Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA


PASANGAN BARU MENIKAH

Disusun oleh :

Kelompok 1

1. Melinda Setyorini (G0A017053)


2. Ricka Octavia J.S (G0A017054)
3. Nanda Dewi Safitri (G0A017055)
4. Nabila Hikmatul Aulia (G0A017056)
5. Shafira Nurfathika C (G0A017057)
6. Suci Rahayu (G0A017058)
7. Vina Ayu Fitriani (G0A017059)
8. Putri Amalia L.S (G0A017060)
9. Jehan Latifah (G0A017061)
10. Siska Risdayanti (G0A017062)
11. Dian Noviani (G0A017063)
12. Umi Masruroh (G0A017064)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur pada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-
Nya, makalah dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasangan Baru
Menikah” ini dapat terselesaikan tepat waktu tanpa hambatan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa begitu banyak pihak yang telah membantu
dalam penyelesaian makalah ini. Melalui kesempatan ini, dengan segala
kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ns. Siti Aisah, M.Kep.Sp.Kom Dosen Pembimbing kami yang telah
mengarahkan dan mendidik kami sehingga kami dapat belajar dan
mengetahui ilmu keperawatan keluarga dan membantu kami menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik - baiknya.
2. Teman-teman dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan
makalah yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Walaupun kami sudah berusaha sungguh-sungguh dan semaksimal
mungkin, tapi kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya adik tingkat.

Semarang, September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 4
A. Latar belakang ...................................................................................................... 4
B. Tujuan Penulisan .................................................................................................. 5
C. Ruang Lingkup Penulisan .................................................................................... 5
BAB II KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG KELUARGA ............................... 6
A. Definisi dan batasan karakteristik ...................................................................... 6
B. Tugas perkembangan keluarga ........................................................................... 7
C. Masalah-masalah kesehatan dan promosi .......................................................... 7
D. Peran perawat dalam tahap perkembangan ...................................................... 9
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA .................................................. 10
A. Pengkajian ........................................................................................................... 10
B. Analisa Data ........................................................................................................ 15
C. Diagnosa keperawatan........................................................................................ 17
D. Skoring prioritas diagnose keperawatan keluarga baru menikah ................. 18
E. Penetapan prioritas diagnosa keperawatan ..................................................... 19
F. Intervensi ............................................................................................................. 20
G. Implementasi dan evaluasi ................................................................................. 23
BAB IV PENUTUP ......................................................................................................... 26
A. KESIMPULAN ................................................................................................... 26
B. SARAN ................................................................................................................. 26
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 27

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Hadinoto (2010) Sebuah survei yang dilakukan oleh BKKN pada
tahun 2010, perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun telah
menikah sebanyak lebih dari 22.000. Jumlah dari perempuan muda
berusia 15-19 yang menikah lebih besar jika dibandingkan dengan laki-
laki muda berusia 15-19 tahun.(http://bkkbn.go.id)
Pasangan suami istri perlu belajar menyesuaikan diri untuk
menghadapi transisi dalam kehidupan mereka untuk menjalani
kehidupan berkeluarga.Penyesuaian diri tidak berarti yang satu harus
mengubah diri untuk disesuaikan dengan yang lain, melainkan adanya
pengertian dan toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada pada diri
suami atau istri sehingga dengan penuh kesadaran dapat dilakukan
usaha untuk menyelaraskan hubungan mereka (Nainggolan,2003).
Kondisi ini sejalan dengan hasil penelitian Anjani & Suryanto
(2006) mengenai faktor penghambat yang mempersulit penyesuaian
perkawinan adalah baik suami maupun istri tidak dapat menerima
perubahan sifat dan kebiasaan diawal pernikahan. Hal tersebut tercermin
pada bagaimana pasangan menyikapi perubahan, perbedaan, pola
penyesuaian yang dimainkan dan munculnya hal-hal baru dalam
perkawinan, yang dirasa kurang membawa kebahagiaan hidup dalam
berumah tangga, ketidakbahagiaan yang dirasakan masing-masing
pasangan, membuat pasangan suami istri merasa gagal dalam
menyesuaikan diri satu samalain.
Kegagalan pasangan dalam mempertahankan perkawinan
diakibatkan karena tidak terpenuhinya kepuasan yang dirasakan pasangan
dalam menjalani kehidupan perkawinannya. Ketidakpuasan itu muncul
akibat pasangan tidak mampu menyelesaikan konflik yang terjadi
dalam rumah tangga.

4
Mempersiapkan keluarga yang baru membutuhkan penyesuaian
peran dan fungsi sehari-hari diantaranya belajar hidup bersama, beradaptasi
dengan kebiasaan sendiri dan pasangannya. Masing-masing menghadapi
perpisahan dengan keluarga sendiri dan orang tuanya, mulai membina
hubunganungan baru dengan keluarga dan kelompok social lainnya.
Berdasarkan hal di atas, penulis tertarik untuk membahas tentang
“asuhan keperawatan keluarga pada pasangan baru menikah”

B. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa mampu mengetahui definisi dan batasan karakteristik pada
pasangan baru menikah
2. Mahasiswa mamapu mengetahui tugas perkembangan keluarga pada
pasangan baru menikah
3. Mahasiswa mampu megetahui masalah-masalah kesehatan dan promosi
pada pasangan baru menikah
4. Mahasiswa mampu mengetahui peran perawat dalam tahap
perkembangan pada pasangan baru menikah
5. Mahasiswa mampu mengetahui asuhan keperawatan keluarga berdasar
tahap perkembangan

C. Ruang Lingkup Penulisan


Dalam penulisan kasus ini penulis akan mengambil kasus yaitu “
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasangan Baru Menikah pada
Keluarga Tn.T Di Kota Semarang

5
BAB II

KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG KELUARGA

A. Definisi dan batasan karakteristik


Keluarga adalah dua atau tiga individu yang tergabung karena
hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka
hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam
peranannya masing-masing, menciptakan serta mempertahankan
kebudayaan (Sulistyo Andarmoyo,2012).
Sedangkan Pasangan baru menikah adalah ketika seorang laki-laki
dan perempuan membentuk keluarga melalui pernikahan yang sah dan
meninggalkan keluarga masing-masing. Pasangan baru menikah adalah
keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang belum mempunyai anak (baru
menikah).
Perkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah
keluarga baru dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke
hubungan baru yang intim.

Karakteristik Keluarga Baru menikah

1. Terdiri dari dua orang yang diikat oleh hubungan perkawinan


2. Biasanya anggota keluarga tinggal bersama atau jika terpisah tetap
memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing
mempunyai peran sendiri-sendiri
4. Mempunyai tujuan (menciptakan dan mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan sosial anggota)

(Sulistyo Andarmoyo,2012).

6
B. Tugas perkembangan keluarga
1. Membentuk hubungan intim
2. Belajar hidup dengan pasangan
3. Memulai sebuah keluarga
4. Mengatur rumah tangga
5. Memutuskan dan bekerja menghadapi tujuan bersama
6. Menetapkan pedoman kekuasaan dan masalah pembuatan keputusan
7. Membuat standar untuk interaksi diluar keluarga
8. Membuka hubungan dengan orang lain untuk kehidupan sosial
9. Memilih nilai, moral, dan ideologi yang dapat diterima oleh keduanya
10. Mendiskusikan untuk mempunyai anak

(Sulistyo Andarmoyo,2012).

C. Masalah-masalah kesehatan dan promosi


1. Penyesuaian seksual dan peran penikahan
Penyesuaian perkawinan adalah proses dimana dua individu
memasuki tahap perkawinan dan mulai membiasakan diri dengan situasi
baru sebagai suami istri yang saling menyesuaikan dengan kepribadian,
lingkungan, kehidupan keluarga, dan saling mengakomodasikan
kebutuhan, keinginan dan harapan, serta saling menyesuaikan diri di
beberapa aspek perkawinan untuk mencapai kepuasan maksimum
dalam perkawinan.
Penyesuaian yang berhubungan dengan seksualitas dan
penyesuaian paling intim yang dilakukan oleh seorang suami dan
seorang istri dalam ikatan pernikahan. Penyesuaian seksual
merupakan aspek paling penting dari komponen penyesuaian
pernikahan. Jika ada penyesuaian pernikahan yang mengalami
masalah dalam suatu pernikahan kemungkinan besar ada kesulitan
yang dialami dalam penyesuaian seksual pernikahan tersebut.

