Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

AHKLAQ ISLAMIYAH

AKHLAQ KEPADA PARA RASUL

PENULIS

 M RAJAB
 JAENUDIN
 DEA F

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT UMMUL QURO AL-ISLAM

BOGOR

2019
KATA PENGANTAR
Bismilaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah. Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah
memberikan nikmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kepada saya, sehingga
Makalah Akhlaq kepada Rasul ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
Sholawat beserta salam tak lupa juga curahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, yang akan selalu menjadi pedoman bagi seluruh umatnya sampai akhir
zaman.
Makalah Akhlaq kepada Rasul ini merupakan salah satu tugas kelompok
mata kuliah Akhlaq kepada Rasul, serta untuk melatih mahasiswa membiasakan
diri untuk mandiri dalam mempelajari pengetahuan secara luas.
Selama melaksanakan dan menyelesaikan makalah ini, saya telah banyak
menerima bimbingan, pengarahan, petunjuk, kritik dan saran, beserta fasilitas
yang membantu hingga akhir dari penulisan makalah ini. Untuk itu penulis
menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Kedua orangtua dan keluarga tercinta saya yang telah memberikan
dukungan baik moril maupun materil.
2. KH.Helmi Abdul Mubin,Lc, selaku Pimpinan Yayasan Institut Ummul Quro
Al-Islami Bogor.
3. Bapak Saeful Fallah., selakuRektor Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor.
4. Bapak Agus Ali, M.Pd, selaku dosen yang telah banyak memberikan
bimbingan dan saran dalam penulisan makalah ini.
5. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan dukungan dan
bekerjasama dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini,
untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan
penulisan selanjutnya. Besar harapan saya semoga laporan penelitian ini dapat
bermanfaat khusunya bagi penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca.
Leuwiliang, 01 Oktober 2019

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ I


DAFTAR ISI...................................................................................................................... II
BAB I .................................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ............................................................................................. 2
C. Pembatasan Masalah ............................................................................................ 2
D. Tujuan .................................................................................................................... 2
E. Manfaat Makalah.................................................................................................. 2
BAB II ................................................................................................................................ 3
A. Akhlaq kepada Rasul ............................................................................................ 3
B. Contoh akhlaq kepada Rasul ............................................................................... 4
C. Cara berakhlaq kepada Rasul ............................................................................. 7
A. Simpulan .............................................................................................................. 11
B. Saran .................................................................................................................... 11

Daftar Pustaka

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap muslim meyakini bahwa Allah SWT adalah sember dari segala sumber
dalam kehidupannya. Allah SWT adalah pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan
segala isinya, Allah SWT adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya.
Allah SWT adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia
dan lain sebagainya. Sehingga kita harus berakhlak kepadaNYA.
Selain berakhlak kepada Allah SWT, kita juga sebagai umat muslim harus
mempunyai akhlak kepada Nabi SAW. Karena Nabi Muhammad SAW –lah, satu-
satunya manusia terhebat di dunia ini. Yang telah membawa banyak perubahan bagi
dunia yang fana ini, dan beliaulah cahaya yang menerangi bumi yang dulu kala gelap
gulita. Yang sering dijuluki kekasih Allah SWT. Karena perilakunya beliau pula lah,
yang sangat patut untuk di contoh, ditiru dan di amalkan kesehariannya oleh kita para
umatnya. Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terpilih,Nabi yang utama dan
penutup para nabi. Sebelum menerima wahyu kenabian beliau dikenal sebagai “yang
terpercaya”, orang yang paling dapat dipercayai,dan setelah menerima wahyu
kenabian beliau memberikan rahmat kepada seluruh umat manusia.1 Seorang mukmin
belum sunguh-sunguh beriman dan tak dapat merasakan manisnya keimanan sebelum
ia mencintai Allah dan Rasulnya.2
Untuk itu salah satu tanda kesempurnaan akhlak seorang muslim terhadap
Allah Swt. adalah juga memelihara akhlak yang baik dengan Rasulullah saw. Seorang
muslim mesti mempelajari sirah Nabi,prinsip ajaran beliau,mengetahui sifat-sifat dan
akhlak beliau serta adab beliau dalam bertindak dan diam.3 Jika kedua akhlak ini
tersemat dengan baik pada diri seseorang maka kepribadiannya akan sempurna,
demikian juga dengan keimanan, keyakinan, sertaketakwaannya akan tumbuh kuat.4

1
Muhamad Abdu Yamani, Bagaimana Mengajari Anak Anda Mencintai Rasulullah,
(Bandung:Mizan,1998), Hlm. 9
2
Muhamad Abdu Yamani, Bagaimana Mengajari Anak Anda Mencintai Rasulullah,
(Bandung:Mizan,1998), Hlm. 10
3
Shaleh Ahmad Asy-syamsi, Berakhlak dan Beradab Mulia, (Jakarta:Gema Insani
Press,2005), hal 2
4
Nur Hidayat, Akidah Akhlak Dan Pembelajarannya, (Yogyakarta:Ombak,2015), Hlm. 164

1
Maka dari itu makalah ini sangat penting untuk di buat agar kita tahu bagaimana
akhlak kepada rasulullah yang baik.
B. Identifikasi Masalah
Adapun rumusan masalah yang disajikan berdasarkan latar belakang adalah :
1. Bagaimana akhlakaq kepada Rosul ?
C. Pembatasan Masalah
Mengingat banyaknya hal yang terkait dalam identifikasi masalah dan karena
keterbatasan yang ada maka, dalam penyusunan makalah ini permasalahan tersebut
dibatasi pada :
1. Akhlak kepada Allah
2. Dalil Akhlaq kepada Rasul
D. Tujuan
Makalah Akhlaq kepada Rasul ini yang telah di buat tentunya
mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh
mahasiswa. Adapun tujuannya adalah :
1. Mengetahui Akhlaq kepada Rasul
E. Manfaat Makalah
Setiap hasil karya yang dibuat pasti memiliki manfaat, demikian pula
dengan Makalah Akhlaq kepada Rasul ini yang telah selesaikan. Adapun manfaat
dari Makalah Akhlaq kepada Rasulini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Hasil makalah ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dan pendukung
untuk makalah sejenis dan usaha pengembangan lebih lanjut di masa yang
akan datang.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi mahasiswa
Penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang
Akhlaq kepada Rasul
b. Bagi pembaca
Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pentingnya
membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Akhlaq kepada Rasul

Secara etimologi akhlak berasal dari bahasa Arab “akhlaq” dalam bentuk
jamak, sedang bentuk mufradnya adalah khuluq yang berarti budi pekerti,
perangai, tingkah laku, atau tabiat. Secara terminology yakni sifat yang tertanam
dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan
gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Jadi pengertian akhlak
seorang muslim terhadap rasul adalah tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan
oleh seorang muslim untuk meneladani sifat-sifat Rasul dan mengamalkannya
dalam kehidupan sehari-hari agar selalu mengamalkan akhlak terpuji dalam
kehidupannya.5 Kita sebagai orang muslim diharuskan berakhlak kepada
Rasulullah sebab dari beliaulah kita dapat mendapatkan warisn yaitu Al-Quran
dan As-Sunnah. Orang yang berpegang teguh pada keduanya dipastikan tidak
akan tersesat selamanya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda yang
menerangkan bahwa, kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk
menghidupkan sunah-sunah yang telah beliau wariskan. “Barangsiapa yang
menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh
manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang
mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR
Ibnu Majah).Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi : “Barang
siapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah dimatikan, sesudahku
(sesudah aku meninggal dunia), maka bagi orang tersebut pahala seperti pahala
orang yang mengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka.”
(HR. At-Tirmidzi).

5
Nur Hidayat, Akidah Akhlak Dan Pembelajarannya, (Yogyakarta:Ombak,2015), Hlm.
165

3
B. Contoh akhlaq kepada Rasul
Ada beberapa akhlak yang dapat di teladani dari Rasulullah saw. Antara
lain.
1. Memuliakan yang Lebih Tua serta Menyayangi yang Kecil
Salah satu sikap mulia yang di anjurkan Rasulullah saw. Terhadap
umatnya adalah menghormati orang yang lebih tuaserta menyayangi yang
kecil. Dengan bersikap seperti ini maka bangunan masyarakat akan
semakin kokoh serta jalinan hubungan kasih saying antar masing-masing
individu didalamnya akan semakin erat.Tentang hal ini Rasulullah
bersabda yang artinya “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak
menghormati yang tua, menyayangi yang muda,menyeru kepada yang
makruf,serta mencegah terjadinya kemungkaran”.
2. Bersikap Amanah
Sikap amanah ini dimiliki oleh Rasulullah dan dikenal di kalangan
anggotanya kaumnya sebelum predikat tersebut di sematkan oleh Allah
Swt. di dada beliau. Melihat urgensi amanah yang sangat besar dalam
kehidupan bermasyarakat Rasulullah Saw. Seringkali berwasiat pada
umatnya untuk memegang teguh sifat ini. Beliau bahkan menggolongkan
orang-orang yang tidak dapat menjaga amanah yang di pikulkan
kepadanya sebagai orang munafik.
3. Keadilan
Rasulullah adalah orang yang paling adil,paling mampu menahan
diri, paling jujur perkataannya, dan paling besar amanatnya. Sebelum
diangkat sebagai seorang nabi beliau sudah dijuluki masyarakat dengan
Al-Amin (orang yang terpercaya). Sebelum Islam, pada zaman jahiliyah
beliau di tunjuk sebagai pengadil.
4. Ketawaduan (Bersikap Rendah Hati)
Kesombongan adalah merupakan salah satu sifat yang paling
dibenci oleh islam,sebaliknya sikap rendah hati adalah salah satu yang
paling disukai. Rasulullah adalah orang yang suka merendah diri tidak gila

4
hormat dan juga jabatan. Dalam sebuah hadist Qudsi Rasulullah bersabda,
Allah Azza Wa jalla berfirman:
“kesombongan adalah selendang-Ku dan keangkuhan merupakan
pakaian-Ku. Oleh karna itu, siapa yang merenggut salah satunya dari sisi-
Ku maka akan Aku lemparkan ke dalam neraka”. (HR, Abu Dawud)
5. Kasih Sayang
Rasulullah saw. Adalah pelopor utama dalam hal kasih saying dan
cinta kasih. Beliau sama sekali tidak pernah mencela atau menghina orang
lain. Mempersatukan para sahabat dan tidak pernah mencela mereka.
Karna kasih sayangnya yang luar biasanya kepada umatnya,maka tidak
sedikit para sahabat yang senang berdekatan dengan beliau.Beliau juga
senantiasa menanyakan apa yang terjadi diantara manusia,membaguskan
yang bagus dan membenarkannya.
6. Berakhlak Baik/Terpuji
Sifat terpuji merupakan kepribadian seseorang muslim. Rasulullah
saw, menasehatkan kita untuk menghiasi diri dengan akhlak yang mulia
dalam pergaulan dengan siapa pun. Rasulullah saw bersabda, Allah swt.:
“Allah menyayangi orang yang bersikap lapang dada (toleran), baik ketika
menjual,membeli,atau menagih sesuatu (kepada orang lain)” (HR.
Bukhari). Anas bin Malik r.a berkata, “Rasulullah saw berkata,
“Rasulullah saw. Merupakan manusia paling baik akhlaknya.” (HR.
Muslim).
7. Memelihara Silaturahmi/Persaudaraan
Rasulullah saw mewasiatkan kepada umatnya untuk menjaga
persaudaraan.Sebab permasalahan social yang timbul itu bersumber dari
perselisihan pribadi di antara individu yang menimbulkan rasa marah,
dendam dan permusuhan. Dengan adanya memelihara tali persaudaraan
tersebut maka semua permasalahan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi
yang baik. Sesuai dengan sabda beliau yang artinya “muslim yang lain
adalah saudara bagi masing-masing kalian.” Oleh karna itu, berbuat
baiklah untuk mereka, damaikanlah apabila ada perselisihan di antara

5
mereka, minta tolonglah terhadap mereka dalam hal-hal yang tidak dapat
kalian hadapi, serta bantulah mereka dalam menghadapi hal-hal yang tidak
mampu mereka atasi.” (HR.Ahmad)
8. Menunjukan Wajah Berseri-seri
Islam sangat menaruh perhatian terhadap masalah pergaulan antar
manusia. Islam menginginkan antar hubungan di antara manusia
berlangsung dengan baik dan penuh rasa kasih saying. Contohnya apabila
bertemu dengan temannya di perjalanan maka menyapanya dengan sikap
ramah, wajah berseri-seri, serta senyum yang merekah di bibir. Tentang
anjuran seperti ini Rasulullah bersabda, “Setiap perbuatan baik merupakan
sedekah.Termasuk dalam kategori sedekah sikapmu menunjukan wajah
yang berseri-seri ketika bertemu dengan saudaramu sesame muslim serta
memberikan memberikan air didalam bejanamu kepadanya.” (HR.
Tirmidzi)
9. Suka Memaafkan
Sikap suka memaafkan merupakan akhlak yang terpuji. Apabila
orang lain telah menyakiti kita jangan terlalu lama kita memendam rasa
marah tersebut maafkanlah orang yang bersalah tersebut. Sebab dengan
kita member maaf Allah akan menambah kemuliaan bagi orang tersebut.
Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. “Tidak akan berkurang harta karena
bersedekah dan tidak ada seorangpun yang di zalimi kemudian member
maaf melainkan allah akan menambah kemuliaan dirinya.” (HR. Ahmad)
10. Gemar Berinfak
Derajat kedermawaan yang tertingi adalah sikap iitsar, yaitu tidak
segan-segan berinfak kepada orang lain meski dirinya sendiri sebetulnya
membutuhkannya. Sikap iitsar dikatakan sebagai puncak kedermawaan
karna biasanya yang disebut dengan kedermawaan sesunguhnya adalah
menafkahkan harta yang tidak dibutuhkan. Hal ini tidak begitu berat
dibandingkan dengan sikap menafkahkan sesuatu kepada orang lain di saat
dirinya sendiri sebenarnya sangat membutuhkannya. Berinfak merupakan
sarana untuk mensucikan badan maupun jiwa. Itulah sebab nasihat

