Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF

“STEROID”

DISUSUN OLEH :

NAMA : IRSAN JAYA

NIM : 515 18 011 309

KELAS : KONVERSI H

DOSEN PENGAMPU : ALHAM MUCHTAR, S. Si., Apt.

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNUVERSITAS PANCASAKTI

MAKASSAR

2019
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan segala Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat

menyelesaikan tugas makalah “Steroid” ini yang In Syaa Allah tepat pada

waktunya.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang perngertian, struktur, klasifikasi,

sumber, cara mendapatkan, identifikasi dan bahasan-bahasan lainnya yang

diperlukan sebagai penunjang terselesainya makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.

Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat penyusun butuhkan

untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Serta rasa

terima kasih penyusun ucapkan kepada berbagai pihak yang telah membantu

melengkapi isi dari makalah ini.

Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Amin…

Makassar, Juli 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Steroid...................................................................................... 3
B. Struktur Steroid.......................................................................................... 3
C. Klasifikasi Steroid ..................................................................................... 4
D. Sumber Steroid ........................................................................................ 10
E. Cara Mendapatkan Steroid .......................................................................11
F. Identifikasi Senyawa Steroid ....................................................................13
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tumbuhan merupakan sumber berbagai jenis senyawa kimia mulai dari


struktur dan sifatnya yang sederhana sampai yang rumit sekalipun. Berbagai jenis
senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan akan bernilai ekonomis dengan
adanya khasiat dan manfaat yang dimilikinya. Upaya pencarian tumbuhan yang
berkhasiat telah lama dilakukan baik untuk mencari senyawa barn ataupun
menambah keanekaragaman senyawa yang telah ada. Hasil pencarian tersebut
dilanjutkan dengan upaya pengenalan zat kemudian diidentifikasi khasiatnya dan
dijadikan sebagai bahan obat modern maupun ekstrak untuk fitofarmaka.
Indonesia terkenal dengan khasanah tanaman obatnya. Namun demikian,
penelitian sekaligus pengembangan tanaman obat Indonesia dirasakan belum
maksimal. Padahal, dunia barat kini diliputi semangat kembali ke alam, salah
satunya mencari upaya pengobatan melalui bahan-bahan yang tersebar di alam.
Telah berabad-abad lamanya masyarakat menggunakan obat tradisional
yang didasarkan pada pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun dan
mendapat perhatian serius oleh pemerintah untuk dikembangkan dalam upaya
peningkatan kesehatan masyarakat.
Salah satu komponen kimia yang terdapat dalam tumbuhan adalah steroid.
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil
reaksi penurunan dari terpena atau skualena.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan senyawa steroid?


2. Bagaimana struktur dari senyawa steroid?
3. Apa klasifikasi dari senyawa steroid?
4. Di mana terdapat senyawa steroid?
5. Bagaimana cara mendapatkan senyawa steroid?

1
2

6. Bagaimana cara mengidentifikasi senyawa steroid?

C. Tujuan

1. Mengetahui senyawa steroid.


2. Mengetahui struktur dari senyawa steroid.
3. Mengetahui klasifikasi dari senyawa steroid.
4. Mengetahui sumber senyawa steroid.
5. Mengetahui cara mendapatkan senyawa steroid.
6. Mengetahui cara mengidentifikasi senyawa steroid.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Steroid

Steroid adalah kelompok senyawa bahan alam yang kebanyakan


strukturnya terdiri atas 17 atom karbon dengan membentuk struktur dasar 1,2-
siklopentenoperhidrofenantren. Steroid memiliki kerangka dasar triterpena asiklik.
Ciri umum steroid ialah sistem empat cincin yang tergabung. Cincin A, B, dan C
beranggotakan enam atom karbon dan cincin D beranggotakan lima atom karbon.
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang
didapat dari hasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Senyawa yang
termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol, progesteron, dan
estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai
struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga
cincinsikloheksana dan satu cincin siklopentana.
Beberapa steroid bersifat anabolik antara lain testosterone, metandienon,
nandrolon dekanoat, 4-androstena-3 17-dion. Steroid anabolik dapat
mengakibatkan sejumlah efek samping yang berbahaya, seperti menurunkan rasio
lipoprotein densitas tinggi, yang berguna bagi jantung, menurunkan rasio
lipoprotein densitas rendah, stimulasi tumor prostat, kelainan koagulasi dan
gangguan hati, kebotakan, menebalnya rambut, tumbuhnya jerawat dan timbulnya
payudara pada pria. Secara fisiologi, steroid anabolik dapat membuat seseorang
menjadi agresif.

