Anda di halaman 1dari 8

ARTRITIS PSORIATIK 9D

Suyanto Hadi

PENDAHULUAN B37 RR 8,0 A2 RR


Artritis psoriatik merupakan artritis inflamasi 3,02
yang dihubungkan dengan kelainan kulit
psoriasis. Faktor reumatoid dan nodul sub Walaupun usia puncak artritis psoriatik
kutan tidak dijumpai atau negatif pada adalah 5-15 tahun, biasanya artritis psoriatik
artritis psoriatik. timbul pada usia puncak yang lebih lambat.
Pertama kali artritis psoriatik dilaporkan Artritis psoriatik juvenilis mempunyai
oleh Alibert pada tahun 1850. Sampai kelainan sendi lebih berat.
pertengahan tahun 1900 artritis psoriatik GAMBARAN KLINIK
masih dianggap sebagai artritis reumatoid Onset pada kulit dan sendi
yang berkoinsidensi (bersamaan) dengan lesi Tujuh puluh lima persen artritis psoriatik
kulit psoriasis. didahului lesi kulit, 15% bersamaan lesi kulit
Penemuan tehnik pemeriksaan faktor dan artritis. Sedangkan sisanya 10% artritis
reumatoid dalam serum, membuka mendahului lesi kulit.
paradigma baru bahwa artritis psoriatik Pada kasus artritis psoriatik tanpa lesi
berbeda dengan artritis reumatoid. kulit, perlu ditanyakan lebih teliti riwayat lesi
Moll dan Wright mendeskripsikan lebih kulit sporiasis gutata (berujut bintik-bintik)
terinci artritis psoriatik. Artritis psoriatik pada masa kannak kanak. Atau riwayat
dideskripsikan secara spesifik yaitu adanya keluarga dengan lesi kulit psoriasis.
keterlibatan sendi interfalang distal jari
tangan (DIP). Keterlibatan interfalang distal Oligoartritis
ini tidak pernah dijumpai pada artritis Artritis psoriatik berbentuk oligoartritis
reumatoid. Gambaran lain yang penting (melibatkan 2-4 sendi). Sendi yang terlibat
yaitu terjadi destruksi dan absorbsi tulang terutama sendi lutut, disertai 1 atau 2 sendi
jari tangan distal, diikuti sakroilitis. Akibat interfalang dan daktilitis jari tangan ataupun
laporan tersebut oleh American Rheumatism kaki. Kadang artritis terjadi sesudah trauma
Association pada tahun 1964 ditelurkan sehingga dikelirukan dengan artritis akibat
konsep Spondiloartropati seronegatif yang mekanik.
meliputi :
1. Artritis psoriatik Poliartritis asimetris
2. Spondilitis ankilosis Awitan/onset artritis psoriatik biasanya
3. Artritis reaktif mengenai sendi kanan atau kiri sesisi, jadi
4. Sindroma Reiter asimetris. Hal ini berbeda dengan artritis
5. Artritis yang berhubungan Inflammatory reumatoid yang mempunyai awitan serangan
bowel disease artritis simetris yaitu bersamaan sendi sisi
kanan maupun kiri .
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi yang tepat artritis psoriatik belum Keterlibatan sendi interfalang distal
dilaporkan. Data yang ada ada sebagai Pembengkakan akibat inflamasi interfalang
berikut : distal (DIP) merupakan gambaran yang
- Usia puncak ( peak ) : 20 – 40 karakteristik artritis psoriatik. Keterlibatan
tahun DIP ini biasanya berhubungan dengan lesi
- Distribusi sex pria : wanita : 1 : 1 psoriasis pada kuku. Meskipun keterlibatan
- Prevalensi per 100.00 : 50 – 100 DIP adalah karakteristik artritis psoriatik.
- Suku & Geografis: Banyak di Eropa & Kelainan diluar artritis psoriatik dapat
Amerika utara menyerang DIP juga, sebagai contoh
Terutama kulit putih osteoartritis yang bersifat heriditer. Lesi DIP
- Faktor genetik HLA: B38 RR 2,59 B27 pada osteoartritis heriditer tersebut disebut
RR3,5 nodus Herberden.
akibat multipel tendinitis termasuk tendo
Keterlibatan spinal otot panggul.
