Anda di halaman 1dari 10

Terdapat beberapa istilah untuk mengungkapkan warna rambut kucing, yaitu warna penuh

(merah, hitam, cokelat, cinnamon), warna dilutasi, dua warna (bicolours), tortoishell
(kombinasi warna merah dengan warna hitam, cokelat, cinnamon, atau dilutasinya), tiga
warna (tricolours), calico (kombinasi tiga warna yang terdiri atas warna putih dengan dua
warna lainnya, yaitu warna penuh atau dilutasinya).

Warna rambut kucing dikontrol oleh tiga grup gen utama yaitu: (1) gen pengontrol warna
yaitu warna solid (lokus B), warna penuh (lokus D), warna merah (lokus O), (2) gen
pengontrol pola warna yaitu gen albino (lokus C), gen Agouti (lokus A), gen Tabby (lokus T),
(3) gen pengontrol ekspresi warna yaitu gen warna putih dominan (lokus W), gen inhibitor
(lokus I), gen white spotting (lokus S) (Vella et al., 2003). Salah satu contoh warna rambut
yang digunakan dalam penelitian ini adalah warna belang tiga (oranye, abu, purih).
Kemunculan warna ini dikendalikan oleh kromosom autosom dan kromosom seks untuk
warna oranye. Untuk kromosom autosom, gen pada lokus O akan membawa warna oranye.
Gen O terpaut pada kromosom X, pada kucing jantan (XY) hanya memerlukan satu gen O
dominan (XOY) untuk mengekspresikan warna merah. Gen O resesif (XoY) akan
mengekspresikan warna hitam. Pada kucing betina harus membutuhkan dua gen O dominan
(XOXO) untuk mengekspresikan warna merah, XoXo mengekspresikan warna hitam,
sedangkan XOXo mengekspresikan warna tortoiseshell. Gen dominan pada lokus D akan
mengekspresikan warna penuh merah. Kemunculan warna abu-abu dipengaruhi oleh gen
pada lokus D dalam keadaan heterozigot (Dd). Warna putih dipengaruhi oleh gen pada lokus
S dalam keadaan heterozigot (Ss).
Warna calico (tiga warna dengan ada warna putihnya) dan tortoiseshell secara normal hanya
terjadi pada kucing betina, tapi dapat terjadi pada kucing jantan pada keadaan tidak normal.
Kejadian tersebut dapat disebabkan: (1) mutasi somatik menyebabkan kucing berwarna
oranye (biasanya disebut ginger atau seperti warna jahe), memiliki bintik hitam seperti tanda
lahir pada manusia, (2) chimaera adalah individu yang terbentuk dari dua genetik yang
berasal dari dua benih/primordial, contohnya dua embrio yang bersatu (fusi) dalam uterus.
Apabila XY bergabung dengan XX akan menghasilkan XX/XY chimaera. Pada XX/XY
chimaera, triple X kromosom mungkin membawa gen warna yang berbeda. Penampilan fisik
dan aktivitas seksualnya tergantung dari kromosom apa yang membentuk organ tersebut, (3)
sindrom Klinefelter terjadi abnormalitas genetik pada kromosom seksnya (XXY).
Berdasarkan contoh di atas jelas bahwa warna rambut dipengaruhi oleh kromosom autosom
dan atau seks (sex-linked). Disamping itu, tidak ada hubungan antara gen penyusun golongan
darah yang ada di permukaan eritrosit dengan gen penyusun warna rambut (Shelton,
komunikasi pribadi).

Warna bulu kucing

Warna bulu kucing hitam atau coklat merupakan sifat yang terpaut dalam kromosom X. oleh
karena itu kucing jantan hanya dapat berwarna hitam atau coklat saja dengan kombinasi
putih. Sedangkan betina ada yang menghasilkan bulu coklat, hitam, dan putih (biasa disebut
kembang telon) karena memiliki dua kromosom X. Satu kromosom X betina membawa gen
warna hitam, dan kromosom X satunya dapat membawa gen coklat sehingga muncul kucing
kembang telon. Sedangkan pada jantan, satu kromosom X akan berisi gen hitam saja atau
coklat saja sehingga tidak mungkin muncul warna kembang telon. Dari sifat ini dapat
diperoleh kesimpulan bahwa kucing yang berwarna kembang telon pasti berjenis kelamin
betina. Warna kembang telon ini juga kadang disebut dengan warna calico.

Kucing kembang telon pasti berjenis kelamin betina

Gen yang terpaut pada kromosom x tidak mempunyai alel pada kromosom y, akibatnya
penurunan gen terpaut x agak lain dibandingkan dengan gen autosom. Karena tidak
mempunyai alel pada kromosom y, maka gen terpaut kelamin dapat menunjukkan
ekspresinya walaupun dalam keadaan tunggal, baik resesif maupun dominan
(sisunandar:2011).

Gen merupakan segmen segmen DNA, bahwa DNA adalah suatu polimer yang terdiri dari
empat jenis monomer yang berbeda yang dinamkan nukleotida. Penurunan sifat sifat
herediter memiliki basisi molekuler yaitu raplikasi persis DNA, dan menghasilkan salina
salinan gen yang dapat diteruskan dari orang tua ke keturunannya. Pada hewan dan
tumbuhan, pengiriman gen dari generasi ke generasi selanjutnya ini dilakukan oleh sperma
dan ovum (telur yang belum dibuahi). Setelah sperma bersatu (sel telur tunggal) maka gen
dari kedua orang tuanya hadir dalam nucleus dari telur yang telah dibuahi tersebut. DNA
dari suatu sel eukarotik dibagi lagi menjadi kromosom di dalam nucleus tersebut (Campbell,
2000)

dira.2009.
Buta Warna.
(online). http://adiralaff.blogspot.com/2009/10/buta-warna.html. (diakses 21 november
2013). Campbell. 2000.
Biologi
. Jakarta: Erlangga. Hartati. 2006.
Penuntun Praktikum Genetika
. Makassar: Jurusan biologi FMIPA UNM. Kusdiarti,lilik. 2006.
Genetika Tumbuhan cetakan ke-5
. Yogyakarta: Gajah Mada University press. Sisunandar. 2011.
Penuntun Praktikum Genetika
. Purwokerto : Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Soepriyo, A. 1989.
Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4
. Adi:PustakaJakarta Suryo. 2004.
Genetika
. Yogyakarta: UGM Press. Suryo.2008.
Genetika Manusia
. Yogyakarta : UGM Press Yatim wildan. 2003.
Genetika Cetak Ulang Edisi Ke 5
. Bandung: Tarsito
Kucing rumah memiliki rambut yang bervariasi. Variasi warna
rambut ini dikendalikan oleh pigmen melanin yang memproduksi
warna hitam pada rambut (Wright &Walters 1980, cit.,
Noor2007).Ada dua warna dasar yang disebut warna dominan
pada kucingyaitu hitam dan merah. Warna pada semua kucing
berhubungan dengan ke-dua warna ini.Akan tetapi, kadang
warna kucing rumah berubah karena dua warna ini tertutupiatau
ekspresike-dua warna ini yang tidak sempurna. Warna hitam
yang tidak terekspresi sempurna akan menjadi abu-abu. Warna
merah yang tidak terekspresi sempurna akan menjadi
kekuningan. Warna dominan hitam dan merah yang
berkombinasi pada satu anakan, akan menjadi tortoiseshell.
Warna-warna diatas (hitam, abu-abu, merah, kekuningan) dapat
berkombinasi pada satu individu membentuk pola tabby. Pola
tabbydapat berasosiasi dengan warna putih atau tidak. Empat
pola dasar tabbyadalah classic, mackerel, spotteddan
ticked(Lawrence, 2008)Beberapa gen yang mengendalikan pola warna
pada kucing adalah sebagai berikut:1.AgoutiAgouti(agoutidisandikan

protein ASIP), gen yang memproduksi protein yang mengatur


distribusi pigmen hitam (eumelanin) dalam tangkai rambut. Tipe
liar alel ini adalah gen dominan A yang memproduksi tangkai
rambut dengan selang-seling warna kuning dan hitam, diakhiri
dengan ujung hitam. Alel resesif a memproduksi kucing berwarna
padat, tanpa selang-seling. Rambut dengan garis
ISSN 1412-3617 Jurnal Exacta, Vol. VI No. 2 Desember
2008Abdul RahmanHalaman32yang lebih gelap tidak memiliki
pergantian antara produksi pigmen hitam dan kuning sehingga
biasanya berwarna gelap. Efek protein agoutipada pigmen
oranye terbatas. Garis tabbymungkin lebih terlihat dibanding
agouti resesif homozigot, aa. 2.Brown(coklat
dancinnamon)Brown(protein yang berhubungan dengan tyrosin 1,