7
2. Penyuluhan konseling keluarga berencana
Keluarga berencana termasuk masalah kontroversional, Jika
program keluarga berencana dimaksudkan untuk membatasi kelahiran,
maka hukumnya haram. Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran.
Bahkan terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk
memperbanyak anak. Adapun jika penggunaannya dengan maksud
berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal
lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan
wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh.
3. Komunikasi dan informasi.
Dalam pernikahan, komunikasi adalah kendaraan utama yang
digunakan pasangan untuk berhubungan dan saling mengatur; proses
sosial dan kognitif mendasari komunikasi pasangan diasumsikan akan
menjadi peran utama dalam kemampuan pasangan untuk beradaptasi
terkait perkembangan relasional dan kepuasan yang berlangsung
(Ayub, 2010).
Banyak penelitian yang sudah dilakukan membandingkan
pola komunikasi pada pasangan yang bahagia dan tidak bahagia. Salah
satu penelitian mengindikasi bahwa pasangan yang tidak bahagia
adalah yang mengalami
1. Kesulitan untuk menyampaikan pesan positif,
2. Kesalahpahaman antar pasangan lebih sering terjadi,
3. Kurangnya kesadaran untuk memahami bahwa ada
kesalahpahaman dalam komunikasi,
4. Sering dan secara intens menggunakan pesan negatif, dan
5. Sering kali membedakan diri dengan hubungan yang dianggap
lebih baik.

Temuan ini juga mendukung bahwa pasangan dengan


komunikasi yang baik dalam memecahkan masalah lebih sedikit
dilaporkan mengalami stress dan ketidakpuasan di pernikahannya
dibandingkan dengan mereka yang memiliki komunikasi yang

8
rendah dalam pemecahan masalah (Sher, dalam Ayub, 2010).
Pasangan Baru Menikah

4. Kurangnya informasi dapat mengakibatkan masalah seksual,


emosiona,ketakutan, rasa bersalah, kehamilan yang tidak direncanakan,
penyakitkelamin (sebelum dan sesudah pernikahan). Pada situasi yang
demikian, peran perawat keluarga sangat besar dalam membantu mereka
menjadi keluargamantap

D. Peran perawat dalam tahap perkembangan


Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, ada beberapa
peranana yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain adalah :
1. memberikan asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit
2. mengenaljan masalah dan kebutuhan kesehatan keluarga, dalam hal ini
perawat membantu keluarga dalam mengenalkan penyimpangan dari
keadaan-keadaan normal tentang kesehatan dan membantu keluarga
dalam melihat masalh secara objektif akan keuntungan dan kerugian
yang ditimbulkan dari masalah tersebut
3. koordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan keluarga,
yaitu berperan dalam mengkoordinir pelayanan kesehatan keluarga baik
secara individu maupun berkelompok
4. fasilitator, yaitu menjadikan pelayanan kesehatan mudah dijangkau dan
perawat dengan mudah dapat menampung permasalahn yang dihadapi
keluarga dan mampu membantu mencarikan jalan pemecahnya
5. pendidik kesehatan, perawat dapat berperan sebagai pendidik untuk
mengubah perilaku keluarga yang tidak sehat menjadi sehat/ menjadi
lebih sehat
6. penyuluh dan konsultan, peerawat dapat berperan dalam memberikan
petunjuk asuhan keperawatan dasar terhadap keluarga disamping
menjadi penasihat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan
keluarga (Sulistyo Andarmoyo,2012).

9
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Pengkajian
Tanggal pengkajian : Minggu, 29 September 2019
1. DATA KELUARGA
Nama kepala keluarga : Tn. T
Alamat rumah & Telp : Semarang
Agama & suku : Islam & jawa
Bahasa sehari-hari : Jawa
Jarak yankes terdekat : 2 KM
Alat transportasi : Kendaraan bermotor
Data anggota keluarga
No. Nama Hub dgn Umur JK Suku Pendidikan Pekerjaan
KK terakhir saat ini
1. Tn. T Kepala 22 L Jawa SMA Swasta
keluarga Tahun
2. Ny.K Istri 21 P Jawa SMK Mahasiswa
Tahun

PENAMPILAN UMUM
Aspek Tn. T Ny. K
Tensi (mmHg) 120/90 mmHg 110/80 mmHg
TB / BB 172 cm / 85 kg 150 cm / 40 kg
Nadi 80 x/menit 85 x/menit
Rambut Kepala Terlihat bersih dan rapi Terlihat bersih dan rapi
Mata,telinga, Tidak ditemui gangguan Tidak ditemui ganggua
mulut,hidung, pada mata,telinga,mulut dan pada mata,telinga,mulut
tenggorokan gigi bersih,hidung dan dan gigi bersih,hidung
tenggorokkan normal. dan tenggorokkan
normal

10
Leher Tidak ada pembesatan Tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid
Aspek Tn.T Ny.K
Abdomen Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
abdomen abdomen
Genitalia Tidak diperiksa Tidak diperiksa

2. GENOGRAM
Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

3. STRUKTUR KELUARGA
a. Pola komunikasi keluarga
Menurut keluarga Tn. T dalam keluarganya biasa berkomunikasi
menggunakan bahasa jawa dan proses komunikasi berlangsung
2 arah dan saling memuaskan kedua belah pihak jika bertemu,
tapi ketika Tn.T sedang bekerja Ny.K jarang berkomunikasi
dengan suaminya dan terkadang merasa kesepian dan menurut
Ny.K dia berkomunikasi dengan orang tuanya hanya melalui
telepon dikarenakan jarak yang jauh dari rumah orang tua.
b. Struktur kekuatan keluarga
Ny.K mengatakan bahwa sampai saat ini dalam keluarganya,
suaminya yang berperan sebagai kepala keluarga dan jika ada
masalah suaminya yang membuat keputusan.
c. Struktur peran
Peran Tn.T sebagai suami adalah mencari nafkah juga sebagai
pelindung dan pemberi rasa aman untuk istrinya. Dan Ny.K
sebagai istri berperan untuk mengurus rumah tangga seperti
memasak, mencuci baju,mengatur keuangan dll. Serta lebih
bersabar dalam menahan rindu dengan suaminya yang mencari

11
nafkah. Ny. K mengatakan terkadang merasa kesepian dirumah
sendiri karena ditinggal kerja oleh suaminya.
d. Nilai atau norma keluarga
Dalam keluarga Tn.T punya kebiasaan bila ada yang terluka
kecil diobati menggunakan obat-obat tradisional

4. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga dengan pasangan baru menikah yang saat ini menanti
kelahiran anak pertama yang dalam kandungan berumur 3
bulan 1 minggu.
b. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
“Ny. K mengatakan tidak ada tahapan perkembangan keluaga
yang belum terpenuhi”
c. Riwayat keluarga inti :
“Ny,K mengatakan keluarga mereka terbentuk dari berpacaran”
d. Riwayat keluarga sebelumnya :
Tn.T tidak pernah mengalami sakit yang berat yang
memerlukan perawatan di Rumah Sakit juga tidak ada yang
memiliki penyakit kronis maupun penyakit keturunan, begitu
juga denganNy.K.

5. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Keluarga mengatakan berusaha memelihara hubungan baik antar
aggota keluarga, saling menyayangi dan saling menghormati.
b. Fungsi sosialisasi
Ny.K berencana jika anaknya sudah lahir nanti akan
membesarkan dan mendidik anaknya bersama suaminya.

12
c. Fungsi perawatan kesehatan
1) Mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan;
Keluaga Tn.T mengatakan belum banyak mengetahui
tentang masalah-masalah kehamilan Seperti saat ini Ny.K
belum banyak mengetahui fakta-fakta seputar kehamilan.
2) Mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan
mengenai tindakan kesehatan yang tepat:
Masalah kesehatan yang dirasakan oleh keluarga Tn.T saat
ini mengenai kekhawatiran Ny.K tentang janinnya. Sejauh
ini keluarga hanya bertanya pada teman atau tetangga di
sekitar rumah.
3) Mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit, :
Keluarga Tn. T mengatakan Jika ada anggota keluarga yang
sakit dibawa ketempat pelayanan kesehatan setempat.
4) Mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga memelihara
lingkungan rumah yang sehat, adalah :
Keluarga Tn.T tinggal dirumah sendiri dan Ny.K
membersihkan lingkungannya jika sudah kotor dan banyak
sampah yang berserakan.
5) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga
menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat,
hal yang perlu dikaji adalah :
Keluarga Tn.T berencana jika istrinya nanti melahirkan akan
di bawa ke klinik ibu dan anak. Ny.K lebih memilih untuk
melahirkan dengan bidan.
d. Fungsi reproduksi
Tn.T dan Ny.K berencana memiliki 3 orang anak. Satu laki-laki
dan dua perempuan. Ny.K belum mengetahui akan

13
menggunakan alat kontrasepsi apa untuk upaya pengendalian
jumlah anggota kelurga. Keluarga Tn.T megatakan belum
mengetahui tentang kesehatan reproduksi
e. Fungsi ekonomi
Dengan jumlah pendapatan Rp.1.500.000/bulan keluarga Tn.T
mengatakan sudah dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan,
papan.

