Anda di halaman 1dari 15

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Nifas

Dosen : Susi Purwanti, S.SiT, M.P.H

Upaya Memperbanyak ASI dan Tanda Bayi Cukup ASI

Disusun Oleh Kelompok 3 :

Anggi Mardania
Auliya Ashhabul Jannah
Erica Ade Wahyuni
Indah Yulieyanti
Utami Naafi’u Rahmah
Widya Lestari

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN KALIMANTAN


TIMUR

PRODI D-III KEBIDANAN BALIKPAPAN

2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya
tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu
Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Asuhan Kebidanan
Nifas dengan judul “Upaya Memperbanyak ASI dan Tanda Bayi Cukup ASI”.
Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Balikpapan, 10 Juli 2019

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1

A. Latar Belakang ........................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ...................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 2

A. Upaya Memperbanyak ASI ......................................................... 2


B. Tanda Bayi Cukup ASI ............................................................... 6
C. Yang Terjadi Jika Bayi Cukup ASI .............................................. 6
D. Manfaat Memberikan ASI Pada Bayi .......................................... 7
E. Manfaat ASI Untuk Ibu ................................................................ 7

BAB III PENUTUP ............................................................................... 9

A. Kesimpulan ................................................................................. 9
B. Saran .......................................................................................... 9

Pertanyaan .......................................................................................... 10

Daftar Pustaka ..................................................................................... 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh bayi.
ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang bayi sesuai
dengan kebutuhannya. Banyak hal yang dapat mempengaruhi produksi ASI.
Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormone, yaitu, prolaktin
dan oksitosin. Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan
oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin berkaitan dengan
nutrisi ibu, semakin asupan nutrisinya baik, maka produksi yang dihasilkan juga
banyak. Semakin sering putting susu dihisap oleh bayi maka semakin banyak
pula mengeluarkan ASI.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka kami dapat mmebuat rumusan
masalah yaitu sebaga berikut :
1. Bagaimana cara memperbanyak ASI
2. Apa saja tanda bayi cukup ASI

C. Tujuan
Untuk mengetahui apa saja cara untuk memperbanyak ASI dan apa saja tanda
bayi yang cukup ASI.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Upaya Memperbanyak ASI


Penyediaan ASI berlangsung terus menerus sesuai kebutuhan. Apabila bayi
tidak disusui, maka penyediaan air susu tidak akan dimulai. Apabila seorang
ibu dengan bayi kembar menyusukan kedua bayinya bersama, maka
penyediaan air susu akan tetap cukup untuk kedua bayi tersebut. Makin
sering bayi disusukan, penyediaan air susu ibu juga makin banyak. Ada
beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara dan memperbanyak
ASI :
1. Rangsangan Menyusui
Sebagai respon terhadap pengisapan,prolactin dikeluarkan dari glandula
pituitaria interior, dan dengan demikian memacu pembentukan air susu
yang lebih banyak apabila karena suatu alas an tertentu bayi tidak
menyusu sejak awal, maka ibu dapat memerah air susu dari payudaranya
dengan tangan menggunakan pompa payudara. Akan tetapi, pengisapan
melalui mulut bayi akan memberikan rangsangan yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan dua cara tersebut.
Ada beberapa cara bagi ibu untuk tetap mempertahankan kualitas ASI
seperti ibu harus meningkatkan asupan makanan yang bergizi seimbang
dan meningkatkan kualitas istirahat serta hidrasi. Sedangkan cara bagi
bayi untuk merangsangnya agar mau menyusu adalah dengan
membangunkan bayi atau melepas bajunya yang menyebbkan rasa gerah
serta memastikan bahwa bayi menyusu dengan posisi menempel yang
baik.
2. Pengosongan Sempurna Payudara
Pemberian asi pada bayi sebaiknya diberikan dengan cara
,mengosongkan payudara yang satu sebelum diberikan payudara yang
lain.apabila bayi tidak mengosongkan yang kedua, maka pada pemberian

