Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN TUTORIAL BLOK 5 MODUL 4

“Tumbuh Kembang Dento Orofacial”

Kelompok 2
Tutor : drg. Aria Fransiska,MD.Sc

Ketua : Ayu Sri Gusti Dewi


Sekretaris Meja : Indriani Putri Pratiwi
Sekretaris Papan : Enjelika Lifedora

Anggota :
Dinda Putri Qonita
Ellena Maharani
Faradina Azzahra
Hilda Zefni
Indriani Putri Pratiwi
Melinda Marseli Kurnia
Muhammad Taufik
Ricky Chandra Harahap
Muhammad Daffa Safra

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
2018
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JARINGAN LUNAK RONGGA
MULUT
Skenario 4 :
Sari (9th) sejak kemarin mengeluh sakit karena gusi rahang bawahnya yang
terluka sewaktu menyikat gigi dan luka pada pipi bagian dalam mulutnya karena
tergigit sewaktu makan. Sehingga Ibunya membawa sari ke dokter gigi untuk
memeriksakan kondisi lukanya.
Hasil pemeriksaan ditemukan lesi bekas gigitan pada mukosa pipi Sari dan lesi
pada gingiva regio molar sinistra. Menurut dokter gigi tidak berbahaya karena proses
perbaikan jaringan lunak rongga mulut lebih cepat sehingga akan cepat pulih. Ibunya
bertanya kepada dokter gigi, “Kenapa begitu dok ? Dokter gigi menjelaskan bahwa
Sari masih pada usia pertumbuhan sehingga regenerasi jaringan mudah terjadi
berbeda dengan orang tua yang sudah mengalami proses aging, banyak faktor yang
mempengaruhi proses regenerasi jaringan rongga mulut. Jaringan lunak rongga mulut
juga dibentuk sesuai dengan fungsinya sehingga memiliki struktur dan bentuk yang
berbeda karena jaringan lunak dalam rongga mulut itu sangat spesifik.
Dokter gigi menyarankan supaya Sari menjaga kesehatannya sehingga rongga
mulutnya dapat berfungsi dengan baik.
Bagaimana saudara menjelaskan tentang jaringan lunak rongga mulut Sari ?
I. TERMINOLOGI
1. Mukosa : Lapisan epitel yang menutupi atau melapisi rongga mulut.
2. Lesi : Kerusakan atau ketidaknormalan setiap bagian atau jaringan di
dalam tubuh.
3. Regenerasi : Proses menumbuhkan kembali jaringan yang rusak dengan
penggantian alat yang hilang dengan sel baru.
4. Proses aging : Proses alami yang disertai adanya penurunan fisik, psikologis
maupun sosial.
II. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana struktur jaringan lunak pada rongga mulut ?
2. Apa fungsi jaringan lunak pada rongga mulut ?
3. Apa saja klasifikasi mukosa rongga mulut ?
4. Bagaimana tumbuh kembang jaringan lunak rongga mulut ?
5. Bagaimana terjadinya regenerasi jaringan ?
6. Faktor apa saja yang mempengaruhi proses regenerasi jaringan ?
7. Kenapa perbaikan rongga mulut lebih cepat dari perbaikan jaringan lunak
lainnya ?
8. Apa saja faktor yang mempengaruhi proses penuaan pada jaringan rongga
mulut ?
9. Bagaimana lesi pada rongga mulut bisa terjadi ?
10. Apa saja zat gizi yang dapat menjaga kesehatan jaringan lunak rongga
mulut ?
III. ANALISA MASALAH
1. Struktur jaringan rongga mulut terdiri atas lapisan tipis jaringan mukosa yang
licin, halus, fleksibel, berkeratin dan tidak berkeratin.
Secara histologi jaringan mukosa mulut terdiri dari 3 lapisan, yaitu :
A. Lapisan epitelium : yang melapisi dibagian permukaan luar. Terdiri atas
berlapis-lapis sel mati yang mana lapisan ini akan selalu diganti terus
menerus dari bawah.
B. Lapisan basalis : merupakan lapisan pemisah antara lapisan epitelium
dengan lamina propia berupa serat kolagen dan elastis. Terdiri dari
Lamina Lucida dan Lamina Densa.
C. Lamina propia : pada Lamina Propia ini terdapat ujung-ujung saraf bebas,
pleksus kapiler, jaringan limfa, serta elemen-elemen penghasil sekret dan
kelenjar ludah kecil.
2. Fungsi jaringan lunak pada rongga mulut, antara lain :
A. Pengaturan suhu
B. Sensasi : terdapat pada ujung saraf (reseptor)
C. Sekresi air ludah
D. Taste bud
E. Proses mastikasi dan bicara
F. Membasahi permukaan rongga mulut
G. Melindungi jaringan yang lebih dalam
3. Klasifikasi mukosa rongga mulut , yaitu :
A. Mukosa mastikasi : berfungsi untuk pengunyaha, terdapat pada epitel
squamosa berlapis keratin, ditemukan pada dorsum lidah, langit-langit
keras dan gingiva yang menempel.
B. Mukosa lapisan : terdapat pada epitel squamosa bertingkat non-keratin,
ditemukan pada mukosa bukal, mukosa labial, dan mukosa alveolar.
C. Mukosa khusus : terdapat khusus di daerah perasa pada papilla lingual
pada permukaan dorsal lidah yang berisi ujung saraf untuk penerimaan
sensorik umum dan persepsi rasa.
Berdasarkan ada tidak nya keratin yaitu :
A. Orthokeratinized : keratin dihasilkan dari keratohyalin granule di
granulosum. Dikulit, mukosa mastikasi dan mukosa khusus
menghasilkan barier untuk mencegah kehilangan banyak cairan.
B. Non-keratinized : di area mukosa penutup untuk proteksi dari kerusakan
mekanik dan barier selektif.
4. Pertumbuhan jaringan lunak mulut, yaitu :
A. Gingiva : terjadi pada akhir pembentukan matriks enamel (ameloblas)
yang menghasilkan kutikula enamel primer, lalu terjadi erupsi dan
terbentuklah enamel gingival.
B. Mukosa mulut : melekat langsung pada lapisan periosteum jaringan
tulang dan dipisahkan dari periosteum oleh suatu jaringan ikat, lapisan
permukaan merupakan epitel berlapis gepeng tipe epitelium stratifcatum
squamosum, lapisan yang lebih dalam disebut sebagai lamina propia
yang merupakan jaringan ikat dan banyak mengandung pembuluh darah
dan serat saraf.
C. Lidah : penonjolan dari lamina propia disebut papilla, mukosa pada lidah
mempunyai struktur khusus yang disebut papilla lidah, 2/3 anterior
terletak di cavum oris dan 1/3 posterior terletak di daerah faring, papilla
lidah muncul minggu ke-11 dan taste bud mula ada pada minggu ke-14.
5. Proses terjadinya regenerasi jaringan, yaitu :
A. Tahap inflamasi ( 0-5 hari )
Respon awal tubuh terhadap cedera dan dilalui dengan peningkatan
pergerakan plasma dan leukosit dari darah ke jaringan.
B. Tahap poliferasi ( 3-14 hari )
Fase proliferasi terjadi setelah agen-agen penyebab berhasil dihilangkan
dan tak ada infeksi yang muncul.
C. Tahap maturasi ( 7 hari - 1 tahun )
Pada tahap ini serat kolagen yang tidak teratur dihancurkan dan
digantikan dengan serat kolagen yang baru yang berorientasi lebih baik
dalam menahan turside force luka. Karena serat kolagen memiliki
keefektifan yang lebih baik, maka hanya dibutuhkan sedikit sehingga
kelebihan kolagen dihilangkan dan luka menjadi lebih lembut.
6.Faktor yang mempengaruhi proses regenerasi jaringan,yaitu :
A. Nutrisi
B. Bahan kimia dan obat-obatan
C. Infeksi
D. Trauma
E. Jenis makananyang dimakan
F. Bakteri/virus

