Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SATUAN PENDIDIKAN : MAS DARUL FALAH DULOLONG


MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS/SEMESTER : XI IPA / 1
PERTEMUAN KE :1

STANDAR KOMPETENSI 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturan nya dalam cakupan mekanika
benda titik.
KOMPETENSI DASAR 1.1 Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan
menggunakan vektor
INDIKATOR Pertemuan ke 1:
 Menentukan vektor posisi suatu partikel pada bidang
 Menentukan besar perpindahan posisi suatu partikel
 Menentukan kecepatan sesaat suatu partikel dari persamaan posisi
 Menentukan kecepatan rata-rata suatu partikel
Pertemuan ke 2:
 Menentukan percepatan sesaat suatu partikel dari persamaan kecepatan
 Menentukan percepatan rata-rata suatu partikel
Pertemuan ke 3:
 Menentukan vektor posisi dari fungsi kecepatan
 Menentukan kecepatan sesaat suatu gerak partikel dari persamaan
percepatan bila diketahui kecepatan awalnya
 Menentukan kecepatan sesaat suatu gerak partikel dari persamaan
percepatan bila tanpa kecepatan awal

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke 1:
1. Siswa dapat menentukan vektor posisi suatu partikel pada bidang dengan benar
2. Siswa dapat menentukan besar perpindahan posisi suatu partikel dengan benar
3. Siswa dapat menentukan kecepatan sesaat suatu partikel dengan benar
4. Siswa dapat menentukan kecepatan rata-rata suatu partikel dengan benar
Pertemuan ke 2:
1. Siswa dapat menentukan percepatan sesaat suatu partikel dari persamaan kecepatan
2. Siswa dapat menentukan percepatan rata-rata suatu partikel
Pertemuan ke 3:
1. Siswa dapat menentukan vektor posisi dari fungsi kecepatan
2. Siswa dapat menentukan kecepatan sesaat suatu gerak partikel dari persamaan percepatan bila
diketahui kecepatan awalnya
3. Siswa dapat menentukan kecepatan sesaat suatu gerak partikel dari persamaan
percepatan bila tanpa kecepatan awal

Karakter siswa yang diharapkan :


 Rasa ingin tahu
 Jujur
 Kerja keras
 Toleransi
 Tanggungjawab

II. MATERI AJAR


Kinematika

Bagian ilmu fisika yang mempelajari gerak benda dan pengaruh lingkungan terhadap gerak benda
disebut mekanika. Kinematika adalah bagian dari mekanika yang mempelajari gerak suatu benda
tanpa memandang gaya yang bekerja pada benda tersebut (massa benda diabaikan). Jadi jarak yang
ditempuh benda selama geraknya hanya ditentukan oleh kecepatan v dan atau percepatan a. Bagian
yang mempelajari bagaimana pengaruh lingkungan terhadap gerak disebut dinamika. Dalam bab ini
kita akan membahas kinematika secara umum: besaran-besaran yang terlibat, gerak benda dalam satu
dimensi dan dua dimensi.

A. Posisi dan Perpindahan


Letak sebuah partikel dalam ruang dinyatakan oleh vektor posisi r. Vektor posisi ini dapat dituliskan
dalam komponen-komponennnya,

Bila partikel bergerak, posisinya berubah terus terhadap waktu. Jadi partikel yang bergerak memiliki
vektor posisi yang merupakan fungsi waktu, demikian juga komponen-komponennya:

Misalkan pada saat t1 partikel berada di titik 1 dengan vektor posisi r1 = r(t1), dan pada saat t1 benda
di titik 2 dengan vektor posisi r2 = r(t2). Perpindahan partikel dalam selang waktu ini dinyatakan
dengan vektor D r dari titik 1 ke titik 2. Vektor D r ini disebut vektor perpindahan:

Gambar 1. Posisi vs. Waktu

Panjang/ besar posisi partikel A: rA  a2  b2  c2


Selang waktu
Selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perpindahan dari titik 1 ke titik 2 adalah:

Kecepatan rata-rata
Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi perpindahan dengan selang waktu
:

Kecepatan ini disebut kecepatan rata-rata karena tidak menggambarkan kecepatan benda yang
sesungguhnya, melainkan hanya kecepatan rata-rata selama selang waktu tersebut.
Kecepatan rata-rata adalah besaran vektor.
Kecepatan sesaat adalah limit vektor kecepatan rata-rata untuk selang waktu mendekati nol

