Anda di halaman 1dari 17

Rem Blok atau Rem Sepatu

Rem Blok atau yang lebih kita kenal dengan rem sepatu, berbentuk busur yang
disesuaikan dengan lingkaran rem drum, dan dilengkapi dengan kanvas yang dikeling
atau direkatkan pada bagian permukaan dalam rem sepatu. Salah satu ujung rem
sepatu dihubungkan pada anchor pin atau pada baut silinder penyetel rem sepatu.
Ujung lainnya dipasangkan pada roda silinder yang berfungsi untuk mendorong rem
sepatu melekat pada rem drum. Bloknya terbuat dari material yang lebih lunak
daripada rim roda. Rem sepatu ini berhubungan dengan mekanisme rem tangan. Rem
sepatu dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:

a. Rem Blok tunggal


b. Rem Blok ganda

A. Rem Blok Tunggal

Terdiri dari satu blok rem yang ditekankan pada drum rem yang dipasang pada
benda putar. Biasanya pada permukaan material rem ini dipasang lapisan rem atau
bahan gesek yang dapat diganti bila telah aus.
Hal yang kurang menguntungkan pada rem blok tunggal adalah gaya tekan
yang bekerja dalam satu arah saja pada drum, sehingga pada poros timbul momen
lentur serta gaya tambahan pada bantalan yan gtidak dikehendaki. Demikian pula
untuk cara manual jika diperlukan gaya pengereman yang besar, maka tuas perlu
dibuat sangat panjang sehingga kurang ringkas. Maka karena alasan inilah rem blok
tunggal tidak banyak dipakai pada mesin-mesin yang memerlukan momen
pengereman yang besar.
Drum biasanya dibuat dari besi cor atau baja cor. Sedangkan blok rem sendiri
dahulunya banyak mengaplikasikan besi cor, baja liat, perunggu, kuningan, tenunan
asbes, pasta asbes, serat, kulit, dll. Namun dewasa ini banyak dikembangkan bahan
gesek dari dammar, serbuk logam, dan keramik. Bahan yang menggunakan tenunan
atau tenunan istimewa terdiri dari tenunan asbes sebagai kerangka dengan plastic cair
atau minyak kering yang diserapkan sebagai perekat dan dikeraskan dengan cetak
panas atau perlakuan panas. Berikut adalah beberapa contoh gambar dari rem blok
tunggal.

Gambar blok rem tunggal

Gambar macam-macam rem blok tunggal

Gesekan antara balok dan roda menyebabkan gaya pengereman tangensial


yang bekerja pada roda, yang menghambat perputaran roda. blok tersebut ditekankan
terhadap roda oleh sebuah gaya yang diterapkan terhadap salah satu ujung dari
sebuah lengan terhadap mana blok tersebut secara kuat ditahan. Ujung yang lain dari
lengan diengselkan pada titik putar O.
Dimana:
P = gaya yang diterapkan pada ujung lengan
RN = gaya normal yang menekankan blok rem pada roda
r = radius
2 = sudut ujung kontak permukaan blok rem
 = koefisien gesek
Fr = gaya tangensial pengereman pada roda
Jika sudut kontak lebih kecil dari 60o maka ia bisa diasumsikan bahwa tekanan
normal antara blok dan roda adalah seragam. Dan kasus demikian pengereman
tangensial roda pada:
Ff = RN

Dari torsi pengereman


TB = Ff r = RN r

Ketika garis kerja gaya pengereman tangensial melewati titik engsel dari
lengan O, maka untuk kesetimbangan, mengambil momen pada titik engsel O sama
dengan 0 sehingga:
Mo = 0
RN x – Pl = 0
RN x = Pl
RN = P l/x
Jadi torsi pengereman adalah
TB = RN r/x
Bisa dikatakan bahwa torsi pengereman adalah sama dalam segala arah putaran.

Ketika garis kerja gaya pengereman melewati sebuah jarak a dibawah titik
engsel, maka kesetimbangan pada titik engsel O adalah Mo=0
RN x – P l – Ff a = 0
RN x = P l + Ff a
= P l + .RN a
RN (x-.a) = Pl
RN = Pl/x-.a
Jadi torsi pengereman adalah
TB = RN r =  Pl r / x+ a

Ketika garis kerja gaya pengereman melewati jarak a diatas titik engsel, maka
kesetimbangan pada titik engsel o adalah
Mo=0
RN x + P l + Ff a = 0
RN x = P l + Ff a
= P l + .RN a
RN (x+.a) = Pl
RN = Pl/x+.a
Jadi torsi pengereman adalah
TB = RN r =  Pl r / x+ a
Secara sama ketika roda berputar searah jarum jam, maka torsi pengereman adalah
TB =  Pl r / x- a

Dari hasil-hasil diatas dapat dilihat bahwa untuk mendapatkan gaya pengereman
yang sama, besarnya gaya F berbeda dan tergantung pada arah putaran. Perlu
diketahui pula, bahwa untuk putaran searah jarum jam, bila rem bekerja, blok rem
akan tertarik kearah drum, sehingga dapat terjadi gigitan secara tiba-tiba.

