Anda di halaman 1dari 9

Nama : Winda Nuraini

NPM : 1751040120
Prodi : Manajemen Bisnis Syariah (D)
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Syariah

Soal Pesan Bisnis :

1. Apakah yang dimaksud Pesan Bisnis


Jawab:

Pengertian pesan bisnis


a. Menurut ahli
Onong Effendy, menyatakan bahwa pesan adalah: “suatu komponen dalam proses
komunikasi berupa paduan dari pikiran dan perasaan seseorang dengan menggunakan
lambang, bahasa/lambang-lambang lainnya disampaikan kepada orang lain” (Effendy, 1989:
224).
b. Pesan secara umum
Pesan adalah setiap pemberitahuan (pikiran dan perasaan), kata, atau komunikasi baik
secara lisan maupun tertulis yang dikirimkan dari satuorang ke orang lain.
c. Pesan bisnis secara umum
Pesan bisnis adalah suatu pesan atau surat yang digunakan oleh pengirim (source) untuk
menyampaikan informasi yang tertulis maupun tidak tertulis, dalam penyelenggaraan kegitan
bisnis yang diterima oleh orang ataupun organisasi (receiver).

2. Sebutkan tahapan dalam membuat pesan Bisnis

Jawab:

a. Perencanaan
Pada dasarnya, proses perencanaan meliputi tiga tahapan penting yang perlu diperhatikan,
yaitu mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, serta memilih saluran dan media
komunikasi yang akan digunakan.
b. Pengorganisasian
Proses ini dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf, dan memilih ilustrasi yang
diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya. Perlu diperhatikan bagaimana
menggunakan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti,
dan dilaksanakan oleh penerima pesan.

c. Revisi
Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelaah kembali dari sisi substansi pesan yang ingin
disampaikan maupun dari gaya penulisannya, struktur kalimat yang digunakan, dan
bagaimana tingkat pemahamannya. Kalau belum sesuai, perlu dilakukan pengecekan
sekaligus revisi, sehingga apa yang telah direncakan sebelumnya dapat dicapai seefektif
mungkin.
d. Penentuan Tujuan
Tahap pertama dalam merencanakan suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud dan
tujuan komunikasi. Harus dapat menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur sesuai
dengan tujuan organisasi.
e. Analisis Audiens
Cara Mengembangkan Profil Audiens. Penentuan profil audiens dikatakan gampang apabila
lawan komunikasi adalah orang yang sudah dikenal. Namun akan mengalami kesulitan bila
yang menjadi audiens adalah orang yang belum dikenal. Komunikator dalam hal ini perlu
melakukan investigasi untuk mengantisipasi reaksi mereka.
 Menentukan ukuran dan komposisi audiens
Bentuk dan format penulisan materi yang akan disampaikan juga ditentukan oleh
jumlah audiens. Audiens jumlahnya kecil, materi dapat dikemas dalam suatu laporan
sederhana kemudian dipresentasikan atau dibagikan kepada mereka. Untuk audiens
jumlah besar, materi dikemas dalam makalah atau laporan dengan gaya pengorganisasian
dan format penulisan yang lebih formal. Selingan segar seperti humor dapat dilakukan
untuk menarik perhatian audiens yang jumlahnya besar.
 Siapa audiensnya
Bila audiens lebih dari satu orang, komunikator perlu mengidentifikasi siapa
diantara mereka yang memegang posisi kunci/posisi paling penting.
 Tingkat pemahaman audiens
Jika komunikator dan audiens memiliki latar belakang yang jauh berbeda, perlu
diputuskan seberapa jauh audiens harus dididik. Usahakan tidak terlalu menggurui agar
audiens tidak merasa jenuh, bosan, dan kurang tertarik.
 Hubungan komunikator dengan audiens
Jika komunikator belum dikenal audiens maka komunikator harus meyakinkan
audiens sebelum penyampaian suatu pesan dilakukan. Penampilan komunikator
berpengaruh pada penyampaian pesan komunikator tersebut. Nada suara menunjukkan
tingkat hubungan komunikator dan audiens.

