Anda di halaman 1dari 10

Persamaan garis lurus merupakan suatu persamaan linier dengan dua variable.

Jika diubah dalam


bentuk fungsi (y = f(x)), maka akan terbentuk fungsi linier yang grafiknya berupa garis lurus.
Untuk menggambar grafik suatu persamaan garis, kita hanya membutuhkan dua buah titik yaitu :
1. Titik potong dengan sumbu X
a) Untuk mendapatkan titik potong dengan sumbu X maka kita memasukkan nilai Y = 0
ke dalam persamaan garis.
b) Kemudian kita mencari nilai X.
2. Titik potong dengan sumbu Y
a) Untuk mendapatkan titik potong dengan sumbu Y maka kita memasukkan nilai X = 0
ke dalam persamaan garis
b) Kemudian kita mencari nilai Y.

Contoh soal :
Diketahui garis 5x – 4y = 20, tentukan :
a) Titik potong garis tersebut dengan sumbu x dan sumbu y
b) Gambarkan grafik tersebut !
Jawab
a) Titik potong sumbu x, y = 0
5x – 4y = 20
5x – 4.0 = 20
5x = 20
x=4
b) Titik potong sumbu y, x = 0
5x – 4y = 20
5.0 – 4y = 20
-4y = 20
y = -5
Y

0
1 2 3 4 X

-1

-2

-3

-4

-5
4

h
3

0
-5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5

-1

-2

-3 g

-4
Perhatikan grafik diatas, tentukan persamaan garis g yang tegak lurus garis h !

Jawab :
Garis g melalui titik A (-1,0) tegak lurus garis h
Persamaan garis h
𝑥 𝑦
+ 3 = 1 kalikan dengan 15
−5

-3x + 5y = 15
5y = 3x + 15
3
y = 5𝑥 +3
3
m1 = 5

y-y1 = m (x-x1)
5
y-0 = -3 (x-(-1))
5
y = − 3 (x + 1) kalikan dengan 3

3y = -5x-5
Membaca grafik persamaan garis
Dalam membaca dan membuat suatu persamaan garis berdasarkan grafik, ada tiga cara yang bisa
dilakukan
1. Mencari titik potong sumbu x dan y pada grafik, atau 2 titik lain
𝑦−𝑦1 𝑥−𝑥1
2. Ingat rumus mencari persamaan garis jika diketahui 2 titik, yaitu =
𝑦2−𝑦1 𝑥2−𝑥1
3. Ada rumus/cara cepat jika kita memiliki titik potong sumbu x dan y yaitu
𝑥 𝑦
+ =1
𝑡𝑖 − 𝑝𝑜𝑡 𝑠𝑏 𝑥 𝑡𝑖 − 𝑝𝑜𝑡 𝑠𝑏 𝑦

Grafik linier
Contohnya adalah :
f(x) = 2x-6
x = 0, y = f(0) = 2.0 – 6 = -6…..(0, -6)
y=0
0 = 2x-6
2x = 6
x = 3…….(3,0)
0
1 2 3

-1

-2

-3

-4

-5

-6
Penerapan grafik garis lurus
Dalam penerapannya di bidang fisika, penerapan grafik garis lurus contohnya seperti
seekor semut yang pergi mencari makan dengan meninggalkan sarangnya dengan lintasan
yang tidak beraturan. Semut tersebut mungkin saja berjalan lebih dari 500 m di atas
dataran pasir tanpa petunjuk dengan lintasan yang tidak sederhana. Tetapi, ketika si
semut memutuskan untuk kembali ke sarangnya, dia berbalik dan kemudian berjalan
lurus langsung menuju sarangnya.

Penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram.


a) Penyajian data dalam bentuk tabel
Penyajian dalam bentuk tabel bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran
mengenai jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam
menganalisis data tersebut. Macam-macam penyajian data dalam bentuk tabel antara
lain :
1. Tabel baris kolom
Tabel baris kolom adalah tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai
ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan
merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.
Contoh, tabel daftar ip seorang mahasiswa Pendidikan matematika.
No Semester IP
1 I 3.12
2 II 3.00
3 III 3.39
2. Tabel kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini
mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas 2 faktor
atau 2 variabel, faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k
kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan
baris dan k menyatakan kolom.
Contoh banyak murid sekolah di daerah Inderalaya menurut tingkat sekolah dan
jenis kelamin tahun 2006.
Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
Jumlah

Cara membuat tabel


Suatu tabel yang lengkap terdiri dari :
1. Nomor tabel
Bila tabel yang disajikan lebih dari satu makna hendaknya diberi nomor agar
mudah untuk mencari kembali bila dibutuhkan. Nomor tabel biasanya
ditempatkan diatas sebelah kiri sejajar dengan judul tabel.
2. Judul tabel
Setiap tabel yang disajikan harus diberikan judul karena dari judul tabel orang
dapat mengetahui tentang apa yang disajikan.
Contoh :
TABEL 1
BANYAKNYA MURID SEKOLAH DI DAERAH BOGOR MENURUT
TINGKAT SEKOLAH DAN JENIS KELAMIN TAHUN 1994
3. Catatan pendahuluan
4. Badan tabel
Badan tabel terdiri dari judul kolom, judul baris, judul kompartemen, dan
judul sel.
5. Catatan kaki
Catatan kaki dimaksudkan untuk memberi keterangan terhadap singkatan atau
ukuran yang digunakan. Biasanya dengan memberi tanda yang sesuai dengan
tanda yang terdapat di kanan atas singkatan yang digunakan. Tanda yang
biasanya dapat berupa *x dan lain. Catatan kaki diletakkan dibawah kiri tabel.
6. Sumber data
Sumber data diletakkan di bagian kiri bawah (dibawah catatn kaki), sumber
ini mempunyai arti penting bila data yang sajikan berupa data sekunder.

b) Penyajian data dalam bentuk diagram


Diagram berfungsi sebagai sebuah potret yang dapat memberikan gambaran serta
uraian-uraian dari tempat atau obyek dari mana gambar itu diperoleh.

