Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU PADA

KECEPATAN REAKSI

I. Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan:
- Mahasiswa dapat menentukan order reaksi dari pengaruh suhu dan konsentrasi
terhadap kecepatan reaksi.

II. Alat dan bahan yang digunakan


2.1 Alat yang digunakan:
- Gelas kimia 500ml 3
- Termometer 100℃ 2
- Erlenmeyer 100ml, 250 ml 4
- Labu takar 50ml, 250 ml 3
- Pipet ukur 25 ml 2
- Bola karet 1
- Tabung reaksi 4
- Batang pengaduk 2
- Magnetic stirrer 1
- Aluminium Foil 1
- Hotplate 1
- Kaca Arloji 4
- Spatula 2

2.2 Bahan yang digunakan:


- Sodium Tiosulfat (Na2S2O3) 31 gr
- HCl 2 ml
- Aquadest secukupnya
- Es Batu secukupnya
III. Dasar Teori
Kinetika kimia membahas tentang laju reaksi dan mekanisme terjadinya
reaksi, dipelajari perubahan laju yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi
pereaksi, hasil reaksidan katalis. Keterangan yamg penting dapat pula diperoleh
oleh study tentang pengaruh suhu, tekanan, pelarut, konsentrasi atau komposisi
terhadap laju reaksi.
Persamaan laju reaksi memberikan ketergantungan laju pada konsentrasi
pereaksi, hasil reaksi dan katalis.
Bila volume campuran reaksi tetap dan konsentrasi zat antara diabaikan, maka
kecepatan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi pangkat bilangan
bulat :
𝑑(𝐴𝐼)
= k (A1)m.A(2)n
𝑑𝑡

Bila m=1, reaksi dikatakan orde satu terhadap A, dan


Bila m=2, reaksi dikatakan berorde dua terhadap A. untuk persamaan laju dalam
bentuk yang sederhana ini, orde reaksi keseluruhan adalah jumlah dari pangkat-
pangkatnya. Faktor perbandingan k merupakan tetapan laju yang berdasarkan
persamaan diatas mempunyai satuan C3-(m-n). waktu bila reaksi berorde satu,
biasanya k dinyatakan dalam detik-1 atau menit-1. Bila reaksi berorde dua, secara
keseluruhan k dinyatakan dalam liter.mol-1, detik-1, cm.mol-1 atau cm3.detik-1.
eaksi orde satu :
k
A produk
Persamaan laju untuk reaksi berorde satu :
−𝑑(𝐴)
= k. (A)
𝑑𝑡
Dimana :
(A) = konsentrasi A pada waktu t
k = konsentrasi kecepatan reaksi
Untuk batasan (A) = (Ao) pada waktu t = 0 dan
(A) = (A) pada waktu t = t, maka didapat
(𝐴𝑜)
1𝑛 = k.t
(𝐴)
2,303 (𝐴𝑜)
K= log
𝑡 (𝐴)

Dari persamaan tersebut, terlihat bahwa untuk menentukan tetapan kecepatan reaksi
orde satu, hanya diperlukan perbandingan konsentrasi pada dua waktu. Besaran lain
yang berbanding liuurus dengan konsentrasi dapat digunakan sebagai konsentrasi
dalam persamaan ini, karena tetapan perbandingannya akan saling menghapuskan.
Pengaruh suhu pada kecepatan reaksi:
Bila range suhu tidak terlalu besar, ketergantungan tetapan kecepatan reaksi pada
suhu biasanya dapat dinyatakan denmgan persamaan empiris yang diusulkan oleh
Arhenius.
k = A. e-Ea/RT
Dimana:
A = factor pro exponsial
Ea = Energi aktivasi
R = Konstanta gas
k = Konstanta laju reaksi
T = Suhu mutlak
Persamaan tersebut dapat dituliskan dalam bentuk logaritma sebagai berikut :
Log k = log A- Ea/2,303 R.T
Berdasarkan persamaan ini, diperoleh garis lurus untuk grafik logaritma k lawan 1/t
(suhu mutlak), dimana harga Ea/2,303 R merupakan slope dan log A sebagi intersept.

IV. Keselamatan kerja


Selama melakukan percobaan, praktikum harus memakai jas praktikum dan
kacamata pelindung. Gunakan sarung tangan untuk preparative larutan HCl dan
dilakukan dalam lemari asam.

V. Cara kerja
A. Pembuatan larutan Na2S2O3 0,25 M
- Timbang 31 gram Na2S2O3.5H2O Kristal
- Larutkan dengan aquadest hingga volume 500 ml
B. Pembuatan HCl 1 M
- Encerkan HCl (pa) dengan berat jenis 37 % atau konsentrasi 13,06M dengan
volume tertentu
- Larutkan dengan aquadest hingga dicapai konsentrasi 1 M

C. Langkah percobaan
1. Tempatkan 50 ml Na2S2O3 0,25M dalam gelas kimia (beker gelas)
2. Tempatkan gelas kimia (beker gelas) tersebut diatas sehelai kertas putih
yang diberi tanda silang. (keseluruhan letakkan diatas hotplate stirrer)
3. Tambahkan 2 ml HCl 1 M dan tepat ketika penambahan dilakukan,
nyalakan stopwatch dan stirrer (pengaduk)
4. Amati larutan dari atas dan catat waktu yang diperlukan sampai terjadinya
endapan (tanda silang pada kertas tidak kelihatan)
5. Catat suhu larutan
6. Ulangi langkah tersebut dengan komposisi larutan seperti pada table :
Sistim Volume Volume H2O Volume HCl
Na2S2O3
1 50 0 2
2 40 10 2
3 30 20 2
4 20 30 2
5 10 40 2
6 5 45 2

D. Langkah percobaan
1. Masukkan 10 ml Na2S2O3 0,25 M ke dalam gelas kimia, encerkan hingga
volume 50 ml
2. Ukur 2 ml HCl 1 M, lalu masukkan ke dalam tabung reaksi
3. Tempatkan gelas kimia tersebut kedalam thermostat (pendingin) pada suhu
30℃ agar setimbang
4. Tambahkan HCl kedalam gelas kimia dan pada saat bersamaan nyalakan
stopwatch. Larutan diaduk dan catat waktu yang diperlukan sampai
terjadinya endapan
5. Ulangi langkah diatas untuk variasi suhu 10℃

VI. Data Pengamatan


Step C
No [HCl] [Na2S2O3] 1/t At k v
1 1M 0,25 M 0,05 0,22 0,0064 0,001408
2 1M 0,2 M 0,037 0,17 0,0048 0,000816
3 1M 0,15 M 0,032 0,125 0,0058 0,000725
4 1M 0,1 M 0,020 0,076 0,0054 0,000342
5 1M 0,05 M 0,010 0,028 0,0057 0,0001596
6 1M 0,025 M 0,009 0,004 0,064 0,000256

Step D
No t (waktu) K (konstanta) V (laju reaksi) Log V
1 264 0,00208 0,0000582 -2,79697
2 131 0,00421 0,000121 -3,95078
3 29 0,019 0,000547 -3,25398
4 28 0,0197 0,000567 -3,23687
5 21 0,02627 0,000756 -3,11193
6 20 0,02758 0,000794 -3,09194

VII. Data Perhitungan


Step C
1. Cara mencari konsentrasi awal Na2S2O3
 V1 . M1 = V2 . M2
50 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,25 M
 V1 . M1 = V2 . M2
40 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,2 M
 V1 . M1 = V2 . M2
30 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,15 M
 V1 . M1 = V2 . M2
20 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,1 M
 V1 . M1 = V2 . M2
10 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,05 M
 V1 . M1 = V2 . M2
5 . 0,25 = 50 . M2
M2 = 0,025 M

2. Menghitung At
Na2S2O3 + 2 HCl → 2 NaCl + H2S2O3
M 12,5 2 - -
B 1 2 2 2
S 11,5 - 2 2
11,5
 [At]50 ml = = 0,22 M
52
9
 [At]40 ml = = 0,17 M
52
6,25
 [At]30 ml = = 0,125 M
52
4
 [At]20 ml = = 0,076 M
52
1,5
 [At]10 ml = = 0,028 M
52
0,25
 [At]5 ml = = 0,004 M
52

3. Menghitung k
2,303 𝐴𝑜
 K 50 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,05 0,22

= 0,0064
2,303 𝐴𝑜
 K 40 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,037 0,17

= 0,0048
2,303 𝐴𝑜
 K 30 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,032 0,125

= 0,0058
2,303 𝐴𝑜
 K 20 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,020 0,076

= 0,0054
2,303 𝐴𝑜
 K 10 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,010 0,028

= 0,0057
2,303 𝐴𝑜
 K 5 ml = log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,25
= log
0,009 0,004

= 0,064

4. Perhitungan Laju Reaksi


 V 50 ml = k . [At]
= 0,0064 . 0,22
= 0,001408
 V 40 ml = k . [At]
= 0,0048 . 0,17
= 0,000816
 V 30 ml = k . [At]
= 0,0058 . 0,125
= 0,000725
 V 20 ml = k . [At]
= 0,0054 . 0,076
= 0,000342
 V 10 ml = k . [At]
= 0,0057 . 0,028
= 0,0001596
 V 5 ml = k . [At]
= 0,064 . 0,04
= 0,00000864

Step D

1. Menghitung At
Na2S2O3 + 2 HCl → 2 NaCl + H2S2O3
M 2,5 2 - -
B 1 2 - -
S 1,5 - - -

1,5
At = 52 = 0,028 𝑀

2. Mencari Ao
V1.M1 = V2.M2
10ml.0,25ml=50ml .M2
M2=0,05 M
3. Mencari K dengan rumus
2,303 𝐴𝑔
K= . log
𝑡 𝐴𝑡
2,303 0,05
= 264 . log 0,0288

