Anda di halaman 1dari 28

TUGAS I P S

BENTUK – BENTUK POLA ALIRAN


SUNGAI

DISUSUN OLEH :

HENKY SAFITRA CANIAGO


RAHMAT HIDAYAT
SISKA SAPUTRI
MAHARANI ANDINI
KELAS : IX. B

SMP NEGERI 2 KUALA CENAKU


T.P 2017 – 2018
BENTUK-BENTUK POLA ALIRAN SUNGAI

Dengan berjalannya waktu, suatu sistem jaringan sungai akan membentuk pola pengaliran
tertentu di antara saluran utama dengan cabang-cabangnya dan pembentukan pola
pengaliran ini sangat ditentukan oleh faktor geologinya. Pola pengaliran sungai dapat
diklasifikasikan atas dasar bentuk dan teksturnya. Bentuk atau pola berkembang dalam
merespon terhadap topografi dan struktur geologi bawah permukaannya. Saluran-saluran
sungai berkembang ketika air permukaan (surface runoff) meningkat dan batuan dasarnya
kurang resisten terhadap erosi.

Sistem fluviatil dapat menggambarkan perbedaan pola geometri dari jaringan pengaliran
sungai. Jenis pola pengaliran sungai antara alur sungai utama dengan cabang-cabangnya di
satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat bervariasi. Adanya perbedaan pola pengaliran
sungai di satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat ditentukan oleh perbedaan
kemiringan topografi, struktur dan litologi batuan dasarnya. Pola pengaliran yang umum
dikenal adalah sebagai berikut :

1. Pola Aliran Dendritik

Pola aliran dendritik adalah pola aliran yang cabang-cabang sungainya menyerupai
struktur pohon. Pada umumnya pola aliran sungai dendritik dikontrol oleh litologi batuan
yang homogen. Pola aliran dendritik dapat memiliki tekstur/kerapatan sungai yang
dikontrol oleh jenis batuannya. Sebagai contoh sungai yang mengalir diatas batuan yang
tidak/kurang resisten terhadap erosi akan membentuk tekstur sungai yang halus (rapat)
sedangkan pada batuan yang resisten (seperti granit) akan membentuk tekstur kasar
(renggang). Tekstur sungai didefinisikan sebagai panjang sungai per satuan luas. Mengapa
demikian ? Hal ini dapat dijelaskan bahwa resistensi batuan terhadap erosi sangat
berpengaruh pada proses pembentukan alur-alur sungai, batuan yang tidak resisten
cenderung akan lebih mudah dierosi membentuk alur-alur sungai. Jadi suatu sistem
pengaliran sungai yang mengalir pada batuan yang tidak resisten akan membentuk pola
jaringan sungai yang rapat (tekstur halus), sedangkan sebaliknya pada batuan yang
resisten akan membentuk tekstur kasar.

2. Pola Aliran Radial

Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial
dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunungapi atau bukir intrusi. Pola aliran
radial juga dijumpai pada bentuk-bentuk bentangalam kubah (domes) dan laccolith. Pada
bentang alam ini pola aliran sungainya kemungkinan akan merupakan kombinasi dari pola
radial dan annular.

3. Pola Aliran Rectangular

Pola rectangular umumnya berkembang pada batuan yang resistensi terhadap erosinya
mendekati seragam, namun dikontrol oleh kekar yang mempunyai dua arah dengan sudut
saling tegak lurus. Kekar pada umumnya kurang resisten terhadap erosi sehingga
memungkinkan air mengalir dan berkembang melalui kekar-kekar membentuk suatu pola
pengaliran dengan saluran salurannya lurus-lurus mengikuti sistem kekar. Pola aliran
rectangular dijumpai di daerah yang wilayahnya terpatahkan. Sungai-sungainya mengikuti
jalur yang kurang resisten dan terkonsentrasi di tempat tempat dimana singkapan
batuannya lunak. Cabang-cabang sungainya membentuk sudut tumpul dengan sungai
utamanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola aliran rectangular adalah pola
aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan
sesar (patahan). Sungai rectangular dicirikan oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola
dari struktur kekar dan patahan.

4. Pola Aliran Trellis

Geometri dari pola aliran trellis adalah pola aliran yang menyerupai bentuk pagar yang
umum dijumpai di perkebunan anggur. Pola aliran trellis dicirikan oleh sungai yang
mengalir lurus di sepanjang lembah dengan cabang-cabangnya berasal dari lereng yang
curam dari kedua sisinya. Sungai utama dengan cabang-cabangnya membentuk sudut tegak
lurus sehingga menyerupai bentuk pagar. Pola aliran trellis adalah pola aliran sungai yang
berbentuk pagar (trellis) dan dikontrol oleh struktur geologi berupa perlipatan sinklin dan
antilin. Sungai trellis dicirikan oleh saluran-saluran air yang berpola sejajar, mengalir
searah kemiringan lereng dan tegak lurus dengan saluran utamanya. Saluran utama
berarah searah dengan sumbu lipatan.

5. Pola Aliran Sentripetal


Pola aliran sentripetal merupakan ola aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana
aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi). Pola aliran
sentripetal merupakan pola aliran yang umum dijumpai di bagian barat dan barat laut
Amerika, mengingat sungai-sungai yang ada mengalir ke suatu cekungan, di mana pada
musim basah cekungan menjadi danau dan mengering ketika musin kering. Dataran garam
terbentuk ketika air danau mengering.

6. Pola Aliran Annular

Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial
dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu. Pola aliran
annular biasanya dijumpai pada morfologi kubah atau intrusi loccolith.

7. Pola Aliran Paralel (Pola Aliran Sejajar)


Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang
curam/terjal. Dikarenakan morfologi lereng yang terjal maka bentuk aliran-aliran
sungainya akan berbentuk lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang-cabang
sungainya yang sangat sedikit. Pola aliran paralel terbentuk pada morfologi lereng dengan
kemiringan lereng yang seragam. Pola aliran paralel kadangkala mengindikasikan adanya
suatu patahan besar yang memotong daerah yang batuan dasarnya terlipat dan kemiringan
yang curam. Semua bentuk dari transisi dapat terjadi antara pola aliran trellis, dendritik,
dan paralel.
POLA SEBARAN BENTUK MUKA BUMI

Pada peta yang umum kita dapat melihat warna-warna dan juga symbol yagn dapat
mewakili suatu kenampakan dari alam yang sebenarnya. Seperti dapat kita ambil contoh
pulau bali yang memiliki suatu bentang alam dengan daratan rendah hingga daratan tinggi.

Pewarnaan yang ada bertingkat dari warna hijau yang merupakan daratan rendah dengan
ketinggiannya antara 0 – 100 m, lalu warna hijau muda yang dapat menunjukkan daratan
sedang yang dengan ketinggian antara 100 – 500 m, selanjutnya ada warna kuning yang
mewakili daratan tinggi dengan ketinggiannya diantara 500 – 1.000 m , dan yang terakhir
warna cokelat yang mernunjukkan daerah dengan daratan tinggi yang memiliki ketinggian
> 1.000 m .

