Anda di halaman 1dari 4

ENZIM DAN HORMON PADA PENCERNAAN

1. MULUT

Sebelum diserap, zat makanan kompleks yang dikonsumsi oleh manusia dan hewan harus
dipecah menjadi zat yang lebih sederhana yaitu, zat yang mudah larut, dan tidak larut.
Dalam rongga mulut, kelenjar ludah mengeluarkan berbagai enzim dan zat yang membantu
pencernaan dan mengusir kuman-kuman berbahaya.

1. Lipase lingual

Enzim lipase mencerna lipid atau lemak, dengan demikian bisa tahu ternyata pencernaan
lipid dimulai di mulut.

2. Amilase saliva

Pencernaan karbohidrat juga dimulai di mulut. Amilase, diproduksi oleh kelenjar ludah,
menghancurkan karbohidrat kompleks ke rantai yang lebih kecil, atau bahkan gula
sederhana. Amilase disebut juga sebagai enzim ptialin.

3. Haptocorrin

Haptocorrin juga dikenal sebagai R-factor, fungsinya membantu penyerapan vitamin B12.
Haptocorrin melindungi vitamin B12 dari kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung.
Setelah sampai di duodenum, ikatan B12-Haptocorrin terpisah oleh protease pankreas.

Vitamin B12 kemudian bisa berikatan dengan faktor intrinsik (IF) yang telah diproduksi
oleh sel parietal. Akhirnya, keduanya (vitamin B12 & IF) dibawa ke ileum melalui reseptor
cubam.

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis kelenjar ludah yang mendukung proses pencernaan :
 Kelenjar serosa : Kelenjar ini menghasilkan sekret yang kaya akan air, elektrolit,
dan enzim. Contohnya adalah kelenjar parotid.
 Kelenjar campuran : Kelenjar ini memiliki sel serosa dan sel mukosa, dan
mencakup kelenjar sublingual dan submandibular. Produksi sekresinya adalah
campuran serous dan mukous dan masuk ke mulut melalui duktus Wharton.

Kelenjar saliva mengeluarkan :

 Betain
Berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan sel sebagai osmolit.
 Bromelain
Sifatnya anti radang.
 Lisozim

Dalam makanan tentu saja tidak hanya mengandung berbagai nutrisi penting,
namun juga ada kuman seperti bakteri atau virus. Fungsi lisozim inilah
sebagai antiseptik yang terbatas dan tidak spesifik namun bermanfaat
dalam melumpuhkan kuman-kuman tersebut.

2. LAMBUNG

Asam HCl berfungsi

 Mengaktifkan Zimogen pepsinogen menjadi Enzim pepsin


 Sebagai disinfektan mematikan kuman
 Menonaktifkan enzim Ptialin yang bekerja di mulut jika jumlah sekresi HCl nya
jumlahnya sudah besar
 Merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
 Memacu terbukanya klep pyloric lambung sehingga Chime bisa turun ke usus 12 jari
 Merangsang tertutupnya klep isosekum duodenum karena asam
 Membuat pH lambung menjadi rendah
Hormon Gastrin berfungsi

 Memacu sekresi enzim pepsinogen


 Memacu keluarnya HCl (Asam Chlorida)

Enzim Renin berfungsi

 Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI).


 Pada bayi akan disekresi dalam jumlah besar dan akan berkurang banyak ketika
dewasa

Enzim Pepsin berfungsi

 Mengubah protein menjadi pepton

Mukus berfungsi

 Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.

3. USUS HALUS

 Disakaridase : Menguraikan disakarida menjadi monosakarida


 Lipase : mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
 Sukrase : mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
 Maltase : mengubah maltose menjadi dua glukosa
 Lactase : mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
 Erepsinogen : Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin
mengubah pepton menjadi asam amino.
 Hormon Sekretin : Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang
dihasilkan ke usus halus
 Hormon CCK (Kolesistokinin) : Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan
empedu ke dalam usus halus.
4. PANCREAS
 Bikarbonat : Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
 Enterokinase : Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta
mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi
asam amino.
 Amilase : Mengubah amilum menjadi disakarida
 Lipase : Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
 Tripsinogen : Tripsin yang belum aktif.
 Tripsin : memecah pepton menjadi asam amino
 Kimotripsin : Mengubah peptone menjadi asam amino
 Nuklease : Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
 Hormon Insulin : Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar
normal
 Hormon Glukagon : Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal