Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sebelum dilakukan

massage effleurage

Tabel 4.1. Rerata nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III
sebelum dilakukan massage effleurage di Puskesmas Bangun
Galih Kabupaten Tegal.
Std.devi
Nyeri punggung bawah N Median Min Max
ation
Sebelum 21 7.000 1.121 4 8

Berdasarkan tabel 4.1. di atas maka dapat diketahui bahwa ibu

hamil trimester III sebelum dilakukan massage effleurage di Puskesmas

Bangun Galih Kabupaten Tegal.mempunyai median 7.000, std.deviasi

1.121 dan nyeri terendah 4 dan tertinggi 8

1. Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sesudah dilakukan

massage effleurage

Tabel 4.2. Rerata nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III
sesudah dilakukan massage effleurage di Puskesmas Bangun
Galih Kabupaten Tegal.
Nyeri punggung bawah N Median Std.deviation Min Max
Sesudah 21 5.000 1.055 2 5

Berdasarkan tabel 4.2. di atas maka dapat diketahui bahwa nyeri

punggung bawah pada ibu hamil trimester III sesudah dilakukan massage

effleurage di Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal mempunyai

median 5.000 std.deviasi 1.055 dan nyeri terendah 2 dan tertinggi 5


2. Pengaruh massage effleurage terhadap nyeri punggung bawah pada ibu

hamil trimester III di Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal..

Hasil uji normalitas sebelum dan sesudah diberikan massage

effleurage menunjukkan nilai p = 0,025 dan 0,090 < 0,05 sehingga data

disimpulkan terdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji korelasi

uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.3. Pengaruh massage effleurage terhadap nyeri punggung


bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangun
Galih Kabupaten Tegal..

Median P value
nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III
sesudah dilakukan massage effleurage - nyeri 7.000
0,000
punggung bawah pada ibu hamil trimester III 5.000
sebelum dilakukan massage effleurage
Selisih 4

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi uji

Paired Samples Test. maka didapatkan hasil p value sebesar 0,000 < 0,05

maka Ho ditolak atau Ha diterima artinya ada pengaruh massage

effleurage terhadap nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di

Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal. terdapat selisih sekala nyeri

sebelum dan sesudah massage effleurage dengan skala 4 .

B. Pembahasan

1. Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sebelum dilakukan

massage effleurage

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa ibu

hamil trimester III sebelum dilakukan massage effleurage di Puskesmas


Bangun Galih Kabupaten Tegal.mempunyai median 7.000, Hal tersebut

menunjukkan sebelum diberikan massage effleurage rata-rata nyeri 6.428

dalam kategori nyeri berat.

Nyeri punggung yang tejadi pada saat kehamilan disebabkan

karena beberapa faktor yaitu kenaikan berat badan saat hamil, perubahan

postur tubuh akibat gravitasi sehingga mengakibatkan penekanan pada

saraf. Tidak hanya itu namun pada saat kehamilan produksi hormone

relaxin dan estrogen yang mana hormone ini mengatur ikatan sendi

untuk mengurangi dan meregangkan ikatan sendi. Ikatan sendi

menghubungkan sambungan yang berbeda dari tulang panggul dan

tulang belakang. Maka jika ikatan sendi pada bagian sisi atas tulang

panggul menjadi lemah atau meregang dibanding sisi sebelahnya dan

menyebabkan ketidakseimbangan, hal ini dapat menyebabkan

ketegangan otot serta nyeri pada punggung. Adanya penekanan pada

saraf dan peregangan ikatan pada tulang punggung dapat merangsang

serabut saraf sepanjang tulang belakang, stimuli serabut ini

mengakibatkan pelepasan histamin dari sel-sel mast dan mengakibatkan

vasodilatasi.

Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan massage

effleurage median 7 dalam kategori nyeri berat, ibu sering merintih

menahan sakit punggung yang dirasakan seperti ada yang menganjal

dipunggung. Hasil tersebut disebabkan oleh perubahan secara anatomis

dan fisiologis yang terjadi selama kehamilan seperti pada sistem


muskuluskeletal, seiring bertambahnya usia kehamilan yang

mengakibatkan bertambahnya berat uterus mengakibatkan terjadinya

peregangan pada punggung, sehingga nyeri punggung dapat terjadi,

beberapa perubahan yang terjadi akan menetap, seperti munculnya

striae gravidarum, demikian halnya dengan tonus otot yang

mengalami peregangan pada kehamilan sebelumnya tidak bisa pulih

seperti sebelum kehamilan., terutama jika setelah masa melahirkan

tidak melakukan latihan fisik yang tepat. Akibatnya otot–otot uterus dan

abdomen akan mengendur.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Dyah Ayu

