Anda di halaman 1dari 9

STUDI TEGANGAN TEMBUS (BREAKDOWN) ISOLASI GAS

PADA BERBAGAI SELA DAN BENTUK ELEKTRODA

Alif Firmansyah , Wahyudin Ahmad


Email : alif_lagii@yahoo.co.id , wahyuahmad@ymail.com
S1 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Sulawesi Selatan - INDONESIA

Abstrak
Isolasi adalah hal yang paling penting dan tidak dapat dipisahkan pada peralatan tegangan tinggi. Isolasi
ini berfungsi untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar–
penghantar tidak terjadi lompatan listrik atau percikan.Ada beberapa jenis isolasi yaitu isolasi udara, cair dan
gas. Semua jenis isolasi ini mempunyai kegunaan masing-masing sesuai dengan kebutuhan dalam hal
mengisolasi perlatan tegangan tinggi.

Udara dan gas termasuk bahan isolasi yang banyak digunakan untuk mengisolasi perlatan listrik
tegangan tinggi karena udara dan gas sangat mudah ditemukan. Tetapi pada kenyataannya, udara dan gas
terdapat ion-ion dan elektron-elektron bebas yang mengakibatkan udara dan gas mengalirkan arus walaupun
terbatas. Hal lain yang menyebabkan mengalirnya arus pada udara dan gas ialah jarak antar sela dan bentuk
elektroda yang apabila bertegangan juga akan menentukan laju pergerakan elektron dalam isolasi udara dan gas.
Jarak sela yang semakin lebar akan menghambat laju pergerakan elektron sehingga diperlukan energi yang lebih
besar untuk proses ionisasi dan sebaliknya. Bentuk elektroda yang memiliki permukaan yang runcing juga
menyebabkan semakin mudahnya elektron yang lepas pada suatu elektroda.

Oleh karena itu dibutuhkan pengukuran tegangan tembus dalam isolasi gas. Dalam pengukuran tegangan
tembus isolasi gas dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari karakteristik isolasi gas terhadap pengaruh
berbagai sela dan bentuk elektroda. Bentuk elektroda yang dapat digunakan yaitu elektroda jarum-plat dan
jarum-bola. Dengan mengetahui dan mempelajari karakteristik tegangan tembusnya maka dapat diketahui
seberapa besar kemampuan isolasi yang akan digunakan untuk mengisolasi suatu peralatan tegangan tinggi
sehingga dapat memilih jenis isolasi yang tepat dan mengetahui seberapa besar tegangan maksimum yang dapat
diterapkan pada suatu peralatan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan aman.
Keyword : “breakdown,isolasi gas,bentuk elektroda”
I.Pendahuluan bertegangan juga akan menentukan laju pergerakan elektron
1.1 Latar Belakang dalam isolasi udara dan gas. Jarak sela yang semakin lebar
Isolasi adalah hal yang paling penting dan tidak dapat akan menghambat laju pergerakan elektron sehingga
dipisahkan pada peralatan tegangan tinggi. Isolasi ini diperlukan energi yang lebih besar untuk proses ionisasi dan
berfungsi untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik sebaliknya. Bentuk elektroda yang memiliki permukaan yang
yang bertegangan sehingga antara penghantar–penghantar runcing juga menyebabkan semakin mudahnya elektron yang
tidak terjadi lompatan listrik atau percikan. lepas pada suatu elektroda.

Ada beberapa jenis isolasi yaitu isolasi udara, cair dan Oleh karena itu dibutuhkan pengukuran tegangan
gas. Semua jenis isolasi ini mempunyai kegunaan masing- tembus dalam isolasi gas. Dalam pengukuran tegangan
masing sesuai dengan kebutuhan dalam hal mengisolasi tembus isolasi gas dimaksudkan untuk mengetahui dan
perlatan tegangan tinggi. mempelajari karakteristik isolasi gas terhadap pengaruh
berbagai sela dan bentuk elektroda. Bentuk elektroda yang
Udara dan gas termasuk bahan isolasi yang banyak dapat digunakan yaitu elektroda jarum-tabung dan jarum-
digunakan untuk mengisolasi perlatan listrik tegangan tinggi bola. Dengan mengetahui dan mempelajari karakteristik
karena udara dan gas sangat mudah ditemukan. Tetapi pada tegangan tembusnya maka dapat diketahui seberapa besar
kenyataannya, udara dan gas terdapat ion-ion dan elektron- kemampuan isolasi yang akan digunakan untuk mengisolasi
elektron bebas yang mengakibatkan udara dan gas suatu peralatan tegangan tinggi sehingga dapat memilih jenis
isolasi yang tepat dan mengetahui seberapa besar tegangan
maksimum yang dapat diterapkan pada suatu peralatan agar
mengalirkan arus walaupun terbatas. Hal lain yang peralatan tersebut tetap dalam keadaan aman.
menyebabkan mengalirnya arus pada udara dan gas ialah
jarak antar sela dan bentuk elektroda yang apabila

