Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Metode HPLC

 Tahap-tahap metobolomik pada penilitian ini diantaranya:


1. Ekstraksi dan fraksinasi tanaman
Sampel diekstraksi dengan etanol 80% kemudian difraksinasi dengan oelarut heksana,
kloroform, etil asetat secara bertingkat.
2. Uji toksisitas menggunakan metode MTT
3. Analisis HPLC

4. Analisis Metobolomik
Data kromatografi HPLC secara manual dimasukkan ke dalam file Excel (Microsoft).
Semua data kemudian ditransfer ke dalam SIMCA untuk dianalisa dengan OPLS.
5. Isolasi komponen bioaktif menggunakan HPLC semi preparatif

6. Analisis LC-MS untuk mengidentifikasi komponen bioaktif

 Hasil dan Pembahasan


Perbedaan yang nyata antara sampel yang memiliki aktifitas rendah dan yang tinggi
dilihat dari posisinya. Terdapat pemisahan antara fraksi kloroform (area bagian
kanan) yang memiliki kemampuan sitotoksik lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi-
fraksi yang memiliki kemampuan sitotoksik lebih rendah yang terkumpul pada area
bagian kiri plot.

Hasil konfirmasi pada database Pubchem menunjukkan bahwa komponen abietane


diterpenoid dilaporkan memiliki kemampuan anti poliferasi terhadap berbagai sel
kanker termasuk MCF-7. Terdapat pula 4 puncak lain pada kromatogram LC yang
memungkinkan juga memiliki kontribusi terhadap aktifitas anti-proliferasi sel kanker
MCF-7.
 Kesimpulan
Metabolomik berbasis HPLC memungkinkan untuk dijadikan sebagai panduan cepat
dalam mengidentifikasi kemungkinan komponen bioaktif dari ekstrak tanaman. Data
spectra massa mengindikasikan komponenyang merupakan sebuah abietane diterpene
dimana komponen ini merupakan komponen utama yang berkontribusi terhadap
kemampuan anti kanker ekstrak torbangun melawan sel MCF-7. Namun analisis LC-
MS juga memperlihatkan bahwa terdapat 4 komponen lain ari fraksi yang diisolasi
yang juga memiliki andil dalam bioaktifitas fraksi tobangun. Hal ini berarti mungkin
saja terdapat beberapa komponen di dalam sebuah puncak kromatogram HPLC.
Sehingga metabolomik ini berperan sebagai panduan cepat dalam mengetahui
kopmponen yang bertanggung jawab terhadap biaktifitasnya.