Anda di halaman 1dari 4

Pantai

Morfologi pantai secara sederhana dapat diartikan sebagai bentuk pantai. Morfologi
pantai merupakan daerah yang selalu mengalami perubahan oleh karena ada banyak
proses yang terjadi di dalamnya baik itu proses yang berawal dari daratan maupun dari
lautan, kedua proses tersebut bertemu di pantai. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh
banyak hal seperi pasang surut, gelombang, arus laut, jenis batuan, dan lainnya.
Namun, secara sederhana, perubahan geomorfologi pantai diakibatkan oleh dua
kejadian alam yang disebut dengan abrasi dan sedimentasi.

Gambar 1 di bawah menunjukkan klasifikasi pantai, sedangkan gambar 2 menunjukkan


perubahan yang dapat terjadi pada morfologi pantai akibat dari erosi atau sedimentasi.

Gambar 1

Gambar 2
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang
bersifat merusak. Beberapa perubahan morfologi pantai yang terjadi akibat abrasi
antara lain:
 Notch, Cliffdan Wave–cut PlatformCliff adalah bentuk lereng terjal yang menyerupai dinding;
yaitu bagian yang ditinggalkan setelah suatu massa batuan longsor (landslides) oleh gaya
beratnya sendiri. Sebelum cliff terbentuk, dimulai dengan pembentukan notch yang
merupakan hasil pekerjaan gelombang (abrasi). Notch yaitu bentuk cekungan kaki lereng
(profil) yang menghadap ke arah laut, pada zona pasang-surut dan garis tengahnya secara
horizontal memanjang sejajar dan selevel dengan garis pantai/muka laut di saat pasang.Ada
dua tipe cliff. Tipe yang pertama bentuknya tegak atau miring ke belakang. Cliff tipe ini
biasanya karena terdiri dari batuan yang relatif lembut, atau struktur geologisnya yang miring
ke arah darat. Tipe yang kedua adalah overhanging cliff, suatu bentuk clif yang dinding
lerengnya sangat miring atau menonjol ke arah laut. Clif tipe overhanging terbentuk pada
formasi batuan yang keras (cadas) dengan struktur (deep) yang miring ke arah laut.
Wave-cut platform, adalah bagian dari pesisir (laut) yang rata pada permukaan batuan dasar
(beds rock) yang dibentuk oleh pekerjaan gelombang.

Wave – Cut Platform

Beach Cliff

 Sea Cave, Blow Hole danInletPerbedaan kekerasan batuan; ada batuan yang lembut dan yang
lainnya keras, memberi perbedaan dalam kecepatan pengikisan. Bagian-bagian batuan cadas
di mana terdapat celah dan rekahan-rekahan seperti jointed, akan lebih cepat terkikis daripada
bagian yang tanpa celah atau rekahan.
Sekali gelombang sempat membuat suatu lubang, maka kekuatan atau daya tekanan dari
benturan gelombang akan semakin intensif dan efisien terhadap lobang tersebut. Suatu lobang
yang berbentuk corong yang mengarah ke arah datangnya gelombang, akan memberi peluang
terfokusnya tekanan gelombang untuk memperhebat daya benturannya. Kondisi yang
demikian akan lebih dipertajam daya kikisnya bila di dalam gelombang itu termuat butiran-
butiran material keras. Makin luas mulut suatu gua di dinding pantai, makin banyak pula
massa air gelombang yang membentur ke dalamnya. Tekanan benturan dan pukulan
gelombang semacam ini di saat badai mampu menggetarkan (microseismic) dan meremukkan
kompleks batuan cadas di sekitarnya. Lambat laun muncratan air menembus hingga ke
permukaan tanah di atasnya (headland) dan membentuk blow hole.
Dua macam lubang besar ini (cave dan blow hole) diberi nama sesuai dengan
posisinya. Cave atau gua laut karena posisinya yang horizontal mengarah ke laut;
sedangkan blow hole adalah lubang yang tegak lurus, seperti dolina di daerah karst.
Bentukan blow hole dipercepat oleh benturan langsung gelombang, dan juga oleh semprotan
(muncratan), getaran, pelapukan dari atas dan gravitasi yang menjatuhkan batuan di atasnya.
Demikian seterusnya hingga kedua lubang tersebut bukan saja bersambungan dalam bentuk
terowongan, tetapi atapnya pun runtuh seluruhnya, disebut inlet atau terusan

Sea Cave
Blow Hole

Inlet
 Sea Cave, Archdan StackDemikianlah proses suatu gua laut terbentuk hingga menembus ke
dinding pantai sebelahnya pada suatu tanjung. Terowongan gua dengan sambungan semacam
jembatan alam di atasnya pada ujung tanjung disebut arch.Bila kelak jembatan alam (arch)
ini runtuh atau putus, maka bagian ujung tanjung yang ditinggalkan, dengan bentuk pilar
raksasa (tugu) disebut stack.

Arch

Stack