Anda di halaman 1dari 12

MODUL 4

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM BERKARYA SENI

KEGIATAN BELAJAR 1
Pendekatan Teknologi Penciptaan Karya Seni

1 . ISTILAH TEKNOLOGI
Teknologi adalah suatu area studi tentang peralatan untuk mengubah harfiah menjadi
fungsional melalui studi ilmu pengetahauan yang sistematis.
Suatu karya seni mempunyai struktur,wujud atau kontur (contour) isi (content),dan
tata laku (context) pamadhi ,(2000).wujud atau kontur karya seni merupakan bentuk visual
karya,berupa :rupa , gerak, suara yang berfungsi sebagai penampung gagasan dan ide.untuk
mewujudkan ide dan gagasan,seorang pencipta karya seni membutuhkan
teknik,pendekatan,prinsip serta ketrampilan berkarya.
Isi adalah muatan pesan,cerita gagasan, imajinasidalam karya seni.isi dikembangkan
dalam karya seni untuk memberi tekanan,nuansa,spirit,dan bobot penampilan karya seni.
Ketiga struktur karya seni tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain ketika
proses penciptaan berlangsung, sebagai contoh, ketika seorang akan menciptakan sebuah tari
hendakanya dia memperhatikan sebagai berikut.
1 .Bentuk tarian yang akan diciptakan
2 .Tarian tersebut mempunyai misi tertentu
3 .Kenapa seseorang tersebut tertarik
2 .CAKUPAN TEKNOLOGI
Koentjaraningrat (1981) meletakkan teknologin kedalam deretan hasil budaya
manusia.
1 .Sistem religi dan upacara keagamaan
2 .sistem dan organisasi kemasyarakatan
3 .sistem pengetahuan
4 .bahasa
5 .kesenian
6 .sistem pencaharian hidup
7 .sistem teknologi dan peralatan
3 .MODEL PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM KARYA SENI
Pendidikan kesenian adalah mendidik anak supaya kreatif. Pembinaannya melalui
pelatihan berapresiasi terhadap keindahan objek. Kreatif mengandung unsur ,yaitu
kemampuan bertahan,berusaha tanpa henti sampai penemuan pemecahan masalah dengan
sempurna. Jalan berlatih ulet adalah keberanian mengutarakan (berekspresi).
Prinsip keteknikan dapat digolomgkan menjadi tiga yaitu:
a .Pemanfaatan teknologi kerajinan dalam penciptaan karya seni
b .Pemanfaatan teknologi rekayasa dalam penciptaan karya seni
c .pemanfaatan teknologi pengolahan dalam penciptaan seni

KEGIATAN BELAJAR 2
Ruang Lingkup Penggunaan Teknologi

Untuk menjelaskan cakupan teknologi pada Kegiatan Belajar 1 telah diutarakan


secara konseptual, dimana teknolgi secara ideal mempunyai dampak, peran dan manfaat
kepada masyarakat dan akhirnya masyarakat ikut memasuki dunia teknologi.
1. Teknologi Sederhana Berenergi Manusia
Ada 3 jenis teknologi yang termasuk dalam teknologi sederhana yaitu :
a. Teknologi Putar
Contoh : jam tangan
b. Teknologi Tarik
Contoh : sepeda
c. Teknologi Pukul
Contoh : genderang

2. Teknologi Berenergi Alam


Teknologi ini masih menggunakan prinsip tarik, dorong dan putaran, karya teknologi ini
dapat bergerak karena bantuan udara atau angin .
a. Penggerak Berenergi Angin
Fungsi angin tersebut mengubah benda menjadi dapat bergerak, sehingga menimbulkan
gerakan gerakan dalam karya manusia.
Contoh : kipas angin
b. Pemggerak Berenergi Air
Kinerja motor di gerakkan oleh air
Contoh : kincir air
3. Teknologi Tinggi
a. Teknologi Penggerak Bernergi Listrik
b. Teknologi Digital
Merupakan teknologi untuk membentu manusia mempercepat kinerja dan memperpendek
jarak komunikasi sebagai pengganti kinerja manusia secara otomatis.
Contoh : komputer
Penggunaan teknologi komputer dalam karya seni rupa melalui :
1. Program Freehand drawing.
Berfungsi untuk menggambar
2. Program Corell draw.
Berfungsi untuk menggambar tetapi lebih banyak untuk memberi fasilitas
3. Program Adobe Photoshop.
Untuk mengubah foto dari segi bentuk wajah, warna maupun potongan dari masing – masing
elemen, program ini menyediakan fasilitas pemindahan foto kepada gambar baru dengan
menambah latar belakang gambar yang berbeda.

