Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN

KURIKULUM PENDIDIKAN

Dosen Pengampu : Sigit Wahyudi, S.Pd, M.Pd

Disusun oleh :

1. Lutfi Variska P. (K7619043)

2. Lorentsia Amanda P. (K7619042)

3. Nada Indie K. (K7619049)

4. Nonik Sindi R. (K7619056)

5. Oktaviarta N. A. (K7619059)

6. Setyo Laksono (K7619069)

7. Syahdan Sandhika R. (K7619072)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2019

1
Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan kasihnya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami terima,
serta petunjuk-Nya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami
dalam penyusunan karya tulis ini.

Di dalam karya tulis ini kami selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang
bisa kami sajikan, sebagai tugas yang diberikan Bapak/Ibu dosen. Dimana di
dalamnya kami sajikan beberapa hal yang bisa kita pelajari mengenai arti sebuah
kurikulum.

Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami


tentang kurikulum dalam berbagai aspek, menjadikan keterbatasan kami pula
untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini. Oleh kerena
itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.

Harapan kami, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita,
setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang kurikulum
yang sesungguhnya.

Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses pembuatan ini.

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ….........………………………………….1


KATA PENGANTAR…...........……………………....………….2
DAFTAR ISI ..............…….….…………………………...…….3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....…………………………………………….....4
1.2 Rumusan Masalah……...……………………………………….5
1.3 Tujuan Pembahasan......………………………………………...5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Alat Alat Pendidikan ……………………...............6-7
2.2 Tujuan dan Fungsi Kurikulum Pendidikan……..……………7-8
2.2.1 Tujuan Kurikulum Pendidikan……………………..7
2.2.2 Fungsi Kurikulum Pendidikan………………………8
2.3 Prinsip Kurikulum Pendidikan ...............………..………….... 8-9
2.4 Ciri-ciri Kurikulum Pendidikan ................................................ 9
2.5 Macam-macam Kurikulum Pendidikan .................................... 10-11
2.6 Silabus dan Pengembangan Kurikulum .................................... 12-14
2.7 Prinsip Pembelajaran ................................................................. 14-15
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………....16
3.2 Saran …………………………………………………………...17
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................18

BAB I

3
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam menjalankan suatu program atau rencana kita membutuhkan
komponen-komponen tertentu seperti tujuan yang ingin dicapai,alat yang
digunakan untuk mencapai tujuan,sampai prosedur untuk menjalankan
rencana menuju tercapainya tujuan tersebut. Begitu pula dalam dunia
pendidikan, kita memiliki tujuan pendidikan,alat-alat pendidikan,dan
kurikulum sebagai bentuk tatanan usaha untuk mencapai tujuan pendidikan.

Saat membentuk kurikulum harus disertai prinsip-prinsip tertentu.


Kurikulum pendidikan mengandung tujuan, isi, metode mengajar,dan metode
penilaian yang bersifat mengikat dan harus dipahami serta diterapkan oleh
masyarakat pendidikan. Untuk mengembangkan kurikulum dan kualitas
pendidikan semua masyarakat pendidikan harus memahami dan bekerja sama
dalam mewujudkannya.

1.2 Rumusan Masalah

4
1. Apa yang dimaksud kurikulum pendidikan?
2. Apa tujuan dan fungsi kurikulum pendidikan?
3. Apa prinsip dari kurikulum pendidikan?
4. Hal-hal apa saja yang mencirikan kurikulum pendidikan?
5. Apa saja kurikulum yang pernah diterapkan di dunia pendidikan selama ini?
6. Bagaimana silabus dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi
beserta komponennya?
7. Bagaimana prinsip dari pembelajaran?

