Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa Profil Puskesmas Nagi
tahun 2018 telah selesai disusun. Profil ini disusun berdasarkan hasil kegiatan pelayanan di
dalam dan di luar gedung yang nantinya dapat sebagai acuan untuk menyusun perencanaan
program di tahun mendatang.
Profil Kesehatan merupakan salah satu produk dari system informasi kesehatan yang
diterbitkan secara berkala setiap tahunnya, guna memberikan data dan informasi kesehatan tentang
berbagai kegiatan dan pencapaian program pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan dan telah
dilaksanakan ,juga membantu penentu kebijakan untuk menentukan langkah dalam penyusunan
perencanaan kesehatan untuk tahun berikutnya.

Kami menyadari bahwa Profil Puskesmas Nagi ini masih terdapat banyak kekurangan
dan kelemahan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan masukan ,saran,kritik sebagai
upaya kita bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan
pelayanan kepada masyarakat.
Semoga profil kesehatan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu sumber informasi untuk
mencapai tujuan yakni masyarakat Flores Timur yang sehat dan sejahtera. Mari sehati sesuara
membangun Kabupaten Flores Timur kearah lebih baik pada umumnya dan bidang kesehatan pada
khususnya.

Larantuka, Januari 2019

Plt. Kepala Puskesmas Nagi

Apolonia Layu, AMd. Kep


NIP. 19670209 198803 2 011

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu grand started Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI)
untuk membuat rakyat sehat adalah meningkatkan system surveilens, monitoring dan
informasi kesehatan. Sedangkan salah satu sasaran dari grand strategi tersebut adalah
berfungsinya system informasi kesehatan nasional yang evidence based di seluruh
Indonesia. Dalam kebijakan system informasi yang akurat, lengkap dan tepat waktu. Data
dan informasi tersebut sangat penting dalam manajemen kesehatan yaitu sebagai dasar
pengambilan keputusan di semua tingkat administrasi pelayanan kesehatan. Selain itu
juga, diperlukan untuk mengevaluasi keberhasilan program-program pembangunan
kesehatan yang telah dilaksanakan.
Kebutuhan data dan informasi kesehatan dari hari ke hari semakin meningkat.
Masyarakat semakin peduli dengan situasi kesehatan dan hasil pembangunan kesehatan
yang telah dilakukan oleh pemerintah terutama terhadap masalah-masialah kesehatan yang
berhubungan langsung dengan kesehatan mereka, sebab kesehatan menyangkut hajat
hidup masyarakat luas dan semua orang butuh untuk sehat. Kepedulian masyarakat akan
informasi kesehatan seperti ini memberikan nilai positif bagi pembangunan kesehatan itu
sendiri. Untuk itu, pihak pengelola program harus bias menyediakan dan memberikan data
dan informasi yang dibutuhkan masyarakat yang dikemas secara baik, sederhana,
informative, dan tepat waktu. Profil kesehatan merupakan salah satu produk SIK yang
terbit setiap tahun. Profil Kesehatan Pukesmas Nagi adalah gambaran situasi kesehtan
yang memuat berbagai data tentang situasi dan hasil pembangunan kesehatan selama
setahun. Data dan informasi yang termuat antara lain data kependudukan, fasilitas
kesehatan, pencapaian program-program kesehatan, masalah kesehatan dan lain
sebagainya. Profil ini disajikan secara sederhana dan informative dengan harapan bias
dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Selain untuk menyajikan informasi kesehatan, profil
bisa dipakai sebagai tolok ukur keberhasilan/kemajuan pembangunan kesehatan yang telah
dilakukan selama setahun dibandingkan dengan target yang sudah ditetapkan.
Dalam rangka menyediakan data dan informasi program pembangunan kesehatan di
Kecamatan Larantuka, perlu diterbitkan Buku Profil Kesehatan Puskesmas Nagi. Buku
Profil Kesehatan Puskesmas Nagi merupakan buku stastistik kesehatan untuk
menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Larantuka
sebagai wilayah kerja Puskesmas Nagi ini berisi data/informasi yang menggambarkan
derajat kesehatan, sumber daya kesehatan dan upaya kesehatan serta pencapaian indikator
pembangunan kesehatan di Kecamatan Larantuka sebagai alat ukur untuk mengevaluasi
kemajuan pembangunan kesehatan di Kecamatan Larantuka dari tahun ke tahun.
Upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas meliputi upaya kesehatan wajib dan upaya
kesehatan pengembangan. Upaya kesehatan wajib bentuk kegiatannya sudah baku antara
lain: Upaya Promosi Kesehatan, Upaya Kesehatan Lingkungan, Upaya Kesehatan Ibu dan
Anak termasuk Keluarga Berencana, Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, Upaya
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, dan Upaya Pengobatan. Sedangkan
Upaya Kesehatan Pengembangan ditetapkan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kota
sesuai dengan permasalahan, kebutuhan dan kemampuan Puskesmas Nagi.

B. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Adapun sistematika penyajian Profil Kesehatan sebagai berikut:
2
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan profil kesehatan dan sistematika
dari penyajiannnya.

BAB II : GAMBARAN UMUM


Bab ini menyajikan tentang gambaran umum wilayah kerja Puskesmas Nagi. Selain
uraian tentang letak geografis, administrative dan informasi umum lainnya. Bab ini
juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor
lain seperti kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lingkungan.

BAB III : SITUASI DERAJAT KESEHATAN


Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, kesakitan dan angka
status gizi.

BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan rujukan dan
penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan
sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan,
pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang
diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indicator kinerja Standar Pelayanan
Minimum Bidang Kesehatan (SPM-BK) serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang
diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.

BAB V : PENUTUP

LAMPIRAN
Pada bab ini berisi resume/ angka pencapaian Puskesmas dan 77 tabel data yang
merupakan gabungan Tabel Indikator Kabupaten Sehat dan Indikator Pencapaian
Kinerja SPM-BK. Profil Kesehatan dapat disajikan dalam bentuk tercetak (berupa
buku) atau dalam bentuk lain (disk, tampilan di situs internet dan lain-lain).

3
BAB II

GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN GEOGRAFIS
Puskesmas Nagi dengan luas wilayah 22,21 Km2, melayani masyarakat dalam
kecamatan Larantuka yang terdiri dari 10 kelurahan. Secara topografi, semua wilayah
puskesmas Nagi termasuk dalam kharakteristik wilayah pantai dengan rata-rata
ketinggian antara 0 – 500 m dari permukaan air laut. Letak Utara
berbatasandenganKecamatan Ile Mandiri, Selatan berbatasandenganSelatLarantuka,
Barat berbatasandenganPustuLokeadanTimurberbatasandenganPustuDelang.

B. KEADAAN PENDUDUK
1. Pertumbuhan dan Persebaran Penduduk
Jumlah penduduk wilayah puskesmas Nagi sebanyak 25.738 jiwa(Statistik Kab.
Flores Timur tahun 2015) dengan kepadatan penduduk setiap kilometer persegi
(Km2) terlampir ( Tabel 1 ) yang penyebaran penduduknya tidak merata dengan
jumlah rumah tangga sebanyak 5677 dan rata rata jiwa dalam setiap rumah tangga
terlampir ( Tabel 1 ).
2. Rasio Jenis Kelamin
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari rasio jenis kelamin
yaitu perbandingan penduduk laki-laki dan penduduk perempuan per 100
penduduk perempuan.
Berdasarkan data kantor Statistik Kabupaten Flores Timur didapatkan jumlah
penduduk sepuluh kelurahan di Kecamatan Larantuka sebesar 25.738dengan
penduduk laki-laki 12.867 dan penduduk perempuan 12.871 jiwa dengan laki-laki
berjumlah 12.026 jiwa dan perempuan 11.769 jiwa. (Jumlah penduduk secara rinci
terdapat pada tabel 1 ).

C. DATA SOSIAL EKONOMI


a. Pendidikan
Tingkat pendidikan dapat berkaitan dengan kemampuan menyerap dan menerima
informasi kesehatan serta kemampuan dalam berperan serta dalam pembangunan
kesehatan. Masyarakat yang memiliki pendidikan lebih tinggi pada umumnya
mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas sehingga lebih mudah
menyerap dan menerima informasi, serta dapat ikut berperan serta aktif dalam
mengatasi masalah kesehatan dirinya dan keluarga.
Jumlah sekolah yang ada dibawa binaan Puskesmas Nagi terdiri dari TK / PAUD
berjumlah 17, SD berjumlah 14, SMP berjumlah 4, SMA berjumlah 5.
Kerja sama lintas sektor antara Puskesmas Nagi dan semua sekolah di wilayah
kerja Puskesmas Nagi berjalan dengan baik diantaranya program UKS, UKGS,
UKP dan UKBM.

b. Tingkat Kesejahteraan
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur tahun 2015,
jumlah keluarga di kecamatan Larantuka menurut tingkat kesejahteraan

4
Jumlah Keluarga di Kecamatan Larantuka menurut Tingkat Kesejahteraan dan
Kelurahan Tahun 2015

Kelurahan Pra Sejahtera KS I KS II KS III KS III Jumlah


Plus
Weri 184 74 192 3 0 453
Sarotari 77 70 46 14 0 207
Timur
Sarotari 147 106 132 48 0 433
Tengah
Sarotari 100 132 137 49 0 418
PTW. Bao 139 163 93 94 4 493
Waihali 66 75 95 28 2 266
Pohon Bao 228 200 21 11 2 462
Ekasapta 184 138 200 57 0 579
Amagarapati 120 165 43 80 1 409
Postoh 155 79 80 33 14 361

5
BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Gambaran masyarakat masyarakat yang ingin dicapai oleh segenap komponen masyarakat
melalui pembangunan kesehatan Kabupaten Flores Timur umumnya dan Puskesmas Nagi khususnya
untuk mewujudkan Indonesia sehat yang mandiri. Oleh sebab itu, seluruh jajaran petugas kesehatan
di masing-masing jenjang administrasi pemerintahan mengemban empat misi yaitu menggerakan
pembangunan berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat,
memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi
seluruh masyarakat dan mendorong pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.

Indikator derajat kesehatan yang terdiri dari mortalitas, morbiditas dan status gizi, indikator
pengamatan penyakit menular dan indikator kesehatan ibu dan anak. Adapun situasi derajat
kesehatan masyarakat wilayah kerja Puskesmas Nagi adalah sebagai berikut.

A. MORTALITAS
1. Angka Kematian Bayi (AKB)
Jumlah kematian bayi 0-12 tahun 2018 sebanyak 3 orang. AKB dapat
menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor
penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat
keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan sosial ekonomi. Bila AKB di suatu
wilayah tinggi berarti status kesehatan di wilayah tersebut rendah.

2. Angka Kematian Balita (AKABA)


Jumlah kematian balita 1-5 tahun 2018 sebanyak nol. AKABA menggambarkan
tingkat permasalahan kesehatan anak balita, tingkat pelayanan KIA/Posyandu, dan kondisi
sanitasi lingkungan.

3. Angka Kematian Ibu (AKI)


Angka kematian ibu mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan
dan melahirkan. AKI dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan
kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada
kehamilan dan kelahiran, tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan
termasuk pelayanan prenatal dan obstetric. Tingginya angka kematian ibu menunjukkan
keadaan sosial ekonomi yang rendah dan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan
prenatal dan obstetric yang rendah pula.
Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses ke pelayanan kesehatan
ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu yang
dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan,
terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas
kesehatan. Selain itu, penyebab kematian maternal juga tidak terlepas dari kondisi ibu itu
sendiri dan merupakan salah satu dan kriteria 4 “terlalu” yaitu terlalu tua pada saat
melahirkan (>35 tahun), terlalu muda pada saat melahirkan (<20 tahun), terlalu banyak anak
(>4 anak), terlalu rapat jarak kelahiran/paritas (<2 tahun). Angka kematian ibu di Puskesmas
Nagi di Februari dan Maret 2018 adalah 1 ibu.

6
4. Umur Harapan Hidup
Menurut Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun
2016, sejak tahun 2004 - 2015 memperlihatkan adanya peningkatan Usia Harapan Hidup di
Indonesia dari 68,6 tahun menjadi 70,8 tahun dan proyeksi tahun 2030-2035 mencapai 72,2
tahun. Selain itu, menurut Bappenas, pada tahun 2025 angka harapan hidup manusia di
Indonesia diperkirakan mencapai 73.7 tahun.

