Anda di halaman 1dari 20

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK
UPN “VETERAN” JAWA TIMUR Nama : ABDUL RACHMAN WP
NPM/Semester : 17031010168 / IV
Praktikum : MATEMATIKA TEKNIK Sesi : III
Percobaan : PERSAMAAN DIFERENSIAL, Paralel :D
METODE SATU LANGKAH &
METODE EULER
Tanggal : 16 APRIL 2019
Pembimbing : DR.T. IR. DYAH SUCI P., MT LAPORAN RESMI

SOAL :
1. Jelaskan dengan lengkap apa yang dimaksud dengan Persamaan Diferensial
Biasa (berikan pengertian masing masing metode, kelebihan, kekurangan, dan
kegunaannya).
2. Jelaskan macam-macam metode satu langkah dan perbedaannya, dan contoh
manual.
3. Selesaikan persamaan diawah ini !
𝑑𝑦 3𝑥(𝑥 2 −4)
a. = 𝑓(𝑥, 𝑦) = ; y(0) = 1 (kelompok 1, 3, 5, 7)
𝑑𝑥 2𝑥−1
𝑑𝑦
b. = 𝑓(𝑥, 𝑦) = √2𝑥 6 + 3𝑥 2 − 12 ; y(0) = 2 (kelompok 2, 4, 6)
𝑑𝑥

Dari x = 0 sampai x = 10 dengan panjang langkah Dx = 0,1 dan Δx = 0,25.


Menggunakan program Matlab dan Pascal !
4. Peluruhan zat Uranium dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut :
𝑑𝑁
− 𝑘𝑁 = 0
𝑑𝑡
Dimana : N = massa zat Uranium pada waktu tertentu
k = konstanta peluruhan
a) jika massa mula-mula zat tersebut adalah 59 lbm dan nilai k = -0,053, maka
tentukan massa Uranium yang meluruh selama 24 jam dengan interval
waktu 60menit untuk kelompok 1, 2, 3. Gunakan metode Euler.
b) jika massa mula-mula zat tersebut adalah 45 lbm dan nilai k = -0,070, maka
tentukan massa Uranium yang meluruh selama 24 jam dengan interval
waktu 90menit untuk kelompok 4, 5, 6, 7. Gunakan metode Euler.
c) Buatlah kurva peluruhan zat Uranium terhadap waktu berdasarkan analisis
numerik menggunakan metode Euler diatas.

173
d) Selesaikan semua persoalan diatas dengan menggunakan program Matlab
dan buatlah flowchartnya. Untuk hasil run yang harus ditampilkan adalah
waktu peluruhan (t)(jam), massa Uranium (N), nilai dN/dt.

174
1. Persamaan diferensial biasa adalah persamaan diferensial di mana fungsi
yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas
tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini
adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, namun secara umum bisa juga
berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan
diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde tertinggi dari turunan
terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut.
 Pengertian:
A. Metode Satu Langkah
Di dalam Sub bab ini akan diselesaikan persamaan diferensial biasa
dengan bentuk:
𝑑𝑦
= f(x,y)
𝑑𝑥

Persamaan tersebut dapat didekati dengan bentuk berikut:


𝑑𝑦 ∆𝑦 𝑦𝑖+1−𝑦𝑖
=∆𝑥 = 𝑥𝑖+1−𝑥𝑖 = f (x,y)
𝑑𝑥

atau
yi+1 = yi + f (x,y) (xi+1 – xi)
atau
yi+1 = yi + φ ∆x (4.1)
Dengan φ adalah perkiraan kemiringan yang digunakan untuk
ekstrapolasi dari nilai yi ke yi+1 yang berjarak ∆x yaitu selisih antara ∆x
= xi+1 – xi.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menghitung langkah nilai y
secara bertahap.
Semua metode satu langkah dapat dituliskan dalam bentuk umum
tersebut.
B. Metode Euler

Metode Euler adalah salah satu dari metode satu langkah yang
paling sederhana. Di banding dengan beberapa metode lainnya, metode
ini paling urang teliti.
Metode Euler dapat diturunkan dari deret Taylor:

175
∆𝒙𝟐
yi+1 = yi + y’i ∆x + y’’i + ..... (4.1)
𝟐!

