Anda di halaman 1dari 4

TUGAS FARMASI KLINIK

“STUDI KASUS BERDASARKAN POMR DAN SOAP”

OLEH
NAMA : 1. DEWI RAHMASARI (O1A116006)
2. NUR AZIZAH (O1A116038)
3. RITA HINDRAYATI (O1A116053)
4. SRI RAMADHAN (O1A116063)
5. WAODE INDRI SASMITA HASMI (O1A116070)
6. YULFA HASANA (O1A116076)
7. SAMSINAR (O1A116090)
KELAS :B
KELOMPOK: IV (EMPAT)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
FARMASI KLINIK

1. M.C., wanita berusia 61 tahun, tdk memiliki riwayat alergi obat, MRS dengan
keluhan susah bernafas dan mengalami orthopnea selama 1 minggu
sebelumnya. Mendapatkan pengobatan untuk HF (heart failure) dan tidak
minum obat selama 2 minggu. M.C. mengalami edema berat (4+) dan sdg
dlm keadaan respiratory distress.
Hasil laboratorium menunjukkan :
Na 123 mEq/L (normal, 135–145);
K  4.1 mEq/L (normal, 3.5–5.0)
Cl  90 mEq/L (normal, 95–105)
CO2  28 mEq/L (normal, 22 to 28);
BUN  30 mg/dL (normal, 8–18);
SCr  1.3 mg/dL (normal, 0.6–1.2)
GDP  100 mg/dL (normal, 70–110).
Assessmen dan Plan?
Mengapa tidak diberikan cairan infus?

Jawab :
- Assessmen : Tidak minum obat selama 2 minggu
- Plan : Digoxin 0.125 mg
- Tidak diberikan cairan infus karena

2. L.M., wanita berusia 59 tahun, mengkonsumsi atorvastatin 40 mg sehari


untuk hiperkolesterolemia, mengeluh lemas dan myalgia selama 1 mggu lebih
sejak diresepkan kembali obatnya. Pd assessment, Penyedia Primary Care
mengatakan bahwa dosisnya salah. Seharusnya LM membagi dua tablet
atorvastatin 80-mg, tetapi meminum 1tablet, shg dipengaruhi karena dosis
berlebih. The physician menyarankan LM untuk memeriksa tes fs.hati dan
SCr untuk mengevaluasi myalgia yg dialaminya.
Hasil tes menunjukkan :
AST  51 units/L (normal, <35);
ALT  72 units/L (normal, <35);
ALP 82 units/L (normal, 30–120);
CK 216 units/L (normal, <150);
SCr 1.4 mg/dL (normal, 0.6–1.2).
Assessmen dan Plan?
Mengapa perlu diskontinuasi penggunaan atorvastatin?

Jawab :
- Assessmen : Dosisnya salah. Seharusnya LM membagi dua tablet
atorvastatin 80-mg, tetapi dia meminum 1 tablet, sehingga
dipengaruhi karena dosis berlebih dan terjadinya
peningkatan AST, ALT dan SCr.
- Plan : - Mengganti atorvastatin menjadi simvastatin 20 mg
- Perubahan pola makan menjadi lebih sehat dan olahraga
teratur
- Perlu diskontinuasi penggunaan atorvastatin karena obat atorvastatin
menyebabkan kenaikan AST dan ALT yang menunjukkan terjadinya
kerusakan pada sel-sel hati.

3. A.R., seorang pria berusia 42 tahun dengan riwayat hipertensi selama 2 tahun
yg diobati dgn HCT (hydrochlorothiazide) dan riwayat Parkinson selama 1
tahun yg diobati dgn carbidopa/levodopa, MRS dengan episode hipotensi
ortostatik. MRS dgn hasil tes laboratorium Hematocrit (Hct)  27% (normal,
39–49). AR jg memiliki riwayat alkoholisme sejak lama. Sehingga
mempengaruhi hasil tes laboratorium lainnya yaitu :
Total bilirubin  3.5 mg/dL (normal, 0.1–1.0);
Direct bilirubin  0.5 mg/dL (normal, <0.2);
AST,  32 units/L (normal,<35);
ALT,  27 units/L (normal,<35).
Apa yang menyebabkan peningkatan bilirubin ?
Jawab:
- Assessmen : Dosisnya salah. Seharusnya LM membagi dua tablet
atorvastatin 80-mg, tetapi dia meminum 1 tablet, sehingga
dipengaruhi karena dosis berlebih dan terjadinya
peningkatan AST, ALT dan SCr.
- Plan : - Mengganti atorvastatin menjadi simvastatin 20 mg
- Perubahan pola makan menjadi lebih sehat dan olahraga
teratur
- Perlu diskontinuasi penggunaan atorvastatin karena obat atorvastatin
menyebabkan kenaikan AST dan ALT yang menunjukkan terjadinya
kerusakan pada sel-sel hati.