Anda di halaman 1dari 4

Common Cold

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS
BANTAI BAMBURE

Common Cold ( Nosofaringitis, pilek, salesma, rinofaringitis ) adalah suatu reaksi


inflamasi saluran pernapasan yang di sebabkan oleh infeksi virus.
Common Cold biasanya tidak berbahaya dan kebanyakan dapat sembuh dengan
sendirinya. Belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang lebih mudah
tertular pilek pada suatu saat di bandingkan waktu lain. Kedinginan tidak
menyebabkan pilek atau meningkatkan resiko untuk tertular. Kesehatan penderita

1. Pengertian secara umum dan kebiasan makan seseorang juga tampaknya tidak berpengaruh.
Influenza dapat didiagnosis berdasarkan 4 kriteria berikut:
1. Terjadi tiba-tiba/akut
2. Demam
3. Gejala saluran pernapasan seperti batuk, tidak ada lokasi spesifik dari keluhan
yang timbul
4. Terdapat penyakit serupa di lingkungan penderita
Sebagai acuan penatalaksanaan Common Cold atau Nasofaringitis dan
mencegah terjdinya komplikasi untuk semua pasien yang menderita Common
2. Tujuan
Cold atau Nasofaringitis yang datang di Unit Pelayanan Umum Puskemas Bantai
Bambure
SK Kepala Puskesmas tentang Standar Layanan Klinis di Puskesmas Bantai
3. Kebijakan
Bambure

Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer,


4. Referensi
Edisi Revisi Tahun 2014

Alat : alat tulis menulis, stetoskop, penlight/senter


5. Prosedur
Bahan : rekam medis
a. Perawat melakukan kajian awal
b. Perawat meletakkan buku rekam medis ke meja dokter
c. Dokter melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik
Anamnesis (Subjective)
6. Langkah-Langkah
Keluhan yang sering muncul adalah demam, bersin, batuk, sakit tenggorokan,
hidung meler, nyeri sendi dan badan, sakit kepala, lemah badan.
Faktor resiko
1. Daya tahan tubuh menurun
2. Kepadatan hunian dan kepadatan penduduk yang tinggi
3. Perubahan musim/cuaca
4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
5. Usia lanjut
Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Tanda Patognomonis
1. Febris
2 Rinore
3. Mukosa hidung edema
Pemeriksaan penunjang : tidak diperlukan
d. Dokter mencatat hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik diform Rekam Medis
e. Dokter menegakkan diagnose
Penegakan diagnostik (Assessment)
Penegakan diagnosis influenza membutuhkan ketelitian, karena keluhannya
hampir sama dengan penyakit saluran pernapasan lainnya. Influenza dapat
didiagnosis berdasarkan 4 kriteria berikut:
1. Terjadi tiba-tiba/akut
2. Demam
3. Gejala saluran pernapasan seperti batuk, tidak ada lokasi spesifik dari
keluhan yang timbul
4. Terdapat penyakit serupa di lingkungan penderita
Diagnosis banding
Faringitis, tonsilitis, laringitis
Komplikasi
Infeksi sekunder oleh bakteri, Pneumonia
f. Dokter menulis terapi pada rekam medis.
Penatalaksanaan komprehensif (Plan)
1. Tatalaksana influenza umumnya tanpa obat(self-limited disease). Hal
yang perlu ditingkatkan adalah daya tahan tubuh. Tindakan untuk
meringankan gejala flu adalah beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan
fisik berlebihan, meningkatkan gizi makanan dengan makanan berkalori
dan protein tinggi, serta buah-buahan yang tinggi vitamin.
2. Terapi simptomatik per oral
 Antipiretik. Pada dewasa yaitu parasetamol 3-4 x 500 mg/hari (10-
15 mg/kgBB), atau ibuprofen 3-4 x 200-400 mg/hari (5-10 mg/kgBB).
 Dekongestan, seperti pseudoefedrin (60 mg setiap 4-6 jam)
 Antihistamin, seperti klorfeniramin 4-6 mg sebanyak 3-4 kali/hari,
atau difenhidramin, 25-50 mg setiap 4-6 jam, atau loratadin atau

Halaman 2/4
cetirizine 10 mg dosis tunggal (pada anak loratadin 0,5 mg/kgBB
dan setirizin 0,3 mg/kgBB).
 Dapat pula diberikan antitusif atau ekspektoran bila disertai batuk.
g. Dokter melakukan rujukan jika memenuhi kriteria rujukan yaitu bila didapatkan
tanda-tanda pneumonia (panas tidak turun 5 hari disertai batuk purulen dan
sesak napas)
h. Dokter memberi nasehat kepada pasien terutama ditujukan untuk individu dan
lingkungannya. Penyebaran penyakit ini melalui udara sehingga lingkungan
rumah harus memenuhi persyaratan rumah sehat terutama ukuran jendela
untuk pencahayaan dan ventilasi serta kepadatan hunian. Untuk mencegah
penyebaran terhadap orang-orang terdekat perlu diberikan juga edukasi untuk
memutuskan mata rantai penularan seperti etika batuk dan pemakaian
masker.
i. Dokter menyerahkan blanko resep kepada pasien
j. Dokter mencatat terapi Common Cold di form rekam medis
k. Dokter menyerahkan form rekam medis kepada perawat
l. Perawat memasukkan data ke dalam Sisfomas dan PCare

Perawat melakukan kajian


awal

Dokter melakukan anamnese dan Dokter mencatat hasil anamnesa dan


pemeriksaan fisik pemeriksaan fisik diform Rekam medik

Rujuk bila di perlukan Dokter menegakkan diagnosa Pemeriksaan


penunjang bila
diperlukan
Dokter menulis resep

Dokter memberi nasehat kepada


pasien tentang anjuran/pantangan.
7. Bagan Alir

Dokter menyerahkan blanko resep kepada


pasien

Dokter mencatat terapi di form rekam


medis

Dokter menyerahkan form rekam


medis kepada perawat

Perawat memasukkan data ke dalam


Sisfomas dan PCare

8. Hal-hal yang perlu Keadaan umum pasien


diperhatikan

Halaman 3/4
- Poli Umum
- Poli Lansia
9. Unit terkait
- Laboratorium
- Apotik
- Rekam medis
- Form Pem. Laboratorium

10. Dokumen terkait - Form Resep


- Form Rujukan
- Buku Register Rujukan

Tanggal dimulai
11. Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan
berlakukan
perubahan