Anda di halaman 1dari 16

Materi Bahan Listrik tentang

Bahan Nuklir penghantar Listrik

I Wayan Pasek Suyadnya


1404405007

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan yang mahaesa Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas izin dan
rahmat-nya sehingga makalah saya dapat diselesaikan. Makalah ini dibuat dalam rangka
penugasan yang merupakan salah satu sarat dalam perkuliahan program S1 jurusan Teknik
Elektro Universitas udayana, yang berjudul ’’ Materi Bahan Listrik tentang
Bahan Nuklir penghantar Listrik ”

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan.mengingat keterbatasan-keterbatasan yang ada, dan oleh karnanya sumbangan
saran dan koreksi yang bersifat positif dan membangun,sangatlah penulis harapkan guna
perbaikan makalah di kemudian hari

Dalam menyusun laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan,baik secara langsung
maupun tidak langsung, secara moral maupun material dari berbagai pihak.untuk itu pada
kesempatan ini penulis dengan segala hormat dan kerendahan hati mengucapakan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam rangka
penulisan maklah ini

Akhir kata,semoga makalah ini memenuhi harapan dalam menambah wawasan dan
ilmu bagi yang membacanya.mohon maaf jika ada kekeliruan dalam penulisan.

Jimbaran,11 september 2014

penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i


DAFTAR ISI.......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ………………………………………..…………….. 2
C. Tujuan …………………………………………………………………….. 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan Nuklir ................................................................ 4
B. Bahaya penggunaan Nuklir ........................................................ 5
C. Pemaparan Bahan Nuklir ............................................................ 6
D. Aplikasi dimana bahan Nuklir digunakan ................................ 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................... 8
B. Daftar Pustaka ………………………………………………… 9
BAB I
I.I Pendahuluan

1. Latar belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat pada saat ini, termasuk
juga kemajuan dalam bidang teknologi nuklir telah mengantarkan umat manusia kepada tingkat
kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Sejak perkembangan
sejarah atom, manusia selalu ingin mengetahui lebih jauh tentang apa - apa yang telah
ditemukannya untuk kemudian dikembangkan lagi agar dapat bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Oleh karena itu, kemajuan di bidang teknologi nuklir pada saat ini telah banyak
ditentukan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan industri.
Reactor nuklir merupakan tempat terjadinya reaksi berantai yang menyangkut fisi nuklir
terkendali . Secara umum reaktor nuklir merupakan tempat berlangsungnya reaksi fisi yang
dihasilkan dari interaksi neutron dengan elemen bahan bakar reaktor. Apabila sebuah neutron
menumbuk satu inti dapat belah, akan terjadi suatu inti atom majemuk yang bersifat sangat tidak
mantap dan dengan segera akan menjadi dua buah inti hasil belah, ditambah 2 sampai 3 neutron
baru disertai beberapa partikel dan timbulnya energi. Bahan-bahan yang dapat membelah pada
reaksi antara neutron dengan bahan tersebut disebut bahan dapat belah atau fisil. Neutron-
neutron yang dihasilkan dari proses fisi merupakan neutron cepat yang mempunyai orde energi
beberapa MeV. Karena terjadi proses hamburan maka energi neutron mengalami penurunan. Jadi
neutron cepat yang telah mengalami penurunan energi disebut neutron lambat atau neutron
thermal. Siklus neutron akan berakhir bila terjadi proses tangkapan atau bocor dari system.
Berdasarkan energi dan kecepatannya fluks neutron dibedakan menjadi tiga kategori
yaitu: fluks neutron cepat, fluks neutron epithermal dan fluks neutron thermal . Berbicara
mengenai teknologi nuklir, di Indonesia telah dibangun 3 buah reaktor yakni di Serpong, Batan
Bandung dan Batan Yogyakarta. Berdasarkan penggunaanya reaktor nuklir dibedakan menjadi
dua jenis yaitu reaktor riset (reaktor thermal) dan reaktor pembangkit energi listrik (reaktor
daya). Pada rektor riset, hasil reaksi inti yang dimanfaatkan adalah partikel-partikel neutron,
panas yang timbul dari reaksi ini dibuang. Pada reaktor daya, panas yang timbul inilah yang
dimanfaatkan untuk pembangkit energi listrik.