1.3 Tujuan penelitian


1. Mendeskripsikan pengertian kurikulum pendidikan
2. Mendeskripsikan tujuan dan fungsi kurikulum pendidikan
3. Mendeskripsikan prinsip dari kurikulum pendidikan
4. Mendeskripsikan ciri-ciri kurikulum pendidikan
5. Mendeskripsikan kurikulum yang pernah diterapkan di dunia pendidikan
6.Mendeskripsikan silabus dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi
beserta komponennya
7. Mendeskripsikan prinsip dari pembelajaran

BAB II

5
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kurikulum Pendidikan

Kurikulum secara sederhana dapat diartikan sebagai sejumlah kompetensi


dasar dalam mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik dengan
mengikuti program dari awal hingga akhir program pendidikan untuk
mendapatkan sertifikat atau ijazah sebagai imbalan. Secara tradisional
kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan disekolah.
Sedangkan untuk pengertian kurikulum yang lebih spesifik yaitu :

1. UU No. 20 Tahun 2003

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan sebuah pengaturan


berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar dan cara yang digunakan sebagai
pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
sebuah tujuan pendidikan nasional.

2. Hilda Taba (1962)

Kurikulum dianggap sebagai a plan of learning yang artinya bahwa


kurikulum merupakan sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh
peserta didik.

Jadi dapat disimpulkan kurikulum merupakan seperangkat rencana dan


pengaturan pendidikan yang harus dicapai oleh anak didik dalam kegiatan
belajar untuk pengembangan kurikulum itu sendiri.

Kurikulum merupakan tolak ukur implementasi pendidikan yang


merupakan upaya transfer perencanaan tindakan operasional. Dengan kata
lain, implementasi kurikulum adalah penerapan, ide, konsep, program, atau
tatanan kurikulum dalam praktek pembelajaran sehingga terjadi perubahan
yang diharapkan. Hamalik (2008) menyatakan tiga faktor supaya

6
implementasi kurikulum berhasil yakni dukungan kepada sekolah, dukungan
rekan sejawat guru, dan dukungan internal dalam kelas.

Ali ahmad mazkur mengunakan kurikulum berbasis kompetensi yaitu


berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta
didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan
keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai kebutuhannya (CTSD, 2003
: 2).

2.2 Tujuan dan Fungsi Kurikulum Pendidikan

2.2.1 Tujuan Kurikulum Pendidikan


Tujuan kurikulum menurut Mazkur (Hamdani Ihsan, 2004:137) sebagai
berikut :

1. Membimbing siswa untuk memilih jenis ilmu sesuai potensinya.

2. Pendidikan yang ahli dalam menyiapkan generasi baru.

3. Pendidikan teladan yang baik dan contoh yang utama.

4. Pendidikan kemampuan mengendalikan diri.

5. Realisasi keadilan dalam pendidikan.

6. Mengaitkan teori dengan aplikasi dan ucapan dengan perbuata.

7. Menyiapkan manusia yang mampu memakmurkan bumi sesuai aturan


Allah SWT.

8. Perhatian terhadap kesiapan hidup manusia sesuai aturan Allah SWT.

2.2.2 Fungsi Kurikulum Pendidikan


Fungsi kurikulum bagi siswa :
1. Fungsi Penyesuaian adalah kurikulum dapat mengajarkan siswa
agar memiliki sifat penyesuaian yang baik di lingkungan fisik maupun
sosial.

7
2. Fungsi Integrasi adalah kurikulum dapat menumbuhkan karakter
dalam diri siswa agar mampu berintegrasi/bersosialisasi kepada
masyarakat.
3. Fungsi Diferensiasi adalah kurikulum harus mampu menyesuaikan
pada perbedaan fisik dan psikis setiap individu.
4. Fungsi Persiapan adalah kurikulum mampu menyiapkan siswa
untuk melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi.
5. Fungsi Diagnostik adalah kurikulum mampu mengarahkan siswa
agar dapat memahami dan menerima potensi diri masing-masing. Dengan
mengembangkan kekuatan yang dimilikinya dan memperbaiki
kekurangannya.
2.3 Prinsip Kurikulum Pendidikan
Berikut adalah prinsip kurikulum yang dikemukakan oleh Hamdani Ihsan
dan Fuad Ihsan :
a. Prinsip pertama
Prinsip ini bertautan dengan nilai-nilai kebudayaan, nilai-nilai agama dan
visi misi pendidikan. Sehingga kurikulum harus berkaitan dengan falsafah,
tujuan, metode mengajar yang berdasarkan tujuan, visi, dan misi pendidikan.
b. Prinsip kedua
Prinsip ini mengarah pada ke-universal-an kurikulum yaitu tujuan dan
kandungannya. Tujuan kurikulum harus meliputi semua aspek pribadi peserta
didik sedangkan kandungannya harus meliputi semua yang mampu mendorong
peserta didik mewujudkannya.
c. Prinsip ketiga
Prinsip ketiga mengarah pada keseimbangan tujuan dan kandungan dalam
kurikulum. Seperti aspek spiritual tidak boleh melebihi aspek kehidupan
lainnya, begitu pun sebaliknya. Aspek spiritual, seni dan aspek kehidupan
semuanya haruslah seimbang.
d. Prinsip keempat

8
Kurikulum haruslah mampu mengembangkan bakat, minat dan
kemampuan peserta didik. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk
mengembangkannya.
e. Prinsip kelima
Prinsip ini menjelaskan bahwa kurikulum harus mampu memelihara
perbedaan individual antara peserta didik dalam bakat, minat maupun
kemampuan.
f. Prinsip keenam
Prinsip keenam menjelaskan bahwa pengambilan falsafah, prinsip dan
dasar kurikulum didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
g. Prinsip ketujuh
Prinsip yang terakhir menjelaskan bahwa mata pelajaran dan kurikulum
memiliki pertautan. Pertautan tersebut merupakan hubungan antara kandungan
kurikulum dengan kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat dan juga
tuntutan zaman.
2.4 Ciri-ciri Kurikulum Pendidikan
Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi :

1. Menekan ketercapaian kompetensi siswa secara individual maupun klasikal

2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.

3. Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang


bervariasi

4. Sumber belajar bukan hanya guru tetapi juga sumber belajar lain yang
memenuhi unsur edukatif

5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan
atau pencapaian suatu kompetensi.

2.5 Macam-Macam Kurikulum Pendidikan

9
Beberapa contoh kurikulum yang pernah kita rasakan :
1. Kurikulum 2006
Kurikulum 2006 atau biasa disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan). Kurikulum ini mulai diberlakukan tahun 2006 untuk menggantikan
kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2004. Kurikulum 2006 muncul setelah
pemberlakuan UU No 20 Tahun 2003. Perbedaan yang menonjol antara KTSP
dengan kurikulum sebelumnya adalah guru diberi kebebasan lebih dalam
meencanakan pembelajaran siswanya. Selain itu KTSP lebih bersifat
desentralistik, artinya pendidikan bukan menjadi tugas pemerintah pusat namun
menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
2. Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah suatu konsep pendidikan yang melibatkan disiplin ilmu
dan memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta didik.
Dalam kurikulum ini siswa dituntut aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pembentukan karakter dan penguasaan
kompetensi.

Perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013:


1. Kurikulum 2013
Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang
meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
KTSP
lebih menekankan pada aspek pengetahuan

2. Kurikulum 2013
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI
KTSP
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III

3. Kurikulum 2013
Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran
lebih sedikit dibanding KTSP
KTSP
Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak
dibanding Kurikulum 2013

10
4. Kurikulum 2013
Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di
jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific
approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati,
Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
KTSP
Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan
Konfirmasi

5. Kurikulum 2013
TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran,
melainkan sebagai media pembelajaran
KTSP
TIK sebagai mata pelajaran

6. Kurikulum 2013
Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua
kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan
hasil.
KTSP
Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan

7. Kurikulum 2013
Pramuka menjadi ekstrakuler wajib
KTSP
Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib

8. Kurikulum 2013
Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
KTSP
Penjurusan mulai kelas XI

9. Kurikulum 2013
BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa
KTSP
BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa

2.6 Silabus dan Pengembangan Kurikulum


 Silabus

11
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pelaksanaan pembelajaran beserta
penilaiannya sehingga harus disusun secara sistematis dan berisi komponen-
komponen saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar. Komponen silabus
antara lain :

1. Kompetensi Dasar : Hal ini berguna untuk mengingatkan para guru tentang
tuntutan target kompetensi yang harus dicapai.