7. Perbaikan jaringan lunak rongga mulut lebih cepat dari perbaikan jaringan
lunak lainnya karena adanya mukosa dan jaringan epitel rongga mulut yang
mempunyai struktur yang tidak stabil yang secara teratur selalu beregenerasi
melalui aktifitas pembelahan sel. Pembelahan sel tercepat terjadi pada area
non-keratin yang tipis seperti dasar mulut dan bawah lidah.
8. Faktor yang mempengaruhi proses penuaan jaringan mulut, yaitu :
A. Faktor genetik : penuaan dini, resiko penyakit intelegensia,
pharmakogenik, warna kulit, dan tipe/kepribadian seseorang.
B. Faktor endogenik : perubahan struktural dan penurunan fungsional,
kemampaun/skill menurun, dan kapasitas kulit untuk menurunkan
vitamin D.
C. Faktor eksogenik : die/asupan gizi. Radang mukosa dapat dikaitkan
dengan kekurangan vitamin B12., riboflavin, dan zat besi pada diet
pasien lanjut usia.
9. Proses terjadinya lesi dalam rongga mulut, yaitu :
kuman dalam rongga mulut (apatogen) → daya tahan tubuh lemah → kuman
apatogen menjadi patogen → terjadi lesi.
10. Zat gizi yang dapat menjaga kesehatan jaringan lunak rongga mulut, yaitu :
A. Vitamin A : diperlukan untuk kesehatan gingiva. Selain itu, beta-karoten
penyakit periodontal dan mengurangi resiko pembusukan gigi.
B. Vitamin B kompleks : beberapa vitamin B yang berpengaruh pada
jaringan lunak mulut, yaitu :
1. Vitamin B2 : berfungsi menguatkan lapisan mukosa mulut, mukosa
atau prekursor. Vit A memiliki sifat antioksidan untuk mencegah
bibir, dan mukosa lidah.
2. Vitamin B3 : bentuk aktif dari vitamin ini merupakan bagian dari
koenzim yang berperan dalam proses transfer atom hidrogen dalam
reaksi yang menghasilkan energi. Energi ini berhubungan dengan
integritas jaringan.
IV. SKEMA
SARI