4. Program Makromedia Animasi.


Program ini membeberi fasilitas seorang desainer membuat gambar yang dapat bergerak,
membuat game anak sering juga digunakan untuk menyempurnakan tampilan di film dan
videoclipping.
5. Program Power Point.
Menyediakan fasilitas menggerakkan gambar maupun huruf walaupun tidak sebebas program
animasi, biasanya untuk presentasi mengajar.
6. Program Editing.

KEGIATAN BELAJAR 3
Rencana dan Laporan Kerja
Bentuk karya seni tidak lagi berupa seni rupa melainkan berupa kombinasi ( terpadu
), yang ditambah dengan teknik pukul, tarik maupun putar yang dihubungkan sehingga
menimbulkan bunyi – bunyian.
Ide dan gagasan dalam menciptakan karya seni dengan memanfaatkan teknologi
sederhana dapat dituangkan dalam sebuah rancangan yang meliputi karya apa yang akan
dibuat, bagaimana latar belakang munculnya ide tersebut dan apa manfaat dari karya tersebut.
Selain itu dalam rancangan perlu dijelaskan bagaiman teknik dan cara kerja atau
langkah yang akan dikerjakan untuk mewujudkan ide atau gagasan tersebut. Bahan apa yang
digunakan, bagaimana karakteristik juga perlu di buat dalam rancangan tersebut dan kesulitan
yang diperkirakan akan di temukan.
Modul 4 : PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM BERKARYA SENI

Juli 31, 2017

KEGIATAN BELAJAR 1
Pendekatan Teknologi Penciptaan Karya Seni
1. Istilah Teknologi
Teknologi merupakan proses yang berkaitan dengan penggunaan peralatan dan mesin
guna mengubah alam atau lingkungan material yang mengacu pada suatu seni atau keunikan
dan mempunyai sistematika-logika
2. Cakupan Teknologi
Teknologi hadir karena manusia mempertahankan hidup. Kemajuan ini menjadikan
manusia mencipta peralatan, system, kinerja yang disesuaikan dengan fungsinya. Usaha
untuk mencipta peralatan, system kinerja, keteknikan dan pola. Sedangkan kaitannya pada
dampak kependidikan teknologi pada siswa adalah kinerja, sistem, dan prinsip.
3. Model Pemanfaatan Teknologi dalam Karya Seni
Dasar pengembangan praktik berkarya seni dalam Pendidikan Kesenian adalah mendidik
anak supaya kreatif, sedangkan pembinaannya melalui pelatihan berapresiasi terhadap
keindahan objek. Kata kreatif mengandung unsure keuletan, yaitu kemampuan bertahan,
berusaha tanpa henti sampai penemuan pemecahan masalah sampai selesai.
Ada 3 jenis teknologi yang digunakan atau dimanfaatkan dalam menciptakan harga seni
yakni : Teknologi kerajinan, teknologi rekayasa, teknologi pengolahan.

KEGIATAN BELAJAR 2
Ruang Lingkup Penggunaan Teknologi
A. Sistem teknologi dapat berupa sistem teknologi sederhana yang menggunakan energi
manusia dan alam serta sistem yang menggunakan listrik dan digital.
Teknologi dengan kinerja teratur yang sistematis biasanya digunakan oleh motor.
Pada teknologi sederhana dengan energi manusia meliputi :

1. Teknologi Putar
Teknologi putar berfungsi menggandakan, mempercepat kinerja, meringankan beban
seseorang dalam bekerja setiap saat.

2. Teknologi tarik
Teknologi tarik merupakan contoh teknologi sederhana karena untuk menumbuhkan
kekuatan pendorong atau penarik kerjanya dibantu oleh kekuatan manusia.

3. Teknologi Pukul
Teknologi pukul merupakan aktivitas membenturkan benda ke benda yang lain, terjadilah
suara buatan.

B. Teknologi Sederhana Berenergi Alam


Pada teknologi sederhana berenergi alam ini terdapat 2 teknologi yakni
1. Teknologi Berenergi Angin
2. Teknologi Berenergi Air

KEGIATAN BELAJAR 3

Rencana dan Laporan Kerja


Ide dan gagasan dalam menciptakan karya seni dengan memanfaatkan teknologi
(sederhana) perlu dituangkan dalam sebuah rancangan yang meliputi karya apa yang akan
dibuat, bagaimana latar belakang munculnya ide dan gagasan dan manfaat karya tersebut.
Selain itu dijelaskan pula dalam rancangan tersebut tentang bagaimana teknik dan cara kerja
atau langkah yang dikerjakan untuk membuat/ mewujudkan ide/ gagasan tersebut.
Modul 5 : OLAH MUSIK
KEGIATAN BELAJAR 1
A. BERNYANYI
Penguasaan teknik vocal yang baik dan benar bermanfaat bagi kesehatan serta
pencapaian rasa keindahan bernyanyi yang diinginkan.
Pernafasan merupakan teknik dasar dalam berolah vocal. Pernafasan yang baik adalah
pernafasan sekat rongga atau diafragma.
Teknik dalam bernyanyi ada 4 yaitu 1. Artikulasi 2. Pembentukan suara 3. Resonansi 4.
Interpretasi dan ekspresi (Penghayatan dan Pembawaan lagu).