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka dapat
dirumuskan masalahnya sebagai berikut:

1. Bagaimana mengetahui besarnya tegangan tembus


II. Tinjauan Pustaka
isolasi gas pada berbagai sela dan bentuk elektroda.
2.1 Kegagalan Pada Isolasi Gas
2. Bagaimana mengetahui pengaruh sela elektroda Pada saat penerapan tegangan dilakukan, bermacam
terhadap tegangan tembus pada isolasi gas. fenomena terjadi dalam dielektrik gas. Ketika tegangan yang
3. Bagaimana mengetahui pengaruh bentuk elektroda
diterapkan adalah rendah, maka arus yang mengalir di antara
terhadap tegangan tembus pada isolasi gas. elektroda tersebut adalah kecil sehingga isolator masih dapat
menahan sifat listriknya. Akan tetapi bila arus yang
1.3 Tujuan Penelitian diterapkan adalah besar, maka arus yang mengalir dalam
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah:
elektroda meningkat tajam dan ini menyebabkan terjadinya
1. Dapat mengetahui besarnya tegangan tembus pada suatu kegagalan listrik, yang mana ditandai dengan
isolasi gas pada berbagai sela dan bentuk elektroda. pelepasan, yang mana ditandai dengan pelepasan muatan
2. Dapat mengetahui pengaruh sela elektroda terhadap listrik (discharge). Kegagalan ini menyebabkan hilangnya
tegangan tembus isolasi gas. tegangan dan mengalirnya arus dalam bahan isolasi.
3. Dapat mengetahui pengaruh bentuk elektroda
1. Pelepasan yang bertahan sendiri (self-sustaining
terhadap tegangan tembus isolasi gas .
discharge), dan
2. Pelepasan yang tidak bertahan sendiri (non-self-
1.4 Manfaat Penelitian
sustaining discharge)
Manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui
Mekanisme kegagalan gas, yang biasa disebut
perbandingan tembus (breakdown) udara dan berbagai
percikan, adalah peralihan dari pelepasan tak bertahan ke
jenis gas untuk keperluan isolasi pada berbagai sela
berbagai jenis pelepasan yang tak bertahan ke berbagai jenis
elektroda dalam penerapannya pada peralatan tegangan
pelepasan yang bertahan sendiri. Percikan (spark) biasanya
tinggi.
terjadi secara tiba-tiba.

1.5 Lingkup Penelitian Sifat mendasar dari kegagalan percikan (spark


Dalam penyelesaian tugas akhir ini, permasalahan breakdown) adalah bahwa tegangan pada sela jatuh menurun
dibatasi pada : karena proses yang menghasilkan kehantaran (conductivity)
tinggi antara anoda dan katoda. Pada saat ini dikenal dengan
1. Jenis isolasi yang digunakan yaitu isolasi udara dan
dua mekanisme kegagalan gas, yaitu :
gas. Isolasi gas yang digunakan terdiri dari
Udara,Sulfur Hexaflouride (SF6),Udara
1. Teori/mekanisme Townsend, dan
Vakum,Nitrogen (N2) dan Oksigen (O2).
2. Teori/mekanisme Streamer (Kanal).
2. Pengujian dilakukan dengan elektroda tidak seragam
yaitu elekroda jarum-tabung dan jarum-bola. Bermacam-macam kondisi fisik dalam gas seperti :
3. Pengujian dilakukan pada jarak 5 mm, 10 mm, 15 tekanan, temperatur (suhu), sifat dasar elektroda, permukaan
mm, 20 mm, 25 mm, dan 30 mm sehingga pengujian alami elektroda dan tersedianya partikel-partikel penghantar
dapat memperlihatkan karakteristik tegangan tembus dianggap sebagai dasar yang menentukan dalam terjadinya
isolasi gas pada berbagai sela. proses ionisasi.
4. Tegangan yang diterapkan pada pengujian ini adalah
tegangan AC. 2.2 Proses Dasar Ionisasi
5. Tekanan Udara pada pengujian ini yaitu sebesar Udara ideal adalah gas yang hanya terdiri dari
1013 mBar atau 760 Torr. molekul-molekul netral, sehingga tidak dapat mangalirkan
6. Untuk pengisian gas atau penggunaan udara vakum, arus listrik. Tetapi dalam kenyataannya, udara yang
nilai tekanan pada udara vakum yang digunakan sesungguhnya tidak hanya terdiri dari molekul-molekul netral
sebesar 790 mBar atau 60 cmHg.Hal ini dilakukan saja tetapi ada sebagian kecil daripadanya berupa ion-ion dan
karena keterbatasan kemampuan peralatan untuk elektron-elektron bebas, yang akan mengakibatkan udara dan
membuat udara menjadi menjadi vakum sesuai gas mengalirkan arus walaupun terbatas.
dengan standar high vacuum yang diinginkan yaitu
100 cmHg atau 1000 Torr. Kegagalan listrik yang terjadi di udara atau gas,
pertama-tama tergantung dari jumlah elektron bebas yang ada

2
di udara atau gas tersebut. Konsentrasi elektron bebas ini muncul dalam waktu-waktu yang sangat singkat berdasarkan
dalam keadaan normal sangat kecil dan ditentukan oleh urutan dari 10-8 detik. Ketiga mekanisme Townsend
pengaruh radioaktif dari luar. Pengaruh ini dapat berupa memperkirakan bentuk yang sangat panjang dari penghentian
radiasi ultraviolet dari sinar matahari, radiasi radioaktif dari arus, ternyata pada kenyataannya, penghentian arus
bumi, radiasi sinar kosmis dari angkasa luar dan sebagainya, ditemukan merupakan hal yang biasa. Mekanisme Townsend
yang menyebabkan udara terionisasi. Proses dasar pelepasan juga gagal dalam menyelesaikan semua fenomena yang telah
dalam gas yang bertanggungjawab dalam terjadinya diobservasi dan sebagai hasilnya, sekitar tahun 1940,
kegagalan adalah : Ionisasi karena benturan elektron, ionisasi Raether, Meek dan Loeb secara terpisah mengajukan Teori
karena cahaya (fotoionisasi), ionisasi karena panas, proses Streameter.
ionisasi kedua dan proses penggabungan (rekombinasi).
Teori Streameter ini memperkirakan perkembangan
2.3 Mekanisme Kegagalan Townsend dari sebuah percikan yang muncul langsung dari sebuah
Persamaan (2.1) menjelaskan rata-rata total arus longsoran tunggal di mana arus dikembangkan oleh
dalam celah sebelum kegagalan terjadi. Pada jarak antara longsoran tersebut, dan merubah bentuk dari longsoran
elektroda d yang semakin besar, angka persamaan menjadi pita plasma. Perhatikan Gambar 2.1, sebuah elektron
mendekati nol. Dan pada saat jarak kritis d = d, maka : tunggal berawal dari katoda dengan ionisasi membentuk
sebuah longsoran yang menyeberangi celah. Elektron-
1   [ exp (d)  1 ] = 0 (2.1) elektron dalam longsoran ini bergerak sangat cepat jika
dibandingkan dengan ion-ion positif.
Untuk harga d < ds , I dianggap sama dengan I0 dan
jika sumber supply eksternal I0 dipindahkan, maka I akan Pada saat elektron-elektron mencapai anoda, io-ion
menjadi nol. Jika d = ds, 1   dan arus hanya dibatasi oleh positif berada pada posisi sebenarnya dan memebentuk
tahanan dari power supply rangkaian luar. Maka kondisi ini sebuah medan positif pada anoda. Hal ini akan menaikan
disebut mekanisme kegagalan Townsend. Mekanisme ini medan, dan longsoran-longsoran kedua akan terbentuk dari
dapat dituliskan sebagai : bebeberapa elektron yang dihasilkan dari proses foto-ionisasi.
Hal ini akan muncul pertama-tama didekat anoda di mana
d = ds, I   (2.2)
tekanan ruang dalam keadaan maksimum. Hasil ini akan
meningkatkan lebih jauh tekanan dalam ruang. Proses ini
Umumnya, nilai exp(d) adalah besar dan
terjadi sangat cepat dan ruangan dengan arus positif akan
karenanya persamaan di atas direduksi menjadi :
ditambahkan pada katoda dengan sangat cepat sebagai hasil
 [ exp (d)  1 ] = 1 (2.3) dari pembentukan sebuah pita.

Pada keadaan celah ruangan dan pemberian tekanan


pada nilai tegangan V, di mana nilai yang diberikan yaitu d
adalah memenuhi dalam kriteria kegagalan, maka ini disebut
sebagai gagal percikan V, dan jarak d s, disebut jarak
percikan.

