Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme

untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan

kesehatan. Nutrisi digunakan untuk makanan sebagai pembentuk energi,

dimana setiap jaringan dalam tubuh bekerja dengan baik.

B. Rumusan masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Apa pengertian nutrisi?

2. Apa saja macam-macam nutrisi?

3. Apa saja masalah kebutuhan nutrisi?

4. Faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan utrisi?

5. Bagaimana asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan nutrisi?

C. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengertian nutrisi

2. Untuk mengetahui macam-macam nutrisi

3 Untuk mengetahui masalah kebutuhan nutrisi

4. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kebutuhan utrisi

5. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan

nutrisi

1
D. Manfaat

Manfaat dari makalah ini adalah:

1. Menambah pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi.

2. Dapat memberi pengetahuan lebih bagi masyarakat mengenai

kebutuhan nutrisi.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN NUTRISI

Alimul H. (2006). Nutrisi merupakan proses pemasukan dan

pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan

digunakan dalam aktivitas tubuh.

Alimul H. (2006). Nutrien merupakan zat gisi yang terdapat dalam

makanan.

B. MACAM-MACAM NUTRISI

1. Karbohidrat

Sediaoetama,M.Sc. (2010) Karbohidrat sebagai zat gizi

merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur

molekul yang berbeda-beda meski terdapat persamaan-persamaan dari

sudut kimia dan fungsinya.

a. Jenis-jenis karbohidrat

Kerbohidrat yang terdapat di dalam makanan pada umumnya

hanya tiga jenis, ialah monosakarida, disakarida, dan poliakarida. Mono

dan disakarida terasa manis, sedangkan polisakarida tidak mempunyai rasa

(tawar).

b. Sumber karbohidrat

Sumber utama karbohidrat didalam makanan berasal dari tumbuh-

tumbuhan, dan hanya sedikit saja yang termasuk bahan makanan hewani.

3
Didalam tumbuhan karbohidrat mempunyai dua fungsi utama, ialah

sebagai simpanan energi dan sebagai penguat struktur tumbuhan tersebut.

Yang merupakan sumber energi terutama terdapat dalam bentuk zat

tepuntng (amylum) dan zat gula (mono dan disakarida).

Karbohidrat nabati didalam makanan manusia terutama berasal dari

tumbuhan, yaitu biji, batang dan akar. Sumber yang kaya akan karbohidrat

umunya termasuk bahan makanan pokok.

Proverawati & Kusuma wati (2011) Ilmu gizi untuk keperawatan

& gizi kesehatan. Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-

tumbuhan adalah selulosa,karena selulosa merupakan bagian yang

terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna

oleh tubuh manusia,oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa.

Meskipun tidak dapat dicerna,selulosa berfungsi sebagai sumber serat

yang dapat memperbesar volume dari feses,sehingga akan memperlancar

defekasi.

Sediaoetama,M.Sc. (2010) Karbohidrat hewani berbentuk

glikogen,terutama terdapat didalam otot (daging dan hati). Namun

demikian jumlahnya terbatas,dan setelah binatang mati,glikogen

mengalami penguraian sehingga didalam daging praktis menjadi nol,ketika

sampai didapur untuk dimasak.

4
- Proverawati & Kusuma wati (2011) Fungsi karbohidrat didalam

tubuh Sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori)

bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh.

- Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil energi.

- Apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi untuk

kebutuhan energi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak didalam

makanan atau cadangan lemak yang disimpan didalam tubuh,maka protein

akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi.

- Membantu metabolisme lemak dan protein,sehingga dapat

mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.

- Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus didalam

tubuh. Laktosa misalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa

merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.

- Bahan pembentuk asam amino esensial,metabolisme normal

lemak,menghemat protein,meningkatkan pertumbuhan bakteri

usus,mempertahankan gerak usus,meningkatkan konsumsi

protein,mineral,dan vitamin B.

