Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

Non Traditional Machine (Proses Kerja Mesin Perkakas Non Konvensional),


AJM (Abrasive Jet Machining), AWJM (Abrasive Water Jet Machining), WJM
(Water Jet Machining), USM (Ultarasonic Machining)

Dosen Pengampu :
Ir. Bakhtiar, ST, MT, IPM

Di Susun Oleh :
Salwati
Syaprin Aminullah (180130067)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya
sehingga tugas makalah Mata Kuliah Proses Produksi dapat terselesaikan.
Sholawat serta doa dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad
SAW beserta para pengikutnya.
Kami sebagai penulis makalah ini juga sangat berterima kasih kepada
bapak Ir. Bakhtiar ST, MT, IPM sebagai dosen pengampu mata kuliah Proses
Produksi yang selalu membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami sebagai penuulis juga berharap bahwa makalah ini dapat
memberikan sumbangan pikiran yang mampu memberikan dampak baik bagi
masyarakat. Masukan yang bersifat membangun juga penulis harapkan
untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua.Amin.

Lhokseumawe, 12 Oktober 2019

Tim Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini produksi dan operasi adalah unsur penting dalam sebuah
perusahaan. Kelangsungan hidup mati suatu perusahaan terdapat pada produksi
dan operasinya. Perusahaan dapat berjalan sebagaimana seperti perusahaan lain
jika dalam perusahaan tersebut ada kegiatan produksi dan operasi. Kegiatan
produksi dan operasi merupakan kegiatan menciptakan barang dan jasa yang
ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Kegiatan ini dalam banyak perusahaan
melibatkan bagian terbesar dari karyawan dan mencakup jumlah terbesar dari
asset perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan produksi dan operasi menjadi salah
satu fungsi utama perusahaan. Melalui kegiatan produksi dan operasi segala
sumber daya masukkan perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan keluaran
yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang jadi,
barang setengah jadi dan jasa. Bagi orientasi pada laba, produk ini akan dijual
untuk memperoleh keuntungan. Hal baku dalam hal ini adalah sebagai bagian
dari aktifa yang meliputi bahan baku, ataupun barang setengah jadi yang akan
mengalami suatu proses produksi. Pada prinsipnya persediaan bahan baku
ditujukan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya jalannya operasi
perusahaan yang harus dilakukan secara berurutan dalam upaya memproduksi
barang jadi atau produk.
Proses permesinan non-tradisional banyak digunakan untuk pembuatan
geometris presisi suku cadang untuk dirgantara, elektronik dan industri otomotif
kompleks dan bagian seperti dalam rongga internal miniature mikroelektronika
dan komponen berkualitas baik hanya dapat ada dirancang secara geometris
berbeda dihasilkan oleh proses permesinan non-tradisional.Proses aplikasi
industri diterapkan etcants kimia dan bahan-bahan mesin.makalah ini bertujuan
untuk memberikan rincian tentang mesin kimia.
Pada makalah ini akan dibahas tentang Non Traditional Machine (Proses
Kerja Mesin Perkakas Non Konvensional), AJM (Abrasive Jet Machining),
AWJM (Abrasive Water Jet Machining), WJM (Water Jet Machining). Dan USM
(Ultrasonic Machining).

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang kami ambil adalah sebagai berikut :
1. Apa itu non traditional machine ?
2. Bagaimana proses kerja mesin kerja non konvensional ?
3. Apa itu AJM, AWJM, WJM, dan USM ?
4. Apa saja kegunaan dari AJM, AWJM, WJM, dan USM ?
5. Bagaimana cara kerja dari AJM, AWJM, WJM, dan USM
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Proses Permesinan Nontradisonal (Non Traditional Machine)


Proses permesinan nontradisional adalah suatu proses pemotongan atau
pembentukan material dengan menggunakan pahat berupa pahat non
konvensional, berupa :
1. Material
2. Termal
3. Elektrik
4. Kimia
Perbedaan dengan jenis proses permesinan lain yaitu terletak pada pola
pemotongan antara benda kerja dengan pisau pahat yang tidak terjadi kontak
langsung.
Permesinan non konvensional sangat diperlukan dalam :
a. Pemotongan material logam dan non logam baru.
b. Pemotongan dengan bentuk irreguler dan kompleks
c. Untuk mrnghindari cacat pada permukaan akaibat pemotongan
konvensional.