Sakroilitis asimptomatik terdapat pada
sepertiga kasus. Biasanya sakro ilitis sesisi. Keterlibatan mata
Spondilitis terjadi yang mempunyai Penelitian pada 112 penderita artritis
gambaran berbeda dengan spondilitis psoriatik, ternyata sepertiganya mempunyai
ankilosis yang klasik. Keterlibatan vertebra manifestasi pada mata berupa konjungtivitis
servikalis dapat menyebabkan sub luksasio dan iritis.
sendi atlanto aksial akibat inflamasi.
Tipe Psoriasis dan artritis
Sub Grup Klinik Tidak ada hubungan tantara tipe psoriasis
Moll dan Wright mendeskripsikan sub grup dengan sub grup artritis psoriatik.
artriris psoriasik sebagai berikut : Keterlibatan dinding dada sebelah depan
dapat dideteksi dengan radio isotop atau
- Artritis psoriatik klasik dengan scaning tulang. Akan tetapi diagnosis definitif
keterlibatan interfalang distal sendi jari tetap dianjurkan dengan pemeriksaan
tangan dan kaki. radiologik konvensional. Baru baru ini
- Sakroilitis dengan artritis mutilan dilaporkan psoriasis vulgaris erat
- Pausiartikuler a simetrik dengan jari hubungannya dengan inflamasi
sausage sternoclavikular dan manubrium sterni.
- Spondilitis ankilosis dengan atau tanpa Sindroma SAPHO (sinovitis, akne,
artritis perifer pustulosis, hiperostosis dan osteomielitis
- Poliartritis simetris dengan faktor steril) oleh beberapa ahli termasuk grup
reumatoid yang positif. artritis psoriatik.

Tujuh puluh persen kasus artritis psoriatik


mengenai 1 sendi (oligoartritis) atau lebih Artritis psoriatik dan AIDS
dari 4sendi (poliartritis) yang a simetris Hubungan artritis psoriatik dengan infeksi
(hanya sesisi), terutama sendi jari tangan HIV dilaporkan pada tahun 1985. Pada
dan jari kaki. Artritis mutilan jarang dijumpai. umumnya artritis psoriatik cenderung berat.
Bila ada artritis mutilan sangat karakteristik Hubungan AIDS dan artritis psoriatik ini
untuk artritis psoriatik. Gambaran klinik menyokong teori limfosit CD4+ TH tidak
artritis mutilan merupakan deformitas yang berperan penting pada ekspresi artritis
berat dengan pemendekan jari-jari. Kulit psoriatik.
yang longgar menyebabkan ibu jari tangan
yang mengalami mutilan dapat ditarik lurus Artritis psoriatik Juvenilis
kembali sehingga disebut jari telescoping . Usia puncak untuk menderita artritis psoriatik
Daktilitis atau jari sausage. Adanya adalah 5-15 tahun. Akan tetapi usia puncak
daktilitis mempermudah membedakan ini sering diderita lebih lambat. Pada artritis
artritis psoriatik dengan artritis lainnya. Perlu psoriatik juvenilis, 52% artritis mendahului
dicatat daktilitis dapat terjadi pada artritis lesi kulit, 41% lesi kulit lebih dahulu dan
reaktif. sisanya 7% bersamaan lesi kulit dan artritis.
Kadang kadang penderita artritis psoriatik Keterlibatan sendi kebanyakan berbentuk
mengalami pembengkakan ekstremitas poliartritis a simetris terutama jari tangan.
bawah sesisi. Pada bentuk pausiartikuler cenderung
mengenai lutut dan tulang punggung.