Apabila nilai ∆x kecil maka suku yang mengandung pangkat lebih tinggi
dari 2 adalah sangat kecil dan dapat diabaikan, sehingga persamaan di
atas dapat ditulis menjadi:
yi+1 = yi + y’i ∆x (4.2)
Dengan demikian Persamaan (4.1) dan (4.2) dapat disipulkan bahwa
dengan metode Euler kemiringan φ = y’i = f (xi,yi) sehingga Persamaan
(4.2) dapat ditulis menjadi:
yi+1 = yi + f (xi,yi) ∆x (4.3)
dengan i = 1,2,3, ..... Persamaan (4.3) adalah metode Euler. Nilai yi+1
diprediksi dengan menggunakan kemiringan fungsi (sama dengan
turunan pertama) di titik xi untuk diekstrapolasikan secara linier pada
jarak sepanjang pias ∆x. Gambar 7.3 adalah penjelasam secara grafis
dari metode Euler.
 Kelebihan dan Kekurangan :
a. Kelebihan :
- Metode Satu Langkah : proses untuk menghitung dan mencari nilai y
lebih cepat
- Metode Euler : dihitung nilai eksaknya, sehingga dapat diketahui
perbandingannya dengan hasil perhitungan numeriknya

b. Kekurangan :
- Metode Satu Langkah : Nilai persen kesalahan tidak dihitung
sehingga tidak diketahui seberapa besar kesalahan dalam
perhitungannya
- Metode Euler : metode ini merupakan metode yang kurang teliti,
tidak memperhitungkan suku-suku terakhir dari persamaan
 Kegunaan :
- Metode Satu Langkah : untuk menyelesaikan persamaan diferensial
- Metode Euler : untuk menyelesaikan persamaan diferensial

176
2. A. Metode satu langkah
𝑑𝑦
Suatu persamaan differensial biasa dengan bentuk 𝑑𝑥 = f(x,y) Dapat didekati

dengan bentuk yi+1 = yi + f (x,y) (xi+1 – xi). Dengan φ adalah perkiraan


kemiringan yang digunakan untuk ekstrapolasi dari nilai yi ke yi+1 yang
berjarak ∆x yaitu selisih antara ∆x = xi+1 – xi.
Contoh soal :
Selesaikan PD dengan Metode Satu Langkah
𝑑𝑦
− 𝑑𝑥 = 0
2𝑥 + 𝑦
Untuk x= 0 maka y=1 y(0) = 1
x= 0,5 maka y=? y(0,5) = …
tentukan :
a) y(0,5) = ? dengan interval ∆x= 0,5
b) y(0,5) = ? dengan interval ∆x= 0,1
penyelesaian :
a) untuk ∆x= 0,5
𝑑𝑦
− 𝑑𝑥 = 0
2𝑥 + 𝑦
𝑑𝑦
𝑓(𝑥, 𝑦) = = 2𝑥 + 𝑦
𝑑𝑥
x y f(x,y)
0 1,00 1,00
0,5 1,50
Untuk x=0,5 maka nilai y = 1,5

177
b) untuk ∆x= 0,1
x y f(x,y)
0 1,00 1,00
0,1 1,10 1,3
0,2 1,23 1,63
0,3 1,39 1,99
0,4 1,59 2,39
0,5 1,83
Untuk x= 0,5 maka nilai y=1,83
B. Metode Euler
∆𝒙𝟐
Metode Euler dapat diturunkan dari deret Taylor: yi+1 = yi + y’i ∆x + y’’i +
𝟐!

..... dengan metode Euler kemiringan φ = y’i = f (xi,yi) sehingga yi+1 = yi + f (xi,yi)
∆x.
Contoh soal :
Selesaikan persamaan
𝑑𝑦
= f(x,y) = -2 x3 + 12 x2 – 20 x + 8,5
𝑑𝑥
y(0) = 1
dari x= 0 sampai x=4 dengan panjang langkah ∆x= 0,5 dan ∆x=0,25
penyelesaian :
# penyelesaian eksak dari persamaan tersebut adalah:
y= -0,5 x4 + 4 x3 – 10 x2 + 8,5 x + 1
# penyelesaian numeris :
untuk i = 0
y1= y0 + f(x0,y0) ∆x
kondisi awal, pada x=0 nilai fungsi y(0) -1, sehingga:
y(0,5) = y(0) + f(0;1)0,5
kemiringan garis di titik (x0,y0) adalah:
𝑑𝑦
= f(0;1) = -2(0)3+12(0)2 – 20(0)2 – 20(0) + 8,5 = 8,5
𝑑𝑥
Sehingga :
y(0,5) = 1+ 8,5 (0,5) = 5,25