2
air susu yang berikutnya payudaya kedua ini yang diberikan pertama kali.
Atau jika bayi mungkin sudah kenyang dengan satu payudara , maka
payudara kedua digunakan pada pemberian air susu yang berikutnya.
Apabila diinginkan agar bayi benar-benar puas (kenyang ,maka bayi perlu
diberikan air susu pertama )(form milk ) dan air susu kedua (hind milk )
untuk sekali minum .hal ini hanya dapat dicapai dengan pengosongan
sempurna satu payudara.
Penting bahwa bayi untuk minum air susu apabila ia mengingkannya dan
selama ia ingin minum. Oleh karna itu,penyediaaanya jangan sampai tidak
cukup atau berlebihan. Apabila air susu yang di produksi tidak dikeluarkan
,maka laktasi akan tertekan (mengalami hambatan) karna terjadi
pembengkakan alveoli dan sel keranjang tidak dapat berkontraksi.air susu
ibu tidak dapat dipaksa masuk kedalam duktus laktifer. Rutinitas dan pola
minum air susu ibu akan terbentuk dan mnumnya akan lebih jarang
apabila laktasi tidak berfungsi penuh.
Produksi ASI dapat menurun jika terjadi beberapa hal berikut ini, antara
lain:
1. Kurang sering menyusui atau memerah payudara
2. Apabila Bayi tidak bisa mengisap ASI secara efektif, hal ini terjadi
akibat hal-hal berikut ini :
a. struktur mulut dan rahang yang kurang baik
b. teknik perlekatan yang salah
c. kelainan endoktrin ibu
d. jaringan payudara hipoplastik
e. kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat
mencerna ASI
3. kurangnya gizi ibu
Produksi ASI dapat meningkat atau menurun bergantung pada
stimulasi kelenjar payudara,terutama pada minggu pertama laktasi.
4. faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah
sebagai berikut :

3
a. frekuensi pemberian air susu
b. berat bayi saat lahir
c. usia kehamilan saat melahirkan
d. usia ibu dan paritas
e. dan penyakit akut
f. mengonsumsi rokok
g. mengkonsumsi alcohol
h. pil kontrasepsi
3. Berikut beberapa cara memperbanyak ASI yang bisa para ibu lakukan:
a. Meningkatkan frekuensi menyusu
Jadi, bila kita temui bayi kita sudah merasakan kenyang karna minum
air susu ibu, maka perahlah atau peras susu ibu (memompa). Banyak
alat yang tersediauntuk memompa ASI ini yang dijual di apotek apotek
atau toko toko perlengkapan bayi. Prisnip produksi ASI pada dasarnya
based on demand sama halnya dengan prinsip pabrik. Jika makin
sering diminta (disusui/ diperas/ dipompa) maka makin banyak ASI
yang di produksi oleh sang ibu.
b. Banyak konsumsi air putih
Dengan para ibu yang menyusui banyak minum air putih akan sangat
membantu dalam meningkatkan produksi ASI ibu. Keika telah banyak
ASI yang keluar dan ibu di hadapkan kembali bekerja maka secara
tidak langsung hal ini akan membuat para ibu menyusui untuk membeli
botol susu yang akan digunakan sang bayi ketika snag ibu sudah
mulai sibuk bekerja dan meninggalkan rumah serta sementara waktu
menghentikan pola menyusui sang bayi.
c. Memenuhi kebutuhan gizi nutrisi ibu menyusui dengan baik
Dengan terpenuhinya makan-makanan yang bergizi seperti sayur dan
buah, serta daging, maka ibu menyusui akan memproduksi ASI yang
banyak dan juga bisa menghasilkan ASI berlimpah dan lancer. Pilihlah
sayur-sayuran yang dapat mengentalkan ASI, ataupun buah-buahan
yang sehat untuk ibu hamil dan juga menyusui. Hal ini penting dan

4
bermanfaat alam proses pembuatan ASI menjadi baik dan
menyehatkan untuk bayi. Dengan demikian, bayi akan merasa
kenyang, dan ini berpengaruh terhadap kualitas tidur bayi sehingga
tidurnya pun bisa lelap dan nyenyak.
d. Menghindari penggunaan susu formula
Pada sebagian para ibu yang menyusui setelah mengalami produksi
ASI sedikit biasa akan beralih ke pemberian susu formula. Justru
dengan pemberian susu formula ini akan menyebabkan produksi ASI
semakin tidak lancer. Anak akan menjadi relative malas menyusu atau
bahkan mengalami bingung putting terutama pemberian susu formula
menggunakan dot. Begitu bayi di berikan susu formula, maka saat ia
menyusu pada ibunya sudah merasa kenyang. Sehingga volum asi
akan semakin berkurang. Semakin sering susu formula di berikan
maka semakin sedikit ASI yang akan di produksi.
e. Melakukan perawatan payudara
Perwatan payudara ini sebaiknya juga dilakukan pada saat hamil tua.
Karena perawatan payudara pada saat hamil tua merupakam salah
satu upaya agar ASI banyak keluar. Hal ini, diteruskan pula ketika
mulai menyusui.
f. Kondisi psikologi ibu menyususi yang baik
Artinya adalah dalam pemberian ASI juga membutuhkan kondisi psikis
yang rileks dan siap untuk menyusui. Bila pada awal hamil sang ibu
tidak berniat untuk menyusui bayinya pada saat lahir maka hal ini akan
berpengaruh terhadap pengeluaran produksi ASI pada saat tiba
waktunya menyusui sang bayinya.keadaan psikologis ibu menyusuin
snagant menentukan angka keerhasilan pemberian ASI esklusif,
menurut hasil sebuah penelitian, lebih dari 80% kegaggalan ibu
menyusui dalam memberikan ASI esklusif fakto psikologis ibu itu
sendiri . dukungan keluarga terutama sang suami atau ayah snagat
dibutuhkan.