B. MORBIDITAS
1. Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan kabupaten yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja baik dalam gedung
puskesmas maupun luar gedung puskesmas. Sepuluh jenis penyakit terbanyak di Puskesmas
Nagi 2018 adalah sebagai berikut.
a. ISPA
b. Vulnus Laserasi
c. Hipertensi
d. Post Vulnus
e. Dyspepsia
f. Pulpitis Kronis
g. Dermatitis
h. Mialgia
i. Obs. Febris
j. Diabetes Melitus
2. Penyakit Menular
a. TBC
Angka insiden penderita baru BTA positif sebesar 210 per 100.000 jumlah penduduk.
Puskesmas Nagi ditemukan penderita baru BTA positif 15 dari target 51 per tahun. CDR
mencapai 29,41% dari target nasional. Rendahnya angka penemuan ini berarti masih
banyak kasus TB paru yang belum terdeteksi dan belum terobati sehingga dapat
menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitar para penderita. Oleh karena itu,
perlu adanya peningkatan upaya penemuan kasus secara aktif oleh petugas kesehatan.
b. Pneumonia
Diketahui bahwa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) mempunyai kontribusi sebagai
penyebab kematian pada bayi dan balita. Dari seluruh kasus kematian ISPA disebabkan
oleh Pneumonia. Penyakit ini merupakan penyakit yang akut dan kualitas
penatalaksanaan belum memadai. Cakupan penemuan penderita pneumonia yang
ditemukan dan ditangani di Puskesmas Nagi adalah 11,09 %.
Rendahnya cakupan antara lain disebabkan kepatuhan petugas dalam menjalani
standar operasional prosedur belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia
balita tidak terdeteksi. Di samping itu, belum maksimalnya sosialisasi kepada
masyarakat tentang tanda-tanda pneumonia pada balita serta bahaya bila tidak segera
ditangani maka akan sangat berpengaruh terhadap rendahnya cakupan pneumonia
balita.
c. HIV/AIDS
Puskesmas melaksanakan surveilens penyakit HIV/AIDS yaitu upaya
menjaring/menemukan/melacak/mendeteksi suspek HIV/AIDS. Kegiatan surveilans
HIV/AIDS dilakukan dengan cara menjaring suspek (tersangka) penderita secara aktif
dan pasif.
Kegiatan surveilans HIV/AIDS merupakan kegiatan lintas program sehingga data
suspek/penderita tercatat di unit kerja yang melayani suspek / penderita. Data cakupan
HIV/AIDS di Puskesmas Nagi bulan Februari dan Maret 2018 adalah 0.

7
d. Kusta
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah
sangat kompleks bukan hanya dari segi medis namun meluas wilayah masalah social,
ekonomi, budaya dan ketahanan nasional.
Penemuan kusta baru secara dini masih rendah. Proporsi penderita kusta anak dan
angka kecacatan yang masih tinggi merupakan masalah yang masih dihadapi di
Puskesmas Nagi. Penderita kusta baru yang ditemukan dikarenakan puskesmas hanya
menunggu penderita yang datang secara sukarela sedangkan penemuan penderita
secara aktif belum memadai atau kurang dilakukan. Kasus penyakit kusta untuk
Puskesmas Nagi adalah 4 penderita dari targer 3 penderita.

3. Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa(KLB)


a. DBD
Puskesmas melaksanakan surveilans penyakit DBD yaitu upaya menjaring /
menemukan / melacak / mendeteksi suspek DBD dan selanjutnya mengelola
pengobatan penderita DBD sampai sembuh, sebagai upaya mencegah penyakit DBD
menyerang masyarakat dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat. Kasus DBD
Puskesmas Nagi bulan Februari dan Maret 2018 berjumlah 1 orang.
b. Diare
Cakupan kasus diare Puskesmas Nagi sebanyak 12,3 % dari target 300 penderita diare
ditemukan dan ditangani ( angka kesakitan 214 per 1000 jumlah penduduk ).
c. Malaria
Walaupun dikatakan bahwa daerah Flores Timur adalah endemis Malaria , namun
berdasarkan data laporan bulanan, penyakit malaria tidak ditemukan kasus kematian
akibat malaria. Hal ini disebabkan oleh penanganan yang segera setelah terdiagnosa,
juga karena kasus malaria yang umumnya terjadi adalah malaria vivax dan falcifarum.
Namun, dari tahun ke tahun kejadian penyakit malaria cenderung mengalami
penurunan. Tidak ada kasus malaria pada tahun 2018 di Puskesmas Nagi.
d. Filariasis
Tidak ada kasus filariasis di Puskesmas Nagi dari bulan Februari dan Maret 2018.
e. Rabies
Jumlah kasus rabies di Puskesmas nagi dari bulan Februari dan Maret 2018 tidak ada.
Sedangkan jumlah kasus gigitan binatang penular virus rabies tahun 2018 sebanyak 2
orang.

4. Penyakit Tidak Menular


Penyakit tidak menular (PTM) yang diintevensi meliputi jantung coroner,
decompensasio cordis, hipertensi, stroke, diabetes melitus, kanker serviks, kanker payudara,
kanker hati, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis, asma bronchiale, dan kecelakaan
lalu lintas. PTM dalam kesehatan masyarakat sebenarnya dapat digolongkan sebagai suatu
kelompok PTM utama yang mempunyai faktor resiko tersebut antara lain faktor genetik
maupun faktor yang dapat diubah (change risk factor) antara lain menghisap rokok, pola
makan tidak seimbang, makanan yang mengandung zat adiktif, kurang olahraga dan adanya
kondisi lingkungan yang tidak kondusif terhadap kesehatan.
Penyakit tidak menular mempunyai dampak negatif yang sangat besar karena
merupakan penyakit kronis. Penderita ini menjadi serba terbatas aktivitasnya karena
menyesuaikan diri dengan jenis dan penyakit tidak menular yang dideritanya. Hal ini
berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan tidak diketahui kapan sembuhnya karena
memang secara medis penyakit tidak menular tidak bisa disembuhkan tetapi hanya bisa
dikendalikan. Yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah bahwa penyakit tidak menular
merupakan penyebab kematian tertinggi dibandingkan dengan penyakit menular.

8
Dari semua kelompok PTM di atas yang paling sering terjadi di Puskesmas Nagi
adalah sebagai berikut:
a. Hipertensi
b. Stroke
c. Diabetes mellitus
d. Asma bronchiale

C. STATUS GIZI
1. Bayi dengan BBLR
Bayi dengan berat badan lahir rendah di Puskesmas Nagi tahun 2018 berjumlah 35 orang.
2. Status Gizi Balita
a. Gizi kurang : 156 orang
b. Gizi baik : 1451 orang
c. Gizi buruk : 15 orang
d. Gizi lebih : 3 orang

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR


1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
a. Pelayanan Antenatal Ibu Hamil
Dalam program kesehatan ibu, seorang ibu hamil seharusnya mendapatkan
pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian
pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali
triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan, penimbangan berat
badan, pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet Fe, pemberian imunisasi TT, dan
konsultasi merupakan pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan pada ibu hamil
yang berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan (antenatal care/ANC).
Cakupan pelayanan K1: 79,1 % Dari target 100%
Cakupan pelayanan K4 : 51,4 % Dari target 95 %

b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan


Pertolongan persalinan oleh bidan yang memiliki kompetensi kebidanan. Cakupan
atau jumlah ibu hamil yang mendapatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
yang memiliki kompetensi kebidanan di wilayah kerja Puskesmas Nagi sebesar 79,3 % dari
target 100%.

c. Deteksi Resti
Ibu hamil dengan resiko tinggi adalah keadaan ibu yang mengancam kehidupannya maupun
janinnya, misalnya umur, paritas, interval dan tinggi badan sedangkan komplikasi pada
proses persalinan adalah keadaan dalam proses persalinan yang mengancam kehidupan ibu
maupun janinnya misalnya perdarahan, preeklamsia, infeksi jalan lahir, letak lintang, partus
lama dan lain-lain. Ibu hamil dengan resiko tinggi dan komplikasi yang ditemukan
mendapat pertolongan pertama dan rujukan oleh tenaga kesehatan. Cakupan deteksi Resti
di Puskesmas Nagi 30,2 % dari target 100%.
d. Kunjungan Neonatus