Gambar 2. Tangen garfik posisi vs waktu


Untuk selang waktu yang sangat kecil (D t® 0), maka vektor perpindahan mendekati garis singgung
lintasan seperti ditunjukkan dalam gambar 2. Kecepatan rata-rata menjadi kecepatan kecepatan sesaat
di titik 1 dan arahnya menyinggung kurva lintasan:

Dalam komponen vektor kecepatan

Kecepatan sesaat ini benar-benar menunjukkan keadaan gerak di sebuah titik (sifat lokal). Untuk
selanjutnya kecepatan sesaat hanya akan disebut kecepatan saja.
Percepatan
kecepatan
Percepatan =
lamanya berpindah
a) Percepatan rata-rata adalah hasil bagi kecepatan dengan selang waktu
v
a
t
b) Percepatan sesaat adalah limit vektor percepatan rata-rata untuk selang waktu mendekati nol
dv
a  lim a 
t 0 dt

Menentukan posisi dari vetor kecepatan serta menentukan kecepatan dari vektor
percepatan
t

 r   vdt
0
t

 v   adt
0

 r   adt

III. KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan ke 1 (2 x 45 menit):
Model pembelajaran : Pengajaran Langsung (Dirrect current)
Metode pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, diskusi, pemberian tugas

Karakter
Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode
siswa
A. PENDAHULUAN
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa (10)
1) Guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi 5 Tanya jawab Rasa
gerak pada kelas X ingin tahu
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 5 Ceramah Senang
3) Guru menjelaskan pentingnya belajar materi ini membaca
B. KEGIATAN INTI (75)

Fase 2: Pengetahuan Deklaratif


Eksplorasi
1) Guru meminta siswa untuk membaca topik yang 15 Demonstrasi Rasa
akan di bahas selama 3 menit dan Tanya ingin tahu
2) Guru meyajikan meteri tahap demi tahap yang jawab
diawali dengan demonstrasi berikut.
Guru berdiri di pojok kelas lalu bergerak ke kanan
2 langkah dan ke kiri 3 langkah, guru menanyakan
berapa perpindahan yang saya alami?
Fase 2: Pengetahuan Prosedural
1) Guru menjelaskan cara menentukan posisi awal, 15 Ceramah dan Rasa
posisi akhir dan perpindahan dengan menggunakan demonstrasi ingin tahu
koordinat bidang X – Y dengan analaisis vektor
2) Guru menjelaskan cara menentukan kecepatan rata
– rata dan kecepatan sesaat menggunakan metode
differensial
Fase 3: Membimbing pelatihan
Elaborasi
1) Guru memberikan latihan soal untuk menntukan 15 Pemberian Kerja
posisi awal dengan menggunakan vektor, posisi tugas keras
akhir dan perindahan kepada siswa, siswa diminta
mengerjakan Tanggung
2) Guru memberikan latihan soal untuk menntukan jawab
kecepatan rata – rata dan kecepatan sesaat
menggunakan metode differensial kepada siswa,
siswa diminta mengerjakan
3) Guru memberikan bimbingan selama latihan dan
memfasilitasi bila ada kesulitan dari siswa
Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan
balik
Konfirmasi
1) Guru mengecek pemahaman dan keterampilan 15 Pemberian Jujur
siswa dalam mengerjakan soal dengan memberikan tugas
soal untuk dikerjakan oleh siswa secara individu
2) Guru memberikan umpan balik (pujian) kepada
siswa pada aspek-aspek yang sudah benar yang
dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal
3) Guru mengulang kembali penjelasan-penjelasan 5 Demonstrasi Rasa
tentang cara menyelesaikan masalah bila masih ingin tahu
ada siswa yang mengalami kesulitan
Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan
lanjutan
dan penerapan
1) Memberikan pelatihan lanjutan dengan soal yang 10 Pemberian Kerja
lebih tinggi tingkatannya tugas keras
C. PENUTUP (5)
1) Guru membimbing siswa merefleksi materi yang 5 Pemberian Tanggung
telah dibahas bersama tugas jawab

2) Guru menginformasikan siswa untuk membaca senang


materi selanjutnya membaca
Pertemuan ke 2 (3 x 45 menit):
Model pembelajaran : Pengajaran Langsung (Dirrect current)
Metode pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, diskusi, pemberian tugas