Dalam perencanaan rem, persyaratan terpenting yang harus dipenuhi adalah


besarnya momen pengereman yang harus sesuai dengan yang diperlukan. Di
samping itu, besarnya energi yang dirubah menjadi panas harus pula diperhatikan,
terutama dalam hal hubungannya dengan bahan yang akan dipakai. Pemanasan
yang berlebihan bukan hanya akan merusak bahan lapisan rem, tetapi juga akan
menurunkan koefisien gesekannya.
Jika gaya tekan rem persatuan luas adalah p (kg/m2) dan kecepatan keliling
drum rem adalah v (m/s), maka kerja gesekan per satuan luas permukaan gesek
per satuan waktu, dapat dinyatakan dengan pv (kg.m/mm2.s

Catatan:
1. Ketika sudut kontak .60 o maka tekanan unit normal terhadap permukaan
adalah lebih kecil diujung-ujung daripada di pusat. Dalam kasus demikian,
anggap bahwa keausan dalam arah gaya yang diterapkan adalah seragam.
Dimana torsi pengeremannya adalah
TB = Ff x =  Pl r
Dimana ’ = 4 sin  / 2 + sin 2 adalah koef gesek equivalent
2. Ketika blok rem tunggal diterapkan terhadap roda rem yang berputar sebuah
beban tambahan ditekankan pada bantalan poros karena gaya normal RN . Ini
akan menghasilkan bending dari poros. Tetapi jika dua blok diterapkan pada
ujung-ujung yang berlawanan dan diameter roda rem tidak ada gaya tambahan
demikian. Kerja pengereman digandakan oleh penggunaan dua blok dari dua
blok tersebut, bisa dioperasikan secara praktis oleh gaya yang sama yang akan
mengoperasikan salah satu. Dalam kasus dua blok torsi pengereman.
TB = (Ff1 + Ff2) r

Harga batas yang tepat dari p tergantung pada macam dan kontruksi rem
serta bahan lapisannya. Namun demikian, pada umumnya kondisi kerja
juga mempunyai pengaruh sebagai berikut :

0,1 [kg.m/(mm2.s)] atau kurang, untuk pemakaian jarang dengan pendinginan


radiasi bias

0,06 [kg.m/(mm2.s)] atau kurang, untuk pemakaian terus menerus

0,3 [kg.m/(mm2.s)] atau kurang, jika radiasi panas sangat baik.


Tabel koefisien dan tekanan rem

Bahan drum Bahan gesek Koefisien Tekanan Keterangan


Gesek( ) permukaan Pa
(kg/mm2)

Besi cor, 0,10-0,20 Kering

Baja cor, Besi cor 0,09-0,17

0,08-0,12 Dilumasi
Besi cor
khusus
Perunggu 0,10-0,20 0,05-0,08 Kering-
dilumasi

Kayu 0,02-0,03 Dilumasi


0,10-0,35

Kapas,
Tenunan 0,007-0,07
0,35-0,60 asbes
Damar,
Cetakan (pasta) 0,003-0,18 asbes
0,30-0,60

0,20-0,50 logam
Paduan sinter 0,003-0,10
Rem blok tunggal hanya dapat digunakan pada sistem pengereman back-stop.
Rem harusnya mempunyai energy tersendiri bukan mengunci sendiri. Pada
kenyataannya untuk menghindari adanya penguncian sendiri maka diberikan
pencegahan dari gesekan yaitu dengan membiarkan x lebih besar daripada a. ketika
rem blok tunggal diaplikasikan pada roda berputar, penambahan berat ditumpukan
pada batang bearing karena untuk berat gaya normal dan menghasilkan penekukan
pada batang.

Pengereman torsi untuk rem sepatu (jika 2>60o)

TB=Ft.r.’RN.r

4 sin
Dimana: ’= koef gesek rata-rata =
2 + sin 2

= koef. Gesek sesungguhnya


Contoh soal:

Rem blok tunggal seperti pada gambar diatas, dengan diameter drum 250mm.
Sudut kontak 90o . jika dioperasikan gaya 700 N pada ujung leher, koef.gesek antara
drum dan line 0.35. tentukan torsi yang mungkin dikenakan pada rem blok tersebut!
Jawab:
Diketahui:
D=250mm atau r = 125mm
2=90o=/2 rad
P=700N
=0,35
Sudut kontak lebih dari 60o

Ditanya:
Torsi rem blok?