9
Kunjungan neonatus adalah kunjungan yang dilakukan oleh petugas kesehatan satu
kali pada satu minggu pertama kehidupan ( KN 1) dan satu kali dalam 7-28 hari (KN 2).
Cakupan kunjungan neonatus di Puskesmas Nagi pada adalah 80,6 % dari target 100%.

e. Pelayanan Bayi dan Pelayanan Balita


Kegiatan pelayanan bayi dan balita berfungsi memelihara kesehatan bayi dan balita
dengan melaksanakan upaya promotif, preventif agar bayi dan balita sehat dan tumbuh
kembang secara optimal baik dalam gedung maupun luar gedung puskesmas.
Petugas unit pelayanan bayi dan balita akan melakukan deteksi dini kekurangan gizi
dengan penimbangan berat badan dan tinggi badan, imunisasi dasar yang lengkap,
pemberian makanan tambahan dan vitamin A dan rujukan ke fasilitas kesehatan lain bila
ditemukan ada kelainan.
Kegiatan pelayanan kesehatan bayi dan balita ini dilakukan dalam gedung puskesmas
atau posyandu-posyandu. Total cakupan pelayanan kesehatan bayi dan balita ini secara
rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 41-44.

2. Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah


Pelayanan kesehatan di sekolah diutamakan pada upaya meningkatkan kesehatan
(promotif) dan upaya meningkatkan pencegahan penyakit (preventif). Salah satu upaya
preventif yang dilaksanakan di sekolah adalah kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah
(health screening) sebagai prosedur pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk
mengelompokan anak sekolah dalam berbagai kategori sehat dan sakit yang memerlukan
tindakan lebih lanjut, serta mendapatkan gambaran kesehatan anak sekolah sebagai
pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan sekolah (UKS).

3. Pelayanan Keluarga Berencana


Unit pelayanan Keluarga Berencana berfungsi melayani pasangan suami isteri yang
ingin menjalankan program keluarga berencana. Petugas unit pelayanan Keluarga Berencana
akan melakukan edukasi dan konseling membantu pemilihan kontrasepsi yang sesuai serta
penyediaan, pemasangan, pencabutan, penggantian kontrasepsi yang sesuai dan melakukan
rujukan ke fasilitas kesehatan lain bila ditemukan ada kelainan. Secara lebih rinci cakupan
pelayanan keluarga berencana Puskesmas Nagi dapat dilihat pada lampiran tabel 28-29.

4. Pelayanan Imunisasi
a. Presentase Kelurahan yang Mencapai “Universal Child Immunization” (UCI).
UCI ialah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi 0-11 bulan. Kelurahan
UCI adalah kelurahan dimana sudah mencapai 100% dari jumlah bayi yang ada di kelurahan
tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap.
b. Cakupan Imunisasi Bayi.
Upaya untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian bayi serta anak
balita dilaksanakan program imunisasi baik program rutin maupun program tambahan
untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti TBC, difteri, pertusis,
tetanus, polio, hepatitis B dan campak. Bayi seharusnya sudah mendapat imunisasi dasar
lengkap yang terdiri dari HB-0, BCG, Polio, DPT-Hb-Hip, IPV, dan Campak.
Sebagai indikator kelengkapan status imunisasi dasar lengkap bagi bayi dapat dilihat
dari hasil cakupan imunisasi campak karena imunisasi campak merupakan imunisasi yang
terakhir yang diberikan pada bayi umur 9 bulan. Selain pemberian imunisasi rutin, program
imunisasi juga melaksanakan program imunisasi anak sekolah seperti bulan imunisasi anak
sekolah (BIAS).
Cakupan masing-masing jenis imunisasi untuk Puskesmas Nagi dapat dilihat pada
lampiran tabel 24-26, 37-40 dan 61-62.

10
5. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut
Kegiatan pelayanan kelompok usia lanjut pada prinsipnya kelompok usia lanjut (usila)
mendapat pelayanan yang sama seperti di faskes tingkat pertama poli rawat jalan puskesmas.
Namun mengingat USILA merupakan kelompok yang rentan maka dalam proses pelayanan
diberikan berbagai kemudahan dan fasilitas yang lebih nyaman dan mudah terjangkau. Oleh
karena itu, ada kegiatan luar gedung yaitu posyandu Lansia. Secara lebih rinci cakupan
pelayanan kesehatan usia lanjut dapat dilihat pada lampiran table 49.

B. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


1. Pemantauan Pertumbuhan Balita
a. Pemantauan di Posyandu
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Posyandu yang
terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan
tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinat dan integratif
serta saling memperkuat antara kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di
posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap
memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.
Puskesmas Nagi mempunyai 27 posyandu dari 10 kelurahan sedangkan data bayi
balita dan cakupan pelayanan bayi balita dapat dilihat pada lampiran tabel 42.

b. Pemberian ASI eksklusif


ASI eksklusif adalah memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan.
Adapun manfaat dari ASI sebagai berikut:
1) Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi seluruh kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan
2) Meningkatkan daya tahan tubuh bayi
3) Pemberian ASI eksklusif membuat perkembangan motorik dan kognitif bayi lebih cepat.
4) Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi.
5) Praktis, gratis, hygienis, tidak mudah tercemar.

Secara lebih terperinci cakupan pemberian ASI eksklusif dapat dilihat pada lampiran table
39.

2. Pemberian Vitamin A
Pemberian kapsul vitamin A biru pada bayi umur 6-11 bulan dan kapsul vitamin A
merah pada anak umur 12-59 bulan. Akibat kekurangan vitamin A dapat menurunnya daya
tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan penyakit mata yang disebut xerophalmia yang
bila tidak ditangani dapat mengakibatkan kebutaan.
Cakupan pemberian kapsul vitamin A Puskesmas Nagi dapt dilihat pada lampiran
tabel 41.
3. Pemberian tablet Fe
Program penanggulangan anemia yang dilakukan adalah memberikan tablet tambah
darah yaitu preparat Fe yang bertujuan untuk menurunkan angka anemia pada balita, ibu
hamil, ibu nifas, remaja putih dan wanita usia subur (WUS).
Cakupan pemberian tablet Fe di Puskesmas Nagi dapat dilihat pada lampiran tabel
27.

C. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN


Pelayanan kesehatan rujukan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam mengirim atau merujuk
pasien ke tempat pelayanan yang lebih mampu yaitu rumah sakit.

11
Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk. Adapun kriteria
pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu dari:
1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi untuk semua jenis
penyakit dan kecelakaan.
2. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis ternyata tidak mampu diatasi.
3. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan
perawatan di sarana kesehatan yang lebih mampu.

Total rujukan untuk Puskesmas Nagi berjumlah 816 rujukan ke RSU.

D. KESEHATAN LINGKUNGAN
Puskesmas Nagi mempunyai data kesehatan lingkungan sebagai berikut:
1. Rumah sehat
Jumlah sarana : 5.038 rumah
2. Rumah tangga sehat : 5.624 rumah
3. Jamban sehat : 5.030 rumah
4. Sarana Air Bersih : 3.436 sarana
5. Tempat-tempat umum : 425 sarana
6. Tempat Pengolahan Makanan : 94 sarana
a. Restoran : 3 sarana
b. Makanan jajanan : 67 sarana
c. Depot air minum isi ulang : 20 sarana
d. Home industry : 4 sarana
7. Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Jumlah desa/kelurahan : 10 kelurahan
Jumlah desa kelurahan STBM : 4 yang sudah deklarasi

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN
1. Puskesmas
a. Pelayanan Kesehatan Dasar
Puskesmas Nagi merupakan puskesmas rawat jalan tingkat pertama yang ada di
wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur yang mempunyai jumlah kunjungan
rata-rata perbulan 1525 orang yang terdiri dari kunjungan lama dan kunjungan baru.
Kunjungan rawat jalan di Puskesmas Nagi bukan hanya dari dalam wilayah binaan
tetapi juga yang datang dari luar wilayah.