178
Nilai eksak pada titik x=0,5 adalah :
y(0,5) -0,5 (0,5)4 + 4 (0,5)3 – 10 (0,5)2 + 8,5 (0,5) + 1 = 3,21875
jadi kesalahan dengan menggunakan metode euler adalah :
3,21875−5,25
€= 𝑥 100% = -63,1%
3,21875

Pada langkahh untuk i =1


y2=y1 + f(x1,y1) ∆x
y(1,0) = y(0,5) + f(0,5;5,25)0,5
= 5,25 +(-2(0,5)3+12(0,5)2 – 20(0,5) + 8,5) 0,5
= 5,875
Untuk ∆x= 0,25 dst dapat ditabelkan sbb :
∆x =0,5 ∆x =0,25
x Y eksak
Y perk € (%) Y perk € (%)
0 1 1 1
0,25 2,56 3,125 22,04
0,5 3,218 5,2500 63,11 4,17969 29,85
0,75 3,279 4,492 36,99
1,00 3 5,87500 95,83 4,34375 44,79

179
3. Algoritma
1. Memulai program.
2. Menginput persamaan, nilai batas bawah, nilai batas atas, dan nilai y
saat x bernilai 0 serta nilai delta x.
3. Program melakukan proses perhitungan y1, df, pk, dan fx dengan cara:
a. y1 nilainya sama dengan y0.
b. Menghitung df dengan cara mengintegralkan persamaan (f) yang
diinput kemudian ditambah dengan y0.
c. Menghitung nilai pk (persen kesalahan) dengan cara memutlakkan
hasil perhitungan dari y0-y1 dibagi dengan y0, kemudian hasilnya
dikali dengan 100.
d. Menghitung fx dengan cara mensubstitusi nilai x0 (batas bawah) ke
persamaan awal.
4. Program akan melakukan perulangan jika nilai x0 (batas bawah) kurang
dari sama dengan batas atas dikurangi dengan delta x. dimana
perulangan tersebut akan diproses dengan cara menghitung x0, y1, y0,
e sebagai hasil yang diulang sesuai interval
a. x0 perulangan dihitung dengan cara batas bawah ditambah dengan
delta x.
b. y1 perulangan dihitung dengan cara y0 ditambah dengan hssil dari
substitusi nilai batas bawah ke persamaan awal kemudian dilaki
delta x.
c. y0 perulangan dihitung dengan cara mensubstitusi nilai x0 (batas
bawah) ke persamaan yang sudah diintegralkan (df).
d. Menghitung nilai pk (persen kesalahan) perulangan dengan cara
memutlakkan hasil perhitungan dari y0-y1 dibagi dengan y0,
kemudian hasilnya dikali dengan 100.
e. Menghitung fx perulangan dengan cara mensubstitusi nilai x0 (batas
bawah) ke persamaan awal.
5. Program memunculkan hasil perhitungan sesuai dengan perulangan
sesuai interval.

180
6. Program selesai.

181
Flowchart Program

START

Input persamaan
(f),
x0,x1,y0,deltax

y1=y0;
df=int(f)+y0;
pk=abs((y0-y1)/y0)*100;
fx=subs(f,x,x0);

Output
x0,y0,y1,
dan pk

while x0<=(x1-
dx)

x0=x0+deltax;
y1=y0+(fx*deltax);
N
y0=subs(df,x,x0);
pk=abs((y0-y1)/y0)*100;

Output
x0,y0,y1
, dan pk

fx=subs(f,x,x0);
y0=y1;

END

182
Script Program Metode Euler
clc;
clear all;
syms x;
disp('-------------------------------------------------------------');
disp(' Persamaan DIferensial ');
disp(' Metode Euler ');
disp('-------------------------------------------------------------');
disp(' ');
f=input('>>> Masukkan Persamaan : ');
x0=input('>>> Masukkan batas bawah : ');
x1=input('>>> Masukkan batas atas : ');
y0=input('>>> Masukkan nilai y0 : ');
deltax=input('>>> masukkan delta x : ');
y1=y0;
df=int(f)+y0;
pk=abs((y0-y1)/y0)*100;
fx=subs(f,x,x0);
disp(' ');
disp('======================================================
=======');
disp('x Y eksak Y persamaan Persen Kesalahan ');
disp('======================================================
=======');
fprintf('%5.2f%10.2f%10.2f%10.2f\n',x0,y0,y1,pk);
while x0<=(x1-deltax)
x0=x0+deltax;
y1=y0+(fx*deltax);
y0=subs(df,x,x0);
pk=abs((y0-y1)/y0)*100;
fprintf('%5.2f%10.2f%10.2f%10.2f\n',x0,y0,y1,pk);