Wulandari bahwa massage effleurage di bagian punggung dapat

mengurangi nyeri saat ibu hamil trimester III. Hal ini sesuai dengan

teori bahwa ibu yang di pijit 5 – 10 menit setiap punggung nyeri

pada ibu hamil trimester III akan memberikan rasa nyaman dan

rileks. Hal ini terjadi karena teknik effleurage massage mempunyai

manfaat yaitu memberikan rasa nyaman, menimbulkan relaksasi,

serta merangsang produksi hormon endorphin yang menghilangkan

rasa sakit secara ilmiah.41

2. Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sesudah dilakukan

massage effleurage

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa nyeri

punggung bawah pada ibu hamil trimester III sesudah dilakukan massage

effleurage di Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal mempunyai


median 5.000. Hal tersebut menunjukkan sesudah diberikan massage

effleurage rata-rata nyeri 3.285 dalam kategori nyeri sedang.

Nyeri punggung adalah nyeri yang terjadi pada area lumbal.

Nyeri punggung adalah gangguan yang umum terjadi, dan ibu hamil

mungkin pernah memiliki riwayat sakit punggung di masa lalu. Sebagai

kemungkinan lain, nyeri punggung dapat dirasakan pertama kalinya

dalam kehamilan. Nyeri punggung bawah sangat sering terjadi dalam

kehamilan sehingga digambarkan sebagai salah satu gangguan minor

dalam kehamilan. Ibu hamil mencondongkan perut sehingga menambah

lengkungan pada bagian bawah punggung yang menimbulkan rasa nyeri.5

Penatalaksanaan nyeri pada punggung saat kehamilan bervariatif

seperti penatalaksanaan farmakologi maupun non farmakologis, terapi

farmakologis bisa dberikan dengan agen antiinflamasi non-steroid,

analgesic, relaksan otot. Untuk terapi non farmakologis dengan

memberikan relaksasi, imajinasi, kompres dingin atau hangat dan

massase effleurage. Massase effleurage adalah tindakan non

farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri punggung

pada ibu hamil. kemampuan kedua tindakan ini untuk menurunkan

nyeri perlu untuk diteliti sehingga akan diketahui mana dari keduanya

yang mampu menurunkan nyeri lebih baik.5

Penanganan pada nyeri punggung dilakukan dengan massage

pada sentuhan yang diberikan saat masase Effleurage menyebabkan

proses penghambatan perjalanan impuls nyeri. Rangsangan pada serat


akan meningkatkan aktivitas substansia gelatinosa yang mengakibatkan

tertutupnya pintu sehingga aktivitas sel terhambat dan menyebabkan

hantaran rangsangan nyeri terhambat juga. Rasa nyeri ini dapat

diblok yaitu dengan memberikan rangsangan pada serabut delta

menyebabkan pintu gerbang menutup dan rangsangan nyeri tidak

dapat diteruskan kekorteks serebral sehingga responden mengalami

penurunan nyeri punggung setelah masase Effleurage diberikan serta

merasakan lebih rileks setelah dilakukan masase.43

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukkan

oleh Luthfiah Nur Aini, tentang perbedaan masase effleurage dan

kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada ibu hamil trimester

III di BPS Furida Azis Desa Gemekan Sooko Mojokerto. Dari hasil

penelitian pada table 9 diketahui dari 13 responden diketahui

mengalami penurunan nyeri setelah dilakukan masase effleurage

dengan rerata penurunan 5 point. Berdasarkan hasil uji statistik

diperoleh nilai p = 0.000 (α < 0.05) yang berarti ada pengaruh

masase effleurage terhadap penurunan nyeri punggung ibu hamil

trimester 3 di BPS Furida Aziz.42

3. Pengaruh massage effleurage terhadap nyeri punggung bawah pada ibu

hamil trimester III di Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal..

Hasil penelitian adalah Ada pengaruh massage effleurage terhadap

nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangun

Galih Kabupaten Tegal.


