Anda di halaman 1dari 8

TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN/SDGs

MEMIKIRKAN MEKANISME PENDANAAN

Yanuar Nugroho
Deputi II Kepala Staf Keperesidenan
Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis
yanuar.nugroho@ksp.go.id; @yanuarnugroho
Jakarta, 14 November 2017
TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN –
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS

MDGs: SDGs jauh lebih kompleks:


8 goals dan 50 target 17 goals dan 169 target

SDGs mendorong
pelaksanaan Nawa Cita

Yang  Partisipasi
membedakan kelompok
SDGs dengan masyarakat
komitmen (Kemitraan)
sebelumnya
 Menyeluruh
?  transparansi

2
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI INDONESIA
DALAM MENYUSUN TATA KELOLA SDGs
KENDALA PRINSIPIL: KENDALA TEKNIS:

Masalah/
? Tantangan Data/Info Data/Info Data/Info Data/Info
rmasi rmasi rmasi rmasi
Rumusan
Kegiatan Masalah/
Pemerintah Tantangan

Masalah/ RUMUSAN PROGRAM


? Tantangan KEGIATAN
“Masalah/tantangan” pembangunan adalah yang dilihat dan
dipahami dan dilihat oleh pemerintah. Yang tidak tertangkap Dimensi informasi sangat menentukan bagaimana proses
oleh pemerintah tidak akan dipahami/dimengerti sebagai pengambilan keputusan. Namun, saat ini belum ada penggunaan
“masalah/tantangan” data/informasi yang sama dalam sebuah program/kegiatan.

Non Rumusan
Pemerintah Kegiatan Masalah/
KOORDINASI
Masukan Tantangan
Rumusan K/ K/ K/ K/
Kegiatan Masalah/ L L L L
Pemerintah Tantangan
Rumusan
Masukan Kegiatan Masalah/
Non Tantangan RUMUSAN PROGRAM
Pemerintah KEGIATAN

Menerima masukan dan merumuskan masukan dari aktor non Membentuk koordinasi di tingkat kementerian agar prosesnya
pemerintah dalam menyusun penyesuaian kegiatan/program saling melengkapi dimensi permasalahan. Hal ini dikarenakan K/L
pemerintah. cenderung melihat dari perspektif tugas fungsi, bukan program.
3
IMPLEMENTASI TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
YANG INKLUSIF DAN PARTISIPATIF

VISI & MISI IMPLEMENTASI TPB YANG INKLUSIF DAN PARTISIPATIF

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SESUAI


OUTCOME DENGAN PRIORITAS NASIONAL
(17 SASARAN, 169 TARGET GLOBAL, 96 TARGET NASIONAL)

Kerangka Regulasi
KERANGKA Kerangka Institusi Kerangka Akuntabilitas
dan Kebijakan

PEMBIAYAAN MEKANISME PENDANAAN

KONVENSIONAL NON-KONVENSIONAL

o APBN o Sektor pendanaan korporasi


SUMBER
(CSR, termasuk BUMN)
o Public-private partnership (PPP)
o Responsible investment
(swasta-swasta)

4
STRATEGI IMPLEMENTASI: TATA KELOLA

Data yang :
1. Terbuka dan dapat digunakan
bersama (interoperable)
2. Penggunaan variabel alternatif
dalam menghasilkan data yang
akuntabel

Prioritisasi Tujuan
dan Sasaran yang Indikator yang kaya
BERKELANJUTAN
realistis dan dan berkualitas:
sesuai dengan penentuan bersama
kebutuhan
nasional

Menentukan titik awal dan titik Pendanaan dan


capaian: sumber daya:
1. Dari apa yang ada dan kolektif
merekonsiliasinya
2. Bertolak dari sumber daya dan
kemampuan
ON SUSTAINABLE FINANCING

KONDISI SAAT INI USULAN

6
PENDANAAN BERKELANJUTAN

UPAYA TERKINI HASIL

1. Badan PBB melalui UNPRI sudah 1. Peremajaan karet di Bukit 30, dengan
mulai mengarahkan investor agar melibatkan peran CSOs dalam
melakukan investasi yang bersifat melakukan pengawasan dan terdefinisi
responsible, dan lembaga perbankan dengan jelas.
dalam negeri juga sudah mulai
meningkatkan kewaspadaannya. 2. Nelayan, atau petani selama ini tidak
bisa mendapatkan akses ke modal,
2. OJK sudah mulai meningkatkan dan untuk memulai dari riwayat yang
awareness organisasinya, namun masih nol, akan sulit mendapatkan
semua aktor (pemerintah, manfaat.
perusahaan, pengawasan
masyarakat, teknologi, lembaga 3. GeoTraceability sudah mulai digunakan
regulasi perbankan) harus maju di beberapa perusahaan perkebunan
bertahap dan bersamaan. dalam negeri. Teknologi ini
memberikan informasi kesejahteraan
3. Mendorong penggunaan teknologi petani ke perusahaan di dalam sebuah
dalam meningkatkan kualitas proses platform, selain informasi pengelolaan
kerja kebun dan hasil kebun.

7
TERIMA KASIH
KANTOR STAF PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
Gedung Bina Graha
Jl. Veteran No. 16 Jakarta 10110 Indonesia