2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana perkembangan iptek nuklir ?


2. Dimana saja perkembangan iptek nuklir di gunakan ?
3. Bagaimana Dampak Negatif Penyalahgunaan bahan nuklir ?
4. Dimana saja Dampak Negatifnya terjadi ?
5. Penjelasan tentang bahan nuklir !
3. Tujuan

1. Mengetahui perkembangan iptek nuklir


2. Bagaimana pengaruh penyalahgunaan bahan Nuklir
3. Bagaimana bahan Nuklir bisa menghantarkan Listrik
BAB II
Pembahasan

4. Perkembangan Nuklir

Iptek nuklir telah berkembang pesat dan telah memberikan kontribusi dalam berbagai sektor
kehidupan. Secara garis besar pemanfaatan iptek nuklir di dunia dapat dikelompokkan ke dalam
3 (tiga) bidang, yaitu bidang energi, bidang non energi dan bidang militer.

- bidang energi, kemajuan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik telah berkembang
dengan sangat pesat. Berbagai jenis reaktor daya untuk PLTN seperti PWR (Pressurised
Water Reactor), BWR (Boiling Water Reactor), PHWR (Pressurised Heavy Water
Reactor), GCR (Gas Cooled Reactor), telah beroperasi secara komersial di negara maju.
- bidang non-energi juga sangat pesat seperti kesehatan (kedokteran nuklir), pertanian dan
peternakan, hidrologi, dan lingkungan.
- Bidang militer digunakan sebagai pembuatan alat-alat militer.

Menurut Undang-Undang No 10 Tahun 1997 Tentang Ketenaganukliran maka yang


dimaksud dengan bahan nuklir adalah bahan yang dapat menghasilkan reaksi pembelahan
berantai atau bahan yang dapat diubah menjadi bahan yang dapat menghasilkan reaksi
pembelahan berantai. Bahan/zat radioaktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion
dengan aktivitas jenis lebih besar dari pada 70 kBq/kg (±2nCi/g).
Bahan nuklir secara teknis dibedakan menjadi bahan fisil dan bahan fertil.
- Yang dimaksud dengan bahan fisil adalah isotop atau campuran isotop yang dapat
menghasilkan reaksi fisi (pembelahan) apabila menangkap neutron (misalnya: uranium-
233, uranium-235, plutonium-239, dsb).
- Sedang bahan fertil adalah bahan nuklir yang dapat dikonversi menjadi bahan fisil karena
menangkap neutron (contoh: uranium-238, thorium-232).

