Anda di halaman 1dari 6

Laporan Biologi Umum

Program Studi: Biologi


Fakultas Biologi

Mengenal Reproduksi Sel


Oleh :
Abigayle Jenne Octaviana Salaa
412018034

ABSTRAK
Didalam kehidupan, diawali dengan munculnya organisme uniseluler yang selanjutnya
menghasilkan organisme multiseluler. Peristiwa demikian dokenal pada teori evolusi.
Mekanisme tertentu telah ditempuh hingga menghasilkan organisme multiseluler sampai
dalam wujud seperti sekarang ini. Salah satu mekanisme yang ditempuh adalah melalui
proses reproduksi sel.
Sebagai unit fungsional, sel memiliki kemampuan memperbanyak diri atau dikenal dengan
istilah reproduksi. Reproduksi sel berlangsung melalui pembelahan. Pembelahan sel yang
terjadi pada organisme eukariotik meliputi pembagian inti sel (kariokinesis) dan pembagian
sitoplasma (sitokinesis) melalui tahapan seperti pada mitosis maupun meiosis. Tahapan
pembelahan didasarkan pada perubahan letak (tingkah laku) kromosom selama
berlangsungnya proses pembelahan. Pembelahan sel di diawali dengan adanya aktivitas
pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan. Pada setiap tahap pembelahan
mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya melalui teknik atau
perlakuan tertentu yang diberikan pada kromosom tersebut .. Berdasarkan teori Rudolf
Virchow, sel berasal dari sel sebelumnya yang berarti sel melakukan pebelahan untuk
membentuk sebuah jaringan, rgenerasi sel, dan pembentukan organisme baru. Cara sel
membelah terdiri dari tiga cara. Yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis. Amitosis adalah
pembelahan sel secara langsung tanpaadanya berbagai tahapan yang dilakukan oleh mahluk
hidup unseluler untuk bereproduksi. Adapun mitosis dan meiosis merupakan pemelahan sel
yang terjadi padamahluk hidup yang melalui banyak tahapan

Kata kunci: pembelahan meiosis, pembelahan mitosis


I. Pendahuluan
Tumbuhan, hewan dan manusia tumbuh dan berkembang karena sel-sel dalam tubuhnya
terus menerus bertambah. Biji tumbuhan berkecambah, ditandai dengan munculnya akar
primer, batang, dan daun pertama tumbuh dan semakin membesar disebabkan peningkatan
jumlah sel. Luka pada tubuh dapat pulih seperti sediakala disebabkan sel-sel tubuh yang
rusak telah diganti dengan sel-sel baru melalui pembelahan sel. Demikian halnya dengan
pemutusan ekor pada kadal atau cecak yang dapat pulih kembali. Hal tersebut disebabkan
karena terjadi pembelahan sel, pada tempat yang putus tersebut, sehingga panjang ekor
akan pulih seperti sediakala (Saktiyono, 2006).

Reproduksi sel dapat terjadi karena peristiwa pembelahan sel. Pembelahan sel diawali
dengan adanya pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan. Pada setiap
tahap pembelahan mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya
melalui teknik atau perlakuan tertentu yang diberikan pada kromosom dalam sel tersebut.
Adapun pembelahan sel dibedakan menjadi dua macam , yaitu mitosis dan meiosis (Juwono,
2000).

Proses ini menghasilkan dua inti yang tersipasah dalam sel yang berbeda. Mitosis dan
sitokinesis adalah komponen pembelahan sel yang secara keseluruhan disebut reproduksi
sel. Dalam mitosis, semua sifat yang terkandung di dalam inti sel secara terekam lengkap
pada sel baru. Mitosis terjadi secara aktif pada jaringan meristem yang sedang tumbuh
pesat, seperti ujung akar, pucuk, dan tunas. Kecepatan pembelahan sel pada setiap organ-
organ berbeda-beda.Tujuan pembelahan mitosis adalah mewariskan semua sifat induk
kepada kedua sel anaknya dan berperan penting dalam proses-proses biologis, seperti
pertumbuhan, penggantian sel-sel yang rusak, dan perbaikan jaringan (Dotty Suryati. 2008).

Pada meiosis terjadi perpasangan kromosom homolog dan segregasi kromosom secara
bebas.
Meiosis dapat dipandang sebagai dua siklus yang amat termodifikasi dan berlangung secara
berurutan. Dalam satu siklus meiosis terjadi satu kali replikasi DNA dan dua kali pembelahan
sitoplasma sehingga akan dhasilkan empat produk haploid yang tak satu pun identik secara
genetic karena lebih kompleks dibandingkan pembelahan mitosis,yang menyebabkan terjadi
dua kali siklus pembelahan. (Sri Badiati, 2007)

II.Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini adalah agar dapat menjelaskan pembelahan sel secara mitosis,
mengenal ciri-ciri setiap tahap mitosis, dan menjelaskan perbedaan mitosis dan meiosis
III. Bahan dan Metode

Pada praktikum kali ini dilaksanakan padahari selasa, tanggal 25 september 2018. Namun,
paktikum ini kembali diulang padahari selasa, 02 oktober 2018. Bertempat di Laboratorium
Biologi Umum (AB4) Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, JawaTengah.
Objek yang akan diamati untuk praktikum kal ini adalah akar dari bawang merah. Untuk
mengamati objek tersebut, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah akar bawang merah, HCl,
akuades dingin,pewarna acetocarmin, mikroskop,silet,pipet tetes, kacapreparat,dan kaca
penutup.
Praktikum kali ini dilakukan dengan satu kali perbesaran dengan perbesaran cara terlebih
dahulu akar bawang tersebut diiris tipis dengan silet. Setelah diiris tipis, letakkan irisan bawang
tersebut pada kaca preparat. Setelah diletakkan pada kacapreparat, tetesi akarbawang merah
tersebut dengan larutan HCl. Setelah dietetesi HCl, panasi dan tunggu selama 5 menit. Setelah 5
menit bersihkan sisa HCl dari akar bawang merah dengan tisu khusus, kemudian tetesi dengan
akuades dingin. Setelah ditetesi dengan akuades dingin, tunggu lagi selama 1 menit. Kemudian
bersihkan, setelah itu, tetesi dengan pewarna acetocarmin, lalu ketuk perlahan menggunakan
pensil setelah diketuk, kemudian amati dengan mikroskop dan amati pembelahan yang terjadi

IV. Hasil dan Pembahasan

a. Hasil

NO PREPARAT GAMBAR PEMBELAHAN

Akar bawang merah


1.
b. Pembahasan
Pembelahan mitosis merupakan proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru,
melalui tahapan dan proses tertentu menghasilkan dua jenis sel anak yang jumlah
kromosomnya sama dengan induknya. Pembelahan sel secara mitosis melalui beberapa
fase, diantaranya fase Interfase, Profase, Metafase, Anafase, dan yang terakhir Telofase.
a. Interfase
yaitu periode saat sel tidak sedang melakukan aktifitas pembelahan. Selama Interfase,
aktivitas metabolisme sangat tinggi, kromosom dan organel mengalami duplikasi
(penggandaan) dan ukuran sel dapat meningkat. Interfase meliputi sekitar 90 % dari
keseluruhan waktu setiap siklus sel. Untuk satu sel membutuhkan waktu ᄆ 24 jam untuk
satu kali proses pembelahan, G1 (Gap 1) selama 11 jam, S (Sintesis DNA) selama 8 jam, G2
(Gap 2) selama 4 jam dan M (Mitotik) selama 1 jam. Selama ketiga sub-fase ini yaitu G1, S,
dan G2, sel mengalami pertumbuhan dengan menghasilkan organel dan protein-protein di
dalam sitoplasma. Kromosom direplikasi hanya pada sub-fase S. Dengan demikian, suatu sel
tumbuh (G1), terus tumbuh saat sel tersebut sudah menyalin kromosomnya (S), dan
tumbuh lagi sampai sel tersebut menyelesaikan persiapannya untuk melakukan pembelahan
(G2) yang ditandai dengan kromosom berkondensasi, dua pasang sentromer terbentuk, dan
nukleolus mulai menghilang, kemudian dilanjutkan dengan fase M.
b. Profase
Proses terjadinya fase profase ditandai dengan hilangnya nucleus dan diganti dengan mulai
tampaknya pilinan-pilinan kromosom yang terlihat tebal.
c. Metafase
Ciri utama fase ini adalah terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini
dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini membentuk kutub-kutb pembelahan tempat
sentromer mikrotubula bertumpu.
d. Anafase
Pada fase ini kromosom yang mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada
masing-masing kutub, sehingga telihat ada dua kumpulan kromosom.
e. Telofase
Telofase adalah fase finising, dalam telofase ada dua tahap yaitu telofase awal dan telofase
akhir. Pada telofase awal terlihat mulai ada sekat yang memisahkan antara sel-sel anak.
Sedang pada telofase akhir terlihat sel-sel anak sudah benar-benar terpisah.
Berikut adalah tahapan- tahapan pada proses meiosis :
a. Tahap Profase 1
yaitu kromosom-kromosom homolog membentuk pasangan, yang dinamakan bivalen.
Proses berpasangannya kromosom homolog dinamakan sinapsis. Kemudian setiap
anggota bivalen membelah memanjang, sehingga terbentuklah 4 kromatid. Ke empat
kromatid padad satu bivalen dinamakan tetrad. Selama sinapsis, dapat terjadi pindah
silang (crossing over), yaitu peristiwa penukaran segmen dari kromatid-kromatid dalam
sebuah tetrad.