B. Struktur Steroid

Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang
membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis
steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang
diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin.

3
4

C. Klasifikasi Steroid

Steroid terdiri atas beberapa kelompok senyawa yang pengelompolannya


didasarkan pada efek fisiologis yang dapat ditimbulkan. Ditinjau dari segi
struktur, perbedaan antara berbagai kelompok ini ditentukan oleh jenis subtituen
R1, R2, dan R3 yang terikat pada kerangka dasar sedangkan perbedaan antara
senyawa yang satu dengan senyawa lain dari satu kelompok ditentukan oleh
panjangnya rantai karbon subtituen, gugus fungsi yang terdapat pada subtituen,
jumlah dan posisi gugus fungsi oksigen dan ikatan rangkap pada kerangka dasar
serta konfigurasi pusat asimetris pada kerangka dasar. Kelompok-kelompok
tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sterol

Lemak sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun
diturunkan dari kolestana dilengkapi gugus hidroksil pada atom C-3, banyak
ditemukan pada tanaman, hewan dan fungi. Semua steroid dibuat di dalam sel
dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau
fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di
atas terbuat dari siklisasi squalena dari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain
lemak sterol yang umum dijumpai.
Lemak sterol juga dikenal sebagai alkohol steroid, sebuah subkelompok
4
5

steroid dengan gugus hidroksil pada posisi ketiga dari cincin-A. Lemak sterol
bersifat amfipatik yang terbentuk dari acetyl-coenzyme A melalui jalur HMGCoA
reductase.
Lemak sterol nabati disebut fitosterol dan yang hewani disebut zoosterol.
Jenis zoosterol yang penting antara lain adalah kolesterol dan hormon steroid.
Sedangkan pada fitosterol dikenal campesterol, sitosterol, dan stigmasterol.
Ergosterol adalah lemak sterol yang ditemukan pada membran sel fungi yang
berfungsi layaknya kolesterol pada hewan.
Sebenarnya nama sterol dipakai khusus untuk steroid yang memiliki gugus
hidroksi, tetapi karena praktis semua steroid tumbuhan berupa alkohol dengan
gugus hidroksi pada posisi C-3, maka semuanya disebut sterol. Selain dalam
bentuk bebasnya, sterol juga sering dijumpai sebagai glikosida atau sebagian ester
dengan asam lemak. Glikosida sterol sering disebut sterolin.
64

2. Asam Empedu

Asam empedu adalah asam steroid yang diproduksi oleh hati dan disimpan
di dalam empedu. Asam empedu biasa ditemukan dalam bentuk asam kolik
dengan kombinasi dengan glisin dan taurin. Asam empedu utama (primer) yang
terbentuk dihati adalah asam kolat dan asam kenodeoksikolat. Di kolon, bakteri
mengubah asam kolat menjadi asam deoksikolat dan asan kenodeoksikolat
menjadi asam litokolat. Karena terbentuk akibat kerja bakteri, asam deoksikolat
dan asam litokolat disebut sebagai asam empedu sekunder.
74

3. Hormon Kelamin

Hormon kelamin dihasilkan oleh gonad dan adrenal yang diperlukan untuk
konsepsi, maturasi embrionik, dan perkembangan ciri-ciri khas seks primer dan
sekunder pada pubertas. Hormon kelamin pada umumnya merupakan turunan
steroid, molekulnya bersifat planar dan tidak lentur. Kerangka dasarnya adalah
cyclopentanoperhydrophenanthrene yang bersifat kaku.
Hormon kelamin dibagi dalam empat kelompok yaitu:
a. Hormon androgen (testosteron dan dihidrotestosteron)
b. Hormon estrogen (estradiol, estron, dan estriol)
c. Hormon progestin (progesteron)
d. Obat kontrasepsi
84