Entesitis Daktilitis dan peradangan pada mata
Karakteristik grup spondiloartropati dilaporkan sering terjadi.
seronegatif adalah entesitis yaitu
peradangan tendo yang merupakan Retinoid, psoriasis dan hiperostosis
perlekatan otot pada tulang. Pada artritis Analog vitamin A retinoid saat ini
psoriatik peradangan tendo terutama terjadi dipergunakan secara luas di dunia.
pada insersio tendo akiles pada tulang Pemberian retinoid berlebihan dapat
kalkaneus. Sering juga penderita mengeluh menyebabkan kelainan vertebra, dapat
nyeri pada telapak kaki akibat tendinitis terjadi hiperostosis. Hiperostosis ini
plantaris. Nyeri sekitar panggul dapat terjadi menyebabkan diagnosis artritis psoriatik
dapat menjadi kabur. Pada pemberian
retinoid hiperostosis yang terjadi sesuai DISH 1. Hiperostosis terjadi pada sisi depan
(difuse idiopathic skeletal hyperostosis) yaitu tulang vertebra.
terjadi pertautan 2 atau lebih osteofit 2. Keterlibatan vertebra servikalis biasanya
vertebra. Mekanisme hiperostosis pada berhubungan dengan sakroilitis. Terjadi
pemberian retinoid tidak diketahui. erosi vertebra servikalis sehingga
Sedangkan pada artritis psoriatik mekanisme menyebabkan sub luksasio vertebra
hiperostosis akibat inflamasi, ossifikasi dan servikalis.
repair. 3. Ossifikasi para vertebra.

Prognosis Artritis perifer


Kecacatan akibat artritis psoriatik Perbedaan artritis reumatoid dan artritis
menyebabkan kemungkinan tidak mendapat psoriatik akan menjadi sulit apabila artritis
kesempatan kerja 2 kali dibandingkan artritis psoriatik menyerang sendi perifer.
lainnya. Angka kematian pada artritis Gambaran karakteristik kelainan sendi
psoriatik diduga tidak meninggi akibat tidak perifer pada artritis psoriatik adalah :
melibatkan multisistem. Studi kematian 18 - Mengenai sendi kecil yaitu interfalang
penderita dari 168 kasus artritis psoriatik distal jari tangan maupun kaki.
menunjukkan infeksi akibat imobilitas dan - Terjadi erosi marginal dengan
perdarahan pada sepertiga kasus. proliferasi tulang sekitarnya sebagai
whiskering.
PEMERIKSAAN PENUNJANG - Tendensi sendi menjadi ankilosis.
Imunologi - Osteolisis tulang jari kaki atau tangan
Walaupun definisi artritis psoriatik termasuk sehingga berbentuk jari teleskop.
adanya faktor reumatoid serum negatif, - Dapat terjadi deformitas tulang jari
populasi normal mempunyai prevalensi berbentuk pensil dengan penutupnya
faktor reumatoid positif 5-8 %. disebut pencil in cup
Adanya faktor remuatoid positif tersebut, - Periostitis pada entesis yaitu
tidak harus serta merta menggugurkan perlekatan tendo pada tulang.
diagnosis artritis psoriatik. Laju endap darah - Terjadi formasi tulang sekitar pelvis dan
pada artritis psoriatik bermanfaat untuk kalkaneus.
mempertimbangkan adanya penyakit yang
aktif. Sitidine deaminase yang merupakan Isotop Imaging
produk leukosit netrofil ternyata tidak Skintigrafi imaging dengan radio isotop amat
merupakan parameter aktivitas penyakit sensitif untuk mendeteksi peradangan sendi.
artritis psoriatik. Neutrofil berlebihan pada Helliwel dkk mendapatkan separuh dari hasil
artritis psoriatik tidak menyebabkan kenaikan skaning isotop penderita artritis psoriatik
sitidine deaminase. menunjukkan up take yang abnormal pada
Gambaran Radiologik daerah sterno clavicular dan manubrio
Mc Owen dkk menjumpai gambaran sterni .
radiologik artritis psoriatik dan artritis reaktif Abnormalitas up take pada tulang panjang
berbeda dengan spondilitis ankilosis maupun dapat terjadi sebagai akibat sub klinik
artritis akibat ulseratif kolitis. Gambaran osteomielitis yang steril pada artritis
radiologik artritis psoriatik berupa : psoriatik. Rosenthal berhasil menunjukkan
- Sakroilitis sesisi (a-simetris) gambaran up take abnormal pada 12
- Sindesmofit minimal (pertautan penderita artritis psoriatik yang secara
osteofit) radiologik konvensional tak terdapat kelainan
- Sindesmofit sesisi yang menonjol. Kelainan up take ini
- Sindesmofit berbeda dengan diperkirakan akibat endapat jaringan kolagen
sindesmofit pada spondilitis ankilosis. immature yang berlebihan pada artritis
Sindesmofit pada artritis psoriatik disebut psoriatik.