3. Sebutkan kriteria tujuan yang baik dari sebuah pesan bisnis


Jawab:
Dalam merencanakan suatu pesan bisnis hal yang pertama dilakukan adalah memikirkan maksud atau
tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan dan menjaga goodwill di hadapan audience, maka hal
pertama-tama ia harus menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur, sesuai dengan tujuan organisasi.
Mengapa tujuan itu harus jelas? Dengan tujuan yang jelas maka akan membantu pengambilan beberapa
keputusan diantaranya sebagai berikut :
1. Keputusan untuk meneruskan pesan
Sebelum menyampaikan suatu pesan, tanyakan pada diri sendiri sendiri, apakah pesan yang akan
disampaikan benar-benar diperlukan atau tidak?
2. Keputusan untuk menanggapi audience
Untuk memutuskan cara terbaik menanggapi audience, komunikator perlu mempertimbangkan
motif-motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan inti pesan yang disampaikan? Apakah mereka
mengharapkan keuntungan? Apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunikator? Tanpa
mengetahui tanpa mengetahui motif audiencenya, komunikator tidak dapat menanggapi mereka
dengan baik.

Ada tiga tujuan umum komunikasi bisnis, yaitu :


1. Memberi informasi (informing)
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan
dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu perusahaan
membutuhkan bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai staf adminitrasi di
kantor- kantor cabang yang ada.
2. Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa
yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan, terutama
yang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
3. Melakukan kerjasama atau kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama
bisnis antara seseorang dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut
seseorang dapat dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan
domestik maupun perusahaan asing.

4. Apakah yang dimaksud dengan analisis Audience?

Jawab:

Analisis Audiens
Secara harfiah audiens sama saja dengan khalayak. Audiens adalah sekumpulan orang
yang menjadi pembaca, pendengar, dan pemirsa berbagai media atau komponen beserta isinya,
seperti pendengar radio dan atau penonton televisi.
Audiens adalah sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengar, dan pemirsa
berbagai media atau komponen beserta isinya, seperti pendengar radio atau penonton televisi.
Sebelum media massa ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan
tontonan. Setelah ada kegiatan komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima
pesan-pesan media massa.
Komunikator atau penulis surat ini menggunakan jenis paragraph deduktif dalam cara
komunikasinya. Jika dianalisis dari sisi audiens, maka ada beberapa point yang dapat
diperhatikan sebagai bahan analisa, antara lain:
1) Ukuran dan Komposisi Audiens
Secara ukuran dan komposisi, maka audiens dalam surat pembaca ini merupakan audiens
dalam jumlah besar. Sehingga seharusnya diperlukan teknik komunikasi yang berbeda
dengan audiens yang komposisinya lebih sedikit. Namun, dalam surat ini, penulis surat pada
awalnya hanya menekankan kepada 1 pihak saja sebagai audiens. Bisa dikatakan hanya satu
audiens yang mendominasi isi surat ini, yaitu pihak smartfren. Dan di akhir paragraph,
barulah penulis surat mencantumkan audiens lainnya, sehingga tata cara komunikasinya
dinilai kurang etis bagi audiens lainnya selain audiens pertama.
2) Siapa Audiensnya
Penulis surat atau komunikator pada awalnya hanya ingin menfokuskan audiens pada
satu pihak saja, namun di akhir paragraph, penulis tiba-tiba saja menyebutkan audiens-
audiens lain atau pihak-pihak lain, sehingga menjadi tidak fokus. Bias inilah yang
mengurangi nilai keefektifan dari surat pembaca ini.
3) Reaksi Audiens
Seperti analisa saya pada point-point sebelumnya, maka reaksi audiens akan berbeda dari
audiens pertama dan audiens lainnya yang hanya disebutkan di paragraph akhir. Dari audiens
pertama, mungkin saja akan mendapat reaksi positif karena system komunikasi seperti ini
bisa dinilai sebagai complain dari pihak customer yang biasa terjadi saat ada pelayanan yang
kurang memuaskan. Namun, berbeda dengan audiens lain yang pada surat ini disebut sebagai
operator lain, mungkin saja akan menimbulkan reaksi negative dikarenakan operator lainnya
merasa tidak ada hubungan dengan penulis surat.