4. Hormon Adrenokortikoid

Hormon adrenokortikoid merupakan hormon steroid yang disintesis dari


kolesterol dan diproduksi oleh kelenjar adrenalis bagian korteks. Pengeluaran
hormon dipengaruhi oleh adreno cortico tropin hormon (ACTH) yang berasal dari
kelenjar pituitari anterior. Beberapa fungsi fisiologisnya berhubungan dengan
kardiovaskuler dari darah, sistem saraf pusat, otot polos dan stress.
Hormon adrenokortikoid terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Mineralokortikoid
Aktivitas mineralokortikoid mempengaruhi elektrolit (mineral) cairan
ekstrasel, terutana natriun dan kalium. Pada manusia, terutama adalah aldosteron.
b. Glukokortikoid
Glukokortikoid dapat meningkatkan glukosa darah, serta efek tambahan
pada metabolisme protein dan lemak seperti pada metabolism karbohidrat. Yang
termasuk dalam hormon glukokortikoid adalah kortisol atau hidrokortisol.
94

5. Aglikon kardiak

Aglikon kardiak dam bentuk glikosidanya lebih dikenal sebagai glikosida


jantung dan kardenolida. Tumbuhan yang mengandung senyawa ini telah
digunakan sejak jaman prasejarah sebagai racun. Glikosida ini mempunyai efek
kardiotonik yang khas. Keberadaan senyawa ini dalam tumbuhan mungkin
memberi perlindungan kepada tumbuhan dari gangguan beberapa serangga
tertentu.

6. Sapogenin

Sapogenin dan bentuk glikosidanya yang dikenal sebagai saponin.


Glikolisasi biasanya terjadi pada posisi C-3. Saponin adalah senyawa yang dapat
menimbulkan busa jika dikocok dalam air (karena sifatnya yang menyerupai
sabun, maka dinamakan saponin). Saponin bersifat amfifilik karena sapogenin
104

bersifat lipofilik serta sakarida yang hidrofilik. Saponin dapat membentuk busa
dan merusak membran sel karena bisa membentuk ikatan dengan lipida dari
membran sel. Pada konsentrasi yang rendah, saponin dapat menyebabkan
hemolisis sel darah merah. Dalam bentuk larutan yang sangat encer, saponin
sangat beracun untuk ikan. Berdasarkan sifat kimia saponin diklasifikasikan
menjadi 2, yaitu;
a. Saponin steroid, tersusun atas inti steroid (C27) dengan molekul karbohidrat.
Tipe saponin ini memiliki afek anti jamur. Contohnya: Asparagosida
(terkandung dalam tumbuhan Asparagus sarmentosus).
b. Saponin triterpenoid, tersusun atas inti terpenoid dengan karbohidrat.
Contohnya: Asiacosida

D. Sumber Steroid

1. Pepaya (Carica papaya)

Salah satu tumbuhan yang ditemukan mengandung senyawa steroid adalah


tumbuhan pepaya (Carica papaya L.), yang mengandung senyawa steroid
golongan sterol (campesterol) yaitu ergost-5-en-3b-ol. Daun pepaya (Carica
papaya L.), digunakan sebagai obat penyakit beri-beri, malaria, kejang perut,
penurun panas dan penambah nafsu makan .
114

2. Kulit batang Bakau Merah (Rhizophora stylosa)

Senyawa steroid yang terkandung dalam kulit batang Bakau Merah


(Rhizophora stylosa) merupakan campuran senyawa steroid yaitu, campesterol
(ergost-5-en-3-ol) dengan rumus molekul C28H48O, stigmasterol (stigmast-5,22-
dien-3-ol) dengan rumus molekul C29H50O. Tumbuhan tersebut biasanya
dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman pelindung pantai dari abrasi air laut,
bahan bangunan serta kayu bakar.

3. Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

Senyawa steroid yang terdapat dalam buah mahkota dewa adalah stigmast-
5-en-3𝛽-ol (𝛽-sitosterol).

4. Kulit Batang buah Maja

Senyawa steroid yang terdapat dalam buah maja adalah stigmasterol.

