Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Kimia Analitik

Program Studi Biologi


Fakultas Biologi
Unversitas Kristen Satya Wacana

Penerapan Spektofotometri melalui sampel KMnO4


Oleh :
Abigayle Jenne Octaviana Salaa
412018034

Tujuan
Tujuan dari praktikum ini agar mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan prinsip kerja
spektrofotometri dengan baik dan benar, membuat kurva standar menggunakan seri larutan
standar, menentukan konsentrasi suatu zat dalam larutan menggunakan kurva standar, serta dapat
mempraktekkan metode spektofotometri untuk menentukan konsentrasi suatu zat dalam materi
tertentu.

Pendahuluan
Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk
menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatifdan kualitatif yang didasarkan pada
interaksi antara materi dengan cahaya (Elliwati, 2015).
Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan
fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang di transmisikan atau yang di absorpsi.
Dimana kerja dari metode ini adalah jumlah cahaya yang diabsorpsi oleh larutan sebanding
dengan konsentrasi kontaminan dalam larutan yang berdasarkan penyerapan cahaya atau
energi yang diserap.(Lestari, 2010)
Atas dasar inilah spektrofotometri dirancang untuk mengukur konsentrasi suatu suatu
yang ada dalam suatu sampel. Dimana zat yang ada dalam sel sampel disinari dengan cahaya yang
memiliki panjang gelombang tertentu. Ketika cahaya mengenai sampel sebagian akan diserap,
sebagian akan dihamburkan dan sebagian lagi akan diteruskan.
A l a t ya n g b i a s a n ya d i g unakan adalah spektrofotometer yang merupakan alat yang
digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan
mengukur transmitan ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari
konsentrasi dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma (Cairns, 2009)
Konsep dasar dari spektrofotometri adalah penguraian (dekomposisi) suatu berkas
sinyal/gelombang menjadi sebuah kumpulan/berkas sinyal-sinyal fundamentalnya. Penguraian tersebut
biasanya menggunakan komponen optik sehingga sering disebut juga sebagai spektrofotometri optik.
Misal, penguraian berkas cahaya dengan prisma. Spektrofotometri terbagi atas 2 teknik, yaitu ,
spektrofotometri emisi: pengukuran spektrum frekuensi suatu sumber cahaya; dan
spektrofotometri absorbsi: pengukuran spektrum serapan cahaya dari suatu atom, molekul atau
bahan (Harahap, 2013).
Dalam spektrofotometer, terdapat sumber cahaya berupa lampu (Tungsten, Deutrium atau
Wolfram), kolimator untuk memotong sinar yang menyebar, prisma berfungsi untuk menyeleksi
spektrum cahaya atau dapat juga menggunakan gratingatau kisi, cuvet untuk wadah sampel
sedangkan blanko sebagai pembanding dan detektor cahaya (fotometer) untuk menangkap cahaya
yang ditransmisikan oleh sampel.
Cahaya yang diseleksi oleh prisma atau grating dilewatkan pada sampel dan blangko atau
sel pembandingkemudian ditangkap oleh fotometer berupa intensitas cahaya (Hamdani,2010)

Cara Kerja
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juli 2019, bertempat di Laboratorium
Biologi Molekuler dan Biokimia (AS9) Fakultas Biologi Universitas Kristen Wacana. Alat dan
bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah akuades, KMnO4, spektrofotometer UV-
Visible, gelas beker, labu takar, pipet tetes, pipet volum.
Praktikum ini dilakukan dengan dibuat terlebih dahulu konsentrasi larutan KMnO4
menjadi 1mM dengan berbagai standar. Setelah itu, serapan pada panjang gelombang maksimum
diukur dengan cara larutan sampel (diawali dengan larutan blanko terlebih dahulu) dimasukkan
kedalam kuvet kemudian panjang gelombang pada spektrofotometer diatur kemudian tutup dan
pastikan angka pada spektofotometer menunjukkan angka nol. Kemudian tekan tombol start dan
tunggu hingga angka yang tertera pada spektrofotometer berhenti bergerak. Setelah itu konsentrasi
pada sampel dihitung melalui hasil yang tertera dengan menggunakan persamaan linier yang
diperoleh.

