Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

TEKNIK PENCUCIAN ALAT MAKAN DI RUMAH SAKIT

OLEH

RAHMAWATI

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Kendari

Jurusan Gizi
DAFTAR ISI

A. Pendahuluan
B. Pembahasan
1. Pengertian pencucian alat makan
2. Teknik dan tahapan pencucian alat makan
3. Metode pencucian peralatan makan
4. Cara atau prosedur pencucian alat makan

C. Penutup
1. Kesimpulan
2. Daftar Pustaka
A. Pendahuluan

Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting didalam kehidupan manusia,
karena makanan berfungsi memberikan tenaga atau energi panas pada tubuh,
membangun jaringan-jaringan tubuh yang baru, pengatur dan pelindung tubuh terhadap
penyakit serta sebagai sumber pengganti sel-sel tua yang usang dimakan usia. Makanan
selain harus mengandung nilai gizi yang cukup juga harus bebas dari sumber pencemar
seperti mikroorganisme yang dapat menjadi penyebab penularan penyakit apabila tidak
dikelola secara higienis. Salah satu tahap dalam hygiene sanitasi makanan adalah
penyajian makanan yaitu penggunaan alat makan.

Masalah hygiene dan sanitasi makanan sangat penting terutama di tempattempat


umum yang erat kaitannya dengan pelayanan untuk orang banyak seperti rumah sakit,
rumah makan atau restoran dan pedagang kaki lima. Untuk mendapatkan makanan dan
minuman yang memenuhi syarat kesehatan, maka perlu diadakan pengawasan tehadap
hygiene dan sanitasi peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan dan minuman
karena mengingat bahwa makanan dan minuman merupakan media yang potensial dalam
penyebaran penyakit.

Kebersihan penjamah makanan atau hygiene penjamah makanan merupakan kunci


keberhasilan dalam pengolahan makanan yang aman dan sehat. Perilaku higienis
perorangan yang baik dapat dicapai apabila dalam diri pekerja tertanam pengertian
tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Faktor peralatan seperti alat makan merupakan salah satu faktor yang memegang
peran penting dalam penularan penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan
mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit melalui makanan, sehingga
proses pencucian alat makan dengan penerapan metode pencucian yang tepat sangat
penting dalam upaya penuruanan jumlah angka kuman terutama pada alat makan.
B. Pembahasan

1. Pengertian pencucian alat makan


Washing adalah suatu proses “pencucian” tidak terbatas pada salah satu jenis alat,
tetapi segala jenis alat yang dipergunakan di restoran / institusi/ RS untuk keperluan tamu
/ klien / pasien yang makan / minum.

Pencucian adalah sebuah cara yang efektif untuk menghilangkan sebagian besar
mikroorganisme pada peralatan makan yang bertujuan untuk :

a. menghilangkan kotoran-kotoran kasar antara lain:


Scraping (pemisahan kotoran sebelum di cuci
Memakai sabut, tapas, abu gosok untuk melepaskan kotoran dari peralatan
Menggunakan air yang bertekanan tinggi untuk melepaskan kotoran yang melekat
b. Menghilangkan lemak dan minyak
Di rendam air panas (60C) sampai larut
Di rendam dalam larutan detergen
c. Menghilangkan bau ( bau ikan, bau amis, dan sebagainya)
Melarutkan dengan air perasan jeruk nipis/lemon dalam larutan detergen
Menggunakan abu gosok, arang, atau kapur yang mempunyai daya anti bau
Menggunakan detergen yang baik dan berkualitas
d. Menghilangkan hama peenyakit (mikroba dan disinfektan)
Di rendam air panas 80C selama 2 menit atau 100C selama satu menit
Di rendam dalam air yang mengandung klor 50 ppm selama 2 menit atau air di
bubuhi kaporit 2 sendok makan dalam 100liter air
e. Pengeringan peralatan yang telah di cuci
Dengan handuk khusus yang bersih dan tidak menimbulkan bekas
Menggunakan lap bersih sekali pakai yang tidak menimbulkan bekas
Di tiriskan samapi kering dengan sendirinya
2. Teknik dan tahapan pencucian alat makan

Teknik pencucian merupakan faktor yang mempengaruhi bilangan bakteri atau


mikroorganisme pada peralatan makan, teknik pencucian yang salah dapat meningkatkan
resiko tercemarnya makanan oleh bakteri atau mikrooganisme. Akibat yang ditimbulkan
jika konsumen tidak memiliki daya tahan tubuh yang cukup adalah dapat menyebabkan
keracunan7Peralatan yang kontak langsung dengan makanan yang siap disajikan
sesudah pencucian tidak boleh mengandung angka kuman atau 0 koloni/cm².