E. Cara Mendapatkan Steroid

1. Ekstraksi

Steroid merupakan golongan senyawa yang sebagian besar bersifat


nonpolar maka ektsraksinya biasanya juga menggunakan pelarut nonpolar
misalnya n-heksana atau petrelium eter. Dapat juga di gunakan pelarut etanol atau
methanol terlebih dahulu sebagai pelrut universal kemudian setelah diperoleh
ekstraksi partisis menggunakan pelarut nonpolar. Jika yang akan di isolasi adalah
senyawa steroid yang dterikat dengan gugus gula, maka ekstraksi dilakukan
dengan menggunakan pelarut semipolar atau bahkan pelarut polar tergantung pada
gugus gula yang terikat. Ekstraksi juga dapat di lakukan baik dengan pemansan
(soxhletasi) maupun tanpa pemanasan (maserasi) pada suhu kamar.

2. Pemisahan

Cara KLT steroid menyerupai KLT triterpenoid. Kadang-kadang dijumpai


campuran rumit beberapa steroid dalam jaringan tumbuhan tertentu dan
124

diperlukan cara yang lebih rumit untuk memisahkannya. Misalnya Steroid,


kolesterol, dan stigmasterol tidak mudah di pisahkan bila berada bersama-sama
dalam sampel, tetapi ketiganya akan terpisah dengan mudah jika di ubah menjadi
bentuk asetatnya. Cara lain adalah melakukan pemisahan menggunakan HPLC
preparative. Untuk memisahkan sterol umum dari turunan dihidronya (misalnya
sitosterol dan sitostanol) di perlukan KLT AgNO3. Eluen yang di pakai adalah
kloroform dengan penampak noda H2SO4. H2O (1:1).
Beberapa steroid dapat di pisahkan menggunakan menggunakan
kromatografi kolom atau KLTP dengan adsorben alumina dan eluen berupa
campuran sikloheksana-etilasetat dan campuran metilen diklorida-aseton.
Jika dalam sampel dipastikan terdapat saponin, maka sebelum dilakukan
pemisahan, ektrak yang diperoleh direaksikan terlebih dahulu dengan HCl 1 M
untuk menghidrolisis saponin tersebut hingga diperoleh aglikon sapogenin.
Pemisahan campuran sapogenin dilakukan denag KLTP denagn menggunakan
eluen campuran aseton-n-heksana atau campuran kloroform-CCl4-aseton.
Sapogenin akan muncul sebagai noda yang berwarna kemerahan setelah pelat
disemprot dengan antimony klorida dalam HCl pekat dan dipanaskan pada 110°
celcius selama 10 menit.
Jika pemisahan dilakukan terhadap saponin, maka adsorben yang dipakai
adalah selulosa. KLT dengan silica gel berhasil juga tapi dengan memakai eluen
seperti n-butanol yang di jenuhkan dengan air atau campuran kloroform-metanol-
air.
Beberapa glikosida jantung dapat dipisahkan dengan KLTP suatu arah
pada silica gel dengan menggunakan eluen berupa lapian atas dari campuran etil
asetat-piridin-air (1 arah) dan campuran kloroform-piridin (satu arah yang lain).
Beberapa campuran senyawa yang lain dapat dipisahkan menggunakan elusi
berulang pada pelat silica gel dengan eluen campuran etil asetat-metanol (elusi
dua kali) atau dengan eluen campuran kloroformmetanol- formamida (elusi empat
kali).
134

3. Rekristalisasi

Ekstrak pekat yang di peroleh di larutkan dalam 100 ml petroleum eter.


Kemudian campuran diuapkan sampai dicapai titik jenuhnya dan di biarkan
selama hingga terbentuk Kristal tak berwarna yang mengendap dengan titik leleh
138-144° C.

F. Identifikasi Senyawa Steroid

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid dari Kulit Batang Tumbuhan


Maja (Aegle marmelos (L.) Correa) Tumbuhan Algae marmelos (L.) Correa
merupakan salah satu jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan hujan tropis
Indonesia.Tumbuhan ini memiliki beberapa nama daerah seperti maja, gelepung,
maja gedang, maja lumut, maja pahit, maja paek, dan maos. Algae marmelos
berupa pohon dengan batang lurus, sampai 300 m di atas permukaan laut,
dahannya banyak duri. Durinya ada di dalam ketiak daun dengan panjang 2-3 cm.
Bagian dari tumbuhan ini banyak digunakan sebagai obat tradisional. Daun
tumbuhan Algae marmelos menghasilkan essensial oil yang mempunyai aktivitas
antifungal (obat anti jamur).