Mekanisme Townsend menjelaskan tentang


fenomena kegagalan yang hanya terjadi pada tekanan yang
rendah lebih tepatnya untuk P dan d (tekanan gas dan lebar
celah), dan ini bernilai sebesar 1000 torr-cm ke bawah. Gambar 2.1
Efek muatan ruang akibat banjiran elektron [5]
2.4 Teori Streamer Dari Breakdown Gas
Jalur –jalur sempit bercahaya yang muncul pada
Mekanisme Townsend ketika diterapkan dalam breakdown saat tekanan tinggi disebut pita (streamer) pada
breakdown pada tekanan atmosfir ternyata mempunyai saat ujung dari pita mendekati katoda, sebuah titik katoda
beberapa kekurangan. Pertama, menurut Teori Townsend, akan terbentuk, dan sebuah arus dari elektron-elektron
pertumbuhan hanya arus muncul sebagai hasil dari proses- bergerak cepat dari katoda untuk menetralisir medan positif
proses ionisasi. Tapi ternyata pada prakteknya., tegangan dari pita, hasilnya adalah sebuah percikan dan breakdown
breakdown yang ditemukan bergantung pada tekanan gas dan percikan telah muncul. Tiga tahapan yang berurutan dalam
ukuran dari celah. Kedua, mekanisme tersebut diperkirakan perkembangan dari pita ini ditunjukkan secara diagram pada
perbedaan waktu berdasarkan urut-urutan dari 10-5 detik, gambar 2.2 di mana (a) menunjukkan tahap di mana
sementara dalam praktek nyatanya, breakdown ditemukan longsoran telah menyeberangi celah, (b) menunjukkan bahwa

3
pita telah menyeberangi setengah dari panjang celah dan (c) 2.5 Isolasi Vakum
menunjukkan bahwa celah telah dijembatani oleh sebuah Ide untuk menggunakan isolasi vakum, telah lama
saluran konduksi. dipikirkan. Sesuai dengan teori Townsend, arus yang terjadi
pada celah antara katoda dan anoda, disebabkan karena aliran
partikel yang terlepas dari ikatannya. Jika tidak ada sama
sekali partikel yang mengalir di antara celah (vakum yang
sempura ) maka tidak akan ada sifat konduktor yang terdapat
di celah tersebut, akibatnya arus tidak akan mengalir pada
celah tersebut, Dalam hal ini vakum adalah insulator yang
sempurna. Tetapi pada kenyataannya dalam praktek,
kegagalan masih dapat saja terjadi.

Gambar 2.2 2.5.1 Pengertian Vakum


Streamer langsung katoda [5] Keadaan vakum adalah keadaan di mana tekanan yang
terjadi jauh di bawah tekanan atmosfer. Pada sistem vakum
Meek mengajukan sebuah kriteria kuantitatif tekanan ini selalu dinyatakan dalam cm air raksa (cm Hg),
sederhana untuk memperkirakan medan elektrik yang di mana pada keadaan standard, 1 atmosfer berarti 76 cm
mengubah bentuk longsoran menjadi pita medan Er Hg pada suhu 00C . Bentuk cm Hg telah distandarkan
dihasilkan oleh medan tekanan pada radius r, diberikan oleh : menjadi sebuah satuan lain yang kita kenal dengan nama “
 7  exp(  x ) (2.4) T o r r “, di mana 1 mm Hg sama dengan 1 torr pada
E r  5 . 27  10 V / cm
(x / p) keadaan vakum. Vakum dapat diklasifikasikan menjadi :

Di mana  adalah koefisien ionisasi pertama High vacuum : 1  10-3 sampai 1  10-6 Torr
Townsend, P adalah tekanan gas dalam satuan torr, dan x
adalah jarak di mana pita telah ditambahkan dalam Very high Vacuum : 1  10-6 sampai 1  10-8 Torr

celah. Menurut Meek, breakdown tegangan minimum dicapai Ultra high : 1  10-9 kebawah
pada saat Er = E dan x = d pada persamaan di atas.
Untuk tujuan insulator listrik biasanya dipakai high
  E  1 d  vacuum, 1  10- 3 sampai 1  10-6 Torr.
 d  In    14 . 5  In    In   (2.5)
p
   p  2 p
2.5.2 Proses kegagalan pada vakum
Pada proses kegagalan townsend telah
Persamaan ini dapat dipecahkan antara /p dan E/p
dijelaskan bahwa elektron akan bertambah banyak melalui
pada saat di mana p dan d yang diberikan memenuhi
beberapa jenis proses ionisasi, dan terjadilah banjiran
persamaan. Tegangan breakdown diberikan oleh produk yang
elektron (avalance). Pada high vacuum, elektroda
berhubungan dengan E dan d.
dipisahkan beberapa centimeter, sebuah elektron yang
Kriteria sederhana di atas memungkinkan terjadinya bergerak menyeberangi celah tersebut akan bergerak tanpa
kesesuaian antara tegangan breakdown yang diperkirakan. mengalami tumbukan, maka dari itu arus yang timbul pada
Teori ini juga sesuai dengan kawat pijar yang diobservasi, celah tidak dapat dikatakan sebagai akibat dari banjiran
saluran-saluran melengkung dan saluran-saluran percikan elektron. Namun begaimanapun juga sebuah elektron yang
yang bercabang. Banyak keraguan dalam mekanisme bergerak bebas pada celah akan menyebabkan proses
Townsend saat ditetapkan pada breakdown gas bertekanan kegagalan sama seperti teori townsend juga.
tinggi yang menyeberangi celah yang lebar.
Selama 70 tahun terakhir ini, banyak teori yang
Masalah yang masih kontroversial adalah mengemukakan tentang proses kegagalan dalam Vakum.
menentukan mekanisme mana yang berlaku pada kondisi Namun secara garis besar, dapat dikelompokkan menjadi 3
medan yang seragam pada kisaran nilai tertentu. Secara bagian yaitu :
umum hal ini masih diasumsikan bahwa pada nilai dibawah
2.5.2.1 Mekanisme Pertukaran Partikel
1000 torr-cm dan tekan gas bervariasi antara 0,01 sampai 300
Pada mekanisme ini (Gambar 2.3) diasumsikan,
torr, mekanisme Townsend berlaku, sementara pada tekanan
pelepasan partikel pada salah satu elektroda akan
dan nilai pada yang lebih tinggi. Mekanisme Streamer
menyebabkan terjadinya pelepasan elektroda pada
memainkan peranan yang dominan dalam menjelaskan
bagian elektroda yang lainnya. Misalkan sebuah
fenomena breakdown.

4
elektron terlepas dari sisi katoda, maka elektron ini akan 1. Sekumpulan partikel yang merugikan (clump)
bergerak menuju ke anoda, ketika sampai di katoda, berkumpul pada permukaan katoda.
elektron ini akan menumbuk permukaan dari katoda, 2. Karena pengaruh dari tegangan tinggi, partikel ini
tumbukan ini akan menyebabkan ion positif dan photon akan terlepas dan bergerak dengan kecepatan tinggi
terlepas dari anoda. Ion positif dan photon ini juga akan menyeberangi celah (gap) menuju ke anoda.
bergerak menuju ke katoda, dan menumbuk permukaan 3. Kegagalan akan mulai terjadi pada saat partikel yang
katoda kembali, tumbukan ini akan menyebabkan terlepas dari katoda tersebut menumbuk permukaan
beberapa elektron terlepas dari permukaan katoda, dari anoda.
kejadian ini terus-menerus berulang. Kegagalan akan
terjadi karena peristiwa akumulasi tumbukan di atas.
Isolasi vakum ini dapat dikatakan gagal, bila terjadi Proses yang terjadi (lihat Gambar 2.5) selanjutnya
keadaan homogen antara ion positif dengan elektron sama seperti yang terjadi pada mekanisme lainnya, tumbukan
pada celah udara. ini akan menyebabkan terlepasnya partikel dari anoda,
selanjutnya partikel-partikel yang terlepas dari anoda dan
katoda akan bercampur pada celah udara, sehingga akan
menyebabkan keadaan homogen pada celah udara ini. Maka
proses kegagalan terjadi

Gambar 2.3
Mekanisme pertukaran partikel pada peristiwa
kegagalan vakum [5]

2.5.2.2 Mekanisme Pemanasan Anoda


Pada teori ini, dianggap elektron-elektron
yang terlepas pada bagian katoda (lihat pada
Gambar 2.4) akan bergerak menuju ke anoda,
elektron yang bergerak ini akan menumbuk dinding
dari anoda, tumbukan yang bertubi-tubi dari elektro
ini akan menyebabkan kenaikan suhu pada
permukaan dari anoda. Karena pengaruh dari medan
listrik yang tinggi dan adanya pemanasan pada
permukaan anoda maka ion positif dari anoda akan Gambar 2.5
(a,b,c) Mekanisme Clump pada kegagalan Vakum [5]
terlepas juga.
2.6 Peran Bahan Isolasi Gas

