Anda di halaman 1dari 23

TUGAS BOTANI FARMASI

Tugas ini dibuat untuk memenuhi komponen mata kuliah botani farmasi yang
diasuh oleh Dr. Marline Nainggolan, M.S, Apt.

Dikerjakan oleh : Marcelynn (191501005) 1-A

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA


UTARA
MEDAN 2019
Jaringan Tubuh Tumbuhan
Jaringan dan klasifikasi

 Jaringan sederhana dan majemuk


 Jaringan permanen dan meristem
 Jaringan primer dan sekunder utana
 Jaringan pengisi : sifat, ciri-ciri dan fungsi parenkim
 Jaringan mekanik/penguat : sifat, ciri-ciri dan macam-macam bentuk dari kolenkim
sklerenkim

Jaringan merupakan sekelompok sel yang memiliki asal, struktur, dan fungsi yang sama
Jaringan sederhana adalah jaringan yang secara umum terdiri dari sel-sel yang sama bentuk serta
fungsinya sedangkan jaringan kompeks atau majemuk merupakan jaringan yang terdiri atas lebih
dari satu macam sel.

Jaringan sederhana
Ada tiga macam jaingan sederhana yaitu parenkima,kolenkima,sklerenkima. Istilah ini
berlaku juga untuk sel tunggal yang memperlihatkan sifat jaringan ini. Jadi sebuah sel parenkima
tidak selalu berupa sekelompok jaringan sederhana parenkima, melainkan mungkin suatu
kelompok jaringan kompleks.

Parenkima
Parenkima merupakan tipe paling sederhana jaringan dewasa, karena hanya sedikit
perubahannya dari sel meristem dibandingkan dengan jaringan-jaringan lain. Sel-sel parenkima
adalah sel hidup yang tidak cukup berspesialisasi, sehingga mampu berubah lagi menjadi sel
meristem. Sering kali sulit untuk membedakan antara jaringan-jaringan ini sebab tipe-tipe selnya
sering kali berbaur. Parenkima khususnya, tidak mempunyai batasan tegas dan mencakup sederet
sel yang sangat berbeda struktur maupun fungsinya. Jadi tidak mungkin untuk mengatakan bahwa
sel perenkima itu mempunyai ciri tertentu terpisah dari sel yang umum dan masih hidup ketika
telah dewasa. Namun, ada juga sel-sel parenkima yang khas yang berbentuk agak isodiametrik
dengan atau tanpa ruang antarsel di antaranya dan memilii dinding tipis dari selulosa. Noktah, jika
ada selalu berbentuk sederhana. Parenkima yang berasal dari bahasa Yunani(secara harfiah berarti
menumpahkan dari samping), membentuk jaringan dasar pembungkus yang membungkus jaringan
yang lebih berspesialisasi. Selain berfungsi sebagai pembungkus, parenkima mungkin juga ada
hubungannya dengan fotosintesis dan dengan penyimpanan kanji dan bahan lain. Berkenaan
dengan dua fungso itu sel parenkima sangat bervariasi, baik bentuk mamupun hubungan bahan
hidupnya. Jadi sel-sel parenkima dari jaringan fotosintetik daun akan kaya prtoplasma dan
mungkin juga sangat memanjang atau membulat, sedangkan sel parenkima yang dijumpai pada
bagian penyimpanan makanan seperti biji kacang atau ubi jalar padar oleh butir pati. Selain
membentuk jaringan sederhana, jaringan parenkima merupakan komponen biasa dari dua jaringan
kompleks, xilem dan floem, yang umumnya bertindak sebagai gudang berbagai bahan, terutama
pati.
Macam-macam Parenkim Menurut Bentuknya:
 Parenkim palisade
Bentuk silindris/prismatis memanjang. Terdapat pada palisade tumbuhan dicotyledoneae
pada umumnya.
 Parenkim bunga karang/spons parenkim
Bentuk tidak teratur, banyak ruang antar sel. Terdapat pada mesofil tumbuhan
Monocotyledoneae dan spons parenkim Dicotyledoneae.
 Parenkim bintang/aktinenkim
Sel parenkim mempunyai lengan- lengan sehingga r.a.s banyak dan besar- besar fungsi
untuk menyimpan udara. Menurut fungsi disebut aerenkim. Misal : pada Canna sp, Juncus.
 Parenkim dengan ruang antar sel yang besar, disebut aerenkim
Terdapat pada alat pengapung tumbuhan air. Misal : Eichhornia crassipes.
 Parenkim lipatan
Sel parenkim dengan dinding sel melipat-lipat ke arah dalam dan di dalam sel banyak
mengandung kloroplast dapat melakukan fotosintesa menurut fungsi termasuk parenkim
asimilasi. Misal : pada Pinus merkusii (daun) Oryza sativa, Bambusa sp.
Kolenkima
Kolenkima adalah jaringan hidup yang memiliki banyak sifat parenkima dan tentu saja
secara struktural dapat dianggap sebagai parenkima yang khusus sebagai jaringan penunjang pada
organ muda. Jika kolenkima dan parenkima terletak berdampingan, mereka biasanya berbaur
menjadi bentuk transisi. Kemiripannya dengan parenkima juga ditunjukkan oleh sering
terdapatnya kloroplas pada kolenkima itu dan oleh kemampuannya melanjutkan aktivitas
meristem. Kolenkima terdapat langsung di bawah atau dekat permukaan batang muda dan tangkai
daun muda, juga sepanjang vena utama dan sejati; jarang dijumpai pada akar. Sel-sel kolenkima
memanjang ke arah poros panjang organ tempatnya berada, dan ditandai oleh adanya sel primer
yang tebal dan tak berlignin. Walaupun demikian, penebalan dindingnya tidak secara merata pada
seluruh permukaan dinding dalam sel, melainkan paling tebal pada sudut-sudut sel (kolenkima
bersegi), walaupun kedua dinding tangensialnya dapat juga membujur, kolenkima memperlihatkan
bagian yang tebal dan tipis, bergantung pada bidang irisannya. Dinding selulosa yang tebal pada
kolenkima mrnggabungkan sifat keuletan luar biasa dan plastisitas kelenturan. Oleh karena itu,
kolenkima cocok sekali untuk menopang organ yang aktif tumbuh, sebab sel-selnya dapat
meregang untuk menyesuaikan diri dengan perpanjangan organ, sehingga kekuatannya akan tetap.
Jenis atau macam-macam kolenkim :

 Kolenkim sudut (angular)


Penebalan berlangsung pada bagian-bagian sudutnya, dan memanjang mengikuti sumbu
sel. Contohnya, pada tangkai daun Vitis sp, Begonia sp, Solanum tuberosum.
 Kolenkim papan (lamellar)
Penebalan terjadi pada dinding sel yang tangensial (sejajar permukaan organ), sehingga
pada irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret. Contohnya, pada korteks
batang Sambucus javanica.
 Kolenkim tubular (lakuna)
Terdapat pada kolenkim yang mempunyai ruang-ruang antarsel dan penebalan-
penebalannya terjadi pada permukaan ruangruang antara sel tersebut. Contohnya, pada
tangkai daun Salvina, Malva, dan Althaea.
 Kolenkim tipe cincin
Pada penampang lintang lumen sel berbentuk lingkaran. Pada waktu menjelang dewasa
terlihat bahwa karena pada tipe sudut penebalan bersambungan pada dinding sel, maka
lumen tidak menyudut lagi.
Sklerenkima
Jika kolenkima merupakan jaringan penunjang organ yang tumbuh aktif, maka
sklerenkima melaksanakan fungsi yang serupa pada bagian tumbuhan yang telah dewasa. Sel
sklerenkima memiliki dinding selunder tebal, biasanya berlignin, protoplasmanya mati atau tidak
aktif setelah dewasa. Sklerenkima merupakan jaringan yang sangat bervariasi, tetapi dapat dikenal
dua kategorinya yang besar, yaitu serat dan sklereid.

Serat
Serat adalah sel-sel yang panjang dan sempit berujung runcing. Sel-sel itu biasanya
berkumpul menjadi sebuah jalur panjnag, ujung-ujungnya yang runcing bertumpang tindih dan
menyatu dengan kuat. Ketika serat itu masih muda dan aktif tumbuh, dinding ujungnya cenderung
untuk saling merapat, sehingga terjadi ujung serat deasa yang runcing juga. Pemanjangan seutas
serat dengan cara menyelipkan ujungnya yang tumbuh di antara dua dinding sel tetangganya
disebut pertumbuhan instrusif. Setelah serat berhenti memanjang, dindingnya terus mempertebal
diri sampai pada waktu dewasa rongga sel sangat berkurang data kadang-kadang hampir tidak ada
sama sekali. Serat terdapat pada seebagian besar bagian tubuh tumbuhan dan pada letaknya serat-
serat itu dapat digolongkan ke dalam dua tipe serar xilari yang terdapat pada xilem yang
mempunyai jaringan kompleks, dan serat-serat ekstra xilari yang terdapat pada jaringan di luar
xylem. Serat xilari memiliki sedikit noktah terlindung, tingkap dalamnya berbentuk celah dan
tingkap pasangan noktahnya sering saling menyilang. Serat ekstra xilari memiliki noktah tunggal
yang sangat meyempit. Walaupun dinding sekunder yang tebal dari serat itu biasanya berlignin,
beberapa serat memiliki dinding selulosa yang tidak bermodifikasi. Serat xilari merupakan
komponen utama kayu, dan mengingat dindingnya yang sangat berlignin maka bahan ini keras dan
kaku serta extra xilari ada yang berlignin dan ada juga yang tidak, merupakan sumber yang lazim
digunakan untuk membuat tali, karung goni, dan bahan dasar tekstil untuk pakaian.

Sklereid
Bentuknya sangat bervariasi dari isodiameterik sehingga sangat tidak beraturan, bahkan
ada yang bercabang. Sklereid berdinding sangat tebal dan berlignin, kadang-kadang
memperlihatkan lapisan konsentrik yang dikoyak-koyak oleh nokta sederhana. Noktah ini sering
bercabang karena fungsinya dua atau lebih rongga noktah selama proses penebalan dinding
sekunder. Mungkin sekali dijumpai sklereid tunggal atau dalam kelompok kecil dianatara sel-sel
lain misalnya butiran seperti pasir pada daging buah jambu biji atau suatu massa sinambung
seperti tempurung kelapa.
Berdasarkan bentuknya, sklereid dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:

 Brakisklereid
Merupakan sel batu yang bentuknya seperti insang ikan, dijumpai pada floem kulit kayu
serta daging buah tertentu seperti pear
 Makrosklereid
Merupakan sebutan bagi sklereid yang bentuknya seperti tongkat dan dijumpai pada kulit
biji tumbuhan suku kacang-kacangan
 Asterosklereid
Sklereid yang bercabang-cabang berbentuk seperti bintang dan sering terdapat pada
daun
 Osteosklereid
Apabila bercabang. Sklereid ini dijumpai dalam kulit biji dan kadng-kadang dalam
daun Dicotyledoneae berbentuk seperti tulang dengan ujung yang membesar dan kadang-
kadang sedikit
 Trikoslereid
Merupakan sklereid yang memanjang seperti benang dengan satu percabangan teratur

Jaringan kompleks
Walaupun tersusun atas berbagai tipe sel suatu jaringan kompleks dapat dianggap sebagai
jaringan tunggal karena memiliki ciri khas khusus, terdapat pada tempat tertentu pada
tubuh tumbuhan dan memiliki fungsi tertentu pula. Ada dua macam jaringan kompleks
yaitu xilem yang berperan utama dala pengahntaran air dan larutan organik, dan floem
yang berperan utama dalam penghantaran makanan yang diolah dalam daun. Kedua
jaringan kompleks ini selalu berdampingan dan bersama-sama menusun pembuluh atau
sistem hantaran yang meluas ke seluruh bagian tumbuhan.

Xilem
Xilem (pembuluh kayu) adalah bagian dari jaringan pengangkut yang berfungsi untuk
melangsungkan pengangkutan air dari dan zat-zat mineral (unsur hara) dari dalam tanah
(melalui akar) ke daun. Xilem tersusun atas parenkima dan serat seperti yang sudah
diuraikan sebelumnya serta trakeid dan komponen pembuluh yang kesemuanya mencirikan
jaringan ini. Keempat unsur tersebut berbeda-beda jumlah dan komponennya dan tidak
harus lengkap hadir pada xilem dan tumbuhan tertentu.

Trakeid
Trakeid tersusun atas sel-sel yang kurang lebih memanjang,penampang melintangnya
persegi dan mempunyai dinding ujung miring atau meruncing.

Sel-sel trakeid akan mati setelah dewasa, pada saat dinding sel berlignin saja yang tinggal.
Semua trakeid memiliki dinding sel sekunder yang diletakkan mengikuti berbagai pola
sesuai dengan kedewasaan bagian di mana trakeid itu berada. Pada trakeid yang
terbentuknya berdampingan dengan meristem ujung, dinding sekundernya diisi oleh
serangkaian gelang horizontal (penebalan gelang) dan pada bagian yang lebih jauh ke
belakang terisi spiral (penebalan pilin). Kemudian diikuti oleh trakeid yang dinding
sekundernya berbentuk suatu pola yang mirip jala (penebalan berurat jala) di atas dinding
primer dan akhirnya bersambung dengan trakeid yang dinding sekundernya sinambung,
kecuali pada tempat noktah yang memanjang atau membulat (dinding bernoktah). Berbagaj
pola penebelan dinding sekunder ini membentuk sebuah deret, makin ke depan makin lebih
banuak dinding sekundernya yang tertutup. Keempat tipe penebalan ini menguatkan
trakeid tempayt mereka berada sehingga rongga pusat atau lumen tetap terbuka walaupun
ada tekanan dari sel tetangga. Trakeid yang memiliki penebalan gelang dan penebalan pilin
akan terbentuk ketika jaringan-jaringan sekitarnya masih memperpanjang diri, dan mereka
terus merentang walaupun strukturnya telah dewasa. Adanya rentangan akan tampak jika
beberapa rrakeid pilin beradu ujung pada deret yang membujur pada daerah
perpanjangannnya, sehingga spiral trakeid yang lebih tua lebih terentang darpida trakeid
muda. Karena itu trakeid yang memiliki dinding lebih tebal akan lebih kaku, tidam mudah
merentang.
Floem
Floem adalah jaringan pengangkut yang berfungai mengangkut dan mendistribusikan zat-zat
makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian tumbuhan yang lain dan komponen pembuluh
tapis dan sel tetangganya selain itu terdapat juga parenkima dan serat.
Komponen pembuluh tapis.
Merupakan sel-sel memanjang yang bersatu di ujungnya membentuk pembuluh tapis.
(Gambar 3.10) Cara penyusunannya analog dengan susunan pembuluh pada xilem.
Bedanya, dinding sel komponen pembuluh tapis tidak berlignin dan digolongkan sebagai
dinding sel primer, walaupun mereka biasanya menebal juga. Berrbeda dengan komponen
pembuluh, dinding melintang komponen pembulih tapis ini walaupun lebih bermodifikasi,
tidaklah rusak sama sekali. Sebaliknya, dinding tersebut masih berlubang-lubang sehingga
melalui lubang-lubang protoplasma dua: komponen yang bertindihan dapat langsung
berhubungan. Jalur penghubung yang terdiri atas sitoplasma itu mirip dengan
plasmodesmata, hanya jauh lebih besar. Dinding silang yang berperforasi itu disebut papan
tapis(Gambar3.11). Adanya papan tapis ini menentukan nama tipe sel yang khas tersebut.
Lazimnya papan tapis menutupi seluruh permukaan dinding silang, tetapi kadang-kadang
terbagi-bagi menjadi bagian tipis berlubang-lubang sehingga terjadi papan tapis majemuk.
Pada papan tapis tiap jalur sitoplasmanya terbungkis oleh yabung dari sejenis karbohidrat
khusus yang disebut kalos. Tebal tabung kalos ini jelas memperngaruhi ukuran lubang
tapis. Jika tumbuhan berada dalam keadaan dorman.l, bantalan kalos tebal sama sekali
menutupi lubang. Akan tetapi pada permulaan musim pertumbuhan, banyak kalos pindah
tempat dan jalur penghubung sitoplasma barubakan bermunculan. Jika tumbuhan terluka,
kalos juha dibentuk, kadang-kadang hanya beberapa detik setelah terjadi luka, sehingga
membendung lubang dan mengurangi kehilangan bahan makanan. Salah satu konsekuensi
reaksi serentak inilah pada kebanyakkan irisan mikroskopik, lubang akan tertutup
seluruhnya. Komponen pembuluh tapis adalah sel hidup dan hanya akan berfungsi selama
mereka hidup. Suatu sifat yang luar biasa dari komponen pembuluh tapis ini ialah bahwa
selama perkembangannya nukleus yang tadinya ada akan pecah dan hilang sama sekali
pada waktu dewasa. Komponen pembuluh tapis ini satu-satunya contoh sel tumbuhan yang
hidup tanpa nukleus. Pengamatan melalui mikroskop elektron menunjukkan bahwa
komponen pembuluh tapis juga luar biasa meningat jumlah mitokondrianya sedikit sekali
dan hampir tidak memiliki organel sitoplasma lain. Lebih lanjut diketahui bahwa tidak ada
perbedaan nyata antara vakuola dan sitoplasma; isi utama selnya adalah semacam prtoein
fibril yang disebut protein-P. P-protein adalah suatu zat yang agak kental, yang mudah
diwarnai dengan zat pewarna sitoplasma, terdapat pada unsur tapis. Ternyata dengan
bantuan mikroskop elektron, P-protein dari berbagai spesies itu berbeda-beda dan muncul
dalam bermacam bentuk tabung, filamen atau fibril, butiran dan kristal. Dengan beberapa
pengecualian, P-protein terdapat pada komponen pembuluh tapis spesies dikotiledon yang
teliti dan P-protein ini tidak umum didapati pada anggota pembuluh tapis monokotiledon
dan sel tapis gimnosperma dan kritofita vaskular. P-protein dihasilkan di sitoplasma dalam
bentuk badan-badan terpisah. Tersebar dalam sitoplasma bersamaan dengan hancurnya
nukleus.

Sel tetangga
Di antara berbagai tipe sel parenkima yang berhubungan dengan komponen pembuluh
tapis, sel tetangga adalah yang paling terspesialisasi. Komponen pembuluh tapis dan sel
tetangga mempunyai hubungan ontogenetik karena mereka berkembang dari sel meristem
yang sama. Sel meristem semacam itu membelah secara longitudinal sekali atau beberapa
kali dan salah satu sel yang dihasilkan, biasanya yang terbesar, menjadi khusus
membentuk anggota pembuluh tapis dan yang lain berkembang secara langsung atau tidak
langsung, dengan cara pembelahan transversal atau longitudinal, menjadi sel tetangga.satu
atau lebih sel tetangga mungkin menyertai atau komponen pembuluh tapis. Ukuran sel
tetangga bervariasi mungkin sama panjang dengan komponen pembuluh tapis yang
berhubungan dengannya atau lebih pendek. Sel tetangga sangat lekat dengan anggota
pembuluh tapis yang biasanya sukar dipisahkan meskipun dengan maserasi sekalipun. Sel
tetangga mengalami diferensiasi, kepadatan protoplasmanya meningkat. Sel tetangga yang
dewasa tetap mempertahankan nukleusnya, kaya akan ribosom, berisi banyak mitokondria,
retikulum endoplasma kasar dan plastid. Beberapa sel tetangga berisi P-protein.

FLOEM PRIMER DAN FLOEM SEKUNDER

 Floem primer
Terbentuk dalam organ-organ tu mbuhan yang masih mengadakan pertumbuhan
memanjang.
 Floem Sekunder
Terbentuk dari sel-sel kambium.

PROTOFLOEM DAN METAFLOEM


Protofloem adalah floem yang pertama kali dibentuk pada bagian tumbuhan (yang tengah
melangsungkan kegiatan pertumbuhannya), bagian tumbuhan yang mengadakan
pertumbuhan membentang sedangkan Metafloem adalah floem yang terbentuk setelah
protofloem, biasanya pada tumbuhan yang tidak lagi atau hanya sedikit melangsungkan
pertumbuhan membentang

TIPE-TIPE BERKAS PENGANGKUT


Berkas pengangkut dapat denan mudah dibedakan dengan jaringan parenkim di
sekitarnya karena relatif kecil dengan tanpa adanya ruang antar sel, hingga trakea yang
sel-selnya lebih besar dibandingkan sel-sel disekitarnya. Komponan-komponan xilem sel-
slenya berdinding tebal dan mengalami lignifikasi.

Berdasarkan posisi/letak xilem dan floemnya, berkas pengankut dibedakan menjadi 3 tipe
dasar, yaitu kolateral, konsentris dan radial. Masing-masing tipe dasar tersebut terbagi lagi
menjadi tipe-tipe lain yang lebih spesifik.
1. Tipe Kolateral
Berkas pengangkut tipe kolateral didefinisikan sebagai berkas pengangkut dengan kondisi
xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
 Kolateral terbuka
Apabila diantara xilem dan floem dapat dijumpai adanya kambium maka berkas
pengangkut ini mempunyai tipe kolateral terbuka.
 Kolateral tertututp
Apabila diantara xilem dan floem tidak dijumpai adanya parenkim maka sebagai
penghubung maka berkas pengangkut ini mempunyai tipe kolateral tertutup. Berkas
pembuluh tipe kolateral tertutup ini kadang dikelilingi jaringan sklerenkim yang sering
disebut sebagai seludang berkas pengangkut. Berkas pengangkut tipe ini dijumpai pada
tumbuhan golongan Monocotyledonae.
 Bikolateral
Berkas pengangkut bikolateral apabila dijumpai adanya floem luar dan floem dalam.
Diantara floem luar dan xilem dijumpai adanya kambium. Keberadaan kambium diantara
floem dalam dan xilem masih kurang jelas, mungkin hanya berupa parenkim penghubung
2. Tipe Konsentris
Berkas pengangkut tipe konsentris merupakan berkas pengngkut dengan kondisi xilem
dikelilingi floem atau sebaliknya.
 Konsentris amphikibral
Apabila xilem berada di tengah dan floem mengelilinginya makan disebut berkas
pengangkut konsentris amphikibral. Umum dijumpai pada tumbuhan golongan paku-
pakuan (Pteridophyta)
 Konsentris amphivasal
Apabila floem di tengah dan xilem mengelilinginya maka disebut berkas pengangkut tipe
konsentris amphivasal. Contohnya pada Cirdyline sp. dan rhizoma Acorus calamus.

3. Tipe radial
Berkas pengangkut tipe radial merupakan berkas pengangkut dengan letak dan xilem dan
floem bergantian menurut jari-jari lingkaran. Dijumpai pada akar tumbuhan
monocotyledonae dan akar primer Dicotyledonae.
Jaringan pelindung (Epidermis)
Epidermis merupakan lapisan sel terluar dari daun, bagian bunga, buah dan biji, serta dari
batang dan akar sebelum menjalani pembelahan sekunder. Menurut fungsi dan bentuk,
sel-sel epidermis tidaklah sama. Selain dari sel epidermis yang umum, juga dijumpai
banyak macam rambut, sel pengawal stomata, sertasel spesifik lainnya. Akan tetapi dari
segi totpografi dan sampai tingkat tertentu secara ontogeni, epidermis merupakan
jaringan yang seragam.

Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang terdiferensiasi struktur dan fungsinya antara
lain:
a. Stomata (mulut daun)
yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Stomata berupa ruang antar sel yang
dibatasi oleh dua sel khas yang disebut sel penjaga. Sel penjaga dan lubang tersebut
bersama-sama membentuk stomata. Pada banyak tumbuhan dapat dibedakan yaitu sel
pelengkap, yang merupakan dua atau lebih sel khas yang membatasi sel penjaga. Sel
tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penjaga
yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan di permukaan bawah daun.

Tipe utama stomata pada Dicotyledone berdasarkan susunan sel tetangga yang
berdekatan dengan sel penjaga, antara lain:

1. Tipe anomositik (Ranunculaceous), yaitu sel penjaganya dikelilingi oleh sejumlah sel
tertentu yang tidak berbeda dengan sel tetangga yang lain dalam bentuk maupunukuran.
Tipe ini umum pada Ranunculaceae, Geraniaceae, Capparidaceae, Cucurbitaceae,
Malvaceae, Scrophulariaceae, Tamaricaceae, dan Pavaveraceae
2. Tipe anisositik (Cruciferous), yaitu setiap sel penjaga dikelilingi oleh tiga sel
tetangga yang ukurannya tidak sama. Tipe ini umum pada Cruciferae, Nicotiana solanum,
Sedum, dan lainnya.
3. Tipe parasitik (rubiaceous), yaitu setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih
sel tetangga, sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur. Tipe ini
umum pada Rubiaceae, Magnoliaceae.
4. Tipe diasitik (caryophyllaceous), yaitu setiap stoma dikekelingi oleh dua sel tetangga,
umumnya dinding selnya itu membuat sudut siku-siku terhadap sumbu membujur stoma.
Tipe ini umumnya pada Caryophyllaceae, Acanthaceae, dan lain-lain.
5. Tipe akinositik, yaitu stoma dikekelingi oleh lingkaran sel yang menyebar dalam
radius

Tipe stomata berdasarkan letak sel penutup :

1. Tipe paneropor yaitu stomata yang sel penutupnya terletak pada permukaan daun
(pada tanaman air). Fungsinya adalah dapat mengambil udara dan terkadang
stomatanya dilengkapi pipa.
2. Tipe kripopor yaitu stomata yang sel penutupnya terletak jauh di permukaan daun.
Conothnya pada tanaman yang agak tahan kekeringan misalnya tanaman padang
pasir, kurma, pinus, cemara yang besar
Tipe stomata berdasarkan letak penebalan-penebalan sel penutup :
1. Bentu Amaryliaceae yaitu sel penutup bentuk ginjal, arah membukanya sejajar
permukaan epidermis. Contohnya pada tanaman bakung
2. Bentuk Graminae yaitu sel penutupnya bentuk halter, arah membukanya sejajar
permukaan epidermis, arah penebalan sejajar dinding sel. Contohnya pada Peaceae,
Cyperceae
3. Bentuk Mnium yaitu sel penutup bentuk ginjal, arah membukanya tegak lurus pada
permukaan epidermis. Contohnya pada jenis lumut dan Pteridophyta
4. Bentuk Helliborus yaitu sel penutup bentuk ginjal, arah membukanya merupakan
resultan dari arah yang sejajar dan tegak lurus dari permukaan epidermis. Contohnya
pada jenis Dicotyledonae
b. Trikoma merupakan tonjolan epidermis ke arah luar, dapat bersifat kelenjar dan
bukan kelenjar. Fungsi trikoma adalah pada bagian akar trikoma berfungsi untuk
penyerapan air dan garam dari dalam tanah, pada bagian epidermis batang dan daun
trikoma berfungsi untuk mengurangi penguapan dan gangguan mekanik,trikoma juga
berungfsi untuk mengeluarkan zat perekat, membantu penyerbukkan dan mengeluarkan
madu.
Trikoma dapat dibagi menjadi dua yaitu ;
1. Trikom tanpa kelenjar
a) Rambut yang uniselular sederhana atau multiselular uniseriat, yang tidak
memipih, umum dijumpai seperti pada Lauraceae, Moraceae, Triticum,
Hordeum, Pelagornium, dan Gpssypium. Pada Gossypium, serat yang digunakan
dalam perdagangan adalah rambut edpidermis uniselular yang panjangnya dapat
mencapai 6cm dan berada pada kulit biji. Kelompok itu mencakup papila dan
gelombang yang juga dikenal dengan rambut vesikular.
b) Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiselular dan memipih secara nyata
sekali. Tipe ini dapat tidak bertangkai (duduk), maka disebut sisik atau bertangkai
dan dikenal sebagai rambut berbentuk perisai.
c) Rambut multiselular yang dapat berbentuk bintang (stelata), contohnya pada
Styrax , seperti tempat lilin bercabang (kandelabrum), contohnya pada Platanus
dan Verbacum.
d) Rambut kasar, trikoma kasar multiserat, yang di pangkalnya terdiri atas sedikitnya
dua atau lebih deretan sel yang berdampingan. Rambut seperti itu dapat dilihat
pada pangkal tangkai daun Portulaca oleraceae.
Pada beberapa spesies rambut dapat bergerak dengan dua cara yaitu dengan
mekanisme higrokopis yaitu dinding sel yang kembang-kempisnya berbeda atau
oleh tindakan sel hidup itu yang meliputi rambut itu sendiri atau dapat juga hanya
pada pangkalan atau di dekatnya.
2. Trikom berkelanjar
Trikom berkelnjar terlibat dalam sekresi berbagai bahan, contohnya larutan garam,
larutan gula(nektar), terpentin dan gom(polisakarida). Trikom yang mengeluarkan
sekresi disebut kelenjar.

BATANG

Batang merupakan bagian tubuhtumbuhan yang amat penting dan merupakan tempat
serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan dengan sumbu
tubuh tumbuhan.

Pada umumnya batang mempunyai sifat sifat berikut :

a) Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai
bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya dapat dengan sejumlah
bidang dibagi menjadi dua bagian yang setangkup.
b) Terdiri atas ruas ruas yang masing masing dibatasi oleh buku buku, dan pada
buku buku inilah terdapat daun.
c) Tumbuhnya biasanya keatas, menuju cahaya bersifat fototrop/ heliotrop.
d) Selalu bertambah panjang diujungnya. Sehingga disebut batang mempunyai
pertumbuhan yang tidak terbatas.
e) Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan,
kecuali kadang kadang cabang atau ranting yang kecil.
f) Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
Misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk :

1. Mendukung bagian bagian tumbuhan yang ada diatas tanah, yaitu : daun, bunga
dan buah
2. Dengan percabangannya memperluas asimilasi.
3. Jalan pengangkutan air dan zat zat makanan dari bawah keatas dan jalan
pengangkutan hasil hasil asimilasi dariatas kebawah.
4. Menjadi tempat penimbunan zat zatmakanan cadangan.
Pada umunya struktur anatomi batang terdiri dari :
a) Epidermis

Jaringan epidemis batang tersusun oleh lapisan sel yang tersusun rapat tanpa ruang
antar sel. Dinding sel sebelah luar dilngkapi dengan kutikula yang berfungsi untuk
melindungi batang dari kekeringan. Pada tumbuhan kayu yang telah tua
terdapat cambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer. Aktivitas
cambium gabus adalah untuk melakukan pertukaran gas melalui celah yang
disebut lentisel. Epidermis batang tertentu dapat membentuk derivate, antara lain
menjadi sel silica dan sel gabus. Misalnya pada epidermis batang tebu.

b) Korteks
Korteks batang tersusun oleh sel-sel parenkim yang berdidinding tipis. Letak sel-sel
parenkim ini tidak teratur sehingga banyak berbentuk ruang antarsel. Korteks juga
tersusun atas kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi menyokong dan memperkuat
tubuh. Sel-sel disebelah dalam korteks mengandung amilum; bagian tersebut
dinamakan sarung tepung (floeterma)
c) Stele (silinder pusat)
Stele batang terletak disebelah dalam batang. Lapisan terluar dari stele
disebut periskel. Didalam stele terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut berupa
xylem dan floem. Pada tumbuhan dikotil, bagian tepi stele dibatasi oleh cambium,
sedangkan pada tumbuhan pada tumbuhan monokotil tidak terdapat cambium.
Aktivitas kambiumpada akar dan batang sama, yaitu arah luar membentuk unsure
kulit, kearah dalam membentuk unsure kayu. Pertumbuhan kearah dalam jauh lebih
banyak, sehingga kayu yang dihasilkan juga tebal. Kayu pada akar dan batang
tersusun oleh pembuluh kayu. Kulit akar dan batang tersusun oleh pembuluh tapis dan
sel pengiringnya. Jaringan penguat dapat berupa kolenkim, sklerenkim, dan
parenkim.
Cambium yang terletak antara berkas p[engangkut dan parenkim disebut cambium
fasikuler, sedangkan cambium yang terletak diantara dua berkas pengangkut
disebut cambium interfasikuler. Bagian yang berubah menjadi cambium tidak hanya
parenkim diantara xylem dan floem saja tetapi juga sel-sel jaringan empulur yang
segaris dengan cambium fasikuler. Adanya cambium menyebabkan adanya
pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan diameter batang membesar. Aktivitas
cambium tidak selalu sama dan teratur. Pada musim hujan, aktivitas pertumbuhan
cambium lebih giat dibandingkan musim kemarau. Akibatnya terjadi perbedaan lebar
cincin kosentis yang disebut lingkaran tahun.
Aktivitas cambium merusak jaringan yang terdapat pada floeterma, korteks, dan
epidermis. Kemudian terbentuklah cambium, khususnya dibawah epidermis, yang
disebut cambium gabus (felogen). Felogen dapat membelah kearah luar saja atau
kearah dalam saja.
Berkas pengangkut monokotil letaknya tersebar tidak teratur. Masing-masing berkas
pembuluh pada tumbuhan monokotil terbungkus sarung berkas pengangkut. Struktur
berkas pengangkut batang dikotil sama dengan akar monokotil muda, yaitu
membentuk lingkaran (Solomon met al. 2005)
1. Struktur batang dikotil

Di bagian belakang meristem apikal yang tersusun dengan berurutan ada protoderm yang
akan mengalami proses pembentukan menjadi epidermis, prokambium mengalami proses
pembentukan xilem, floem dan juga kambium vaskuler, serta pada bagian meristem dasar
yang akan mengalami proses pembentukan menjadi empulur dan juga korteks. Pada
umumnya bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil mempunyai susunan
seperti lapisan epidermis, korteks, dan juga stele