6. DATA PENUNJANG KELUARGA


a. Kondisi Rumah :
Type rumah : Permanen, Lantai : keramik
b. Ventilasi : cukup
c. Pencahayaan rumah : baik
d. Saluran buang limbah : baik
e. Sumber air bersih : sehat
f. Jamban memenuhi syarat : ya
g. Tempat pembuangan sampah memenuhi syarat : ya

7. STRESS DAN KOPING KELUARGA


a. Stresor jangka pendek dan panjang
Ny.K mengatakan stres yang dihadapi saat ini kekhawatirannya
pada janin yang sedang di kandungnya sekarang.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Keluarga memberikan dorongan dan semangat pada anggota
keluarga yang memiliki masalah. Keluarga juga membantu
memecahkan masalah yang ada di keluarga tersebut dengan
bermusyawarah.
c. Strategi koping konstruktif yang digunakan
Dalam keluarga Tn.T bila ada sesuatu masalah maka tekhnik
pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan
musyawarah

14
d. Strategi adaptasi disfungsional
Bila salah satu anggota keluarga ada yang salah Tn.T selalu
menegurnya.

B. Analisa Data
Data Kemungkinan Masalah / diagnosa
penyebab
Data Subyektif : Kemungkinan Kurang pengetahuan
 Keluaga Tn.T keluarga tidak tentang tugas
mengatakan belum mengenal masalah perkembangan keluarga
banyak mengetahui tugas perkembangan baru menikah
tentang masalah- keluarga baru berhubungan dengan
masalah kehamilan menikah. ketidakmampuan
Seperti saat ini Ny.K keluarga mengenal
belum banyak masalah tugas
mengetahui fakta-fakta perkembangan keluarga
seputar kehamilan. baru menikah.
 Tn.T dan Ny.K
berencana memiliki 3
orang anak. Satu laki-
laki dan dua
perempuan. Ny.K
belum mengetahui akan
menggunakan alat
kontrasepsi apa untuk
upaya pengendalian
jumlah anggota kelurga.
Pola hubungan seksual
aktif dan sering
dilakukan.

15
 Keluarga Tn.T
megatakan belum
mengetahui tentang
kesehatan reproduksi

Data Obyektif :

 Masalah kesehatan
yang dirasakan oleh
keluarga Tn.T saat ini
mengenai kekhawatiran
Ny.K tentang janinnya.
Sejauh ini keluarga
hanya bertanya pada
teman atau tetangga di
sekitar rumah.

Data Kemungkinan Masalah / diagnosa


penyebab
Data Subyektif : Kemungkinan Resiko terjadinya konflik
 Ny. K mengatakan keluarga tidak berhubungan dengan
terkadang merasa mengetahui ketidaktahuan keluarga
kesepian dirumah bagaimana membina mengenal masalah
sendiri karena ditinggal komunikasi pada komunikasi pada
kerja oleh suaminya. keluarga baru nikah keluarga baru nikah.
 Ny.K mengatakan stres
yang dihadapi saat ini
kekhawatirannya pada
janin yang sedang di
kandungnya sekarang.

16
Data obyektif :

 Ny.K sebagai istri


berperan untuk
mengurus rumah tangga
seperti memasak,
mencuci baju,mengatur
keuangan dll. Serta
lebih bersabar dalam
menahan rindu dengan
suaminya yang mencari
nafkah.

C. Diagnosa keperawatan
1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru
menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah.
2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan ketidaktahuan
keluarga mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru nikah.