Bahan isolasi atau isolator berperan sebagai bahan


yang digunakan sebagai perlatan tenaga listrik.Pada bahan
isolasi atau isolator gas digunakan sebagai pengisolasi dan
sebagai penyalur panas.Isolator ini dapat ditemukan pada
peralatan jaringan tegangan rendah,menengah sampai pada
jaringan tegangan tinggi.Isolator gas seperti udara digunakan
pada jaringan tegangan rendah,menengah tinggi. sebagai
Gambar 2.4
Mekanisme pemanasan mikroproyektil di pemisah dua bagian yang bertegangan sehingga arus bocor
permukaan katoda [5] yang besar tidak mengalir pada peralatan.Gas SF6 yang
dikenal di kalangan luas sebagai isolator gas yang paling baik
sampai saat ini digunakan sebagai penyalur panas yang baik
2.5.2.3 Mekanisme Clump dan pemadam busur api pada peralatan listrik contohnya
Dasar pemikiran teori Clump ini adalah sebagai saklar pemutus. Udara vakum pada keadaan high vacuum
berikut : digunakan sebagai isolator pada CB.Selain itu masih ada
beberapa jenis gas yang digunakan sebagai isolator yang baik

5
seperti gas neon dan gas CO2.Untuk hal ini,maka diperlukan 10. Pompa Vakum
pengujian untuk mengungkap beberapa masalah dan faktor
dari masalah tersebut.Dalam hal ini,kita dapat mengetahui 3.4 Rangkaian Pengujian
peranan,masalah dan faktor dari masalah pada isolator
tersebut sehingga pengetahuan mengenai aplikasi dan batasan
aplikasi dari suatu isolator tersebut diketahui.

2.7 Masalah Pada Isolasi

Dalam aplikasinya,isolasi mempunyai beberapa


masalah yang timbul pada isolasi.Hal ini menimbulkan
dampak pada kualitas sistem isolasi yang dapat ditentukan Gambar 3.1 Rangkain Pengujian
dari hasil pengukuran tahanan isolasi,pengukuran faktor rugi-
rugi dielektrik dan pengukuran peluahan parsial.Pada Rangkaian penguji isolasi gas ini ditunjukkan pada gambar
aplikasinya hal-hal ini muncul pada waktu penggunaan 3.1 Regulator voltage yang berfungsi untuk mengatur
isolasi yang cukup lama. Hal ini terjadi karena : tegangan masukan pada sisi tegangan rendah pada trafo uji
yang diukur dengan menggunakan voltemeter dan
 Kenaikan temperatur setelah beroperasi amperemeter.Ketika tegangan dimasukkan pada saat sisi
 Kelembapan udara di sekitar isolasi tegangan rendah pada trafo uji maka terdapat tegangan pada
 Korona pada bagian-bagian peralatan yang sisi tegangan tinggi trafo uji.Resistor Rp digunakan untuk
runcing yang berdekatan dengan isolasi membatasi arus sehingga arus yang kecil yang mengalir pada
 Tegangan lebih yang menerpa isolasi sisi tegangan tinggi trafo uji.Hal ini bertujuan agar isolasi
belitan trafo uji tidak rusak.Pada saat yang sama terjadi
Oleh karena itu untuk mengetahui kualitas dari suatu pengisian muatan pada kapasitor 100pf.Kapasitor ini
isolasi maka diperlukan pengujian untuk mengukur kualitas digunakan untuk mempercepat terjadinya tegangan tembus
suatu isolasi sehingga dalam pengaplikasiannya,masalah pada isolasi gas.Ketika tegangan pada sisi tegangan tinggi
yang timbul dapat dicegah dan dapat dihindari. trafo uji melebihi batas tegangan tembus pada isolasi gas
yang diuji maka pada saat itu terjadi tegangan tembus.
III.Metode Penelitian
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.5 Prosedur Pengujian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Prosedur pengujian untuk studi tegangan
Tegangan Tinggi Jurusan Elektro Universitas Hasanuddin tembus(breakdown) pada isolasi gas gas yang digunakan
dan dimulai pada tanggal 20 Maret 2012. dalam penelitian kali ini sebagai berikut :
3.2 Bahan Yang Digunakan Dalam Penelitian. 1. Masuk ke dalam sangkar faraday dengan mengambil
Bahan yang digunakan pada penelitian berupa : tongkat grounding untuk mentanahkan seluruh peralatan
yang berada di dalam sangkar terlebih dahulu.
1. Udara
2. Buatlah rangkaian pengujian isolasi sesuai gambar
2. Gas Oksigen(O2)
percobaan.
3. Gas Karbondioksida(CO2)
3. Atur jarak sela elektroda sebesar 0.5 cm.
4. Gas Nitrogen (N2)
4. Setelah pengaturan rangkaian pengujian isolasi sudah
5. Gas SulphurHexaFluorida (SF6)
selesai, tutup pagar sangkar dan tongkat grounding
3.3 Peralatan Yang Digunakan
dikeluarkan dari sangkar.
Peralatan yang digunakan pada penelitian berupa :
5. Aktifkan Control Desk dengan memutar ke-kanan kunci
1. Trafo penguji (220 V/100 KV,5 KVA, 50 Hz,
Control Switch dan Main switch pada control desk.
Impedance Voltage 3,8 %)
6. Vakumkan udara dalam tabung penguji .
2. Meja kontrol(control desk)
7. Masukkan gas ke tabung penguji menggunakan regulator
3. Tabung penguji
sesuai dengan tekanan yang diinginkan .
4. Resistor
8. Tutup switch primer ON (S1). Periksa tegangan pada
5. Konektor
voltmeter, pastikan bahwa tegangan dalam posisi nol.
6. Floor Pedestal
(jika belum, turunkan regulator tegangan sampai posisi
7. Elektroda bola
nol).
8. Elektroda jarum
9. Tutup switch sekunder ON (S2).
9. Elektroda batang