 Epidermis
Epidermis di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil yakni susunan dari sel
pipih yang rapat. Bagian ini mempunyai fungsi untuk melakukan perlindungan terhadap
jaringan yang terletak di bagian dalam batang, setelah batang mengalami suatu proses
pertumbuhan sekunderPada bagian-bagian tertentu, ternyata epidermis akan mengalami
pemecahan dan kemudian akan diisi oleh jaringan gabus yang diperoleh dari bagian
kambium gabus. Lapisan yang ada gabusnya ini sering disebut sebagai lentisel. Lentisel
sendiri mempunyai fungsi sebagai suatu tempat yang digunakan untuk melakukan
pertukaran gas dan juga proses penguapan.
 Korteks
Korteks yang ada di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil merupakan
jaringan yang susunannya terdiri dari sel-sel parenkim yang digunakan sebagai jaringan
dasarnya. Korteks batang sendiri terbagi menjadi dua yakni korteks bagian luar dan
korteks bagian dalam. Korteks bagian luar terdiri dari bagian sel-sel kolenkim yang
berkoloni atau pun bagian sel-sel kolenkim yang bercampur menjadi satu (selang-seling)
dengan bagian sel-sel parenkim yang mengalami proses pembentukan lingkaran yang
tertutup.
Pada korteks bagian luar tidak terlihat pada bagian batang semua jenis tumbuhan,
melainkan hanya jenis-jenis tumbuhan tertentu saja. Sedangkan pada korteks bagian
dalam bisa terlihat pada bagian batang semua jenis tumbuhan. Hal ini bisa terjadi karena
korteks bagian dalam adalah bagian pemisah antara bagian korteks dengan bagian stele.
Korteks bagian dalam terbentuk dari bagian sel-sel parenkim. Korteks bagian dalam yang
ada pada tumbuhan mempunyai biji tertutup yang mempunyai suatu lapisan sel yang akan
mengalami proses pembentukan menjadi lingkaran dan di dalamnya berisi butir-butir pati
yang sering disebut sebagai seludang pati.
 Stele
Stele atau sering disebut sebagai silinder pusat di bagian batang pada tumbuhan yang
tergolong dikotil adalah bagian yang paling dalam dari bagian batang itu sendiri yang
letaknya di sebelah dalam bagian endodermis. Stele tersusun atas lapisan paling luar yang
sering disebut dengan perikambium atau bisa juga disebut dengan perisikel. Di dalam
perikambium sendiri ada empulur dan juga berkas vaskuler yang terdiri atas dua bagian
yakni floem dan juga xilem. Definisi dari empulur ialah dimana parenkim terletak di
bagian tengah-tengah stele. Selain itu empulur juga terletak di bagian sekitar berkas
vaskuler yang mempunyai bentuk serupa dengan jari-jari, sehingga sering disebut sebagai
jari-jari empulur. Pada bagian berkas vaskuler yang ada di floem dan juga xilem pada
tumbuhan yang tergolong dikotil terbentuk menyerupai cincin yakni dengan cara
kolateral terbuka.
Proses ini berarti menandakan bahwa di antara bagian floem dan juga xilem terkandung
kambium di dalamnya. Berkas vaskuler sendiri bisa tersusun dari prokambium yang
selanjutnya akan mengalami proses diferensiasi yang akan menjadi berkas kolateral
bersama dengan xilem dan juga floem primer. Prokambium yang terletak pada bagian
antara xilem dan juga floem juga akan mengalami deferensiasi yang membentuk menjadi
kambium vaskuler. Sedangkan bagian kambium sendiri yang tersusun dari bagian
parenkim pada area yang ada di antara xilem dan juga floem, akan selalu berdampingan
sehingga sering disebut sebagai kambium intervaskuler. Kedua bagian kambium itu akan
mengalami proses pembentukan menjadi lingkaran kambium yang memiliki bentuk utuh.

2. Struktur anatomi batang dikotil


Pada bagian meristem apikal pada tumbuhan yang tergolong monokotil yang mempunyai
ukuran yang relatif lebih kecil daripada bagian meristem apikal pada tumbuhan yang
tergolong dikotil. Meristem akan mengalami proses pembentukan menjadi tunas aksiler,
bakal daun, dan juga epidermis. Di bagian bawah meristem apikal, ada pula bagian
meristem perifer.
Definisi dari meristem perifer ialah meristem primer yang mengalami proses pelebaran
dan penebalan di area sekitar bagian meristem apikal. Meristem perifer akan berkembang
membentuk bagian-bagian utama dari batang yang di dalamnya terdapat suatu ikatan
pembuluh. Tidak beda dengan dengan tumbuhan yang tergolong dikotil, pada tumbuhan
yang tergolong monokotil juga terdiri atas lapisan epidermis, korteks, dan juga stele.

 Epidermis
Epidermis bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil mempunyai bagian
dinding sel yang cenderung lebih tebal jika dibandingkan dengan tumbuhan yang
tergolong dikotil.

 Korteks
Korteks bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil berupa jaringan-
jaringan yang ada di bagian bawah epidermis. Pada umumnya korteks tersusun dari
bagian sel-sel sklerenkim yang berupa kulit batang. Kulit batang sendiri mempunyai
fungsi dalam memperkuat dan juga mengeraskan bagian-bagian dari luar batang.

 Stele
Stele bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil ialah jaringan-jaringan
yang terdapat di bagian bawah korteks. Pada umumnya batas yang ada di antara stele dan
juga korteks tidak terlihat jelas. Stele yang di dalamnya berisi berkas vaskuler yang
menyebar di seluruh bagian empulur, terutama yang mengalami konsentrasi mendekati
bagian kulit batang

Floem berada di area dahi, sedangkan xilem dibagi menjadi empat pembuluh yakni dua
mata, hidung dan juga mulut. Tipe yang terdapat pada berkas vaskuler tumbuhan yang
tergolong monokotil merupakan kolateral tertutup. Hal ini menandakan bahwa antara
floem dan juga xilem tidak terkandung kambium di dalamnya.Dengan demikian,
tumbuhan yang tergolong monokotil tidak akan terjadi proses pertumbuhan sekunder.

Pada umumnya tumbuhan yang tegolong monokotil hanya mengalami proses


pertumbuhan primer secara memanjang. Proses terjadinya pembesaran pada batang
dilakukan melalui suatu mekanisme pembentukan rongga-rongga. Bagian rongga ini
mengalami pembentukan karena terjadi hilangnya bagian empulur, tidak termasuk
empulur yang terdapat pada bagian buku-buku batang. Sangat bertolak belakang dengan
tumbuhan yang tergolong dikotil, struktur anatomi yang ada pada batang tumbuhan yang
tergolong monokotil dari mulai muda sampai tua prosesnya terjadi sama persis.
Perbedaan antara anatomi batang monokotil dan dikotil

Perbedaan selanjutnya pada anatomi batang monokotil dan dikotil adalah keberadaan
meristem interkalar. Meristem interkalar adalah ciri yang dimiliki oleh batang tumbuhan
monokotil. Jaringan meristem ini terletak diantara meristem primer dan jaringan dewasa.
Meristem intrekalar memungkinkan batang tumbuhan memanjang dengan cepat.
Pemanjangan ruas batang ini dapat terjadi karena adanya proses pembelahan sel
membentuk sel muda yang sejajar membuat ruas batang semakin membentang. Pada
tumbuhan dikotil tidak ditemukan adanya meristem interkalar, namun terdapat meristem
lateral. Adapun yang termasuk dalam meristem lateral adalah kambium vaskular dan
kambium gabus.

Peranan kambium
Kambium memegang peranan yang signifikan pada pembedaan antara batang tumbuhan
dikotil dan monokotil. Pada tumbuhan dikotil, kambium ditemukan sebagai pembatas
antara xylem dan floem. Kambium pada tanaman dikotil inilah yang memungkinkan
terbentuknya lapisan kulit pada perkembangan kambium kedalam batang dan
terbentuknya kayu pada pertumbuhan kambium ke arah luar batang. Kambium jugalah
yang membuat kita bisa memperkirakan umur sebuah pohon dengan melihat figur cincin-
cincin pada penampang batang pohon yang ditebang.
Dalam tumbuhan dikotil terdapat dua macam kambium yaitu, kambium gabus dan
kambium pembuluh (Vascular Cambium).

 Kambium gabus – Kambium gabus merupakan bagian dari korteks.Pembentukan sel baru
pada kambium membuat sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis. Aktifitas dari
kambium ini ke arah luar membangun lapisan gabus (phellem) dan pada beberapa spesies
tumbuhan, kearah dalam membentuk phelloderm. Adapun fungsi kambium gabus adalah
untuk mengendalikan masuknya air dan mencegah serangan hama

 Vascular Cambium – Vaskular kambium adalah apa yang sering disebut sebagai
kambium saja. Kambium adalah jenis kambium yang membatasi bagian kulit kayu dari
kolom kayu. Vascular cambium dibedakan lagi menjadi dua macam berdasarkan
aktifitasnya, yaitu Kambium intravascular dan Kambium Intervascular. Fungsi dari
kambium intravaskuler adalah membentuk floem sekunder ke arah luar dan membentuk
xylem sekunder ke arah dalam. Berbeda dengan kambium intervaskuler yang memiliki
fungsi sebagai pembentuk jari-jari empulur.

3. Struktur batang gymnospermae

Batang Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka memiliki anatomi dan


perkembangan jaringan primer dan sekunder yang sama seperti batang dikotil. secara
anatomi, xilem batang Gymnospermae terutama terdiri dari trakeid dan noktah ladam.
tidak dijumpai jari-jari xilem, trakhea dan serabut kayu. Floem pada batang
Gymnospermae umumnya terdiri daari pembuluh tapis dan dan parenkim floem, sel
pengiring Floem tidak ada. Pada kebanyakan Gymnospermae umumnya dijumpai saluran
resin pada korteks. Tipe pembuluh pada Gymnospermae adalah Kolateral terbuka dimana
terdapat kambium diantara xilem dan floem, tipe stelenya yaitu Diktiostele dimana Floem
mengelilingi xilem (Amfikribal), silender pembuluh terbagi oleh celah daun
(polypodium). Batang gymnospermae diwakili oleh Pinus sp.. Pinus termasuk ke dalam
tumbuhan Conifer. Sistem pembuluh gymnospermae adalah silinder bercelah, dan di
bagian tengahnya terdapat empulur. Empulur terdiri dari jaringan agak seragam, terutama
parenkim dengan susunan longgar. Tipe berkas pembuluh konsentris amfikribal.
Konsentris amfikribal artinya adalah perbuluh terbentuk dengan susunan xylem
dikelilingi floem. Pada floem primer tidak terbentuk pada bagian tepi dan tidak
ditemukan adanya endodermis. di muka celah daun , jaringan sekunder dibentuk secara
bertahap sehingga parenkin celah menonjol ke arah xilem sekunder yang dibentuk sejak
awal. Xilem primer mungkin masih dapat dilihat di dekat empulur, namun floem primer
sudah hilang, Jika floem primer yang rusak masih terlihat , maka dapt ditentukan batas
antara floem dan korteks. Jika tidak maka batas tidak terlihat karena tidak ada serat floem
primer yang dapat digunakan sebagai batas. Korteks berisi saluran Harsa (Resin), yang
membesar tangensial sejalan dengan bertambahnya keliling batang. Periderm pertama
terbentuk di bawah epidermis dan bertahan sebelum diganti beberapa tahun kemudian.

Beri Nilai