Diagram yang sering dikenal yaitu ;


1. Diagram batang
2. Diangram garis
3. Diagram lambing atau diagram symbol
4. Diagram lingkaran

1. Diagram batang
Diagram batang adalah penyajian data dengan menggunakan gambar yang
berbentuk batang atau kotak. Diagram batang dapat Digambar vertical
maupun horizontal.
Langakah pertama dalam membuat diagram batang adalah membuat dua
sumbu mendatar dan tegak. Sumbu mendatar memperlihatkan kategori,
sedangkan sumbu tegak menyatakan nilai/frekuensi dari masing-masing
kategori. Berikut ini contoh diagram batang yang menyajikan data rata-rata
nilai ujian matematika kelas IX A-IX E.

Dari diagram batang di atas kita dapat mengamati bahwa kelas IX A, IX B,


dan IX D merupakan kelas yang memiliki rata-rata yang hampir sama dan
berada di bawah dua kelas lainnya, yaitu kelas IX C dan IX E.
2. Diagram garis
Diagram garis sering disebut juga peta garis (line chart) atau kurva (curve),
merupakan bentuk penyajian yang paling banyak dipakai dalam berbagai
laporan perusahaan maupun penelitian ilmiah.

3. Diagram lambang
Diagram ini sering dipakai untuk mendapatkan gambaran kasar suatu hal dan
sebagai alat visual bagi orang awam. Setiap satuan jumlah tertentu dibuat
sebuah symbol sesuai dengan macam datanya. Kesulitan yang dihadapi pada
diagram lambing ini adalah ketika menggambarkan bagian symbol untuk
suatu hal yang tidak penuh.
4. Diagram lingkar
Diagram lingkar ini memiliki sisi kelemahan dalam hal tujuan untuk
perbandingan antara sektor-sektor yang terdapat dalam lingkarannya.
Penyajian berbagai data yang besarnya berbeda (ekstrim) dalam diagram yang
sama, merupakan suatu prosedur yang meragukan. Mengingat lingkaran
terdiri dari 360 derajat, maka 3,6 derajat berarti menggambarkan persentasae
sebesar 1 %

c) Penyajian data dalam bentuk grafik


Grafik merupakan kumpulan data dari beberapa tabel yang disajikan atau ditampilkan
dalam bentuk gambar, seperti persegi, lingkaran, tabung, segitiga, balok, kerucut, dan
lain-lain. Grafik juga biasa diartikan sebagai suatu kerangka atau gambar yang
digunakan untuk membuat obyek visualisasi dari data-data pada tabel dengan tujuan
memberikan informasi mengenai suatu data dari penyaji materi kepada penerima
materi.

Macam-macam grafik
1. Grafik batang
Grafik batang adalah jenis grafik yang menggambarkan beberapa data dalam
bentuk batang. Grafik batang digunakan untuk memperlihatkan perbedaan dengan
jelas mengenai tingkat nilai dari beberapa aspek pada sebuah data.
2. Grafik garis
Grafik garis adalah jenis grafik yang menggambarkan beberapa data dalam bentuk
garis atau kurva. Grafik garis digunakan untuk menggambarkan suatu
perkembangan atau perubahan data dari waktu ke waktu. Grafik garis memiliki 2
sumbu utama yaitu sumbu X dan sumbu Y. sumbu X digunakan untuk
menunjukkan waktu pengamatan. Sedangkan sumbu Y digunakan untuk
menunjukkan nilai dari hasil pengamatan pada waktu-waktu tertentu.
3. Grafik lingkaran
Grafik lingkaran adalah jenis grafik yang menggambarkan beberapa data dalam
bentuk lingkaran. Grafik lingkaran digunakan untuk menggambarkan prosentase
nilai total dari suatu data. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan grafik lingkaran, diantaranya yaitu :
1. Tentukan hasil persentase nilai dari suatu data. Cara menentukan presentase
nilai suatu kelompok data yaitu jumlah suatu kelompok data di bagi jumlah
keseluruhan data di kali 100 %
2. Tentukan besar kecilnya sudut masing-masing kelompok data. Cara
menentukan besar kecilnya sudut yaitu hasil presentase suatu kelompok data
dibagi 360.
3. Tentukan warna untuk masing-masing kelompok data. Setiap kelompok data
memiliki warna yang berbeda-beda. Pemberian warna pada masing-masing
kelompok data berguna untuk membedakan antara kelompok data satu dengan
kelompok data lainnya, serta memperjelas perbandingan antara kelompok data
satu dengan kelompok data lainnya.