Anda di halaman 1dari 10

Nama : ERLYANA PUTRI MARSELINA

NIM/Kelas : P27838017027/A2
Nama Alat Infant warmer

No Materi Uraian
1. Sistem Layanan Kesehatan di Salah satu layanan kesehatan yang
Rumah Sakit dan Instansi digunakan untuk menghangatkan bayi. Fungsi
Kesehatan lain infant warmer lainnya juga dapat digunakan
untuk persinggahan sementara bayi – bayi yang
mengalami hipotermia, yaitu kondisi dimana
suhu tubuhnya belum mampu menyesuaikan
dengan lingkungan.
Penggunaan alat Infant Warmer umumnya
terdapat di ruang NICU rumah sakit. Bersama
dengan beberapa alat yang sejenis seperti
inkubator bayi, lampu fototerapi dan alat – alat
kesehatan lainnya yang berhubungan dengan
penanganan pada pasien neonatal atau bayi.

2. Fungsi Secara klinis Infant adalah bayi, sedangkan warmer


disebut sebagai penghangat. Jadi secara
pengertian infant warmer merupakan alat yang
digunakan sebagai penghangat bayi yang baru
lahir atau bayi yang lahir secara premature.
Infant warmer juga sebagai tempat singgah
sementara untuk menstabilkan suhu tubuh bayi
yang lahir mengalami hipotermia. Dengan
adanya panas (penghangat) yang dihasilkan oleh
infant warmer, maka bayi yang lahir tidak
normal dikarenakan suhu tubuh yang kurang
stabil dapat dikondisikan sesuai kebutuhan. Jika
suhu bayi sudah stabil dan normal, maka bayi
akan dipindah ke bed biasa.
Fungsi dari Infant warmer bayi adalah
untuk menjaga suhu bayi setelah bayi
dilahirkan. Selain itu infant warmer bayi dapat
digunakan untuk menstabilkan suhu bayi yang
mengalami hipotermia. Hipotermia pada bayi
terjadi karena suhu pada tubuh bayi kurang dari
35°C. Hipotermia pada bayi sering terjadi pada
bayi yang baru lahir karena penurunan suhu
panas tubuh yang sangat cepat dan dapat
mengancam nyawa bayi jika tidak ditangani
dengan segera.
Masalah sering dijumpai bayi yang baru
lahir sesegera mungkin ditaruh ke dalam
pelukan ibu untuk menghangatkan suhu tubuh
bayi. Selain itu, menggunakan infant warmer
apabila pelukan ibu tidak cukup untuk
menghangatkan bayinya. Hipotermia terjadi
karena suhu dalam rahim ibu berbeda dengan
suhu ruangan.
Gejala hipotermia sering dijumpai dengan
warna merah dalam kulit bayi. Saat anda
menyentuh kulit bayi terasa dingin. Sering
dijumpai bahwa bibir bayi menjadi biru dan
biasanya bayi tidak menangis saat lahir. Selain
itu, badan bayi menggigil dan bayi tidur secara
terus menerus. Terkadang, bayi tidak merespon
ASI dengan baik serta detak jantung dan detak
nadi pada bayi menurun dengan cepat.
Karena situasi tersebut, bayi membutuhkan
infant warmer untuk menstabilkan suhu tubuh
karena hipotermia. Infant warmer juga
dilengkapi dengan alat bantu pernapasan dan
outlet O₂ juga tersedia. Selain itu alat ini juga
dilengkapi dengan selimut bayi dan tiang infus
untuk memudahkan dalam penggunaanya serta
efisiensinya.
Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air
ketuban. Aliran udara melalui jendela/pintu
yang terbuka akan mempercepat terjadinya
penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan
panas tubuh. Akibatnya dapat timbul serangan
dingin (cold stress) yang merupakan gejala awal
hipotermia. Bayi kedinginan biasanya tidak
memperlihatkan gejala menggigil oleh karena
kontrol suhunya masih belum sempurna. Hal ini
menyebabkan gejala awal hipotermia seringkali
tidak terdeteksi oleh ibu atau keluarga bayi atau
penolong persalinan. Untuk mencengah
terjadinya serangan dingin adalah sebagai
berikut :
Setiap bayi lahir harus segera dikeringkan
