Anda di halaman 1dari 9

SUMMARY KASUS FLIGHT TRANSPORTATION

CORPORATION (FTC)

Pendahuluan
Flight Transportation Corporation (FTC), sebuah perusahaan penyewaan jasa udara
eksekutif dan kelompok yang berbasis di Eden Prairie, Minnesota. Bisnis utama FTC adalah.
Pada tahun 1980 dan 1981, perusahaan melaporkan pendapatan sebesar $ 8 juta dan $ 24.8 juta,
masing-masing atau peningkatan sebesar 210% dari pendapatan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan dramatis tersebut menarik perhatian para investor walaupun ketika itu resesi
sedang mencengkeram negara. Namun demikian, sebagian besar pendapatan dan aset yang
dilaporkan pada neraca perusahaan tahun 1980 dan 1981 adalah bentuk kecurangan.

Tabel 1. Pertumbuhan Pendapatan ($)

30
24.8
20
10 8
0
1980 1981

Sumber: Data diolah, 2019

Dari tahun 1979 hingga tahun 1982, eksekutif FTC memalsukan lebih dari $ 32 juta
modal dalam tiga penawaran efek kepada public yang dialihkan untuk keperluan pribadi
mereka. Penyelidikan rahasia yang dilakukan oleh FBI, mengakibatkan Securities and
Exchange Commission (SEC) menutup operasi perusahaan. Selama beberapa bulan
berikutnya, laporan media tentang penipuan FTC mengejutkan investor yang telah membeli
efek perusahaan berdasarkan laporan keuangan mengesankan itu.
Kantor Fox & Company di Minneapolis memperoleh FTC sebagai klien audit pada
tahun 1980 dan 1981. Tim audit yang terlibat penugasan adalah Harrington, Gregory Arnott
(manajer audit), dan tiga staf auditor. Harrington telah menjadi partner di Fox & Company
sejak tahun 1975 dan pernah bertugas untuk waktu yang lama sebagai managing partner kantor
Fox di Minneapolis. Pada awal 1980-an, Harrington mengawasi praktik audit di kantor
Minneapolis. Arnott sendiri bertugas mengawasi pekerjaan lapangan untuk audit dimana Audit
FTC merupakan pekerjaan pertama Arnott sebagai manajer audit. Skandal kasus Flight
Transportation Corporation (FTC) erat kaitannya dengan hubungan istimewa atas transaksi
dalam suatu usaha yaitu pada International Air System (IAS) dan FTC Cayman, Ltd.

Audit 1980 – International Air System (IAS)


