults,
UK : NICE Clinical Guideline.
Okky SP, Rizky A, Ivan SP, Cherry
R, et al, 2014., Analisis
minimalisasi biaya
penggunaan antibiotik empirik
pasien sepsis sumber infeksi
pernapasan. JFKI. 2014. 3(1):
10-17.

11