chunky atau other than marginal Keuntungan pemeriksaan skintigrafi
radioaktif ini tentu saja sangat banyak, yaitu
Sindesmofit pada artritis psoriatik dapat menerangkan nyeri dada akibat
berbentuk mirip sindesmofit pada DISH peradangan muskuloskeletal bukan akibat
(diffuse idiopathic sceletal hyperostosis). penyakit jantung koroner. Pada kasus nyeri
Resnick mencatat 3 hal yang prinsip bokong dapat menjelaskan adanya
kelainan spondilitis akibat artritis psoriatik : peradangan muskuloskeletal bukan akibat
jepitan syaraf pada hernia nukleus purposus. 15-30. Antigen lekosit HLA B13, B17, B37,
Sehingga dapat membantu arah diagnosis DR7 dan DR4 dilaporkan berhubungan
kelainan reumatik. dengan artritis psoriatik. HLA B27 tidak
berhubungan dengan artritis psoriatik akan
DIAGNOSIS BANDING tetapi berhubungan dengan spondilitis
Pada umumnya artritis psoriatik yang ankilosis.
melibatkan sendi perifer mempunyai
gambaran klinis serupa artritis reumatoid Faktor Lingkungan
disebut rheumatoid like pattern Faktor lingkungan berupa infeksi saluran
Beberapa kasus artritis psoriatik nafas akibat streptokokus menyebabkan
dikelirukan dengan artritis reumatoid sero psoriasis pada kulit. Terjadi psoriasis gutata
negatif (artritis reumatoid dengan faktor yang luas pada penderita yang suseptibel
reumatoid serum negatif). Dapat pula dengan infeksi streptokokus tersebut. Diduga
dikelirukan dengan kelainan kulit psoriasis infeksi streptokokus merupakan awal reaksi
yang koinsidensi dengan artritis reumatoid auto imun terhadap penderita yang
sero negatif. suseptibel lewat sel keratinosit di kulit.
Untuk membedakan dengan artritis Terjadi reaksi silang (cross reaction) sel
reumatoid, artritis psoriatik mempunyai keratinosit kulit dan antigen streptokokus.
karakteristik seperti dibawah ini : Peneliti lain melaporkan adanya retrovirus
1. Keterlibatan sendi pada interfalang distal like papille dapat dibuktikan terdapat pada
jari tangan, dinding dada depan sering dinding kulit, sel limfosit, dan menyebabkan
didapatkan pada artritis psoriatik. Sendi sirkulasi komplek imun penderita artritis
panggul dan sendi temporo mandibulair psoriatik.
jarang terlibat. Infeksi kuman yang tersembunyi dalam
2. Gambaran yang spesifik berupa: daktilitis, makrofag di periodontal, saluran cerna dan
iritis, pembengkakan ekstremitas sesisi, tonsil menyebabkan kelainan kulit psoriasis
entesopati terutama sekitar tumit. bila terjadi eksposur produk kuman pada
3. Pemeriksaan radiologik menunjukkan kulit.
gambaran karakteristik :
- Formasi tulang baru pada entesis. Faktor Imunologik
- Whiskering sekitar sendi. Baru baru ini dibuktikan bahwa sel fibroblast
- Osteolisis. penderita artritis psoriatik dapat
- Periostitis dan deformitas berbentuk mengekspresikan IL 6, 8 akan tetapi tidak TN
pensil dengan penutupnya (pencil in F alfa .
cup)
- Spondilitis dan sakro ilitis. Trauma
Stimuli lokal dapat memprovokasi reaksi
Nodul dan faktor reumatoid positif dalam Koebner. Yaitu terjadi reaksi inflamasi serupa
serum tidak dijumpai pada artritis psoriatik psoriasis pada lokasi injury. Misal pada luka
klasik. Keterlibatan organ dalam paru, bekas jahitan.
vaskulitis, limfadenopati, ginjal, sindroma
Felti jarang didapatkan pada artritis psoriatik. Obat obatan
Perbedaan artritis psoriatik dan artritis reaktif Beberapa obat dapat menyebabkan
yaitu tidak adanya triger infeksi yang jelas eksaserbasi psoriasi. Obat tersebut adalah:
seperti artritis reaktif. Pada artritis reaktif beta bloker, obat malaria dan preparat yang
terdapat triger infeksi mendahului artritis mengandung litium.
reaktif berupa infeksi saluran kemih atau
saluran cerna. Stress
Banyak ahli berpendapat stress dapat
PATOGENSIS menyebabkan presipitasi psoriasis, akan
Faktor Genetik tetapi mekanisme tidak diketahui.