6
10. Naikkan regulator tegangan secara bertahap. b. Mengetahui pengaruh jarak elektroda terhadap nilai rata-
11. Saat isolasi gas pada tabung penguji tembus,buka switch rata tegangan tembus (breakdown) pada masing-masing
secunder (OFF). Catat penunjukan besar tegangan pada gas yang digunakan.
voltmeter serta penunjukan arus pada amperemeter. c. Mengetahui pengaruh bentuk elektroda terhadap nilai
12. Turunkan regulator tegangan TP sampai nol. rata-rata tegangan tembus pada masing-masing gas yang
13. Ulangi prosedur 10 s/d 11 untuk gas yang sama. digunakan.
14. Kosongkan gas pada tabung penguji dengan d. Mengetahui pengaruh jarak elekroda serta bentuk
menggunakan vacum pamp elektroda terhadap nilai rata-rata tegangan tembus pada
15. Ulangi prosedur 6 s/d 14 untuk jenis gas yang berbeda masing-masing gas.
16. Ulangi prosedur 6 s/d 15 untuk jenis elektroda yang
berbeda IV.Hasil dan Pembahasan
17. Setelah selesai matikan sumber tegangan control desk.
18. Ground/tanahkan semua terminal komponen di dalam Pengujian tegangan tembus dilakukan untuk menganalisa
ruang instalasi tegangan tinggi terutama pada kapasitor nilai tegangan tembus pada isolasi udara dan berbagai jenis
(Cs) dengan menggunakan tongkat grounding. gas dengan pengaruh perubahan sela dan bentuk elektroda.
19. Letakkan tongkat grounding pada trafo pengujian setelah Dalam hal ini udara dan beberapa jenis gas yang berbeda
semua percobaan telah selesai. dijadikan contoh untuk dianalisa dan digunakan untuk
sebagai pembanding untuk gas yang lain sehingga kita akan
3.6 Flowchart Penelitian mendapatkan karakterisitik untuk pengaruh jarak elektroda
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan bentuk elektroda terhadap nilai tegangan tembus pada
jenis elektroda dan jarak elektroda terhadap nilai tegangan isolasi gas.
tembus pada masing-masing gas.Alur penelitian kali ini
diuraikan pada flowchart di bawah ini :
4.1. Hasil Pengujian Tegangan Tembus Isolasi Gas Pada
Berbagai Sela Dengan Elektroda Jarum-Bola

Gambar 4.1 Kurva Hubungan perubahan jarak sela eletktroda


terhadap nilai tegangan tembus

Dari gambar 4.1.dapat dilihat bahwa umumnya nilai


tegangan tembus pada isolasi udara dan gas naik apabila jarak
sela elektroda dinaikkan kecuali pada gas N2 CO2 dan Udara
Vakum.Hal ini terjadi dimungkinkan karena adanya
kesalahan pada pengambilan data kecuali pada udara
Gambar 3.2 Flowchart penelitian vakum.Udara vakum yang digunakan disini bertekanan
sebesar 60cmHg. Udara vakum yang ideal adalah udara yang
3.7 Analisa Data
di dalamnya tidak terdapat sama sekali molekul-molekul
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil
udara.Tapi pada kenyataannya masih terdapat molekul-
penelitian, maka dapat dianalisa antara lain:
molekul udara yang kurang rapat.Hal ini yang mendukung
a. Besarnya nilai rata-rata tegangan tembus (breakdown)
terjadinya tegangan tembus pada nilai tegangan yang sangat
pada masing-masing gas yang digunakan.
rendah.