Teknik pencucian piring yang benar menurut Kemenkes (2009), melalui beberapa tahap
yaitu pemisahan kotoran atau sisa makan dari peralatan makan, perendaman, pencucian,
pembilasan dengan air bersih dan mengalir, perendaman dengan air kaporit, penirisan,
perendaman dengan air panas 82-100 ºC, dan pengeringan. Teknik pencucian yang benar
akan memberikan hasil akhir pencucian yang sehat dan aman. Oleh sebe itu peril di ikuti
tahapan-tahapan pencucian sebagai berikut:

1. Scraping yang bertujuan untuk memisahkan segala kotoran dan sisa-sisa makanan
yang terdapat pada peralatan yang akan di cuci seperti sisa makanan di atas piring,
sendok, panic, dan lain-lain.
2. Flushing dan soaking yang bertujuna untuk mengguyur air di atas peralatan yang
akan di cuci sehingga bersih dari noda sisa, sedangkan soaking (perendaman) di
maksudkan untuk memberi kesempatan peresapan air ke dalam sisa makanan
yang menempel atau mengeras
3. Washing adaah mencuci peralatan dengan cara menggosok dan melarutkan sisa
makana dengan zat pencuci, seperti detegen cair atau bubuk yang mudah larut
dalam air sehingga sedikit kemungkinan membekas pada alat yang di cuci. Pada
tahap ini penggosokkan yang perlu di perhatikan dengan cermat yaitu bagian
peralatan yang terkena makanan (permukaan tempat makanan), bagian peralatan
yang kontak dengan tubuh (bibir gelas dan ujung sendok), serta bagian yang tidak
rata (bergerigi, berukir, dan berpori)
4. Rinsing yaitu mencuci peralatan yang telah di gosok detergen sampai bersih
dengan cara di bilas dengan air bersih. Penggunaan air harus banyak,
mengalir,dan selalu bertukar.
5. Sanitizing yaitu tindakan sanitasi untuk membebashamakan peralatan setelah
proses pencucian. Peralatan yang selesai di cuci perlu di jamin aman dari mikroba
dengan sanitasi atau di kenal dengan disinfeksi
6. Toweling yaitu mengeringkan dengan mengguanakan kain atau handuk (towel)
dengan maksud menghilangkan sisa-sisa kotoran yang mungkin masih menempel
sebagai akibat proses pencucian seperti noda detergen, noda klor.
3. Metode pencucian peralatan makan
a. Cara manual (washing by hand)
Alat yang di perlukan :
 Bak pencuci/sing/washing tab sebanyak 3 buah atau di sesuaikan
dengan jenis peralatan yang akan di cuci (masing-masing jenis di
tempatkan dalam bak yang berbeda)
 Karet busa (sponge)
 Sikat (handbrush)
 Lap ( cotton cloth)
 Basket (keranjang)
 Tempat sampah

Bahan pencuci yang di perlukan

 Air panas untuk merendam 30C -65C serta untuk membilas 85C-95C
 Sabun paling baik sabun cair atau sabun bubu (detegen)

Perhatian

 Air sabun harus di ganti untuk alat yang berbeda


 Sink harus selalu di bersihkan setelah selesai pencucian
 Pembilasan sebaiknya menggunakan air mengalir yang panas
b. Dengan mesin (washing by machine)
 Mempersiapkan Mesin
 Sesuaikan voltage mesin dengan listrik
 Hubungkan kabel listrik mesin dengan stop kontak
 Isi tangki mesin dengan air panas sesuai dengan petunjuk.
 Hidupkan mesin
 Kontrol temprature air pada masing-masing zone
 Pree washing zone 30-50°C
 Main washing zone 60-70°C
 Rinsing washing zone 85-90°C

Proses pencucian alat-alat dengan mempergunakan mesin (machine) khusus untuk


membersihkan segala jenis gelas (glass ware) ialah ;

