Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENGENALI HIV PADA IBU HAMIL

Bidang studi : HIV/AIDS


Topik : Ibu hamil dengan HIV
Sub topic : Mengenal HIV pada ibu hamil
Hari / tanggal : Jumat, 12 Juli 2019
Jam : 09.00 WIB
Waktu : 30 menit
Tempat : RS dr. Soedono Madiun

1. LATAR BELAKANG
Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah singkatan dari AIDS. AIDS adalah
kumpulan gejala klinis akibat penurunan sistem kekebalan tubuh yang timbul akibat infeksi
HIV. Penyebab Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan
penyakit AIDS (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2012).
Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dicurigai bila paling sedikit
mempunyai dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak terdapat sebab-sebab
penekanan imun yang lain yang diketahui seperti kanker, malnutrisi berat atau sebab-sebab
lain
Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama hamil (5-10%), melahirkan (10
20%) dan saat menyusui (5-20%) (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2012).

2. TUJUAN
2.1 Tujuan Instruksional Umum
Ibu mengetahui tentang HIV pada ibu hamil. Ibu juga mampu mengantisipasi
serta mau melakukan pengobatan untuk membuat kekebalan tubuh meningkat.

2.2 Tujuan Instruksional Khusus


Dengan mengikuti penyuluhan tentang HIV pada ibu hamil, ibu diharapkan dapat:
1) Mengerti tentang pengertian HIV pada ibu hamil
2) Mengetahui gejala terinfeksi HIV
3) Mengetahui cara penularan HIV
4) Mengetahui faktor yang berperan dalam penularan HIV dari ibu ke anak
5) Mengetahui pengobatan ARV bagi ibu hamil npenderita HIV
6) Jenis persalinan pada ibu hamil yang menderita HIV

3. MATERI
Terlampir

4. MEDIA
1) Leaflet

6. METODE
1) Ceramah
2) Tanya jawab

7. PELAKSANA
 Penyaji : Ira Rahmawati Darmawan
 Moderator : Titis Yulia Eka W.
 Notulen : 1. Ita Rahmawati Darmawan
 Fasilitator : 1. Rahmawati Yesandra
2. Lilis Setyowati
3. Chandra Fitriani P.
4. Ditha Aryani

8. KEGIATAN PELAKSANAAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 3 menit Pembukaan:
a) Memberi salam Menjawab salam
b) Perkenalan
c) Menjelaskan tujuan penyuluhan Mendengarkan dan
d) Menyebutkan materi / pokok bahasan memperhatiakn materi
yang akan disampaikan yang disampaikan
2 15 menit Pelaksanaan / penyampaian materi:
1) Pengertian HIV pada ibu hamil Menyimak dan
2) Gejala terinfeksi HIV memperhatikan
3) Cara penularan HIV
4) Penularan HIV dari ibu ke anak
5) Pengobatan ARV bagi ibu hamil
npenderita HIV
6) Jenis persalinan pada ibu hamil
yang menderita HIV
3 10 menit Evaluasi : Peserta bertanya
a) Memberi kesempatan kepada peserta mengenai masalah
untuk bertanya yang belum dipahami
b) Moderator membacakan kesimpulan Mendengarkan dan
hasil penyuluhan yang telah dicatat memperhatikan
oleh notulen selama jalannya
penyuluhan
4 2 menit Penutup: Peserta menjawab
Mengakhiri pertemuan dengan salam
mengucapkan terimakasih telah
bersedia mengikuti penyuluhan dan
mengucapkan salam.
9. PENGESAHAN

Madiun, 28 Juni 2019


Sasaran Pemberi Penyuluhan

(Ibu Hamil) (Mahasiswa)

Mengetahui,
Pembimbing PK

(Tantri Arinni, S. Kep., Ns., M. Kep)

10. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
1) Kesiapan media dan tempat.
2) Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di RS dr. Soedono Madiun
2. Evaluasi proses
1) Leader dapat memimpin jalannya permainan, dilakukan dengan tertib dan
teratur.
2) Fasilitator dapat memfasilitasi dan memotivasi ibu dalam penyuluhan.
3) Ibu dapat mengikuti penyuluhan secara aktif dari awal sampai akhir.
3. Evaluasi Hasil
1) Peserta memahami materi yang disampaikan dalam penyuluhan.
2) Tanya jawab dilakukan ketika ada ibu yang belum paham.