TYRP1) gen yang memproduksi sebagian pigmen hitam


(eumelanin). Mutasi yang menghasilkan warna coklat dan
cinnamontelah ditemukan di gen ini. Tipe liar B memproduksi
warna hitam normal. Alel b memproduksi fenotif kecoklatan dan
alel blmemproduksi fenotif coklat terang atau cinnamon. Seri alel
ini adalah B dominan terhadap b,dan b dominan terhadap
bl.3.Warna penuh(Pembatasan totol/bercak warna)Warna ini disandikan
gen tyrosin(TYR), juga dikenal sebagai gen warna, memproduksi
enzim-enzim yang berhubungan dengan produksi melanin.
Mutasi pada TYR yang berasosiasi dengan produksi pigmen
yang sensitif suhu yang menghasilkan warna yang disebut
burmesdan siam. Fenotif tipe liar adalah warna penuh. Fenotif
burmesdihasilkan dari pengurangan produksi pigmen sehingga
mengubah pigmen hitam jadi sepiadan oranye jadi kuning. Titik-
titik burmeslebih gelap dari tubuh dan mata berwarna kuning
keabuan atau kuning kehijauan. Fenotif siammengurangi
produksi pigmen pada titik-titik burmesdan mata berwarna biru.
Tipe liar (C) dominan tehadap burmes(cb). Burmesdominan tak
sempurna terhadap siam(cs); heterozigot burmesdan siam(cb/cs)
menunjukkan warna intermediet (mink). Pembawa warnan
burmesdisebut sepia. Alel TYR yang memproduksi fenotif albino
dengan kulit putih dan mata biru sangat jarang ditemukan.
4.Dilute/menutupi pigmen lainGen dilute(melanophilinatau MLPH)
menyebabkan penumpukandandistribusi tidak normal butiran
pigmenpada rambut, menghasilkanpenutupan pada semua
warna kulit. Dilute bersifat autosomalresesif yang hanya akan
menutupi pigmen
ISSN 1412-3617 Jurnal Exacta, Vol. VI No. 2 Desember
2008Abdul RahmanHalaman33lain dalam keadaan homosigot.
Pigmen hitam ditutupi abu-abu (sering disebut biru oleh peternak
kucing), dan pigmen oranye ditutupi kuning. Tipe liar alel ini
adalah non dilute(Leslie & Lyons,2008). Gen-gen agoutidan
efeknya pada pigmentasi rambut adalah salah satu contoh
epistasis. Gen agoutiberkomplikasi dengan tabbyyang
mengontrol pola ekspresi agouti. Gen tabbymenyebabkan gen
agoutidiekspresikan pada periode lain masa pertumbuhan rambut
mengikuti pola tabby. Pola tabbyharus agoutiwalaupun warna
kucing kelihatan padat dan bukan agouti(Christensen, 2000).
Warna putih pada kucing bukanlah warna kucing yang
sebenarnya. Gen yang menghasilkan warna putih pada kucing
adalah penutupan (topeng)yang menyembunyikan warna kucing
yang sesungguhnya. Beberapa kucing putih lahir dengan bintik
warna di kepalanya, dan warna itu mengindikasikan warna yang
sebenarnya(Lawrence, 2008). Namun menurut (Christensen,
2000), terdapat gen penyandi putih dominan yang disandikan W-
dan merupakan gen dominan yang bersifat epistasis. Semua
kucing putih dengan mata bukan merah jambu, lebih disandikan
W-dibanding albino, karena gen albino sangat jarang ditemukan.
Titik putih yang disandikan gen S adalah salah satu contoh
dominan tak sempurna dengan berbagai variasi kemunculan.
Kucing ss tidak memiliki spot putih, kucing Ss memiliki spot putih
< 50% dan Kucing SS memiliki spot putih > 50%. Kucing yang
100% putih tidak bisa dimasukkan dalam genGen pembawa
oranye (O) adalah salah satu contoh gen terpaut jenis kelamin.
Gen O terdapat pada kromosom X sehingga jantan hanya
memiliki salah satu O atau o. Betina dengan OO akan oranye
utuh, oo tanpa oranye dan Oo campuran oranyedan bukan
oranye. Alel O (dominan) hanya mengubah pigmen hitam jadi
oranye sedangkan pigmen kuning tidak (Christensen, 2000).

