Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERWATAN GERONTIK PADA

LANSIA Ny. K DI KOTA SEMARANG


Dosen Pembimbing : Ns. Tri Nurhidayati, S.Kep, M.Med. Ed

Disusun Oleh
Kelompok 2
1. Jehan Latifah (G0A017061)
2. Siska Risdayanti (G0A017062)
3. Dian Noviani (G0A017063)
4. Umi Masruroh (G0A017064)
5. Imam Ghozali (G0A017065)
6. Choiriani Anggiani (G0A017066)
7. Sagita Putri Yudhanti (G0A017067)
8. Chabir Faran Sabbaha (G0A017068)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2018/2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas anugerah-Nya
tugas asuhan keperawatan yang berjudul “Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny.
K di Kota Semarang ”ini dapat selesai. Adapun tujuan penyusunan asuhan
keperawatan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan gerontik
Namun kami menyadari bahwa dalam penyusunan asuhan keperawatan ini
masih terdapat banyak kekurangan, karena itu kami sangat mengharapkan berbagai
kritik dan saran yang membangun sebagai evaluasi demi penyempurnaan asuhan
keperawatan ini selanjutnya.
Semoga laporan Asuhan Keperawatan ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, September 2016

Penulis
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

A. PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian : Minggu, 22 September 2019 Jam 09.15 WIB
1. Identitas Klien
Nama Klien : Ny.K
Umur : 69 Tahun
TTL : Kendal, 21 Januari 1950
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendididkan : Tidak Sekolah
Alamat : Kendal
Suku : Jawa
Agama : Islam
Status pernikahan : Janda

2. Riwayat Kesehatan Saat Ini


a) Pada saat dilakukan pengkajian klien mengatakan memiliki penyakit
hipertensi atau tekanan darah tinggi.
b) Saat ini klien masih mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin.
c) Klien mengatakan jarang tidur di siang hari
d) Klien mengatakan sulit tidur dimalam hari karena merasa terganggu
dengan cucu nya yang setiap malam pasti bangun dan rewel
e) Klien mengatakan tidur malam hanya 4-5 jam
f) Klien mengatakan sering terbangun di malam hari untuk ke kamar
mandi dan setelah itu sulit untuk tidur kembali.
g) Klien mengatakan kakinya terkadang gemetar saat berjalan.
h) Klien mengatakan senang berada di perkumpulan majlis pengajian
karena merasa tenang dan punya banyak teman yang seusianya
i) Klien mengatakan sering pusing, masuk angin dan merasa sakit pada
bagian tengkuknya.
j) Klien mengatakan rasa nyeri yang dirasakan terkadang mengganggu
aktivitasnya.
k) Klien mengatakan nyeri dirasakan ketika terlalu banyak melakukan
aktivitas (P)
l) Nyeri terasa seperti mencengkram (Q)
m) Klien mengatakan nyeri di tengkuk (R)
n) Klien mengatakan skala nyeri 4 (S)
o) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan hilang timbul (T)
p) Terlihat kantung mata pada wajahnya
q) Klien tampak lemas dan pucat
r) Klien tampak menguap

3. Riwayat kesehatan dahulu


a) Penyakit : Klien mengatakan 1 tahun lalu pernah menjalani
operasi batu ginjal di RS. S. Klien juga mengatakan mengalami
penyakit Hipertensi sejak usia 50 tahun.
b) Alergi : Klien mengatakan tidak memilki alergi
c) Kebiasaan : Klien mengatakan sangat berhati-hati dalam
memilih makanan yang akan di konsumsinya sejak mengetahui
bahwa dirinya memiliki penyakit Hipertensi, klien juga
mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol
dan minum kopi

4. Riwayat kesehatan keluarga


Klien mengatakan bahwa anaknya juga mempunyai penyakit Hipertensi

5. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : Composmentis (E4,V5,M6).
b. Integumen : Kulit terlihat keriput warna kulit
sawo matang.
c. Kepala : Kulit kepala terlihat bersih, banyak
rambut rontok, dan warna rambut terlihat putih.
d. Mata : Simetris, sklera berwarna putih,
konjungtiva tidak anemis.
e. Telinga : Simetris, Tampak bersih,
pendengaran baik, tidak ada benjolan, tidak ada cairan yang keluar.
f. Mulut & tenggorokan : Mulut terlihat bersih, tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid.
g. Leher : Tidak ada pembesaran vena
jugularis.
h. Dada : Simetris, tidak ada pembengkakan.
i. Sistem pernafasan : Pernafasan normal, tidak ada
masalah
j. Sistem kardiovaskuler : TD 160/1000 mmHg
k. Sistem gastrointestinal : Tidak ada masalah, terdengar suara
bising usus, makan 3x sehari hanya bisa menghabiskan 1 porsi, BAB
1x sehari.
l. Sistem perkemihan : BAK lancar 6x sehari, tidak ada
inkontinensia urin.
m. TTV : TD : 160/100 mmHg, N: 80 x/menit

6. Pengkajian Psikososial dan spiritual


a. Psikososial
Klien mengatakan kemampuan bersosialisasi baik, sering ngobrol
dengan anak dan tetangganya
b. Masalah emosional
Klien mengatakan jika sedang sakit, mengalami banyak pikiran, dan
terkadang cemas dengan keadaannya sendiri
c. Spiritual
Klien mengatakan beragama islam dan melakukan sholat lima waktu
dan sering mengikuti pengajian di dekat rumahnya.
7. Pengkajian Fungsional Klien
a. KATZ Indeks
Klien masih bisa melakukan aktivitasnya secara mandiri tanpa
pengawasan.
b. Modifikasi dari bartel indeks

Dengan
No Kriteria Mandiri Keterangan
Bantuan
1 Makan 10 Frekuensi: 3x sehari
Jumlah: secukupnya
Jenis, nasi, sayur, lauk
2 Minum 10 Frekuensi: 6-8 kali
sehari
Jumlah: secangkir
kecil
Jenis: air putih, dan teh
3 Berpindah dari satu 15 Mandiri
tempat ketempat lain
4 Personal toilet (cuci 5 Frekuensi: 3x
muka, menyisir rambut,
gosok gigi).
5 Keluar masuk toilet ( 5 Frekuensi: 2-3 kali
mencuci pakaian,
menyeka tubuh,
meyiram)
6 Mandi 15 2x sehari pada pagi
hari dan sore hari
7 Jalan dipermukaan datar 10 Setiap ingin
melakukan sesuatu
misalnya mengambil
minum atau ke kamar
mandi.
8 Naik turun tangga 10 Baik tapi harus pelan-
pelan dan berpegangan
9 Mengenakan pakaian 10 Mandiri dan rapi
10 Kontrol Bowel (BAB) 10 Frekuensi: 1x sehari
Konsistensi: padat
11 Kontrol Bladder (BAK) 10 Frekuensi: 8x sehari
Warna: kuning
12 Olah raga/ latihan 10 Klien mengatakan jika
pagi hari setelah sholat
subuh selalu berjalan-
jalan di sekitar area
tempat tinggal
13 Rekreasi/ pemanfaatan 10 Klien mengatakan
waktu luang sering mengunjungi
anak-anaknya

Keterangan:
a. 130 : mandiri
b. 65-125 : ketergantungan sebagian
c. 60 : ketergantungan total
Setelah dikaji didapatkan skor : 130 yang termasuk dalam kategori mandiri
B. ANALISA DATA
No. Data Masalah Etiologi

1. Data Subyektif : Gangguan pola Faktor


tidur lingkungan
 Klien mengatakan
jarang tidur di siang hari
 Klien mengatakan sulit
tidur dimalam hari
karena merasa
terganggu dengan cucu
nya yang setiap malam
pasti bangun dan rewel
 Klien mengatakan tidur
malam hanya 4-5 jam
 Klien juga mengatakan
sering terbangun di
malam hari untuk ke
kamar mandi dan
setelah itu sulit untuk
tidur kembali.

Data Obyektif :

 Terlihat kantung mata


pada wajahnya
 Klien tampak lemas
dan pucat
 Klien tampak menguap

2. Data Subyektif : Nyeri akut Pola tidur tidak


efektif
 Klien mengatakan
sering pusing, masuk
angin dan merasa sakit
pada bagian
tengkuknya.
 Klien mengatakan nyeri
dirasakan ketika terlalu
banyak melakukan
aktivitas (P)
 Klien mengatakan nyeri
terasa seperti
mencengkram (Q)
 Klien mengatakan nyeri
di tengkuk (R)
 Klien mengatakan skala
nyeri 4 (S)
 Klien mengatakan nyeri
yang dirasakan hilang
timbul (T)

Data Obyektif :

Klien tampak meringis


kesakitan ketika merasakan
nyeri

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan faktor lingkungan
2. Nyeri akut berhubungan dengan pola tidur tidak efektif
D. INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa Rencana Keperawatan


Tgl TTD
Keperawatan NOC NIC

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 7 x 24
jam diharapkan gangguan 1. Determinasi efek-efek
pola tidur bisa teratasi medikasi terhadap
dengan Kriteria Hasil : pola tidur
2. Jelaskan pentingnya
1. Jumlahjam tidur dalam
tidur yang adekuat.
Gangguan batas normal 6-8 jam / hari
3. Fasilitas untuk
pola tidur
2. Pola tidur, kualitas dalam mempertahankan
b.d faktor
batas normal aktivitas sebelum
lingkungan
tidur (membaca)
3. Perasaan segar sesudah
4. Ciptakan lingkungan
tidur / istirahat
yang nyaman.
4.Mampu 5. Kolaborasikan
mengidentifikasikan hal - pemberian obat tidur.
hal yang meningkatkan
tidur.

Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan pengkajian


b.d pola keperawatan selama 7 x24 nyeri secara
tidur tidak jam diharapkan nyeri menyeluruh meliputi
efektif berkurang atau hilang lokasi, durasi,
dengan Kriteria Hasil : kualitas, keparahan
nyeri dan factor
1. Mengetahui faktor
pencetus nyeri.
penyebab nyeri
2. Observasi
ketidaknyamanan non
verbal.
2. Mengetahui permulaan 3. Ajarkan untuk teknik
terjadinya nyeri non farmakologi :
relaksasi, guide
3. Menggunakan tindakan
imageri, terapi musik,
penanganan nyeri
distraksi.
4. Melaporkan gejala nyeri 4. Kendalikan factor
lingkungan yang
5. Melaporkan kontrol nyeri
dapat mempengaruhi
respon pasien
terhadap
ketidaknyamanan (
missal : suhu,
lingkungan, cahaya,
kegaduhan.)
5. Kolaborasi :
pemberian analgetik
sesuai indikasi
DAFTAR PUSTAKA

Herbert Benson, dkk. 2012. Menurunkan Tekanan Darah. Jakarta:


Gramedia.
Huda Nurarif & Kusuma H,. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Edisi Revisi
Jilid 2. Jogja: Medi Action.
Wilkinson, Judith M. 2007,Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi
NIC dan Kriteria Hasil NOC, Jakarta: EGC

NANDA International Inc. Nursing Diagnoses : Definition & Clasification 2015-


2017, 10th Edition

Nursing Outcomes Clasification (NOC), 5th Edition

Nursing Intervention Clasification (NIC), 6th Edition