2.2 Jenis - Jenis Permesinan Nontradisional


Berdasarkan energi yang digunakan, proses permesinan nontradisional
dapat dibagi atas empat kategori :
1. Permesinan ultrasonik (ultrasonic machining, USM).
2. Pemotongan pancaran air (water jet machining, WJM).
3. Pemotongan pancaran air abrasif (abrasive water jet cutting, AWJC).
4. Permesinan pancaran abrasif (abrasive jet machining, AJM).

1. Permesinan Ultrasonic (Ultrasonic Machining, USM)


Pengerjaan partikel abrasif karena adanya tumbukan oleh partikel
tumbukan terjadi karena penggetaran pahat. Permesinan ultrasonic adalah
permesinan yang menggunakan campuran air dengan partikel abrasif (slurry),
digerakkan dengan kecepatan tinggi ke suatu benda kerja, dengan menggetarkan
perkakas pada amplitudo yang rendah yaitu sekitar 0,003 in, (0,076 mm) dan
frekuensi tinggi mendekati 20.000 Hz.
Prinsip permesinan ultrasonik (USM) :
 Frekuensi tinggi rendah amplitudo energi ditransmisikan ke alat perakitan.
 Alat bergetar, dikombinasikan dengan bubur kasar, seragam abrades
materi, meninggalkan kebalikan gambar yang tepat dari bentuk alat.
 Dalam proses UM, sinar listrik frekuensi rendah diterapkan pada suatu
transduser yang mengubah energi listrik menjadi frekuensi tinggi (-20 Hz)
getaran mekanik.
 Energi mekanik ini ditransmisikan ke perakitan tanduk dan alat dan
menghasilkan gerakan yang searah dan alat pada frekuensi ultrasonik
dengan amplitudo diketahui. Amplitudo standar biasanya kurang dari
0,002. Tingkat daya untuk proses ini adalah pada kisaran 50 – 3000 watt.
Tekanan diterapkan pada alat dalam bentuk beban statis.
Perkakas berisolasi dengan arah tegak lurus terhadap permukaan
benda kerja, dan partikel abrasif akan mengikis benda kerja sedemikian rupa
sehingga dihasilkan bentuk yang sesuai dengan bentuk perkakas seperti
ditunjukkan dalam gambar.1.

Gambar 1

Amplitudo vibrasi harus diatur mendekati sama dengan ukuran butir


partikel, sedang celah antara perkakas dengan benda kerja harus diatur sekitar dua
kali ukuran butir partikel.
Gambar.2 menunjukkan hubungan antara osilasi frekuensi dan amplitudo
dengan kecepatan pembentukan gram (MRR) pada proses USM.

Gambar.2 Hubungan antara osilasi frekuensi dan amplitudo dengan kecepatan


pembentukan gram (MRR) pada proses USM

Keuntungan dari mesin ultrasonik adalah :


 Proses ini non termal, non kimia, dan non listrik meninggalkan sifat kimia
dan fisika dari benda kerja tidak berubah
 Proses mesin dengan kualitas tinggi dan biayanya rendah.
USM sangat cocok sekali digunakan pada :
 Pembuatan lubang, baik dengan penampang yang bundar maupun yang
tidak beraturan.
 Proses coining, khususnya untuk material yang mudah digunakan untu
proses USM, misalnya kaca keramik dan material yang getas dan rapuh.
 Pembuatan ulir luar dengan bantuan fixture khusus dimana benda kerja
dpat berputar dan bergerak translasi bersamaan.
 Mesin ultrasonik dapat membentuk sesuatu yang sangat rumit dan dapat
untuk lebih dekat toleransinya (+/- 0,01 mm) dengan mesin generator yan
dirancang dengan baik. Bentuk geometris yang rumit dan 3D.

Alat yang digunakan dalam permesinan USM, yaitu :


 Tools Holder
Bentuk alat pemegang berbentuk silinder atau kerucut yang membantu
dalam memperbesar getaran tool up, harus bebas dari goresan, dan untuk
mengurangi kelelahan. Tools ini biasanya memiliki panjang 25 mm,
ukurannya sama dengan ukuran lubang dikurangi 2 kali ukuran abrasive.
 Horn/Tanduk
Berbentuk meruncing atau kerucut, melengkung dan bertingkat.

Adapun cara perawatan permesinan USM, yaitu :


 Pemberian pelumasan pada batang pembawa tool dan komponen lainnya
yang melakukan kerja gesek
 Penggantian tool yang mendapat kontak langsung dengan abrasif dan
benda kerja.
 Pengecekan nosel, saluran cairan dan abrasif.
 Pembersihan area mesin yang terbuka karena sering terkena abrasif dan
hasil aktivitas mesin.
 Pembersihan tank penampung slurry.
 Pengontrolan komponen utama yang menghasilkan gerak ultrasonik.

Kelebihan dari USM, yaitu :


 Dapat digunakan untuk proses permesinan yang keras, mudah pecah dan
material-material nonkonduktif.
 Tidak terjadi perubahan pada struktur mikro material baik secara fisik
maupun kimia.
 Dapat melakukan permesinan terhadap material nonkonduktif yang
sebelumnya tidak dapat dilakukan proses permesinan menggunakan EDM
dan ECM.
 Tidak menimbulkan distorsi pada benda kerja.
 Dapat dikombinasikan pada proses permesinan lain seperti EDM dan
ECM.
 Banyak variasi yang bisa dikerjakan oleh USM termasuk pembentukan 3D.
 Hampir tidak terbatas dalam model bentuk termasuk bulat, persegi dan
berbentuk aneh.

Kekurangan USM, yaitu :


 USM memiliki angka material rate removal yang rendah (maksimum 25
mm/menit).
 Tidak dapat membuat lubang yang terlalu dalam, hal ini dikarenakan
pergerakan aliran slurry yang terbatas.
 Angka tool will rate yang tinggi menyebabkan proses pergantian
berlangsung cepat (sekitar 1:1 sampai 1>200).
 USM hanya dapat digunakan apabila tingkat kekerasan material yang
hendak dilakukan proses permesinan berada diatas angka 45 HRC.
 Ongkos produksi relatif mahal karena tools cepat haus.

2. Pemotongan Pancaran Air (Water Jet Machine, WJM)


Pemotongan pancaran air (WJM); menggunakan aliran air halus dengan
tekanan dan kecepatan tinggi, yang diarahkan pada permukaan bendakerja
sehingga menyebab-kan bendakerja terpotong seperti ditunjukkan dalam
gambar.3. Proses pemotongan ini juga disebut pemesinan hidrodinamik.