2. Hasil Belajar : Mencerminkan kemampuan siswa dalam memenuhi tahapan


pencapaian pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.

3. Indikator : Apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah


tercapai, target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.

4. Langkah Pembelajaran : Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh


guru secara berurutan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penentuan urutan
langkah pembelajaran sangat penting bagi materi yang memerlukan prasyarat
tertentu, selain itu yang bersifat spiral (mudah ke sukar; konkret ke abstrak; dekat
ke jauh) juga memerlukan urutan yang terstruktur. Rumusan pembelajaran
mengandung dua unsur penciri, yaitu : kegiatan siswa dan materi.

5. Alokasi Waktu : Penentuan besarnya alokasi waktu bergantung pada keluasan


dan kedalaman materi, serta tingkat kepentingannnya dengan keadaan dan
kebutuhan setempat.

6. Sarana dan Sumber Belajar : Dalam proses belajar mengajar, sarana sangat
membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sarana dalam uraian ini lebih
ditekankan pada sarana dalam arti media atau alat peraga.

7. Penilaian : Penilaian adalah suatu kegiatan untuk memperoleh, manganalisis,


dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar anak didik yang dilakukan
secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan keputusan.

 Pengembangan Kurikulum

12
Pembuatan silabus berdasarkan kurikulum perlu mempertimbangkan
landasan kurikulum. Landasan-landasan kurikulum menyediakan informasi yang
berguna untuk dalam pembuatan keputusan mengenai kurikulum yang akan
disusun. Dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi juga mempunyai
landasan.

Pengembangan kurikulum yang dioperasionalkan melalui silabus berprinsip


pada beberapa landasan berikut :

1. Landasan Filosofis Pengembangan KBK

Mendidik anak menjadi baik ditentukan oleh nilai-nilai, cita-cita atau filsafat
yang dianut negara, orang tua, masyarakat, bahkan dunia. Landasan filosofi
Pancasila dengan prinsip demokrasi mengandung makna anak didik diberi
kebebasan untuk berkembang dan mampu berpikir dalam kehidupan di
masyarakat, melakukan aktivitas yang dapat memberikan manfaat terhadap hasil
akhir dan menekankan nilai-nilai manusiawi dan kultural dalam pendiddikan.

2. Landasan Psikologis Pengembangan KBK

Para ahli berpendapat bahwa anak sebagai salah satu pokok pemikiran, yaitu
anak dapat belajar, mengubah sikap, menerima norma, menguasai sejumlah
pengetahuan. Hal ini menjadi persoalan mengenai cara anak itu belajar, keadaan
yang menunjang pelajaran sehingga berhasil. Oleh karena itu, kurikulum
menerapkan teori belajar yg efektif. Teori belajar dijadikan dasar proses belajar
mengajar sehingga ada hubungan erat antara kurikulum dengan psikologis belajar
dan psikologis anak. Dalam hal ini, aliran psikologis behaviorisme dan humanistik
mengandung makna pembelajaran menekankan pada pengembangan dan
penguasaan terhadap kompetensi, serta menekankan sebagai salah satu landasan
( Abdul Madjid, 2004: 56)

3. Landasan Sosial Budaya Pengembangan KBK

Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat heterogen di setiap daerah dan


masyarakatnya menjadikan faktor penting dalam pengembangan kurikulum

13
sehingga aspek sosiologis dijadikan asas yang harus dijaga, agar tidak
menimbulkan kurikulum yang berpusat pada msyarakat. Dengan landasan
sosiologis, anak didik diharapkan mampu bekerja sesuai kebutuhan masyarakat.

4. Landasan Scientifik dalam Pengembangan KBK

Landasan ini berkenaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,


dan seni. Landasan ini bertujuan agar anak didik mampu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan sistem nilai, kemanusiawian, dan
budaya bangsa.