11. LAMPIRAN MATERI


1. Mengenal HIV pada Ibu Hamil

Pengertian

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem


kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak
sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan
diserang berbagai penyakit. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu
hamil.
Nah, bayi yang dikandung oleh ibu yang positif HIV bisa tertular juga. Entah
saat kehamilan, persalinan, atau ketika menyusui. Karena itu, biasanya dokter akan
memberikan pengobatan antivirus khusus dengan jenis yang berbeda-beda.
Obat-obatan tersebut harus selalu dikonsumsi secara rutin, termasuk beberapa
saat menjelang persalinan dan saat persalinan itu sendiri. Ini karena saat persalinan,
bayi sangat rentan tertular virus dari ibu.

2. Gejala Terinfeksi HIV


Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dicurigai bila paling sedikit
mempunyai dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak terdapat sebab-sebab
penekanan imun yang lain yang diketahui seperti kanker, malnutrisi berat atau sebab-
sebab lain. Gejala mayor meliputi penurunan berat badan > 10% berat badan, diare
kronis lebih dari satu bulan, demam lebih dari satu bulan. Gejala minornya yaitu
batuk-batuk selama lebih dari satu bulan, gatal-gatal atau penyakit kulit
(pruritus/dermatitis) seluruh tubuh, infeksi umum yang berulang seperti herpes
zoster, infeksi jamur pada mulut dan faring, infeksi herpes simpleks yang lama dan
meluas, pembesaran kelenjar limfa secara mnyeluruh. Adanya kanker kulit (sarkoma
kaposi) meluas atau Meningitis cryptococcal sudah cukup untuk menegakkan AIDS.
3. Cara Penularan HIV
Virus HIV dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara yaitu hubungan
seksual, pajanan oleh darah, produk darah atau organ dan jaringan yang terinfeksi
termasuk terpajan jarum suntik yang telah terinfeksi HIV; penularan dari ibu ke anak
(Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).
Perilaku berisiko tertularnya HIV adalah perilaku individu yang
memungkinkan tertular virus HIV. Sejumlah perilaku risiko yang dimaksud adalah
berhubungan seksual yang tidak aman (tidak memakai kondom), berganti-ganti
pasangan seksual, berganti-ganti jarum suntik dan alat lain yang kontak dengan darah
dan cairan tubuh dengan orang lain (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,
2015).

4. Faktor Yang Berperan Dalam Penularan HIV Dari Ibu Ke Anak


Ada tiga faktor utama yang berpengaruh pada penularan HIV dari ibu ke anak yaitu:
1. Faktor ibu antara lain jumlah virus dalam tubuh, jumlah sel CD4, status gizi
selama hamil, penyakit infeksi selama hamil dan gangguan pada payudara
2. Faktor bayi antara lain usia kehamilan dan berat badan bayi saat lahir, periode
pemberian ASI, adanya luka di mulut bayi
3. Faktor obstetrik antara lain jenis persalinan, lama persalinan, ketuban pecah
dini dan tindakan episiotomi (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,
2015).