Pendahuluan Bab-bab sebelumnya tentang kromosom seks membahas hubungan seks dan
penentuan jenis kelamin. Sekarang, ada satu masalah terakhir yang berhubungan dengan kromosom
seks, yaitu kompensasi dosis. Karena jumlah kromosom X (dan kromosom Z) berbeda antara jenis
kelamin, ada perbedaan dalam jumlah salinan untuk setiap lokus pada kromosom: perempuan
memiliki dua, sedangkan laki-laki hanya memiliki satu (berlawanan dengan Z / ZZ / W sistem).

D Masalah Gen D Dosis Untuk banyak lokus, jumlah kromosom yang berbeda tidak penting. Yaitu,
fenotip tidak terpengaruh apakah ada satu atau dua alel yang ada. Namun, untuk beberapa lokus, ini
penting dan dapat memengaruhi tipe-pheno. Lokus ini perlu memiliki dosis gen yang benar untuk
menghasilkan fenotipe tipe liar. Perbedaan dosis antara kedua jenis kelamin direkonsiliasi dalam
satu dari dua cara. Semua kromosom X tunggal pada pria diatur naik untuk menghasilkan ekspresi
yang setara dengan dua dosis. Atau, salah satu dari dua dosis pada wanita tidak aktif sehingga hanya
memiliki satu dosis aktif.

Mamalia dan Drosophila keduanya memiliki sistem penentuan jenis kelamin X / X - X / Y. Namun,
karena sistem ini berevolusi secara independen, dan sangat awal dalam evolusi, mereka bekerja
secara berbeda berkaitan dengan kompensasi perbedaan dosis gen. Ingat, dalam banyak kasus
kromosom seks bertindak sebagai pasangan homolog meskipun kromosom Y telah kehilangan
sebagian besar lokus bila dibandingkan dengan kromosom X. Biasanya, kromosom X dan Y pernah
serupa tetapi, karena alasan yang tidak jelas, kromosom Y mengalami kemunduran, secara perlahan
bermutasi dan kehilangan lokusnya. Pada mamalia modern, kromosom Y hanya memiliki sedikit gen
yang tersisa sementara kromosom X tetap seperti semula. Ini adalah fitur umum dari semua
organisme yang menggunakan sistem penentuan jenis kelamin berdasarkan kromosom. Kromosom
yang ditemukan pada kedua jenis kelamin (X atau Z) telah mempertahankan gen mereka sementara
kromosom yang ditemukan hanya dalam satu jenis kelamin (Y atau W) telah kehilangan sebagian
besar gen mereka. Dalam kedua kasus tersebut ada perbedaan dosis gen antara kedua jenis kelamin:
mis. X / Xfemales memiliki dua dosis gen kromosom X sedangkan pria XY hanya memiliki satu. Dosis
gen ini perlu dikompensasi dalam proses yang disebut kompensasi dosis. Ada dua mekanisme utama