5. Bahaya Perkembangan Nuklir

Karena bahan nuklir dapat menghasilkan reaksi pembelahan berantai maka jika sampai
disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan
konsekuensi yang sangat serius.
Salah satu contoh kasus illicit trafficking bahan nuklir terjadi di Jerman, yaitu pada tahun 1994
ketika polisi di Wurttemberg dalam usaha mencari tempat tinggal seorang penjahat terkenal
secara tidak sengaja menemukan sample plutonium, yang setelah dianalisis di European
Institute for Transuranium Elements di Karlsruhe menunjukkan bahwa bahan itu adalah
campuran bahan yang diperuntukkan hanya bagi pembuatan bom atom saja. Kasus illicit
trafficking bahan nuklir di seluruh dunia tercatat oleh IAEA terjadi dalam jumlah yang tidak
sedikit terutama pada beberapa tahun setelah pecahnya USSR (uni sovyet).
Menurut data dari IAEA telah dilaporkan lalu lintas ilegal di seluruh dunia baik bahan nuklir
maupun zat radioaktif lainnya sebanyak 345 di mana 183 ( 53%), 153 (44,4%) serta 9 (2,6%)
di antaranya berturut-turut adalah bahan radioaktif saja bukan bahan nuklir, bahan nuklir, dan
campuran antara bahan nuklir dan bahan radioaktif biasa, selama periode 1 Januari 1993 hingga
31 Desember 2000 atau rata-rata setiap tahunnya terjadi 43 kasus lalu–lintas ilegal untuk
keseluruhan bahan nuklir dan bahan radioaktif non nuklir.
Potensi untuk terjadinya pasar gelap nuklir (nuclear black market) memang tidak kecil
mengingat bahwa terdapat begitu banyak bahan radioaktif yang dimanfaatkan oleh manusia di
seluruh dunia ini. Sebagai gambaran adalah data yang dikutip dari Stanford Center USA
mengenai banyaknya sumber radiasi di seluruh dunia, yaitu sebagai berikut:
- 438 reaktor daya yang masing-masing memiliki beberapa ribu batang elemen bakar
- 650 reaktor penelitian dengan beberapa puluh elemen bakar pada masing-masing reaktor
- 250 instalasi daur bahan bakar nuklir
- lebih dari 10.000 sumber teleterapi
- kira-kira 300 fasilitas iradiasi (iradiator) untuk industri
- beberapa puluh ribu sumber radiasi untuk radiografi industri (Ir-192, Co-60, Se-75, dsb)
- disamping itu diperkirakan setiap tahunnya terjadi penambahan sumber radiasi untuk
industri dalam jumlah ribuan

Di Indonesia, telah dilaporkan peristiwa-peristiwa yang apabila diperhatikan dapat berujung pada
terjadinya atau berkaitan dengan sumber radiasi tak bertuan yaitu :
- Hilangnya 25 buah kontainer berisi zat radioaktif (Cobalt-60 dan Americium-241) dari
gudang penyimpanannya di PT Krakatau Steel, Cilegon, karena dicuri pada tanggal 20
Oktober 2000, yang kemudian 3 buah di antaranya ditemukan kembali,
- Hilangnya 2 buah sumber radiasi Promethium-147 milik PT Tjiwi Kimia, di Mojokerto,
pada tanggal 28 November 2000,

- Penemuan bahan radioaktif di tempat penampungan besi tua milik PT Seatra Umico,
Surabaya oleh inspektur dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tanggal
11 Desember 2000,
- Pemasukan sejumlah zat radioaktif dari luar negeri tanpa izin dan dapat lolos dari
administrasi bea cukai,
- Pengalihan kepemilikan sumber radiasi tanpa melapor ke BAPETEN

6. Pemaparan bahan Nuklir

bahan bakar nuklir yang umum dipakai adalah unsur berat fissil yang dapat menghasilkan
reaksi nuklir berantai di dalam reaktor nuklir.

Bahan bakar nuklir dapat juga berarti material atau objek fisik (sebagai contoh bundel
bahan bakar yang terdiri dari batang bahan bakar yang disusun oleh material bahan bakar, bisa
juga dicampur dengan material struktural, material moderator atau material pemantul (reflector)
neturon. Bahan bakar nuklir fissil yang seirng digunakan adalah 235U dan 239Pu, dan kegiatan
yang berkaitan dengan penambangan, pemurnian, penggunaan dan pembuangan dari material-
material ini termasuk dalam siklus bahan bakar nuklir. Siklus bahan bakar nuklir penting adanya
karena terkait dengan PLTN dan senjata nuklir.
Tidak semua bahan bakar nuklir digunakan dalam reaksi fissi berantai. Sebagai contoh, 238Pu
dan beberapa unsur ringan lainnya digunakan untuk menghasilkan sejumlah daya nuklir melalui
proses peluruhan radioaktif dalam generator radiothermal, dan baterai atom. Isotop ringan seperti
3H (tritium) digunakan sebagai bahan bakar fussi nuklir. Bila melihat pada energi ikat pada

isotop tertentu, terdapat sejumlah energi yang bisa diperoleh dengan memfusikan unsur-unsur
dengan nomor atom lebih kecil dari besi, dan memfisikan unsur-unsur dengan nomor atom yang
lebih besar dari besi.