183
fx=subs(f,x,x0);
y0=y1;
end

184
Hasil Run Program Metode Euler

185
186
4. Algoritma
1. Memulai program.
2. Menginput persamaan, nilai waktu awal ,waktu akhir, dan nilai massa
mula mula , serta nilai interval waktu.
3. Program melakukan proses perhitungan N1, df, e dengan cara:
a. N1 nilainya sama dengan N0.
b. Menghitung df dengan cara mengintegralkan persamaan (f) yang
diinput kemudian ditambah dengan N0.
c. Menghitung nilai e (persen kesalahan) dengan cara memutlakkan
hasil perhitungan dari N0-N1 dibagi dengan N0, kemudian hasilnya
dikali dengan 100.
4. Program akan melakukan perulangan jika nilai t0 (batas bawah) kurang
dari sama dengan batas atas dikurangi dengan interval waktu. dimana
perulangan tersebut akan diproses dengan cara menghitung t0, N1, N0,
e sebagai hasil yang diulang sesuai interval
a. t0 perulangan dihitung dengan cara batas bawah ditambah dengan
interval waktu.
b. Menghitung fx perulangan dengan cara mensubstitusi nilai N0
(batas bawah) ke persamaan awal.
c. N1 perulangan dihitung dengan cara N0 ditambah dengan hssil dari
substitusi nilai batas bawah ke persamaan awal kemudian dikali
interval waktu.
d. N0 perulangan dihitung dengan cara mensubstitusi nilai t0 (batas
bawah) ke persamaan yang sudah diintegralkan (df).
e. Menghitung nilai e (persen kesalahan) perulangan dengan cara
memutlakkan hasil perhitungan dari N0-N1 dibagi dengan N0,
kemudian hasilnya dikali dengan 100.
5. Program memunculkan hasil perhitungan sesuai dengan perulangan
sesuai interval dan plotnya.
6. Program selesai.

187
Flowchart Program
Start

Input persamaan(f),
t0, t1, dt, N0

N1=N0;
df=int(f)+N0;
e=abs((N0-N1)/N0)*100;

Output,
t0, N0,
N1, e

while t0<=(t1- No
dt)

Yes

t0=t0+dt;
ft=subs(f,x,t0);
N1=N0+(ft*dt);
N0=subs(df,x,t0);
e=abs((N0-N1)/N0)*100;

Output,
t0, N0,
N1, e

N0=N1;

xt=[0:60:1440];
fxt=subs(f,x,xt);
yx1=subs(df,x,xt);
yx2=yx1+(fxt*60);

Output
plot(xt,yx1,'r',xt,yx2,'g');

End

188
Script Program
clear all;
clc;
syms x;
disp('Perhitungan Massa Peluruhan pada Uranium dengan Metode Euler');
f=input('Masukkan Persamaan Peluruhan Uranium = ');
t0=input('Masukkan Waktu Awal (Jam) = ');
t1=input('Masukkan Waktu Akhir (Jam) = ');
N0=input('Masukkan Massa Awal Uranium (lbm) = ');
dt=input('Masukkan Interval Waktu (jam) = ');
N1=N0;
df=int(f)+N0;
e=abs((N0-N1)/N0)*100;
fprintf('%3s%16s%18s%12s\n','t(Jam)','dN/dt(eksak)','dN/dt(perkiraan)','%Kesala
han');
fprintf('%3.0f%16.2f%14.2f%14.2f\n',t0,N0,N1,e);
while t0<=(t1-dt)
t0=t0+dt;
ft=subs(f,x,t0);
N1=N0+(ft*dt);
N0=subs(df,x,t0);
e=abs((N0-N1)/N0)*100;
fprintf('%3.0f%16.2f%14.2f%14.2f\n',t0,N0,N1,e);
N0=N1;
end
xt=[0:1:24];
fxt=subs(f,x,xt);
yx1=subs(df,x,xt);
yx2=yx1+(fxt*1);
plot(xt,yx1,'r',xt,yx2,'g');
grid on;

189
legend('dN/dt(eksak)','dN/dt(perkiraan)');
title('Waktu Peluruhan Vs Massa Peluruhan Uranium');
xlabel('Waktu Peluruan ,t(jam)');
ylabel('Massa Peluruhan Uranium ,dN/dt(lbm)');

190
Hasil Run Program

191
192