dengan handuk yang kering dan bersih
(sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih
dahulu). Mengeringkan tubuh bayi harus
dilakukan dengan cepat dimulai dari kepala
kemudian seluruh tubuh bayi. Handuk yang
basah harus diganti dengan handuk lain yang
kering dan hangat.
Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus
dengan selimut diberi tepi atau tutup
kepala,kaos tangan dan kaki. Selanjutnya bayi
diletakkan telungkup di atas dada ibu untuk
mendapatkan kehangatan dari dekapan ibu.
Memberi ASI sedini mungkin segera
setelah melahirkan agar dapat merangsang
rooting refleksdan bayi mendapat kalori.
Menunda memandikan bayi baru lahir
sampai suhu tubuh bayi stabil. Untuk
mencengah terjadinya serangan dingin ibu atau
keluarga dan penolong persalinan harus
menunda memandikan bayi. Beberapa kriteria
dalam memandikan bayi;
Pada bayi lahir sehat yaitu lahir cukup
bulan,berat>2.500 gram,langsung menangis
kuat,memandikan bayi ditunda selama kurang
lebih 24 jam setelah kelahiran. Pada saat
memandikan bayi gunakanlah air hangat.
Pada bayi lahir dengan risiko (tidak
termasuk kriteria di atas),keadaan umum bayi
lemah atau bayi dengan berat lahir < 2.000 gram
sebaiknya bayi jangan dimandikan ditunda
beberapa hari sampai keadaan umum membaik
yaitu bila suhu tubuh bayi stabil,bayi sudah
lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan
baik.
Mempertahankan bayi tetap hangat selama
dalam perjalanan pada waktu merujuk.
Memberikan penghangatan pada bayi baru lahir
secara mandiri.
Melatih semua orang yang terlibat dalam
pertolongan persalinan. Bayi yang mengalami
hipotermi biasanya mudah sekali meninggal.
Tindakan yang harus dilakukan adalah segera
menghangatkan bayi di dalam inkubator atau
melalui penyinaran lampu.
Cara lain yang sangat sederhana dan mudah
dikerjakan oleh setiap orang adalah
menghangatkan bayi melalui panas tubuh ibu.
Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar
terjadi kontak kulit langsung ibu dan bayi.
Untuk menjaga bayi tetap hangat,tubuh ibu dan
bayi harus berada di dalam 1 pakaian
(merupakan teknologi tepat guna baru) disebut
sebagai metode Kanguru. Sebaiknya ibu
menggunakan pakaian longgar berkancing
depan.
Bila tubuh bayi masih dingin,gunakanlah
selimut atau kain hangat yang diseterika
terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi
tubuh bayi dan ibu. Lakukanlah berulang kali
sampai tubuh bayi hangat.
Biasanya bayi hipotermia menderita
hipoglikemia sehingga bayi harus diberi ASI
sedikit-sedikit sesering mungkin. Bila bayi tidak
mengisap beri infus glukosa 10 % sebanyak 60-
80 ml/kg per hari.

3. Konsep dasar peralatan


4. Sistem peralatan Infant warmer juga sebagai tempat singgah
sementara untuk menstabilkan suhu tubuh bayi
yang lahir mengalami hipotermia.
Dengan adanya panas (penghangat) yang
dihasilkan oleh infant warmer, maka bayi yang
lahir tidak normal dikarenakan suhu tubuh yang
kurang stabil dapat dikondisikan sesuai
kebutuhan. Jika suhu bayi sudah stabil dan
normal, maka bayi akan dipindah ke bed biasa
Infant warmer juga sebagai tempat singgah
sementara untuk menstabilkan suhu tubuh bayi
yang lahir mengalami hipotermia.
Dengan adanya panas (penghangat) yang
dihasilkan oleh infant warmer, maka bayi yang
lahir tidak normal dikarenakan suhu tubuh yang
kurang stabil dapat dikondisikan sesuai
kebutuhan. Jika suhu bayi sudah stabil dan
normal, maka bayi akan dipindah ke bed biasa.
5. Bagian-bagian peralatan Bagian- bagian dari alat :