Gambar 3. Pemotongan pancaran air


Keterangan :
1) air bertekanan tinggi
2) permata/ruby/berlian
3) abrasif
4) pelindung
5) air jet pemotong
6) benda kerja
Kecepatan tinggi air yang keluar dari permata menviptakan ruang hampa
yang menarik abrasive dari garis besar, ysng kemudisn bercampur dengan air
dalam tabung pencampuran.
Untuk mendapatkan aliran air yang halus digunakan pembukaan nosel
dengan diameter sekitar 0,004 sampai 0,016 in (0,1 sampai 0,4 mm). Agar
diperoleh aliran dengan energi yang cukup untuk pemotongan, digunakan
tekanan di atas 60.000 lb/in2 (400 Mpa), dan pancaran mencapai kecepatan di atas
3000 ft/sec. (900m/s).
Cairan ditekan sesuai tingkat yang diinginkan dengan menggunakan
pompa hidraulik. Sebagai cairan pemotong biasanya digunakan larutan polimer
karena cendrung menghasilkan aliran yang lebih menyatu (coherent stream).
Aliran cairan dari nosel dapat diatur besarnya, untuk material yang tipis
pembukaan diatur lebih kecil agar dihasilkan pemotongan yang lebih halus.
Cara kerja dari WJM ini adalah air di dorong dengan tekanan tinggi hingga
2000 – 8000 bar melalui nosel sampai dengan kecepatan supersonic 600 – 1400
m/s. Dengan diameter jet nosel <0,8 mm. Dan bisa memulai memotong dari mana
saj. Jarak antara nosel dan bend kerja sekitar 3,2 mm.
Parameter dalam proses WJM adalah :
 jarak antara nosel dan permukaan bendakerja (standoff distance).
 diameter pembukaan nosel, tekaNan air dan kecepatan potong.
Jarak antara pembukaan nosel dengan permukaan bendakerja harus diatur
sekecil mungkin untuk menghindari adanya percikan aliran cairan. Jarak yang
umum digunakan adalah 1/8 in (3,2 mm). Ukuran pembukaan nosel berpengaruh
terhadap ketelitian pemotongan, pembukaan kecil digunakan untuk pemotongan
halus pada material yang tipis, sedang untuk memotong material yang lebih tebal
dibutuhkan pancaran aliran dan tekanan yang lebih besar pula. Kecepatan
pemotongan yang sering digunakan dari 12 in./min (5 mm/s) sampai di atas 1200
in./min (500 mm/s).

Karakteristik WJM :
 Menggunakan kecepatan yang sangat tinggi, aliran partikel abrasive
(20.000 – 90.000 psl) yang dihasilkan oleh sebuah jet pompa air intensifier.
 Dalam pengerjaan, tidak mengalami kerusakan pada benda kerja,
permukaan yang panas atau pinggirannya.
 Sudut yang terbentuk kurang dari 1 derajat digunakan pada kebanyakan
pemotongan yang dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali dengan
memperlambat proses pemotongan.
 Jarak nosel dan benda kerja mempengaruhi guritan.
 Digunakan pada bahan yang sensitif terhadap panas, bahan yang halus
ataupun bahan yang keras.
Salah satu dari berbagai bahan yang tidak bisa dipotong dengan WJM
adalah angry glass. Karena kekuatannya ketika kita akan memotongnya benda itu
akan hancur menjadi fragmen kecil seperti yang dirancang untuk melakukan
penghancuran.

Karena WJM dengan menggunakan air dan kasar. WJM dapat bekerja pada
beebagai bahan, seperti ;
 Tembaga, kuningan, aluminium
 Pre-pengerasan baja
 Mild baja
 Exotic materials, seperti titanium
 304 stainless stell
 Bahan rapuh seperti kaca, keramik, kuarsa dan batu
 Bahan-bahan mudah terbakar
WJM sangat efektif digunakan untuk memotong alur yang sempit dalam
bendakerja datar seperti plastik, tekstil, komposit, ubin, karpet, dan kulit dengan
ketebalan lebih dari 18 in. Tanpa membentuk bekas warna. Materual dan
kecpatan ideal tergantung pada berbagai faktor, termasuk bahan, bentuk bagian
tersebut, tekanan air dan jenis abrasive. Mengontrol kecepatan nosel abrasive jet
sangat penting untuk efisien dan ekonomis mesin.
WJM juga memainkan peran besar sebagai salah satu bagian dalam proses
manufaktur yang lebih besar. Sebagai contoh WJM sering digunakan untuk mesin
fitur ke bagian yang sudah ada atau untuk melakukan pra-mesin untuk
menghilangkan material sebelum menyelesaikan presisi mesin lain.

