Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Penyusun Dokumen Rencana Reklamasi dan Pascatambang merupakan kewajiban yang harus
dipenuhi oleh setiap pemegang IUP Operasi Produksi. Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul
Azmi akan melakukan peningkatan izin ke tahap IUP Operasi Produksi. Oleh karena itu
berkewajiban menyusun Rencana Reklamasi dan Pascatambang sebelum menempatkan Jaminan
Reklamasi dan Pascatambang.

Dokumen disusun sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM)
No. 07/2014 tentang pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang pada kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia NO. 78/2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang.

Pnyusunan dokumen ini berdasarkan pada kegiatan penambangan yang akan dilakukan,sehingga
lahan bekas penambangan yang terganggu/terbuka, direncanakan dilakukan reklamasi sehingga
dan dapat kembali seperti ekosistem semula. Selain itu dalam rangka melakukan penataan dan
mengembalikan fungsi lahan, Rencana reklamasi dilakukan Usaha Perseorangan a.n. Sdr.
Syahrul Azmi guna meminimalisasi dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat selama
kegiatan penambangan.

Bireuen, April 2017


Hormat kami,
Usaha Perseorangan a.n.
Sdr. Syahrul Azmi

Syahrul Azmi
(Pimpinan)
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kegiatan Pertambangan pastinya meninmbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Kawasan yang terkena dampak buruk oleh kegiatan pertambangan harus dikembalikan ke
kondisi sesuai peruntuknya melalui kegiatan reklamasi dan pascatambang. Kondisi akhir
reklamasi dan pascatambang dapat diartikan untuk mencapai kondisi seperti sebelum
ditambang atau kondisi lain yang disepakai dengan pemerintah setempat.

Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi memiliki komitmen terhadap lingkungan dalam
wilayah operasinya dan sekitar tambang koomitmen tersebut adalah meminimalkan dampak
negative yang ditimbulkan akibat aktivitas pertambangan pasir dan batu yang dilakukan
terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar terkena pengaruh kegiaan perusahaan

Kegiatan reklamasi dan pascatambang pasir dan batu Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul
Azmi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pertambangan sejak dilakukan
kegiatan gali muat angkut, perusahaan telah melakukan perencanaan pengembalian lahan
sebagaimana peruntukan yang telah disepakati sebelumnya.

1.2. Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dokumen ini adalah mendapatkan persetujuan dari pemerintah untuk
dapat melaksanakan rencana kegiatan penambangan pasir dan batu di Di Gampong Simpang
Jaya, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.

1.3.Profil Perusahaan

Profil singkat Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi dapat dilihat berikut ini:
Nama : Syahrul Azmi
Alamat : Dusun Tanjong, Gampong Tanjong Tambo Juli Kec. Juli Kab. Bireuen
Luas Tanah : 9500 m2
Alamat Lokasi : Gampong Simpang Jaya Kec. Juli Kab. Bireuen

1.4.Lokasi IUP

Lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n.Sdr.Syahrul Azmi berada di Di Gampong Simpang Jaya,
Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Secara Administratif lokasi IUP Usaha Perseorangan
a.n.Sdr. Syahrul Azmi berada pada perairan sungai Sawang Kabupaten Aceh Tengara. Secara
geografis, IUP Usaha Perseorangan .a.n. Sdr. Syahrul Azmi terletak pada koordinat geografis
sebagai berikut :

TABEL 1.2
Koordinate Lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi

Gambar 1.1.
Peta Lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi

1.5.Kesampaian Daerah IUP

Secara administrative lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi terletak di Di
Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Adapun Lokasi
IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi dapat ditempuh dengan rute sebagai berikut:
- Dari Kota Banda Aceh ke Kabupaten Bireuen menggunakan jalur darat kendaraan roda
empat memerlukan waktu + 5 jam . Dilanjutkan menuju lokasi IUP tepatnya di Di
Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen menyusuri Jalan Kabupaten
sejauh 1 km menggunakan roda empat selama + 44 Menit.
Peta kesampaian daerah menuju lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi
adalah sebagai berikut :

Gambar 1.2

Peta Kesampaian Daerah Lokasi IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi

1.3. Keadaan Lingkungan


Berdasarkan penyelidikan awal yang telah dilaksanakan oleh tim di lapangan dapat diketahui
untuk lingkungan sekitar kawasan tersebut adalah meliputi:
 Ditinjau dari aspek fisiografi kawasan, wilayah Kabupaten Bireuen memiliki 2
karakteristik kawasan yaitu kawasan ini mengindikasikan adanya 2 kegiatan budidaya
utama yaitu wilayah dataran yang memberikan peluang sebagai sentra pengembangan
komoditi tanaman pangan berupa padi, palawija dan tanaman hortikultura.Wilayah
pedalaman yang memiliki topografi berbukit diprioritaskan pengembangannya
sebagai kawasan perkebunan rakyat maupun perkebunan besar
 Sedangkan sekitar wilayah penyelidikan, mata pencaharian sebagaian besar penduduk
di wilayah ini adalah dari sector pertanian, baik sebagai pertanian tanaman pangan
maupun untuk lading perkebunan,pegawai negeri dan swasta.
 Keadaan lingkungan Geografi di wilayah penyelidikan ini merupakan wilayah
perairan Sungai Krueng Peusangan. Disekitar aliran sungai tersebut, pada bagian
selatan merupakan daerah semak belukar dan perbukitan yang ditumbuhi tanaman-
tanaman local,namun dewasa ini sebagian besar telah berubah fungsi sebagai lahan
garapan kebun oleh masyarakat sekitar.

