Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

KEPERAWATAN ANAK

“KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN HIPERBILIRUBIN”

Dosen Pembimbing :

Ns. Wiwiek Retti Andriani, M.Kep

Disusun Oleh :

Kelompok 3

1. Bintoro Krisdyanto (2017010


2. Galih Ekky Sapta Pertiwi (201701021)
3. Tria Nurfitasari (201701034)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN PONOROGO
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Keperawatan Anak yang berjudul
“KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN HIPERBILIRUBIN” dengan baik. Shalawat
serta salam kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan
sahabat beliau, serta orang-orang mukmin yang tetap istiqamah di jalan-Nya.

Makalah ini kami rancang untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Keperawatan
Anak dan agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN HIPERBILIRUBIN”, yang disajikan berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber.

Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidaklah sempurna.
Kami mengharapkan adanya sumbangan pikiran serta masukan yang sifatnya membangun
dari pembaca, sehingga dalam penyusunan makalah yang akan datang menjadi lebih baik.
Terima kasih

Ponorogo, 8 Agustus 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Salah satu keadaan yang menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi
baru lahir adalah terjadinya hiperbillirubinemia yang merupakan salah satu kegawatan
pada bayi baru lahir karena dapat menjadi penyebab gangguan tumbuh kembang bayi.
Kelainan ini tidak termasuk kelompok penyakit saluran pencernaan makanan, namun
karena kasusnya banyak dijumpai maka harus dikemukakan. Kasus ikterus ditemukan
pada ruang neonatus sekitar 60% bayi aterm dan pada 80 % bayi prematur selama
minggu pertama kehidupan. Ikterus tersebut timbul akibat penimbunan pigmen
bilirubin tak terkonjugasi dalam kulit. Bilirubin tak terkonjugasi tersebut bersifat
neurotoksik bagi bayi pada tingkat tertentu dan pada berbagai keadaan. Ikterus pada
bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis atau patologis. Ikterus
fisiologis terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada
neonatus kurang bulan sebesar 80%. Ikterus tersebut timbul pada hari kedua atau
ketiga, tidak punya dasar patologis, kadarnya tidak membahayakan, dan tidak
menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. Ikterus patologis adalah ikterus yang
punya dasar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut
hiperbilirubinemia. Dasar patologis yang dimaksud yaitu jenis bilirubin, saat timbul
dan hilangnya ikterus, serta penyebabnya. Neonatus yang mengalami ikterus dapat
mengalami komplikasi akibat gejala sisa yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangannya. Oleh sebab itu perlu kiranya penanganan yang intensif untuk
mencegah hal-hal yang berbahaya bagi kehidupannya dikemudian hari. Perawat
sebagai pemberi perawatan sekaligus pendidik harus dapat memberikan pelayanan
yang terbaik dengan berdasar pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN