Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH VENTILASI, RADIASI DAN GETARAN

(APD DAN PENANGGULANGANNYA)

KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP

Dosen Pengampu : Drs. Putut Hargiyanto M.Pd.

Disusun oleh:

Muhammad Tanziilal Aziiz (18503244017)

Fachrozi Adrian Kimbal (18503241047)

Ikhsan Ramadhani Kurniawan (18503244003)

Rozi Faqih Abdullah (18503241023)

Inamul Hasan (18503241038)

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................................1


BAB I
PENDAHULUAN ...................................................................................................2
1.1.Latar Belakang ....................................................................................................2
1.2.Rumusan Masalah ...............................................................................................3
1.3.Tujuan .................................................................................................................3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA & PEMBAHASAN ...............................................................4
2.1.Pengertian Ventilasi, Radiasi, Getaran dan APD ................................................4
2.2.Klasifikasi Ventilasi, Radiasi, Getaran dan APD................................................4
2.3.Dasar hukum tentang Ventilasi, Radiasi, Getaran dan APD ...............................6
2.4.Upaya pencegahan Ventilasi, Radiasi, Getaran dan APD...................................8
BAB III
PENUTUP ...............................................................................................................11
3.1.Kesimpulan ........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................12

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Udara segar yang dirasakan penghuni didalam ruang terjadi karena


adanya proses penguapan, hembusan angin pada permukaan kulit dapat
menurunkan suhu permukaan kulit manusia.Dampak lain yang dapat dirasakan
adalah sistem ventilasi ini dapat menghilangkan dan mereduksi kelebihan panas
dari tubuh serta panas akibat dari peralatan elektronik dan listrik, ventilasi alami
juga berfungsi untuk menormalkan kelembaban, bau tak sedap, munculnya polusi
akibat aktivitas penghuninya.

Istilah radiasi sering dianggap menyeramkan, sesuatu yang


membahayakan, mengganggu kesehatan, bahkan keselamatan. Padahal di sekitar
kita ternyata banyak sekali radiasi. Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya
adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa
membutuhkan medium, misalnya perambatan panas, perambatan cahaya, dan
perambatan gelombang radio.

Getaran adalah suatu hal yang tidak diharapkan muncul dalam sebuah
sistem kerja pada suatu instalasi mesin. Getaran yang berlebih tentunya akan
berpengaruh terhadap performa maupun umur kekuatan dari suatu komponen
yang ada. Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana pengukuran getaran-
getaran yang ada disekitar kita agar tetap menjaga kesehatan dan kenyamanan
dalam bekerja.

Di dalam kegiatan sehari-hari dalam melakukan aktivitas, kita sering tidak


menduga akan mendapatkan resiko kecelakaan pada diri kita sendiri. Banyak
sekali masyarakat yang belum menyadari akan hal ini, termasuk di Indonesia.
Baik di lingkungan kerja (perusahaan, pabrik, atau kantor), di jalan raya, tempat
umum maupun di lingkungan rumah.Alat Pelindung Diri ( APD ) di lingkungan
kerja adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi
seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau
kecelakaan kerja.

2
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Seberapa pentingkah Ventilasi dan Alat Pelindung Diri (APD)?


2. Apa saja jenis serta kegunaan Ventilasi dan Alat Pelindung Diri (APD)?
3. Bahaya apa saja yang ditimbulkan dari Ventilasi, Radiasi, Getaran dan
Alat Pelindung Diri (APD)?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Ventilasi, Radiasi, Getaran


dan APD
2. Mengetahui apa saja bahaya yang ditimbulkan dari Ventilasi, Radiasi,
Getaran dan APD
3. Mengetahui apa saja fungsi dari Ventilasi, Radiasi, Getaran dan APD
4. Mengetahui jenis dan tujuan menggunakan Ventilasi, Radiasi, Getaran
dan APD
5. Mengetahui apa saja dasar hukum yang mengatur tentang Ventilasi,
Radiasi, Getaran dan APD

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN

3
2.1 PENGERTIAN VENTILASI, RADIASI, GETARAN DAN APD

Ventilasi adalah tempat keluar masuk dan pertukaran udara yang


digunakan untuk memelihara dan juga mengatur udara sesuai kebutuhan dan
kenyamanan. Prinsip kerja ventilasi ini adalah membuat suatu proses pertukaran
udara yang terjadi karena perbedaan tekanan. Yang mana udara akan bergerak
dari tempat yang bertekanan tinggi menuju tempat yang bertekanan rendah.

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam
bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari
sumber radiasi (televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave
oven), komputer, dan lain-lain).

Getaran adalah gerak bolak – bolik yang melalui suatu titik


keseimbangan. Getaran mempunyai parameter seperti: frekuensi, amplitudo, dan
sifat getaran yang terus menerus atau intermitten. Getaran yang berlebihan dapat
berdampak negative bagi tubuh manusia.

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan


oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagaian tubuhnya terhadap adanya
kemungkinan atau potensi terjadinya bahaya/kecelakaan kerja dan merupakan
kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai kebutuhan untuk menjaga
keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.

2.2. KLASIFIKASI VENTILASI, RADIASI, GETARAN DAN APD

1. VENTILASI
1. Ventilasi umum : Ventilasi umum digunakan untuk menurunkan
konsentrasi kontaminan udara di dalam ruang kerja sampai mencapai
kadar/tingkat yang tidak membahayakan
 Ventilasi horizontal (silang) : Aliran udara yang masuk tidak
boleh terhambat, tidak boleh terlalu kuat dan juga harus
diarahkan ke bagian yang ditempati.

4
 Ventilasi vertical : Aliran udara terjadi karena perbedaan
berat jenis lapisan udara luar dan dalam bangunan.
2. Ventilasi buatan (mekanik) : Pengaturan aliran udara dibantu dengan
alat mekanik seperti kipas angin, penyedot udara, atau exhauster.
3. Ventilasi local : Pembuangan udara dilakukan langsung dari sumber
kontaminan melalui corong penghisap yang berada di dekat sumber
kontaminan.
4. Ventilasi pengendalian suhu udara : Ventilasi ini bertujuan untuk
menurunkan panas di dalam ruangan dan diganti denga udara dingin dan
menyegarkan.
2. RADIASI
 Radiasi Pengion : Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat
menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion positif dan ion
negatif) apabila berinteraksi dengan materi. Jenis reaksi pengion :
Partikel alpha, beta, sinar gama, sinar-X dan neutron.
 Radiasi non-Pengion : Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang
tidak akan menyebabkan efek ionisasi apabila berinteraksi dengan
materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di sekeliling kehidupan
kita. Jenis jenisnya : gelombang radio, gelombang mikro, sinar
inframerah dan sinar ultraviolet.

3. GETARAN

·3 - 9 Hz : Akan timbul resonansi pada dada dan perut.

·6 -10 Hz : Dengan intensitas 0,6 gram, tekanan darah, denyut jantung,


pemakaian O2 dan volume perdenyut sedikit berubah. Pada intensitas
1,2 gram terlihat banyak perubahan sistem peredaran darah.

.10 Hz : Leher, kepala, pinggul, kesatuan otot dan tulang akan


beresonansi.

·13 -15 Hz : Tenggorokan akan mengalami resonansi.

· < 20 Hz : Tonus otot akan meningkat, akibat kontraksi statis ini otot
menjadi lemah, rasa tidak enak dan kurang ada perhatian.

5
4. ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

 Safety Helmet (Topi Keselamatan)


 Alat Pelindung Mata & Muka (Eye & Face Protektor)
 Alat Pelindung Pendengaran (Hearing Protector)
 Alat Pelindung Pernafasan (Respiratory Protector)
 Alat Pelindung Tangan (Hand Protector)
 Alat Pelindung Kaki (Foot Protector)
 Pakaian Pelindung (Protective Clothing)
 Alat Pelindung Perorangan (Fall Protector)

2.3 DASAR HUKUM TENTANG VENTILASI, RADIASI, GETARAN DAN


APD

1. VENTILASI
Perlindungan tenaga kerja dan perbaikan lingkungan kerja yang terdiri dari
faktor : fisika, kimia, biologi dan ergonomi dari suatu substansi di tempat
kerja, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga
kerja dan kemakmuran bangsa Indonesia (pembukaan UUD 45 alinea 4a
UU No, 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.Semakin tinggi teknologi
yang digunakan, akan beri dampak, kemungkinan terjadi ancaman
lingkungan kerja ( resiko bahaya : uap, logam, debu, gas2 kimia
berbahaya, partikel logam berat,dll. Begitu juga dengan perundang-
undangan telah mengatur besarnya ventilasi yang sesuai dengan pengguna
di dalamnya. Undang-undang ini terdapat di SNI 03-6572-2001, OSHA
1910.94 tentang ventilation dan OSHA 1918.94 tentang ventilation and
atmosphere condition.
2. RADIASI
PP no. 33 TAHUN 2007 tentang : KESELAMATAN RADIASI
PENGION DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIFPasal 4(1)
Setiap orang atau badan yang akan memanfaatkan Tenaga Nuklir wajib
memiliki izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir dan memenuhi persyaratan
Keselamatan Radiasi(3) Persyaratan Keselamatan Radiasi sebagaimana