Keuntungan WJM :
 Tidak menhghasilkan limbah beracun
 Digunakan untuk permesinan skala besar, bahan yang sensitif terhadap
panas dan bahan yang sangat keras
 Tidak menghasilkan kerusakan akibat panas ke permukaan atau tepi benda
kerja karena menggunakan air sebagai media pemotongan
 Air masih bisa digunakan lagi dengan melewati proses daur ulang
 Tidak memerlukan penajam
 Mudah diintegrasikan dengan sistem otomatis
 Dapat memotong profil kompleks dengan waktu singkat
 Mampu memotong benda rapuh dan ulet maupun lunak
 Proses pemotongan bersih

Kerugian WJM :
 Biaya awal untuk pembelian WJM tinggi, namun untuk proses produksi
selanjutnya bila diandingkan dengan peralatan lain sangat murah serta
menghemat waktu pengerjaan,
 Perlu adanya perawatan khusus dan berkala karena air yang dicampur
dengan bahan abrasive dipaksa untuk melewati lubang yang sangar sempit
sehingga butuh perhatian yang khusus agar peralatan dalam kondisi yang
baik.

3. Pemotongan Pancaran Air Abrasif (Abrasif Water Jet Machining, AWJM)


AWJM adalah suatu mesin pemotong logam yang telah dikembangkan
menjadi mesin dengan sistem kendali komputer, dimana gerakan pemotongannya
penembakan air bertekanan tinggi ke benda kerja yang mana dicampur dengan
pasir abrasive. Sehingga ketika material ini menyentuh material kerja, maka
terjadilah proses pemotongan logam akibat gesekan dan tekanan tinggi oleh air
dan pasir abrasive tersebut. Teknologi pemotong jet logam telah ada sejak tahun
1970-an atau lebih.
Pemotongan pancaran air abrasif (AWJM); bila WJM digunakan untuk
benda kerja logam, maka biasanya harus ditambahkan partikel abrasif dalam
aliran pancaran. Partikel abrsif yang sering digunakan adalah oksida aluminium,
dioksida silikon, dan garnet (mineral silikat). Partikel abrasif yang ditambahkan
ke dalam aliran air sekitar 0,5 lb/min (0,23 kg/mil) setelah keluar dari nosel.
Parameter pada prosese AWJM sama dengan pada proses WJM, yaitu diameter
pembukaan nosel, tekanan air, dan jarak antara pembukaan nosel dan permukaan
benda kerja.
Diameter permukaan nosel berkisar antara 0,010 in. (0,25 mm) sampai
0,025 in. (0,63 mm), sedikit lebih besar daripada WJM. Tekanan air yang
digunakan hampir sama dengan WJM, sedang jarak antara pembukaan nosel
dengan permukaan benda kerja sedikit lebih kecil, untuk meminimalkan dampak
dari percikan cairan pemotong, yang sekarang mengandung partikel abrasif. Jarak
tersebut sekitar seperempat atau setengah dari yang biasa dipakai oleh WJC.
Cara kerja dari AWJM adalah gabungan dari AJM dan WJM dengan
perpaduan cairan 70% dan abrasive 60%. Dengan kecepatan aliran hingga 2,5
kecepatan suara, jarak antara nosel dengan benda kerja lebih kecil dari WJC.
Prinsip AWJM adalah menekan air dengan tekanan yang sangat tinggi dan
memungkinkan air untuk mengalir melalui suatu celah kecil yang biasanya
disebut lubang pencekik (orifice).

Kelebihan dari AWJM :


 Mampu memotong hampir seluruh material
 Mempunyai kecepatan potong ratusan kali lipat dari WJM bahkan
mungkin ribuan
 Tidak cocok untuk produksi massal karena biaya perawatan yang tinggi
 Tetap menghasilkan limbah sama seperti AJM
 Memiliki kemampuan potong dengan profil kompleks
 Tidak membutuhkan berbagai tool
 Mempunyai keunggulan yang sama dengan AJM dan WJM
 Tidak dapat memotong material lunak

Kekurangan dari AWJM :


 Biaya awal utuk pembelian water jet tinggi, namun untuk proses produksi
selanjutnya bila dibandingkan dengan peralatan lain sangat murah serta
menghemat waktu pengerjaan.
 Perlu adanya perawatan khusus dan berkala karena air yang dicampur
dengan bahan abrasive dipaksa untuk melewati lubang yang sangat sempit
sehingga butuh perhatian khusus agar peralatan dalam kondisi yang baik.