TERGIGIT LUKA PADA PIPI BAGIAN TERLUKA SEWAKTU


SAKIT GUSI
SEWAKTU MAKAN DALAM RM MENYIKAT GIGI
G
DRG

LESI BEKAS GIGITAN LESI PADA


PADA MUKOSA PIPI GINGIVA

JARINGAN LUNAK
RONGGA MULUT

FAKTOR YG KLASIFIKASI PENUAAN


STRUKTUR FUNGSI REGENERASI TUMBANG
MEMPENGARUHI MUKOSA
V. LEARNING OBJECTIVE
1. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Tumbuh Kembang
Jaringan Lunak Rongga Mulut
2. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Struktur Jaringan Lunak
Rongga Mulut
3. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Mukosa
Rongga Mulut
4. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Faktor Yang
Mempengaruhi Tumbuh Kembang Jaringan Lunak Rongga Mulut
5. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Jaringan Lunak Rongga
Mulut
6. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Proses Regenerasi
Jaringan Lunak Rongga Mulut
7. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Proses Penuaan Pada
Jaringan Lunak Rongga Mulut
VI. SINTESA DAN UJI INFORMASI
1. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelakan Tumbuh Kembang Jaringan
Lunak Rongga Mulut
Jaringan lunak mulut terdiridari mukosa pipi, bibir, ginggiva, lidah, palatum, dan
dasar mulut.Struktur jaringan lunak mulut terdiri dari lapisan tipis jaringan mukosa
yang licin, halus, fleksibel, dan berkeratin atau tidak berkeratin.Jaringan lunak mulut
berfungsi melindungi jaringan keras di bawahnya; tempat organ, pembuluh darah,
saraf, alat pengecap,dan alat pengunyah. Secara histologis jaringan mukosa mulut
terdiri dari 3 lapisan (Avery & Chiego, 2006; Balogh & Fehrenbach, 2006)
1.Lapisan epitelium, yang melapisi di bagian permukaan luar, terdiri dari berlapis–
lapissel mati yang berbentuk pipih atau datar dimana lapisan sel–sel yang mati ini
selalu diganti terus–menerus dari bawah, dan sel–sel ini disebut dengan stratified
squamous epithelium. Struktur stratified squamous epitheliumdari mukosa mulut
meliputi kedua permukaan, yaitu mukosa mulut tidak berkeratin seperti pada mukosa
pipi, bibir, palatum mole, dasar rongga mulut, sertamukosa berkeratin seperti palatum
dan alveolar ridges. Terdiri daristratum corneum, stratumgranulosum, stratum
spinosumdanstratum basale.
2. Membrana basalis, yang merupakan lapisan pemisah antara lapisan epitelium
dengan lamina propria, berupa serabut kolagen dan elastis. Terdiri dari lamina lucida
dan lamina densa.
3. Lamina propria, pada lamina propria ini terdapat ujung–ujung saraf rasa sakit,
raba, dan suhu. Selain ujung–ujung saraf tersebut terdapat juga pleksus kapiler,
jaringan limfa,dan elemen–elemen penghasil sekret dari kelenjar–kelenjar ludah
kecil.Kelenjar ludah yang halus terdapat di 13seluruh jaringan mukosa mulut, tetapi
tidak terdapat di jaringan mukosa gusi kecuali di mukosa gusi daerah
retromolar.Disamping itu lamina propria ini sebagian besar terdiri dari serabut
kolagen, serabutelastin dan sel–sel fibroblast& makrofag, selmast, sel inflamatori
serta sel–sel darah yang penting untuk pertahanan melawan infeksi.Jadi mukosa ini
menghasilkan sekret, bersifat protektif,dan sensitif (Nanchi, 2008).Mulut merupakan
pintu gerbang masuknya kuman–kuman atau rangsangan–rangsangan yang bersifat
merusak.Mukosa mulut dapat mengalami kelainan yang bukan merupakan suatu
penyakit tetapi merupakan kondisi herediter.Pada keadaan normal di dalam rongga
mulut terdapat bermacam–macam kuman yang merupakan bagian daripada “flora
mulut” dan tidak menimbulkan gangguan apapun dan disebut apatogen.Jika daya
tahan mulut atau tubuh menurun, maka kuman–kuman yang apatogen itu menjadi
patogen dan menimbulkan gangguan atau menyebabkan berbagai penyakit atau
infeksi(Nanchi, 2008).
Tumbuh kembang jaringan lunak rongga mulut,yaitu :
1. BIBIR
Bibir terbagi atas bibir atas dan bibir bawah yang mengelilingi jalan masuk dari
rongga mulut, kedua bibir ini memiliki otot skeleton yang tersusun dari orbicularis m.
Fungsi umum bibir adalah untuk mencegah makanan tercecer keluar, pada proses
berbicara dsb.
Bibir atas dipisahkan dengan pipi oleh nasolabial groove,dan bibir bawah
dipisahkan dengan dagu oleh labiomental groove. Bagian bibir yang berwarna merah
yang membatasi dengan kulit dan garis vermilion disebut dengan philtrum. Daerah
diantara bibir dan pipi dan gigi disebut vestibulum. Jaringan yang melipat yang
disebabkan oleh vestibulum antara bibir dan gigi disebut vestibular or mucolabial
fold. Saat lapisan vestibular menempal di tulang alveolar dan mengikat gigi
membrane mucous seketika berubah menjadi gingiva. Didalam lipatan vestibular
terdapat ikatan jaringan yang disebut labial frenula, yang mana labial frenula yang
terdapat di garis tengah maxilla dan mandibular disebut sebagai frenula atas dan
bawah. Frenula lain terletak di vestibulum.
2. PALATUM
Secara struktur, palatum memiliki 2 bagian, palatum keras dan palatum lunak,
yang berbeda dalam hal bentuk dan fungsi. Palatum keras adalah partisi tulang
diantara nasal dan oral cavity. Otot palatum harus melekat ke batas posterior dari
palatum keras dan menonjol ke arah posterior, memisahkan nasopharyng dan
posterior oropharyng dengan nasal dan oral cavity. Empat pasang otot menempel ke
aponeurosis fibrosa palatum. Permukaan oral dari palatum lunak akan berbentuk
cekung saat masa istirahat menyesuaikan dengan saluran dari tulang palatum keras.
Uvula adalah sebuah sebab proses berbentuk kerucut menonjol ke bawah dari free
margin posterior. Palatum lunak sangat aktif pergerakannya, dapat dilihat saat
mengucapkan ‘AAAAA’. saat berbentuk cembung, ia menghalangi makanan dan
minuman menuju nasopharyng dan hidung saat menelan,begitu juga udara dari
hidung.
3. LINGUAL
Lingual (lidah) merupakan alat indera perasa yang dapat merespon berbagai jenis
rasa manis, asam, asin, pahit serta berperan penting dalam mastikasi.,deglutasi
(menelan), dan berbicara. Lidah merupakan organ berotot di rongga mulut yang
bagian tengahnya terdiri atas jaringan ikat dan oto-otot rongga.
Pada permukaan dorsal (atas) lidah terdapat alur berbentuk ‘V’ yang ujungnya
mengarah ke posterior, yaitu Sulkus Terminalis. Sulkus tersebut membagi lidah
menjadi bagian anterior dan posterior. 2/3 bagian anterior lidah disebut apeks.,
sedangkan 1/3 bagian posteriornya disebut dorsum.
Foramen cocum merupakan lubang kecil pada puncak sulkus terminalis. Tonsil
lingualis yaitu kelompok tonsil berbentuk tidak tetap pada bagian dorsal posterior
lingual dan berfungsi untuk mengatur keluar masuknya udara dari tenggorokan dan
membantu menelan makanan. Tonsil palatina merupakan jaringan limfoid pada sisi
kiri dan kanan yang dapat membentuk antibodi untuk melindungi dari
mikroorganisme dan benda asing yang masuk melalui rongga mulut.

2. Mampu Memahami dan Menjelaskan Struktur Jaringan Lunak Rongga


Mulut

Rongga mulut (mulut) termasuk bibir, pipi, langit-langit (atap mulut), dasar mulut dan
bagian lidah dalam mulut (lidah lisan). Sebuah selaput lendir melapisi dan melindungi
bagian dalam mulut. Struktur dalam rongga mulut memainkan peran penting dalam
berbicara, mengecap rasa dan langkah pertama dalam pencernaan.

Struktur Rongga Mulut

Rongga mulut dimulai pada perbatasan antara kulit dan bibir (vermillion border).
Langit-langit mulut dibentuk oleh langit-langit yang keras. Rongga mulut mengarah
ke orofaring, yang meliputi langit-langit lunak, bagian belakang lidah dan amandel.
Permukaan bagian dalam dari pipi membentuk sisi rongga mulut. Bagian terendah
dari rongga mulut adalah dasar mulut, yang ditutupi oleh lidah.
Rongga mulut dapat dibagi menjadi daerah tertentu, termasuk:
 bibir
 mukosa labial (lapisan dalam bibir)
 komisura bibir (di mana bibir atas dan bawah bertemu di sudut mulut)
 vestibulum (ruang yang dibatasi oleh gigi dan gusi di bagian dalam dan permukaan
mukosa bibir dan pipi di luar)
 lidah oral (depan dua-pertiga dari lidah)
 dasar mulut
 mukosa bukal (lapisan dalam pipi)
 gingiva (gusi)
 trigonum retromolar (daerah di belakang geraham kembali rahang bawah)
 langit-langit keras (bagian tulang di bagian depan atap mulut)
 gigi
 rahang bawah (mandibula)
 rahang atas (maxilla)
Fungsi Rongga Mulut

Fungsi dari rongga mulut dan struktur adalah untuk memulai proses pencernaan.
Rongga mulut menerima makanan, mengunyah dan mengadukkan dengan air liur dan
kemudian mulai proses menelan. Pengecap di lidah memberikan sensasi rasa yang
berbeda. Rongga mulut memainkan peran penting dalam pembicaraan. Mulut juga
digunakan untuk bernafas, minum, ekspresi wajah dan interaksi sosial (seperti
mencium).

Rongga Mulut Pintu Sistem Pencernaan Kita

Rongga mulut adalah pintu awal masuknya makanan ke dalam tubuh


kita. Karena itu rongga mulut memainkan peranan yang sangat
penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebagai
salah satu bagian dari sistem pencernaan ia merupakan pintu gerbang
dimana didalamnya terjadi proses kompleks yang dijalankan oleh
fungsi gigi, kelenjar ludah dan lidah
Sebagai gerbang sistem pencernaan rongga mulut menjadi tempat masuknya makanan
dalam saluran pencernaan. Rongga mulut terdiri dari banyak struktur yang sangat
penting seperti langit-langit, lidah, gigi dan beberapa pasang kelenjar ludah seperti
yang disebutkan di atas. Setiap bagian melakukan fungsi tertentu.
Adapun empat fungsi penting yang dijalankan oleh rongga mulut kita adalah sebagai
berikut :

1. Pemilihan Makanan
2. Penghalusan Makanan
3. Pelumasan
4. Pencernaan (merupakan bagian keselauruhan)
1. Pemilihan Makanan
Fungsi rongga mulut yang pertama adalah memilih makanan dengan rasa. Makanan
dengan rasa yang tidak menyenangkan atau buruk akan ditolak. Dalam pemilihan
makanan, penglihatan dan bau memainkan peranan yang penting. Faktor sosial dan
faktor psikologis juga terlibat dalam memilih jenis makanan tertentu.
2. Penghalusan Makanan
Setelah makanan berada dalam rongga mulut, maka akan dilakukan tindakan
pengunyahan untuk menghaluskan makanan. Gigi, lidah dan pipi semua mengambil
bagian dalam menghaluskan makanan secara fisik dan hingga menjadi potongan kecil.
Kerja enzim dalam rongga mulut akan mudah bekerja pada partikel makanan yang
berukuran kecil.
3. Pelumasan
Proses pelumasan dan pencernaan dalam rongga mulut dimulai hingga makanan
dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Tiga pasang kelenjar ludah mengeluarkan
ludah yang terdiri atas :
1. Air dan mukus
2. Natrium bikarbonat dan garam lainnya
3. Enzim - Amilase atau ptyalin
Air dan mukus
Air dan mukus secara bersamaan membuat cairan dengan komposisi mukus atau
sedikit kental yang terutama membasahi dan melumasi makanan yang tertelan. Dalam
rongga mulut, fungsi pembasahan dan pelumasan penting. Makanan dapat dikunyah
secara efisien untuk memungkinkan cairan pencernaan memasuki bagian makanan.
Natrium bikarbonat
garam Natrium bikarbonat dan lainnya menstabilkan pH makanan meskipun
merupakan antiseptik.
Amilase
Amilase (Ptyalin) adalah enzim karbohidrat yang menghidrolisis pati dan glikogen
untuk maltosa.

1.Gigi
Sebelum melanjutkan, ada baiknya jika anda bercermin dan membuka mulut serta
melihat gigi-gigi anda untuk sejenak. Jika sudah mari kita lanjutkan. Seperti yang
tampak, gigi tersusun dan terletak pada rahang atas dan rahang bawah. Gigi memiliki
penampang yang umumnya terdapat

 Puncak gigi atau mahkota gigi di sana, yaitu bagian yang tampak dari luar.
 Leher gigi, yaitu bagian yang terlindung di dalam gusi, dan merupkan
pembatas antara puncak dan akar gigi.
 Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.

Mari melanjutkan ke bagian yang lain, mungkin sobat bisa dapat ilmu yang
bermanfaat dari sini. Menuju ke Lapisan Gigi, Lapisan luar gigi paling luar
disebut email, bagian ini merupakan lapisan keras pada gigi yang berfungsi untuk
melindungi tulang gigi. Artinya sobat, jika bagian ini rusak maka secara logika gigi
akan mudah rusak pula. Di dalam email terdapat dentin, yaitu tulang gigi yang berupa
jaringan berwarna kuning. Selanjutnya mari simak sedikit menggenai lapisan luar
akar gigi yang disebut sementum dan sering kita kenal dengan nama semen gigi. Lalu
Bagian dalam gigi yaitu tempatnya rongga gigi (pulpa), rongga pada bagian ini berisi
serabut saraf dan pembuluh darah.

Masih ingatkah sobat, kapan gigi sobat pertama kali tumbuh? Saya yakin pasti tidak
ada yang ingat, kenapa saya seyakin itu? Karena gigi mulai tumbuh saat kita berumur
6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada masa-anak-anak itu disebut gigi sulung atau
lebih dikenal sebagai gigi susu. Setelah kita berusia 6 sampai 14 tahun barulah gigi
susu ini copot satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Lalu bagaimana susunan
(letak) gigi ini ya? Agar lebih cepat silahkan langsung lihat gambar di bawah.