Puncak yang paling tingginya berada di puncak gunung agung dengan ketinggiannya 3.142
m yang berada di atas permukaan air laut. Daratan tinggi idan juga pegunungan ini berada
di bagian utara yagn sekain berada ke selatan semakin landai.

Pulau ini sendiri memiliki rangkaian gunung atau yang berupa pegunungan di bagian
utaranya. Kebanyakan dari pegunungan ini tidak aktif, hal ini dapat di terangkan oleh
gambar segitiga hitam di peta.

Gunung yang masih aktif hanya gunung agung dan gunung batur yang dapat di gambarkan
dengan bentuk segitiga yang berwarna merah. Danau yang berada di dalamnya berjumlah
4 buah yaitu danau buyan, danau batur, danau bratan dan juga danau tamblingan. Bandara
uda ra yang ada di bali ada satu yaitu Bandara Ngurah Rai yang ada di Denpasar dan juga
terdapat pelabuhan yang bernama Benoa, Celukbawang, Dan Gilimanuk, serta Tanjung
Melanting.

Perairan yang ada di dalamnya berada I atas perairan dangkal yaitu 0 – 200 m, perairan
sedang 200 – 3.000 m, dan juga perairan dalam > 3.000 m. perairan ini mengelilingi pulau
bali dan dapat kita jumpai pantai-pantai yang indah.
A. POLA DAN BENTUK PERMUKAAN BUMI

Salah satu ciri khas ilmu geografi adalah kemampuan menggunakan peta sebagai sarana
belajar. Hakekatnya peta adalah gambar dari berbagai fenomena yang ada di bumi,
sehingga peta adalah sumber informasi yang baik. Dalam bab ini kita akan belajar
memanfaatkan peta guna memperoleh informasi tentang bentukbentuk dan pola muka
bumi, baik dengan cara menganalisa, mendeskripsikan maupun dengan membuat diagram
atau penampang dari kenampakan bumi yang ditampilkan peta.

Bentuk-bentuk muka bumi ini memiliki sebaran yang berbeda-beda antara wilayah yang
satu dengan wilayah lainnya. obyek. Konsep geografi yang mengkaji sebaran fenomena
Geografi dalam ruang di permukaan bumi disebut dengan konsep pola. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa kajian pola dan bentuk muka bumi merupakan kajian tentang
macam-macam bentuk muka bumi dan obyek geografi lainnya serta sebaran dari masing-
masing bentuk muka bumi dalam suatu wilayah

Bentuk-bentuk muka bumi di dalam peta tidak digambarkan ke dalam bentuk yang
sesungguhnya, tetapi digambarkan dalam bentuk simbol. Oleh kaena itu kamu semua harus
memahami simbol-simbol yang ada dalam peta agar kamu dengan mudah dapat membaca
atau menginterpretasi peta.

B. INTERPRETASI POLA DAN BENTUK PERMUKAAN BUMI DARI PETA

Apakah kamu mempunyai peta atau atlas? Tahukah kamu yang dimaksud dengan
interpretasi peta? Apakah kamu pernah melakukan interprestasi peta? Kegiatan apa saja
yang diperlukan untuk interprestasi peta? Interpreasi peta merupakan kegiatan membaca
peta dengan cara memaknai isi peta atas dasar simbol-simbol yang ada. Mengapa
demikian? Hal ini disebabkan penggambaran bentuk-bentuk muka bumi dan obyek
geografi lainnya dalam peta tidak digambar sesuai dengan bentuk aslinya, tetapi
digambarkan dalam bentuk simbol. Masih ingatkah kamc macam-macam simbol dalam
peta ? Pada saat kelas VII sebenarnya kamu telah mempelajari simbol-simbol dalam peta
meskipun belum lengkap.

Tentunya kamu masih ingat bahwa simbol peta dapat dibedakan menjadi simbol titik, garis,
bidang, warna dan Simbol piktorial. Untuk dapat membaca dan menginterpretasi peta
dengan baik maka kamu harus memahami terlebih dahulu arti dari masing-masing simbol.
Dengan memahami arti dari masing-masing simbol kamu dapat dengan mudah
menginterprestasi obyek-obyek geografi dan sebaran dari obyek-obyek geografi dalam
peta.

Dalam peta umum simbol-simbol yang digambarkan mengikuti simbol-simbol yang


konvensional. Tahukah kamu yang dimaksud dengan simbol yang konvensional ? Simbol-
simbol dalam peta yang sudah disepakati bersama disebut simbol konvensional. Adapun
simbol dalam peta tematik biasanya menggunakan simbol yang tidak konvensional (bebas)
dan tergantung dari si pembuat peta. Penggunaan simbol yang berbeda ini biasanya dalam
bentuk simbol warna. Sebagai contoh warna coklat tua dalam peta umum menunjukkan
daerah pegunungan tinggi, sedangkan dalam peta tematik mempunyai arti yang lain
tergantung dari tema peta tersebut.

Ingatkah kamu perbedaan antara peta umum dengan peta tematik? Peta yang
menggambarkan berbagai kenampakan permukaan bumi disebut dengan peta umum.
Sedangkan peta yang hanya menggambarkan satu fenomena geografi disebut peta tematik
atau peta khusus. Untuk lebih jelasnya ambillah sebuah atlas dunia. Di dalam atlas ini
sebagian besar isinya berupa peta umum. Contoh Peta Sumatera, Peta Jawa, Peta
Kalimantan bahkan sampai peta berbagai negara di dunia. Sedangkan contoh dari peta
tematik dalam atlas antara lain Peta Iklim, Peta Kepadatan Penduduk, Peta Hasil Bumi dan
Peta Hasil Tambang. Apabila kamu membuka atlas bagian depan, maka kamu akan
menemukan simbol-simbol yang konvensional. Simbol-simbol ini sangat membantu dalam
interpretasi peta. Untuk lebih jelasnya marilah kita coba untuk interpretasi salah satu peta
umum yang ada dalam atlas

1. Peta Umum

Perhatikan Gambar 8.1. Lihatlah simbol-simbol yang ada dalam peta tersebut, baik berupa
simbol warna maupun simbol titik, garis dan piktorial. Mariah kita coba interpretasi Peta
Propinsi Jawa Tengah yang merupakan peta umum.

a. Warna Hijau

Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m.
biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian <200m didominasi olah
dataran rendah. Dataran rendah di Jawa terdapat di sekitar sepanjang pantai utara dan
pantai selatan.

b. Warna Hijau Muda

Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200-400 m
di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang
landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran
bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah

c. Warna Kuning

Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 400-1000 m di
atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini didominasi oleh dataran
tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Penyebaran dari bentuk muka bumi ini
berada di bagian tepi- tengah dari Provinsi Jawa tengah dan paling luas di sebelah tenggara
Kabupaten Sukoharjo.

d. Warna Coklat Muda

Warna coklat muda menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000-1500 m
di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi yang dominan di daerah ini berupa
pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah. Penyebaran dari bentuk muka
ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah, seperti di sekitar Bumiayu, Banjarnegara,
Temanggung, Wonosobo. Salatiga dan Tawangmangu.

e. Warna Coklat

Warna coklat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas
permukaan air laut. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang
relatif tinggi. Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah
dari Jawa Tengah.