Karakter
Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode
siswa
D. PENDAHULUAN
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa (15)
4) Guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi 15 Tanya jawab Rasa
posisi, perpindahan dan kecepatan ingin tahu
5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Ceramah Senang
6) Guru menjelaskan pentingnya belajar materi ini membaca
E. KEGIATAN INTI (100)

Fase 2: Pengetahuan Deklaratif


Eksplorasi
3) Guru meyajikan materi tahap demi tahap yang 10 Demonstrasi Rasa
diawali dengan tanya jawab ke beberapa anak. dan Tanya ingin tahu
Bagaimana menentukan kecepatan bila diketahui jawab
persamaan posisi?
Fase 2: Pengetahuan Prosedural
3) Guru menjelaskan cara menentukan percepatan 15 Ceramah dan Rasa
rata - rata, percepatan sesaat bila diketahui demonstrasi ingin tahu
persamaan kecepatan dengan menggunakan
metode differensial
Fase 3: Membimbing pelatihan
Elaborasi
4) Guru memberikan latihan soal untuk menentukan 15 Pemberian Kerja
percepatan rata – rata dan percepatan sesaat kepada tugas keras
siswa bila diketahui persamaan kecepatan, siswa
diminta mengerjakan Tanggung
5) Guru memberikan bimbingan selama latihan dan jawab
memfasilitasi bila ada kesulitan dari siswa
Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan
balik
Konfirmasi
4) Guru mengecek pemahaman dan keterampilan 15 Pemberian Jujur
siswa dalam mengerjakan soal dengan memberikan tugas
soal untuk dikerjakan oleh siswa secara individu
5) Guru memberikan umpan balik (pujian) kepada
siswa pada aspek-aspek yang sudah benar yang
dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal
6) Guru mengulang kembali penjelasan-penjelasan 15 Demonstrasi Rasa
tentang cara menyelesaikan masalah bila masih ingin tahu
ada siswa yang mengalami kesulitan
Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan
lanjutan
dan penerapan
2) Memberikan pelatihan lanjutan dengan soal yang 30 Pemberian Kerja
lebih tinggi tingkatannya tugas keras
F. PENUTUP (20)
3) Guru membimbing siswa merefleksi materi yang 20 Pemberian Tanggung
telah dibahas bersama tugas jawab

4) Guru menginformasikan siswa untuk membaca senang


materi selanjutnya membaca
Pertemuan ke 3 (2 x 45 menit)
Model pembelajaran : Pengajaran Langsung (Dirrect current)
Metode pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, diskusi, pemberian tugas

Karakter
Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode
siswa
G. PENDAHULUAN
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa (10)
7) Guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi 5 Tanya jawab Rasa
menentukan besarnya percepatan dari fungsi ingin tahu
kecepatan 5 Ceramah Senang
8) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran membaca
9) Guru menjelaskan pentingnya belajar materi ini
H. KEGIATAN INTI (75)

Fase 2: Pengetahuan Deklaratif


Eksplorasi
4) Guru meyajikan meteri tahap demi tahap yang 15 Demonstrasi Rasa
diawali dengan tanya jawab ke beberapa anak dan Tanya ingin tahu
tentang materi yang telah di bahas. jawab
Bagaimana menentukan percepatan bila diketahui
persamaan kecepatannya?
Fase 2: Pengetahuan Prosedural
4) Guru menjelaskan cara menentukan posisi bila 15 Ceramah dan Rasa
diketahui persamaan kecepatan dengan demonstrasi ingin tahu
menggunakan metode integral
5) Guru menjelaskan cara menentukan kecepatan bila
diketahui persamaan percepatan dengan
menggunakan metode integral bila diketahui
kecepatan awal benda
6) Guru menjelaskan cara menentukan kecepatan bila
diketahui persamaan percepatan dengan
menggunakan metode integral bila tanpa kecepatan
awal
Fase 3: Membimbing pelatihan
Elaborasi
6) Guru memberikan latihan soal untuk menentukan 15 Pemberian Kerja
posisi bila diketahui persamaan kecepatan kepada tugas keras
siswa dan siswa diminta mengerjakan
7) Guru memberikan latihan soal untuk menentukan Tanggung
kecepatan bila diketahui persamaan percepatan jawab
kepada siswa dan siswa diminta mengerjakan
8) Guru memberikan bimbingan selama latihan dan
memfasilitasi bila ada kesulitan dari siswa
Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan
balik
Konfirmasi
7) Guru mengecek pemahaman dan keterampilan 15 Pemberian Jujur
siswa dalam mengerjakan soal dengan memberikan tugas
soal untuk dikerjakan oleh siswa secara individu
8) Guru memberikan umpan balik (pujian) kepada
siswa pada aspek-aspek yang sudah benar yang
dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal
9) Guru mengulang kembali penjelasan-penjelasan 5 Demonstrasi Rasa
tentang cara menyelesaikan masalah bila masih ingin tahu
ada siswa yang mengalami kesulitan
Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan
lanjutan
dan penerapan
3) Memberikan pelatihan lanjutan dengan soal yang 10 Pemberian Kerja
lebih tinggi tingkatannya tugas keras
I. PENUTUP (5)
5) Guru membimbing siswa merefleksi materi yang 5 Pemberian Tanggung
telah dibahas bersama tugas jawab
6) Guru menginformasikan siswa untuk membaca
materi selanjutnya senang
membaca