Susunan Letak Gigi Manusia

Berdasarkan struktur histologisnya, epitel/mukosa rongga mulut terbagi menjadi 2,


yaitu Epitel Rongga Mulut dan Lamina Propia.
1. Epitel Rongga Mulut
Struktur epitel rongga mulut adalah stratified squamous epithelium :
A. Terletak diatas membran basalis
B. Biasanya terdiri dari sel-sel squamous, seringkali terdiri dari sel-sel
poliformik.
Sel-sel epitel rongga mulut :
A . keratinocyte : sel epitel mukosa rongga mulut ( stratified epithelial cells ) yang
mengalami diferensiasi.
B . Non-keratinocyte : sel pigmen dendritik atau sel tipe lain dalam epitel secara
kolektif.
C . Lapisan superfisial : sel berinti. Fungsi nya untuk proteksi sitoplasma diganti
keratin. Bersifat selalu balas dan bersifat impermeable.

Stratifikasi epitel rongga mulut ( dari arah luar ke dalam )


1. Stratum korneum : keratinized layer
A. Sel terletak di permukaan
B. Sel pipih, heksagonal dan tak berinti
2. Stratum lucidum
A. Tidak ada
B. Kalau ada, tidak berkembang dengan baik
3. Stratum granulasom : granular layer
A. Sel paling besar dan pipih
B. Sel berinti
4. Stratum spinosum : prickle cells layer
A. Di atas sel basal
B. Bentuk sel polihidral
C. Sel berinti
D. Masih terjadi mitosis
E. Bersama-sama dengan stratum basale disebut stratum malpighi
5. Stratum basalis : Basal Cells Layer
A. Melekat pada membran basalis
B. Bentuk sel silindris : stratum silindrum
C. Sel berinti
D. Pembelahan(mitosis) penggantian sel rusak atau mati (stratum germinativum)
B . Lamina Propia
Komponen lamina propia terdiri dari :
1. Serabut
A. Serabut kolagen ( collagen fibres )
Struktur tersusun tiga dimensi yang menentukan :
1. Stabilitas mekanik
2. Mempertahankan bentuk dan` eksentabilitas jaringan
B. Serabut elastik ( elastic fibres )
1. Jumlah sedikit
2. Bantu mempertahankan bentuk jaringan
C. Serabut Retikulin ( reticuli fibres )
1. Mengikat serabut kolagen
2. Dominan pada membran basalis.

3.Mampu Memmahami dan Menjelaskan Klasifikasi Mukosa Rongga Mulut


1.Lining Mucosa (60%)Lining mukosa melapisi semua jaringan lunak di rongga mulutkecuali
gingival, palatum keras,dan dasar mulut. Epitelnya gepengbertingkat non keratin, dan laminapropria
nya terdiri serat kolagen,elastic, dan retikuler ditemukan di jaringan ikat pendukung
lainnya.Serat kolagen ini tidak setebal danserapat dengan yang ditemukanpada tipe lain dari mukosa
mulut.Lining mucosa lembut dan licin. Epitel mulut kurang berpigmen dari epitel kulit. Variasi
warnanyadari merah muda terang hingga merah muda gelap atau merah. Warna tersebutdipengaruhi
jaringan kapiler dan jumlah sel melanin dari sel epitel. Submukosa.
berkaitan dengan sebagian besar lining mucosa yang terorganisasi secara longgar
danmemungkinkan untuk pergerakan bebas dari mukosa .
.2.Masticatory Mucosa (25%)
Masticatory mucosa melapisi gingival dan palatum keras.Di dalam mulut yang tidak memiliki
gigi atau sedikitgigi (edentulous mouth).Masticatory mucosa meliputi semua permukaan
kunyah dari lengkung gigi. Epitelnya berkeratin dan parakeratin.Jaringan ikat dari lamina propria
terdiri dari serat kolagen yang mengikat erat epitel ke tulang dasar dan lebih tebal juga lebih
terorganisasi dari serat yang ada di lining mucosa.
.3.Specialized Mucosa (15%) of the Tongue
Specialized mucosa menutupi bagian dorsal lidah. Epitel dari bagian anterior lidah
berkeratin,bertingkat. Epitel ditutupi oleh papilla. Sebagian besar papilla ditunjukan difiliform papilla
dengan epitel yang berkeratin. Sesekali papilla fungiform terlihat di antara banyaknya papillafiliform,
normalnya dilapisi oleh epitel nonkeratin. Jaringan ikat di bawah epitelmengikat mukosa ke otot dari
lidah. Di bagian posterior lidah di depan sulkusterminalis terdapat papilla sirkumvalata. Di bawah
lapisan epitel khusus lidah adalamina propria. Serat jaringan ikat dari lamina propria menyebar dari
mukosa hingga jauh di antara bundel-bundel otot dari lidah.

Berdasarkan ada tidak nya keratin yaitu :


A. Orthokeratinized : keratin dihasilkan dari keratohyalin granule di
granulosum. Dikulit, mukosa mastikasi dan mukosa khusus
menghasilkan barier untuk mencegah kehilangan banyak cairan.
B. Non-keratinized : di area mukosa penutup untuk proteksi dari kerusakan
mekanik dan barier selektif.
4.Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Faktor Yang Mempengaruhi
Tumbuh Kembang Jaringan Lunak Rongga Mulut
A. Hormon
Beberapa hromon yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
rongga mulut :
1. Progesteron : menurut penelitian Croley dan Miexs, progesteron berkebalikan
dengan estrogen , yaitu menghambat maturasi lengkap sel epitel mukosa
mulut. Progesteron juga mengubah tingkat dan pola produksi dalam gingival
yang menyebabkan gangguan perbaikan dan pemeliharaan.
B.Vitamin B6
Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak.
Apabila mengalami penurunan jumlah, awalnya akn memberikan gejala kualitas
kesehatan mulut karena metabolisme yang seharusnya tidak terjadi, maka terjadi
dengan maksimal. Hal ini ditandai dengan adanya luka disudut bibir.
C.Vitamin B12
Peran Vitamin B12 terhadap jaringan lunak rongga mulut berpengaruh
terhadap kesehatan mukosa lidah. Mukosa palatum dan mukosa bibir.
Kekurangan Vitamin B12 dapat menyebabkan glossitis dan stomatitis.
D.Vitamin A : diperlukan untuk kesehatan gingiva. Selain itu, beta-karoten
penyakit periodontal dan mengurangi resiko pembusukan gigi.
E.Vitamin B kompleks : beberapa vitamin B yang berpengaruh pada
jaringan lunak mulut, yaitu :
1. Vitamin B2 : berfungsi menguatkan lapisan mukosa mulut, mukosa
atau prekursor. Vit A memiliki sifat antioksidan untuk mencegah
bibir, dan mukosa lidah.
2.Vitamin B3 : bentuk aktif dari vitamin ini merupakan bagian dari
koenzim yang berperan dalam proses transfer atom hidrogen dalam
reaksi yang menghasilkan energi. Energi ini berhubungan dengan
integritas jaringan.

5.Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Fungsi Jaringan Lunak


Rongga Mulut
Fungsi Rongga Mulut Pada Manusia – Mulut merupakan organ pencernaan
pertama yang bertugas dalam proses pencernaan, hingga makanan menjadi kecil dan
halus serta mudah untuk ditelan.
Mulut merupakan rongga yang berbentuk oval yang berada didalam tengkorak.
Fungsi utama dari mulut yaitu untuk berbicara dan makan. Didalam mulut terdapat
gigi yang berfungsi untuk menghancurkan makanan dan lidah berfungsi untuk
membolak-balikan makanan agar semua makanan dapat dihancurkan dan dihaluskan
secara merata. Bagian mulut termasuik, rongga mulut, bibir, gigi, gusi, dan langit-
langit yang keras dan lembut, kelenjar ludah dan lidah.
Fungsi Rongga Mulut Pada Manusia – Mulut merupakan organ pencernaan
pertama yang bertugas dalam proses pencernaan, hingga makanan menjadi kecil dan
halus serta mudah untuk ditelan.
Mulut merupakan rongga yang berbentuk oval yang berada didalam tengkorak.
Fungsi utama dari mulut yaitu untuk berbicara dan makan. Didalam mulut terdapat
gigi yang berfungsi untuk menghancurkan makanan dan lidah berfungsi untuk
membolak-balikan makanan agar semua makanan dapat dihancurkan dan dihaluskan
secara merata. Bagian mulut termasuik, rongga mulut, bibir, gigi, gusi, dan langit-
langit yang keras dan lembut, kelenjar ludah dan lidah.
Fungsi jaringan lunak pada rongga mulut, antara lain :
A.Pengaturan suhu
B.Sensasi : terdapat pada ujung saraf (reseptor)
C.Sekresi air ludah
D.Taste bud
E.Proses mastikasi dan bicara
F.Membasahi permukaan rongga mulut
G.Melindungi jaringan yang lebih dalam
6. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Proses Regenerasi Jaringan
Lunak Rongga Mulut
1. Regenerasi epitel rongga mulu
Rongga mulut memiliki mukosa pelindung yang berfungsi untuk melindungi
permukaan rongga mulut dari gesekan benda-benda yang berada di dalamnya.
sehubungan dengan fungsi tersebut, maka bagian basal mukosa pelindung dapat
membelah diri secara aktif untuk memperbarui lapisan superfisialnya yang rusak
2. R e g e n e r a s i g i g i a d alah satu contoh dari regenerasi gigi adalah
pembentukan dentin sekunder pada saat terjadi trauma pada gigi. entine ini
terbentuk saat bayi telah lahir (postnatal).
3. R e g e n e r a s i p a l a t u m U lkus seringkali cekung dan biasanya berbentuk
oval dengan tepi eritematosus dan mukosa bibir dan pipi, tepi-tepi lidah dan palatum
keras. Proses penyembuhan luka (ulkus) merupakan suatu proses kompleks yang
meliputi proses regenerasi sel jaringan

4 . R e g e n e r a s i g i n g i v a a d alah satu contoh dari regenarasi gingiva adalah


regenerasi pada penderita resesi gingiva. secara klinis, resesi gingiva adalah
terbukanya permukaan akar karena pergeseran posisi gingiva ke arah apikal.
Regenerasi dapat dilakukan dengan penambahan gingiva ke koronal. Berbagai teknik
dan disain flep telah digunakan untuk mendapatkan keberhasilan penutupan akar,
sebagian di antaranya tidak membutuhkan jaringan donor (pedicle graft ), sebagian
yang lain membutuhkan ( free autogenous grafts).
5 R e g e n e r a s i l i d a h Regenerasi lidah tejadi saat lidah terkena trauma atau
infeksi benda asing. Reaksi yang muncul pertama kali adalah inflamasi sebagai
respon jelas terhadap stimuli. Reaksi inflamasi merupakan suatu mekanisme
pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Reaksi radang
selain bertujuan untuk menghilangkan penyebab atau benda asing dan akibat jelas sel
atau jaringan itu sendiri juga untuk perbaikan jaringan sel yang rusak bisa dengan
regenerasi, pembentukan jaringan fibrous, atau kombinasi keduanya. amun apabila
penyebab kerusakan jaringan masih menetap, proses perbaikan jaringan akan
terhambat
6 R e g e n e r a s i k e l e n j a r s a l i v a p ada penderita parotitis proses regenerasi
sel-selnya adalah melalui peningkatkan proliferasi sel fibroblast dan produksi serabut
kolagen

