Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

ANALISIS INFORMASI KEUANGAN

Nama : Melkyor Baba Odja W.S.


NIM : 030800188
Jurusan : S1-Akuntansi

1. unsur dan kedudukan prinsip akuntansi berterima umum :


 Prinsip Akuntansi
Bersifat umum dan universal dalam arti bahwa prinsip ini merupakan
seperangkat konsep, standar, prosedur, moetode dan teknik sebagai objek
pengetahuan akuntansi dan istilah ini dipakai dalam konteks teoritis
 Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Berupa sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan
dan praktik yang dipilih atau dianggap berterima secara umum serta dijadikan
pedoman umum di lingkungan (negara) tertentu
 Standar Akuntansi
Pengumuman/ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang
mengenai konsep, standar, dan metode yang dinyatakan sebagai pedoman
utama dalam praktik akuntansi perusahaan dalam lingkungan (negara)
sepanjang ketentuan ini relevan dengan keadaan perusahaan atau unit usaha
tertentu.

2. Jelaskan tiga pengelompokan arus kas dan contoh transaksi yang termasuk
didalamnya!
1. Aktivitas Operasi

Kas dari kegiatan operasi utamanya diperoleh dari pendapatan entitas serta
aktivitas lain yang tidak termasuk dalam aktivitas suatu investasi ataupun
pendanaan.

Contoh : penerimaan kas dari penjualan suatu barang atau jasa, pembayaran
kas kepada pemasok barang, dan pengeluaran kas untuk membayar karyawan.
2. Aktivitas Investasi

Kas dari suatu kegiatan investasi diperoleh dari penjualan dan pembelian aktiva
tetap atau aset jangka panjang.

Contoh : pengeluaran kas yang untuk membeli mesin produksi, penerimaan kas
hasil dari penjualan tanah, serta penerimaan kas hasil dari saham.

3. Aktivitas Pendanaan

Kas dari suatu kegiatan pendanaan mengakibatkan berubahnya kontribusi modal


dan pinjaman entitas, baik dalam jumlah maupun komposisinya.

Contoh : kas yang telah diterima dari emisi obligasi, serta kas yang dibayarkan
kepada pemegang saham untuk dapat menebus saham perusahaan.

3. Pada tanggal 20 Desember 2018 dibeli persediaan dagang senilai Rp.20 juta, tetapi
pembayaran atas pembelian tersebut akan dilakukan pada 10 Januari 2019.
Dengan menggunakan basis akrual, perusahaan mengakui bahwa transaksi
pembelian terjadi pada tanggal 20 Desember 2018 sehingga pencatatanpun
dilakukan pada tanggal 20 Desember 2018. Jadi pencatatan transaksi sebagai berikut :
20 Desember 2018 Sediaan barang dagan Rp 20.000.000,- -
Utang dagan - Rp 20.000.000,-
Pada tanggal 20 Desember 2018, terjadi penambahan persediaan barang dagangan
senilai Rp 20.000.000,- yang menimbulkan bertambahnya utang dagang sebesar Rp
20.000.000,-. Akibatnya, jika perusahaan pada akhir tahun tanggal 31 Desember
2018 menyusun neraca basis akrual, di bagian aset bertambah akun (pos/rekening)
sediaan barang dagang senilai Rp 20.000.000,- lalu di bagian utang (kewajiban)
bertambah akun utang dagang senilai Rp 20.000.000,-

Pengakuan Transaksi melaui basis kas dicatat dengan jurnal tertanggal 10 Januari 2019
sebagai berikut :

10 Januari 2019 Sediaan barang dagan Rp 20.000.000,- -


Kas - Rp 20.000.000,-
Pada tanggal 10 januari 2019, terjadi penambahan sedian barang dagangan senilai
Rp 20.000.000,- yang menimbulkan berkurangnya Kas sebesar Rp 20.000.000,-

4. Contoh ilustrasi dengan kenaikan harga untuk menentukan penggolongan inflasi


berdasarkan tingkatannya yaitu :
Inflasi ringan adalah inflasi yang masih belum terlalu mengganggu keadaan ekonomi.
Inflasi ini dapat dikendalikan karena harga-harga naik secara umum, tetapi belum
mengakibatkan krisis di bidang ekonomi. Inflasi ringan nilainya di bawah 10% per
tahun. Contohnya : Di era sekarang rata-rata harga secangkir atau segelas kopi ada
di sekitar Rp 30.000,-. Nah harga tersebut berpotensi mengalami kenaikan setiap
tahunnya dikarenakan adanya inflasi. Perlu diketahui bahwa harga secangkir atau
segelas kopi di indonesia sendiri memiliki tingkat inflasi rata-rata 8%-10% per tahun.
Kita bisa lihat tabel dibawah:

Inflasi sedang belum membahayakan kegiatan ekonomi, tetapi inflasi ini dapat
menurunkan kesejahteraan masyarakat yang mempunyai penghasilan yang tetap.
Inflasi sedang berkisar antara 10% - 30% per tahun. Sebagai contoh, di Jakarta
sendiri harga rumahnya bermacam-macam. seperti di Jakarta Timur lebih tepatnya di
Pulo Gebang menjadi area yang cukup terjangkau di kawasan Jakarta, karena rata-
rata harga rumah di sekitar sini Rp. 300 juta hingga Rp. 500 juta untuk rumah ukuran
100 m2. Harga rumah terjangkau lainnya berada di Cibubur, Jakarta Timur dan
Ciracas yang rata-rata mencapai Rp. 500 juta hingga Rp.800 juta untuk rumah
ukuran 100 m2. Jika di rata-ratakan, harga rumah di Jakarta untuk rumah ukuran
tersebut mulai dari Rp. 300 juta untuk yang termurah, hingga Rp. 5 milyar untuk yang
termahal.

Dengan harga rumah yang sudah mencapai milyaran tersebut, sekarang sudah tahu
kan kenapa milenial diprediksi sulit untuk memiliki rumah? Terlebih lagi dengan
adanya inflasi yang mencapai 15% per tahun di sektor ini. Dengan asumsi tingkat
inflasi 15% per tahun, maka harga rumah yang tadinya hanya Rp 500 Juta bisa
menjadi lebih dari Rp. 2 Milyar dalam 10 tahun.

Inflasi berat, inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Pada kondisi
inflasi berat ini orang cenderung menyimpang barang. Orang tidak mau untuk
menabung karena bunga bank lebih rendah dari laju angkat inflasi. Inflasi berat
berkisar antara 30% - 100% per tahun.

Inflasi sangat berat atau Hiperinflasi. Inflasi jenis ini sudah mengacaukan kondisi
perekonomian dan susah dikendalikan walaupun dengan tindakan moneter dan
tindakan fiskal. Inflasi sangat berat ini nilainya di atas 100% per tahun.

5. Diketahui saldo kas pada 31 Desember tahun 2016 adalah 24.000. saldo kas pada
31 Desember tahun 2017 adalah 36.000, dengan angka indeks tahun 2016 adalah
100. Selanjutnya diketahui saldo kas pada tahun 2018 adalah 18.000.
Dari ilustrasi di atas buatlah analisis tren angka indeks tahun ke 2017 & 2018.
Jawab :
Analisis tren angka indeks tahun ke 2017 dan 2018 :
Angka indeks Tahun 2017 :
36.000 / 24.000 x 100 = 150
Angka indeks Tahun 2018 :
18.000 / 36.000 x 150 = 75