Gambar 1.3

Keadaan Lingkungan sekitar IUP Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi

BAB II

RENCANA PEMBUKAAN LAHAN


2.1. Bukaan Jalan Ke Lokasi IUP
Selama melakukan kegiatan penambangan sirtu nantinya, Usaha Perseorangan a.n. Sdr.
Syahrul Azmi akan melakukan pembukaan jalan untuk mendukung kegiatan operasi
produksi.Namun jalan yang dibuka tidak terlalu besar dan sebagian besar menghubungkan
jalan tambang dan jalang kampong/desa serta tidak mengganggu ekosistem setempat.

Terdapat lokasi jalan yang paling besar yang dibuka yaitu jalan di dekat lokasi penambangan
sirtu. Sedangkan selama kegiatan eksplorasi sebelumnya yaitu untuk kegiatan pengamatan
langsung, pemetaan topografi,pembuatan sumur uji dan lainnya,jalan yang dibuka sangat
kecil luasnya bahkan sebagian besar lokasi-lokasi jalan tersebut telah tertutupi kembali oleh
rerumputan sekitar setelah dilakukan eksplorasi sebelumnya.

Total luas bukaan wilayah yang digunakan untuk jalan pendukung untuk kegiatan
penambangan dan eksplorasi Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi sebagai berikut:

a. Total luas bukaan jalan akses menuju lokasi tambang : 9500 m2;
b. Total luas bukaan jalan selama kegiatan eksplorasi : 9500 m2;

2.2. Bukaan Lahan Untuk Fasilitas penunjang


Kegiatan penambangan sirtu Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi didukung fasilitas
penunjang kegiatan operasional antara lain :
- Kantor tambang,tempat pengolahan dan gudang, dengan total luas bukaan : 1500 m2

BAB III

PROGRAM REKLAMASI DAN PASCATAMBANG

3.1. Lokasi Daerah Yang Direklamasi


Kegiatan Reklamasi akan dilakukan oleh Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi seiring
dengan selesainya seluruh kegiatan penambangan dan berakhirnya izin Usaha pertambangan
operasi. Lahan bekas kegiatan pertambangan yang terganggu selama kegiatan operasi
tambang dan juga lahan tempat fasilitas penunjang operasi akan dilakukan penataan
lahan/tanah juga dilakukan penimbunan kembali dalam rangka kegiatan reklamasi.

Adapun luas bukaan lahan selama kegiatan penambangan sirtu maupun eksplorasi yang telah
dilakukan Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi yang akan direklamasi adalah sebesar
± 9.500 m2

3.2. Teknik dan Peralatan Reklamasi


Teknik kegiatan reklamasi baik itu pada lahan tambang ataupun pada lahan untuk fasilitas
tambang meliputi berbagai kegiatan,antara lain :
a. Persiapan lahan untuk pembenahan dinding bekas tambang sirtu, pengamanan lahan
bekas tambang dan pengaturan bentuk lahan;
b. Pengendalian erosi dan sedimentasi;
c. Pengelolaan tanah pucuk;
d. Revegetasi (penanaman kembali).

Program Reklmasi yang akan dilakukan setelah periode umur tambang berakhir yaitu setelah
tahun ke – 2 dan 7 bulan operasi produksi dilaksanakan. Program reklamasi/pascatambang mulai
akan diterapkan di akhir tahun 2019 dikarenakan selama 2 tahun 4 bulan lokasi area
penambangan dan lokasi fasilitas penunjang belum akan direklamasi karena kegiatan
penambangan dan kegiatan pendukungnya masih aktif.

Teknik reklamasi yang dilakukan diawali dengan kegiatan pembenahan lereng/dinding pada
bekas tambang dan pada timbunan tanah pucuk/batuan penutup yang ada dan dilakukan
revegetasi yang direncanakan dengan tanaman jenis rumbia dan bamboo.

Sedangkan peralatan yang digunakan adalah menggunakan alat-alat mekanis seperti Bulldozer
dan excavator serta peralatan pertukangan untuk kegiatan revegetasi.
BAB IV
RENCANA BIAYA REKLAMASI DAN PASCATAMBANG

4.1. Rencana Biaya Reklamasi


Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi telah mengalokasikan anggaran untuk biaya
reklamasi, dimana rencana reklamasi/pascatambang yang akan dilakukan paling cepat pada
tahun 2020 atau setelah berakhir umur tambang di tahun ke -2 dan 7 bulan. Adapun rencana
biaya reklamasi yang akan dijaminkan Usaha Perseorangan a.n. Sdr. Syahrul Azmi meliputi :
- Biaya penyiapan bibit tanaman ( rumbia dan bamboo)
= 150 bibit x Rp. 5.000 = Rp.750.000
- Biaya penebaran soil dan tanah pucuk,biaya revegetasi pemumpukan,
pemeliharaan/penggantian tanaman, pembongkaran fasilitas tambang (kantor
tambang,tempat pengolahan dan gudang), biaya pemantauan keberhasilan
reklamasi/revegetasi, pemantauan kualitas air, erosi dan sedimentasi:
= 5 orang (tenaga local) x Rp.2.000.000
= Rp. 10.000.000

BAB V

KESIMPULAN

1. Penataan lahan yaitu dengan mengembalikan tanah humus (top soil) dan tanah penutup
(overburden) di bekas fasilitas tambang ( void ).
2. Perencanaan kegiatan reklamasi yaitu dengan melakukan kegiatan revegetasi
( penghijauan) dengan pengadaan bibit rumbia dan bumbu sejumlah 150 (seratus) buah.