IV. PENILAIAN
Teknik Tes individu , penugasan
Bentuk Uraian, skala sikap dan pilihan ganda

V. SUMBER BELAJAR
1) Fisika SMA 2 hal. 2-38 Pengarang Marthen Kanginan PT Erlangga
2) Buku bse Praktis Belajar Fisika Untuk Kelas XI SMA/MA hal 2 Pengarang Aip Saripudin dkk
3) Buku bse Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI hal 1 Pengarang Sri Handayani dkk
4) Seribu Pena hal. 56 Pengarang Marthen Kanginan PT Erlangga
5) Internet (blogger fisika MAN Baureno : www.fisikamanbaureno.wordpress.com)
6) Facebook (facebook fisika MAN Baureno : www.fisikamanbaureno.com/facebook

VI. ALAT DAN BAHAN


1) Penggaris 3) Kertas
2) Penghapus

VII. INSTRUMEN

Latihan soal
Pertemuan ke 1:
1. Sebuah partikel semula pada posisi di A(3,3) meter. Setelah 4 sekon kemudian sampai di B(7,6)
meter. Tentukan :
a. Vektor posisi di A
b. Vektor posisi di B
c. Vektor perpindahan
d. Besar perpindahan
e. Vektor Kecepatan rata-rata selama waktu tersebut
f. Besar Kecepatan rata-rata selama selama waktu tersebut
2. Sebuah partikel bergerak dengan persamaan lintasan s = 3t2 – t3. Tentukan:
a. Posisi benda saat t = 0
b. Posisi benda saat t = 3 sekon
c. Kecepatan rata – rata dari t = 0 sampai t = 3 s
d. Besar kecepatan pada waktu t = 3 sekon
Pertemuan ke 2:
1. Sebuah partikel bergerak dengan fungsi kecepatan v(t) = 2t2 – 3t + 10 jika v dinyatakan dalam m/s
dan t dalam sekon, tentukanlah:
a. percepatan rata-rata partikel untuk selang waktu t = 2 sekon sampai t = 4 sekon,
b. percepatan awal partikel, dan
c. percepatan partikel pada saat t = 6 sekon
Pertemuan ke 3:
1. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal 3 m/s. Jika benda mengalami percepatan a (t) = (4t
- 2) m/s2, tentukanlah:
a. persamaan kecepatan benda, dan
b. kecepatan benda pada t = 2 sekon.
2. Berdasarkan soal no. 1 bila tanpa kecepatan awal, tentukanlah:
a. persamaan kecepatan benda, dan
b. kecepatan benda pada t = 2 sekon.