7
Untuk gambar 4.1. nilai tegangan tembus dari gas 1. Nilai tegangan tembus akan naik seiring dengan
dipengaruhi dari kenaikan jarak sela antara kenaikan jarak sela eletktroda baik itu pada
elektroda.Semakin naik jarak sela elektroda maka semakin elektroda jarum-bola maupun sela elektroda jarum-
naik pula medan listrik E yang harus diterapkan antara sela batang.
elektroda begitu pula sebaliknya untuk menimbulkan proses 2. Nilai tegangan tembus yang menggunakan elektroda
ionisasi pada gas dan udara. jarum-bola lebih besar dibandingkan elektroda
jarum-batang.
4.2 Hasil Pengujian Tegangan Tembus Isolasi Gas Pada 3. Dari keenam jenis gas yang digunakan memiliki gas
Berbagai Sela Dengan Elektroda Jarum-Batang SF6 merupakan gas yang memiliki tegangan tembus
yang paling stabil seiring dengan kenaikan jarak sela
elektroda.Hal ini disebabkan berat molekul SF6
5 kali dibandingkan udara biasa yang menyebakan
medan listrik yang lebih besar untuk menghasilkan
energi kinetik yang besar untuk terjadinya ionisasi.
4. Nilai tegangan tembus yang paling rendah yaitu
udara vakum.

5.2. Saran
Demi pengembangan penelitian berikutnya maka
saran yang kami sampaikan berupa :
1. Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan
Gambar 4.2 Kurva hubungan perubahan jarak sela elektroda
elektroda dengan bentuk yang lain dan gas jenis
terhadap nilai tegangan tembus
lainsehingga mendukung kelengkapan data yang
bisa dijadikan refrensi yang baik untuk
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa nilai tegangan pengembangan penelitian
tembus akan semakin tinggi sesuai dengan kenaikan jarak 2. Untuk pihak yang menggunakan udara dan gas jenis
sela elektroda.Kenaikan sela elektroda menyebabkan medan yang dipakai pada penelitian ini dalam hal
listrik E pada sela elektroda harus lebih besar untuk mampu pengisolasian peralatan tegangan tinggi,skripsi ini
mengionisasi molekul yang ada pada udara dan gas sehingga bisa dijadikan suatu refrensi untuk mengetahui nilai
nilai tegangan yang diberikan harus lebih tinggi kecuali pada tegangan tembus untuk jenis gas dan jarak sela
udara vakum.Sama halnya pada elektroda jarum-bola.Gambar elektroda yang ada.
4.2 menunjukkan nilai tegangan tembus dari udara vakum 3. Penelitian selanjutnya diusahakan untuk lebih
yang sangat rendah.Hal ini memperlihatkan bahwa memperbanyak data sehingga data yang didapatkan
bagaimana kurang rapatnya molekul-molekul udara dalam jadi lebih akurat.
kondisi vakum sangat mempengaruhi nilai tegangan tembus. 4. Penelitian selanjutnya diusahakan untuk
menyediakan peralatan yang memadai agar
Pada kondisi ini juga memperlihatkan bahwa penelitian dapat memenuhi standar.
sebenarnya skunder trafo sudah terdapat efek kapasitansi
walaupun nilai tegangan tembus yang terbaca pada alat ukur DAFTAR PUSTAKA
sama dengan nol.Penelitian kali ini yang digunakan adalah
elektroda tak seragam yaitu menggunakan elektroda batang 1. Arismunandar, A, “ Teknik Tegangan Tinggi
dan elektroda jarum sehingga yang menentukan nilai Suplemen “, Ghalia, 1982
tegangan tembus yaitu pada saat elektroda yang 2. Arismunandar,A., 2001. Teknik Tegangan
permukaannya lebih tajam yang bermuatan positif dalam hal Tinggi,Pradnya Paramita, Jakarta
ini yaitu elektroda jarum. 3. JP Holtzhausen and WL Vosloo , High Voltage
Engineering Practice and Theory
V.Kesimpulan http://electrical-engineering-portal.com/download-
5.1. Kesimpulan center/books-and-guides/electrical-
engineering/high-voltage-practice-theory. Diakses
Dari Studi Tegangan Tembus(breakdown) Isolasi Gas pada
pada tanggal 1 September 2012.
Berbagai Sela dan Bentuk Elektroda ini,maka kita dapat
4. Kuffel,E ; Zaengl WS ; Kuffel J , 2000. High
menyimpulkan yaitu :
Voltage Engineering Fundamentals Second
Edition, Newnes,Oxford.

8
5. Manjang , Salama ,2004.Teknologi Material
Isolasi
6. Tobing, Bonggas L, ”Dasar Teknik Pengujian
Tegangan Tinggi”, PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta 2003

Biodata penyusun

Alif Firmansyah (D41108298)


Mahasiswa S1 Jurusan Elektro
Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin dengan pilihan
konsentrasi Teknik Energi
Listrik(TEL) angkatan 2008.

Wahyudin Ahmad (D41108304)


Mahasiswa S1 Jurusan Elektro
Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin dengan pilihan
konsentrasi Teknik Energi
Listrik(TEL) angkatan 2008.