12
b. Pola Penyakit
Ada sepuluh jenis penyakit yang menonjol di wilayah Puskesmas Nagi adalah
1) ISPA
2) Vulnus Laserasi
3) Hipertensi
4) Post Vulnus
5) Dyspepsia
6) Pulpitis Kronis
7) Dermatitis
8) Myalgia
9) Obs. Febris
10) Diabetes Melitus
2. Pustu
Puskesmas Nagi tidak memiliki jejaring pustu di wilayah kerjanya.
3. Poskesdes
Puskesmas Nagi tidak memiliki jejaring poskesdes di wilayah kerjanya.
4. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit
Di wilayah kerja Puskesmas Nagi terdapat satu rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah
dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.
5. Desa Siaga
Di wilayah kerja Puskesmas Nagi tidak ada desa siaga.
6. Sarana Kesehatan Bersumber Masyarakat
a. BKIA :1
b. Klinik bersalin : 2
c. Posyandu
1) Balita : 27
2) Lansia : 10
3) Kelas Ibu Hamil : 10

B. TENAGA KESEHATAN
Jumlah tenaga seluruhnya 58 orang
1. Dokter umum : 1 orang (PNS)
2. Dokter gigi : 1 orang (ikatan dinas)
3. Perawat :
a. S.Kep.Ners : 6 orang yang terdiri dari 2 PNS, 1 orang PTT Provinsi dan 4 orang tenaga
kontrak daerah.
b. D III : 8 orang (PNS) dan 2 orang tenaga kontrak daerah
c. SPK : 4 orang (PNS)
Perawat Gigi :
D III : 2 orang (PNS)
4. Bidan :
a. D IV : 1 orang (PNS)
b. D III : 9 orang terdiri dari 3 orang PNS, 1 orang PTT provinsi, dan 5 orang kontrak
daerah .
c. D I : 5 orang (PNS)
5. Tenaga Farmasi
a. Apoteker : I orang (PNS)
b. Asisten Apoteker : 2 orang yang terdiri dari 1 orang S1 apoteker dan D1 orang.
6. Analis Kesehatan Laboratorium:
D III : 3 orang yang terdiri dari 2 orang PNS dan 1 orang Tenaga Kontrak Daerah

13
7. Kesehatan Masyarakat
S 1 SKM : 3 orang, 1 (PNS) dan 2 orang tenaga kontrak daerah.
8. Nutrision (Ahli gizi)
S1 : 1 orang tenaga kontrak daerah
D III : 3 orang terdiri dari 1 orang PNS dan 2 orang Tenaga Kontrak Daerah
9. Sanitarian
D III : 3 orang (PNS)
10. Administrasi sebanyak 3 orang
S.Kep : 1 orang tenaga kontrak daerah
11. Rekam Medis & Informasi Kesehatan : 1 orang tenaga kontrak daerah
12. Cleaning service : 1 orang tenaga kontrak daerah
13. Sopir : 1 orang tenaga kontrak daerah
14. Satpam : 1 orang tenaga kontrak daerah

C. OBAT DAN PEMBEKALAN KESEHATAN


Ketersediaan obat sesuai kebutuhan adalah ketersediaan obat pelayanan kesehatan dasar di
unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan puskesmas. Jenis obat yang wajib dilaporkan
ketersediannya berdasarkan surat edaran Direktorat Jendral Pelayanan Kefarmasian dan alat
Kesehatan Departeman Kesehatan Republik Indonesia.
Laporan penggunaan pemakaian obat untuk Puskesmas Nagi dapat dilihat pada lampiran.

D. PEMBIAYAAN KESEHATAN
Semua biaya keuangan Puskesmas Nagi berasal dari sumber dana DAK Non Fisik dan dana JKN.

BAB VI

PENUTUP

A. Profil Puskesmas Nagi yang meliputi aspek, lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan,
ketenagaan dan pengorganisasian dan laporan kegiatan program puskesmas yang dibuat selama
1 tahun ini, diharapkan dapat digunakan sebagai pegangan untuk Rekomendasi Registrasi
Puskesmas Baru.
B. Saran
1. Untuk seluruh staf Puskesmas Nagi diharapkan lebih memahami program yang menjadi
tanggung jawabnya sehingga target tercapai dan kinerja meningkat. Selalu melakukan
koordinasi dan meningkatkan kerjasama yang lebih baik sehingga kegiatan program bisa
dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
2. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur dimohonkan agar selalu memberikan
bimbingan teknis/ monitoring laporan bulanan kepada pemegang program sehingga dapat
meminimalkan kesalahan dan meningkatkan pencapaian program.

Profil Puskesmas ini tentunya masih jauh dari sempurna sehingga bimbingan dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Flores Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT sangat kami perlukan demi
kesempurnaannya.

14