Tahap Metafase I
Benang gelendong menjadi teratur dan beberapa benang melekat
pada sentromer.Sentromer dari bivalen terdapat pada bidang metafase yang
merupakan pasangan kromosom, bukan merupakan kromosom tunggal seperti
pada metafase dari mitosis. Berderetnya bivalen ini secara rambang, dalam hubungannya
dengan kromosom yang berasal dari pihak ayah dan pihak ibu. Pengaturan kromosom pada
metafase ini adalah akibat pengaruh genetik.

c. Tahap Anafase I
Yaitu Pemisahan kromosom homolog selesai kemudian kromosom bergerak ke arah
kutub yang berlawanan. Sentromer tidak membelah dan bagian kromosom yang tertukar
bergerak bersama di mana bagian itu baru saja melekat. Masing-masing kromosom
sekarang mempunyai dua kromatid.Kemudian, kromosom homolog dan perpindahannya
diaturke arah kutub benang gelendong ini secara kebetulan dan merupakan dasar
hukum pemisahan bebas dan segresi dari Mendel. Apabila gen dominan dan resesif pada
satu pasang kromosom homolog diberi simbol A dan a, maka gen-gen ini akan memisah
ke kutub yang berlawanan. Apabila gen dominan dan resesif pada satu pasang kromosom
homolog lain diberi simbol B dan b, maka kedua pasang gen itu akan memisah secara
bebas.

d. Telofase I
Telah terjadi reduksi jumlah kromosom (haploid). Masing-masing kromosom ini terdiri
dari dua kromatid. Tahap ini sangat berbeda-beda antara spesies satu dengan yang lain.
Pada beberapa sel tanaman terbentuk selaput inti dan nukleolus muncul kembali,
sedang pada yang lain tidak terbentuk selaput inti. Replikasi DNA tidak terjadi lagi, tetapi
sintesis protein dapat berlangsung terus.
Tahap pembelahan meiosis II terdiri atas tahap-tahap berikut:
a. Profase II
kromosom menjadi pendek dan tebal kemudian menjadi kelihatan lagi
Kemudian, kromosom-kromoson ini mulai bergerak ke bidang metafase.
b. Tahap Metafase II
kromosom kelihatan, terdiri atas dua kromatid setelah itupenyebaran kromatid ke arah
kutub secara rambang sentromer melekat pada benang gelendongdan sentromer mulai
membelah.
V. Kesimpulan

Ada tiga jenis reproduksi sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan
reduksi).Semua organisme mengalami reproduksi, baik dalam perkembangannya ataupun
pertumbuhannya. Reproduksi sel bertujuan untuk menambah jumlah dan jenis sel, atau
membentuk sel-sel lain dengan tujuan tertentu.

VI. Daftar Pustaka


Bandiati, Sri. 2007. Buku Ajar Genetika Ternak. Bandung : Sri Lestari Network.
Campbell, Reece. 2010. Biologi jilid 1 edisi kedelapan. Erlangga: Jakarta.
Kimball. 1999. Biologi. Erlangga: Jakarta.( diakses panda tanggal 08 Oktober 2018 jam 11:15
WIB)
Anonim. 2004. The Cell Cycle & Mitosis Tutorial. (Online). http://www.biology.
arizona.edu/cell_bio/tutorials/cell_cycle/cells3.html (diakses tanggal 08 Oktober 2018 jam
10:30 WIB)
Anonim. 2014. Pembelahan Mitosis. http://www. microsoft-word-mitosis.pdf. (diakses pada
tanggal 08 Oktober 2018 pukul 02:10 WIB)