Harrington dan Arnott bertemu dengan eksekutif puncak FTC pada awal Maret 1980
untuk membahas audit tahun 1980. Presiden perusahaan William Rubin, bersikeras agar
laporan keuangan yang telah diaudit siap untuk diterbitkan pada awal Agustus sebelum tahun
fiskal yang berakhir pada tanggal 30 Juni. Hal tersebut agar FTC mendapatkan persetujuan dari
SEC untuk dapat menjual sejumlah besar efek baru kepada masyarakat.
Untuk mengetahui risiko audit perusahaan, KAP Fox & Company menggunakan
kuesioner penilaian risiko selama tahap perencanaan audit. Kuesioner ini berisi beberapa item
audit yang berfokus pada faktor-faktor berisiko tinggi seperti transaksi pihak-pihak yang
terkait. Pada saat itu, eksekutif FTC menyatakan tidak terlibat dalam transaksi pihak-pihak
terkait pada tahun fiskal 1980. Namun, hal tersebut tidak sesuai dengan temuan auditor
dilapangan yaitu:
1. Sebagian besar pendapatan FTC berasal dari suatu perjanjian kontraktual dengan
International Air System (IAS), sebuah perusahaan yang dimiliki oleh William
Rubin.
2. Sekitar dua pertiga pendapatan konsolidasi FTC tahun 1980 berasal dari lebih dari
100 sewa udara yang telah dilakukan IAS.
3. Tidak ditemukan data dukung atas pendapatan sewa udara $ 5,2 juta, faktur
penjualan, entri dalam jurnal penjualan, dan tidak ada biaya terkait dicatat untuk
pendapatan ini. Data pendukung untuk pendapatan tersebut hampir seluruhnya
terbuat dari jurnal tulisan tangan.
Arnott membawa masalah tersebut kepada Harrington setelah controller FTC tidak
dapat menyediakan dokumentasi pendapatan sewa udara tersebut tanpa persetujuan dari Rubin.
Akhirnya Rubin setuju untuk menyediakan dokumentasi pendapatan terkait IAS (faktur
penjualan, penerimaan kas dan catatan pengeluaran, cek batal, kontrak, dan komputer yang
memuat daftar sewa udara individu). Meskipun Rubin berkeinginan menyelesaikan audit
secepat mungkin, ia berulang kali menghalangi auditor ketika mereka meminta dokumentasi.
Beberapa hari sebelum tanggal penyelesaian yang diproyeksikan, Rubin akhirnya
memberikan dua dokumen pendukung. Dokumen pertama menyajikan kontrak aneh dan
singkat antara IAS dan FTC. Dokumen kedua berisi daftar sejumlah penerbangan sewa udara
oleh FTC dengan pesawat IAS dan pendapatan yang dihasilkan FTC masing-masing dokumen
tersebut hanya berjumlah satu halaman.
Harrington menerima penjelasan Rubin agar pendapatan IAS dibukukan pada catatan
akuntansi FTC. Harirington juga memberitahu Arnott bahwa, menurut pendapatnya, tidak ada
bukti tambahan yang diperlukan untuk mendukung pendapatan tersebut. Arnott tidak setuju
dengan Harrington pada awalnya tapi kemudian berubah pikiran setelah dua orang tersebut
membicarakan hal itu lebih lanjut. Arnott akhirnya membuktikan dalam kertas kerja audit tahun
1980 bahwa pendapatan sewa udara $ 5,2 juta sesuai dalam laporan keuangan FTC tahun 1980.

Audit 1981 – FTC Cayman Ltd.


FTC mendirikan anak perusahaan di Kepulauan Cayman yang menjalankan bisnis
charter udara pada bulan Juli 1980. Selama fiskal 1981, FTC mencatat pendapatan nihil melalui
FTC Cayman Ltd. sebesar $ 13 juta yang menyumbang lebih dari 50% pendapatan konsolidasi
FTC pada fiskal 1981. Neraca konsolidasi FTC tahun fiskal 1981, melaporkan lebih dari $ 6
juta piutang, tanah, dan aset lain palsu yang berkaitan dengan FTC Cayman.
Harrington dan Arnott bertemu dengan Rubin dan pejabat FTC lain dalam konferensi
perencanaan untuk audit tahun 1981 pada bulan Juni 1981. Selama pertemuan ini, Rubin
memberi tahu Harrington dan Arnott bahwa anak perusahaan FTC yang baru di Cayman Island
mengahasilkan sebagian besar pendapatan FTC tahun 1981. Sebgaiamana audit tahun lalu,
Rubin ingin audit diselesaikan secepat mungkin. Para pihak setuju untuk penyelesaian
lapangan tanggal 31 Juli dan tanggal penandatanganan laporan audit diproyeksikan 12 Agustus.
Ketika audit 1981 dimulai pada awal Juli, dokumentasi yang ada hanya neraca saldo
dan buku besar dan jurnal umum yang terkomputerisasi. Eksekutif FTC juga memberitahukan
auditor bahwa untuk mendapatkan konfirmasi untuk saldo kas itu sulit karena hukum
kerahasiaan bank di Kepulauan Cayman. Pada tanggal 6 Agustus, satu minggu setelah
penelitian di lapangan seharusnya selesai, para pejabat FTC memberikan auditor laporan bank
fiskal 1981 palsu untuk FTC Cayman.
Rekonsiliasi laporan-laporan bank menghasilkan selisih kecil pada akun pendapatan
dan deposito sehingga auditor menyimpulkan bahwa pendapatan anak perusahaan akurat
material. Auditor juga mengirim konfirmasi ke bank anak perusahaan di Cayman Islands
menggunakan alamat yang disediakan oleh FTC. Akhirnya, Harrington setuju untuk menerima
konfirmasi saldo kas akhir tahun dari karyawan anak perusahaan diperoleh dari bank
Kepulauan Cayman.
Selanjutnya Rubin mengundang Harrington datang ke kantornya untuk menerima
konfirmasi lisan atas saldo kas anak perusahaan dari pejabat bank Kepulauan Cayman melalui
telepon. Seseorang di telepon kemudian mengkonfirmasi jumlah kas tersebut. Auditor juga
berusaha untuk mengkonfirmasi piutang $ 2 juta FTC Cayman dengan mengirim konfirmasi
atas jumlah ini kepada operator kelompok wisata yang mengorganisasi sebagian besar
penerbangan sewa udara anak perusahaan. Namun, jawaban yang diterima bukan merupakan
konfirmasi yang telah dikirim oleh auditor Fox melainkan pemalsuan yang mengandung
kesalahan ketik yang tidak ada dalam konfirmasi asli.

Investigasi SEC
Selama penyelidikan SEC, Arnott bersaksi bahwa ia tidak pernah mempercayai bukti
audit yang cukup kompeten telah diperoleh untuk mendukung pendapatan sewa udara pada
audit 1980. Perwakilan SEC kemudian bertanya mengenai kebijakan prosedur
ketidaksepakatan dimana memperbolehkan anggota tim audit untuk menyatakan
ketidaksetujuan dengan keputusan yang diberikan pada jasa audit. Ketidaksetujuan tersebut
harus didokumentasikan dalam sebuah memorandum yang termasuk dalam kertas kerja audit.
Memorandum ini tidak mengikutsertakan anggota terhadap keputusan yang diberikan. Arnott
bersaksi bahwa ia menyadari prosedur tersebut namun tidak menjalankan hal itu karena dua
alasan yaitu bahwa sebagai partner Harrington yang akan membuat keputusan akhir mengenai
pendapatan sewa udara mencurigakan tersebut dan khawatir bahwa pekerjaannya dengan Fox
akan terancam jika dia mengikuti prosedur tersebut.
SEC juga menanyai Harrington tentang diskusinya dengan Arnott tentang pendapatan
sewa udara. Harrington bersaksi bahwa ia tidak bisa mengingat Arnott pernah tidak setuju
dengan keputusan bahwa bukti sudah cukup kompeten untuk mendukung pendapatan sewa
udara tersebut.
Investigasi SEC atas Audit FTC tahun 1980 dan 1981, menghasilkan sanksi terhadap
William Rubin (FTC), Harrington dan Arnott (Fox). Tahun 1982, SEC memberikan sanksi
kepada William Rubin atas perannya dalam kecurangan kesalahan penyajian laporan keuangan
FTC. SEC menghukum Rubin secara permanen dari tindakan melanggar hukum lebih jauh atas
hukum sekuritas Federal. SEC, Federal Agencies, dan Penggunggat Swasta mengembalikan
(memulihkan) lebih dari $45 juta dari FTC dan para eksekutif nya. Dana tersebut
didistribusikan kepada pemegang obligasi FTC, Kreditur dan Pemegang Saham.
Harrington dihukum permanen tidak boleh berpraktik lagi dibawah pengawasan SEC.
Namun, SEC mengijinkan Harrington untuk mengajukan lagi ijin praktik setelah lima tahun.
Arnott dihukum tidak boleh berpraktik selama satu tahun dibawah pengawasan SEC. Dalam
mengomentari peran Arnott, SEC menekankan bahwa diperlukan untuk anggota perikatan
audit agar tetap mempertahankan sikap independensi dalam pikiran walaupun mengancam
posisi atau pekerjaan mereka.
Fox dilarang untuk melakukan audit menerima klien perikatan audit dibawah
pengawasan SEC untuk jangka waktu enam bulan dimulai tahun 1983. Selama periode tersebut
SEC membentuk komite independen untuk mereview praktik audit Fox. Tujuan dari review ini
adalah untuk mengajukan rekomendasi untuk memperbaiki prosedur kontrol kulitas Fox.
Faktor Pengauditan pada Kasus Flight Transportation Corporation (FTC)

Faktor Kasus Standar Audit (SA) PSAK


Independensi Fox & Company (Fox) – SA Seksi 150, Standar -
Auditor melalui tim audit yang Auditing, Standar
terdiri dari Harrington (Partner), Umum Kedua
Gregory Arnott (Manager Audit), berbunyi:
dan staff telah kehilangan sikap “Dalam semua hal yang
independen dalam melakukan audit berhubungan dengan
terhadap FTC. perikatan, independensi
Hal tersebut tampak pada dalam sikap mental
kelalaian dan kelemahan Auditor harus dipertahankan
dalam proses audit terhadap FTC oleh auditor.“
secara keseluruhan.
Arnott yang menyadari bukti SA Seksi 220,
pendapatan sewa udara yang tidak Independesi Kedua
cukup kompeten tidak berbunyi:
melaksanakan kebijakan prosedur “Standar ini
ketidaksepakatan karena alas an: mengharuskan auditor
1. Harrington yang akan bersikap independen,
membuat keputusan akhir artinya tidak mudah
mengenai pendapatan sewa dipengaruhi, karena ia
udara mencurigakan melaksanakan pekerjaan
tersebut; untuk kepentingan umum
2. Khawatir bahwa (dibedakan dalam hal ia
pekerjaannya dengan Fox berpraktik sebagai
akan terancam jika dia auditor internal). ...”
mengikuti prosedur
tersebut
Walaupun Harrington yang
pada akhirnya mengambil
keputusan, Arnott sebagai manajer
audit dilapangan seharusnya dapat
bersikap independen dalam
berpraktik tidak mudah terpengaruh
oleh berbagai kepentingan
termasuk kepentingannya sendiri:
1. Menginformasikan
mengenai resiko audit
dimana terdapat indikasi
awal bahwa eksekutif FTC
memiliki itikad tidak baik
salah satunya dengan cara
menyembunyikan
informasi mengenai
transaksi khusus/istimewa
yang tidak sesuai dengan
temuan dilapangan;
2. Pihak eksekutif yang
berbelit-belit dalam
memberikan dokumen
pendukung;
3. Pihak eksekutif yang
memberikan dokumen
pendukung mendekati
tengat waktu penyelesaian
audit yang diragukan
kebenarannya;
4. Berani bersikap dengan
melaksanakan kebijakan
prosedur ketidaksepakatan
kareana alasan tersebut;
Harrington sebagai Partner
juga tampak kehilangan sikap
independensi:
1. Menyetujui pernyataan
pendapatan atas sewa udara
FTC padahal eksekutif
memiliki itikad tidak baik;
2. Mudah diarahkan oleh
eksekutif, ketidakakuratan
dalam menilai risiko:
a. Menerima dokumen
pendukung yang selalu
terlambat disediakan
eksekutif;
b. Tidak mencurigai
laporan bank perusahaan
yang diberikan oleh staff
FTC langsung
(pemalsuan laporan);
c. Tidak mencurigai atau
menerima pernyataan
saldo kas yang hanya
berasal dari pernyataan
lisan via telepon yang
disediakan oleh Rubin,
begitu juga dengan saldo
deposito, pendapatan,
dan piutang yang
melibatkan pemalsuan
dokumen yang
diusahakan oleh
eksekutif.
Harrington sebagai partner
harus mengambil sikap independen
walaupun berada dibawah tekanan
klien:
1. Menyadari atas tekanan
waktu audit yang begitu
singkat;
2. Menyadari adanya itikad
tidak baik eksekutif bagi
dari waktu, pernyataan, dan
dokumen yang diberikan;
3. Menyadari bahwa terdapat
risiko dalam proses audit
yang dilaksanakan dalam
memperoleh keyakinan
yang memadai seperti:
laporan bank yang tidak
diperoleh langsung dari
bank penerbit dengan
berbagai macam alasan
eksekutif FTC, konfirmasi
via telepon yang tidak
dapat dibuktikan (bank dan
agen wisata yang
dipalsukan) dll;
Harrington sebagai pengambil
keputusan akhir dapat memberikan
opini selain Unqualified Opinion.
Ukuran-ukuran yang dapat
digunakan KAP untuk meyakinkan
independensi suatu audit atas
tekanan dari klien menurut Standar
Pengendalian Mutu (SPM) 1,
adalah dengan memelihara ukuran
berikut:
- Tanggung jawab
kepemimpinan KAP atas
mutu,
- Terpenuhinya ketentuan
etika profesi yang berlaku,
- Penerimaan dan
keberlanjutan hubungan
dengan klien dan perikatan
tertentu,
- Sumber daya manusia,
- Pelaksanaan perikatan,
- Pemantauan.