2. Lipid

Hidayat & Uliyah (2015) Pencernaan lemak dimulai dalam

lambung (walaupun hanya sedikit), karena dalam mulut tidak ada enzim

pemecah lemak. Lambung mengeluarkan enzim lipase untuk mengubah

sebagian kecil lemak menjadi asam lemak dan gliserin, kemudian di

5
angkut melalui getah bening dan selanjutnya masuk kedalam peredaran

darah untuk kemudian tiba di hati. Sintesis kembali terjadi dalam saluran

getah bening, mengubah lemak gliserin menjadi lemak seperti aslinya.

Penyerapan lemak dilakukan secara pasif setelah lemak diubah menjadi gliserol

asam lemak. Asam lemak mempunyai sifat empedu, asam lemak yang termulsi ini

mampu diserap melewati dinding usus halus. Penyerapan membutuhkan tenaga,

lagi pula tidak semua lemak dapat diserap, maka penyerapan lemak dikatakan

dengan cara aktif selektif.

3. Protein

Pudjiadi, 2001 Konsep Dasar Kebutuhan Nutrisi. Merupakan zat gizi

dasar yang berguna dalam pembentukan protoplasmasel, selain itu tersedianya

protein dalam jumlah yang cukup penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel

jaringan dan sebagai larutan untuk keseimbangan osmotik. Protein ini terdiri dari

24 asam amino diantaranya 9 asam amino esensial diantaranyathrionin, valin,

leusin, isoleusin, lisin, triftofan, penilalanin, metionin dan

histidin, selebihnya asam amino non esensial. Jumlah protein dalam tubuh

tersebut harus tersedia dalam jumlah yang cukup apabila jumlahnya berlebih atau

tinggi dapat memperburuk insufisiensi ginjal demikian juga apabila jumlahnya

kurang maka dapat menyebabkan kelemahan, edema, dapatkwhashiokor apabila

kekurangan protein saja tetapi jika kekurangan protein dan kalori

menyebabkan marasmus.

6
4. Mineral

Mineral adalah unsur logam dalam jumlah yang sedikit yang sangat penting untuk

pertumbuhan gigi dan tulang yang sehat. Mineral juga membantu dalam aktifitas

sel yang berfungsi seperti enzim, kontraksi otot, reaksi dan transmisi syaraf,

kekebalan tubuh, dan pembekuan darah. Mineral-mineral utama, kecuali sulfur,

berada dalam tubuh dalam bentuk ion. Sodium, potasium, magnesium dan

kalsium sebagai ion positif sedangkan klorid dan fosfat sebagai ion negatif.

Garam mineral terurai dalam cairan tubuh dan membantu mengatur keseimbangan

cairan tubuh, tekanan osmosis, keseimbangan asam tubuh.

Sulfur dan zat besi menjadi bagian dari molekul organik dalam tubuh. Sulfur

berfungsi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari thiamin, biotin, dan asam

pantothenic dan asam amino jenis methionine, cysteine, dan cystine. Zat besi yang

merupakan bagian dari Hemoglobin, dan yodium yang menjadi komponen dari

hormon thyroid yang membantu mengatur proses metabolisme tubuh. Mineral lain

seperti phosphate menjadi phospolipid yang menyusun membran sel dan bahan

genetik (DNA dan RNA), serta molekul energi tinggi adenosin trifosfat (ATP).

Berbeda dengan Karbohidrat, Lemak atau Protein, mineral merupakan elemen

anorganik sederhana yang tidak dihasilkan tubuh dan bukan sumber energi.

Mineral menyusun 4-6 persen dari berat tubuh. Hampir setengah dari mineral

tubuh adalah Kalsium dan sepertiganya terdiri dari Fosfor (pospat). Sisanya

terbentuk dari mineral yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Mineral tidak

hanya menjadi bagian penting dari pembentukan dan kekuatan gigi dan tulang,

tapi juga berfungsi luas dalam metabolisme. Dalam proses metabolisme, mineral

7
berfungsi sebagai elektrolit yang mengendalikan pergerakan air dari dan ke dalam

sel, sebagai bagian dari sistem enzim dan sebagai konstituen dari berbagai

molekul organik.

