Anda di halaman 1dari 1

BUTA SENJA

No. Dokumen No. Revisi Halaman

PUSKESMAS GUNUNGBITUNG
Jl. Raya Patrol - Agrabinta KM.7
Cianjur
Tanggal Terbit Ditetapkan
STANDAR Kepala Puskesmas
01 September 2015
OPERASIONAL
PROSEDUR DAYAT RUSMANA, SE, M.Si
NIP. 19660824 198803 1 001

Pengertian Ketidakmampuan untuk melihat dengan baik pada malam hari atau pada
keadaan gelap. Hal ini terjadi karena kelainan sel batang retina untuk
penglihatan gelap

Tujuan Sebagai pedoman dalam mendiagnosa dan memberikan penanganan


buta senja.

Kebijakan Pelaksanaan terapi dan tindakan terhadap penderita dilakukan sesuai


dengan protap dan apabila ada hal yang sulit perlu konsul dokter
spesialis mata

Prosedur 1. Perkenalan, Informed consent


2. Menegakkan diagnosis buta senja
1) Anamnesis
- Penglihatan menurun pada malam hari atau pada keadaan gelap,
sulit beradaptasi pada cahaya yang redup
- Faktor risiko: defisiensi vitamin A, retinitis pigmentosa.
2) Pemeriksaan Fisik
Dapat ditemukan tanda-tanda defisiensi vitamin A:
- Terdapat bercak bitot pada konjungtiva.
- Kornea mata kering/kornea serosis.
- Kulit tampak kering dan bersisik
3. Penatalaksanaan buta senja
1) Bila disebabkan oleh defisiensi vitamin A diberikan vitamin A
dosis tinggi
2) Memberitahu pasien dan keluarga bahwa ini merupakan gejala dari
suatu penyakit, antara lain; defisiensi vitamin A sehingga harus
dilakukan pemberian vitamin A dan cukup kebutuhan gizi