f. Warna Biru Keputihan

Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan


menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk muka bumi
dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Zone di wilayah
ini disebut dengan zona neritik. Penyebaran dari zone ini ada di sekitar pantai. Di wilayah
perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. Di Wonogiri terdapat Waduk
Gajahmungkur, di Bawen terdapat Rawapening, di sekitar Kebumen terdapat waduk
Wadaslinang dan Sempor dan masih ada beberapa wadu kecil lainnya.

g. Warnan Biru Muda

Warna Biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara
200-2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng
yang relative terjal. Wilayah ini merupakan kelanjuitan dari zone neritik. Namun wilayah
ini tidak tergambar dalam peta umum.

h. Warna Biru Tua

Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2000 m.
Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar P. Bali pada kedalaman >2000 m sulit untuk
diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Namun biasanya bentuk muka bumi
pada laut dalam dapat berupa dataran, lubuk laut, drempel dan palung laut. Bentuk muka
bumi seperti ini juga tidak tergambar dalam peta umum.
i. Segitiga Warna Merah

Segitiga warna merah menunjukkan lambang gunung berapi yang masih aktif. Di dekat
segitiga tersebut terdapat nama gunung dan angka yang menunjukkan ketinggian tempat
gunung tersebut. Contoh gunung api yang ada di Jawa Tengah antara lain : Gunung Slamet
(3426 m) terletak di sebelah utara Baturaden. Gunung Perahu ( 2565 m ) terletak di Dieng
dan Gunung Merapi ( 2914 m) terletak di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta.

j. Segitiga Warna Hitam

Segitiga warna hitam menunjukkan lambang gunung berapi yang tidak aktif. Di dekat
segitiga tersebut terdapat nama gunung dan angka yang menunjukkan ketinggian tempat
gunung tersebut. Contoh Gunung Regojembangan ( 2177 m ) yang terdapat di sebelah
utara Banjarnegara. Gunung Sumbing ( 3371 m ), terletak di sebelah selatan Wonosobo.
Gunung Ungaran (2050 m ) terletak di sebelah barat Kabupaten Semarang. Gunun Merbabu
( 3142 m ) terletak di sebelah selatan Salatiga dan Gunung Muria ( 1602 m ) yang terletak
di sebelah timur Kabupaten Jepara.

k. Garis Warna Merah

Garis warna merah menunjukkan kenampakan buatan yang berupa jalan aspal. Hampir di
seluruh wilayah Jawah Tengah terdapat jalan aspal. Fungsi jalan ini menghubungkan
antara tempat satu dengan lainnya. Oleh karena itu apabila kamu pergi ke Jawa Tengah
akan mudah mendapatkan alat transportasi untuk menuju ke suatu tempat.

l. Garis Hitam Putus

Garis hitam putus-putus menunjukkan menjukkan kenampakan buatan yang berupa jalan
kerata api. Di jawa Tengah terdapat dua jalur kereta api yaitu Jalur utara yang lewat
Pekalongan – Semarang sampai Blora dan jalur selatan yang melewati kebumen, Purworejo
dan Surakarta

m. Garis Lengkung Warna Biru

Garis lengkung warna biru menunjukkan kenampakan alam yang berupa sungai. Di sebelah
garis tersebut terdapat nama sungai. Di Jawa Tengah terdapat banyak sungai diantaranya
yang cukup besar adalah Sungai Serayu, Sungai serang, Sungai Bengawan Solo, dan Sungai
Lusi.

n. Gambar Jangkar atau kapal

Gambar jangkar atau kapal menunjukkan kenampakan buatan yang berupa pelabuhan.
Dalam peta nampak bahwa di pantai utara wilayah Jawa tengah terdapat 3 buah pelabuhan,
yaitu di Semarang, Pekalongan, dan Tegal. Sedangkan di Panati Selatan terdapat di Cilacap.
o. Gambar Pesawat Terbang

Gambar pesawat erbang menunjukkan keampakan buatan yang berupa bandar udara Ada
atlas yang menggambarkan bandar udara dengan simbol gambar pesawat berwarna
merah, tetapi ada juga yang berwarna hitam. Di Jawa Tengah terdapat dua bandar udara
yaitu Bandar Udara Ahmad Yani di Semarang dan Adi Sumarmo di Surakarta.

1. Ambilah atlas pelajar Indonesia dan Dunia

2. Bukalah pada halaman “Peta Provinsi Bali.” .

3. Lakukan interpretasi peta tentang pola dan bentuk-bentuk muka bumi.yang ada di
Provinsi Bali, yang meliputi

a. Sebaran dataran rendah


b. Sebaran dataran tinggi
c. Sebaran gunung berapi dan gunung tidak berapi
d. Sebaran pegunungan rendah, sedang dan tinggi
e. Sebaran danau
f. Sebaran sungai
g. Sebaran jalan
h. Sebaran pelabuhan
i. Sebaran bandar udara
j. Kondisi peraran laut

Sebagai bahan kajian kita simak Peta Thailand. Perhatikan warna hijau yang menunjukkan
daratan rendah di Thailand. Berapakah ketinggian daerah yang diberi warna hijau? Ya ,
benar maksimal 200 meter. Dalam hal ini maka daerah itu termasuk daerah yang disebut
dataran rendah. Sekarang perhatikan polanya!. Daerah dataran rendah di Thailand
ternyata mempunyai pola yang mengelompok dan kompak, terdiri dari 3 kelompok besar
dataran rendah. Di bagian Selatan terdapat dataran rendah dengan bentuk yang
memanjang dari kota Pran Buri di Utara sampai kota Patani di Selatan. Kemudian dataran
rendah Chao Phraya relatif berbentuk empat persegi panjang dengan pojok-pojoknya kota
Raheng, Phitsanulok, Ayutthaya dan kota Kanchanaburi. Sedangkan dataran rendah
sebelah Timur berbentuk segitiga dengan kota-kota Udon Thani , Ubon dan Korat menjadi
simpul segitiganya. Dengan pola dan bentuk yang menguntungkan tersebut maka Thailand
memanfaatkan daerah dataran rendah sebagai pusat pertanian terutama padi, sehingga
Thailand menjadi negara pegekspor beras terbesar di dunia.
Dengan contoh tersebut diharapkan kamu dapat mengamati dan menemukan pola dan
bentuk obyek geografi sesuai dengan bentang alamnya (pegunungan,danau, gunung,
lembah , sungai dan sebagainya) di masing-masing negara sehingga semakin
memperdalam pemahaman terhadap bentuk muka bumi.