7.Mahasiswa Mampu memahami dan Menjelaskan Proses Penuaan Pada


Mukosa Rongga Mulut
a. Mukosa
Terjadi perubahan struktur, fungsi, dan elastisitas jaringan mukosa mulut.
- Mukosa tampak tipis, mengkilat dan hilangnya lapisan yang menutupi dari sel
berkeratin. Hal tersebut menyababkan rentan terhadap iritasi mekanik, kimia, dan
bakteri.
- Mukosa mulut lemah dan mudah terluka oleh makanan kasar atau gigi tiruan yang
longgar.
- Epitel mudah terkelupas dan jaringan ikat dibawahnya sembuh dengan lambat.
- Mukosa mulut terlihat pucat, kering, kemunduran lamina propia, keratinisasi
berkurang, vaskularisasi berkurang menyebabkan memburuknya nutrisi dan
pemberian oksigen ke jaringan.
- Perubahan pada keseimbangan jaringan membran mukosa menyebabkan terjadinya
atropi, hilangnya stippling, penipisan epitel, menurunnya kelenturan jaringan ikat.
- Pada lap epitel à kemampuan mitosis berkurang dgn pergantian epitel yg lambat.
Proses keratinisasi berlangsung lambat dan lapisan epitel menjadi tipis à rentan
terhadap jejas.
- Hal tsb dapat disebabkan karena terjadi perubahan pada sintesis protein, perubahan
respon terhadap faktor pertumbuhan, atau karena perubahan vaskularisasi pada
mukosa mulut (akibat arteriosclerosis).
- Pada lamina propria dan submukosa à perubahan yg mirip dgn lapisan dermis kulit.
Serat elastin dan kolagen bertambah tebal dan memadat.
- Terjadi penurunan sistem imun dari mukosa mulut à rentan terhadap infeksi dan
proses penyembuhan luka menjadi terlambat.
- Perubahan mukosa mulut pada lansia à akibat faktor lokal (status gigi-geligi,
pemakaian gigi palsu, konsumsi tembakau, sekresi saliva) dan penyakit sistemik.
- 95% dari kanker mulut terjadi pada orang berusia lebih dari 40 tahun.
- Pada lansia, mulai terlihat kerutan-kerutan pada muka akibat kulit mulai melentur à
jaringan hipodermis tidak kencang lagi perlekatannya dengan otot/tulang à akibat
mulai kehilangan berat badan.
- Pada usia sangat lanjut kerutan dapat semakin meluas akibat hilangnya dimensi
vertikal setelah kehilangan gigi-geligi.
b. Lidah
- Papilla pengecap di ujung lidah menurun jumlahnya.
- Berkurangnya gigi geligi seiring proses penuaan menyebabkan lidah terlihat lebih
besar, tampak bercelah, dan beralur (fissured tongue).
- Menurunnya sensitivitas pengecapan, berkurangnya taste bud di daerah papilla
circumvallata.
- Pergerakan lidah berkurang karena kehilangan proses tonus otot dan terdapat juga
penurunan serabut otot.
c. Kelenjar saliva
- Kelenjar saliva menurun produksinya, enzim ptyalin menurun sehingga fungsi lidah
membantu melicinkan makanan berkurang dan proses penelanan lebih sukar.
- Aliran saliva yang menurun menyebabkan mukosa mulut menjadi kering.
- Perubahan penurunan produksi kelennjar saliva yang biasa terjadi adalah adanya
penumpukan jaringan ikat dan jaringan penyambung atau fibrous yang bertambah
pada kelenjar saliva.
- Gangguan berkurangnya produksi saliva yaitu terjadinya gangguan pengecapan,
menurunnya kelenturan mukosa, rasa terbakar dan keirng pada mukosa mulut
(xerosthomia), meningkatnya karies gigi, kesukaran pemakaian protesa sehingga
menyebabkan iritasi protesa.
- Degenerasi epitel saliva, atrofi, hilangnya sel asini dan fibrosis terjadi dengan
frekuensi dan keparahan yang meningkat sejalan dengan meningkatnya usia.
- Perubahan ini luasnya bervariasi pada seluruh kelenjar saliva manusia.
- Kelenjar individu tertentu, seperti parotis, tidak menunjukkan penurunan fungsi
akibat usia, sementara kelenjar submandibula menunjukkan adanya penurunan
kecepatan aliran saliva pada usia tua.
- Secara umum, saliva non stimulasi (istirahat) secara keseluruhan menurun
volumenya pd usia tua, sdgkn saliva yg distimulasi tidak menurun.
- Kecepatan biosintesis protein me nurun karena sel-sel asini atrofi à jumlah protein
dlm saliva menurun.
- Pada pars terminalis kelenjar saliva, sel-sel asini digantikan oleh jaringan lemak,
terutama kelenjar parotis.
- Sedangkan pd kelenjar submandibularis dan kelenjar saliva minor banyak ditemukan
jaringan fibrosa.
- Pada lansia sering ditemukan keadaan mulut kering (xerostomia) à lebih karena
patologis, seperti akibat penyakit sistemik (Sjogren’s syndrome), obat-obatan yg
dikonsumsi (antihipertensi, antidepresi, diuretik, antihistamin), dan terapi kanker
(kemoterapi dan radioterapi.
d. Ligamen periodontal
- Berkurangnya fibroblast dan strukturnya lebih irregular, berkurangnya produksi
matriks organik.
- Serat kolagen menjadi lebih tebal serta jumlah pembuluh darah mengalami
penurunan.
- Kalsifikasi serat-serat kolagen yang menyebabkan berkurangnya lebar ligamen
periodontal.
- Seiring bertambahnya usia, ligamen periodontal akan mengalami perubahan derajat
selularitas.
- Struktur ligamen periodontal yang mengalami penuaan berupa reduksi matriks
organic ligamen serta penurunan aktivitas mitotic sel. Hal tersebut menyebabkan
ligamen periodontal menjadi kurang reaktif.
- Pada ligamen periodontal dapat terjadi arteriosklerosis meningkat, fibroplasias, dan
mukopolysakarida.
e. Gingiva
- Keratinisasi epitel gingiva menipis. Keadaan ini berarti permeabilitas terhadap
antigen bakteri meningkat, resistensi terhadap trauma fungsional berkurang.
- Pada gingiva terjadi resesi, atropi, hilangnya bintil-bintil permukaan(rate peg),
berkurangnya jaringan ikat, turunnya oksidasi dan metabolisme jaringan.