Faktor genetik memegang peranan penting
pada patogenesis artritis psoriatik. Studi di AIDS
daerah terpencil Faroe Island penderita Acquired Imunodefficiency syndrome
dengan kembar monosigot ternyata dihubungkan dengan artritis psoriatik. Dari
menderita artritis psoriatik lebih banyak kejadian ini mendukung teori bahwa sel
dibandingkan kembar disigot, yaitu 65-72 :
limfosit CD4+ tidak penting pada lekosit DR3 dan DR4 sangat berkorelasi
progresivitas artritis psoriatik. dengan beratnya kerusakan sendi.
Penderita dengan poliartritis dan artritis
Gambaran Histologik mutilan mempunyai prognosis yang jelek,
Gambaran histologik artritis psoriatik serta memerlukan terapi yang agresif dengan
berbeda dengan artritis reumatoid. mempergunakan obat rematik yang
Gambaran histologik yang menonjol pada tergolong garis kedua atau second line drug
artritis psoriatik adalah perubahan vaskuler. secara awal. Perlu ditekankan disini studi
Terjadi penebalan dinding kapiler dengan mengenai pemberian obat rematik yang
pembengkakan sel endotel, infiltrasi limfosit, tergolong garis kedua sangat jarang.
sel plasma dan histiosit. Infiltrat tersebut
terjadi peri vaskuler dan tampak agregasi OAINS
lokal. Fibrosis merupakan gambaran yang Obat anti inflamasi non steroid dipergunakan
menyolok pada jaringan sub sinoviosit dan sebagai pengobatan awal. Kontras dengan
lemak. Gambaran ini kontras berbeda artritis reumatoid, aspirin mempunyai efek
dengan artritis reumatoid yaitu terjadi yang minimal terhadap artritis psoriatik.
hiperplasia dan hipertrofi sel sinoviosit. Pada Studi studi yang dilaporkan menunjukkan
artritis psoriatik terdapat hiperplasi atau ketidak efektifan OAINS pada pengobatan
hipertrofi minimal. Stadium akhir artritis artritis psoriatik. Indometasin dilaporkan
psoriatik tampak destruksi sendi yang lebih unggul dibandingkan OAINS yang lain.
menyolok. Scarpa dkk melaporkan bahwa piroksikam,
Histologik pada lesi kulit stadium awal diklofenak, nimesulid, naproksen dan
berupa dilatasi vaskuler, dengan tiaprofenik masing masing mempunyai
pembengkakan sel endotel dan diikuti efektifitas yang sama terhadap pengurangan
infiltrasi limfosit, makrofag, netrofil pada nyeri dan inflamasi penderita artritis
daerah perivaskuler. Selanjutnya terjadi psoriatik. Penggunaan OAINS yang
hiperplasia epidermis, penipisan papiler berlangsung lama dikuatirkan menyebabkan
epidermis dan hilangnya lapisan glandula. efek yang jelek terhadap lesi rash kulit. Hal
ini akibat hambatan pada proses siklo dan
PENGELOLAAN lipoksigenase (prostaglandin dan leukotrien)
Pengelolaan artritis psoriatik berupa supresi yang diperlukan untuk evolusi rash kulit
inflamasi sendi, mempertahankan dan lewat efek proliferasi dan inflamasi.
memperbaiki fungsi muskuloskletal, Pengobatan OAINS dosis penuh selama 3-
pencegahan kerusakan dan disabilitas sendi 4 minggu pada artritis psoriatik dengan lesi
dan suport mental. Bila mungkin memotong kulit minimal diperlukan sampai obat
mekanisme imunologis. Perlu kerja sama tersebut dianggap tidak efektif lagi.