2. Peta Tematik

Pernahkah kamu melakukan interpretasi peta tematik ? Sebenarnya interpretasi peta


tematik lebih mudah dibandingkan dengan interpretasi peta umum. Mengapa demikian ?
Karena legenda yang menjelaskan simbol-simbol dalam peta terdapat dalam peta.
Sedangkan dalam peta umum legenda ada di luar peta. Di dalam atlas legenda peta umum
ada di bagian depan dari atlas. Sebagian besar isi atlas berupa peta umum, namun di bagian
depan biasanya terdapat beberapa peta tematik seperti : Peta Kepadatan Penduduk
Indonesia, Peta Jalur Transportasi, Peta Fauna Utama Indonesia, Peta Hasil Bumi dan Laut
Indonesia, Peta Hasil Tambang Indonesia, dan Peta Persebaran Daerah Industri. Di antara
peta – peta tematik tersebut, yang menggunakan simbol warna hanyalah Peta Kepadatan
Penduduk Indonesia. Apakah simbol warna yang digunakan dalam peta umum sama
dengan simbol warna dalam peta kepadatan penduduk ? Untuk mengetahui lebih jauh
Marilah kita coba melakukan interpretasi Peta Kepadatan Penduduk Indonesia.

a. Warna Hijau Kebiruan

Warna hijau kebiruan menunjukkan wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk antara
0-50 jiwa/km2. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk seperti ini terdapat di
sebagian besar Sumatera bagian tengah, sebagian besar Kalimantan Sulawesi Tengah, dan
Sulawesi Tenggara.

b. Warna Hijau Muda

Warna hijau muda menunjukkan wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk antara
51-100 jiwa/km2. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk seperti ini adalah
Sumatera Barat., sebagian besar Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan

c. Hijau Kekuningan

Warna hijau kekuningan menunjukkan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk antara
101-150 jiwa/km2. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk seperti ini teradapat di
Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat , Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

d. Warna Kuning

Warna kuning menunjukkan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk antara 151-500
jiwa./km2. Wilayah yang memiliki kepadatan penduduk seperti ini adalah Provinsi
Lampung.
e. Warna Abu-Abu

Warna abu-abu menunjukkan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk antara 501-
1000 jiwa/km2. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk seperti ini terdapat
diseluruh Pulau Jawa kecuali Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

f. Warna Kemerahan

Warna kemerahan menunjukkan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk antara


>1000 jiwa/km2. Wilayah yang memiliki kepadatan penduduk seperti ini adalah Derah
Kgusus Ibukota Jakarta. Apabila kamu perhatikan, ternyata arti dari simbol warna dalam
peta tematik berbeda dengan simbol warna dalam peta umum. Apabila kamu ingin
interpretasi peta wilayah lautan, jenis peta apa yang akan kamu interpretasi ? Peta umum
atau peta tematik. Jika menggunakan peta umum kamu hanya akan memperoleh informasi
tentang kedalaman air laut. Jika yang kamu inginkan tentang relief dasar laut, maka kamu
harus interpretasi dari peta tematik yang berupa peta kontur dasar laut.

Namun demikian jenis peta ini sulit didapatkan. Jika kamu dapa memperolenya, maka
informasi yang akan kamu peroleh antara lain :

a) Landas kontinen (continental shelf), yaitu wilayah laut yang dangkal di sepanjang
pantai dengan kedalaman kurang dari 200 m, dan dengan kemiringan yang landai.
b) Dangkalan (plat), merupakan perluasan dari shelf, dengan kedalaman lebih kurang
200-2000 m dan masih merupakan kelanjutan dari benua.
c) Lereng benua (continental slope), merupakan lereng benua kelanjutan dari shelf
atau plat dengan kedalaman laut umumnya lebih kurang 2.000-2.500 m dan
kemiringan antara 4 % sampai 6%.
d) Dulang jeluk (abyssal), daerah atau kawasan ini merupakan daerah yang memiliki
relief datar terletak di bagian laut dalam, dan luasnya mencakup hingga dua pertiga
luas dasar lautan.
e) Gunung laut (seamount), yaitu gunung dasar laut dengan lereng yang curam dan
berpuncak runcing serta kemungkinan mempunyai tinggi sampai 1 km atau lebih,
tetapi tidak sampai ke permukaan laut.
f) Palung laut (trench atau trog), adalah bagian laut yang sangat dalam (kedalaman
lebih dari 5000 meter), bentuknya memanjang dan sempit. Terjadi karena proses
penenggelaman yang terus menerus. Bagian laut yang terdalam adalah berbentuk
saluran yang seolah-olah terpisah sangat dalam yang terdapat di perbatasan antara
benua dengan kepulauan.
g) Lubuk laut (basin atau ledok laut), yaitu bagian laut yang dalam terjadi karena
pemerosotan dasar laut, berdinding curam dan berbentuk mangkuk. Pada dasarnya
proses terjadinya sama dengan palung laut, tetapi berbeda pada bentuknya yang
membulat dan kedalamannya lebih dari 5000 meter.
h) Atol, yaitu terdiri dari kumpulan pulau-pulau yang sebagian tenggelam di bawah
permukaan laut. Batu-batuan yang terdapat di sini ditandai oleh adanya terumbu
karang yang terbentuk seperti cincin.
i) Punggung laut (midoceanic ridge), adalah bagian-bagian dasar laut yang menjulang
ke atas sebagai pegunungan besar dan sangat panjang yang ada di tengah samudera,
sebagian ada yang muncul di atas permukaan air laut.
j) Ambang laut atau drempel, adalah bagian laut yang dangkal karena dasar lautnya
tinggi, sehingga memisahkan dua laut dalam.
k) Alur-alur laut, yaitu relief dasar laut sebagai hasil dari dasar sungai yang mengalami
penenggelaman.

Peta tentang pola dan bentuk-bentuk muka bumi berisi analisa bentuk muka bumi pada
peta , diagram / penampang melintang bentuk muka bumi daratan dan dasar laut dan
deskripsi pola dan bentuk obyek geografi sesuai dengan bentang alamnya. Warna pada
peta umum dapat digunakan mengetahui bentuk permukaan bumi. Kenampakan yang
berbentuk dataran rendah, dataran tinggi, gunung berapi, pegunungan, danau, laut, sungai,
rawa, dapat dikenali melalui warna dalam peta. Simbol warna dalam peta tematik
mempunyai arti yang berbeda dengan simbol warna dalam peta umum.
NEGARA-NEGARA DI KAWASAN ASIA TENGGARA

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara tergabung dalam organisasi regional


ASEAN. Lambang ASEAN menunjukan jumlah anggota ASEAN yang ada. Coba perhatikan
gambar berikut ini!

1. Malaysia

Bentuk Pemerintahan : Kerajaan


Kepala Negara : Sultan Yang Dipertuan Agung
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Kuala Lumpur
Lagu Kebangsaan : Negaraku

a. Kenampakan Alam Utama


Malaysia terdiri atas dua kawasan utama yang dipisahkan oleh Laut China Selatan,
yaitu kawasan di Semenanjung Malaka dan di Kalimantan. Kedua kawasan memiliki bentuk
permukaan bumi yang sama. Di daerah pantai tanahnya landai.
Letak astronomis : 10 LU – 70 LU dan 1000BT- 1190 BT
Luas Wilayah : 330.300 km2
Iklim : Tropik, suhu antara 240 C – 350 C
Gunung Tertinggi : Gunung Kinabalu ( 4.175 m)
Sungai Terpanjang : Sungai Rajang di Serawak (563 km)

b. Keadaan Ekonomi
Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bertani (agraris). Hasil pertanian
utama adalah karet dan kelapa sawit. Malaysia adalah penghasil karet terbesar di dunia.
Hasil tambang yang utama adalah timah. Nelayan masih menggunakan perahu-perahu
tradisional dan hanya sedikit menyerap tenaga kerja.
Mata Uang : Ringgit Malaysia .
Hasil Pertanian : Karet, kelapa sawit, beras, kayu .
Hasil Tambang : Timah, besi, minyak, bauksit.
Hasil Industri : Elektronik, tekstil, pakaian, kimia, minyak, mebel dari kayu, dan
rotan.
Ekspor Utama : Elektronik, alat-alat listrik, minyak dan gas, tekstil,pakaian, dan
minyak
sawitimpor Utama : Alat-alat industri, mesin, dan transportasi.
Pendapatan Perkapita : US$ 4960 (tahun 2005).
2. Thailand (Muangthai)

Bentuk Pemerintahan : Kerajaan


Kepala Negara : Raja
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Bangkok
Lagu Kebangsaan : Pleng Chard

a. Kenampakan Alam Utama


Thailand memiliki bentuk permukaan bumi yang beragam. Di sebelah utara,
keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m).
Sebelah timur laut terdapat pegunungan Koral, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong.
Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya
datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra,
dataran paling sempit di Thailand. Di bagian tengah terdapat sungai Chao Phraya yang
subur. Daerah utara dan barat terdapat pegunungan, dengan puncak tertinggi adalah
Gunung Doi Inthanon (2.594). Semenanjung Thailand bagian selatan, banyak berbukit-
bukit rendah sampai di perbatasan Malaysia.
Letak astronomis : 50 LU – 210 LU dan 970 BT – 1060 BT.
Luas Wilayah : 513.998 km2
Iklim : Tropik
Gunung Tertinggi : Doi Inthanon (2.576 m)

b. Keadaan Ekonomi
Mata pencaharian penduduk Thailand sebagian besar adalah bertani (agraris). Hasil
pertanian yang utama adalah beras. Thailand merupakan lumbung beras di kawasan Asia
Tenggara. Hasil tambang yang utama adalah timah dan mangaan. Pariwisata merupakan
sumber penghasilan devisa yang besar bagi Thailand.
Mata Uang : Bath
Hasil Pertanian : Beras, karet, jagung, tapioka, gula, rami, kelapa
Hasil Tambang : Antimonium, timah, besi, mangaan
Hasil Industri : Elektronik, berlian, pakaian, dan tekstil.
Ekspor Utama : Tekstil, komputer dan komponennya, integrated circuit, berlian,
Pakaian
Impor Utama : Mesin industri, baja, alat-alat
listrik, Pendapatan Perkapita : US $ 2750 (2005)
3. Filipina

Bentuk Pemerintahan : Republik


Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Presiden
Ibu kota : Manila
Lagu Kebangsaan : Tierra Adorada

a. Kenampakan Alam Utama


Filipina merupakan negara kepulauan. Jumlah pulaunya kurang lebih 7.100 buah.
Yang termasuk pulau besar adalah Luzon dan Mindanao. Filipina banyak memiliki
gunung berapi yang masih aktif. Gunung tertinggi di pulau Luzon adalah Gunung Mayon
(2.421 m). Gunung tertinggi di Filipina adalah gunung Apo (2.954 m) di pulau Mindanao.
Filipina dilalui oleh deretan Pegunungan Sirkum Pasifik.
Letak astronomis : 50 LU – 210 LU dan 1170 BT – 1260 BT
Luas Wilayah : 300.324 km2
Iklim : Tropik, suhu rata-rata 250 C
Gunung Tertinggi : Gunung Apo

b. Keadaan Ekonomi
Sebagian besar penduduk Filipina bermata pencaharian sebagai petani. Filipina
merupakan negara agraris. Hasil pertanian yang utama adalah padi dan kelapa. Hasil
tambang yang utama adalah kobalt, tembaga, dan emas.
Mata Uang : Peso
Hasil Pertanian : Rami, kopra, gula, beras, nanas
Hasil Tambang : Chromium, kobalt, tembaga, emas, nikel, sulfur, seng, besi
Hasil Industri : Bahan bangunan, elektronik, mebel, IT, alat pelayaran, motor, dan
komponennya.
Ekspor Utama : Elektronik, garmen, komponen listrik kendaraan bermotor,
kerajinan dan furniture, minyak, pisang, dan lain-lain.
Impor Utama : Elektronik, oli, mesin industri, kendaraan, baja, alumunium, dll
Pendapatan Perkapita : US$ 1300 (2005)

4. Singapura

Bentuk Pemerintahan : Republik


Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Singapura
Lagu Kebangsaan : Majulah Singapura

a. Kenampakan Alam Utama


Singapura adalah negara kepulauan dengan luas 697.1 km2. Luasnya hampir sama
dengan kota Jakarta (664 km2). Singapura berpenduduk sangat padat. Untuk memperluas
wilayah, pemerintah Singapura melakukan pengurukan pantai dengan pasir. Singapura
memiliki beberapa pulau-pulau kecil yang lain seperti Pulau Tekong, Pulau Ubin, dan Pulau
Sentosa. Lokasi tertinggi di Singapura berada di Bukit Timah dengan ketinggian 164 m.
Singapura terhubung dengan Malaysia di kota Johor dengan jembatan di Woodlands.
Letak astronomis : 10 15’ LU – 10 26’ LU dan 1030 BT – 1040 BT
Luas Wilayah : 697.1 km2
Iklim : Tropik, suhu rata-rata 250 C
Gunung Tertinggi : Bukit Timah

b. Keadaan Ekonomi
Singapura merupakan negara yang penduduknya berpenghasilan tinggi yaitu US$
24.740 (tahun 2004). Ekspor hasil industri, jasa keuangan, dan perdagangan merupakan
sumber pendapatan yang utama Singapura. Singapura bukan negara agraris dan tidak
memiliki hasil tambang yang berarti.

Mata Uang : Dollar Singapura (S $)


Hasil Pertanian : Buah-buahan, anggrek
Hasil Tambang : Singapura tidak memiliki hasil tambang yang berarti.
Hasil Industri : Elektronik, kimia, keuangan, dan perbankan, perumahan, pariwisata,
perdagangan.
Ekspor Utama : Minyak, mesin industri, radio & televisi dan komponennya,
komponen elektronik, pakaian , minuman ringan & rokok.
Impor Utama : Minyak mentah, baja dan alumunium, mesin industri, generator
listrik , dan komponen elektronik.
Pendapatan Perkapita : US$ 24.740 (2004) .