4. Pemesinan Pancaran Abrasif (Abrasive Jet Machine, AJM)


Pemesinan pancaran abrasif (AJM) adalah proses pelepasan material yang
menggunakan aliran gas kecepatan tinggi yang mengandung partikel-partikel
abrasif kecil seperti yang ditunjukkan pada gambar 4. Di sini digunakan gas
kering dengan tekanan 25 sampai 200 lb/in^2 (0,2 sampai 1,4 Mpa) dialirkan
melalui lubang nosel dengan diameter 0,003 sampai 0,040 in. (0,075 sampai 1,0
mm) pada kecepatan 500 sampai 1000 ft/min (2,5 sampai 5,0 m/s). Gas yang
digunakan adalah udara kering, nitrogen, karbon dioksida dan helium.
Untuk mengarahkan nosel pada benda kerja biasanya dilakukan secara
manual oleh seorang operator. Jarak antara ujung nosel dengan permukaan benda
kerja adalah sekitar 1/8 in. Sampai beberapa in. Tempat kerja harus disiapkan
dengan ventilasi yang cukup memadai untuk operator.

Gambar 4. Pemesinan pancaran abrasif

Cara kerja dari AJM adalah dimana proses pelepasan material yang
menggunakan aliran gas kecepatan tinggi yang mengandung partikel-partikel
abrasive dengan ukuran 14 – 15 mikrometer dengan tekanan gas 0,2 – 1,4 MPa
dengan kecepatan 2,5 – 5,0 m/s. Gas yang digunakan adalah udara biasa, nitrogen,
dioksida karbon atau helium. Sedangkan partikel abrasive adalah aluminium
oksid, silikon karbid, magnesium karbon, atau sodium bikarbonat.
AJM umumnya digunakan untuk proses penyelesaian seperti
pemangkasan, pembersihan, pemolesan dan sebagainya. Pemotongan dapat
dilakukan untuk material yang keras dan getas (sebagai contoh gelas, silikon,
mika dan keramik) yang berbentuk rata dan tipis. Abrasif yang sering digunakan
adalah oksida aluminium (untuk aluminium dan kuningan), karbida silikon
(untuk bahan baja tahan karat dan keramik), dan butir gelas (untuk pemolesan).
Ukuran diameter butir sangat halus berkisar antara 15 sampai 40 mikrometer, dan
untuk dapat digunakan ukuran tersebut harus seragam.

Adapun komponen – komponen pada AJM, yaitu :


 Sistem abrasive pengiriman
Sebuah aliran laju sederhana tetap abrasive yang diperlukan untuk
kelancaran memotong akurat.
 Sistem Kontrol
Secara historis air jet dan tabel jet abrasif pemotongan telah menggunakan
sistem kontrol tradisional CNC menggunakan alat mesin akrab “G-code”
 Pompa
Tekanan awal ultra-tinggi sistem pemotongan menggunakan pompa
hidraulik intensifier.
 Nozzle
Diameter lubang untuk noxxle jet abrasive adalah 0,25 – 0,35 mm
 Mixing Tabung
Tempat pencampuran dengan air tekanan tinggi
 Motion Sistem
Rangka untuk membuat bagian – bagian presisi, sebuah abrasive mesin jet
harus memiliki meja dan presisi gerak XY gerak sistem kontrol

Kemampuan dari AJM adalah :


 Dapat memotong benda logam yang rapuh, ulet, paduan dan juga benda
bukan logam
 Mampu menghasilkan limbah debu dari abrasive dan gas
 Mampu memproses penyelesaian seperti pemangkasan, pembersihan,
pemolesan dan sebagainya
 Tidak memerlukan penajam
 Biaya alat lebih dari WJM
 Tidak dapat memotong benda kerja lunak

Kekurangan dari AJM adalah :


 Proses yang lambat
 Lubang yang seragam sulit untuk didapatkan
 Sudut – sudut tajam tidak bisa didapat karena partikel – partikel abrasive
dapat membulatkannya
 Abrasive tidak dapat digunakan ulang karena kemungkinan terkena
kontaminasi yang mungkindapat menyumbat sistem