 “Glass Washing Machine” bahan pembersih yang digunakan untuk jenis mesin ini
hanya air “Panas”
 Sedangkan jenis mesin yang dapat dipergunakan untuk membersihkan hampir
semua jenis alat yang dikelompokkan menjadi ; Chine Ware, Glass Ware, Silver
Ware dan alat lain, ex ; tray, salt, pepper mesinnya disebut “Diwashing Machine

 Proses setelah dicuci di dalam mesin

1. Keluarkan/ambil peralatan yang sudah dicuci dari basket

2.Cek peralatan mengenai (kerusakan, kebersihan alat)

3.Pisahkan antara alat yang rusak dengan yang lain, kumpulkan dalam rak yang sudah
tersedia.

4.Apabila hasil pencucian kurang bersih, alat-alat harus dicuci kembali dengan syarat :Air
panas harus diganti, Soap ditambahkan, Temperatur air dicek kembali

5. Alat-alat yang sudah bersih disimpan dan diatur pada tempatnya masing-masing
 Pembersihan Mesin

1. Matikan mesin

2. Tutup mesin di buka

3. Kosongkan tempat sabun dan tuangkan air panas

4. Bersihkan saringan pada tangki dan pada pipa penyemprot air panas

5. Bersihkan dinding mesin sebelah dalam dan luar dengan sikat.

6. Biarkan mesin dalam keadaan terbuka sampai dingin dan dipakai kembali.

4. Prosedur pencucian alat makan


1. Gunakan celemek plastic/apron.
2. Pisahkan peralatan makan infeksius dan non infeksius.
3. Pencucian alat makan (piring, sendok, plato) terpisah dengan gelas
dan tutup gelas.
4. Alat makan infeksius :
- Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan dibuang ke
tempat sampah.
- Siram dengan air mengalir.
- Rendam dengan larutan desinfektan selama 30 menit
- Peralatan makan disuse dengan sabun cuci piring.
- Peralatan dibilas dengan air bersih dan mengalir.
- Rendam dengan air panas ± 30 menit.
- Keringkan dengan rak pengering/penirisan
- Pastikan alat makan kering sebelum disusun pada rak alat
makan, jika belum lap dengan lap bersih untuk alat makan
infeksius
5. Alat makan non infeksius :
- Berihkan peralatan makan dari sisa makanan dan dibuang ke
tempat sampah.
- Peralatan makan disiram dengan air mengalir.
- Peralatan makan dicuci dengan sabun cuci piring.
- Peralatan makan dibilas dengan air panas.
- Keringkan dengan rak pengering/penirisan.
- Pastikan alat makan kering sebelum disusun pada rak alat
makan, jika belum lap dengan lap bersih untuk alat makan non
infeksius.
C. Penutup
1. Kesimpulan

Pencucian peralatan masak dan makan adalah awal dari tahapan sanitasi
makanan. Dalam pencucian peralatan harus bersih secara fisik dan bakteriologis. Tanda
yang mudah untuk mengetahui tingkatk kebersihan adalah bersih secara fisik dan bebas
bau amis/lemak. Detergent yang baik adalah yang dapat melarutkan kotoran dan lemak.
Desinfeksi sederhana adalah dengan sinar UV dari matahari pada jam 9.00 – 11.00.
Kebersihan adalah pangkal kesehatan Mencucilah dengan air bersih dan mengalir.

Karena setiap proses pencucian merupakan tahapan yang penting, maka harus
selalu diperhatikan dalam setiap mencuci peralatan makanan. Mengapa hal ini perlu
diperhatikan? Karena peralatan makan merupakan peralatan yang sangat penting bagi
kita. Apabila peralatan makan yang digunakan tidaklah bersih dan higienis, maka
dikawatirkan kotoran pada peralatan makan tersebut akan menempel pada makanan dan
terbawa masuh ke dalam mulut kita. Maka hal inilah yang akan membahayakan kondisi
kesehatan kita.
2. Daftar Pustaka
 http://mariagoblog.blogspot.com/2010/02/pencucian-peralatan-
makan.html
 https://slideplayer.info/slide/2609475/
 https://dokumen.tips/documents/sop-pencucian-alat-makan-
56b5ab2601b9f.html