=0,002080
4. Mencari V
V=K.[At]
=0,00208.[0,0288]
=0,0000582
5. Energi aktivasi dan factor-faktor pre-eksponensia persamaan garis dari grafik
1/T terhadap 1/t
y=-98,602x+0,3526
𝐸𝑎
Ea slope=2,303.𝑅
𝐸𝑎
98,602=2,303.8,314

Ea=1887,5 Kj/mol
Factor pre eksponensial interapt=logA
O,3526 =log A
A=100,326
A=2,25
6. Konstanta berdasarkan perubahan temperature
K=A.𝑒 −𝐸𝑎/𝑅𝑇
K=2,25.𝑒 −1887,5/8,13.283
=1,008560

VIII. Grafik
STEP C

Pengaruh konsentrasi tiosulfat


terhadap laju reaksi
0.012

0.01

0.008

0.006
V
0.004

0.002

0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
Pengaruh Konsentrasi Tiosulfat
terhadap Laju Reaksi (k=rumus)
0.0016

0.0014

0.0012

0.001

0.0008
V
0.0006

0.0004

0.0002

0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25

STEP D

Grafik 1/T terhadap 1/t


0.03

0.025

0.02
1/t

0.015

0.01 V

0.005

0
0.0029 0.003 0.0031 0.0032 0.0033 0.0034 0.0035 0.0036
1/T
Pengaruh Temperature Terhadap Laju
Reaksi (k=rumus)
0.0009
0.0008
0.0007
0.0006
0.0005
V

0.0004
0.0003 Series1
0.0002
0.0001
0
280 290 300 310 320 330 340
T (K)

Grafik 1/T Terhadap Log Laju Reaksi (k=rumus)


0
0.0029 0.003 0.0031 0.0032 0.0033 0.0034 0.0035 0.0036
-0.5
-1
-1.5
-2
Log V

-2.5 Series1
-3
-3.5
-4
-4.5
1/T

IX. Analisa Percobaan


Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan mengenai pengaruh konsentrasi
dan suhu pada kecepatan reaksi yang bertujuan untuk menentukan orde reaksi dari
pengaruh konsentrasi dan suhu terhadaop kecepatan reaksi. Pada percobaan ini
digunakan bahan yakni Sodium Tiosulfat (Na2S2O3) 0,25 M sebanyak 250 ml dan
HCl 1 M sebanyak 50 ml. praktikum ini ada dua percobaan yakni mengenai
variasi konsentrasi dan variasi suhu.
Pada percobaan step C bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi
terhadap laju reaksi. Percobaan ini dilakukan dengan variasi Na2S2O3 dan H2O
sedangkan konsentrasi HCl tetap. Pengadukan yang dilakukan bertujuan untuk
membuat larutan bercampur homogeny, agar memperoleh hasil percobaan yang
lebih optimal. Dari hasil yang diperoleh adalah semakin besar konsentrasi
Na2S2O3, maka semakin cepat laju reaksinya. Hal ini dikarenakan jumlah partikel
lebih banyak, sehingga tumbukan antar patikel lebih seroing terjadi. Grafik juga
menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi tiosulfat maka semakin tinggi
pula 1/waktu yang diperoleh.
Pada percobaan step D bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap
laju reaksi. Variasi yang diberikan pada percobaan ini adalah 10℃, 20℃, 30℃,
40℃, 50℃ dan 60℃. Namun kelompok kami melakukan variasi suhu 10℃ dan
60℃. Dari data yang diperoleh semakin tinggi suhu maka semakin cepat laju
reaksinya karena molekul pada larutan akan semakin besar dengan bertambahnya
suhu, maka tumbukan akan sering terjadi. Grafik juga menunjukkan bahwa
semakin tinggi suhu semakin lama 1/waktu yang diperoleh.

X. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah :
1. Semakin tinggi konsentrasi larutan, maka semakin cepat laju reaksinya.
2. Semakin tinggi suhu yang diberikan maka semakin cepat juga laju reaksi atau
semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk berjalannya reaksi.
3. Orde reaksi tiosulfat berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan yaitu 1
(satu).

XI. Daftar Pustaka


Tim Penyususn.2019.Jobsheet Kimia Fisika. “Pengaruh Konsentrasi dan Suhu
Terhadap Kecepatan Reaksi”.Palembang:Politeknik Negeri Sriwijaya
Gambar Alat

Erlenmeyer Gelas Kimia Pipet Ukur Bola Karet

Labu takar Tabung reaksi Termometer Pipet tetes

Kaca arloji Spatula Hotplate Batang pengaduk

Aluminium foil Neraca analitik Penjepit kayu