5. Landasan Organisatoris Pengembangan KBK

Landasan organisatoris berkenaan dengan bentuk organisasi bahan pelajaran


yang disajikan maupun cara menyajikan bahan pelajaran. Dalam hal ini, bahan
pelajaran dapat dapat dalam bentuk bidang studi yang terpisah maupun
berhubungan antar pelajaran.

2.7 Prinsip Pembelajaran


Berikut merupakan prinsip dari pembelajaran:

1. Kesalingbergantungan (intedependensi)

Prinsip ini membuat hubungan yang bermakna antara proses pembelajaran


dengan kehidupan nyata sehingga anak didik meyakini bahwa belajar
merupakan aspek penting bagi masa mendatang. Prinsip ini mengajak
pendidik, peserta didik dan lingkungannya untuk mrmbantu peserta didik
belajar, berinteraksi dengan sesama, mengemukakan pendapat, menemukan
persoalan dan memecahkannya.

2. Perbedaan (diferensiasi)

Prinsip diferensiasi membantu peserta didik mengenali keberagaman,


perbedaan dan keunikannya sendiri. Peserta didik juga mampu
mengidentifikasi potensi pribadi dan menggunakan gaya belajar yang sesuai

14
sehingga mengembangkan potensinya seoptimal mungkin sehingga
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

3. Pengaturan diri

Prinsip pengaturan diri menyatakan bahwa proses belajar harusnya


dipertahankan dan disadari oleh peserta didik dalam rangka merealisasikan
potensinya. Peserta didik harus bertanggung jawab atas keputusannya,
membuat pilihan, mengembangkan rencana, maupun menciptakan solusi.
Melalui interaksi antara sesama peserta didik maka peserta didik mampu
menemukan pandangan baru dan menemukan batas diri mereka sendiri.

4. Penilaian autentik (authentic assessment)

Penilaian autentik memandang peserta didik agar mampu mengaplikasikan


beragam informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam suatu situasi
secara signifikan (Nanang Hanifah & Cucu Suhana, 2009:69-70) .

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

15
Kurikulum secara sederhana dapat diartikan sebagai sejumlah kompetensi
dasar dalam mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik dengan
mengikuti program dari awal hingga akhir program pendidikan untuk
mendapatkan sertifikat atau ijazah sebagai imbalan.
Beberapa contoh kurikulum yang pernah kita rasakan :
 Kurikulum 2006
Kurikulum 2006 atau biasa disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan). Kurikulum ini mulai diberlakukan tahun 2006 untuk
menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2004. Kurikulum 2006
muncul setelah pemberlakuan UU No 20 Tahun 2003. Perbedaan yang
menonjol antara KTSP dengan kurikulum sebelumnya adalah guru diberi
kebebasan lebih dalam meencanakan pembelajaran siswanya. Selain itu KTSP
lebih bersifat desentralistik, artinya pendidikan bukan menjadi tugas
pemerintah pusat namun menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
 Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah suatu konsep pendidikan yang melibatkan disiplin
ilmu dan memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta
didik. Dalam kurikulum ini siswa dituntut aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pembentukan karakter dan
penguasaan kompetensi.

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pelaksanaan pembelajaran beserta


penilaiannya sehingga harus disusun secara sistematis dan berisi komponen-
komponen saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar.

3.2 Saran
Menurut kelompok kami, kurikulum harus terus berkembang dan menjadi
alat bagi perkembangan siswa dalam berpikir maupun bersikap, serta
menunjukkan sikap bersosialisasi dan bermasyarakat. Sehingga setiap

16
pembelajaran tidak hanya tersampaikan secara materi saja, tetapi dapat
tertuang dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

17
Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2004. Pengembangan Kurikulum: Teori dan
Praktek.Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Diakses dari http://metodepembelajaran10.blogspot.com/2017/01/pengertian-dan-


pola-pikir-kurikulum-2013/

Diakses dari https://www.eurekapendidikan.com/2015/02/kurikulum-2006/

Diakses dari https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/25-pengertian-


kurikulum-menurut-para-ahli-dan-komponennya/

18