Jawab:
4 sin 4.0,35.sin45o
’= = = 0,835
2 + sin2 /2 + sin 90o
Dengan momen maka kita dapat,
B. Rem Blok Ganda
Rem blok ganda merupakan pengembangan dari rem blok tunggal.
Dimana pada jenis ini menggunakan dua blok rem yang menekan drum dari
dua arah yang berlawanan, baik sebelah luar atau dalam drum.
Rem dengan blok yang menekan drum pada bagian luar digunakan pada
mesin-mesin industry, kereta rel (contoh kereta api), dan pada umumnya
digerakkan secara pneumatic. Sedangkan rem dengan blok yang menekan
drum dari bagian dalam umumnya dipergunakan pada kendaraan-kendaraan
jalan raya, seperti sepeda motor, mobil, truck, dan lain-lain, serta digerakkan
secara hidroulik, atau mekanik.

Karena dipakai dua blok rem, maka momen T yang diserap oleh rem dapat
dinyatakan dengan rumus-rumus dibawah ini, dengan catatan bahwa besarnya
gaya rem dari dua blok harus sama atau hampir sama.

Skema rem blok ganda


Notasi untuk rem ganda:
f  f ; Q = Q’

T = f x (D/2) + f ’ x (D/2) f
D Atau :

T = Q(D/2) + Q’(D/2) QD
Jadi, dibandingkan dengan persamaan diatas, besarnya momen T adalah dua
kali lipat. Dalam gammbar diatas, tuas A ditumpu oleh piston B dari silinder
pneumatic. Jika udara tekan di ruang B dibuang ke atmosfer, Aakan jatuh karena
pemberat F. Dengan demikian B akan tertarik ke bawah dan memutar tuas C (disebut
engkol bel). Gerakan ini akan menarik D dan E ke kiri.
Disini dianggap bahwa gaya Q yang dikenakan dari drum pada E adalah sama
dengan gaya Q’ pada E’. Q dapat diperoleh dari rumus diatas dan daya rem PB (kW)
dapat dihitung dari putaran rem drum n(rpm).
Tn
PB=
9,74 x 1010

Perhitungan kapasitas rem blok adalah sama seperti rem tunggal, karena
sederhananya perhitungan ini, maka disini tidak dibuat diagram alirannya. Pada tipe
ini rem juga sering digunakan pada crane elektrik dan gaya P diproduksi dari
elektromagnetik atau solenoid. Ketika arus listrik mati, maka tidak ada gaya pada
leher engkol dan rem juga otomatis diikutsertakan karena gaya pegas dan dengan
demikian tidak ada lagi kelebihan beban.
Pada rem blok ganda, kerja pengereman dua kali dengan menggunakan dua
blok dan dua blok tersebut mungkin didapat dioperasikan secara praktis dengan gaya
yang sama yang mana dioperasikan menjadi satu. Pada pembahasan ini rem blok
ganda mempunyai perhitungan torsi yaitu:

TB = (Ft1 + Ft2) r

Dimana Ft1 dan Ft2 adalah gaya dari dua blok tersebut.
Gambar rem blok ganda

Gambar bagian-bagian rem blok ganda


Contoh soal:

Diketahui: TB = 3000 N-m = 3 × 106 N-mm ;


d = 1 m or r = 0.5 m = 500 mm
μ = 0.3 ;
2θ = 70° = 70 × π / 180 = 1.22 rad
S = gaya yang terdapat pada rem blok ganda
RN1 dan Ft1 = reaksi normal terhadap gaya pengereman pada sebelah kanan rem
blok ganda
RN2 and Ft2 = gaya normal terhadap pengereman sebelah kiri
Sudut kontak lebih dari 60o
Jawab:
Daftar pustaka:
https://yefrichan.files.wordpress.com

http://dormatiorumapea.blogspot.co.id/2014/01/rem-blok-tunggal.html

https://yefrichan.wordpress.com/2010/12/28/rem-blok-tunggal/

http://dormatiorumapea.blogspot.co.id/2014/01/rem-blok-ganda.html

Pramono, Agus Edy 2013. Buku ajar Elemen Mesin II, Jakatra: Politeknik Negeri
Jakarta

Khurmi, R.S; Gupta, J.K, 2005. A Textbook of Machine Design. India. New Delhi:
Ram Nagar, Eurasia Publishing House (e-book)