5. Brunei Darussalam

Bentuk Pemerintahan : Kerajaan


Kepala Negara : Sultan
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Bandar Seri Begawan
Lagu Kebangsaan : Pujian Untuk Sultan
a. Kenampakan Alam Utama
Brunei terdiri atas pada dua wilayah yang terpisah, yaitu wilayah barat dan timur.
Wilayah Brunei dikelilingi oleh wilayah Malaysia. Wilayah barat merupakan dataran
rendah yang berrawa-rawa. Iklimnya adalah tropik katulistiwa yang lembap. Hujan turun
sepanjang tahun. Daerah perbatasan sebelah barat dengan Serawak, terdapat sungai Baram
yang menjadi jalur lalu lintas perairan yang penting.
Letak astronomis : 40 LU -50 2’ LU dan 114 BT -115 BT .
Luas Wilayah : 5.765 km2.
Iklim : Tropik.

b. Keadaan Ekonomi
Brunei Darussalam adalah negara pengekspor minyak dan gas bumi. Hasil ekspor
minyak bumi dan gas alam membuat Brunei menjadi salah satu negara termakmur di Asia.
Tambang minyak dan gas bumi merupakan sumber penghasilan yang utama.
Mata Uang : B $ Dollar Brunei
Hasil Pertanian : Karet, Beras, rempah-rempah
Hasil Tambang : Minyak, gas alam, kayu
Hasil Industri : Minyak dan gas, tekstil, makanan dan minuman ringan, bahan bangunan
Ekspor Utama : Minyak dan gas, tekstil
Impor Utama : Kendaraan bermotor, mesin, barang pabrikan, Makanan, dan kimia.
Pendapatan Perkapita : U$ 24.826 (tahun 2005)

6. Timor Leste

Bentuk Pemerintahan : Republik


Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Dili

a. Kenampakan Alam Utama


Wilayah negara Timor Leste terdiri atas dua wilayah yang terpisah. Sebagian
wilayahnya ada yang terdapat di provinsi NTT. Alam Timor Leste sebagian besar tidak
subur. Juga miskin sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimiliki hanyalah tambang
minyak bumi di selat Timor. Tambang ini belum dieksploitasi karena menjadi sengketa
dengan Australia. Gunung tertinggi di Timor Leste adalah gunung Ramelau. Negara Timor
Leste dulunya merupakan sebuah provinsi di wilayah negara Indonesia. Pada tahun 1999,
sebagian besar rakyat Timor Timur menghendaki berpisah dari negara Indonesia.
Luas Wilayah : 15.007 km2
Iklim : Tropik
Gunung Tertinggi : Gunung Ramelau (2.963 m)
b. Keadaan Ekonomi
Timor Leste masih sangat tergantung dengan pasokan barang-barang dari
Indonesia. Hasil produksi dalam negerinya masih sangat minim. Sembako dan bahan bakar
minyak (BBM) diimpor dari Indonesia melalui provinsi Nusa Tenggara Timur. Timor Leste
menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat sebagai mata uang negara. Timor Leste
mengharapkan bisa mengeksploitasikan minyak bumi di Celah Timor (Timor Gap). Namun
masalah perbatasan dengan Australia menjadi kendala untuk segera melakukan
eksploitasi. Saat ini Timor Leste menjadi negara termuda di dunia, sekaligus termiskin.
Mata Uang : Dollar Amerika Serikat (US$).
Hasil Pertanian : Kopi.
Hasil Tambang : Emas, mangaan, marmer, minyak bumi di Celah Timor (belum
dieksploitasi).
Impor Utama : BBM dan Sembako dari Indonesia.
Pendapatan Perkapita : US $ 750 (tahun 2005).

7. Myanmar
Nama Asli : Pydaungsu Socialist Thammada
Myanma Naingandau
Ibu kota : RANGOON
Luas wilayah : 678.036 Km2
Kepala negara : Than Shwe ( 1992 )
Kepala pemerintahan : Than Shwe ( 1992 )
Pemb. Lokal : 7 Negara bagian serta 7 divisi
Penduduk : 41.734.853 ( 2002 )
Bahasa : Birma
Lagu Kebangsaan : Tanah Airku Merdeka
Mata uang : Kyat
Hasil tani : Gula, tebu, jagung, beras, kacang-kacangan dll.
Sumber alam : Minyak, tembaga, perak, kaleng dan batu-batuan.
Industri : Tekstil, alas kaki, produk kayu, dan hasil olahan
pertanian
Hari besar : 4 Januari 1948 ( Hari Kemerdekaan )
Bapak Bangsa : Aung San, U Nu
Ex. Jajahan : Inggris

Myanmar adalah satu negara dari mana Indonesia dahulu banyak mengirim beras.
Terletak di Asia Tenggara dan bertetangga di sebelah Barat dengan Bangladesh dan India,
Timur dengan Cina, Laos dan Thailand. Luas wilayahnya cukup besar hampir sebanding
dengan pulau Kalimantan-Indonesia. Dahulu pada tahun 1960-an Myanmar menjadi
produsen beras nomor satu di dunia tetapi dengan semakin majunya pertanian di negara-
negara lain pada dekade 80-an , Myanmar berada pada urutan ke-6. Sungai Irawadi yang
cukup besar juga telah menghantar Myanmar sebagai pemakai jasa navigasi dalam negeri
paling top di dunia NamaMyanmar dikenal sejak tahun 1990. Sebelumnya,
Myanmar bernamaBurma atau Birma. Myanmar diperintah oleh pemerintahan
militer, sebagai hasilsuatu kudeta pada tahun 1988. Ibukota negara Yangon (Rangoon)
lalu dipindahkanke Naypyidaw sejak 7 November 2005.

a. Letak dan luas


Secara astronomis, Myanmar terletak antara 110 LU – 280 LU dan 92 0 BT –1010 BT.
Luas wilayah Myanmar : 678.500 km dan memiliki batas-batas geografis berikut.
Sebelah utara : Cina (RRC).
Sebelah selatan : Laut Andaman.
Sebelah timur : Laos dan Thailand.
Sebelah barat : Teluk Benggala dan India.

b. Bentang alam

Wilayah Myanmar membentang dari utara ke selatan. Wilayah tersebut terbagi menjadi
empat wilayah, yaitu pegunungan utara, pegunungan barat, wilayahdataran rendah, dan
plato. Wilayah utara relatif sempit, lalu makin meluas di bagian tengah, dan menyempit lagi
di selatan.Bagian utara Myanmar berupa rangkaian Pegunungan Kurmon. Bagian tengah
adalah dataran rendah yang memanjang sekitar 320 km dan memotong delta
SungaiIrawadi ( 2.092 km). Bagian timur berupa dataran tinggi yaitu Plato Shan,
yangmenjadi batas alam Myanmar dengan Muangthai. Daerah pegunungan bagian barat
terdiri dari Pegunungan Patkai, Pegunungan Chin, dan Pegunungan Arakan
Yoma.Pegunungan Arakan Yoma merupakan batas alam wilayah Myanmar
denganbeberapa negara Asia Selatan, di antaranya India. Gunung Hkakabo Razi (5.878m)
adalah puncak tertinggi, yang merupakan batas utara dengan Vietnam dan langsung
dengan RRC.

c. Iklim
Tipe iklim Myanmar adalah musim tropis. Musim hujan berlangsung antarabulan Mei-
Oktober dipengaruhi oleh angin musim barat daya yang banyak membawauap air dari
samudra. Curah hu jan tertinggi terjadi di Pegunungan Arakan Yoma dansekitar pantai
Tennaserin. Musim kemarau terjadi pada bulan November-Aprildipengaruhi oleh
hembusan angin kering dari daratan Cina/Asia.
d. Perekonomian
Myanmar adalah negara agraris. Pertanian merupakan pendukungperekonomian
terpenting. Lahan pertanian mencapai 15% dari luas wilayah.Sebanyak 54% sumbangan
devisa berasal dari pertanian. Hasil utamanya adalahkaret. Hasil-hasil pertanian lain adalah
padi, kacang-kacangan, tebu, teh, danpalawija. Selain itu, berbagai jenis kayu hasil hutan
memberi sumbangan sangatbesar bagi perekonomian Myanmar. Di Myanmar,
pertambangan dan industri sedangberkembang. Hasil-hasil tambang antara lain timah,
tembaga, batu bara, minyakbumi dan gas, serta seng. Industri utamanya adalah pengolahan
hasil pertanian dankehutanan. Kegiatan perdagangan utama (ekspor impor) berlangsung
dengannegara Thailand, Indonesia, India, China, Jepang, Singapura, Korea Selatan,
danMalaysia.

