Anda di halaman 1dari 19

Penjabaran Kisi-Kisi USBN Seni Rupa 2019

1. Menentukan Urutan Agenda Kegiatan Pameran


1. Menentukan Tujuan Pameran
2. Menentukan Tema Pameran
3. Menyusun Kepanitiaan Kegiatan Pameran
4. Menentukan Waktu dan Tempat kegiatan Pameran
5. Menyusun Agenda Kegiatan Pameran
6. Menyusun Proposal Kegiatan Pameran

2. Menafsirkan Unsur-Unsur Display Pameran Seni Rupa


Unsur Karya Seni:

Karya seni menjadi hal penting pertama yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan dengan sangat
matang. Karya seni yang dapat ditampilkan dapat berupa karya seni 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Seperti
lukisan, patung, karya fotografi, kaligrafi, dll. Semakin banyak karya seni yang di tampilkan, semakin
beragam nilai yang dapat diambil oleh pengunjung dalam sebuah pameran. Namun, jumlah karya seni
yang dipertontonkan harus disesuaikan dengan tempat dan ruang yang ada sehingga tidak merusak
estetika.

Unsur Tempat:

tempat atau ruang juga merupakan unsur yang paling penting. Tempat atau ruang yang disediakan untuk
sebuah pameran haruslah mempertimbangkan jenis karya seni rupa yang di tampilkan. Karya seni rupa
seperti lukisan atau karya fotografi sebaiknya dilaksanakan di dalam ruangan karena bisa saja terjadi hujan
atau hal lain yang bersifat merusak karya. Sedangkan untuk karya seni lainnya seperti kerajinan dari batu,
semen, kayu atau logam dapat dilaksanakan di luar ruangan ataupun dalam ruangan. Namun begitu,
kedua tempat (outdoor & indoor) tetap harus mempertimbangkan unsur keamanan karya.

Usur Penyelenggara:
Penyelenggara pameran adalah sekelompok orang (biasanya tergabung dalam komunitas) yang mengatur
dan bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan selama pameran berlangsung. Penyelenggara
pameran menjadi penyambung lidah antara seniman dan pengunjung atau apresiator, khususnya jika
karya seni diminati untuk dibeli.

Unsur Pengunjung:

Apalah arti pameran tanpa pengunjung. Karena sejatinya, pameran adalah salah satu wadah bagi para
seniman untuk mendapatkan apresiasi dari khalayak umum. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengunjung
merupakan salah satu unsur yang paling penting. Maka dari itu, pihak penyelenggara selalu berusaha
sekuat tenaga untuk mengadakan pameran yang dapat memuaskan pengunjung. Tidak jarang,
penyelenggara menambahkan acara talkshow bersama seniman, ataupun penampilan dari band dalam
sebuah pameran untuk memeriahkan acara.

Unsur Peralatan:

Dalam sebuah pameran, karya seni rupa haruslah di display dengan sangat menarik dan menonjolkan
estetika dan keindahan dari karya seni tersebut. Tentunya hal tersebut harus dutunjang dengan peralatan
yang memadai seperti ligting, etalase, partisi.

3. Menentukan Kepanitiaan Pameran Seni Rupa


1) Ketua Panitia
Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggung jawab terhadap kelancaran
pelaksanaan pameran. Ketua dalam pelaksanaan tugasnya harus dapat berkomunikasi, bekerja sama
dengan baik, dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung dan menyukseskan kegiatan
pameran. Seorang ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas
pekerjaan.

2) Wakil Ketua
Secara umum tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas
kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti ketua atau
melaksanakan tugas ketua, apabila ketua berhalangan. Seorang wakil ketua harus memiliki sikap tegas,
jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

3) Sekretaris
Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi diantaranya adalah menulis
seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-surat pemberitahuan
kepada kepala sekolah, orang tua, kepada dinas terkait, apabila pergelaran tersebut akan dilangsungkan
di sekolah. Sedangkan apabila pameran tersebut akan diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat
izin dan dan pemberitahuan kepada instansi pemerintah yang berwewenang.
Tugas sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut dan menyusunnya sesuai
tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur. Selain itu, bersama ketua,
membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung. Sekretaris harus
memiliki sikap jujur, tangung jawab, dan tertib karena tugas sekretaris sangat erat hubungannya dengan
administrasi.

4) Bendahara
Seorang bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan
penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara harus juga
dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama
pameran berlangsung. Bendahara harus memiliki sikap jujur, tanggung jawab, teliti, dan cermat dalam
mengatur pengrluaran yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

5) Seksi-Seksi
Seksi-seksi dibentuk dalam rangka membantu tugas dan menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pembentukan seksi-seksi bisa berkembang sesuai kebutuhan acara yang akan digelar. Seksi-seksi harus
memiliki sikap jujur, bertangung jawab, dan disiplin dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Berikut
merupakan contoh dari seksi-seksi

a. Seksi Kesekretariatan
Seksi ini bertugas membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen tertulis seperti surat-menyurat,
penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

b. Seksi Sponsor
Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak,
untuk mmencukupi biaya pameran.

c. Seksi Publikasi dan Dokumentasi


Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan
surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan
sebagainya. Apabila dalam masalah pemberitahun tersebut ternyata memerlukan surat-surat izin dapat
berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran.
Seksi publikasi juga bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan
hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir), dokumentasi pameran ini sangat
penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.

d. Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang


Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran. Seksi ini selain
bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas mengatur denah dan penempatan karya yang
dipamerkan.
e. Seksi Stand
Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran,
mengatur (mengarahkan) pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran. Petugas
penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan
informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

f. Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya


Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang
ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya
(nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan
dipamerkan.

g. Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain) yang
digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan
ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi
pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

h. Seksi Keamanan
Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pameran khususnya
kemanan karya-karya yang dipamerkan.

i. Seksi Konsumsi
Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan dan penutupan
pameran. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan
kepanitian pameran.

j. Seksi Kegiatan
Seksi kegiatan bertugas mengatur jadwal berlangsungnya acara dan bertangung jawab atas
keberlangsungan acara.

k. Seksi Humas (Hubungan Masyarakat)


Seksi ini bertugas mengurus segala perijinan dengan pihak terkait yang akan digunakan atau diminta
bantuan dalam acara.

4. Menggunakan Format Penulisan Proposal Pameran


Format Penulisan Proposal Pameran
A. Latar Belakang
B. Dasar Kegiatan
C. Nama Kegiatan
D. Tujuan Kegiatan
E. Manfaat Pameran
F. Sasaran Kegiatan
G. Bentuk Kegiatan
H. Waktu Pelaksanaan
I. Pelaksanaan Kegiatan
Kepanitiaan
Pelindung, Penasehat, Pendamping, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi-Seksi
Tahap Konsep Pameran
Penentuan Objek, Tinjauan Lokasi, Waktu Pelaksanaan, Rancangan Biaya
Tahap Pembuatan Desain
Materi Pameran, Desain Layout, Desain Penunjang
J. Penutup

5. Menanggapi Fungsi Kurator Pameran


Secara umum Tim Kurator memiliki tugas, antara lain:
a. Mengamati dan menganalisis perkembangan seni rupa Indonesia dan seni rupa International.
b. Mempertimbangkan dan menseleksi karya dan kegiatan pameran di GNI
c. Membantu mempertimbangkan tata pameran tetap, sistem pendokumentasian dan kebijakan
pengelolaann koleksi
d. Melakukan kerjasama, bimbingan, edukasi, dan apresiasi seni rupa melalui kegiatan-kegiatan galeri

6. Menyebutkan Teknik Menata Display Karya Pameran


Teknik menata display harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Ruang Pameran
2. Pencahayaan
3. Penataan Karya
4. Gerak Manusia (Pengunjung) / Sirkulasi / Arus Lalu Lintas Pengunjung

7. Menjelaskan Fungsi Pameran di Sekolah


1. Meningkatkan kepercayaan diri siswa
2. Menghargai hasil karya siswa
3. Mengenali potensi seni siswa
4. Mengasah jia seni dan wirausaha
5. Meningkatkan apresiasi seni warga sekolah khususnya siswa disekolah.
6. Membangkitkan motivasi siswa berkarya seni.
7. Penyegaran dari kejenuhan belajar di kelas.
8.Motivasi berkarya visual lewat karya seni dan
9 Belajar berorganisasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
pameran.

8. Menentukan Tinjauan Nilai Estetis dalam Kritik Seni


Nilai estetis bersifat objektif berupa keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri
dan tampak secara kasat mata. Nilai estetis atau keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari
komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan objek yang membentuk kesatuan dan
sebagainya serta keselarasan dalam menata unsur-unsur visual.

Adapun nilai estetis yang bersifat subyektif berupa keindahan yang tidak hanya pada unsur-unsur fisik
yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang
melihatnya.

Menerapkan Proses Mengapresiasi Karya Seni


a. Kegiatan Mengamati
Dalam kegiatan mengamati terdapat beberapa proses, yaitu sebagai berikut.
1. Fisis, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh mata untuk mengamati dan menerima
rangsangan dari objek karya seni yang dilihatnya.
2. Fisiologis, yaitu suatu proses dalam menyalurkan rangsangan yang diterima
oleh indra melalui syaraf sampai ke otak.
3. Psikologis, yaitu aktivitas jiwa dan indra rasa untuk memahami objek fisik secara
realita dari apa yang diamati sehingga si pengamat dapat memberikan tanggapan
dan penggambaran terhadap objek pada saat mengamati karya seni.

b. Kegiatan Menghayati
Dalam menghayati karya seni, si penghayat akan turut terlibat langsung secara aktif dan selektif
terhadap karya yang dihayati. Si penghayat akan melakukan penyesuaian dan menerima nilai-nilai estetis
yang terkandung di dalam karya seni tersebut. Namun, ada kalanya si penghayat menerima sepenuhnya
seluruh objek yang sedang diamatinya secara tidak sadar dan tanpa kritikan. Menurut Theodor Lipps
pengalaman estetis seperti itu disebut juga sikap empathy.

c. Kegiatan Mengevaluasi
Kegiatan mengevaluasi adalah kegiatan melakukan penilaian terhadap karya seni sesuai dengan
pedoman, kaidah, norma, dan etika yang berlaku. Denga demikian, seorang apresiator atau kritikus dapat
memilah mana karya seni yang dianggap baik dan mana karya seni yang dianggap kurang baik. Ia juga
dapat menunjukkan dan mencarikan jalan pemecahannya demi penyempurnaan dalam
penciptaan karya seni berikutnya.

d. Kegiatan Berapresiasi
Pada tahapan kegiatan ini seorang apresiator telah bergerak di mana hati dan peraasaannya
hanyut bersama-sama dengan nilai keindahan yang mempesona. Ia seperti berada dalam karya tersebut.
Ia dapat merasakan sendiri apa yang dirasakan oleh si pembuatnya. Menurut Herbert Read dalam
bukunya The Meaning of Art mengatakan bahwa sikap tersebut berarti seorang apresiator telah mencapai
rasa simpathy.

9. Tinjauan Makna Pengalaman Estetik dalam Kritik Seni


Estetika sebagai Kritik dan Apresiasi Seni (Sastra)
Suatu karya seni yang dihasilkan tidak hanya dilihat dari segi keindahannya secara kasat mata
namun juga meliputi bagaimana kualitas keindahan dan bentuk-bentuk yang mempengaruhi nilai
kebudayaan, teknis dan psikologis dari sudut pandang penikmat, pengamat dan pembuat karya.
Permasalahan yang muncul terkait bagaimana seseorang pengamat menanggapi atau memahami sebuah
karya estetika atau karya sastra. Seseorang tidak hanya mengritik kualitas dari benda atau karya estetik
melainkan juga menelaah , menguraikan dan menjelaskan secara detail kualitas dan semua
keterkaitannya dengan nilai kebudayaan yang terkandung di dalam karya sastra atau seni tersebut.

Kritik Seni
Kritik seni adalah pemberian pendapat secara tertulis atau lisan tentang baik dan buruknya karya
seni atau tentang salah atau benar sebuah karya seni atau karya sastra. Kritik seni juga dipahami sebagai
pemberian penilaian terhadap sebuah karya. Pemberian penilaian termasuk menguraikan persoalan seni
dalam kaitannya dengan karya seni, nilai estetik dan seniman. Dalam memberikan kritik seni yang
berkualitas diperlukan pemahaman terhadap teori seni, kebudayaan, estetika, filsafat dan wawasan,
pengetahuan seni serta kemampuan berbahasa yang baik supaya kritik yang dihasilkan dapat dipahami
dan dimengerti bagi pembaca atau pendengarnya. Sebuah kritikan haruslah tidak merendahkan atau
menghina karya, ras, suku dan agama. Karena kritikan seni tidak hanya sekedar menyampaikan baik
buruk atau salah benar namun juga memberikan saran dan solusi. Pada dasarnya kritik seni untuk
meningkatkan kualitas seni menjadi lebih baik dan mendorong penciptanya untuk lebih mengeksplor
kemampuannya. Maka dari itu diperlukan adanya tolok ukur, standar yang digunakan sebagai dasar untuk
mengukur dan menilai sebuah karya sastra atau karya seni. Tolok ukur dasar digunakan kritikus sebagai
dasar dalam memberikan penilaian karya sastra.

10. Menilai Proses Berapresiasi Karya Seni Rupa


Apresiasi Seni
Apresiasi seni adalah proses memahami dan menikmati sebuah karya seni atau karya sastra yang
dihasilkan serta penghargaan terhadap penciptanya. Hal ini dilakukan untuk mencermati dan mengerti nilai
yang terkandung dalam karya seni terhadap segi estetiknya sehingga mampu memaknai karya tersebut
dan dapat menghargai karya yang dinikmatinya secara sadar. Beberapa unsur-unsur yang terdapat dalam
apresiasi adalah : gaya, teknik, tema, dan komposisi. Unsur tersebut dapat membantu pengamat dalam
merespon nilai estetik yang tidak bisa lepas dari konteks pembahasan estetika melalui proses
pengalaman sastra. Mengapresiasi sebuah karya disebut juga proses menafsirkan sebuah makna yang
terkandung. Apresiasi menuntut sebuah kepekaan estetik dalam mengamatinya. Pada dasarnya proses
pengalaman estetik merupakan interaksi dari karya sastra dengan penghayatnya. Interaksi ini terjadi
dengan adanya emosional di dalamnya. Namun terkadang pandangan estetik seni tidak bersifat absolut
yang artinya bisa berubah sesuai dengan zamannya dan pengamatnya. Mengapresiasi karya seni dengan
baik dapat membantu memperluas pengetahuan.

11. Mengklasifikasikan macam seni rupa murni


Seni Rupa Murni Berdasarkan Wujud dan Bentuknya :
Seni rupa 3 dimensi
Seni rupa murni 3 dimensi merupakan sebuah seni yang dimana mempunyai tiga unsur
yang membentuknya yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Dari tiga unsur tersebut membentuk
sebuah bentuk volume atau isi yang menjadikan sebuah karya seni rupa murni 3 dimensi ini
bisa dilihat dari segala arah.
Seni rupa 2 dimensi
Seni rupa ini hanya tersusun oleh dua unsur yaitu panjang dan lebar, karena hanya tersusun
oleh dua unsur maka seni rupa murni yang satu ini hanya dapa dinikmati dari arah tertentu
saja.
Contoh dan Jenis Seni rupa murni
 Seni lukis ( 2 dimensi )
 Seni grafis ( 2 dimensi )
 Seni fotografi
 Seni koreografi
 Seni kaligrafi
 Seni pahat
 Seni ukir
 Seni keramik
 Seni mozaik
 Sumber : hamparan.net

12. Macam-macam Seni Rupa Terapan


a. Seni Rupa Arsitektur
Seni rupa arsitektur atau bangunan ini adalah salah satu contoh seni rupa terapan yang berbentuk
bangunan. Contohnya kamu dapat lihat seperti rumah, kantor, tempat ibadah dan lainnya.
b. Seni Rupa Ilustrasi
Seni rupa ilustrasi adalah salah satu jenis karya seni berbantuk gambar ataupun foto. Nah, manfaat
dari seni rupa ini dapat menjelaskan suatu naskah. Dengan adanya gambar ataupun foto kita
sebagai manusia dapat memahami isi dari cerita yang ingin disampaikan oleh pembuatnya.
c. Seni Rupa Kriya
Seni rupa kriya ini juga disebut dengna kerajinan tangan, seni ini juga memiliki fungsi mengolah
bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Untuk membuar kerajinan tangan ini
bahan baku nya adalah bahan bekas yang dapat diolah menjadi benda-benda yang memiliki nilai
estetis dan bernilai pakai.
d. Seni Rupa Grafis
Seni rupa grafis juga salah satu contoh seni rupa yang dalam proses pembuatannya menggunakan
teknik cetak, nah biasanya bahan cetaknya menggunakan kertas. Seni rupa ini juga memiliki fungsi
sebagai alat komunikasi satu arah.
e. Seni Rupa Dekorasi
Seni rupa dekorasi adalah seni yang berfungsi untuk menghias sebuah ruangan menjadi indah.
Biasanya seni ini di praktekkan pada saat ada hajatan pernikahan ataupun ulang tahun.

13. PENILAIAN OBJEKTIF :


• Sejauh mana ekspresi didukung oleh kecakapan teknis.• Sejauh mana ekspresi didukung oleh
penggunaan unsur-unsur bentuk (garis, bidang, warna, dst.)• Karya dikatakan berhasil jika melebihi
ekspektasi kemampuan artistik penilai.• Jika karya memperluas ekspektasi kemampuan artistik penilai,
dapat dikatakan sebagai karya besar (masterpiece).

PENILAIAN SUBJEKTIF :
• Penilaian berdasarkan pada jenis pengalaman, bukan berdasarkan acuan pengalaman visual (masa lalu)
atau ekspektasi kemampuan artistik.• Memerlukan kemampuan memahami makna karya dalam kaitannya
dengan pengalaman manusia (human experience)• Memerlukan kematangan intelektual dan emosional
penilai (kemampuan memahami berbagai kenyataan)• Karya dikatakan berhasil jika menunjukkan
kedalaman komunikasi insight tentang pengalaman manusia; merangsang imajinasi.
14. Mengukur kwalitas …………….
Dalam menganalisis dan menanggapi karya seni rupa secara garis besar ada dua cara yang dapat
dilakukan, yaitu dengan menggunakan
ukuran subyektif, artinya menilai bagus tidaknya berdasarkan pertimbangan sendiri, misalnya karya ini
sangat bagus atau indah karena kita memandang benda seni itu amat menyenangkan.

ukuran objektif artinya, menilai bagus tidaknya karya seni atas dasar ukuran kenyataan dan objek (karya
seni rupa) itu sendiri. Bila karyanya memiliki ukuran secara objektif bagus, maka kita katakan bagus.
Demikian juga sebaliknya.
Setiap karya seni tentunya memiliki ciri khas, yang berbeda satu sama lain. Mengungkapkan karakteristik
karya seni rupa dua dimensi tentu berbeda dengan karya seni rupa yang tiga dimensi.
Karakteristik karya seni dua dimensi terilihat dari
(1) segi bentuk atau wujudnya;
(2) teknik yang digunakan dan
(3) fungsi serta maknanya.
Ketiga bagian itu saling berhubungan. Bentuk karya terwujud karena teknik dan proses pembuatan. Bentuk
juga berkaitan dengan kegunaan atau fungsi. Demikian bentuk berkait dengan makna. Untuk itu usaha
mengapresiasi karya seni rupa Nusantara yang ada di daerah anda akan memperhatikan ketiga ukuran
tersebut.

15. Menentukan karya berdasarkan pendekatan apresiasi seni rupa


Pendekatan mimetikPendekatan mimetik lebih menekankan hubungan antara karya seni dan kenyataan
yang ada.Pendekatan ini sangat cocok digunakan untuk mengapresiasi karya seni yang realistik dan
naturalistik, mengingat ukuran indah atau tidak indah secara langsung ataupun tidak langsung berkaitan
erat dengan wujud realitas yang sebenarnya. Pendekatan ini dapat diarahkan pada segi makna , isi atau
pesan yang sesuai dengan realitas kehidupan.
Pendekatan ekspresif
Pendekatan lebih memfokuskan hubungan antara karya dan ungkapan kejiwaan penciptanya.
Pendekatan ini digunakan ketika menghadapi karya-karya yang nilai ekspresinya sangat kuat.
Setiap karya memang bernilai ekspresi, namun ada pula karya seni yang secara spontan dan lugas
ditumpahkan oleh penciptanya.Karya ekspresif juga terkadang tidak memperhatikan kesesuaian
bentuk, warna, dan komposisi yang terdapat di alam nyata. Dalam karya ini tidak lagi berpedoman
pada kebersihan dan keindahan karya, tetapi kelihatan kotor dan carut marut dalam membuat karya
seni.
Pendekatan struktural
Pendekatan ini diarahkan untuk menganalisa bagian-bagian atau unsur-unsur seni. Unsur-unsur
tersebut saling terkait antara yang satu dengan lainnya. Secara umum kita dapat , mengamati
unsur-unsur tersebut diarahkan secara memusat (sentral) atau menyebar, atau unsur-unsur
tersebut bersifat simetris (seimbang) atau tidak simetris (tidak seimbang).
Pendekatan semiotic
Semiotik diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem lambang kehidupan manusia.
Pendekatan ini digunakan untuk memperhatikan hubungan antara objek benda dan pesan di balik benda.
Karena semiotik sama dengan simbol, maka setiap objek gambar dipandang sebagai simbol dimana
terdapat muatan makna.
Pada dasarnya karya seni adalah simbol-simbol yang mempunyai makna. Simbol disini dapat berupa garis,
warna, wujud, komposisi, suasana gelap terang ataupun teksturnya.Seni rupa terapan adalah merupakan
salah satu hasil karya seni rupa dari jaman pra sejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan-
penemuan benda seni rupa terapan.
Seni rupa terapan yang ditemukan pada jaman pra sejarah ini diperkirakan merupakan benda untuk
kegiatan berburu dan meramu, atau dengan kata lain hasil karya seni rupa yang digunakan untuk
kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa hasil karya seni pada jaman prasejarah antara lain berupa
kapak genggam dari batu (chopper), parigi, chalcedon (beraneka ragam batu) dan peralatan dari
tulang (bone culture), macam-macam tembikar, dengan motif sederhana, gelang, kalung, dan cincin
dari batu dan pakaian dari kayu, dan lain-lain.

16. Berikut adalah unsur-unsur seni rupa


1. TITIK
Tanda yang dibuat dengan satu kali tekan dengan alat lukis atau alat lukis
2. GARIS
Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan
posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan
menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua
buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat
muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi, bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat
menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, garis lingkar dan garis dapat berposisi tegak,
datar, dan melintang.
3. BIDANG/ RAUT
Rangkaian dari garis
Bidang Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran.
Bidang Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas.
Bidang Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag.
Bidang/ Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan
cat atau semburan cat dan sebagainya.
4. RUANG
Dalam bidang seni rupa, unsur ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman,
cekungan, jauh dan dekat. Dua bidang yang sama jenisnya misalnya lingkaran, akan memberikan
kesan yang berbeda jika ukuran ke dua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi
kesan luas sedangkan lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika ke dua lingkaran itu
berimpit akan memberi kesan dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberi kesan ruang yang
jauh.
5. WARNA
Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan
warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian
dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna
Tersier.Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna
pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah,
kuning, biru ).Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya
warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu
atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange.Warna Tersier Adalah
pencampuran dari dua warna sekunder.
6. TEKSTURE
Tekstur adalah sifat atau kualitas nilai raba dari suatu permukaan, oleh karena itu tekstur bisa halus,
licin, kasar, berkerut, dan sebagainya. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang di tangkap oleh
mata itu kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Kita dapat menentukan halus
kasarnya suatu permukaan juga dapat merasakan kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca,
batu, kayu. Sedangkan pada tektur semu kesan yang di tangkap oleh mata tidak sama dengan
kesan yang di tangkap oleh perabaan.
7. GELAP TERANG
Gelap terang berkaitan dengan cahaya, artinya bidang gelap berarti tidak kena cahaya dan yang
terang adalah yang kena cahaya. Goresan pensil yang keras dan tebal akan memberi kesan gelap
sementara goresan pensil yang ringan-ringan akan memberi kesan lebih terang. Gelap terang
dalam gambar dapat dicapai melalui teknik arsir yaitu teknik mengatur jarak atau tingkat kerapatan
suatu garis atau titik, semakin rapat akan menghasilkan kesan semakin gelap demikian sebaliknya.
Dan tugas dari seorang seniman adalah untuk menggunakan unsur-unsur tersebut agar menjadi komposisi
yang memiliki proporsi, balance,unity,intencity, compekciy dan emphasis

18. Menentukan prinsip pengolahan teknik kolase pada pembuatan karya 3 dimensi
Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca,
logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Selama bahan itu dapat dipadukan
dengan bahan dasar, akan menjadi karya seni kolase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang
membuatnya.
Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis, pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak
lagi memperlihatkan bentuk asal material yang dipakai. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang
digunakan harus tetap terlihat.
1. Siapkan bahan dari barang bekas, seperti koran, majalah, dan kertas. Media dan perangkat yang
dibutuhkan: kalender bekas/kertas gambar, pewarna, gunting pensil, dan lem.
2. Buat gambar bunga (atau gambar lain yang kalian inginkan) di kalender bekas/kertas gambar.
3. Rencanakan penempelan bahan bekas pada gambar yang sudah kamu buat. Bahan bekas diberi
pewarna terlebih dahulu.
4. Gunting atau sobek bahan bekas menjadi ukuran kecil.
5. Oleskan lem sedikit demi sedikit pada gambar yang akan ditempeli kertas.
6. Tempelkan guntingan atau sobekan bahan bekas tadi pada kertas.
7. Lakukan dengan rapi sesuai kreativitasmu. Usahan tempelan kertas tertata dengan rajin sehingga
hasil kolase juga rajin.

