Anda di halaman 1dari 2

Konduktometri

Titrasi konduktometri merupakan metode analisa kuantitatif yang didasarkan


pada perbedaan harga konduktansi masingmasing ion. Dalam konduktometri diperlukan sel
konduktometrinya, yaitu alat mengukur tahanan sel. Namun titrasi ini kurang bermanfaat untuk
larutan dengan konsentrasi ionik yang terlalu tinggi (Muizliana, 2010).
Konduktansi adalah ukuran kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik.
Konduktivitas adalah kemampuan suatu bahan (larutan, gas, atau logam) untukmenghantarkan
arus listrik
Konduktometri adalah metode analisis yang menggunakan dua elektroda inert (platinumyang
terplatinasi) untuk mengukur konduktansi/daya hantar larutan elektrolit antarakedua elektroda
tersebut. Biasanya digunakan arus bolak balik dan alat penyeimbang jembatan Wheatstone
Konduktometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya hantar suatu larutan dan
mengukur derajat ionisasi suatu larutan elektrolit dalam air dengan cara menetapkan hambatan
suatu kolom cairan selain itu konduktometer memiliki kegunaan yang lain yaitu mengukur
daya hantar listrik yang diakibatkan oleh gerakan partikel di dalam sebuah larutan.

Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu
larutan. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan
konsentrasi ion di dalam larutan. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu
ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar.Teori
tentang konduktometri merupakan kebalikan dari teori hokum ohm tentang hambatan listrik.
Berdasarkan dan berangkat dari hokum ohm tersebut, maka disusunlah teori tentang
konduktovitas (daya hantar jenis) yang merupakan kebalikan dariresistivitas, resistivitas adalah
tahanan dari suatu larutan yang diukur pada jarak 1 cm antara elektroda – elektrodanya :
G = 1 / R = k (A/ l )
R = ρl / A
k=1/ρ
Dengan
G : Konduktansi(ohm-1)
I : Panjang material(meter)
k : Konduktovitas(ohm-1cm-1)
ρ : Hambatan jenis atau resistivitas(ohm cm)Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan
dari tahanan (R), sehingga dayahantar listrik mempunyai satuan ohm-1.
Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda, maka daya
hantar listrik (G) berbanding lurusdengan luas permukaan elektroda (A) dan berbanding
terbalik dengan jarak kedua elektroda (l). Konduktivitas larutan elektrolit pada temperatur
konstan,tergantung padajenis ion dan konsentrasinya. Jika larutan semakin encer, maka
konduktovitasnya akan menurun. Ini terjadi karena jumlah ion persatuan luas semakin sedikit.
Akan tetapi, kemampuan tiap ion dalam meneruskan muatan akan semakin besar karena tidak
adanya hambatan antar ion pada larutan encer.Karena konsentrasi larutan pada umumnya
dinyatakan dalam satuan molar(mol/liter), Maka pada konduktometri terdapat istilah
konduktovitas molar (Λ), yang mempunyai hubungan dengan konsentrasi secara:
Λo=ΛoKation+Λoanion
Λo adalah konduktivitas molar ion pada larutan sangat encer (konsentrasi mendekati
nol. Harga konduktovitas molar beberapa ion dengan konsentrasi mendekati nol ditabelkan
sebagai berikut:

Kelebihan titrasi konduktometer


a.Titrasi tidak menggunakan indikator, karena pada titik keivalen sudah dapat ditentukan
dengan daya hantar dari larutan tersebut.
b. Dapat digunkan untuk titrasi yang berwarna
c. Dapat digunakan untuk titrasi yang dapat menimbulkan pengendapatan
d. Lebih praktis
e. Lebih cepat atau waktu yang diperlukan lebih sedikit
f. Untuk persen kesalahanya lebih kecil jika dibandingkan dengan titrasi volumetri

Kekurangan titrasi konduktometer


a.Hanya dapat diterapkan pada larutan elektrolit saja
b.Sangat dipengaruhi temperatur
c. Dapat ditunjukka dengan tidak langsung
d. Peralatan cukup mahal
e. Jika tidak hati – hati maka akan cepat rusak
f. Tidak bisa digunakan pada larutan yang sangat asam atau basa karena akan meleleh.