5. Pengobatan ARV Bagi Ibu Hamil Penderita HIV


Pengobatan ARV jangka panjang, teratur dan disiplin, penularan 1 dari ibu ke
anak bisa diturunkan hingga 2% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).
ARV sudah terbukti dapat menghambat replikasi virus sehingga kadar virus dalam
darah yang menginfeksi sel kekebalan tubuh atau CD4 menurun dan akibatnya
kekebalan tubuh mulai pulih atau meningkat (Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia, 2015).
Untuk memulai terapi ARV perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
1. Persiapan klien secara fisik/mental untuk menjalani terapi melalui edukasi
prapemberian ARV;
2. Bila terdapat infeksi oportunistik, maka infeksi tersebut perlu diobati terlebih
dahulu. Terapi ARV baru bisa diberikan setelah infeksi oportunistik diobati dan
stabil (kira-kira setelah dua minggu sampai dua bulan pengobatan).
3. Profilaksis kotrimoksazol diberikan pada stadium klinis 2, 3, 4 dan atau CD4 <
200. Untuk mencegah PCP, Toksoplasma, infeksi bacterial (pneumonia, diare)
dan berguna juga untuk mencegah malaria pada daerah endemis;
4. Pada ibu hamil dengan tuberkulosis: OAT selalu diberikan mendahului ARV
sampai kondisi klinis pasien memungkinkan (kira-kira dua minggu sampai dua
bulan) dengan fungsi hati baik untuk memulai terapi ARV.
Syarat pemberian ARV pada ibu hamil dikenal dengan singkatan SADAR, yaitu
sebagai berikut.
1. Siap: menerima ARV, mengetahui dengan benar efek ARV terhadap infeksi
HIV.
2. Adherence: kepatuhan minum obat.
3. Disiplin: minum obat dan kontrol ke dokter.
4. Aktif: menanyakan dan berdiskusi dengan dokter mengenai terapi.
5. Rajin: memeriksakan diri jika timbul keluhan.
6. Jenis Persalinan Pada Ibu Hamil Yang Menderita HIV
Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan normal atau caesar?
Ada yang bilang, ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan lewat operasi
caesar saja karena lebih aman. Pada kenyataannya, ibu hamil dengan HIV/ AIDS masih
punya kesempatan untuk melahirkan normal, yaitu melalui vagina.
Bila ibu hamil ingin melahirkan normal, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih
dahulu. Syaratnya antara lain:
a. Sudah minum obat antivirus sejak usia kehamilan 14 minggu atau kurang.
b. Kondisi viral load kurang dari 10.000 kopi/ml. Viral load sendiri yaitu jumlah partikel
virus dalam 1 ml atau 1 cc darah. Semakin banyak jumlah partikel virus dalam darah
berarti semakin tinggi risiko Anda untuk menularkan virus dan mengalami komplikasi
HIV.
Saat melahirkan normal, ibu bersalin dengan viral load yang tinggi biasanya akan
diberikan infus berisi obat zidovudine. Namun, rencana persalinan Anda masih bisa
berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh ibu dan bayinya.
Pilihan ini juga harus Anda diskusikan dengan dokter kandungan, bidan, dan
keluarga. Pasalnya, kebanyakan dokter akan menyarankan ibu bersalin untuk menjalani
persalinan caesar kalau angka viral load-nya berada di atas 4.000 kopi/ml.
Menurut berbagai penelitian, kelahiran dengan operasi caesar memang bisa
menurunkan risiko penularan HIV/ AIDS dari ibu ke bayi saat persalinan. Terutama jika
viral load ibu menjelang persalinan terhitung tinggi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari American College of Obstetricians and
Gynecologist, operasi sesar dianjurkan untuk dilakukan sebelum kehamilan berusia 39
minggu. Sedangkan pada ibu hamil dengan HIV, dianjurkan untuk melakukan operasi
caesar saat kehamilan berusia 38 minggu.
Selain itu, pada operasi caesar bisa juga diberikan antibiotik untuk mecegah infeksi
pasca melahirkan pada ibu dengan HIV. Ini karena wanita yang positif HIV punya
kekebalan tubuh yang melemah sehingga lebih rentan kena infeksi. Antibiotik ini dapat
diberikan sebelum operasi dilakukan dan sesudahnya.
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. 2015. Pedoman, Pelaksanaan perencaan penularan HIV dan sivilis ibu dan anak
bagi tenaga kesehatan : Kementrian Kesehatan

Manuaba, I.B.G, dkk. 2009. Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta:
EGC

Maula I. 2012. Laporan Pendahuluan Ibu Hamil Dengan HIV. 7 Juli 2019. Academia.edu.
https://www.academia.edu/36640472/LAPORAN_PENDAHULUAN_IBU_HAMIL_D
ENGAN_HIV

Firdaus Y. 2017. Positif HIV Ketika Hamil. 10 Juli 2019. Hellosehat.com.


https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hivaids/persalinan-ibu-hamil-dengan-hiv-aids/
SATUAN PENYULUHAN (SAP)
DAN
MATERI MENGENAL HIV PADA IBU HAMIL

Disusun Oleh:
IRA RAHMAWATI DARMAWAN
(201702020)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN
TAHUN 2019