19. Fungsi patung :


1. Patung religi, sebagai sarana untuk beribadah, bermakna religius
2. Patung monumen, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
3. Patung arsitektur, berfungsi dalam konstruksi bangunan.
4. Patung dekorasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
5. Patung seni, untuk dinikmati keindahan bentuknya.
6. Patung kerajinan, yaitu patung hasil karya dari pengrajin.
7. Sebagai benda hias atau sebagai karya seni murni, dipakai untuk simbol seorang tokoh, dijadikan
identitas/judul suatu tempat.

20. KARYA 3 D
● Pengertian Karya 3 DimensiSeni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang memerlukan ruang, karena
mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tebal. Karena seni rupa tiga dimensi tidak mempunyai bidang datar
dan tidak datar, sehingga penempatannya berdiri lepas artinya tidak tergantung pada dinding sebagai
dasarnya, sebagai contohnya patung, seni bangunan, (arsitektur) dan seni terapan misalnya perabotan
rumah tangga.
● Dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai
(seni rupa terapan – applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja (seni rupa
murni-pure art). Perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda
pakai yang memilikifungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk
benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan.

21. Prinsip penciptaan seni kriya 3 dimensi


8 prinsip seni rupa :
1. Kesatuan
Kesatuan atau unity adalah prinsip yang menunjang bagaimana unsur-unsur dalam seni rupa saling
berpadu satu sama lain sehingga saling menunjang dalam membangun sebuah komposisi yang
menarik dan indah. Di antara prinsip prinsip seni rupa yang lain, kesatuan adalah modal awal yang
harus ditunjang oleh prinsip lainnya sehingga dapat menjadikan sebuah karya seni bernilai estetis.
2. Keselarasan
Suatu kesatuan unsur-unsur karya seni rupa hanya akan dikatakan indah dan memiliki nilai estetis
bila mereka berpadu dengan selaras. Keselarasan atau harmonis adalah kaitan kedekatan unsur-
unsur yang berbeda baik bentuk, pencahayaan, warna dalam menciptakan suatu keindahan.
3. Penekanan
Penekanan atau kontras adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari dua unsur yang
berlawanan dan saling berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah karya seni tidak bersifat
monoton. Dengan memberikan perbedaan yang mencolok pada bentuk, warna, dan ukuran sebuah
karya seni akan terlihat lebih menarik.
4. Irama
Irama atau rythm adalah prinsip yang mendasari pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur.
Pengulangan unsur-unsur seni rupa yang diatur bisa berupa garis, bentuk, atau variasi warna.
Pengulangan yang sama akan terasa statis, sedangkan pengulangan yang dilakukan secara
bervariasi akan menghasilkan irama harmonis yang dapat meningkatkan nilai estetika dari karya
seni yang dibuat.
5. Gradasi
Gradasi adalah susunan warna yang didasari pada tingkatan tertentu pada sebuah karya seni. Di
antara prinsip prinsip seni rupa, gradasi merupakan prinsip yang paling sering diterapkan dalam
pembuatan mozaik, karikatur, lukisan, dan seni rupa 2 dimensi lainnya. Gradasi akan membuat
sebuah karya menjadi lebih hidup.
6. Kesebandingan
Kesebandingan atau proporsi adalah prinsip seni rupa yang mengacu pada keteraturan dan
penyesuaian dari wujud karya seni rupa yang diciptakan. Sebagai contoh, ketika hendak membuat
lukisan manusia, pelukis harus pandai menyesuaikan ukuran antara mata, hidung, mulut, alis, dagu
dan bagian tubuh lainnya agar selaras. Begitupun dalam proses pembuatan karikatur. Ukuran-
ukuran dari unsur seni rupa yang terdapat di dalamnya harus berada dalam perbandingan yang
proporsional.
7. Komposisi
Di antara prinsip prinsip seni rupa yang lain, komposisi menjadi prinsip yang paling penting dalam
mendasari keindahan dari sebuah karya seni. Komposisi sendiri merupakan organisasi dari unsur-
unsur seni rupa yang disusun menjadi teratur, serasi, dan menarik.
8. Keseimbangan
Dan prinsip yang terakhir adalah keseimbangan atau balance. Keseimbangan adalah prinsip yang
bertanggung jawab pada kesan dari suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa
yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip kesemibangan akan menjadi daya tarik bagi para
penikmat karya seni.
5 teknik membuat karya seni 3D
1. Teknik Aplikasi
Sebuah karya hias dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam guntingan-
guntingan kain yang berbentuk hiasan seperti binatang, bunga maupun bentuk lainnya pada
sebuah kain lain sebagai hiasan.
2. Teknik Mozaik
Teknik membuat karya seni dengan cara menempel benda 3 dimensi yang diatur dan ditata dengan
sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.
3. Teknik Merakit
Teknik membuat sebuah karya seni dengan cara menyambung beberapa potongan bahan. Cara ini
disebut dengan merakit dan hasil karyanya disebut rakitan. Cara menggabungkan bahan tersebut
dapat dengan cara dipatri, disekrup, mengelas atau dengan cara lainnya.
4. Teknik Pahat
Teknik membentuk suatu karya seni dengan membuang bahan yang tidak dibutuhkan. Cara
membuatnya dapat memakai alat pahat, kikir dan martil. Biasanya bahan atau media yang dipakai
adalah bahan keras seperti batu, gips, kayu dan bahan lainnya.
5. Teknik Menuang atau Cor
Karya seni yang dihasilkan dengan cara menuang bahan cair yang dituang pada sebuah alat
cetakan. Setelah bahan cair tersebut mengeras, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Bahan cair
yang dipakai biasanya seperti semen, logam, gips atau karet.

22. (analisis penciptaan seni kontemporer)Seni rupa modern dan kontemporer tercipta atas pemberontakan
akan kejenuhan gaya2 yang sudah ada,dimana dianggap terkekang oleh berbagai aturan2. Maka pada
seni rupa modern dan kontemporer lebih bebas secara tehnik mengungkapkan ekspresinya,dan
diutamakan Centre of Interestnya hanya pada makna dari karya tersebut. - Salvator Yen Joenaidy

23. Seni rupa merupakan bagian dari seni yang karyanya dapat dilihat oleh 2 indera manusia, mata yang dapat
melihat dan menangkapnya serta kulit yang dapat merasakannya dengan rabaan. Kedua kesan tersebut
dapat diperoleh dari seni rupa melalui olahan titik, garis, bentuk, bidang, teksture, warna, dan volume
dengan memperhatikan kesesuainya semua varabel tersebut dengan estetika.

Dalam ilmu seni rupa, jika dilihat dari bentuk dan wujudnya, seni rupa dibagi menjadi dua bagian yakni seni
rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi yang terbagi dalam berbagai cabang seni rupa. Seni rupa 2
dimensi merupakan seni rupa yang bentuknya hanya memiliki panjang dan lebar saja sedangkan seni rupa
3 dimensi bentuknya memiliki ukuran panjang lebar dan tinggi.

Baik seni rupa 2 dimensi maupun seni rupa 3 dimensi memilik unsur – unsur yang digunakan dan kelolola
untuk membentuk kesatuan yang dapat menciptakan sebuah karya seni. Berbeda dengan seni rupa 2
dimensi, seni rupa 3 dimensi memiliki unsur yang lebih banyak karena wujud dan bentuknya yang lebih
kompleks. Pengelolaan unsur – unsur ini bertujuan untuk membentuk estetika dan keindahan yang dapat
dinikmati pada sebuah karya. Untuk memahami unsur yang ada pada seni rupa 3 dimensi,
24. Figuratif
adalah sebuah karya yang bersifat kiasan atau lambang, mereprentasikan karya seni dengan berbentuk
atau berfigurkan sebuah objek yang bisa berupa figur manusia, hewan, bentuknya sesuai, atau jelas. Bisa
berdasarkan suatu tokoh terkenal, atau figur fantasi, namun masih dalam bentuk atau form yang jelas,
sehingga memberikan kesan suatu keterampilan dan kesabaran mematung/melukis yang mengagumkan.

25. kata kontemporer


di dalam wacana seni rupa (terutama di Indonesia) menyandang makna yang cukup rumit, serta terus
berkembang. Pengertian kata contemporary (Inggris) sendiri berarti “sezaman” (pada zaman/periode waktu
yang sama), atau juga berarti “masa kini”. Namun, dewasa ini, di dalam wacana seni pascamodern, kata
contemporary mendapatkan pemaknaan yang lebih ketat, yaitu sebagai sebuah genre di dalam seni
dengan ciri-ciri tertentu. Contemporary Art kemudian menjadi kategori karya-karya seni yang
dipertentangkan dengan seni modern, karena mengandung ciri-ciri pascamodern. Dengan kata lain, seni
kontemporer adalah seni pascamodern.
Salah satu ciri yang ditengarai ada dalam seni kontemporer adalah menghilangnya batas-batas antarmedia
seni. Batas antara seni lukis dan seni patung, antara patung dan kriya, atau seni yang lain, menjadi
semakin cair.
Dalam kondisi seperti inilah kemudian muncul persoalan, ketika pada kenyataannya istilah-istilah seperti
“seni patung kontemporer” masih dipergunakan, karena di dalamnya terkandung paradoks, yaitu antara
patung yang bersifat “konvensional” dengan kategori “kontemporer” yang bebas konvensi.

26. Tujuan pembuatan patung konstruksi adalah menunjang dalam konstruksi bangunan dan bernilai
estetika atau keindahan.

Secara umum patung kontruksi digunakan untuk membuat patung dalam ukuran yang besar, seperti
patung jalesveva jayamahe di armatim Surabaya.)
27. Macam ruang lingkup seni rupa 2 dimensi:

 Grafis
 Lukis
 Kaligrafi
 Fotografi
 Arsitektur
 Kriya
 Iklan

28. Unsur - Unsur Iklan

 Attention ( perhatian ). Iklan yang baik harus dapat menarik perhatian masyarakat umum.
 Interest ( minat ). Setelah mendapat perhatian, maka harus ditingkatkan menjadi minat sehingga
timbul rasa ingin tahu secara rinci dalam diri konsumen.
 Desire ( keinginan ). Suatu cara utuk menggerakkan keinginan suatu konsumen.
 Conviction ( rasa percaya ). Untuk mendapatkan rasa percaya dalam diri konsumen, maka sebuah
iklan harus ditunjang berbagai kegiatan peragaan seperti pembuktian atau sebuah kata-kata.
 Action ( tindakan ). Tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar
membeli atau menggunakan produk dan jasanya..
29. Fungsi logo

 menjadi identitas diri agar bisa membedakan identitas dengan milik orang lain.
 menjadi bukti tanda kepemilikan. Hal ini agar dapat membedakan dengan milik orang lain juga.
 menjamin kualitas, mencegah pembajakan atau peniruan, menambah nilai positif.
 mengkomunikasikan informasi seperti nilai keaslian dan juga kualitas.
 properti legal sebuah produk ataupun organisasi.
30. Poster komersial bertujuan untuk mempromosikan barang,sedangkan poster sosial bertujuan sebagai
media publikasi agar masyarakat bisa membacanya dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada
dalam poster tersebut.
31. Bahan kain berkarakter halus dan kuat.
Kalau Anda memilih pakaian batik dari jenis kain katun, maka pilihlah kain katun yang halus (kalau diraba
permukaannya terasa halus) dan nyaman ketika dipakai (tidak terasa gatal dan panas). Bila Anda suka
bahan yang lemas dan jatuh, pilihlah jenis kain paris yang bertekstur halus, lembut dan terasa dingin bila
dipakai. Atau jika Anda menyukai bahan yang berserat tapi halus, maka pilihlah pakaian batik yang terbuat
dari bahan kain dobi.
Jenis bahan kain katun halus, kain paris dan kain dobi adalah bahan-bahan yang cukup kuat dan nyaman
dipakai.
32. URUTAN DALAM KEGIATAN BATIK
1. Nyungging, yaitu membuat pola atau motif batik pada kertas. Tidak semua orang bisa membuat
motif batik, sehingga pola ini dibuat oleh spesialis pola.
2. Njaplak, memindahkan pola dari kertas ke kain.
3. Nglowong, melekatkan malam di kain dengan canting sesuai pola. Pada tahap ini, motif batik akan
mulai tampak.
4. Ngiseni, memberikan motif isen-isen (isian) atau variasi pada ornamen utama yang
sudah dilengreng atau dilekatkan dengan malam menggunakan canting.
5. Nyolet, mewarnai bagian-bagian tertentu dengan kuas. Misalnya, gambar bunga atau burung yang
muncul di sana-sini.
6. Mopok, menutup bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ini diiringi dengan nembok, atau
menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.
7. Ngelir, melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh.
8. Nglorod, proses pertama meluruhkan malam dengan merendam kain di dalam air mendidih.
9. Ngrentesi, memberikan cecek atau titik pada klowongan (garis-garis gambar pada ornamen utama).
Untuk menghasilkan cecekan yang halus, digunakan canting dengan jarum yang tipis.
10. Nyumri, menutup kembali bagian tertentu dengan malam.
11. Nyoja, mencelupkan kain dengan warna coklat, atau sogan. Batik sogan adalah batik yang
berwarna dasar coklat, seperti batik yogya atau batik solo.
12. Nglorod, proses peluruhan malam kembali dengan cara merendam kain di dalam air mendidih
33. Cara Melukis

 Teknik aqurel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air (aquarel) dengan sapuan warna
yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan bernuansa transparan.
Agar menghasilkan sapuan yang tipis dan ringan, alangkah baiknya kamu menggunakan cat yang
sedikit encer.
Tips:
Pilihlah cat air yang berkualitas. Kertas yang paling sesuai adalah kertas aquarel. Tidak dipungkiri
memang, harga dan kualitas biasanya berjalan beriringan. Namun untuk kebutuhan bahan, bisa juga
disesuaikan dengan budget yang sudah disesuaikan.
Pilihlah kertas yang cocok. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai dengan teknik ini,
gunakanlah kertas aquarel. Walaupun dilihat dari segi harga relatif lebih mahal. Namun kamu juga
bisa menggunakan kertas gambar biasa.
Pilihlah kuas yang sesuai. Ada beragam merek kuas, pilih saja kuas dengan budget yang sudah
ditentukan.
 teknik seni lukis plakat

Berbeda dengan teknik seni lukis aquarel yang terkesan transparan. Teknik plakat merupakan teknik
melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik maupun cat minyak dengan sapuan tebal dan
komposisi cat yang kental. Sehingga memberi kesan yang colorfull pada setiap karya.
Teknik seni lukis ini sering digunakan oleh pelukis professional untuk menghasilkan lukisan yang
mempesona dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
 Teknik Spray
teknik seni lukis spray
pixabay.com
Teknik spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis.
Tujuan menggunakan teknik ini yakni untuk menghasilkan lukisan yang lebih halus dan tampak lebih
visual.
Kamu mungkin sering melihat grafiti di tembok-tembok jalan, itulah salah satu contoh melukis
dengan teknik spry.

 Teknik Pointilis
Teknik ini membutuhkan kesabaran yang lebih daripada teknik lukis lainnya, karena cara kerjanya
dengan menggunakan titik-titik untuk menghasilkan lukisan yang menawan. Sering kali para pelukis
menggunakan gradasi warna untuk mengatur gelap terang lukisan.
 Teknik Tempera
Teknik lukis tempera merupakan teknik melukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam
cat sebagai bahan perekat. Lukisan ini sebagian menggunakan kayu sebagai kanvasnya dan ada
juga yang langsung melukiskan ke tembok.
Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an.
Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan
teknik ini.
Teknik Seni Lukis Cat Minyak
Seni lukis cat minyak adalah proses melukis dengan menggunakan pigmen yang terikat dengan
media minyak pengering. Minyak pengering yang biasa digunakan seperti minyak biji rami, minyak
kenari dan minyak poppyseed.
Seorang seniman mungkin saja menggunakan minyak yang berbeda-beda dalam sebuah lukisan,
tergantung efek yang diinginkannya. Secara umum teknik seni lukis cat minyak dibagi menjadi
menjadi tiga, antara lain :

Teknik Basah
teknik seni lukis cat minyak
Teknik basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan
menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat diencerkan dalam kekentalan tertentu,
barulah di poleskan di atas permukaan kanvas.
Kuas yang biasa digunakan dalam teknik ini adalah kuas dengan bulu panjang.
Kelebihan:

Membutuhkan cat minyak yang relatif sedikit


Cat minyak yang menempel di palet masih bisa digunakan
Lukisan terlihat bersih dan proses memblok warga cenderung lebih cepat
teknik Kering

teknik seni lukis kering


Kebalikan dengan teknik basah, teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan linseed oil atau
minyak cat.
Kuas yang digunakan pada teknik kering haruslah dalam keadaan kering serta tidak berminyak.
Untuk teknik ini disarankan menggunakan cat yang baru keluar dari dalam tube.
Teknik kering cocok digunakan untuk melukis dengan kesan volume serta keruangan, seperti
naturalism, realism dan surelism.
Kelebihan:
Lebih mudah menghapus warna dengan menumpuk warna lain
Lebih mudah mengontrol detil lukisan
Lebih mudah membentuk objek, kesan ruang dan volume
Cat akan lebih cepat kering

Teknik Campuran
teknik seni lukis cat minyak
500px.com
Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik basah dan teknik kering. Dengan teknik campuran kita
bisa saling menutupi kekurangan dari teknik basah dan teknik kering.
Teknik ini diawali dengan menggunakan teknik kering terlebih dahulu baru kemudian disusul teknik
basah, dengan cara memblok warna sambil menambahkan intensitas minyak cat secara perlahan
hingga sampai tahap akhir lukisan.
Kelebihan:
Pewarnaan lebih cepat (dengan teknik basah)
Lebih mudah membentuk objek (dengan teknik kering)
Detil tampak lebih bagus
34. Bahan dan Alat Berkarya Seni
a) Bahan dalam seni rupa.
Bahan dalam seni rupa merupakan salah satu unsur yang melengkapi diantara alat dan media yang
sudah diterangkan di atas. Dalam artian bahan juga berperan dalam penciptaan karya seni, tanpa
adanya bahan tidak akan tercipta karya seni. Dan untuk menghasilkan sebuah karya seni memang
harus didukung oleh ketiga unsur tersebut, yaitu alat, media dan bahan. Penggunaan bahan menjadi
penting sebagai pendukung terciptanya sebuah karya seni. Dan pada intinya seni rupa itu mempunyai
bentuk dua dimensi dan tiga dimensi, maka dari itu bahan juga mengikuti bentuk tersebut. Bahan
pendukung dalam seni rupa di bagi dua yaitu, bahan dua dimensi dan tiga dimensi. Yang termasuk
bahan dua dimensi antara lain :
 Kertas.
Kertas tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, kertas sudah menjadi bagian yang penting dalam
kehidupan manusia. Kegunaan kertas dapat bermacam-macam, dalam konteks ini yang akan
dibahas adalah jenis kertas gambar. Secara historis terciptanya kertas dapat ditelusuri, kira-kira
bermula pada peradaban Mesir kuno. Dimana pada waktu itu kertas dibuat dari pohon papyrus
(semacam pohon palem). Selanjutnya pada tahun 105 masehi tepatnya di China dibuat secara
manual dari tumbuh-tumbuhan. Cara pembuatan kertas kemudian tersebar ke Jepang pada tahun
610, kemudian dibawa oleh orang Arab ke Mesir dan oleh orang Moor ke Spayol tahun 1150, dan
selanjutnya menyebar ke Eropa serta mencapai koloni Amerika pada tahun 1690.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan kertas yang semakin diperlukan dalam
kehidupan. Kira-kira pada abad ke 15 kertas mulai dibuat secara masinal(dengan mesin), dan dibuat
dalam skala besar.
Bersamaan pula dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johhanes Guttenberg. Dan sejak saat itu
kertas mulai banyak digunakan untuk membuat karya seni, seperti sketsa, gambar ilustrasi, gambar,
dll. Dalam pembuatan kertas secara modern terbuat dari bahan serat tumbuh-tumbuhan dan
dihaluskan serta melalui proses kimiawi. Dewasa ini kebanyakan bahan baku dari kertas adalah dari
bahan kayu.
Kertas gambar adalah kertas yang dipakai sebagai bahan landasan untuk melukis atau menggambar
dengan cat air, pastel, pensil warna dan sebagainya, serta dapat pula dipakai untuk seni grafis murni.
Kertas yang digunakan dalam seni lukis, biasanya terbuat dari batang pohon dan kapas.
Sedangkan untuk kwalitas yang lebih rendah dibuat dari serat kayu/pohon. Sedangkan jenis kertas
gambar memang banyak sekali jenisnya, disesuaikan dengan media yang dipakai. Dari mulai kertas
yang halus, kasar, berserat, sampai dengan bertekstur. Jenis kertas gambar antara lain manila,
padalarang, linen, canson, concord, karton, malaga.
Spesifikasi kertas untuk media arang gambar, konte, pensil warna, cat poster, dapat menggunakan
kertas jenis manila, canson, concord dan padalarang. Sedangkan untuk pastel minyak kertas yang
cocok digunakan adalah kertas karton atau malaga.
Dikarenakan karakteristik kertas ini mempunyai bulu halus dipermukaan kertasnya, sehingga dapat
menyerap partikel pastel yang digoreskan dipermukaan kertas. Untuk cat air yang mempunyai sifat
basah, biasanya digunakan jenis kertas canson yang khusus cat air. Jika sulit mendapatkan kertas
tersebut dapat diganti dengan kertas padalarang atau manila. Untuk membuat seni grafis dasar
cukup menggunakan kertas manila atau padalarang.
b. Kanvas (kain).
Kain atau yang lebih populer kita kenal dengan kanvas merupakan bahan atau landasan yang sering
dipakai untuk melukis. Sebelum kanvas dikenal untuk melukis pada zaman dulu yang digunakan
adalah papan kayu yang dirangkai. Pengertian dari kain adalah hasil anyaman/tenunan yang terdiri
dari benan-benang (serat/fibers) yang saling menjalin tegak lurus dan bertautan. Kain kanvas yang
sering dipakai untuk melukis harus liat, ulet dan kuat, dan tenunannya rapat serta serat benangnya
tegak lurus. Dan jenis kanvas ada dua yaitu kanvas jadi dan kanvas mentah. Kanvas jadi adalah
kanvas yang sudah diberi lapisan lem dan plamur, sehingga kanvas tersebut siap untuk dilukis.
Sedangkan kanvas mentah adalah kain yang masih dalam gulungan belum diplamur, sehingga
proses pembuatan plamur dilakukan sendiri. Untuk proses plamur pada kanvas mentah dapat
menggunakan lem kayu dan cat tembok atau dapat juga menggunakan cat genteng. Untuk proses
plamur minimal tiga kali lapisan, lapisan pertama lem lapisan kedua dan ketiga adalah cat tembok.
Untuk mendapatkan kanvas jadi dapat dicari di art shop dan juga toko alat tulis. Sedangkan kain
kanvas yang mudah didapat disekitar kita antara lain jenis kain katun, kain blacu, kain terpal, kain
mori, dan kain layar, dapat juga digunakan karung goni. Dan spesifikasi dari bahan kain adalah untuk
media jenis cat minyak, cat poster, dan dapat juga digunakan untuk seni grafis.
c. Hardboard.
Bahan yang satu ini idealnya dipakai untuk pembuatan cetakan pada seni grafis yaitu pada jenis
cetak tinggi. Hardboard merupakan bahan tipis sejenis triplek yang dibuat dari serbuk kayu yang
dipres dan melalui proses produksi. Jadi kenapa jenis hardboard yang dipakai untuk penggunaan
cetakan dalam seni grafis. Dikarenakan dalam pembuatan cetakan yaitu dengan cara dicukil,
sehingga hardboard dipakai karena permukaannya tidak keras sedikit lunak. Bahan yang satu ini
merupakan bahan yang dipakai pada seni rupa tingkat lanjut, sehingga pembahasaanya dirasa cukup.
d. Triplek.
Bahan yang satu ini dapat dikatakan media alternatif dalam melukis, khususnya dengan media basah.
Dapat juga dipakai untuk pembuatan cetakan pada seni grafis, tapi sedikit sulit dalam proses
pencukilan. Sebagai bahan yang tidak konvensional maka triplek tidak terlalu banyak dipakai untuk
melukis. Dimana kita tahu bahwa seni rupa tingkat dasar hanya menggunakan kertas dan juga
kanvas untuk melukis. Jika terpaksa menggunakan triplek sebagai bahan landasan untuk melukis,
maka media yang cocok menggunakan cat kayu atau cat besi. Tetapi triplek biasanya dapat juga
dipakai sebagai bahan untuk pembuatan seni patung.
e. Kaca.
Kaca mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, kita dapat memanfaatkan kaca untuk melengkapi
suatu bangunan, buat cermin, dll. Tetapi disisi lain kaca dapat juga digunakan untuk melukis, dan
lukisan pada kaca disebut dengan lukisan kaca. Untuk melukis dari bahan kaca media yang cocok
adalah menggunakan cat besi atau cat kayu. Dikarenakan sifat dari cat tersebut mempunyai sifat
yang lengket dan berbasis minyak. Tapi kaca juga merupakan bahan landasan dalam melukis yang
tidak utama. Bahan alternatif dalam menciptakan karya seni yang berbeda dan tidak biasa. Selain
dipakai untuk melukis, kaca dipakai untuk membuat ketrampilan yaitu pembuatan kaca patri. Kaca
patri (las/solder) salah satu jenis dekorasi yang hampir sama dengan mozaik, hanya saja bahan yang
digunakan dari potongan kaca bukan dari keramik.
35. Menafsirkan Karya Batik Modifikasi