Soal pelatihan lanjutan


Pertemuan ke 1:
1. Sebuah titik bergerak dari P (1 ; 4) ke titik Q (4 ; 5), jarak yang ditempuh titik adalah..
a. 2 d. 10
b. 5 e. 11
c. 7
2. Sebuah partikel bergerak dengan vektor posisi; r  (2t 2  t)i  (t 3  t) j dalam satuan S.I. Besar
kecepatan partikel pada t = 1 sekon adalah ... .
a. 1 m/s d. 5 m/s
b. 3 m/s e. 7 m/s
c. 4 m/s
3. Gerak sebuah benda memiliki persamaan posisi : r  (8t  4) i  (3t 2  6t) j semua besaran
menggunakan satuan dasar S.I. maka :
(1). benda bergerak lurus berubah beraturan
(2). memiliki koordinat awal (– 4 ; 0) m
(3). setelah 1 s, perpindahannya 5 m
(4). setelah 1 s, kecepatannya menjadi 8 m/s
Pernyataan yang benar adalah ... .
a. 1, 2, dan 3 d. 2, 3, dan 4
b. 1 dan 3 e. 1, 2, 3, dan 4
c. 1 dan 4
Pertemuan ke 2:
1. Sebuah partikel bergerak dengan kece-patan v = (2t2 – 5) ... m/s. Percepatan rata-rata partikel
antara selang waktu t = 3 s dan t = 5 s adalah ... .
a. 8 m/s2 d. 18 m/s2
2
b. 11 m/s e. 20 m/s2
2
c. 16 m/s

2. Bola kelereng bergerak dengan persama-an kecepatan v = (t2 + 2t) ... m/s. Percepatan bola
kelereng pada saat t = 2 sekon adalah ... .
a. 2 m/s2 d. 5 m/s2
b. 3 m/s2 e. 6 m/s2
2
c. 4 m/s
3. Kecepatan sebuah pertikel vx = 36t .. m/s dan vy = (2t + 4) ... m/s. Percepatannya pada saat t = 3
sekon adalah ... .
a. 36i + 2j d. 10i + 2j
b. 20i + 2j e. 2i + 10j
c. 2i + 30j
Pertemuan ke 3:
1. Suatu partikel bergerak dengan percepatan a = t2 ... m/s2, dan kecepatan awal 10 m/s, kecepatan
partikel setelah bergerak 3 sekon adalah ... .
a. 11 m/s d. 19 m/s
b. 14 m/s e. 27 m/s
c. 16 m/s
2. Sebuah partikel bergerak dengan persa-maan percepatan a = (4t – 3) ... m/s2. Jika pada t = 0 s
kecepatannya 2 m/s, maka kecepatan partikel pada saat t = 3 s adalah
a. 2 m/s d. 11 m/s
b. 4 m/s e. 18 m/s
c. 9 m/s
3. Percepatan sebuah partikel a = (ti – 6tj) ... m/s2. Jika partikel mula-mula diam, maka kecepatan
partikel sebagai fungsi waktu adalah ... .
a. 1 t 3i  2t 2 j d. 1 t 2i  3t 2 j
3 2
1 3 e. 3t 3i  6t 2 j
b. t i  3t 2 j
3
1 3
c. t i  6t 2 j
3
J. PEDOMAN PENSKORAN
Latihan soal
Pertemuan ke 1:
No.Soal Jawaban Skor
1 Posisi di A(3,3) meter. 1
t = 4 sekon
Posisi di B(7,6) meter.
Ditanya:
a. Vektor posisi di A 2
Xa = 3i + 3j
b. Vektor posisi di B 2
Xb = 7i + 6j
c. Vektor perpindahan 2
∆r = Xb - Xa
∆r = (7i + 6j) – (3i + 3j)
∆r = 4i + 3j 2
d. Besar perpindahan
2
∆r = √42 + 3
∆r = √25
∆r = 5 m
e. Vektor Kecepatan rata-rata selama waktu tersebut 2
Δ𝑟
v = Δ𝑡
(4i + 3j)
v= 4
v=i+¾j
f. Besar Kecepatan rata-rata selama selama waktu tersebut 2
∆v = √12 + (¾)2
9
∆v = √1 + 16
25
∆v = √
16
∆v = 5/4 m/s
1
2 s = 3t2 – t3.
Ditanya: 2
a. Posisi benda saat t = 0
s = 3t2 – t3
s = 3(0)2 – (0)3
s=0 2
No.Soal Jawaban Skor
b. Posisi benda saat t = 3 sekon
s = 3t2 – t3
s = 3(3)2 – (3)3
s = 27 – 27
s=0
c. Kecepatan rata – rata dari t = 0 sampai t = 3 s 2
Δ𝑠
v = Δ𝑡
0−0
v = 3−0
v=0
d. Besar kecepatan pada waktu t = 3 sekon 2
𝑑𝑠
v = 𝑑𝑥
v = 6t – 3t2
v = 6(3) – 3(3)2
v = 18 – 27
v = - 9 m/s
Skor total 22
Pertemuan ke 2:
No.Soal Jawaban Skor
1 Jawab 2
Diketahui: v(t) = 2t2 – 3t + 10.
a. Untuk menghitung percepatan rata-rata, tentukan lebih dahulu
Δv dan Δt sebagai berikut.
Persamaan umum kecepatan adalah v(t) = 2t2 – 3t + 10 sehingga
untuk t2 = 4 sekon,
v2 = 2(4)2 – 3(4) + 10 = 30 m/s 2
untuk t 1 = 2 sekon,
v1 = 2(2)2 – 3(2) + 10 = 12 m/s 2
Diperoleh
Δv
a=
Δ𝑡
𝑣2−𝑣1
a=
𝑡2−𝑡1
30−12
a= 4−2
18 2
a= 2
m/s2.
=9
b. Persamaan umum percepatan sesaat diperoleh sebagai turunan
pertama darifungsi kecepatan, yaitu
𝑑𝑣
a = 𝑑𝑡
𝑑(2t2 – 3t + 10)
a= 𝑑𝑡
= 2
a = (4t – 3) m/s .
2