Hasil

Hasil absorban
Standar V2 M1 (mM) V1 Vag Absorbane
1 10 1 10 0 2,073
0,8 10 1 8 2 1,667
0,6 10 1 6 4 1,285
0,4 10 1 4 6 0,853
0,2 10 1 2 8 0,403
0,1 10 1 1 9 0,178
0 10 1 0 10 0

Grafik absorbansi
2.5

2 R² = 0.9993

1.5
Series1
1
Linear (Series1)
0.5

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
-0.5
Pembahasan
Berdasarkan hasil diatas maka bisa didapat bahwa Dari panjang gelombang dan
absorbansi maksimum, kemudian ditentukkan parameter lainnya, seperti koefisien absorpsi.
Proses absorpsi sinar yang dilewatkan dalam sampel secara umum sama pada
spektrofotometri yang lainnya, ketika cahaya datang engan berbagai panjang gelombang
mengenai suatu zat, maka cahaya dengan panjang gelombang tertentu saja yang akan
diserap.
Konsentrasi sampel dalam suatu larutan dapat ditentukan secara langsung dengan rumus
yang diturunkan dari hukum Lambert Beer (A = a b c atau A = ε b c).
Namun, penentuan konsentrasi dapat pula dilakukan dengan cara kurva kalibrasi. Cara ini
masih bertumpu pada hukum Lambert-Beer yang menyatakan absorbansi berbanding lurus
dengan konsentrasi.
Konsentrasi pada larutan standar dibuat dari yang lebih kecil sampai lebih besar dari
konsentrasi analit yang diperkirakan sehingga konsentarasi sampel yang akan dihitung berada
dalam rentang konsentrasi larutan standar. Salah satu larutan standar diukur pada berbaagai
panjang gelombang untuk mengetahui pada panjang gelombang berapa yang memberikan
nilai absorbansi yang paling besar.
Hal ini dibuktikan pada tabel diatas dengan digunakan larutan standar dengan konsentrasi
0,8; 0,6; 0,4; 0,2; 0,1; maka didapat nilai absorbansinya yang konsentrasi 0,8
sebesar 1,667. Yang konsentrasi 0,6 sebesar 1,285.Yang konsentrasi 0,4 sebesar
0,853. Yang konsentrasi 0,2 sebesar 0,403. Sedangkan yang konsentrasi 0,1
sebesar 0,178. Hal ini sesuai pada kadar penyerapan apabila semakin kecil nilai
absorbansinya akan semakin besar.
Hal ini dikarenakan prinsip dari analisis spektroskopi sendiri yaitu cahaya dari spektrometer
yang terdifraksi menggunakan difraktometer (cermin / prisma), sehingga cahaya terbagi menjadi
dua dengan itensitas yang sama. Sebagian cahaya melalui pelarut dengan intensitas sebesar Io, dan
sebagian lagi melalui sampel dengan intesnsitas I.

Kesimpulan
Spektrofotometri adalah metode pengukuran dalam analisis kimia kuantitatif berdasarkan
hukum Lambert-Beer, yang menyatakan bahwa jumlah sinar yang diserap atau diteruskan
oleh suatu larutan merupakan fungsi eksponensial dari konsentrasi larutan dan tebal larutan
yang dilalui sinar tersebut. Kurva kalibrasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan linier
antara konsentrasi larutan dengan absorbansi.

Daftar Pustaka
Cairns.2009, Intisari Kimia Farmasi Edisi Kedua. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Elliwati. 2017, Pengenalan Spektrofotometri pada Mahasiswa yang Melakukan Penelitian di


Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran USU. Medan: Universitas Sumatra Utara

Harahap, A. 2013. Spektroskopi. http://www.sharemyeyes.com/2013/05/spektros


kopi.html#ixzz2z3iQrCgq, (diakses pada tanggal 28 Juli 2019).

Hamdani. 2010, Tipe dan Analisis Spektrofotometri UV Vis. http://catatankimia.com/catatan/tipe-


dan-analisis-spektrofotometri-uv-vis.html, (diakses pada tanggal 28 Juli 2019).

Lestari, 2010. Bahaya Kimia: Sampling dan Pengukuran Kontaminan Kimia di Udara. Jakarta:
Buku Kedokteran EGC