D.2 Inaktivasi kromosom X pada Dasar-Dasar Mamalia Dalam mamalia digunakan


mekanisme yang berbeda, yang disebut inaktivasi kromosom X dan ia beroperasi pada
wanita, bukan pada pria. Pada embrio XX, satu X di setiap sel ditandai secara acak dan tidak
aktif. Sejak saat itu sebagian besar gen pada kromosom ini akan diekspresikan atau "tidak
aktif", oleh karena itu namanya Xinactive (Xi). Kromosom X lainnya, Xactive (Xa), tidak
terpengaruh dan gen diekspresikan seperti biasanya. Proses inaktivasi berada di bawah
kendali X-inactivation cen-tre (XIC), yang terletak di Xq13 pada kromosom X, yang berisi
beberapa gen termasuk gen XIST. Gen XIST ditranskripsi (tetapi tidak diterjemahkan
menjadi protein) dan bertanggung jawab untuk inisiasi dan propagasi inaktivasi satu
kromosom X dalam sel XX. Transkrip XISTRNA ini melapisi kromosom X sehingga
transkripsi dari kromosom X itu dicegah (tidak aktif) D.2 Inaktivasi kromosom X pada
Dasar-Dasar Mamalia Dalam mamalia digunakan mekanisme yang berbeda, yang disebut
inaktivasi kromosom X dan beroperasi pada wanita, bukan jantan . Pada embrio XX, satu X
di setiap sel ditandai secara acak dan tidak aktif. Sejak saat itu sebagian besar gen pada
kromosom ini akan diekspresikan atau "tidak aktif", oleh karena itu namanya Xinactive (Xi).
Kromosom X lainnya, Xactive (Xa), tidak terpengaruh dan gen diekspresikan seperti
biasanya. Proses inaktivasi berada di bawah kendali X-inactivation cen-tre (XIC), yang
terletak di Xq13 pada kromosom X, yang berisi beberapa gen termasuk gen XIST. Gen XIST
ditranskripsi (tetapi tidak diterjemahkan menjadi protein) dan bertanggung jawab untuk
inisiasi dan propagasi inaktivasi satu kromosom X dalam sel XX. Transkrip XISTRNA ini
melapisi kromosom X sehingga transkripsi dari kromosom X itu dicegah (dinonaktifkan)
Kromosom Xi direplikasi selama fase S dan ditransmisikan selama mitosis sama dengan
kromosom lainnya, tetapi sebagian besar gennya tidak ditranskripsi (Gambar 4-11).
Kromosom muncul sebagai massa terkondensasi dalam inti interphase dan disebut tubuh Barr
(Gambar 4-12) dan tidak mendekondensasi untuk diekspresikan. (Tubuh Barr dinamai
berdasarkan peneliti Kanada, Murray Barr, yang bersama dengan mahasiswa pascasarjananya
Ewart Bertram di Universitas Barat di Lon-don Ontario membukanya pada tahun 1948.)
Dengan inaktivasi gen pada satu X- kromosom, perempuan memiliki jumlah gen terkait-X
yang berfungsi sama dengan laki-laki. Namun, beberapa gen dan khususnya gen di wilayah
pseudoautosomal lolos dari inaktivasi dan alel diekspresikan dari kromosom X aktif dan tidak
aktif. Gen-gen ini dapat menjelaskan fitur-fitur klinis pada aneuploidy kromosom seks karena produk
gen dapat diekspresikan di bawah atau di atas dalam kaitannya dengan wanita dan pria normal.

-linked gen - gen oranye pada kucingSebuah gen terkait-X klasik yang menunjukkan inaktivasi-X
adalah gen Oranye (O) pada kucing. Alel OO mengkodekan enzim yang menghasilkan pigmen oranye
di rambut bulu. Alel OB menyebabkan rambut menjadi hitam. Fenotip berbagai genotipe kucing
diperlihatkan dalam Gambar 13. Perhatikan bahwa betina heterozigot memiliki fenotip bercak
oranye dan hitam yang dikenal sebagai kulit kura-kura. Ini disebabkan bercak sel-sel kulit yang
memiliki berbagai kromosom X yang tidak aktif. Di setiap rambut oranye Xichromosome yang
membawa alel OB tidak aktif. Alel OO pada Xa fungsional dan pigmen oranye dibuat. Dalam rambut
hitam kebalikannya benar, Xi chro-mosome dengan alel OO tidak aktif dan Xa chro-mosome dengan
alel OB aktif. Karena keputusan inaktivasi terjadi awal selama embriogenesis, sel-sel terus membelah
untuk membuat bercak besar pada kulit kucing dewasa di mana salah satu X lainnya tidak aktif.
Gen oranye pada kucing juga merupakan demonstrasi yang baik tentang bagaimana sistem
kompensasi dosis mamalia mempengaruhi ekspresi gen. Namun, sebagian besar gen yang terkait-X
tidak menghasilkan phe-notypes dramatis, mudah dilihat, pada wanita heterozigot

Dosis kromosom X-Autosome RatioMekanisme ini melibatkan rasio autosom dengan


kromosom seks. Ini dapat terjadi bahkan pada spesies yang memiliki dua kromosom seks.
Sebagai contoh, meskipun Drosoph-ilamelanogaster memiliki kromosom seks X / X-X / Y,
sistem penentuan jenis kelaminnya menggunakan metode ransum kromosom, yaitu rasio X:
Autosome (X: A). Dalam sistem ini, rasio set kromosom autosom (A) relatif terhadap jumlah
kromosom X (X) yang menentukan jenis kelamin. Individu dengan dua set autosom dan dua
kromosom X (2A: 2X) berkembang sebagai perempuan, sedangkan mereka yang hanya
memiliki satu kromosom X (2A: 1X) berkembang sebagai laki-laki. Ada / tidaknya
kromosom Y dan gennya tidak signifikan untuk menentukan jenis kelamin, namun ada gen
pada kromosom Y yang diperlukan untuk kesuburan pria. Lalat X / O secara fenotip jantan
tetapi tidak subur. Sebagai perbandingan, mamalia X / O secara fenotip betina karena mereka
tidak memiliki gen TDF.