Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan Studi Kasus : Pertemuan 3 (Kasus 2: Costco Wholesale in 2016: Mission,

Business Model & Strategy)

Oleh : Dania Amani Yapono (1806-2500-64)

Kelas : A/18-1 Pagi

Mata Kuliah : Manajemen Stratejik

Strategi Ultra-Low Prices: Salah Satu Elemen Kunci Kesuksesan ‘Costco Wholesale’

Kita sebagai masyarakat Indonesia tentu mengenal Pusat Perbelanjaan Grosir yang
menyediakan produk dengan harga murah jika membeli dalam kuantitas massal. Sebut saja, Pusat
Belanja Tanah Abang atau LotteMart. Costco Wholesale di Amerika Serikat menyediakan konsep
yang serupa. Ia menempati urutan kedua pedagang barang konumen terbesar dan terbaik di
Amerika Serikat.

Pendahuluan

Costco Wholesale didirikan pada tahun 1983 oleh Jim Sinegal. Jim Sinegal kemudian
‘menngepalai’ Costco dari tahun 1983 sampai akhir 2011 sebagai CEO. Pada Januari 2012, Craig
Jelinek diangkat sebagai CEO untuk menggantikan posisi sebelumnya. Jelinek menghasilkan
kenaikan pendapatan tahunan dari $89 milyar menjadi $116 milyar beserta jumlah member dari
598 mencapai 686 member.

Ringkasan

Jim Sinegal bukan seperti CEO pada umumnya. Ia biasa berpakaian tidak formal,
menyebabkan pelanggan Costco mengira ia sebagai pegawai toko. Sinegal selalu menyempatkan
mengunjungi dan memantau satu-persatu toko dengan pesawat milik perusahaan. Rekor
tertingginya adalah 12 toko dalam sehari. Hal tersebut yang menyebabkan pegawai toko
menyukainya dan menjadi dekat. Ia berfungsi sebagai produser, direksi dan kritikus yang
berpengalaman.

Tepat awal tahun 2016, Costco berhasil mengoperasikan 696 member pabrik. Misi Costco
bagi member pabrik bisnis itu adalah, “Menyediakan member kami secara berkesinambungan
dengan barang/ jasa berkualitas pada harga terendah”. Terbukti, minat pembelian menjadi tinggi
hingga penjualannya di akhir 2015 menjadi $113 milyar, meningkat dari sebelumnya $110 milyar
di tahun 2014.

Adapaun range produk yang dijual meliputi Kategori Makanan terdiri dari produk segar,
daging, ikan, produk roti; Kategori Serba-Serbi terdiri dari permen, makanan ringan, tembakau,
minuman beralkohol dan non-alkohol, pasokan kebersihan dll; Kategori Hardline terdiri dari
peralatan elektronik, alat bantu kesehatan dan kecantikan, perlengkapan rumah tangga, kamera dll;
Kategori Softline terdiri dari pakaian, perhiasan, buku, film, DVD, permainan video & musik;
Kategori Tambahan terdiri dari bensin, apotek, food court, travel, booth foto dan alat bantu dengar.
Item yang diseleksi terdiri dari kurang lebih 3.700 barang aktif yang dapat ditawar sehingga
member lebih hemat. Rinciannya adalah 85% barang berkualitas dari merk ternama dan 15%
menggunakan merk ‘Kirkland Signature’ milik perusahaan.

Strategi yang diambil perusahaan terdiri atas strategi biaya yakni penetrasi harga dan
promosi. Adapun strategi pembelian yang dilakukan adalah pengalaman berbelanja yang
menyenangkan dan ‘perburuan harta karun’. Target pelanggannya adalah pemilik usaha mandiri
yang biasanya memiliki lebih dari $100.000 pendapatan pribadi. Rata-rata aktual pelanggan
Costco adalah ibu rumah tangga besar dengan pendapatan dari $50.000 atau lebih. Paling populer
pelanggan dengan kelompok etnis Hispanik dan Asia. Biasanya pelanggan berkunjung ke Costco
8-11 kali per tahun. Jam buka Costco sendiri antara jam 10:00 s/d 20.30 pada hari kerja dan tutup
lebih cepat di akhir pekan.

Dari sisi strategi pertumbuhan, Costco menargetkan penjualan tahunan naik sebesar 5%
dan membuka tambahan cabang baik di dalam maupun di luar negeri. Adapun pemasaran
mengandalkan kupon promo yang dikirim melalui email kepada para member dalam skala
mingguan, promosi langsung melalui majalah The Costco Connection, produk sampling langsung
di toko serta campaign khusus. Teknik penjualan dilakukan baik secara offline maupun online.
Online hanya untuk jenis produk tertentu seperti sofa, kasur, furnitur dan lain sebagainya. Tipe
member yang tersedia adalah jenis Business dan Gold Star (individu).

Costco selalu memberikan gaji dan tunjangan yang sangat layak bagi para pegawainya.
Karena pada dasarnya, prinsip membayar pada harga layak menjadikan bisnis berkembang dengan
baik. Secara tidak langsung mereka menjadi juga ambasador yang loyal (120.000 karyawan),
karena meraka akan menyatakan kepada orang lain bahwa Costco adalah tempat yang baik dan
nyaman. Makna lainnya adalah dapat meningkatkan produktivitas karyawan.

Akhir kata, Costco sangat menjunjung tinggi filosofi bisnis dan kode etik yang meliputi 5
poin penting yakni Pertama, mematuhi segala jenis peraturan & regulasi. Kedua, peduli terhadap
member. Ketiga, peduli terhadap pekerja. Keempat, respek terhadap penyuplai dan erakhir
memhargai para pemegang saham. Pesaingnya saat ini adalah BJ’s Wholesale Club dan Sam’s
Club, dari sisi retail terdapat Wallmart dan Dollar General.

().

Referensi:

Case 04 Costco Wholesale in 2016: Mission, Business Model, and Strategy. Arthur Thompson,
Margaret Peteraf, John Gamble, A.J Strictland III(2016), Crafting & Excecuting Strategy. Mc
Graw Hill, 21th Edition.