1. Box pemanas : sebagai system pemanas yang


berfungsi untuk meradiasikan energy panas.
Pada infant warmer sederhana biasanya
digunakan sejenis lampu TL.
2. Panel control : suhu pada bagian tiang
penyangga box pemasan terdapat panel
control untuk mengatur suhu.
3. Sensor suhu : untuk mendeteksi suhu real
dan juga untuk mengindikasikan overheat.
4. System alarm : terdapat pada panel control
yang bekerja secara otomatis apabila
terdapat kegagalan setting suhu atau deteksi
over heat.
5. Infant bed : untuk meletakkan bayi yang
akan diterapai. Bagian ini dilengkapi dengan
pelindung pada setiap sisi yang biasanya
terbuat dari kaca atau mika.
6. Roda : untuk memudahkan penggerakan,
infant warmer juga dilengkapi dengan 4 roda
dimana yang 2 terdapat kunci agar tidak
bergerak
7. Tiang infus : merupakan bagian aksesoris
dari infant warmer, sebuah tiang infus kecil
untuk meletakkan infus agar lebih praktis.

Blok Diagram Alat:

Cara kerja :
Pada saat pesawat di On kan, maka power
supply akan memberikan supply pada semua
rangkaian. Control unit berfungsi sebagai
pengontrol utama dari kerja seluruh rangkaian.
Pertama dilakukan setting timer untuk lama
proses alat bekerja dan setting suhu untuk
mengatur output panas yang dikeluarkan oleh
heater untuk menghangatkan bayi. Tampilan
setting timer dan setting suhu ditampilkan pada
display. Pada saat tombol START ditekan maka
control unit akan mengontrol kerja timer dan
heater sesuai dengan yang telah disetting. Pada
saat heater bekerja, panas yang dihasilkan
disensor oleh kontrol suhu yang diletakkan pada
matras bayi. Kontrol suhu ini difungsikan agar
radiasi panas yang diterima bayi di atas matras
tidak berlebihan karena hal ini sangat
berbahaya. Jadi heater akan berhenti bekerja
pada saat suhu setting telah terpenuhi dan akan
kembali bekerja secara otomatis ketika suhu
turun. Apabila suhu melebihi settingan atau
timer sudah habis, maka control unit akan
memerintahkan heater untuk berhenti bekerja
dan buzzer akan berbunyi. Alat ini dilengkapi
dengan baterai untuk menyimpan memory yang
terdapat pada IC control unit jika suatu waktu
terjadi kegagalan system dan alat seketika
berhenti bekerja.
6. Standarisasi dan pengawasan
peralatan
7. Manajemen pengelolahan Troubleshooting :

No Permasalahan Solusi Perbaikan

 Periksa kabel
Heater tidak
1 power pada stop
menyala
kontak.
 Periksa fuse yang
ada di bagian
kontrol panel, bila
putus ganti dengan
yang sesuai.
 Periksa sakelar
power dengan
ohmmeter, tanpa
Bila fuse tidak
ada sumber listrik.
putus sinar
2  Periksa heater dan
lampu masih
kencangkan heater
tidak menyala
connector dari
rumahnya,
khawatir kendur.
 Lepaskan heater
Bila heater dan periksa heater
3 tetap tidak dengan ohmmeter,
panas. apakah putus atau
tidak,
 Ganti heater
Bila heater dengan heater yang
4
rusak sesuai dengan
aslinya

Pemeliharaan :
1. Periksa kondisi catu daya, ganti segera apabila
terlihat terkelupas
2. Cek tegangan dan grounding
3. Cek suhu ruangan Infant warmer dengan
menggunakan alat ukur suhu
4. Cek alarm setting
5. Cek sensor suhu apakah masih bekerja dengan
baik
6. Cek fungsi semua tombol apakah masih
berfungsi dengan baik
7. Bersihkan unit dengan menggunakan kain lembu
8. Teknologi peralatan terkini