Percepatan awal partikel adalah percepatan pada t = 0 sehingga


a = 4(0) – 3 = –3 m/s2. 2
c. Percepatan partikel pada saat t = 6 sekon adalah a = 4(6) – 3
a = 21 m/s2 2
Skor total 14
Pertemuan ke 3:
No.Soal Jawaban
1 Jawab
Diketahui: vo = 3 m/s dan a(t) = (4t – 2) m/s2.
a. Kecepatan dapat diperoleh dari fungsi percepatan dengan metode integral.
v = vo + ∫ a dt
v = 3 + ∫ (4t – 2) dt
v = (3 + 2t2 – 2t) m/s2
b. Kecepatan benda pada saat t = 2 sekon adalah
v = 3 + (2)(2)2 – (2)(2)
v = 7 m/s.
2 Jawab
Diketahui: vo = 0 m/s dan a(t) = (4t – 2) m/s2.
a. Kecepatan dapat diperoleh dari fungsi percepatan dengan metode integral.
v = vo + ∫ a dt
v = 0 + ∫ (4t – 2) dt
v = (2t2 – 2t) m/s2
b. Kecepatan benda pada saat t = 2 sekon adalah
v = (2)(2)2 – (2)(2)
v = 4 m/s.

Latihan lanjutan
Pertemuan ke 1:
No.Soal Jawaban Skor
1 D 1
2 D 1
3 E 1

Skor total 3
Pertemuan ke 2:
No.Soal Jawaban Skor
1 C 1
2 E 1
3 A 1
Skor total 3
Pertemuan ke 3:
No.Soal Jawaban Skor
1 D 1
2 D 1
3 D 1
Skor total 3

Penilaian Sikap (Afektif)


Aspek yang dinilai
No Nama Siswa Skor total
A B C D E F

dst

Keterangan aspek yang dinilai :


A Kemampuan menyampaikan informasi, memberikan pendapat/ide, keruntutan, kejelasan
B Kemampuan mengajukan pertanyaan
C Kemampuan mengajukan argumentasi untuk menanggapi pendapat teman
D Kemampuan menggunakan bahasa yang baku
E Kelancaran berbicara
F Keterbukaan terhadap saran/kritik
Cara Penilaian (Rubrik)
1.: Tidak baik, jika salah, baik cara menyampaikan informasi maupun memberi ide dst
2.: Baik, benar tetapi kurang jelas (jika baik cara menyampaikan informasi maupun memberi ide dst).
3.: Sangat baik, benar dan sangat jelas(jika baik cara menyampaikan informasi maupun memberi ide dst)

skor yang diperoleh


Nilai siswa =
skor total
x 100
K. ANALISIS DAN RENCANA TINDAK LANJUT
a) Perbaikan
Bila ada nilai siswa kurang dari KKM (kriteria ketuntasan minimum) maka siswa diberikan
perbaikan
b) Pengayaan
Bila nilai siswa sama/lebih dari KKM (kriteria ketuntasan minimum) maka siswa diberikan
pengayaan/ soal-soal yang lebih tinggi / tugas / dilanjutkan pada materi berikutnya

Mengetahui, Baureno, 28 Juli 2015


Kepala MAN Baureno Guru Mata Pelajaran
Dra. FARIKHAH KISWANTO, S.Pd
NIP. 196208241 199003 2 003 NIP. 19821201 200501 1 003