8. Vietnam

Nama Asli : Cong Hoa Xa Hoi Chu Nghia Vietnam


Ibu kota : HANOI
Luas wilayah : 329.707 Km2
Kepala negara : Tran Duc Luong ( 1997 )
Kepala pemerintahan : Phan Van Khai ( 1997 )
Pemb. Lokal : 40 Provinsi, 3 Kotamadya 1 special Zone
Penduduk : 79.939.014 ( 2002 )
Bahasa : Vietnam ( resmi )
Lagu Kebangsaan : Vor Ward Soldier
Mata uang : Dong
Hasil tani : beras, karet, buah-buahan, jagung, gula, tebu dll.
Sumber alam : Minyak, kayu, batu bara, pospat, mangan, bauksit.
Industri : Tekstil, chrome, semen, pupuk
Hari besar : 21 juli 1954 ( hari kemerdekaan )
Bapak Bangsa : Vo Nguyen Giap
Ho Chi Minh
Bekas Jajahan : Perancis , Amerika

Vietnam adalah negara dengan masa penjajahan sangat lama. Setelah dijajahCina ±
1.000tahun, Vietnam harus melawan imperialisme (Perancis, Jepang, dan Amerika
Serikat).Setelah merdeka dari Perancis (2 September 1945),Vietnam terpecah menjadi
dua,yaitu Vietnam Utara dengan ibukota Hanoi dan Vietnam Selatan yang beribukota Ho
Chi Minh. Saat iini, kedua negara telah bersatu menjadi Republik Sosialis Vietnam.Kepala
negaranya seorang presiden, dan kepala pemerintahan adalah perdanamenteri. Ibu kota
negara adalah Hanoi.
a. Letak dan luas
Secara astronomis Vietnam terletak antara 8°LU - 22°LU dan antara 104BT -108°BT.
Wilayah Vietnam berada di bagian selatan daratan Cina dengan luas ±329.560 km.
Berikut adalah batas-batas geografis Vietnam.
Sebelah utara : RRC (Republik Rakyat Cina).
Sebelah timur : Teluk Tonkin dan Laut Cina Selatan
Sebelah selatan : Laut Cina Selatan.
Sebelah barat : Laos serta Kamboja.

b. Bentang alam
Keadaan topografi Vietnam beragam, meliputi dataran pantai, bukit-bukit
dangunung-gunung berhutan lebat, serta dataran rendah. Wilayah bagian utaradidominasi
oleh pegunungan. Tanah Tinggi Tonkin Timur mencapai ketinggian lebihdari 1.000 meter.
Puncak tertingginya adalah Gunung Phan Xi Pang (3.143 m), yang juga merupakan titik
tertinggi di Vietnam. Di wilayah utara tersebut juga terhamparDelta Sungai Merah (Song
Hong), yang dulunya berupa teluk kecil bagian kawasan Teluk Tonkin. Wilayah dataran
seluas 3.000 kmtersebut, subur dan padatpenduduk. Namun di dataran ini juga sering
terjadi banjir.Di Wilayah bagian selatan Vietnam terbujur Pegunungan Annam. Puncak-
puncaknya adalah Gunung Ngoc Linc (2.598 m) dan Gunung Chu Yang Sin (2.408m).
c. Iklim
Vietnam beriklim tropis yang mendapat pengaruh curah hujan dari tiupanangin
musim.Curah hujan rata-rata 1.500 mm per tahun. Daerah Pegunungan Tonkin Barat
danPegunungan Annam mendapat curah hujan 4.000 mm per tahun. Akibat tiupan angin
taufan tropis selama musim gugur, daerah di utara 12°LU mendapat curahhujan tambahan
terbanyak. Suhu udara rata-rata pada musim panas 29°C di selatan,dan 30°C di utara.
Pergeseran suhu di musim dingin berkisar 10°C di utara dan27°C di selatan.
d. Perekonomian
Vietnam masih termasuk negara agraris. Vietnam terkenal dalam hal irigasi.Hasil-hasil utama
Vietnam adalah kopi, teh, tebu, jagung, dan padi, dan sebagainya.Hasil tambang Vietnam yang utama
adalah batu bara.Vietnam juga penghasil bijihChi Minh. Saat iini, kedua negara telah bersatu menjadi
Republik Sosialis Vietnam.Kepala negaranya seorang presiden, dan kepala pemerintahan adalah
perdanamenteri. Ibu kota negara adalah Hanoi

9. Kamboja
Nama Asli : Khmer
Ibu kota : PHNOM PENN
Luas wilayah : 181.300 Km2
Kepala negara : N. Sihanouk ( Nov. 1991 )
Kepala pemerintahan : Hun Sen (1993 )
Pemb. Lokal : 15 Provinsi dan 1 daerah khusus
Penduduk : 920.000 (2002 )
Bahasa : Khmer ( resmi ), Perancis
Lagu Kebangsaan : Out Country
Mata uang : Riel
Hasil tani : Beras, jagung, merica , tembakau , kapas, gula, aren dll.
Sumber alam : Besi, tembaga, mangan dan emas
Industri : textil, kertas, plywood dan minyak
Hari besar : 17 April 1953 ( Hari Kemerdekaan )
Bapak Bangsa : Samdech Norodom Sihanouk
Ex. Jajahan : Perancis

Kamboja berasal dari kataKampuchea Nama asli Kamboja adalah “Khmer”.Negara


ini merdeka pada tanggal 17 April 1983. Angkor Wat adalah salah satupeninggalan
Kekaisaran Khmer. Kerajaan Kamboja berbentuk monarkikonstitusional, merupakan
penerus Kekaisaran Khmer. Kepala negaranya seorangraja, sedangkan kepala
pemerintahan adalah perdana menteri. Ibu kota negaraadalah Phnom Penh.

a. Letak dan luas


Luas wilayah Kamboja±181.035 km, kirakira seluas Pulau Sulawesi diIndonesia. Secara
astronomis, Kamboja terletak antara 10°LU – 14°LU dan 104°BT– 108°BT, tepatnya di bagian barat daya
Semenanjung Indocina. Berikut adalah batas batas geografis Kamboja.
Sebelah utara : Laos dan Thailand
Sebelah timur : Vietnam
Sebelah barat : Thailand
Sebelah selatan : Teluk Thailand

b. Bentang alam
Secara menyeluruh, bentuk wilayah Kamboja menyerupai piring. Di bagiantengahnya
terdapat dataran besar Tonle Sap, sedangkan bagian tepi dibentuk olehdeetan pegunungan.
Di sebelah utara terdapat Pegunungan Dong Rek (Phanon DangReh) dan di bagian barat
terdapat Pegunungan Cardamon. Barisan pegunungan itumemiliki ketinggian 750 – 900
meter. Puncak tertingginya adalah Gunung PhnumAoral (1.771 m). Di bagian timur dapat
dijumpai Plato Rotanikiri dan Plato Mondo. Dalam bulan-bulan itu cabangcabang Sungai
Mekong di wilayah Vietnambagian selatan tidak mampu menampung luapan air itu.. Pada
puncaknya, banjir tersebut akan melipat gandakan luas permukaan airdanau. Jika semula
luas permukaannya hanya 3.000 km, maka oleh luapan banjirakan menjadi 10.000
kmlebih. Gejala tersebut menguntungkan bagi kegiatanperikanan darat di Kamboja.Daerah
pantai sepanjang 560 km di tepi Teluk Thailand berupa tanah berbatu-batu.
c. Iklim
Kamboja beriklim muson tropis. Suhu ratarata per tahun sekitar 27°C .
d. Perekonomian
Di Kamboja, pertanian menjadi pendukung utama perekonomian. Lebih dari70%
penduduknya bekerja di bidang pertanian. Hasil utama pertanian adalah padi,karet,
tembakau, jagung, sayuran, dan berbagai jenis umbi. Kegiatan industri yangmendukung
adalah pengolahan hasil pertanian. Industri lain, misalnya industri rokok(dengan produk
tembakau setempat).
10. Laos
Nama Asli : Sathanalat Paxapthipatai Paxaxon Lao
Ibu kota : VIANTIANE
Luas wilayah : 236.804 Km2
Kepala negara : Khamtay Siphandon (1998)
Kepala pemerintahan : Boungnang Vorachin (1998)
Pemb. Lokal : 13 Provinsi
Penduduk : 5.635.967 (2002 )
Bahasa : Laos ( resmi ), Palaungwa, Thai
Lagu Kebangsaan : Sad Lao Tang Te Deum Ma’kun
Sulu Sa You Nei Asie
Mata uang : Kip
Hasil tani : Beras, jagung, tembakau, katun, opium, jeruk, dan kopi
Sumber alam : Timah, Kayu
Industri : Prosesing Kayu
Hari besar : 19 Juli 1949 ( Hari Kemerdekaan )
Bapak Bangsa : Sauphanouvong
Ex. Jajahan : Perancis

Laos adalah Negara satu-satunya di Asia Tenggara yang terjepit dan tidak punya
wilayah laut , juga merupakan salah satu negara paling terbelakang di dunia . dalam
banyak pendataan , Laos berada pada urutan ke-10 paling bawah . negara ini terjebak oleh
pengaruh Komunis dan tidak berdaya untuk membangun diri, Laos berada di bagian Barat
Vietnam di Utara terdapat Cina. tetangga lainnya adalah Muangthai di Barat dan Birma di
Timur Laut. Dibanding dengan Indonesia luas Laos hampir dua kali luas Pulau Jawa.

a. Letak dan luas


Secara astronomis, Laos terletak antara 14°LU - 22°LU dan antara 100°BT -103°BT.
Luas wilayahnya mencapai±236.800 km Laos merupakan negaradaratan yang berada di
antara negara Asia Tenggara lain. Laos tidak mempunyaibatas laut.
Berikut adalah batas-batas geografis wilayah Laos.
Sebelah barat laut : Cina dan Myanmar
Sebelah timur : Vietnam
Sebelah selatan : Kamboja
Sebelah barat : Thailand

b. Iklim
Laos terletak di daerah iklim tropis, dengan suhu rata-rata 26°– 28°C. Musimhujan
terjadi pada bulan Mei - November, yang dipengaruhi angin passat barat daya.Curah hujan
rata-rata 1.500–2.500 mm/ tahun. Musim kemarau berlangsung selamabulan Desember -
April. Pergantian kedua musim tersebut sangat jelas.

c. Perekonomian
Bagi Laos, pertanian adalah pendukung perekonomian utama, yakni 41%
daripendapatan negara. Hasil utama pertanian adalah padi, kelapa, pisang, dan jagung.Laos
juga memiliki hasil hutan cukup besar serta memiliki nilai komersial yang tinggikarena
menjadi komoditi ekspor. Misalnya kayu jati, damar, dan kayu keras lainnya.Bidang lain
yang mendukung adalah pertambangan, dengan hasil utama tembaga,timah, bijih besi, batu
bara, dan belerang. Namun demikian kegiatan pertambangandi Laos belum dilakukan
secara maksimal. Laos juga telah mengembangkan kegiatanindustri, terutama industri
pengolahan hasil pertanian dan hasil-hasil hutan.

11. Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan dengan sekitar 17.000 pulau besar dankecil. Di
kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan wilayah terluas dan
memiliki penduduk terbanyak Secara geografis Indonesia terletak antara dua benua dan
dua samudra yaitu antara benua asia dan enua Australia dan diantara samudra pasifik dan
samudra Hindia
Letak astronomis Indonesia : 90 LU-110 LS dan di antara 950 BT-1410BT
Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah dan memiliki pulau yang
terdiri dari beberapa pulau , dengan adanya beribu pulau di Indonesia ,hal ini
memungkinkan Indonesia merupakan kepulauan Nusantara dan .
Ada 5 agama yang di akui Di Indonesia diantaranya adalah :
 Agama Islam
 Kristen Protestan
 Kristen Khatholik
 Hindu
 Budha
Ibu kota : Jakarta
Pemb. Lokal : 33 Provinsi, 5 pulau besar
Bahasa : Melayu ( perubahan )
Lagu Kebangsaan : Indonesia Raya
Mata uang : Rp
Hasil tani : Beras, jagung, tembakau, dll
Hari besar : 17 Agustus 1945 ( Hari Kemerdekaan )
Iklim : Tropis, Laut, dan Muson

Penduduk (suku) Suku asli Melayu, Betawi, Jawa, Sunda, Batak, Tengger, Baduy, Toraja,
Dayak, Asmat, Banjar, Sasak, Bali, dll.

a. Bentang Alam

Wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Wilayah Indonesia yang
berbentuk kepulauan dan mempuyai wilayah yang sangat luas menyebabkan Indonesia
mempunyai garis pantai terpanjang di dunia. Selain itu, bentuk muka bumi Indonesia tidak
rata, ada bagian yang rendah, datar, dan bergelombang. Gunung tertinggi di Indonesia
adalah Gunung Jaya Wijaya. Danau terbesar adalah Danau Toba. Sungai terpanjang adalah
Sungai Kapuas, dan Sungai terbesarnya adalah Sungai Musi

b. Perekonomian

Indonesia adalah negara berkembang yang mata pencahariannya di bidang


pertanian. Hasil pertaniannya adalah padi. Selain itu, Indonesia juga memiiki hasil
perkebunaan seperti teh dan kopi. Pertambangan emas, intan, nikel, minyak bumi, dan
nikel. Perairan, perindustrian, dan parwisata juga adalah sektor perekonomian masyarakat
Indonesia.