5
B. Tanda Bayi Cukup Asi
1. Bayi kencing setidaknya 6 kali dalam 24 jam dan warnanya jernih dan
sampai kuning muda
2. Bayi sering menyusu dengan durasi setiap 2-3 jam atau 8 sampai 12 kali
dlam sehari
3. Bayi tampak puas, sewaktu waktu merasa lapar, dan bangu atau tidur
dengan cukup tenang.
4. Bayi tampak sehat warna kulit dan turgor baik, anak cukup aktif
5. Bayi bertambah berat badannya rata-rata 500 gr per bulan.

Table kenaikan berat badan dihubungkan dengan usia bayi


(saleha,2009)
Usia Kenaikan berat badan rata-rata
1 - 3 bulan 700 gram per bulan
4 – 6 bulan 600 gram per bulan
7 – 9 bulan 500 gram per bulan
10 – 12 bulan 300 gram per bulan
5 bulan Dua kali berat badan waktu lahir
1 tahun Tiga kali berat badan waktu lahir

C. Yang Terjadi Jika Bayi Tak Terpenuhi ASInya


1. Bayi tidak akan memperoleh semua kebutuhan zat gizi didalam ASI
seperti kalori, vitamin, dan mikro nutrient.
2. Berdampak juga bagi kecerdasan bayi, karena bayi yang memperoleh ASI
memiliki tingkat pemahaman terhadap sesuatu lebih baik dan juga
meningkatkan kepercayaan diri anak.
3. Bayi yang tidak terpenuhi ASInya akan mengalami penurunan berat
badan. Umumnya bayi akan mengalami penurunan berat badan pada 5
hari pertama setelah kelahiran, namun bayi akan kembali mendapatkan

6
berat badannya 5 hari setalah kelahiran. Hal tersebut disebabkan apakah
ia sudah mendapatkan ASI yang cukup atau tidak.
4. Bayi jarang buang air kecil.
5. Bayi yang kurang ASI biasanya menjadi rewel dam terlihat lemas.

D. Manfaat Memberikan ASI Pada Bayi


1. ASI mengandung agen anti bakteri dan anti virus yang berfungsi
melindungi bayi dari penyakit.
2. Selain merupakan sumber makan yang higenis, ASI dapat mempercepat
pemulihan bayi yang sedang sakit. Komposisi sempurnanya yang terdiri
dari energy, protein, lemak, vitamin dan nutrisi lainnya dapat diandalkan
sebagai nutrisi lainnya dapat di andalkan sebagaii makanan untuk bayi
sewaktu sakit.
3. Kandungan air yang terdapat dalam ASI dapat memenuhi kebutuhan
cairan bayi.
4. Pemberian ASI yang teratur dapat mengoptimalkan perkembangan fisik
dan mental bayi. Nutrisi-nutrisi yayng terkandung dalam ASI sangat
penting untuk kesehatan, dan perkembangan bayi.
5. Bayi yang mendapatkan ASI cenderung terhindar dari resiko obesitas.
6. Bayi yang mengkonsumsi ASI selama 6 bulan akan membuat bayi
memiliki perkembangan otak yang lebih baik.
7. Dari sudut pandang psikologis, menyusui dapat memberikan ikatan yang
mendalam antara sang ibu dan bayi.

E. Manfaat ASI Untuk Ibu


1. Hormon oxytocin yang dihasilkan dari proses menyusui akan membuat
Rahim ibu kembali ke ukuran normal lebih cepat.
2. Ketika ibu konsisten menyusui ASI selama kurun waktu 2 tahun, resiko
kanker payudara akan berkurang.
3. Melalui skin to skin contact, ikatan fisik, psikologis serta emosional akan
terbentuk dari kedekatan ibu dengan bayi.

