Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PERBAIKAN MASALAH MYOPIA

Studi Kasus Catalytic Solutions, Inc.

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen

Dosen Pembimbing Dra.Ec Tries Ellia Sandar, MM, CMA

Disusun oleh :

Kelompok : 3

1. Subairi 1221600029

2. Ditha Ayu Puspita 1221600145

3. Musarrofah 1221600162

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

2019
BAB 12

PENGGUNAAN PENGENDALIAN HASIL KEUANGAN DENGAN ADANYA

FAKTOR- FAKTOR YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

Pengaruh dari hal yang tidak dapat diramalkan dan pengendalian yang tidak dapat

dikendalikan telah terjadi dimana-mana mengikuti krisis ekonomi dan krisis keungan yang

menghantam di tahun 2008-2009 ketika lingkungan ekonomi penuh dengan ketidakstabilan

keuangan dan kesulitan ekonomi. Jika mematuhi prinsip pengendalian dengan ketat , hal yang

bisa diberikan pada manajer cabang pada situasi seperti ini adalah imbalan yang dijanjikan.

Berhadapan dengan faktor yang tidak dapat dikendalikan juga rentan terhadap kesalahan

penilaian . perusahaan terkadang gagal melindungi manajer dari pengaruh faktor yang tidak

dapat dikendalikan ketika mereka seharusnya dilindungi.

PRINSIP PENGENDALIAN

Beberapa argument yang berkaitan menjelaskan mengapa para karyawan seharusnya

tidak menanggung risiko bisnis yang tidak dapat dikendalikan organisasi yang menahan

karyawan yang bertanggung jawabterhadap faktor yang tidak dapat dikendalikan menanggung

biaya karena sebagian besar karyawan akan menjalankan prinsip riskaversion karyawan lebih

menyukai bahwa imbalan berdasarkan kinerja mereka secara langsung berasal dari usaha mereka

dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan. Tingkat risk aversion

sangat bervariasi dan dipengaruhi oelh diri sendiri secara personal dan karakteristik lainnya.

Tingkat risk aversion seseorang dapat dinilai dengan berbagai parameter seperti yang ada pada

tingkat umlah gaji lebih rendah dari 90.000pound sterling ,beberapa orang yang secara relative
memilki toleransi terhadap risiko akan cukup tergoda dengan tingginya nilai kompensasi kinerja

alternative yang ditawarkan , sehingga mereka akan mengambil 50% risiko untuk tidak

memperoleh apapun.

TIPE FAKTOR YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

Faktor pertama yang tidak dapat dikendalikan adalah faktor ekonomi dan persaingan
yang memengaruhi satu hasil pengukuran yang lebih Faktor yang kedua yang tidak dapat
dikendalikan adalah meliputi act of nature , act of god, act of man , act of parliament dan semua
hal yang mengindikasikan kejadian yang tidak dapat di prediksi dan tidak beralasanyang bisa
disebabkan oelh alam atau kekuatan lain yang tidak dapat dikendalikan oleh pra pekerja.

Beberapa perusahaan cenderung melindungi karyawan dari risiko negative yang di


sebabkan oleh force majeure , tetapi hal itu hanya berlaku jika kejadiannya di anggap sungguh-
sungguh tidak dapat dikendalikan dan jika langkah yang di ambil memotivasi mereka yang
bertanggung jawab untuk memulihkan dari keadaan sulit secepat mungkin.

PERPANJANG WAKTU PENGUKURAN

Memperpanjang periode pengukuran adalah alternatif ketiga untuk meningkatkan

kesesuaian pengukuran kinerja akuntansi. Pendapatan akuntansi per tahun, rata-rata, merupakan

sebuah indikator yang baik dari pendapatan ekonomi tahunan dibandingkan dengan pendapatan

akuntansi kuartalan, dan pendapatan akuntansi tiga tahun merupakan indikator yang lebih baik

dibandingkan dengan pendapatan akuntansi tahunan.

Insentif jangka panjang memiliki pengaruh yang diinginkan untuk memperpanjang

jangkauan manajerian dan karenanya, dapat memerangi myopia manajemen. Memperluas


periode pengukuran dapat menghindarkan beberapa masalah kesesuaian dari pengukuran kinerja

akuntansi. Namun, untuk memiliki pengaruh motivasi positif yang nyata, pembayaran yang

diharapkan dari insentif jangka panjang harus menggambarkan tambahan penurunan bahwa

karyawan yang berlaku untuk kompensasi yang ditangguhkan.

PERUBAHAN PENGUKURAN NILAI SECARA LANGSUNG

Kemungkinan perbaikan keempat dari masalah myopia adalah mencoba untuk mengukur

laba ekonomi atau kreasi nilai pemegang saham secara langsung dengan memperkirakan aliran

kas dan diskonto mereka pada nilai sekarang. Pengukuran langsung dari nilai sebuah entitas

dapat dibuat diawal maupun akhir periode. Perbedaan antara nilai awal dan akhir dari perkiraan

nilai yang diciptakan selama periode tersebut laba ekonomi.