 Plakat bermedia kanvas yang diberi cat yang bersifat menutup yang dicampur larutan lem sehingga
tidak tembus pandang
 Aquarel melukis dengan sapuan warna tipis dengan media kertas
 Acrylic menghasilkan warna yang cerah dan menyala
 Pointilis menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek.
 Dussel menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa
digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.
 Siluet teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna
sehingga menimbulkan kesan balok.
 Arsir teknik arsir dibuat dengan cara menggoreskan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-
garis berulang yang membuat kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi
36. Definisi display
atau pengertian display produk adalah penataan barang dagangan ditempat tertentu dengan tujuan
menarik minat konsumen, memudahkan konsumen untuk melihat serta memilih dan akhirnya membeli
produk atau barang yang ditawarkan. Display adalah penataan barang atau produk. Display adalah
kegiatan menata produk atau barang dagangan dengan cara dan strategi tertentu sesuai kondisi tertentu.
Kondisi disini berhubungan erat dengan jenis produk atau barang dagangan, Tempat dan situasi.
37. Tiga sumber materi pameran seni rupa di sekolah antara lain sebagai berikut:

 Bersumber dari koleksi karya tugas siswa yang dinilai terbaik misalnya seni lukis, kria, desain, atau
karya lainnya. Tugas yang dinilai terbaik ini merupakan hasil penilaian dan pemilihan guru yang
merupakan koleksi selama satu semester.
 Bersumber dari karya siswa yang pembuatannya atas dasar inisiatif sendiri. Ini berarti di luar tugas
sekolah.
 Bersumber dari karya siswa yang berhasil memenangkan beragam perlombaan cabang seni rupa
baik itu seni lukis, logo, kria, desain, animasi dan lain lain. Lomba yang dimenangkan bisa skala
nasional atau pun internasional dan diarih oleh siswa yang masih aktif sebagai pelajar di sekolah
yang hendak mengadakan pameran seni rupa.
39. Prinsip Penataan Karya dalam Pameran

 penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi
pengunjung
 karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel(panil) atau dinding
 karya 3 dimensi diletakkan di atas meja,bila ukurannya terlalu besar dapat diletakkan dilantai
 panataan lampu diatur agar karya yg dipajang dapat terlihat jelas dan menarik
40. Sketsel atau Papan panil
adalah papan yang dipasang di ruang pameran. Fungsinya selain sebagai skat, sketsel ini difungsikan
untuk memajang karya 2 dimensi. Selain tembok atau dinding, sketsel ini memang diperuntukkan untuk
memasang karya dua dimensi.
41. Fungsi Pameran
1. Fungsi apresiasi diartikan sebagai kegiatan untuk menilai dan menghargai karya seni. Melalui
kegiatan pameran ini diharapkan dapat menimbulkan sikap menghargai terhadap karya seni. Suatu
penghargaan akan timbul setelah pengamat (apresiator) melihat, menghayati, memahami karya
seni yang disaksikannya. Melalui kegiatan ini pula akan muncul apresiasi aktif dan apresiasi pasif.
Apresiasi aktif, biasanya seniman, seteleh menonton pameran biasanya termotivasi/terdorong untuk
mencipa karya seni sedangkan apresiasi pasif biasanya terjadi pada orang awam, setelah
menyaksikan pameran biasanya bisa menghayati, memahami dan menilai serta menghargai karya
seni.
2. Fungsi edukasi, kegiatan pameran karya seni di sekolah akan memberikan nilai-nilai ajaran
terhadap masyarakat terutama apresiator, misalnya nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan
sebagainya. Selain itu karya yang dipamerkan harus memiliki nilai-nilai yang positif terhadap siswa
dan warga sekolah.
3. Fungsi rekreasi, kegiatan pameran memberikan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai
psikis dan spiritual terutama hiburan. Dengan menyaksikan pameran, apresiator menjadi senang,
tenang dan memberikan pencerahan.
4. Fungsi prestasi dimaksudkan bahwa dengan kegiatan pameran di sekolah dapat diketahui siswa
yang berbakat dalam bidang seni, Hal ini bisa disaksikan dari bentuk-bentuk kreasi yang
ditampilkan oleh para siswa. Apresiator bisa memberi penilaian apakah siswa yang menciptakan
karya ini kreatif atau kurang kreatif.
42. Perencanaan Pameran

 Menentukan Tujuan Pameran


Meski dilakukan dalam skala sekolah yang lebih serius pada aktivitas edukatif, tujuan
penyelenggaraan bazar seni rupa juga perlu difikirkan secara matang alasannya tujuan akan
mensugesti konsep atau agenda aktivitas yang akan dilakukan. Pameran seni rupa bisa saja
dilakukan dengan tujuan edukasi, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, atau tujuan komersil dalam
bentuk penggalangan dana.
 Menentukan Tema Pameran
Sesudah tujuan penyelenggaraan bazar disahkan, maka selanjutnya ialah penentuan tema
pameran. Tema bazar sanggup diubahsuaikan dengan isu-isu kebudayaan atau isu pendidikan
yang sedang hangat diperbincangkan namun yang terang tema harus memperjelas tujuan yang
sudah disahkan.
 Menentukan Materi Pameran
Materi bazar ialah materi atau isi yang akan diusung dalam bazar seni rupa. Materi bazar seni rupa
tentu dalam bentuk karya-karya seni rupa menyerupai lukisan, patung, kerajinan, dan sebagainya.
Informasi penunjang terkait karya yang akan dipamerkan juga menjadi materi bazar yang harus
direncanakan. Materi bazar disusun dan dikembangkan menurut tema yang sudah dipilih.
 Menyusun Kepanitiaan
Sesudah tema dan materi bazar diputuskan, maka selanjutnya disusun kepanitiaan. Kepanitiaan
bazar umumnya terdiri dari panitia inti dan didukung oleh seksi-seksi. Masing-masing seksi dipimpin
oleh ketua seksi dan ketua seksi bertanggung tanggapan kepada ketua panitia.
 Menentukan Tempat dan Waktu Pameran
Agar bazar seni rupa sanggup terselenggara secara efektif, maka panitia harus mencari waktu yang
paling sesuai untuk melakukan pameran. Pameran seni rupa biasanya dilaksanakan pada dikala
tidak ada aktivitas pembelajaran di kelas contohnya pada ahad hening di selesai semester, atau
pada dikala pengadaan program tahunan yang memang rutin dilakukan di sekolah. Selain waktu,
panitia juga harus merencanakan daerah atau ruangan yang akan dipakai untuk menyelenggarakan
pameran. Penentuan daerah bazar diubahsuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta
karakteristik karya yang akan dipamerkan. Pameran sanggup dilakukan di aula, gedung serba guna,
atau memanfaatkan halaman sekolah.
 Menyusun Agenda Kegiatan Pameran
Agar waktu pelaksanaan bazar hingga secara terang kepada tiruana pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan bazar tersebut, maka perlu disusun agenda aktivitas pameran. Agenda aktivitas
bazar biasanya disusun dalam bentuk tabel atau diagram dengan mencantumkan komponen jenis
aktivitas dan waktu secara jelas.
 Menyusun Proposal Pameran
Proposal aktivitas ialah planning yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja secara sistematis
sebelum melakukan kegiatan. Proposal mencakup beberapa aspek aneka macam aspek terkait
aktivitas yang akan dilaksanakan mulai dari latar belakang, tema, tujuan, susunan paniti, anggaran
biaya, jadwal, dan sebagainya. Proposal aktivitas bazar ditujukan untuk memperoleh perizinan,
dukungan, atau menolongan dana dari aneka macam pihak atau sponsor.
43. Perbedaan Seni Rupa Murni dan Terapan
1. Dari Jenis Karyanya
o Jenis karya seni rupa Murni
 Seni lukis merupakan kegiatan pengolahan unsur-unsur seni rupa seperti
garis,bidang,warna dan tekstur pada bidang dua dimensi, adapun seni lukis yang kita kenal
saat ini dibuat pada kanvas, dapat disebut seni lukis modern. (baca juga : jenis seni lukis)
 Seni grafis merupakan cabang seni yang tergolong kedalam bentuk dua dimensi. pada
awalnya jenis merupakan keterampilan untuk mencetak atau memperbanyak tulisan.
o Jenis seni rupa Terapan
 Arsitektur (seni dalam pembangunan rumah) masuk ke dalam seni terapan yang sering
ditemui. Pembuatan bangunan gedung, rumah, sekolah
 Dekorasi merupakan jenis seni rupa terapan untuk menghias suatu ruangan yang lebih
indah daripada yang sebelumnya yang sering kita temui beberapa acara pertunjukan,
perkawinan, pameran dan acara lainnya.
 Seni Ilustrasi, karya bentuk gambar atau foto sering di pakai buku pelajaran sekolah dasar
untuk mempermudah pembaca isi suatu cerita atau artikel
 Keterampilan Tangan disebut juga seni kriya, mempunyai fungsi untuk mempermudah
mengolah bahan baku yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar. bahan baku biasanya
diolah menjadi benda yang mempunyai nilai estetis dan bernilai pakai.
o Seni Grafis ( seni rupa dalam pembuatan teknik cetak), biasanya digunakan mengunakan
kertas. karya seni grafis mempunyai arti sebagai alat komunikasi.
o Seni rupa Terapan dapat diartikan menurut fungsi,wujud dan bentuknya.

2. Perbedaan dari Fungsinya


Fungsi seni Terapan

 Sebagai kebutuhan Pokok


o Pangan – Dalam makanan membutuhkan segi warna, keindahan, rasa yang mempunyai
citarasa yang lezat
o Sandang (Pakaian) – Sebagai pelindung tubuh dari kondisi lingkungan tetapi sebagai
sarana sosial sebagai identitas budaya masyarakat
o Papan- Dalam tatanan nilai seni suatu rumah akan menjadi lebih nyaman untuk layak
ditempati
 Sebagai kebutuhan Sosial
o Pendidikan seni-manusia akan mempunyai kehalusan di budi pekerti, seni dapat
mengolah kepekaan manusia terhadap lingkungan sekitar dengan hal-hal yang
berkaitan dengan keindahan.
o Keagamaan- Tempat ibadah sebuah ungkapan manusia yang bernilai keindahan selain
nilai religi
o Ritual kehidupan-Ritual kehidupan yang dulu dilakukan setiap manusia yang berkaitan
dengan seni misalnya dekorasi, tempat upacara adat
 Karya seni rupa terapan selain di ciptakan sebagai benda yang praktis dapat juga dinikmati
keindahannya antara lain:
o Sebagai sarana ritual keagamaan atau kerohanian
o Sebagai sarana pendidikan moral masyarakat
o Sebagai sarana pengungkapan ekspresi pribadi
o Sebagai sarana untuk mengenang suatu kejadian
Fungsi seni rupa Murni
o Seni rupa murni yang berfungsi untuk memuaskan batin di dalam ciptaannya yang lebih
utama nilai keindahan yang manusia yang berisi nilai budaya diapresiasikan pola kelakuan
dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang ditata dengan
prinsip tertentu hingga menghasilkan suatu karya yang indah dan bermakna. seni rupa murni
biasanya mempunyai keunikan atau ciri khas tersendiri
44. Langkah-langkah Pembuatan Batik
1. Langkah pertama adalah siapkan kain mori (kain yang biasa digunakan untuk membatik) dari bahan
katun. Lalu buat pola motif batik yang kita inginkan menggunakan pensil pada kertas karton, yang
nantinya akan saya gunakan sebagai acuan agar memudahkan menggambar di kain.
2. Menjiplak /Ngemal (taruh karton di atas meja kaca lalu taruh kain di atasnya sehingga memudahkan
kita memindah gambar dari karton ke kain mori).
3. Siapkan canting dan cairan malam(malam khusus batik, bisa kita dapatkan di toko-toko yang
menjual alat-alat membatik) yang sudah dipanaskan di atas kompor, lalu ciduk cairan malamnya
agar tertampung pada cantingnya.
Goreskan mengikuti sketsa pola pada kain yang tadi. Jangan lupa cairan malamnya harus tembus
ke belakang kain. Lakukan terus sampai seluruh kain selesai dicanting. Proses mencanting sesuai
pola gambar pensil
Bagian kain yang tertutupi oleh malam itu yang nanti warnanya akan tetap putih.
Langkah-langkah diatas itulah yang disebut teknik canting. Karena disini kita menggunakan dua
teknik sekaligus yaitu teknik canting dan teknik colet, jadi mari kita lanjut ke teknik coletnya.
4. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih warna untuk mewarnai motif pada batik
kita. Disini saya menggunakan pewarna kimia yaitu Remasol. Kenapa saya memilih remasol,
karena pewarna ini mudah digunakan untuk pemula, karena tinggal mencampur dengan air dingin
saja. Disamping itu pewarna remasol memiliki karakter warna yang cerah.
5. (Pewarnaan) Ambil kuas, celupkan kuas pada pewarna remasol, lalu lukiskan pada kain seolah-
olah kita sedang mewarnai/melukis. Lukiskan sampai seluruh kain diisi warna.Inilah yang di sebut
teknik colet.
Sekarang proses nyanting dan nyolet selesai. Yang dicanting waktu pertama itu untuk
menghasilkan warna putih dan yang dicolet untuk menghasilkan warna warna lain. Setelah selesai
kita tunggu kain yang telah diwarna mengering dan tunggu beberapa saat.
Batik tulis lukis motif ikan yang sudah selesai
6. Proses selanjutnya adalah proses kancing warna, yaitu proses perendaman batik pada larutan
waterglass supaya batik yang kita buat tidak mudah luntur. Caranya: gunakan waterglass
secukupnya hanya sampai kain tampak basah saja. Pencelupan pada waterglass ditunggu
semalam. Setelah itu kain diangkat kemudian dibilas dengan air bersih sampai hilang warna warna
residu yang menempel pada batik. Setelah itu angkat dan tiriskan di tempat teduh sampai tidak ada
air lagi yang menetes dari kain. Mencelup batik pada waterglass untuk kancing warna
7. Sekarang tinggal melepaskan malam/lilin dari kain. Caranya panaskan beberapa liter air yang telah
dicampurkan dengan soda kostik, panaskan sampai mendidih. Lalu masukan kain tadi ke dalam air
tersebut sambil diaduk aduk dan sesekali diangkat sedikit, proses inilah yang disebut dengan
pelorodan. Maka malam yang menempel di kain akan meleleh dan terlepas dari kain saat proses
pelorodan tersebut.
8. Jika malam sudah tidak menempel di kain, cepat cepat kain di masukan ke dalam air dingin lalu
dikucek-kucek menggunakan tangan agar sisa-sisa malam yang menempel dapat seluruhnya
terangkat. Jika kain sudah bersih seluruhnya dari sisa-sisa malam, kain dapat dijemur dan
diperlakukan seperti kain biasa lain.
45. Pembuatan Patung Modifikasi
Bagian kain yang tertutupi oleh malam itu yang nanti warnanya akan tetap putih.
Langkah-langkah diatas itulah yang disebut teknik canting. Karena disini kita menggunakan dua teknik
sekaligus yaitu teknik canting dan teknik colet, jadi mari kita lanjut ke teknik coletnya.
1. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih warna untuk mewarnai motif pada batik
kita. Disini saya menggunakan pewarna kimia yaitu Remasol. Kenapa saya memilih remasol,
karena pewarna ini mudah digunakan untuk pemula, karena tinggal mencampur dengan air dingin
saja. Disamping itu pewarna remasol memiliki karakter warna yang cerah.
2. (Pewarnaan) Ambil kuas, celupkan kuas pada pewarna remasol, lalu lukiskan pada kain seolah-
olah kita sedang mewarnai/melukis. Lukiskan sampai seluruh kain diisi warna.Inilah yang di sebut
teknik colet
3. Sekarang proses nyanting dan nyolet selesai. Yang dicanting waktu pertama itu untuk
menghasilkan warna putih dan yang dicolet untuk menghasilkan warna warna lain. Setelah selesai
kita tunggu kain yang telah diwarna mengering dan tunggu beberapa saat.
Batik tulis lukis motif ikan yang sudah selesai