6
Rasulullah saw. dalam hal tersebut. Diantaranya sabda beliau, :Berusaha
keraslah menghindari api neraka meski hanya dengan (menyedekahkan)
sebutir kurma.” (HR. Bukhari)

C. Cara berakhlaq kepada Rasul


Adapun diantara akhlak kita kepada rasulullah yaitu salah satunya
ridho dan beriman kepada rasul , ridho dalam beriman kepada rasul inilah
sesuatu yang harus kita nyatakan sebagaimana hadist nabi saw: “Aku ridho
kepada allah sebagai tuhan, islam sebagai agama dan muhammad sebagai nabi
dan rasul”.Beriman kepada nabi dan rasul, yaitu berarti bahwa kita beriman
kepada para Rasul itu sebagai utusan Tuhan kepada ummat manusia. Kita
mengakui kerasulannya dan menerima segala ajaran yang
disampaikannya.Banyak cara yang dilakukan dalam berkhlak kepada
Rasulullah SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti dan mentaati Rasulullah SAW
Mengikuti dan mentaati Rasul merupakan sesuatu yang bersifat
mutlak bagi orang-orang yang beriman. Karena itu, hal ini menjadi salah
satu bagian penting dari akhlak kepada Rasul, bahkan Allah SWT akan
menempatkan orang yang mentaati Allah dan Rasul ke dalam derajat yang
tinggi dan mulia, hal ini terdapat dalam firman Allah QS An Nisa:69.
Disamping itu, manakala kita telah mengikuti dan mentaati Rasul
SAW Allah SWT akan mencintai kita yang membuat kita begitu mudah
mendapatkan ampunan dari Allah manakala kita melakukan kesalahan,
Allah berfirman:
Artinya: Katakanlah: “jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-
dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al Imron:31)
Manakala manusia telah menunjukkan akhlaknya yang mulia kepada
Rasul dengan mentaatinya, maka ketaatan itu berarti telah disamakan
dengan ketaatan kepada Allah Swt. Dengan demikian, ketaatan kepada Allah

7
dan Rasul-Nya menjadi seperti dua sisi mata uang yang tidak boleh dan
tidak bisa dipisah-pisahkan. Allah berfirman:
Artinya: Barangsiapa mentaati rasul, sesungguhnya ia telah mentaati
Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak
mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS 4:80).
2. Mencintai dan memuliakan Rasulullah
Keharusan yang harus kita tunjukkan dalam akhlak yang baik
kepada Rasul adalah mencintai beliau setelah kecintaan kita kepada Allah
Swt. Penegasan bahwa urutan kecintaan kepada Rasul setelah kecintaan
kepada Allah.

3. Mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasulullah


Mengucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW,
sebagai tanda ucapan terimakasih dan sukses dalam perjuangannya. Secara
harfiyah, shalawat berasal dari kata ash shalah yang berarti do’a, istighfar
dan rahmah. Kalau Allah bershalawat kepada Nabi, itu berarti Allah
memberi ampunan dan rahmat kepada Nabi,
4. Mencontoh akhlak Rasulullah
Jika Rasulullah bersikap kasih saying, keras dalam
mempertahankan prinsip, dan seterusnya maka manusia juga harus
demikian, seperti yang dijelaskan dalam QS al-Fath 29.
5. Melanjutkan Misi Rasulullah.
Misi Rasul adalah menyebarluaskan dan menegakkan nilai-nilai
Islam. Tugas yang mulia ini harus dilanjutkan oleh kaum muslimin, karena
Rasul telah wafat dan Allah tidak akan mengutus lagi seorang Rasul.
Meskipun demikian, menyampaikan nilai-nilai harus dengan kehati-hatian
agar kita tidak menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dari
Rasulullah Saw. Keharusan kita melanjutkan misi Rasul ini ditegaskan
oleh sabda Rasul Saw: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat, dan
berceritalah tentang Bani Israil tidak ada larangan. Barangsiapa berdusta
atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat

8
duduknya di neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Tirmidzi dari Ibnu
Umar).Demikian beberapa hal yang harus kita tunjukkan agar kita
termasuk orang yang memiliki akhlak yang baik kepada Nabi Muhammad
Saw.
6. Menghormati Pewaris Rasul
Berupaya menjaga nama baiknya dari penghinaan dan cemoohan
orang-orang yang tidak suka padanya. Berakhlak baik kepada Rasul Saw
juga berarti harus menghormati para pewarisnya, yakni para ulama yang
konsisten dalam berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam, yakni yang
takut kepada Allah Swt dengan sebab ilmu yang dimilikinya.6
Kedudukan ulama sebagai pewaris Nabi dinyatakan oleh sabda
Rasulullah Saw: “Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi.
Sesungguhnya Nabi tidak mewariskan uang dinar atau dirham,
sesungguhnya Nabi hanya mewariskan ilmu kepada mereka, maka
barangsiapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil bagian
yang besar.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Karena ulama disebut pewaris Nabi,maka orang yang disebut
ulama seharusnya tidak hanya memahami tentang seluk beluk agama
Islam, tapi juga memiliki sikap dan kepribadian sebagaimana yang telah
dicontohkan oleh Nabi dan ulama seperti inilah yang harus kita hormati.
Adapun orang yang dianggap ulama karena pengetahuan agamanya yang
luas, tapi tidak mencerminkan pribadi Nabi, maka orang seperti itu
bukanlah ulama yang berarti tidak ada kewajiban kita untuk
menghormatinya.
7. Menghidupkan Sunnah Rasul
Kepada umatnya, Rasulullah Saw tidak mewariskan harta yang
banyak, tapi yang beliau wariskan adalah Al-Qur’an dan sunnah, karena
itu kaum muslimin yang berakhlak baik kepadanya akan selalu berpegang

6
Drs. Moh, Mansyur, , Akidah Akhlak II. (Penerbit Ditjen Binbaga Islam, Jakarta,1997)
hlm 176.

9
teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah (hadits) agar tidak sesat, beliau
bersabda:”Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka, kamu tidak akan tersesat
selamanya bila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah dan
sunnahku” (HR. Hakim).Selain itu, Rasul Saw juga mengingatkan
umatnya agar waspada terhadap bid’ah dengan segala bahayanya, beliau
bersabda: “Sesungguhnya, siapa yang hidup sesudahku, akan terjadi
banyak pertentangan. Oleh karena itu, kamu semua agar berpegang teguh
kepada sunnahku dan sunnah para penggantiku. Berpegang teguhlah
kepada petunjuk-petunjuk tersebut dan waspadalah kamu kepada sesuatu
yang baru, karena setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat,
dan setiap kesesatan itu di neraka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah,
Hakim, Baihaki dan Tirmidzi).Dengan demikian, menghidupkan sunnah
Rasul menjadi sesuatu yang amat penting sehingga begitu ditekankan oleh
Rasulullah Saw.

10
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

. Jadi dengan pembahasan diatas kita mengetahui bahwa akhak kepda rasul yaitu
dengan kita meneladani sikap dan prilaku rosululloh dan mengmalkannya dalam
kehidupa sehari-hari.

B. Saran
Dalam pembahasan ini diharapkan kepada pembaca untuk dapat
memahami dan mengetahui Akhlaq kepada Rasul

11
DAFTAR PUSTAKA
Yaman Muhamad Abdu i, Bagaimana Mengajari Anak Anda Mencintai Rasulullah,
(Bandung:Mizan,1998)
Asy-syamsi Shaleh Ahmad, Berakhlak dan Beradab Mulia, (Jakarta:Gema Insani
Press,2005)
Drs. Moh, Mansyur, , Akidah Akhlak II. (Penerbit Ditjen Binbaga Islam, Jakarta,1997)
Hidayat Nur, Akidah Akhlak Dan Pembelajarannya, (Yogyakarta:Ombak,2015)

12