 Perubahan fisiologis Proses Menua


Perubahan-perubahan didalam rongga mulut, karena proses penuaan sebagian
berhubungan dengan perubahan-perubahan local dan systemic, psychologik
seseorang hendaknya tidak ditentukan berdasarkan umur biologinya. faktor-
faktor yang menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi seseorang
yang berdasarkan keadaan biologinya adalah kapasitas mentalnya, kapasitas
berbagai fungsi organ-organnya, responnya terhadap stress, serta
penampilannya.[10]
Atrofi dan kematian sel akan menyebabkan perubahan fisik dan mental
individu. Perubahan fisik menyebabkan terjadi penurunan kinerja organ/sistem
dalam tubuh. Penurunan kinerja tubuh pada lansia merupakan hal yang
fisiologis. Namun adanya faktor lingkungan yang berperan besar pada kinerja
tubuh maka proses patologis ikut berperan. Untuk menentukan penyebab
perubahan pada lansia perlu diperhatikan riwayat dari perubahan, yang
meliputi kecepatan, lamanya, besarnya, dan letak/tempat perubahan.[11]
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa penuaan dapat dibedakan menjadi :
a) penuaan yang normal (fisiologis)
b) penuaan karena penyakit (patologis)
Penting untuk membedakan antara kejadian yang merupakan tanda penuaan
normal dengan yang disebabkan oleh penyakit yang biasanya lebih sering
terjadi pada orang lanjut usia. Perubahan yang benar disebabkan oleh usia
harus memenuh kriteria berikut :
 Perubahan yang terjadi karena usia tidak harus bersifat merusa
 Perubahan berlangsung secara progresif
 Perubahan terjadi pada seluruh anggota spesies
 Perubahan bersifat irreversible.
Perubahan klinis pada rongga mulut akibat proses penuaan
Gambaran klinis yang dapat dilihat adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak
ada stippling pada gingiva), pucat, kering, mudah mengalami iritasi dan
pembengkakan,
mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma (lebih parah jika terdapat kelainan
sistemik) serta elastisitasnya berkurang. Ini karena pertambahan usia menyebabkan
sel
epitel pada mukosa mulut mengalami penipisan, berkurangnya keratinisasi,
berkurangnya
vaskularisasi, serta penebalan serabut kolagen pada lamina propia.6,7,11
Antara perubahan klinis yang dapat terjadi adalah :
1 Jaringan flabby
Pada kasus resorbsi tulang alveolar, sering terjadi pada pasien yang sudah lama
kehilangan gigi sehingga mengakibatkan linggir alveolar menjadi datar atau jaringan
lunak sekitarnya menjadi flabby. Menurut Boucher (cit. Damayanti) jaringan flabby
merupakan respon dari jaringan ikat yang mengalami hiperplasia yang awalnya
diakibatkan oleh trauma atau luka yang tidak dapat ditoleransi yang terjadi pada
residual
ridge. Makin tebal jaringan hiperplastik yang terbentuk, makin besar pula derajat
jaringanflabby. Biasanya terjadi pada penderita yang lama tidak memakai gigitiruan
atau dapat
juga terjadi pada penderita yang menggunakan gigitiruan yang tidak pas.6
2 Kelenjar saliva
Fungsi kelenjar saliva yang mengalami penurunan merupakan suatu keadaan normal
pada proses penuaan manusia. Manula mengeluarkan jumlah saliva yang lebih sedikit
pada keadaan istirehat, saat berbicara, maupun saat makan. Keadaan ini disebabkan
oleh adanya perubahan atropi pada kelenjar saliva sesuai dengan pertambahan umur
yang akan menurunkan produksi saliva dan mengubah komposisinya sedikit.
Xerostomia merupakan simtom, bukan suatu penyakit. Salah satu penyebab
xerostomia adalah kelainan dalam produksi saliva, adanya penyumbatan atau
gangguan pada kelenjar saliva sehingga menghambat pengaliran saliva ke rongga
mulut, Sjogren’s Syndrome dan efek negatif dari radioterapi akibat pengobatan
kanker. Selain itu,penyakit-penyakit sistemis yang diderita pada usia lanjut dan obat-
obatan yang digunakan untuk perawatannya dapat menyebabkan xerostomia pada
manula. Xerostomia adalah salah satu faktor yang penyebab berkurangnya sensitifitas
taste buds, pasien tidak dapat memakai gigitiruan sebagian / gigitiruan penuh, serta
mengakibatkan sensasi mulut terbakar pada manula. Fungsi utama dari saliva adalah
pelumasan, buffer, dan perlindungan untuk jaringan lunak dan keras pada rongga
mulut. Jadi, penurunan aliran saliva akan mempersulit fungsi bicara dan penelanan,
serta menaikkan jumlah karies gigi, dan meningkatkan kerentanan mukosa terhadap
trauma mekanis dan infeksi microbial
3.Lidah dan pengecapan
Orang tua biasanya mengeluh tidak adanya rasa makanan, ini dapat disebabkan
bertambahnya usia mempengaruhi kepekaan rasa akibat berkurangnya jumlah
pengecap pada lidah. Permukaan lidah ditutupi oleh banyak papilla pengecap dimana
terdapat empat tipe papilla yaitu papilla filiformis, fungiformis, sirkumvalata, dan
foliate. Sebagian papilla pengecap terletak dilidah dan beberapa ditemukan pada
palatum. epiglottis, laring dan faring. Pada manusia terdapat sekitar 10,000 putik
kecap, dan jumlahnya berkurang secara drastis dengan bertambahnya usia.7,14,15
Kesulitan untuk menelan (Dysphagia) biasanya muncul pada manula dan perlu di
berikan perhatian karena populasi manula semakin meningkat setiap tahun. Dalam
system pencernaan, terdapat beberapa fase penting yang berkait erat dengan rongga
mulut yaitu pengunyahan, pergerakan lidah dan kebolehan membuka serta menutup
mulut (bibir). Sistem pencernaan di rongga mulut menunjukkan penurunan fungsi
dengan meningkatnya umur. Robbins dkk (cit. Al-Drees) menyatakan bahwa fungsi
penelanan (berkaitan dengan tekanan) menurun dengan meningkatnya umur sehingga
manula terpaksa bekerja lebih keras untuk menghasilkan efek tekanan yang adekuat
dan dapat menelan makanan, seterusnya akan meningkatkan resiko untuk
berkembangnya dysphagia.Fungsi penelanan pasti akan mengalami penurunan pada
manula walaupun mempunyai rongga mulut yang sehat. Aksi pergerakan lidah akan
berubah dengan meningkatnya umur. Perubahan yang terjadi adalah perlambatan
dalam mencapai tekanan otot dan pergerakan yang efektif pada lidah, gangguan pada
ketepatan waktu kontraksi otot lidah sehingga menganggu fungsi pencernaan di
rongga mulut secara keseluruhannya. Akibat gangguan pada sistem pencernaan dan
kehilangan sensori pengecapan sehingga menyebabkan kehilangan selera makan,
manula kehilangan berat badan merupakan keadaan umum yang sering terjadi.

VII. DAFTAR PUSTAKA


1. Sherwood, Lauralee. 2004. Human physiology : from cells to systems. 5th ed.
California : Brooks/cole-Thomson Learning, Inc.
2. Guyton AC, Hall JE. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11.
Jakarta :EGC.

Anda mungkin juga menyukai