Berbagai hasil penelitian mengenai kandungan kimia pada tumbuhan ini


telah dilaporkan. Konstituen utama dari ekstrak daun diidentifikasi sebagai tannin,
skimmianin, essensial oil, sterol, triterpenoid, dan flavonoid. Hasil uji fitokimia
yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam kulit batang Algae marmelos
mengandung senyawa golongan steroid.
144

Bahan yang digunakan yaitu: pelarut organik (n-heksana, metanol,


kloroform), silika gel GF 254 (untuk KLT), silika gel 60 (35-70 mesh) (untuk
Kromatografi kolom), perealsi Liebermann-Burchard (untuk uji steroid). Alat
yang digunakan yaitu: seperangkat alat destilasi sederhana, neraca elektronik
balance Chyo model MP-300, pengisat gasing hampa R 114 Buchi dilengkapi
dengan sistem vacum Buchi B 169, sumber UV Iric Seisakusho tipe L5-D1, oven
mermer model 600, spektrofotometer inframerah, dan spektrofotometer NMR- 1H.
Serbuk kering kulit batang Algae marmelos diekstraksi dengan cara
maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipekatkan kemudian
difraksinasi menggunakan n-heksana lalu diuji steroid. Uji fitokimia dengan
menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard memberikan warna hijau,
menunjukkan bahwa isolat tersebut positif steroid.
Ekstrak n-heksana merupakan fraksi yang positif steroid kemudian
dipisahkan dengan cara kromatografi kolom menggunakan fase diam silika gel
dan dielusi (proses mengekstrasi zat yang umumnya padat dari campuran zat
dengan menggunakan zat cair) secara isokratik (komposisi fase gerak tetap)
menggunakan eluen (pelarut) n-heksana-kloroform (70:30).
Semua fraksi dianalisis menggunakan KLT. Fraksi yang sama digabung
berdasarkan pola noda yang sama dan diuji steroid. Fraksi yang positif steroid
(vial 15-22) menghasilkan kristal. Rekristalisasi dengan menggunakan methanol
sampai diperoleh steroid yang murni. Uji kemurnian dilakukan dengan
menggunakan KLT. Penentuan struktur molekul isolat murni dilakukan dengan
menggunakan spektofotometer inframerah dan spektrifotometer NMR-1H.
Dari keseluruhan data spektrum yang diperoleh, senyawa hasil isolasi
adalah senyawa steroid golongan sterol, yaitu stigmasterol. Hal ini berdasarkan
spektrum NMR-1H yang mirip dengan spektrum database stigmasterol. Struktur
stigmasterol adalah sebagai berikut:
154
164
4

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Steroid adalah kelompok senyawa bahan alam yang kebanyakan strukturnya


terdiri atas 17 atom karbon dengan membentuk struktur dasar 1,2-
siklopentenoperhidrofenantren.
2. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang
membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana.
3. Steroid terdiri atas sterol, asam empedu, hormon kelamin, hormon
adrenokortikoid, aglikon kardiak, dan sapogenin.
4. Steroid terdapat pada tumbuhan, diantaranya pada: pepaya, kulit batang bakau
merah, buah mahkota dewa, dan kulit batang buah maja.
5. Senyawa steroid didapat dari ekstraksi, pemisahan, dan rekristalisasi.
6. Salah satu identifikasi senyawa steroid ialah pada kulit batang buah maja, yaitu
stigmasterol dari golongan sterol.

17
4

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, W.F. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. EGC. Jakarta.

Kristanti, A.N., dkk. 2008. Buku Ajar Fitokimia. Airlangga University Press.
Surabaya.

Mukharromah, R.R. dan Suyatno. 2014. Senyawa Metabolit Sekunder dari


Ekstrak Diklorometana Kulit Batang Bakau Merah (Rhizophora stylosa).
Journal of Chemistry. 3(3).

Saleh, Chairul. 2009. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid dari Kulit Batang
Tumbuhan Maja (Aegle marmelos (L.) Correa). Jurnal Kimia
Mulawarman. 7(1)

Slamet, M. Dan Rahayu, A. 2013. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Steroid dari
Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa). Digital Rposotory UNILA.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asam_empedu

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Estrogen

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lemak_sterol

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Progesteron

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Steroid

18