Reaktor nuklir digunakan untuk banyak


tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling banyak digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor
penelitian digunakan untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk penelitian.
Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksi plutonium sebagai bahan
senjata nuklir.

Komponen dasar dari reaktor nuklir adalah sebagai berikut:

1. Bahan bakar nuklir, berbentuk batang logam berisi bahan radioaktif yang berbentuk pelat
2. Moderator, berfungsi menyerap energi neutron
3. Reflektor, berfungsi memantulkan kembali neutron
4. Pendingin, berupa bahan gas atau logam cair untuk mengurangi energi panas dalam
reaktor
5. Batang kendali, berfungsi menyerap neutron untuk mengatur reaksi fisi
6. Perisai, merupakan pelindung dari proses reaksi fisi yang berbahaya

Bahan seperti uranium 235 , Plutonium-239 dan Plutonium 241 sudah sangat banyak digunakan
untuk pembuatan nuklir Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium
dan Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam reaksi fusi nuklir
adalah Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6, Deuterium, Tritium).
Sekarang akan dijelaskan bagaimana unsur tersebut menghantarkan arus :

Uranium 235

Biji-biji uranium diambil/dikeruk dari pertambangan, yang


kemudian dihancurkan/dihaluskan, dan kemudian diproses secara kimia yang bertahap-tahap,
hingga akhirnya didapatkan uranium murni dalam bentuk U308. Kemudian diproses lagi secara
bertahap, dengan menggunakan bahan-bahan kimia, dari: U308 menjadi UO2(NO3)2, kemudian
menjadi ADU, lalu menjadi UO2, menjadi UF4, dan akhirnya menjadi UF6 ( Uranium
hexafluoride ). UF6, sudah bisa diproses secara kimia, untuk didapatkan uranium dalam bentuk
logam murni, Uranium-238 . Dalam bentuk UF6, untuk meningkatkan kandungan Uranium-235
dalam materi tersebut, yang mana kandungannya kurang dari 1% (sisanya 99% lebih adalah
uranium-238), maka perlu dilakukan pengayaan uranium ( uranium enrichment ). Setelah
kandungan Uranium-235 tersebut, mencapai lebih dari 90%, yang mana sudah sesuai untuk
senjata nuklir, materi UF6 diproses lagi secara kimia, untuk didapatkan uranium dalam bentuk
logam murni, Uranium-235 . Sisanya, dalam bentuk UF6, yang kandungan Uranium-238-nya,
lebih dari 99%, diproses lagi secara kimia, untuk didapatkan uranium dalam bentuk logam
murni, Uranium-238.

Plutonium-239

Plutonium-239 adalah isotop plutonium yang penting dan


dihasilkan/ diproduksi melalui reaktor nuklir, yang memiliki waktu paruh 24110 tahun.
Plutonium-239 dan uranium-235, digunakan sebagai bahan bakar, dalam reaktor nuklir dan bom
nuklir.
Lithium 6

Litium-6 adalah isotop litium, yang terdiri dari 3 proton


dan 2 neutron, dan hanya sekitar 7,5% dari litium alami adalah litium-6 .

Litium-6 dapat dicampur dengan deuterium, menjadi litium-6 deuterida ( lithium-6 deuteride ),
yang mana digunakan sebagai bahan bakar (fusi nuklir), dalam bom nuklir.

Litium-6 dan litium-7 , digunakan dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan/ memproduksi
Tritium, dimana litium sebagai sasaran-nya, dan uranium-235 atau plutonium-239 sebagai
sumber neutron-nya.

n + 6Li → 4
He + T + 4.7 MeV

n + 7Li → 4
He + T + n - 2.47 MeV

Deuterium

Deuterium disebut juga Hidrogen-2, atau hidrogen berat


(simbol ditulis D atau 2H) merupakan salah satu daripada tiga bentuk isotop hidrogen yang
terdiri daripada protium, deuterium, dan tritium. Deuterium merupakan isotop stabil dengan
kelimpahan alami di samudra Bumi kira-kira satu dari 6500 atom hidrogen (~154 PPM). Dengan
demikian deuterium merupakan 0.015% (0.030% berat) dari semua hidrogen yang terbentuk
secara alami. Inti deuterium, disebut deuteron, mengandung satu proton dan satu netron,
sementara inti hidrogen paling umum terdiri dari hanya satu proton dan tanpa netron. Nama
isotop berasal dari bahasa Yunani, deuteros yang berarti "dua", untuk menunjukkan 2 partikel
sub-atomik yang menyusun inti.

Hidrogen

Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro:


air, genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan
nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat
non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar.
Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.

Berikut skema bahan nuklir menghantarkan arus listrik :


7. Aplikasi dimana bahan Nuklir digunakan

Aplikasi bahan nuklir yang dapat digunakan didalam segala bidang yaitu :

1. Bidang kesehatan

- Kedokteran Nuklir
Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber
radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk mempelajari
perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan
diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran.
- Teknik Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama
untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil
(Co,Cr,F,Fe,Mn,Se,Si,V,Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional.
- Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi
gamma atau sinar-x.
- Sterilisasi Alat Kedokteran
Alat/bahan yang digunakan di bidang kedokteran pada umumnya harus steril. Banyak di
antaranya yang tidak tahan terhadap panas, sehingga tidak bisa disterilkan dengan uap air
panas atau dipanaskan.

2. Bidang pertanian

- Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul). Salah satu cara untuk
mendapatkan rangkaian sifat yang baik yaitu dengan mengubah faktor pembawa sifat
(gen).
- Pemberantasan hama tanaman. Penggunaan sinar radioaktif untuk pemberantasan
hama tidak untuk mematikan hama tetapi untuk memandulkan hama.
- Pengawetan makanan. Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah
rusak. Pengawetan makanan secara tradisional seperti pengeringan, pemanasan, dan
pengasapan masih memiliki kekurangan karena pada jenis makanan tertentu sifat
makanan dapat berubah, ditumbuhi jamur, dan dapat diserang serangga.

3. Bidang industry
- Smoke detector
- Fire detektor
- Teknik radiografi
- Teknik gauging
- Teknik perunut atau teknik tracing
- Teknik aktivasi analisis neutron
- Produksi plutonium, yang biasa digunakan dalam senjata nuklir
- Produksi beragam isotop radioaktif, seperti americium yang digunakan dalam detektor
asap, dan cobalt-60, molybdenum-99 dan lainnya yang digunakn untuk pencitraan dan
perawatan medis
BAB III

8. Penutup

Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain Reaktor nuklir
merupakan tempat terjadinya reaksi inti berantai terkendali, baik pembelahan inti (fisi)
ataupun penggabungan inti (fusi).

Nuklir juga bisa digunakan dalam berbagai bidang antara lain bidang militer, bidang
kedokteran , bidang pertanian . Reaksi yang terjadi pada reaktor nuklir baik untuk reaktor
penelitian maupun reaktor daya konvensional, masih didasarkan pada terjadinya reaksi
pembelahan inti fissil (inti dapat belah) oleh tembakan partikel neutron.Reaktor nuklir
memang merupakan sumber pembangkit energi yang cukup potensial dewasa ini, mengingat
sumber energi dunia mengalami krisis jika dibandingkan dengan kebutuhan energi dunia.
Akan tetapi, setiap teknologi pasti memiliki kekurangan atau risiko yang harus ditanggung
akibat kesalahan, keteledoran, ataupun hal lain yang menyebabkan teknologi tersebut justru
memberi dampak sebaliknya
9. Daftar pustaka

http://www.detik.com
http://www.batan.go.id
Beiser, Arthur. 1990. KONSEP FISIKA MODERN edisi keempat. Jakarta : Erlangga
Djiteng Marsudi. 2005. PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK. Jakarta : Erlangga
Krane, Kenneth. 2008. FISIKA MODERN. Jakarta : UI-Press
http://www.google.com