Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RUMAH SAKIT PRIMA PEKANBARU
2019

SEPSIS PADA ANAK

PENGERTIAN Disfungsi organ yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh disregulasi
respon tubuh terhadap infeksi
ANAMNESIS 1. Faktor predisposisi infeksi, meliputi: faktor genetik, usia, status
nutrisi, status imunisasi, komorbiditas (asplenia, penyakit kronis,
transplantasi, keganasan, kelainan bawaan), dan riwayat terapi
(steroid, antibiotika, tindakan invasif )
2. gejala infeksi : demam
3. gejala sesuai fokal infeksi
PEMERIKSAAN FISIK 1. Tingkat kesadaran
2. Pemeriksaan tanda vital
 Takipnea
 Takikardia atau bradikardia
 Demam (suhu inti >38,5°C atau suhu aksila >37,9°C) atau
hipotermia (suhu inti <36°C).Pemeriksaan spesifik pada
fokal infeksi
PEMERIKSAAN - Pemeriksaan darah rutin (lekosit, trombosit, rasio
PENUNJANG netrofil:limfosit, shift to the left)
- pemeriksaan morfologi darah tepi (granula toksik, Dohle body,
dan vakuola dalam sitoplasma)
- c-reactive protein (CRP)
- prokalsitonin.
- pembuktian adanya mikroorganisme yang dapat dilakukan
melalui pemeriksaan apus Gram, hasil kultur (biakan), atau
polymerase chain reaction (PCR).
- Pencarian fokus infeksi lebih lanjut dilakukan dengan pemeriksan
analisis urin, feses rutin, lumbal pungsi, dan pencitraan sesuai
indikasi
DIAGNOSIS BANDING
KRITERIA DIAGNOSIS

Kecurigaan disfungsi organ (warning signs) bila ditemukan salah satu


dari 3 tanda klinis: penurunan kesadaran (metode AVPU), gangguan
kardiovaskular (penurunan kualitas nadi, perfusi perifer, atau tekanan
arterial rerata), atau gangguan respirasi (peningkatan atau penurunan
work of breathing, sianosis)

Disfungsi organ meliputi disfungsi sistem kardiovaskular, respirasi,


hematologis, sistem saraf pusat, dan hepatik. Disfungsi organ ditegakkan
berdasarkan skor PELOD-2. Diagnosis sepsis ditegakkan bila skor ≥11
(atau ≥7).

SKOR PELOD (Pediatric Logistic Organ Dysfunction)


TERAPI Tata laksana sepsis ditujukan pada penanggulangan infeksi dan disfungsi
organ.

1. Penanggulangan infeksi
- Antibiotik : menggunakan antibiotika berspektrum luas. Setelah
bakteri penyebab diketahui, terapi antibiotika definitif diberikan
sesuai pola kepekaan kuman.
- Anti jamur empirik
2. Penanganan disfungsi organ
- Pernafasan : pemberian suplementasi oksigen, bila gagal nafas
segera dilakukan intubasi endotrakeal, ventilasi tekanan positif
non-invasif dapat digunakan sebagai pilihan awal pada pasien
sepsis dengan risiko ARDS
- Resusitasi cairan dan tatalaksana hemodinamik : akses vaskular
secara cepat, resusitasi cairan, dan pemberian obat-obatan
vasoaktif.
- Transfusi darah sesuai indikasi
- Kortikosteroid : Hidrokortison suksinat 50 mg/m2/hari
diindikasikan untuk pasien syok refrakter katekolamin atau
terdapat tanda-tanda insufisiensi adrenal.
- Kontrol glikemik : Gula darah dipertahankan 50-180 mg/dL.
- Nutrisi
- Menghilangkan sumber infeksi

PENYULIT
EDUKASI
PROGNOSIS
HASIL PENGOBATAN
EVALUASI POST TERAPI

Perbaikan disfungsi organ dan prognosis dinilai dengan skor PELOD 2


dan prokalsitonin, menggunakan panduan derajat keparahan penyakit:
- Derajat ringan: skor PELOD2 nilai 0-3 dan kadar PCT 0,5-1,99
ng/ml
- Derajat sedang: skor PELOD2 nilai >3-9 dan kadar PCT 2,0-9,99
ng/ml
- Derajat berat: skor PELOD2 nilai >9 dan kadar PCT 10 ng/ml
KEPUSTAKAAN

Pekanbaru, 17 Oktober 2019

Ketua Komite Medik Ketua KSM Anak

dr. Dubel Meriyenes, SpB dr. Riski Kawa, SpPAMujondr,


SpPD.M.Biomed

Direktur RS Prima Pekanbaru


dr. Irana Oktavia, M.Kes