7
4. Selain mengembalikan kondisi hormone ibu, menyusui dapat
menghabiskan banyak kalori sehinga membantu diet ibu setelah
melahirkan.
5. Selain mengurangi resiko terkena osteoforosis, menyusui dapat
meningkatkan kepadatan mineral ibu.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan kehidupan terbaik yang sangat dibutuhkan
oleh bayi. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh
kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya.
Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon yaitu prolaktin
mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin mempengaruhi
proses pengeluaran ASI. Prolaktin berkaitan dengan nutrisi ibu, semakin
asupan nutrisinya baik maka produksi yang dihasilkan juga banyak.

B. Saran
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini.
Oleh karena itu, kami mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi
makalah ini, agar kami dapat berbuat lebih baik lagi di kemudian hari.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

9
Pertanyaan

1. Jika ibu menyusui sedang hamil, apakah ASI tersebut harus


dihentikan? Dan apakah ASI bisa berubah warna serta rasa? Jika iya
pada saat kapan saja perubahan itu bisa terjadi? (Pertanyaan dari
Irma Ningsih)
Jawaban :
 Dampak bagi ibu hamil yang sedang menyusui yaitu bisa terjadi
kontraksi ringan dan sebaiknya jika terjadi kontraksi seperti ini ibu
hamil harus berhenti untuk menyusui, serta jika ibu hamil tetap
menyusui bisa terjadi kekurangan nutrisi bagi janin.
 ASI dapat berubah rasa dan warna dikarenakan faktor makanan,
namun faktor makanan bukanlah faktor terbesar ASI dapat berubah
rasa dan warna, selain makanan ASI juga dapat berubah ketika ibu
mengonsumsi obat serta saat ibu hamil, ibu akan mengalami
perubahan hormone dan bisa mengubah produksi ASI. Infeksi
payudara seperti mastitis menjadi masalah yang umum terjadi, ibu
yang menggunakan lotion, ktim atau minyak payudara juga dapat
mempengaruhi rasa dan warna ASI

2. Faktor apa yang menyebabkan berat bayi bisa dibawah rata-rata ?


(pertanyaan dari Juniati Pertiwi )
Jawaban :
 Gangguan kesehatan pada ibu hamil, seperti hipertensi, diabetes,
atau gangguan jantung bisa mempengaruhi berat badan bayi .
 Bayi lahir kembar ,ketika ibu melahirkan bayi kembar bayi akan
kekurangan ruang didalam rahim yang memungkinkan bayi
tumbuh tidak leluasa seperti pada bayi tunggal .
 Postur tubuh ibu hamil , jika ibu hamil memiliki tubuh yang pendek
dan mungil kemungkinan bayi yang lahir pun memiliki berat badan
yang relative lebih kecil dari kondisi normal.

10
 Kekurangan nutrisi ,bayi bisa lahir dengan berat badan yang
kurang jika pola makan ibu selama hamil tidak sehat .
 Gangguan kesehatan pada ibu , faktor lain yang bisa
menyebabkan berat badan bayi kurang adalah gangguan
kesehatan pada si bayi,misalnya pada cacat lahir atau infeksi yang
dialami saat masih dalam kandungan .

3. Apa dampak bagi bayi jika tidak terpenuhi kebutuhan ASI nya ?
Jawaban :
 Bayi tidak akan memperoleh semua kebutuhan zat gizi didalam ASI
seperti kalori, vitamin, dan mikro nutrient.
 Berdampak juga bagi kecerdasan bayi, karena bayi yang
memperoleh ASI memiliki tingkat pemahaman terhadap sesuatu
lebih baik dan juga meningkatkan kepercayaan diri anak.
 Bayi yang tidak terpenuhi ASInya akan mengalami penurunan berat
badan. Umumnya bayi akan mengalami penurunan berat badan
pada 5 hari pertama setelah kelahiran, namun bayi akan kembali
mendapatkan berat badannya 5 hari setalah kelahiran. Hal tersebut
disebabkan apakah ia sudah mendapatkan ASI yang cukup atau
tidak.
 Bayi jarang buang air kecil.
 Bayi yang kurang ASI biasanya menjadi rewel dam terlihat lemas.

11
DAFTAR PUSTAKA
 Andina.V,S. 2018. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui Teori dalam
Praktik Kebidanan Profesional. Yogyakarta : PT.Pustaka Baru
 Elisabeth dan Endang Purwoastuti. 2015. Asuhan Kebidanan Masa
Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: PT.Pustaka Baru
 Eka Puspita Sari dan Kurnia Dwi Rimandini. 2014. Asuhan Kebidanan
Masa Nifas (Postnatal Care). Jakarta Timur : CV. Trans Info Media

12