multi disiplin ahli reumatologi, ortopedi, kulit,
psikiatri dan ahli rehabilitasi medik. Obat golongan garis kedua
Sampai tahun 1980 pengobatan artritis Ketiadaan efektivitas OAINS dan adanya
psoriatik pada dasarnya hanya bersifat penyakit yang progresif, berat dan
simptomatik karena dianggap penyakit deformitas sendi membutuhkan penggunaan
artritis psoriatik tergolong ringan atau obat reumatik yang tergolong garis kedua.
sedang. Pada umumnya penderita artritis Obat tersebut antara lain :
psoriatik mengeluh nyeri dan disabilitas yang - metotrexat
lebih ringan dari artritis reumatoid. Akan - injeksi atau preparat orat garam emas
tetapi penderita artritis psoriatik yang - anti malaria
mengenai sendi interfalang distal - D penisilamin
mempunyai keluhan yang lebih berat. - Sulfasalasin
Laporan laporan terakhir menunjukan 20% - Derivat asam retinoid
penderita artritis psoriatik mempunyai lesi - Azatiopren
yang berat dan menyebabkan deformitas - Siklosforin A
sendi. Beratnya lesi sendi artritis psoriatik ini - Derivat vitamin D, somatostatin ,
membuat para ahli cenderung memberikan sporalen, PUVA
terapi awal yang agresif untuk mencegah
deformitas sendi. Keterlibatan kulit yang Metotrexat
berat dan usia muda menunjukkan penyakit Gubner dkk pada tahun 1951 pertama kali
cenderung progresif dan destruktif. Antigen mempergunakan metotrexat untuk
pengobatan artritis psoriatik. Penggunaan Sulfasalasin
preparat ini diikuti ahli yang lain. Balack dkk Artritis psoriatik tampaknya respon dengan
tahun 1964 pada penelitian 21 penderita sulfasalasin. Double blind placebo
artritis psoriatik sdengan metoda placebo – controled study pada 30 penderita artritis
controlled double blind study melaporkan psoriatik menunjukkan efektivitas yang tinggi
bahwa mtx injeksi efektif dalam supresi dibandingkan plasebo. Lima penderita
manifestasi kulit dan sendi. Toksisitas relatif mempunyai respon yang baik, 7 parsial dan 2
ringan. respon jelek. Pada grup plasebo respon jelek.
Studi retrospektif pada 22 dari 59 Akan tetapi parameter laboratorik tak
penderita artritis psoriatik yang diberi mtx berubah. Pemberian sulfasalasin 2 gram
oral selama 1-11 tahun menunjukkan hasil sehari dapat ditoleransi dengan baik dan
yang sangat mengesankan. Hampir semua efek samping minimal. Sulfasalasin
gejala hilang, hasil ini didapat dengan dilaporkan cukup efektif pada perbaikan lesi
catatan pengobatan mtx diberikan awal. kulit.
Dosis yang umum dipergunakan adalah 5
mg - 15 mg tablet setiap minggu. Dosis Retinoid
dapat diberikan tunggal atau terbagi sesudah Derivat vitamin A sintesis (retinoid)
12 jam pada hari yang sama. Dosis dapat menunjukkan efektivitas pengobatan artritis
dinaikan 25-30 mg/minggu sampai psoriatik. Retinoid juga memperbaiki lesi kulit
didapatkan perbaikan, kemudian dosis psoriasis. Titik tangkap kerja retinoid dengan
ditapering. Dosis pemeliharaan 5-15 bloking sel sikel G1 dan inhibisi sintesis
mg/minggu. kolagen. Klikhoff dkk memberikan retinoid
Keuntungan yang nyata dari preparat ini selama 8-24 minggu pada 40 penderita
adalah ketiadaan onkogensis dan berefek artritis psoriatik. Hasilnya terjadi perbaikan
ganda baik pada psoriasis kulit maupun pada klinis dan penurunan LED secara signifikan.
sendi. Akan tetapi efek samping sangat tinggi
terjadi pada 39 penderita.