17
D. Skoring prioritas diagnose keperawatan keluarga baru menikah
1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru
menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah

Total masalah :

No Criteria SKALA BOBOT Scoring


1. Sifat masalah : 3 1 3/3x1 = 1
tidak/ kurang sehat
Kemungkinan 2 2 2/2x 2= 2
masalah dapat diubah :
mudah
Potensial masalah untuk 2 1 2/3x 1 = 2/3
dicegah : cukup
Menonjolnya masalah : 2 1 2/2x 1= 1
harus segera ditangani
Total 4 2/3

18
2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga
mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru nikah

No Kriteria SKALA BOBOT Scoring


2. a. Sifat masalah : 3 1 3/3x1 = 1
tidak/ kurang sehat
b. Kemungkinan 1 2 1/2x 2= 1
masalah dapat diubah
:sebagian
Potensial masalah untuk 2 1 2/3x 1 = 2/3
dicegah : cukup
Menonjolnya masalah : 2 1 2/2x 1= 1
harus segera ditangani
Total 3 2/3

E. Penetapan prioritas diagnosa keperawatan

Prioritas Diagnosa keperawatan Skore


1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan 4 2/3
keluarga baru menikah berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas
perkembangan keluarga baru menikah.
2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan 3 2/3
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah
komunikasi pada keluarga baru nikah.

19
F. Intervensi
1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru
menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah tugas perkembangan keluarga baru menikah.

Tujuan Kriteria Standar hasil Intervensi


keperawatan
Tupen : Verbal Keluarga dapat 1. Kontrak dengan
Keluarga pengetahuan menyebutkan tugas keluarga
memahami perkembangan • Kaji tingkat
tentang tugas keluarga baru pengetahuan
perkembangan menikah dengan keluarga tentang
keluarga baru bahasanya sendiri. tugas perkembangan
nikah Tugas perkembangan keluarga baru
Tupen : keluarga baru menikah
Setelah menikah adalah: • Beri reinforcement
dilakukan •Membina hubungan positif atas
asuhan beberapa dengan keluarga lain, pengetahuan klien
hari keluarga teman, sekelompok •Jelaskan tentang
dapat: sosial tugas perkembangan
1.mengenal keluarga baru
masalah menikah
perkembangan •Minta keluarga
keluarga baru mengulang kembali
menikah materi yang telah
2. membuat dijelaskan
keputusan dalam •Berikan pujian
perencanaan terhadap
dengan keluarga kemampuan
kapan dan keluarga memahami
jumlah anak materi yang
yang diinginkan diberikan

20
2.Diskusikan
dengan keluarga
perencanaan
keluarganya.
 Bantu
keluarga membuat
keputusan kapan
dan berapa jumlah
anak yang
diinginkan
 Berikan
reinforcement
positif jika keluarga
mampu membuat
keputusan yang baik
sesuai dengan
sumber daya yang
dimiliki.

21
2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga
mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru nikah

Tujuan Kriteria Standar hasil Intervensi


keperawatan
Tupen : Verbal Keluarga dapat  Jelaskan
Keluarga pengetahuan memahami pentingnya komunikasi yang
memahami berkomunisi yang baik baik antara suami
tentang pada pasangan baru kepada istrinya dan
perlunya nikah sebaliknya
komunikasi •Membina rasa saling  Jelaskan
yang baik percaya dan lebih pentingnya
pada saling menyayangi komunikasi dalam
keluarga baru antar suami dan istri keluarga baru nikah
nikah. •Menjaga keutuhan dan kepercayaan
Tupen : rumah tangga dengan sehingga tidak terjadi
Setelah tidak mementingkan pertengkaran
dilakukan keegoisan masing-  Jelaskan
asuhan masih. keutuhan keluarga itu
beberapa hari penting untuk tugas
keluarga perkembangan
dapat: kelurga nantinya.
1.mengenal
masalah
komunikasi
dalam
keluarga
2 membuat
keduanya
saling
memahani
dan mengerti

22
serta lebih
bersabar
dengan
keadaan yang
kadang tidak
memihak

G. Implementasi dan evaluasi


1. Diagnosa keperawatan : Kurang pengetahuan tentang tugas
perkembangan keluarga baru menikah berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan
keluarga baru menikah

Hari/ Pukul Implementasi Evaluasi


tanggal
Minggu,29 17.00  Melakukan S: Ny.K mengatakan
September kontrak dengan mengerti apa yang telah
2019 keluarga didiskusikan dan akan
 Mengkaji membicarakan dengan
tingkat suaminya.
pengetahuan
Ny. K mengatakan
keluarga tentang
pengetahuannya tentang
tugas
kesehatan wanita bertambah
perkembangan
keluarga baru O: Ny.K aktif dalam diskusi
menikah dan ada respon terhadap

 Memberi pertanyaan evaluasi.


reinforcement
A: masalah teratasi sebagian
positif atas
pengetahuan P: evaluasi pada pertemuan

klien berikutnya.