Penatalaksanaan nyeri pada punggung saat kehamilan bervariatif

seperti penatalaksanaan farmakologi maupun non farmakologis, terapi

farmakologis bisa dberikan dengan agen antiinflamasi non-steroid,

analgesic, relaksan otot. Untuk terapi non farmakologis dengan

memberikan relaksasi, imajinasi, kompres dingin atau hangat dan

massase effleurage.Massase effleurage adalah tindakan non farmakologi

yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri punggung pada ibu

hamil. kemampuan kedua tindakan ini untuk menurunkan nyeri perlu

untuk diteliti sehingga akan diketahui mana dari keduanya yang

mampu menurunkan nyeri lebih baik.5 Penanganan dalam asuhan

keperawatan yaitu memberikan pendidikan individu dapat mengurangi

gejala dengan memberdayakan ibu untuk memahami kondisi mereka,

memberikan perawatan punggung, dianjurkan untuk mempertahankan

tingkat aktifitas yang nyaman bagi mereka.5

Masase Effleurage dilakukan dengan tekanan yang lebih kuat

saat mengarah ke jantung untuk membantu peredaran darah dan getah

bening.Saat kembali gerakan harus dilakukan dengan usapan yang lebih

ringan dan menenangkan bahwa tindakan utama masase dianggap

sebagai menutup gerbang untuk mengahambat reseptor nyeri pada

pusat yang lebih tinggi pada sistem saraf pusat.Selanjutnya serabut

taktil dan perasaan positif, yang berkembang ketika dilakukan bentuk

sentuhan yang penuh perhatian dan empatik, bertindak memperkuat

efek masase untuk mengendalikan nyeri.Para penulis berpendapat


bahwa manfaat masase diperkuat oleh respon relaksasi yang

ditimbulkan oleh pengalaman masase.43

Dari hasil uji statistic didapatkan bahwa masase Effleurage

dapat menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, hal

ini sesuai dengan gate control teory bahwa stimulasi kulit dengan

effleurage ini menghasilkan pesan yang dikirim lewat serabut A- delta,

serabut yang mengahantarkan nyeri cepat, yang mengakibatkan

gerbang nyeri tertutup sehinggan korteks serebri tidak menerima sinyal

nyeri dan intensitas nyeri berubah/ berkurang. Kala I persalinan, impuls

nyeri berasal dari serviks dan korpus uteri, ditransmisikan oleh serabut

aferen melalui pleksus uterus, pleksus hipogastrik inferior, middle,

posterior dan masuk ke lumbal yang kemudian masuk ke spinal

melalui Lumbal 1, Torakal 12, 11, dan 10. Dengan intervensi teknik

massase Effleurage berupa usapan lembut menyusuri segmen Torakal

10 hingga Sacrum memberikan rangsangan pada saraf berdiameter

besar yang banyak terdapat dikulit akan menutup pintu jalur nyeri

menuju ke korteks serebral. Begitu juga dengan massase Effleurage

yang dilakukan pada ibu hamil dari mulai Sacrum sampai dengan

Torakal I.44

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukkan oleh

Luthfiah Nur Aini, tentang perbedaan masase effleurage dan kompres

hangat terhadap penurunan nyeri pada ibu hamil trimester III di BPS

Furida Azis Desa Gemekan Sooko Mojokerto. Hasil uji statistic


independent pair t test menunujukkan p= 0,000 < 0,05.Hal ini

menunjukkan bahwaada beda masase effleurage dan kompres hangat

dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.45


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Ibu hamil trimester III sebelum dilakukan massage effleurage di

Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal.mempunyai median 7.000.

2. Ibu hamil trimester III sesudah dilakukan massage effleurage di

Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal mempunyai mempunyai rata-

median 5.000.

3. Ada pengaruh massage effleurage terhadap nyeri punggung bawah pada

ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal Nyeri

punggung bawah p value 0,000

B. Saran

1. Bagi Ibu Hamil Trimester III

Ibu hamil dapat menerapkan tindakan nonfarmakologis secara mandiri

untuk mengatasi nyeri punggung semasa hamil dengan massage

effleurage

2. Bagi Tenaga Kesehatan/Bidan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembaharuan ilmu bahwa

menggosok punggung pada ibu hamil trimester III dapat diaplikasikan

dengan masase Effleurage sebagai salah satu metode dalam penurunan

nyeri punggung pada ibu hamil trimester III sehingga tidak hanya
mengandalkan kolaborasi dengan tim medis untuk dapat membantu

manurunkan nyeri.

3. Bagi Puskesmas

Untuk dapat melakukan penyuluhan terhadap ibu hamil tentang cara

mengatasi nyeri punggung saat hamil, sehingga ibu hamil dapat mengatasi

nyeri punggung secara non farmakologis yaitu masase Effleurage

4. Bagi Penelitian selanjutnya.

Hal-hal yang sebelumnya menjadi keterbatasan penelitian ini perlu

diteliti lebih lanjut, seperti mengenai posisi pada pelaksanaan masase

Effleurage antara posisi berbaring dengan duduk apakah terdapat

perbedaan hasil antara keduanya. Faktor- faktor yang mempengaruhi

nyeri seperti, budaya, pengalaman nyeri, gaya koping, keletihan,

makna nyeri, dukungan keluarga dan social. Metode penelitian dapat

menggunakan metode perbandingan atau yang lainnya.