KEGIATAN BELAJAR 2
A. MENDIREKSI
Dalam permainan music aba-aba sangatlah penting dalam kelompok music seperti
paduan Suara Ansambel maupun Orkes. Pemberi aba-aba adalah seorang pemimpin dan biasa
disebut dirigen atau konduktor (conducter).
1. Jenis aba-aba ada 5 yaitu aba-aba 1 (satu) pukulan, 2 (dua) pukulan, 3 (tiga) pukulan, 4
(empat) pukulan, 6 (enam) pukulan.
2. Sikap Badan
Seorang pemimpin di samping melatih aba-aba, juga haruslah melatih sikap badan. Sikap
badan seorang pemimpin, baik tangan, kepala, mata dan gerakan lainnya harus mengacu pada
ekspresi music.
3. Teknik Aba-Aba
Teknik aba-aba ada 4 yaitu 1. Aba-aba permulaan, 2. Sikap siap, 3. Gerakan pendahuluan, 4.
Aba-aba penutup.
KEGIATAN BELAJAR 3
A. BERMUSIK
1. Instrument Gitar
Gitar termasuk alat musik Chordophone, yng dimainkan dengan cara dipetik.
2. Instrument Ritme
Alat musik yang tergolong dalam alat music perkusi (pukul), dengan sumber bunyi membran
dan idiom (alat/ bendanya), dapat dikelompokkan menjadi :
a. Perkusi tak bernada
b. Perkusi bernada
c. Instrumen suling
Suling/ Recorder termasuk dalam alat musik tiup. Alat musik ini mempunyai mouthplece
dan beberapa lubang untuk menghasilkan nada-nada yang berbeda.
Modul 6 : PENCIPTAAN KARYA MUSIK ANAK SD
KEGIATAN BELAJAR 1
Penciptaan Nyanyian Untuk Anak SD
Penciptaan nyanyian untuk anak SD dapat dilakukan apabila kepekaan terhadap dunia
anak serta penguasaan teknik komposisi dikuasai dengan baik. Tema lagu dapat ditemukan
dan pengamatan langsung maupun tidak langsung kehidupan atau kejiwaan anak.
A. KARAKTERISTIK LAGU ANAK
1. Melodi untuk anak SD dapat dibedakan berdasarkan jenis suara anak
2. Ritme
Ritme nyanyian untuk anak SD sebaiknya mudah sinyanyikan.
Motif lagu dapat dikembangkan dalam berbagai cara sehingga menjadi kalimat bagian,
dan atau bentuk melodi yang utuh sesuai dengan ide musical atau gagasan awal.
Sebagai musik vocal, nyanyian anak SD membutuhkan lirik yang sesuai dengan dunia
anak. Keselarasan antara ide musikal dari lirik vocal perlu di perhatikan dalam penciptaan
nyanyian anak SD.

KEGIATAN BELAJAR 2
Penciptaan Iringan Lagu Anak
Anak SD yang dekat dengan dunia bermain dan yang peka terhadap rasa ritmik perlu
dikembangkan terus agar memiliki kepekaan yang semakin meningkat.
1. Pembuatan Pola Ritmik
Penciptaan music instrumental memiliki persamaan dan perbedaan dengan musik vocal.
Persamaannya sama-sama bermula dari suatu gagasan atau ide.
Dalam penyusunan musik instrumental, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
A. Karakteristik bunyi dan register masing-masing instrument
B. Tingkat kesulitan teknik permainan instrument tersebut
C. Hasil perpaduan bunyi sebagian atau keseluruhan instrumen yang digunakan
D. Instrumen natural dan transpose
2. Pengembangan Pola Ritmik
3. Pemilihan Instrumen
Dan pola dasar yang dipilih kemudian disusun ke dalam instrumen. Pemilihan instrumen
dapat di kedalam instrumen bernada dan instrumen tidak bernada.
Modul 7 : PENCIPTAAN TARI ANAK SD
KEGIATAN BELAJAR 1
Proses Penciptaan Tari
Dalam proses penciptaan gerak tari dapat mempelajari dan mempraktekkan tahap-tahap
eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan forming
1. Eksplorasi adalah tahap awal tari dalam proses penyusunan karya tari
2. Improvisasi
Improvisasi yaitu memberi kesempatan lebih luas dalam melakukan imajinasi, pemilihan dan
penciptaan.
3. Evaluasi
Evaluasi adalah melakukan pemilihan gerak yang sesuai kemampuan anak SD
4. Forming (Pembentukan Gerak/ Komposisi)
Yakni salah satu hasil dalam pengalaman berkreasi tari adalah menyusun gerak tari.