Perencanaan Kaitannya dengan perencanaan SA 300 mengenai Standar


audit, Fox seharusnya menggali “Perencanaan Suatu Pemeriksaan
informasi sebanyak-banyaknya dari Audit atas Laporan Keuangan BPK
No. 01 tahun
berbagai sumber terkait dengan Keuangan”
2007
laporan keuangan FTC sehingga
auditor dapat mendeteksi peluang SA 320 mengenai
resiko dalam FTC dan laporan “Perencanaan Suatu
keuangan tersebut yang dapat Audit atas Laporan
digunakan untuk perencanaan audit Keuangan”
Auditor Fox seharusnya
memiliki sikap profesional SA 330 mengenai
skeptisme terhadap FTC. Sikap “Respons Auditor
kewaspadaan terhadap bukti atau terhadap Risiko yang
kondisi perusahaan yang diaudit Telah Dinilai”
dengan tidak boleh percaya
sepenuhnya terhadap informasi SA Seksi 311 p. 03
yang diberikan oleh kliennya berbunyi:
sebelum menemukan kebenaran “Perencanaan audit
dari informasi tersebut karena meliputi pengembangan
terdapat konsekuensi hukum yang strategi menyeluruh
mengikutinya. pelaksanaan dan lingkup
Namun demikian pihak auditor audit yang diharapkan.
Fox telah gagal dalam mendeteksi Sifat, lingkup, dan saat
permainan FTC pada transaksi perencanaan bervariasi
pihak terkait yaitu IAS dan FTC dengan ukuran dan
Cayman sehingga gagal kompleksitas entitas,
mengungkap kecurangan pada pengalaman mengenai
pengelembungan pendapatan sewa entitas, dan pengetahuan
tentang bisnis entitas”
udara, pemalsuan saldo kas,
piutang, dan beberapa aset lainnya. SA seksi 312 p. 12
Auditor Fox juga mempercayai berbunyi:
begitu saya bukti audit yang “Auditor harus
diberikan oleh pihak eksekutif yang mempertimbangkan
memiliki kepentingan. Auditor Fox risiko audit dan
gagal dalam melakukan materialitas baik dalam:
perencanaan audit dalam (a) Merencanakan
mengidentifikasi resiko padahal audit dan
telah menemukan itikad tidak baik merancang
eksekutif terkait hubungan transaksi prosedur audit, dan
dengan pihak – pihak (b) Mengevaluasi
terkait/istimewa. apakah laporan
Olehkarena kegagalan dalam keuangan secara
mitigasi resiko dan bukti yang tidak keseluruhan
kompeten dan relevan Auditor Fox disajikan secara
salah memberikan Opini yang wajar, dalam semua
menyebabkan kerugian berbagai hal yang material,
pihak termasuk investor dan sesuai dengan
kreditur. prinsip akuntansi
Terkait dengan bukti audit, yang berlaku umum
Auditor Fox seharusnya di Indonesia.”
memperhatikan (pada kasus ini):
1. Relevansi bukti SPAP SA Seksi 512 p.
2. Sumber perolehan (sumber 04 berbunyi:
bukti diragukan karena “Laporan keuangan
tidak diperoleh langsung mengandung salah saji
dari pihak ketiga, selain itu material apabila laporan
cara memperoleh bukti pun keuangan tersebut
diperoleh dari telepon dan mengandung salah saji
via email yang telah yang dampaknya, secara
dimanipulasi) individual atau
3. Ketepatan waktu keseluruhan, cukup
(bukti/dokumen yang signifikan sehingga
diberikan selalu terlambat dapat mengakibatkan
dan mendekati tengat laporan keuangan tidak
waktu penyelesaian audit) disajikan secara wajar,
4. Objektivitas (bukti dalam semua hal yang
diperoleh dari pihak luar material, sesuai dengan
yang telah dimanipulasi) prinsip akuntansi yang
5. Kecukupan berlaku umum di
Indonesia. Salah saji
dapat terjadi sebagai
akibat dari kekeliruan
atau kecurangan”