Analisis aliran kas masa yang akan datang adalah bagian standar dari investasi dan

proposal akuisisi serta beberapa perusahaan juga bisa menggunakan metode aliran kas terdiskon

untuk tujuan perencanaan strategis. Perkiraan aliran kas terdiskon juga merupakan bagian yang

penting dari beberapa peraturan akuntansi, seperti yang berhubungan dengan persediaan jangka

panjang, sewa, kerusakan aset, dan kewajiban pensiun.

Jika imbalan dihubungkan dengan perkiraan aliran kas, manajer mungkin tergoda untuk

membuat estimasi yang menyimpang. Penyimpangan ini mungkin dapat dikendalikan dengan

memiliki persiapan perkiraan atau paling tidak pengkajian yang dilakukan oleh pihak ketiga yang

independen, seperti sebuah perusahaan konsultan atau auditor.


PENINGKATAN PENGUKURAN AKUNTANSI

Pendekatan kelima untuk mengurangi myopia investasi melibatkan perubahan peraturan

pengukuran pendapatan akuntansi menjadi lebih baik. Hal ini lebih sesuai dengan laba ekonomi.

Perbaikan ini menunjukan satu atau lebih deviasi antara laba akuntansi dan laba ekonomi.

Beberapa perbaikan pengukuran memberikan kesesuaian yang lebih baik bagi pendapatan dan

pembiayaan. Perusahaan dapat memilih umur depresiasi aset tetap yang mendekati umur

ekonomis aset yang penting, bukan seperti biasanya yang secara konvensional berumur pendek.

Beberapa perbaikan pengukuran didesain untuk menggambarkan seluruh biaya modal

perusahaan. Perusahaan memperhatikan hal-hal yang terkait dengan masalah ini termasuk

memperhitungkan biaya modal ekuitas pada laporan laba rugi keuangan. Perbaikan lain pada

pengukuran akuntansi didesain secara utama untuk memperbaiki penyebut dari pengukuran ROI.

Sebagai contoh, beberapa perusahaan meletakkan semua sewa entitas pada laporan posisi

keuangan, tanpa memerhatikan apakah kualitas mereka dibawah aturan akuntansi sebagai sewa

modal. Namun, sebagian besar dari perbaikan pengukuran itu menyimpang dari peraturan

akuntansi yang berlaku. Oleh sebab itu, implementasi mereka akan menyebabkan laporan kinerja

yang digunakan untuk tujuan pengendaliaan manajemen berbeda dari laporan keuangan yang

dipersiapkan. Dan perbaikan ini mengharuskan penggunaan pencatatan keuangan ketiga yang di

tentukan manajemen untuk melengkapi catatan yang didesain bagi laporan keuangan dan tujuan

pajak.

PENGUKURAN RANGKAIAN PENDORONG NILAI

Pencapaian pada bagian-bagian seperti penelitian dan pengembangan, pengembangan

produk baru, kualitas produk, dan kepuasan konsumen sehingga sering kali merupakan
pendorong niali dan indikator utama pada kinerja keuangan di masa yang akan datang. Jadi

penambahan pengukuran akuntansi dengan beberapa kombinasi pendorong nilai dapat digunakan

untuk mengurangi tendensi manajer untuk menopang pengukuran keuangan jangka pendek pada

pembiayaan kinerja masa yang akan datang. Beberapa perusahaan telah menemukan

pemanfaatannya untuk fokus pada serangkaian pendorong nilai pada sistem pengukuran. Karena

kehati-hatian pemilihan pendorong nilai merupakan indikator utama pada aliran kas dan laba

pada masa yang akan datang pendorong nilai memfokuskan perhatian manajer pada tindakan dan

keputusan mereka yang seharusnya dikawatirkan mengenai hari ini dengan tujuan menciptakan

nilai yang cukup layak di masa depan.

Salah satu kombinasi pengukuran yang umum digunakan adalah pengukuran pasar dan

akuntansi, yang masing-masing didiskusikan secara terpisah. Kombinasi ini sering kali

merupakan elemen kunci dari saham pencapaian atau pilihan pencapaian seperti yang

didiskusikan, insentif jangka panjang, perbaikan masalah myopia yang didiskusikan di atas.

Kombinasi pengukuran kedua yang umum digunakan melibatkan penggunaan baik itu ringkasan

pengukuran akuntansi maupun secara khusus yaitu elemen keuangan yang terpisah (seperti

pendapatan, biaya, margin, aset, liabilitas) atas keduanya, dengan beberapa angka pengukuran

nonkeuangan (seperti kualitas produk, hasil, kepuasan konsumen, waktu semenjak kejadian

keterlambatan akhir).

Sejumlah sistem kombinasi menyesuaikan mode dengan berbagai nama telah

dikembangkan dan dipublikasikan akhir-akhir ini, seperti Performance Prims dan Balanced

Scorecard. Balanced Scorecard Kaplan dan Norton tidak dapat disangkal telah mengadopsi

sistem secara luas. Secara khusus, hal itu mengusulkan kombinasi dari pengukuran jangka

pendek dan membawa indikator pada kerangka yang mengikuti empat perspektif.
1. Perspektif keuangan

2. Perspektif konsumen

3. Perspektif internal

4. Perspektif inovasi dan pembelajaran

Perspektif pertama mengutamakan orientasi jangka pendek dan sifat keuangan secara ilmiah,

sedangkan tiga kategori lain menonjol dari sisi nonkeuangan, indikator kepemimpinan pada

kinerja keuangan di masa yang akan datang.

Ide utama di balik kombinasi sistem pengukuran adalah jika organisasi mengikuti hak

untuk mengatur indikator utama dan memberikan kepada mereka pembobotan yang benar,

kemudian laba pasti akan mengikutinya. Bebrapa studi mendokumentasikan bahwa perbaikan

perbaikan kinerja baik itu nonkeuangan maupun keuangan diikuti dengan implementasi

pengukuran kinerja dan sistem insentif yang melibatkan pengukuran kinerja nonkeuangan. Untuk

membuat pendorong nilai menjadi efektif, manajer harus mempertimbangkan dengan hati-hati

indikator utama yang akan digunakan dan bagaimana memilih indikator yang seharusnya

tertimbang secara individu dan total.

Selain fitur yang melihat ke arah masa depan, argumen utama lainnya yang mendukung

penggunaan pendekatan kombinasi pengukuran adalah bahwa tidak ada satu pun pengukuran

tidak peduli sebaik apapun dapat mrefleksikan kinerja organisasi secara mencukupi untuk

memotivasi pembuatan keputusan manajemen dengan benar. Kombinasi pengukuran juga

bersifat lebih fleksibel. Dengan kesimpulan pengukuran keuangan, setiap dana aliran pemasukan

kas (pendapatan) dan aliran pengeluaran (biaya) ditimbang sama pentingnya. Sebagai

konsekuensinya, informasi yang bernilai dapat menjadi hilang pada perhitungan keseluruhan.
Jika ringkasan pengukuran memburuk, elemen keuangan yang berbeda dapat memberikan bobot

kepentingan yang berbeda.

Versi lain yang melengkapi argumen merefleksikan pandangan pemegang saham

perusahaan. Hal yang berkaitan dengan pengukuran akuntansi dan pasar menggambarkan

kepentingan utama dari klaim keuangan perusahaan, pemegang saham, atau pemilik usaha. Pada

akhirnya sistem kombinasi pengukuran dapat digunakan untuk masalah yang ada pada beberapa

hal. Beberapa manajer tidak benar-benar memahami secara penuh atau sebagian mengenai apa

yang seharusnya dilakukan untuk meningatkan nilai entitas mereka. Sistem kombinasi

pengukuran memberikan arahan lebih pada manajer dibandingkan dengan sistem yang

didasarkan pada ringkasan pengukuran kinerja, baik itu pasar maupun akuntansi secara alami.

STUDI KASUS CATALYTIC SOLUTIONS, Inc.

Catalytic Solutions, Inc. (selanjutnya disebut CSI) didirikan pada tahun 1996 di Santa

Barbara, California oleh Steve Golden sebagai Direktur Teknologi (CTO) dan William Anderson

sebagai Direktur Eksekutif (CEO). CSI memiliki produk utama yaitu pengkonversi katalis yang

digunakan untuk mengurangi polusi yang disebabkan oleh mesin-mesin pembakaran. Sebagai

perusahaan yang baru berdiri, CSI masih dalam fase operasi pralaba sehingga lebih

mengutamakan ukuran kinerja nonfinansial.

Permasalahan

1. Ketidakseimbangan antara jam kerja karyawan dengan penetapan gaji pokok dan

kenaikan gaji.
2. Tidak memahami bagaimana cara menilai komponen opsi saham sebagai salah satu paket

kompensasi bagi karyawan.

3. Manajemen CSI masih bergulat dengan banyaknya ukuran kinerja yang harus
diikutkan dan yang mana yang paling relevan.

Pembahasan

1. Meskipun karyawan CSI sudah termotivasi bahkan tanpa perencanaan bonus, namun

manajeman CSI menyadari bahwa perencanaan bonus tersebut tetap penting. Mengingat

bonus atau insentif merupakan sebuah alat untuk menarik perhatian karyawan terkait hal-

hal yang benar. Oleh karena itu, sejak tahun 2001 menerapkan paket kompensasi pegawai

yang terdiri dari tiga komponen yakni gaji pokok, opsi saham dan bonus tahunan.

2. Opsi ini tentu saja sulit dinilai. Opsi ini menjadi cukup berharga apabila perusahaan

sukses dimiliki public. Namun, opsi tersebut juga bisa tidak bernilai apabila perusahaan

tidak dimiliki publik atau apabila kinerjanya memburuk. Maka dari itu perusahaan harus

memiliki beberapa langkah untuk mengatasi beberapa kendala tersebut.

3. Dibutuhkan kesadaran dan keterbukaan dalam berpikir bagi eksekutif CSI bahwa indicator

yang terlalu banyak akan menyebabkan para pegawai kurang fokus ke arah prioritas yang

sebenarnya. Michael Redard berpikir bahwa jumlah optimal dari ukuran kinerja adalah 4-6

indikator.