6
dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. persyaratan manajemen; b. persyaratan
Proteksi Radiasi; c. persyaratan teknik; dan d. verifikasi keselamatan.
3. GETARAN
UU No.1 tahun 1970:
 Pasal 3 ayat (1) butir f: Memberikan alat-alat perlindungan diri
pada pekerja.
 Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan
menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD bagi tenaga
kerja yang bersangkutan.
 Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban
dan atau hak tenaga kerja untuk memakai APD yang diwajibkan.
 Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyediakan APD secara
cuma-cuma APD yang diwajibkan pada pekerja dan orang lain
yang memasuki tempat kerja.
 Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981 tentang Kewajiban
Melapor Penyakit Akibat Kerja.
4. APD
Undang-undang No.1 tahun 1970
Pasal 3 ayat (1) butir f : Memberikan alat-alat perlindungan diri pada para
pekerja
Pasal 9 ayat (1) butir c : Pengurus diwajibkan menunjukkan dan
menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD bagi tenaga kerja
yang bersangkutan
Pasal 12 butir b : Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau
hak tenaga kerja untuk memakai APD yang diwajibkan
Pasal 14 butir c : Pengurus diwajibkan menyedikan secara cuma-cuma
Alat Perlindungan Diri yang diwajibkan pada pekerja dan orang lain yang
memasuki tempat kerja.

2.4 UPAYA PENCEGAHAN VENTILASI, RADIASI, GETARAN DAN APD

7
1. VENTILASI
 Volume dan kualitas udara dari luar yang dapat masuk melalui
ventilasi. Ventilasi yang baik tidak hanya dapat mengalirkan, tapi
sebaiknya bisa menyaring udara juga.
 Arah pergerakan udara, sebisa mungkin dari area yang bersih ke area
yang kotor.
 Udara dari luar harus dapat masuk ke tiap ruangan, menggantikan
udara kotor dan polusi yang terjadi di dalam rumah.
2. RADIASI
 Radon dan Thoron adalah zat radioaktif yang
merupakan turunan dari Uranium dan Thorium. Radon dan Thoron
yang ada didalam rumah berasal dari a.l. tanah, bahan bangunan (
bata, semen, pasir, dll.), air dan gas elpiji.
Cara mengurangi dampak adalah dengan mengupayakan sirkulasi
udara selancar mungkin. Dengan membuka jendela dan ventilasi
setiap hari
 Sinar Matahari mengandung Ultraviolet dan Infra merah. Pada pagi
hari sudut datang sinar lebar sehingga intensitasnya rendah. Dalam
intensitas yang rendah tidak merusak sel sel dalam tubuh, sebaliknya
pada siang hari, intensitasnya tinggi dapat merusak kulit.Cara
mencegah : Jangan berjemur pada siang hari dan gunakan pelindung
seperti topi, payung dan cream yang mengandung tabir surya.
 Peralatan Las, menghasilkan pancaran sinar UV Ultraviolet, yang
dapat menyebabkan penyakit katarak. Pencegahannya :
a. Gunakan pelindung mata (kacamata las)
b. Jangan terus menerus bekerja dengan alat las.
3. GETARAN
 Dengan meredam peralatan disebelah dalam
 Dengan menyisipkan peredam antara tool housing dan tangan
 Mengoperasikan alat dengan remote controle
 Dengan mengurangi waktu terpapar dengan operator
4. APD

8
 Selalu menggunakan APD sebelum bekerja
 Menggunakan APD sesuai dengan fungsinya
 Merawat APD dengan baik
 Selalu memeriksa kelengkapan APD

BAB III

PENUTUP

9
3.1 KESIMPULAN.

1. Ventilasi sangat dibutuhkan pada suatu ruangan, karena agar


melancarkan seluruh sirkulasi udara yang terdapat pada ruangan tersebut.

2. Radiasi tidak selalu tentang bahaya, namun kita harus mengetahui


dampak-dampak dari setiap radiasi yang berada disekitar kita.

3. Dalam suatu ruangan tentu terdapat banyak macam getaran, diantara


berbagai macam getaran tersebut tidak semua getaran dapat kita terima, karena
telinga kita memiliki batasan-batasan yang dapat ditangkap

4. APD (Alat Pelindung Diri) merupakan suatu unsur yang terpenting


dalam melakukan kegiatan, terutama kegiatan yang memikiki resiko tinggi. Oleh
karena itu, setiap apa yang kita kerjakan harus memiliki APD agar terhindar atau
meminimalisir dari kecelakaan yang mungkin saja terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.slideshare.net/agungno/peraturan-perundangan-radiasi

10
http://k3tium2013.blogspot.com/2013/12/ventilasi.html

http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_1_70.htm

https://sadkes.net/2017/09/11/dasar-hukum-penggunaan-apd/

https://www.alodokter.com/ini-alasan-penting-kenapa-harus-ada-ventilasi-di-
rumah

http://thenyung.blogspot.com/2013/11/sumber-sumber-radiasi-dan-
cara_3611.html

http://k3pelakan.blogspot.com/2010/10/getaran.html

11