23
 Menjelaskan
tentang tugas
perkembangan
keluarga baru
menikah
 Meminta
keluarga
mengulang
kembali materi
yang telah
dijelaskan
 Memberikan
pujian terhadap
kemampuan
keluarga
memahami
materi yang
diberikan
 Mendiskusikan
dengan keluarga
perencanaan
keluarganya.
 Membantu
keluarga
membuat
keputusan kapan
dan berapa
jumlah anak
yang diinginkan
 Memberikan
reinforcement
positif jika

24
keluarga mampu
membuat
keputusan yang
baik sesuai
dengan sumber
daya yang
dimiliki.

2. Diagnosa keperawatan : Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan


ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi pada keluarga
baru nikah

Hari/ tanggal Pukul Implementasi Evaluasi


Senin , 30 17.00  Menjelaskan S: Ny.K mengatakan
September komunikasi yang baik mengerti dan akan
antara suami kepada dicoba jika ada masalah
istrinya dan sebaliknya akan dibicarakan baik-
 Menjelaskan baik.
pentingnya O: Ny.K menerima
komunikasi dalam konsep dengan baik
keluarga baru nikah A: masalah teratasi
dan kepercayaan P: motivasi keluarga
sehingga tidak terjadi lebih intensif.
pertengkaran
 Menjelaskan
keutuhan keluarga itu
penting untuk tugas
perkembangan kelurga
nantinya.

25
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Tugas perkembangan kelaurga pada tahap keluarga baru menikah
yaitu: membangun perkawinan, menghubungkan jaringan persaudaraan
secara harmonis, membina hubungan dengan keluarga lain: teman dan
kelompok social, serta merencanakan penambahan anggota baru
(mempersiapkan menjadi orangtua), mendiskusikan rencana punya anak.
Pada keluarga Tn.T pada tahap perkembangan pasangan baru
menikah memiliki 2 masalah yaitu Kurang pengetahuan tentang tugas
perkembangan keluarga baru menikah berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga
baru menikah. dan Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru
nikah.

B. SARAN
Sebaiknya sebagai seorang perawat/calon perawat harus selalu
memberikan pendidikan kesehatan kepada pasangan keluarga pemula, agar
bias menjalin hubungan keluarga yang harmonis ke depanya nanti.

26
DAFTAR PUSTAKA

Alder, E.S. (2010). “Age, Education Level, and Length of Courtship in Relation to
MaritalSatisfaction”. Master's thesis. Pacific University.
https://commons.pacificu.edu/spp/145/

Ayub, N. (2010). “Development of Marital Satisfaction Scale.” Pakistan Journal


of Clinical Psychology. ©Institute of Clinical Psychology, University
of Karachi. Vol. 9, 19-34

Achjar, K.A.2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta:


Sagung Seto.
Allender, JA & Spradley, B. W. 2001. Community as Partner, Theory and Practice
Nursing. Philadelpia: Lippincott.
Anderson.E.T & Mc.Farlane.J.M.2000. Community Health and Nursing, Concept
and Practice. Lippincott: California.
Carpenitto, L. J. 2000. Buku Saku Diagnosis Keperawatan.Jakarta: EGC.
Effendy,N. 1998. Dasar-dasar keperawatan Kesehatan Masyarakat.Jakarta: EGC.
Friedman, M. M. 1998. Family Nursing Research Theory and Practice, 4th Edition.
Connecticu : Aplenton
Iqbal,Wahit dkk. 2005.Ilmu Keerawatan Komunitas 2 Teori dan Aplikasi dalam
Praktek Pendekatan Asuhan Keperawatan Komunitas, Gerontik, Keluarga.
Jakarta : EGC.
Suprajitno. 2004. Asuhan Keprawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktek. Jakarta :
EGC.
Wright dan Leakey.1984. Penderita Obesitas.Jakarta : PT Pustaka Raya.

27
LAMPIRAN

28