KEGIATAN BELAJAR 2
Konsep Garapan Tari
A. Judul Karya Tari
Garapan karya tari diberi judul yang sesuai dengan tema atau cerita yang dipilih
B. Sumber Garapan
1. Auditif
2. Kinestetik
3. Idea
4. Tertulis
C. Tipe Tari
1. Drama Tari
2. Dramatik
3. Komik
4. Abstrak
D. Mode Penyajian
1. Simbolik
2. Representasional
E. Konsep Gerak
Didalam penggarapan gerak, pasti akan ada transisi yaitu perpindahan.
F. Konsep Iringan Musik
G. Konsep Tata Teknik Pentas

KEGIATAN BELAJAR 3
Sumber Tema
Untuk membuat sebuah karya tari, piñata tari juga harus menentukan tema
A. Tema Cerita
Sumber yang dapat dipakai sebagai materi tema adalah
1. Binatang
2. Alam
3. Kegiatan sehari-hari
4. Suasana hati
B. Tema Gerak
Gerak tubuh dapat dibedakan menjadi 4 yaitu :
1. Gerak kaki
2. Gerak tangan
3. Gerak badan/ torso
4. Gerak kepala

KEGIATAN BELAJAR 4
Menyusun Karya Tari
Langkah-langkah menyusun karya tari
1. Langkah 1 : melalui tahap eksplorasi sampai dengan forming dan susunan gerak yang dibuat
sudah menjadi satu bentuk tari utuh.
2. Langkah 2 : menghitung durasi waktu yang sudah ditentukan.
3. Langkah 3 : memilih/ merancang music yang akan digunakan.
4. Merancang rias dan busana (kostum) yang akan digunakan dalam karya tari tersebut.
Modul 8 : PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA ANAK DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
Menciptakan Karya Seni Rupa Dwimatra
1. Menggambar
Menggambar adalah memindahkan objek dengan media dua dimensi dengan mengambil
objek yang berupa benda-benda disekelilingnya dan digambarkan langsung berbentuk
Ilustrasi merupakan jenis gambar yang mempunyai tujuan membantu memperjelas
sebuah naskah. Tetapi ada juga ilustrasi yang berdiri sendiri karena tanpa naskah sudah dapat
bercerita.
Menggambar teknik adalah menggambar dengan bantuan peralatan mistar yang
mempunyai tujuan merekontruksi objek yang memiliki nilai proyeksi dan perspektif.
Menggambar ornamen memiliki tujuan menghias pada benda lain sehingga menambah
keindahan. Adapun motif-motif yang dipakai adalah bentuk tumbuh-tumbuhan, hewan,
manusia yang digayakan (deformasi) menjadi hiasan dan bentuk geometris.
Finger painting merupakan banyak cara melukis dengan menggunakan jari jemari
langsung tanpa menggunakan alat kuas atau palet dan lain-lain.

KEGIATAN BELAJAR 2
Menciptakan Karya Seni Rupa Trimata
Bentuk karya seni rupa trimata memiliki tiga ukuran, yaitu panjang, lebar dan volume/
isi. Sehingga karya trimata dapat dilihat dari segala arah.
Contoh : patung, maket, taman dan bangunan
Membuat karya seni rupa tiga dimensi membentuk dengan media tanah liat, langkah
awalnya membuat bentuk global kemudian dibentuk sedikit demi sedikit menggunakan sudip
kemudian ditekan-tekan agar sesuai dengan keinginan menggunakan butsir.
Membentuk dengan menggunakan media keras (batu, kayu, tembaga) menggunakan
teknik pahat dan ukir.
Membentuk dengan media lunak tetapi tidak memiliki daya rekat/ lunak (semen, gibs,
plastik, tembaga) menggunakan teknik cor.

KEGIATAN BELAJAR 3
Menyusun Tugas Mencipta Karya Seni Rupa untuk Anak SD
1. Baik menggambar maupun membentuk bagi anak mempunyai kedudukan yang sama, oleh
karenanya dapat digunakan secara kolaboratif (menjadi satu tugas) ataupun sendiri-sendiri
sesuai dengan aspek yang dikembangkan.
2. Untuk mengembangkan materi pelajaran, seorang guru sebaiknya memahami kebutuhan
dasar berdasarkan aspek terlebih dahulu serta dikaitkan dengan kompetensi yang akan
dicapai.
3. Teknik dan bahan berkarya sangat luas, dapat diperoleh dan bahan serta medium standart
maupun kreasi. Pada hakikatnya karya seni rupa dapat didekati dengan teknik bermain.

Anda mungkin juga menyukai