4) Tingkat Pemahaman Audiens


Dari penggunaan bahasa penulis surat, maka tingkat pemahaman audiens pun dapat
dinilai. Dalam hal ini, asumsikan bahwa audiens yang dimaksud adalah pihak smartfren
sebagai audiens utama. Maka pihak smartfren jelas dapat memahami isi surat customer ini
sebagai complain dari customer.
5) Hubungan Komunikator dengan Audiens
Hubungan komunikator dengan audiens jelas terlihat sebagai hubungan customer dengan
penyedia jasa.

6) Apakah yang dimaksud dengan ide pokok


Jawab:

Ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topik, yang menjelaskan isi dan tujuan dari
topik tersebut sehingga dapat diterima oleh audience.
6. Sebutkan 3 cara yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok
Jawab:

Cara yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok :

1) Brainstorming
Brainstorming adalah suatu cara menentukan ide pokok dengan membiarkan pikiran
secara leluasa untuk mencari berbagai kemungkinan ide pokok, mempertimbangkan tujuan,
audience, dan fakta yang ada. Beberapa teknik brainstorming yang dapat digunakan:
a. Storyteller’s Tour
Hidupkan tape recorder, dan telaah pesan – pesan yang disampaikan. Fokuskan
pada alasan berkomunikasi, poin utama nada, rasionalitas, dan imlikasi bagi penerima.
Dengarkan dengan teliti, dan berlatihlah, sehingga ide pokok dari pesan dapat ditemukan
dengan mudah.
b. Random List
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran di atas kertas kosong. Selanjutnya,
pelajari hubungan antara ide – ide tersebut. Bagilah mereka ke dalam kelompok –
kelompok, dan temukan poin yang penting dan yang tidak penting.
c. Conclusions, Findings, Recommendations (CPR) Worksheet
Jika subjek yang dibahas mencakup pemecahan maslah, gunakanlah suatu
worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings),
kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan diberikan.
d. Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberikan poin yang baik sebagai langkah awal
menentukan ide pokok. Jawaban terhadap siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana
uang biasanya diajukan dalam pendekatan jurnalistik, akan dapat menjelaskan ide pokok
presentasi.
e. Question and Answer Chain
Pendekatan yang paling baik adalah melihat dari sisi perspektif audience.
2) Petunjuk atasan
Penentuan ide pokok dapat dilakukan dengan meminta petunjuk dari atasan. Ini banyak
terjadi pada perusahaan dengan sistem senioritas dan desentralisasi. Namun cara ini dapat
menyita waktu manajer hanya untuk pekerjaan yang sebenarnya dapat didesentralisasikan.
3) Kebiasaan
Cara yang ketiga dalam menentukan ide pokok adalah berdasar kebiasaan. Apabila
perusahaan menghadapi situasi yang sama atau relatif sama, maka akan digunakan suatu ide
pokok tertentu. Cara ini mempunyai keterbatasan, yaitu hanya untuk yang situasinya sama
atau relatif sama saja.

7. Sebutkan tahapan penyusunan tahapan pesan

Jawab:

1) Proses Penyusunan Pesan


Menyusun pesan bisnis yang menarik perhatian, mudah dibaca, dan mudah dipahami
memerlukan kreativitas. Agar pesan bisnis efektif, diperlukan pemahaman terhadap proses
penyusunan pesan bisnis. Proses penyusunan pesan bisnis umumnya terdiri atas tiga tahap
sederhana, yaitu :
a. Perencanaan Pesan
Dalam tahap ini, ditentukan hal – hal yang mendasar dari suatu pesan yang akan
dikomunikasikan. Secara rinci, tahap perencanaan tersebut meliputi :