Garam emas Pemberian vitamin A diduga lebih
Preparat garam emas dilaporkan efektif pada bermanfaat dengan efek samping minimal.
pengobatan artritis psoriatik. Perbaikan
didapatkan pada 50-75% penderita artritis Terapi sitotoksik & imunospresi
psoriatik. Baik preparat oral maupun injeksi Analog purin azatiopren, uzaribin dan 6
intra muskular sama efektif. merkaptopurin serta obat sitotoksik seperti
Palit dkk pada studi 82 penderita artritis nitrogen mustard dan siklofosfamid telah di
psoriatik dengan preparat garam emas oral ujicobakan pada beberapa peneliti. Meskipin
maupun injeksi dibandingkan plasebo selama efek samping rendah , efektivitas preparat ini
12-24 minggu. Hasilnya preparat injeksi rendah. Efek samping jangka panjang
garam emas menunjukkan efektivitas klinis preparat ini belum diteliti.
maupun perubahan LED yang signifikan.
Sedangkan preparat garam emas oral Siklosforin
perubahan tidak signifikan. Efektivitas siklosforin pada pengobatan
artritis psoriatik dan lesi kulit cukup baik.
Obat anti malaria Perbaikan didapat dalam 2-4 minggu. Dosis
Penggunaan anti malaria pada psoriasis tetap peroral 5 mg/kg/hari cukup adekuat. Efek
kontroversial. Pemberian quinakrin dan samping pada syaraf dan ginjal pada dosis ini
kloroquin menunjukkan efek samping yang cukup besar. Efek samping lainnya yaitu
tinggi. Beberapa studi melaporkan hasil yang keganasan jaringan limfe.
cukup baik dengan efek samping minimal
dengan hidroksi kloroquin. Derivat Vitamin D
Pemberian oral 1,25 dihidroksi vitamin D3
D penisilamin (1,25 (OH) 2D3) pada penderita psoriasis
Studi D penisilamin pada artritis psoriatik menunjukkan 70% perbaikan lesi kulit.
sangat sedikit. D penisilamin dilaporkan tidak Vitamin D mempunyai efek anti inflamasi
efekif, efek samping miastenia grafis, sendi. Titik tangkap kerja yaitu hambatan
pempigus sama dengan laporan studi pada mitosis sel T, produksi limfokin. Perbaikan
artritis reumatoid. klinis pada studi yang terbatas dilaporkan
pada separuh penderita. Efek samping yang monoklonal anti bodi sedang diteliti secara
perlu diwaspadai yaitu hiperkalsiuri. terbatas. Beberapa dilaporkan sukup efektif.

Terapi Somatostatin Pembedahan


Somastotatin menghambat hormon Indikasi tindakan bedah pada artritis psoriatik
pertumbuhan, preparat ini dapat mengurangi identik dengan indikasi bedah pada artritis
lesi kulit. Studi pemberian somastotatin pada reumatoid. Sinovektomi dilakukan pada
artritis psoriatik amat terbatas. Pemberian kasus yang selektif. Artritis yang berat
250 ug sehari somatostatin injeksi dalam D memerlukan tindakan bedah rekonstruksi
5% dapat mengurangi nyeri sendi & oleh ahli bedah plastik. Dianjurkan
perbaikan lesi kulit yang nyata. Somatostatin pemberian preparat mtx dihentikan 2 minggu
dianjurkan diberikan pada lesi kulit yang luas, sebelum operasi dan diberikan kembali 1-2
artritis yang melibatkan banyak sendi. Efek minggu sesudahnya.
samping terjadi pada 2 dari 8 penderita.
Terapi Rehabilitasi
Terapi sing Tindakan rehabilitasi medik perlu
Preparat sing peroral 150-200 mg sehari dipertimbangkan pada setiap penderita
dilaporkan memperbaiki keluhan klinis pada artritis psoriatik. Tindakan rehabilitasi
sekitar 30% penderita. artritis psoriatik. tersebut bersifat individual pada setiap
Preparat ini ditoleransi dengan baik. Akan penderita.
tetapi beberapa studi yang lain melaporkan Tujuan tindakan rehabilitasi medik untuk
tidak mendapatkan perbaikan klinis yang memaksimalkan potensi fisik penderita dan
nyata. Preparat ini dapat menghambat aktivitas emosional. Pada artritis yang aktif
aktivitas netrofil. pemberian kombinasi antara istirahat, latihan
dan imobilisasi sangat dianjurkan. Secara
Fotokemoterapi metoksi psoralen PUVA umum regangan aktif dan pasif secara
(psoralen ultra violet A) graduil perlu diberikan pada keterlibatan
Perlman dkk pada studi PUVA prospektif sendi besar yaitu sendi bahu, panggul, lutut
melaporkan perbaikan klinis sendi perifer dan pergelangan kaki. Tujuan regangan aktif
pada 49% penderita artritis psoriatik. dan pasif ini untuk mencegah deformitas
Perbaikan klinis sendi sakro iliaka dan tulang kontraktur.
vertebra tidak nyata. Sesudah fase akut dilalui segera dilakukan
latihan penguatan otot isometris (isometric
Terapi glukokortikoid strengthening exercise) untuk mencegah
Penggunaan steroid pada artritis psoriatik kontraktur dan atrofi otot. Latihan dilakukan
memerlukan pertimbangan yang spesifik. secara graduil kemudian diikuti latihan
Steroid sistemik sering dibutuhkan pada resistensi otot. Pemanasan lokal/hidroterapi
dosis tinggi unutk dapat mengontrol artritis dapat membuat program latihan tersebut
psoriatik. Kejadian efek samping dan relaps lebih efektif.
amat tinggi. Secara umum efek samping Pemberian kompres dingin bermanfaat
pemberian steroid lebih tinggi dibandingkan pada nyeri yang akut. Pada artritis
keuntungan yang diperoleh. Injeksi steroid pergelangan kaki, dianjurkan posisi
lokal dapat dipergunakan pada artritis pergelangan kaki sedikit ekstensi untuk
monoartikuler. Steroid topikal dianjurkan mencegah pemendekan tendo akiles.
untuk mengontrol lesi kulit. Perlu Penggunaan splint bermanfaat untuk
dipertimbangkan pemberian steroid topikal mencegah deformitas sendi kecil. Korset
jangka panjang menyebabkan risiko infeksi tulang punggung diberikan sesuai kebutuhan.
bertambah. Pemberian steroid pada artritis Perlu diketahui tulang punggung penderita
psoriatik anak tidak efektif serta artritis psoriatik cenderung porotik, mudah
menimbulkan efek samping yang besar. fraktur dengan trauma yang miniml. Bed rest
yang berkepanjangan sangat merugikan
Terapi lain penderita karena menambah osteoporotik
Pemberian injeksi interferon gama (IFN yang ada.
gama), bromokriptin, H2 reseptor antagonis, Olah raga yang paling dianjurkan pada
radiasi limfoid total, plasmaperesis, artritis psoriatik adalah berenang. Olah raga
transplantasi sumsum tulang, dan anti CD4+ berat, dengan kontak tubuh tidak dianjurkan.
DAFTARA PUSTAKA 4. Bennet RM. Psoriatic Arthritis. In : Daniel
1. Helliwel & Wright. Psoriatic Arthritis. Mc Carty DJ and Koopman WJ. Arthritis and
Clinical Pattern. In: Dieppe PA and Klippel Allied Conditions (12 ed ).
JH. Rheumatology . London : Mosby Year London : Lea Febiger, 1993 : 1079-90.
Book Europe Limited. 1994 : (3) 31.1-7. 5. Gladman DD. Psoriatic Arthritis In :
2. Breatnach SM. Psoriatic Arthritis Maddison PJ, Issenberg DA, Woo P and
Etiology and Pathogenesis. In : Dieppe PA Glass DN. Tokyo : Oxford University Press,
and Klippel JH. Rheumatology. London : 1993 : 691 – 7.
Mosby Year Book Europe Limited, 1994 : 6. Espinoza LR. Psoriatic Arthritis :
(3) 32.1-6. Pathogenesis : genetic and Immunologic
3. Cuellar ML and Espinosa LR. Psoriatic Factors. ILAR Conggres of Rheumatology ,
Arthritis . Management. In : Dieppe PA and 1997 : 262 – 3.
Klippel JH. Rheumatology London : Mosby 7. Gladman DD. Management Of Psoriatic
Year Book Europe Limited, 1994 : ( 3 ) 33.1 Arthritis. ILAR Conggres Of Rheumatology,
– 5. 1997 : 264 – 5.