Berdasarkan jumlah yang ada dan dibutuhkan tubuh, mineral dibagi menjadi tiga

golongan :

a. Macromineral; yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh lebih dari 100

miligram perhari. Terdiri dari Kalsium, Fosfor, Magnesium, Sulfur, Sodium,

Chloride dan Potassium.

b. Micromineral; yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh sekitar 15 miligram

perhari. Terdiri dari zat besi, zinc, tembaga, mangan, yodium, selenium, fluoride,

molybdenum, chromium dan Kobalt (sebagai bagian dari molekul vitamin B12).

c. Ultratracemineral adalah istilah yang digunakan untuk menamakan mineral

yang terdapat dalam makanan dalam jumlah yang sangat kecil (microgram sehari).

Contohnya adalah arsenic, boron, nickel, silicon, dan vanadium. Fungsi dan

kegunaan dari kelompok mineral ini sampai sekarang belum jelas.

Kadar mineral dalam satu jenis makanan berbeda-beda tergantung dari kondisi

dimana makanan tersebut tumbuh atau berada. Mineral tidak hilang karena proses

pemasakan. Bahkan apabila suatu makanan dibakar, kandungan mineral dalam

abu dan sisa pembakaran makanan tersebut tidak berubah.

5. Vitamin

Triana, 2006 macam-macam vitamin dan fungsinya dalam tubuh manusia.

8
Vitamin merupakan nutrien organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk

berbagai fungsi biokimiawi dan yang umumnya tidak disintesis oleh tubuh

sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin yang pertama kali ditemukan

adalah vitamin A dan B, dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut

dalam air. Kemudian ditemukan lagi. Vitamin-vitamin yang lain yang juga

bersifat larut dalam lemak atau larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau larut

dalam air dipakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Vitamin yang larut dalam air,

seluruhnya diberi symbol anggota B kompleks kecuali (vitamin C ) dan vitamin

larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut abjad (vitamin

A,D,E,K).Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksisitas di

didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin.

C. MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI

Hidayat & Uliyah (2015) Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi

terdiri atas kekurangan dan kelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi, diabetes

melitus, hipertensi, jantung koroner, kanker, dan anoreksia nervosa.

1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan

tidak berpuasa (normal) risiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan

asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme.

Tanda klinis:

a. Berat badan 10-20% dibawah normal.

b. Tinggi badan dibawah ideal.

9
c. Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar.

d. Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot.

e. Adanya penurunan albumin serum.

f. Adanya penurunan transferin.

Kemungkinan penyebab:

a. Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kakori

akibat penyakit infeksi atau kanker.

b. Disfagia karena adanya kelainan persarafan.

c. Penurunan absorpsi nutrisi akibat penyakit crohn atau inteloransi laktosa.

d. Nafsu makan menurun.

2. Kelebihan nutrisi

Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang

mempunyai risiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme

secara berlebih.

Tanda klinis:

a. Berat badan lebih dari 10% berat ideal.

b. Obesitas (lebih dari 20% berat ideal).

c. Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita.

d. Adanya jumlah asupan yang berlebihan.

e. Aktivitas menurun atau monoton.

10
Kemungkinan penyebab:

a. Perubahan pola makan.

b. Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman.

3. Obesitas

obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari

20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan

metabolisme karena kalebihan asupaasupan kalori dan penurunan dalam

penggunaan kalori.

4. Malnutrisi

Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi

pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan zat gizi yang

tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah berat badan rendah

dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh,

adanya kelemahan otot dan penurunan energi, pucat pada kulit, membran mukosa,

konjungtiva, dan lain-lain.

5. Diabetes melitus

Diabetes melitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan

adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau

penggunaan karbohidrat secara berlebihan.

6. Hipertensi

11
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai

masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas,

serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebihan.

7. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan nutrisi yang sering disebabkan

oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok. Saat ini, gangguan ini

sering dialami karena adanya perilaku atau gaya hidup yang tidk sehat, obesitas,

dan lain-lain.

8. Kanker

Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh konsumsi

lemak secara berlebihan.

9. Anoreksia nervosa

Anoreksia nervosa merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan

berkepanjangan, ditandai dengan adanya kontipasi, pembengkakan badan, nyeri

abdomen, kedinginan, letargi, dan kelebihan energi.

D. FAKTOR YANG MEMPENGARRUHI KEBUTUHAN UTRISI

1. Pengetahuan

Hidayat & Uliyah (2015) Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan

bergizi dapat memengaruhi pola konsumsi makan. Hal tersebut dapat disebebkan

oleh kurangnya informasi sehingga dapat terjadi kesalahan dalam memahami

kebutuhan gizi.

12
2. Prasangka

Hidayat & Uliyah (2015) Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan

makanan bergizi tinggi dapat memengaruhi status gizi seseorang. Misalnya,

dibeberapa daerah, tempe yang merupakan sumber protein yang paling murah,

tidak dijadikan bahan makanan yang layak untuk dimakan karena masyarakat

menganggap bahwa mengonsumsi makanan tersebut dapat merendahkan derajat

mereka.

3. Kebiasaan

Hidayat & Uliyah (2015) Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan

terhadap makanan tertentu juga dapat memengaruhi status gizi. Misalnya, di

beberapa daerah, terdapat larangan makan pisang dan pepaya bagi para gadis

remaja. Padahal, makan tersebut merupakan sumber vitamin yang sangat baik.

Ada pula larangan makan ikan bagi anak-anak karena ikan dianggap dapat

mengakibatkan cacingan, padahal ikan merupakan sumber protein yang sangat

baik bagi anal-anak.

4. Kesukaan

Hidayat & Uliyah (2015) Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis

makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak

memperoleh zat-zat yang dibutuhkan secara cukup. Kesukaan dapat

mengakibatkan merosotnya gizi pada remaja bila nilai gizinya tidak sesuai dengan

yang diharapkan. Saat ini, para remaja di kota-kota besar di negara kita memiliki

kecenderungan menyenangi makanan tertentu secara berlebihan, seperti makanan

13
cepat saji (junkfood), bakso, dan lain-lain. Makanan-makanan ini tentu saja dapat

berdampak buruk bagi kesehatan mereka jika dikonsumsi terlalu sering dan

berlebihan karena tidak memiliki asupan gizi yang baik.

5. Ekonomi

Hidayat & Uliyah (2015) Status ekonomi dapat memenuhi perubahan

status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang

tidak sedikit. Oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perekonomian yang

tinggi biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya dibandingkan

masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.

E. ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASALAH KEBUTUHAN

NUTRISI

1. Pengkajian Keperawatan

Hidayat & Uliyah (2015) Pengkajian keperawatan terhadap

masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi pengkajian khusus masalah

nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang berhubungan dengan

kebutuhan nutrisi.

2. Analisis Diagnosis Keperawatan

Hidayat & Uliyah (2015) Diagnosis keperawatan yang

kemungkinan terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi, sebagaimana dalam

NANDA-Internasional 2012-2014, tersaji pada tabel 16.11. FOTO

TABEL

14
3. Perencanaan Keperawatan

Tujuan:

a. Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang.

b. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

c. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral.

Rencana tindakan:

a. Monitor perubahan faktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan

kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisinya.

b. Kurangi faktor yang memengaruhi perubahan nutrisi.

c. Ajarkan untuk merencanakan makanan.

d. Kaji tanda vital dan bising uus.

e. Monitor glukosa, elektrolit, albumin, dan hemoglobin.

f. Berikan pendidikan tentang cara diet, kebutuhan kalori, atau tindakan

lainnya.

4. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan

a. Pemberian nutrisi melalui parenteral

Nutrisi parenteral adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang

diberikan langsung melalui pembuluh darah tanpa melalui saluran

pencernakan (Wiryana, 2007). Nutrisi parenteral diberikan apabila usus

tidak dipakai karena suatu hal misalnya: malformasi kongenital intestinal,

enterokolitis nekrotikans, dan distress respirasi berat. Nutrisi parsial

15
parenteral diberikan apabila usus dapat dipakai, tetapi tidak dapat

mencukupi kebutuhan nutrisi untuk pemeliharaan dan pertumbuhan (

Setiati, 2000). Tunjangan nutrisi parenteral diindikasikan bila asupan

enteral tidak dapat dipenuhi dengan baik.

b. Pemberian Nutrisi Melalui Enteral

Lidia Nafratilofa (2013) Nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan pada pasien

yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi

diberikan melalui selang ke dalam lambung (gastric tube), nasogastrik tube

(NGT), atau jejunum dapat secara manual maupun dengan bantuan pompa mesin

(Dietitisan Association of Australia, 2011).

16
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah Nutrisi atau gizi adalah substansi

organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh,

pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi digunakan untuk makanan sebagai

pembentuk energi, dimana setiap jaringan dalam tubuh bekerja dengan

baik. Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah sistem

pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ aksesori.

Macam-macam nutrisi terdiri dari karbohidrat, lipid, protein, mineral, dan

vitamin. Gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekurangan dan kelebihan

nutrisi, obesitas, malnutrisi, diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, kanker,

dan anoreksia nervosa. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah

Pengetahuan, prasangka, kebiasaan, kesukaan, ekonomi.

B. SARAN

Saran dari makalah ini adalah setiap manusia membutuhkan nutrisi sebagai

pembentuk energi agar setiap jaringan dalam tubuh bekerja dengan baik. Oleh

sebab itu setiap orang harus terpenuhi kebutuhan nutrisinya, dengan makan

makanan yang memiliki gizi seimbang.

17
DAFTAR PUSTAKA

Achmad S. (2010). Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa & Profesi. Jakarta: Dian Rakyat.

Hidayat, Uliyah. (2015). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba

Medika.

Proverawati, Kusumawati. (2011). Ilmu Gizi untuk keperawatan & Gizi

kesehatan.

Yogyakarta: Nuha Medika.

Alimuh H. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi, Konsep, dan

Proses

Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Potter, Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan

18
MAKALAH

KEBUTUHAN NUTRISI

Oleh :

Kelompok I

A. SULFIANI

FEBI KHAFIFAH

LILIS SURYANI

NUR ALAM

RISMAYANTI

SUNARTI

NURFIANA

AKADEMI KEPERAWATAN LAPATAU BONE

TAHUN AJARAN 2019/2020

19
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat dan rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Saya

mengharapkan kiranya makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,

petunjuk dan pedoman bagi pembaca dan seluruh rekan-rekan Mahasiswa-

mahasiswi D3 Keperawatan untuk menambah pengetahuan.

Makalah ini Kami akui masih banyak kekurangan kerena pengalaman

yang saya miliki sangat kurang. Oleh karena itu, saya harapkan kepada para

pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk

kesempurnaan makalah ini.

Watampone, 07 Maret 2019

Penulis

20 i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ............................................................................................... i

Daftar Isi ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................ 1

B. Rumusan masalah ....................................................................... 1

C. Tujuan........................................................................................... 1

D. Manfaat ........................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian nutrisi………………………………………………3

B. Macam-macam nutrisi…………………………………………3

C. Masalah kebutuhan nutrisi…………………………………….9

D. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan Nutrisi…………….…12

E. Asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan nutrisi………..14

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................. 17

B. Saran ........................................................................................... 17

Daftar Pustaka ............................................................................................... 18

21 ii
22

Anda mungkin juga menyukai