1. Penentuan tujuan
2. Analisis audiens
3. Penentuan ide pokok
4. Pemilihan saluran dan media

b. Penyusunan Pesan
Setelah tahap perencanaan, selanjutnya ide/gagasan dituangkan ke dalam pesan
tertulis. Tahap itu meliputi dua kegiatan, yaitu :
1. Mengorganisasikan pesan
2. Memformulasikan pesan
c. Revisi pesan
Pesan yang telah disusun dikaji ulang untuk memastikan apakah ide/gagasan yang
diungkapkan sudah memadai. Berbagai kegiatan pada tahap revisi pesan adalah :
1. Menyunting pesan
2. Menulis ulang
3. Memproduksi pesan
4. Mencetak pesan

8. Sebutkan 3 langkah cara mengorganisasi pesan yang baik

Jawab:

Langkah-langkah pengorganisasian pesan dengan baik :

1) Menetapkan ide atau gagasan pokok Ide pokok merupakan inti atau tema sentral pesan.
Semua pesan bisnis memiliki tujuan umum dan spesifik.
2) Mengelompokkan ide atau gagasan Dalam menyiapkan pesan yang sangat kompleks,
pembuatan diagram skematis atau kerangka akan membantu membayangkan hubungan
antara bagian-bagian pesan.
3) Memutuskan pola atau pendekatan urutan gagasan Setelah menetapkan ide pokok dan
mengelompokkannya, perlu diputuskan pola atau pendekatan yang digunakan dalam
menentukan urutan penyajian gagasan. Pola pendekatan yang digunakan, yaitu:
a) Pendekatan deduktif/langsung (direct approach) Merupakan pola urutan penyajian ide
dimana ide pokok ditempatkan dibagian awal, kemudian diikuti ide pendukung.
Pendekatan ini digunakan apabila penerima pesan akan bereaksi netral atau senang saat
menerima pesan tersebut.
b) Pendekatan induktif/tak langsung (indirect approach) Pendekatan ini digunakan untuk
pesan yang dapat menimbulkan reaksi negatif atau untuk berita yang tidak mengenakkan.
Pendekatan ini disajikan di bagian awal kemudian diikuti ide pokok.
9. Sebutkan 4 bentuk organisasi pesan bisnis

Jawab:

Empat Bentuk organisasi pesan bisnis:

1) Direct Request Jenis atau tipe bisnis yang paling umum digunakan adalah penyampaian yang
langsung pada poin yang dituju (Direct Request) yang dapat berbentuk surat maupun memo.
2) Pesan-pesan rutin, Good News, atau Good Will Untuk menyampaikan pesan-pesan yang
berisi berita baik( good news) atau berisi good will lebih cocok digunakan pendekatan
langsung karena reaksi audiens yang positif.
3) Pesan-pesan bad news Jika materi yang dihubungkan berisi berita buruk audiens pada
umumnya akan kecewa atau tidak senang mendengarnya. Oleh karena itu pendekatan yang
dapat diterapkan adalah pendekatan tak langsung. Jika harus menyampaikan berita yang
kurang menyenangkan cobalah untuk menempatkannya pada bagian pertengahan surat dan
gunakanlah bahasa yang halus.
4) Pesan-pesan persuasif Bila audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhaapa pesan-pesan
yang disampaikan, maka pesan –pesan persuasif dengan pendekatan tak langsung dapat
digunakan. Komunikator perlu membuka pikiran audiens dengan melakukan persuasi,
sehingga mereka dapat memahami fakta yang ada.

10. Sebutkan 4 cara merevisi pesan bisnis

Jawab:

Pesan yang telah disusun dikaji ulang untuk memastikan apakah ide/gagasan yang diungkapkan sudah
memadai. Berbagai kegiatan pada tahap revisi pesan adalah :

 Menyunting pesan
 Menulis ulang
 Memproduksi pesan
 Mencetak pesan

Anda mungkin juga menyukai